Anda di halaman 1dari 1

HUBUNGAN KECUKUPAN VITAMIN A DENGAN PRODUKSI ASI

PADA IBU PEMBERI ASI EKSLUSIF


BAB I
1.1 Latar Belakang

Kesehatan merupakan keberhasilan pembangunan bangsa dan menjadi hak asasi manusia.
Derajat kesehatan suatu bangsa tercapai apabila status gizi pada masyarakat sudah baik dan
masalah gizi terselesaikan. Masalah gizi memiliki dimensi yang luas sehingga menjadi
masalah yang kompleks karena penyebabnya multi faktor dan multi dimensi.

Dewasa ini, banyak permasalahan kesehatan dan gizi di Indonesia khususnya pada bayi.
Hal ini dibuktikan dengan tingginya prevalensi gizi kurang dan gizi buruk (Berat
Badan/Umur) pada balita di Indonesia yakni 17.90% (Riskesdas 2010).

Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization WHO) telah mengeluarkan


rekomendasi bahwa: (1) ASI eksklusif diberikan sejak bayi lahir sampai dengan berusia 6
bulan, dan (2)pemberian ASI tersebut diteruskan bersama dengan pemberian Makanan
Pendamping ASI (MP-ASI) sejak usia 6 bulan sampai dengan anak berusia 2 tahun.
Sayangnya, berdasarkan hasil survey pada tanggal 10 Maret 2014 terhadap 43 ibu-ibu yang
memiliki balita di Kelurahan Talang menunjukan 95,3% memberikan ASI, sedangkan 4,7%
tidak memberikan ASI, kemudian 74,4% memberikan ASI secara Eksklusif dan 25,6% tidak
memberikan ASI secara eksklusif. Angka tersebut masih belum memenuhi target yang
ditentukan pemerintah. Pemerintah menetapkan target pemberian ASI eksklusif sebesar 80 %
pada tahun 2010 (Depkes,1999).
Vitamin A merupakan zat gizi mikro yang penting bagi ibu nifas. Vitamin A membantu
hipofise anterior untuk merangsang sekresi hormon prolaktin di dalam epitel otak dan
mengaktifkan sel-sel epitel pada alveoli untuk menampung air susu di dalam payudara
(Soetarini et al. 2009).

Pada akhir kehamilan intake vitamin A yang adekuat diperlukan untuk cadangan pada
bayinya dan pada ASI ibu.Setiap 6 bulan dianjurkan pada ibu menyusui,untuk
mempertahankan konsetrasi vitamin A pada ASI,disamping diet ibu seimbang.(widya Karya
Nasional Pangan dan Gizi ke V.th1993) Untuk itu dalam penelitian ini, peneliti membuktikan
fungsi lain dari vitamin A yakni dapat memengaruhi produksi ASI (Soetarini et al. 2009).