Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM

FISIKA

BESARAN SATUAN DAN PENGUKURAN DASAR

ACI
CAA 117 111
KELOMPOK I

JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PALANGKARAYA
2017
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PRAKTIKUM BESARAN, SATUAN, DAN
PENGUKURAN DASAR

Telah diperiksa dan disetujui oleh asisten praktikum pada


Hari :
Tanggal :

ASISTEN PRAKTIKUM

RIBKA SUSANTI BARUS


CAA 115 074

ii
DAFTAR ISI
Halaman
LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................................... ii
DAFTAR ISI......................................................................................................................... iii
I. PENDAHULUAN ..........................................................................................................1
1.1. Dasar Teori .............................................................................................................1
1.2 Tujuan Praktikum ....................................................................................................2
II. BAHAN DAN METODE .............................................................................................3
3.1. Waktu dan Tempat ..................................................................................................3
3.2. Alat dan Bahan........................................................................................................3
3.3. Cara Kerja ...............................................................................................................3
III. HASIL DAN PEMBAHASAN ...................................................................................4
3.1. Hasil Pengamatan ...................................................................................................4
3.2. Pembahasan ............................................................................................................6
IV. PENUTUP ...................................................................................................................8
4.1. Kesimpulan .............................................................................................................8
4.2. Saran .......................................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................9

iii
I. PENDAHULUAN

1.1. Dasar Teori


Menurut para ahli yang dimaksud dengan fisika yaitu; Gerthsen (1958)
merupakan sebagai suatu teori yang menerangkan gejala-gejala alam sesederhana
mungkin dan berusaha menemukan hubungan antara kenyataan-kenyataannya.
Permasalahan dasar untuk memecahkan persoalannya ialah mengamati gejala-gejala
tersebut; sedangkan menurut Dahmen (1997) fisika merupakan suatu uraian tertutup
tentang semua kejadian fisis yang didasarkan pada beberapa hukum dasar; dan
menurut Brockhaus (1972) merupakan pelajaran tentang kejadian alam yang
memungkinkan penelitian, percobaan, pengukuran apa yang didapat, penyajian secara
sistematis, dan berdasarkan peraturan-peraturan umum; menurut Weizacher (1979)
fisika merupakan teori peramaian alternatif-alternatif yang secara empiris dengan
percobaan dapat dibeda-bedakan; dan menurut Deruxes (1986) fisika merupakan ilmu
pengetahuan yang berusaha menguraikan serta menjelaskan hokum alam dan
kejadian-kejadian dalam alam dengan gambaran menurut pemikiran manusia.
Pengukuran adalah penetuan besran, dimensi, atau kapasitas, biasanya
terhadap suatu standar atau satuan pengukuran. Pengukuran tidak hanya terbatas pada
kuantitas fisik, tetapi juga dapat diperluas untuk mengukur hampir semua benda yang
bisa dibayangkan, seperti tingkat ketidak pastian, atau kepercayaan konsumen. Dalam
definisi lain pengukuran adalah sebuah kegiatan menggunakan alat dengan tujuan
mengetahui nilai suatu besaran; dan Nilai Skala Terkecil (NST) pada alat ukur. Pada
umumnya alat-alat ukur memiliki skala, pada skala terdapat goresan besar dan kecil.
Goresan besar dibubuhi dengan angka yang sesuai dengan besaran yang diukur,
sedangkan goresan kecil tak dibubuhi angka. Oleh karena itu langkah pertama yang
dilakukan sebelum menggunakan alat ukur adalah menentukan nilai skala terkecil alat
itu disingkat NST. Jadi tiap alat ukur memiliki NST yaitu nilai dari jarak antara dua
goresan terdekat. (Young dan Freedman. 2002)
Besaran pokok adalah besaran-besaran tertentu yang membentuk besaran
turunan. Dan tiap satuannya tidak dapat lagi dijabarkan kedalam besaran yang lain.
Tabel contoh besaran pokok beserta satuannya, contohnya: a). Massa dengan satuan
kilogram, b). Panjang dengan satuan meter, dan c). Waktu dengan satuan sekon,
selanjutnya kita mengenal besaran turunan. Besararn turunan atu dikenal dengan
Derived Quantities adalah kelompok besaran fisika yang merupakan hasil turunan
dari satu atu lebih 7 besaran pokok yang ada sebelumnya. Contohnya: a). Luas b).
Volume c). kecepatan, sedangkan pengertian satuan adalah sesuatu yang digunakan
untuk menyatakan ukuran besaran. Pengertian satuan lainnya adalah pembanding
dalam suatu pengukuran besaran. (Widodo. 2006)

1.2 Tujuan Praktikum


1. Mampu memahami dan menggunakan istilah besaran dan satuan secara benar
2. Mampu menggunakan beberapa alat ukur dasar dengan benar
3. Menetukan ketidakpastian pada hasil pengukuran dan hasil percobaan

2
II. BAHAN DAN METODE

3.1. Waktu dan Tempat


Kegiatan praktikum fisika dengan materi yaitu besaran, satuan dan
pengukuran dasar dilakasanakan pada: Sabtu, 14 Oktober 2017, pukul 13:00 14:40
di gedung kuliah Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian.

3.2. Alat dan Bahan


Alat yang digunakan untuk praktikum adalah mistar plastic, amperemeter,
busur derajat, jangka sorong, timbangan pegas, thermometer ruang, thermometer zat,
altimeter, hygrometer, ampheremeter, sedangkan bahan yang dipakai adalah gulma,
wortel, batu, dan es batu.

3.3. Cara Kerja


1. Siapkanlah peralatan ukur yang akan digunakan dalam kegiatan ini
2. Carilah tahu kegunaan dari masing-masing alat ukur tersebut, dan ketahui pula
besaran dan satuan yang digunakan alat tersebut.
3. Pelajari cara penggunaan alat ukur tersebut, dan ketahui pula besaran dan satuan
terkecil (NST) yang digunakan
4. Gunakanlah alat tersebut sesuai kegunaannya untuk mengukur benda-benda
atau kejadian-kejadian yang ada di alam sekitar tempat anda berada.
5. Lakukan pengukuran secara berulang (ada pengulangan) untuk mendapatkan
hasil pengukuran yang mendekati kebenaran (rata-rata)
6. Catatlah semua hasil pengukuran dan pengamatan anda seperti pada table yang
ada di bawah ini.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1. Hasil Pengamatan


Tabel hasil pengamatan besaran, satuan, dan NST pada alat ukur.

No. Nama Alat Kegunaan Besaran Satuan NST Benda Hasil Pengukuran
Ukur Untuk yang
Mengkur diukur 1 2 3 Rata2

1 Jangka Diameter Panjang Cm 0,01 cm Wortel 0,094 0,156 0,156 0,135


sorong
2 Mistar plastic Panjang Panjang Cm 1 mm Gulma 25 23 28 25,4
3 Timbangan Massa Massa g 25 g Batu 425 425 435 428,33
buah
o
4 Thermometer Suhu zat Suhu 1oC Es batu -9oC -10oC -11oC -10oC
zat
5 Altimeter Ketinggian Tinggi m 20 m
tempat
6 Timbangan Berat Massa Kg 50 g
pegas
7 Amperemeter Arus dan Arus A 0,2 A
tegangan listrik
8 Hygrometer Kelembapan Kelembapan % 1% Udara 61% 61% 61% 61%
udara
o
9 Busur derajat Sudut Sudut 1o Sudut 90o 90o 90o 90o
2
siku
0
10 Thermometer Suhu ruangan Suhu 1o Suhu 31oC 32oC 32oC 31,6oC
ruang ruangan
5
3.2. Pembahasan
Nama alat ukur yang digunakan adalah: a) Jangka sorong adalah alat ukur
yang
mampu mengukur jarak, kedalaman, maupun, diameter dalam suatu objek dengan
tingkat akurasi dan presisi yang sangat baik (0,05 mm); b) Mistar plastic adalah
sebuah alat pengukur dan alat bantu gambar untuk menggambarkan garis lurus,
penggaris dapat terbuat dari plastic, logam, berbentuk pita dan sebagainya; c)
Timbangan buah adalah alat yang dipakai melakukan pengukuran massa suatu benda,
timbangan dengan bandul pemberat menimbang massa, biasanya menggunakan
massa pembanding yang lebih kecil dengan lever (tuas) yang panjang; d)
Thermometer zat adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu (temperature),
ataupun perubahan suhu; e) Altimeter adalah sebuah alat untuk mengukur ketinggian
suatu titik dari permukaan laut. Biasanya alat ini digunakan untuk keperluan navigasi
dalam penerbangan, pendakian, dan kegiatan yang berhubungan dengan ketinggian;
f) Timbangan pegas adalah timbangan sederhana yang menggunakan pegas sebagai
alat untuk menentukan massa benda yang diukurnya; g) Amperemeter adalah alat
yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik yang ada dalam rangkaian tertutup,
cara menggunakannya adalah dengan menyisipkan amperemeter secara langsung ke
rangkaian; h) Hygrometer adalah alat yang dipakai untuk mengukur kelembapan
ruangan yang dapat menunjukkan kelembapan relative (presentase kelembapan di
udara), kelembapan mutlak (jumlah kelembapan) atau keduanya; i) Busur derajat
adalah alat yang dapat membantu mengukur dan menggambar sudut, bentuk dari
busur deajat biasanya setengah lingkaran, namun ada juga yang berbentuk satu
lingkaran penuh yaitu memiliki 360 derajat; j) Thermometer ruangan dipergunakan
untuk mengukur suhu ruangan, thermometer ruangan ini sangat penting sekali
digunakan untuk laboratorium-laboratorium percobaan yang membutuhkan kestabilan
suhu ruangan. (Arikunto. 2008)

6
Perhitungan rata-rata setiap alat ukur yaitu:
a). Mistar Plastic
Diketahui : X1 = 25 ; X2 = 23 ; X3 = 28

Ditanya :x?

25+23+28
=
3
= 25,4 mm
b). Jangka Sorong
Diketahui : X1 = 6,1 ; X2 7,1 ; X3 = 7,1

Ditanya :x?

6,2+7,1+7,1
=
3
= 6,97 mm
c). Timbangan Buah
Diketahui : X1 = 450 ; X2 = 410 ; X3 = 415

Ditanya :x?

450+410+415
=
3
= 425 g
d). Thermometer Ruang
Diketahui : X1 = 31 ; X2 = 32 ; X3 = 32

Ditanya :x?

31+32+32
=
3
= 31,6o C

7
e). Thermometer Zat
Diketahui : X1 = 0 ; X2 = 1 ; X3 = 1

Ditanya :x?

0+1+1
=
3
= 0,67o C
f).Hygrometer
Diketahui : X1 = 61 ; X2 = 61 ; X3 = 61

Ditanya :x?

61+61+61
=
3
= 61 %
g). Busur Derajat
Diketahui : X1 = 90 ; X2 = 90 ; X3 = 90

Ditanya :x?

90+90+90
=
3
= 90o C

8
IV. PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur atau dihitung, dinyatakan
dengan angka dan mempunyai satuan, besaran berdasarkan cara memperolehnya
dapat dikelompokan menjadi dua macam yaitu, besaran fisika dan besrannon fisika.
Mengukur pada hakikatnya adalah membandingkan suatu besaran dengan
suatu besran yang sudah distandar, pengukuran panjang dilakukan dengan
menggunakan mistar, jangkka sorong, dan micrometer sekrup. Pengukuran berat
menggunakan timbangan dengan berbagai ketelitian, mengukur kuat arus listrik
menggunakan amperemeter, mengukur waktu dengan stopwatch, mengukur suhu
dengan thermometer, dan lainnya.
Ketelitian adalah suatu cara mengurangi ketidakpastian pada saat kita ukur
dapat dikurangi dengan ketelitian. Selain ketelitian, ketidakpastian juga dapat
dikurangi dengan ketetapan atau presisi. Ketetapan bisa dibilang tepat, jika
pengukuran sama yang dilakukan secara berulang-ulang tetapi hasilnya tidak jauh
berbeda dengan hasil setiap perulangan tersebut.

4.2. Saran
Diharapkan untuk praktikum selanjutnya alatnya diperbanyak, lebih banyak
bahan yang dibawa, dan pengoptimalan pemakaian alat.
DAFTAR PUSTAKA
Slamet, A., dkk. (2008). Praktikum IPA. Jakarta: Dirjen Dikti Depdiknas.
Soejoto dan Sustini, E. (1993). Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. Dirjen Dikti
Depdiknas.
http://www.lib.unnes.ac.id
http://file.upi.edu

diakses pada tanggal 20 Oktober 2017.