Anda di halaman 1dari 8

I PENDAHULUAN

1.1 Dasar Teori

Menurut para ahli yang dimaksud dengan fisika yaitu; Weizacher (1979),
fisila merupakan sebagai teori peramaian alternatif-alternatif yang secara empiris
dengan percobaandapat dibeda-beda; Deruxes (1986),Fisika merupakan sebagai
ilmu pengetahuan yang berusaha menguraikan serta menjelaskan hukum alam dan
kejadian-kejadian dalam alam dengan gambaran menurut pemikiran manusia;
Kusuma (1992),Fisika merupakan ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala
alam yang terjadi pada suatu materi energi yang yang menempati ruang dan
memiliki massa; Osa Pauliza,Fisika merupakan sesuatu yang dapat diukur dan
memiliki nilai-nilai yang dinyatakan dalam bentuk satauan; Efrizon Umar,Fisika
merupakan salah satu ilmu yang didasarkan pada besaran-besarn ilmu fisika.
Pengukuran adalah kegiatan membandingkan nilai besaran yang diukur
dengan alat ukur yang ditetapkan sebagai satuan; sedangkan NST adalah nilai
skala terkecil yang terdaoat pada setiap alat ukur yaitu suatu nilai skala yang tidak
bisa dibagi-bagi lagi,inilah yang disebut dengan nilai skala terkecil tiap alat ukur
pasti menggunakan NST untuk nilai skala terkecil pengukuran (Mediarman
Bernad2015 dan Tiipler,P.A.1998) .
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih
dahulu,contoh besaran pokok adalah panjang,massa,waktu,kuat arus listrik,suhu
itensitas; sedangkan besarn turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran
pokok contoh besaran turunan adalah luas,volume,gaya,usaha,energi,percepatan,
dan kecepatan; sedangkan satuan adalah nama atau istilah yang diberikan untuk
mengukur besaran tersebut contohnya second ( Analson,2007).
2.1. Tujuan Praktikum
Tujuan praktikum Fisika Dasar dengan materi Besaran, Satuan Dan
Pengukuran Dasar adalah:
1.Mampu memahami dan menggunakan istilah besaran dan satuan secara benar
2.Mampu menggunakan beberapa alat ukur dasar dengan benar
3. Menentukan ketidak pastian pada ahsil pengukuran dan hasil percobaan
II BAHAN DAN METODE

2.1 Waktu dan Tempat


Praktikum fisika yang pertama dengan materi Besaran Satuan dan
Pengukuran dasar dilaksanakan pada hari senin,17 Oktober 2017 pukul 13:00-14:40
WIB digedung perkuliahan BDP 2 jurusan Budidaya Pertanian Universitas
Palangkaraya
2.2 Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan adalah wortel,batu,tanaman,es batu; sedangkan alat
yang digunakan adalah mistar plastic,jangka sorong,timbangan pegas,timbangan
buah,thermometer,thermometer zat,altimeter,hygrometer,ampere meter, dan busur
derajat.
2.3 Cara Kerja
Cara kerja yang dilakukan saat praktikum adalah:
1. Menyiapkan pralatan ukur yang akan digunakan dalam kegiatan ini
2. Mencari tahu kegunaan dari masing-masing alat ukur tersebut,dan ketahui pula
besaran dan satuan yang akan digunakan alat tersebut
3.Mempelajari cara penggunaan alat ukur tersebut dan ketahui pula nilai satuan
terkecil (NST) yang digunakan
4.Menggunakan alat tersebut sesuai kegunaan untuk mengukur benda-benda atau
kejadian-kejadian yang ada dialam sekitar tempat anda berada.
5.Melakukan pengukuran secara berulang (ada pengulangan) untuk mendapatkan
hasil pengukuran yang mendekati kebenaran (rata-rata)
III HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil Pengamatan Tabel


Alat yang pertaman digunakan adalah; a) Mistar plastic yaitu untuk
mengukur panjang suatu benda selain itu juga untuk menbuat garis lurus; b) Jangka
sorong umtuk mengukur diameter suatu benda dan memiliki batas ketelitian; c)
timbangan pegas digunakan untuk mengukur massa suatu benda yang diukur; d)
timbangan buah digunakan untuk menimbang berat suatu benda; e) thermometer
digunakan untuk mengukur suhu suatu ruangand; f) thermometer zat digunakan
untuk mengukur suhu suatu zat atau perubahan suhu; g)altimeter digunakan untuk
mengukur ketinggian suatu titik dari permukaan laut biasanya digunakan untuk
keperluan navigasi dalam penerbangan pendakian dan kegiatan yang berhubungan
ketinggian; h) hygrometer digunakan untuk mengukur kelembapan udara; i)
amperemeter digunakan untuk mengukur kuat arus listrik; j)busur derajat
digunakan untuk mengukur sudut
IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Pengukuran adalah pengamatan atas suatu besaran fisika biada juga
disebut dengan pengamatan kuantitas pengukuran secara luas yaitu
membandingkan suatu besaran dengan besaran standar desaran standar
tersebut harus memenuhu syarat-syarat yakni dapat didefinisikan secara
fisik jelas dan tidak berubah dengan waktu dan dapat digunakan sebagai
perbandingan dimana saja didunia ini mengukur merupakan usaha untuk
memperoleh nilai dengan bantuan alat ukur dalam pengukuran terdapat
ketidak pastian yaitu kesalahan yang mungkin terjadi dalam pengukuran
yang dievaluasi setelah ada hasil pengukuran yang diukur dimana
kesalahan itu terjadi karena kesalahan kaliblrasi kesalahn titik nol
kesalahan komponen alat dan gesekan disamping itu terdapat juga
kesalahan pengamatan oleh orang yang mengukur.
Jadi mengukur dapat kita simpulkan yaitu suatu kegiatan
menbandingkan suatu besaran fisika dengan suatu besaran yang sudah
distandar maka siapa pun yang melakukan pengukuran dan dimanapun
pengukuran itu dilakukan maka akan memberikan hasil yang relatif sama
karena tidak ada kepastian dalam pengukuran maka hasil yang dikur tidak
berupa nilai melainkan berupa sebuah rentangan nilai yang dalam setiap
nilai dalam rentangan tersebut memiliki kemungkinan benar terhadap satu
sama lain.
Ketelitian adalah harga terdekat yang mendekati suatu bacaan atau
instrumen yang sebenarnya dari variabel yang diukur.
4.2 Kesimpulan
Semoga praktikum selanjutnya alat-alat untuk praktikum dapat
ditambah agar lebih banyak lagi dan praktikum bisa berjalan dengan
lancar.
DAFTAR PUSTAKA

Mediarman Bernad.Fisika Dasar.Yogyakarta : Grahas ilmu 2005,11.


Tipler,P.A,dkk,(1998).Fisika untuk Sains dan Teknik,Jakata: Erlangga.
Alson,dkk.1979.Dasar-dasar fisika Universitas,Jakarta: Erlangga
https://www.scribd.com.
https://artikelnesia.com.

Diakses pada tanggan 22 Oktober 2017