Anda di halaman 1dari 3

PENYIMPANAN BAHAN BASAH

No. Dokumen No. Revisi Halaman

004/SPO-PP/RSUD-BANTEN 00 1 dari 3
RSUD BANTEN

Ditetapkan
Tanggal terbit
Direktur RSUD Banten

SPO 7 Maret 2016

Drg. Dwi Hesti Hendarti, M.Kes

NIP. 196102091989112001

PENGERTIAN Suatu tata cara menata, meyimpan, memelihara keamanan bahan makanan
basah baik kualitas maupun kuantitas di gudang bahan makanan basah serta
pencatatan dan pelaporannya

TUJUAN Tersedianya bahan makanan siap pakai dengan kualitas dan kuantitas yang
tepat sesuai dengan perencanaan

KEBIJAKAN 1. Keputusan Direktur RSUD Banten Nomor . 821 / 0217 / RSUD/III /2016
Tentang Kebijakan Pelayanan Gizi di Rumah Sakit Umum Daerah
Banten
2. Berdasarkan Pedoman Gizi Rumah Sakit (PGRS) tahun 2013

PROSEDUR 1. Petugas yang melakukan penyimpanan bahan basah adalah petugas


gudang basah yang menggunakan APD lengkap

2. Metode penyimpanan adalah dengan pembekuan, pendinginan dan


penyimpanan pada suhu kamar

3. Tempat penyimpanan untuk pembekuan adalah dengan Freezer yang


dijaga suhunya pada -50c.
PENYIMPANAN BAHAN BASAH

No. Dokumen No. Revisi Halaman

004/SPO-PP/RSUD-BANTEN 00 2 dari 3
RSUD BANTEN

4. Tempat penyimpanan untuk pendinginan adalah kulkas dengan suhu 5 0c

5. Tempat penyimpanan pada suhu kamar adalah 18 0c

6. Langkah langkah penyimpanan adalah :

a. Setelah bahan makanan basah diterima, bahan makanan yang


langsung digunakan di bawa ke ruang persiapan bahan makanan,
selebihnya disimpan di ruang penyimpanan
b. Untuk buah seperti pepaya, melon, semangka, dan jeruk dicuci
terlebih dahulu sebelum disimpan di gudang basah. Penyimpanan di
lakukan pada rak buah yang ditaruh pada ruangan terbuka dengan
suhu 180c
c. Untuk sayuran seperti labu siam, wortel, labu air, oyong, daun
bawang, seledri, dll sudah dikemas kemudian disimpan dalam kulkas
d. Untuk tahu, dilakukan penggantian air perendam dengan air bersih
sebanyak 1 kali sehari dan disimpan dalam kulkas
e. Untuk tempe disimpan pada kulkas selama <6 jam
f. Untuk Telur disimpan pada rak telur yang ditaruh di atas meja
dengan suhu ruangan 18 0c
g. Untuk daging, ayam, dan ikan disimpan dalam freezer.
h. Untuk buah import disimpan dalam kulkas

7. Pengecekan terhadap suhu dilakukan setiap hari, dicatat dan formulir


pencatatan tersebut ditempel pada setiap kulkas dan freezer

8. Semua bahan yang akan dimasukkan ke lemari/ruang pendingin


dibungkus plastik

9. Tidak menempatkan bahan makanan yang berbau keras, bersama bahan


PENYIMPANAN BAHAN BASAH

No. Dokumen No. Revisi Halaman

016/SPO-PP/RSUD-BANTEN 00 3 dari 3
RSUD BANTEN

makanan yang tidak berbau.

10. Pengeluaran bahan makanan yang disimpan menggunakan sistem FIFO


(First In First Out).
11. Pemasukan dan pengeluaran bahan makanan ke gudang basah dicatat di
buku pencatatan / kartu stok.

Unit Terkait Instalasi Gizi