Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN TUGAS MANDIRI BIOKIMIA

METABOLISME VITAMIN, AIR DAN MINERAL

OLEH

ANISA RAHMAWATI
I1B113035

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2013
Metabolisme Vitamin, Air dan Mineral
A. Metabolisme Vitamin
Vitamin merupakan salah satu zat yang sangat dibutuhkan tubuh dalam melaksanakan
metabolisme namun tersedia dalam jumlah yang relatif kecil bahkan tidak dapat disintesis oleh
tubuh. Walaupun menjadi zat yang sangat penting, namun kesadaran masyarakat dunia pada
umumnya dan masyarakat Indonesia pada khususnya akan pentingnya vitamin seolah terabaikan.
Bagi mereka makanan hanya sebagai sesuatu yang dikonsumsi untuk sekedar mengenyangkan
perut di saat lapar. Bukan sebagai suatu sarana penyedia/penyuplai zat-zat penting yang tidak
dapat disintesis sendiri dalam tubuh.
Kebanyakan makanan jajanan yang beredar luas di masyarakat, khususnya di sekolah-
sekolah kurang memperhatikan kandungan vitamin. Apalagi para pedangan cenderung
memperhatikan dari segi keuntungan yang diperoleh daripada kualitas jajanan yang dijualnya.
Hal-hal di ataslah yang melatarbelakangi dilakukannya penyusunan makalah serta penelitian
sederhana ini. Selain itu, dengan adanya makalah ini kita dapat mengetahui jenis-jenis vitamin
yang terkandung dalam makanan.
Vitamin adalah suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita yang
berfungsi untuk membantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh. Vitamin-vitamin tidak dapat
dibuat oleh tubuh manusia dalam jumlah yang cukup, oleh karena itu harus diperoleh oleh bahan
pangan yang dikonsumsi. Sebagai pengecualian adalah vitamin D yang dapat dibuat dalam kulit
asalkan kulit mendapat cukup kesempatan terkena sinar matahari.
Hapir semua vitamin yang kita kenal sekarang telah berhasil diidentifikasi sejak tahun
1930. Vitamin tersebut pada umumnya dapat dikelompokkan ke dalam dua golongan utama yaitu
vitamin yang lemak yang meliputi vitamin A, D, E, dan K dan vitamin yang larut dalam air yang
terdiri dari vitamin C dan vitamin B.
Vitamin yang larut dalam lemak banyak terdapat dalam daging ikan, minyak ikan, dan
biji-bijian sumber minyak seperti kacang tanah, kacang kedlai, dan sebagainya. Sekali diserap
tubuh, vitamin-vitamin tersebut disimpan dalam hati atau jaringan-jaringan lemak. Seperti halnya
lemak, vitamin memerlukan protein pengangkut untuk memindahkannya dari satu tempat ke
tempat yang lain. Karena sifatnya yang tidak larut dalam air, akibatnya vitamin ini dapat
ditimbun dalam tubuh bila dikonsumsi dalam jumlah banyak. Kekurangan vitamin yang larut
lemak terjadi terutama bila daya serap tubuh terhadap lemak tidak baik atau bila badan terlalu
banyak mengkonsumsi minyak mineral.
Vitamin-vitamin yang larut dalam air bergerak bebas dalam tubuh, darah, dan limpa.
Karena sifatnya yang larut dalam air, vitamin mudah dalam pengolahan dan mudah hilang karena
tercuci atau terlarut air, keluar dari badan.

1. Vitamin yang Larut dalam Lemak


a. Vitamin A
Vitamin A pada umumnya stabil terhadap panas, asam, dan alkali. Sayangnya
mempunyai sifat yang mudah teroksidasi oleh udara dan akan rusak bila dipanaskan pada
suhu tingi bersama udara, sinar, dan lemak yang sudah tengik. Sebagian besar sumber
vitamin A adalah karoten yang banyak terdapat dalam bahan-bahan nabati. Tubuh
manusia mempunyai kemampuan mengubah sejumlah besar karoten menjadi vitamin A.
Vitamin A dalam makanan sebagian besar terdapat dalam bentuk eter esensial retinil,
bersama karotenoid bersama lipida lain dalam lambung. Dalam sel-sel mukosa usus halus,
ester retinil dihiddrolisis oleh enzim-enzim pankreas esterase menjadi retinol yang lebih
efesien diabsorsi daripada ester retinil. Sebagian karetonoid, terutama beta karoten di
dalam sitoplasma sel mukosa usus halus dipecah menjadi retinol.
Dalam usus halus retinol bereaksi dengan asam lemak dan membentuk ester dan
dengan bantuan cairan empedu menyebrangi sel-sel vili dinding usus halus untuk
kemudian diangkut oleh kilomikron melalui sistem limfe ke dalam aliran darah menuju
hati. Hati merupakan tempat penyimpanan terbesar vitamin A dalam tubuh.
Bila tubuh memerlukan, vitamin A dimobilasi dari hati dalam bentuk retinol yang
diangkut oleh Retinol Binding-Protein (RBD) yang disentesis oleh hati. Pengambilan
retinol oleh berbagai sel tubuh bergantung pada resepton permukaan membran yang
spesifik oleh RBP. Retinol kemudian diangkut melalui membran sel untuk kemudian
diikatkan pada Celluler Retinol Binding-Protein (CRBD) dan RBP kemudian dilepaskan.
Di dalam sel mata retinol berfungsi sebagai retinal dan dalam sel epitel sebagai asam
retinoat.
Sayuran dan buah-buahan yang berwarna hijau atau kuning biasanya banyak
mengandung karoten. Ada hubungan antara derajat kehijauan sayuran dengan kadar
karoten. Semakin hijau daun tersebut, semakin tinggi kadar karotennya. Kol dan selada
miskin akan karoten sedang wortel, ubi jalar dan waluh kaya akan karoten. Vitamin A
berperan menjaga agar kornea mata selalu sehat. Mata yang normal biasanya
mengeluarkan mucus, yaitu cairan lemak kental yang dikeluarkan sel epitel mukosa
sehingga membantu mencegah terjadinya infeksi. Akan tetapi bila kekurangan vitamin A,
sel epitel akan mengeluarkan keratin, yaitu protein yang tidak larut dalam air dan bukan
mucus. Bila sel-sel epitel mengeluarkan keratin, sel-sel membrane akan kering dan
mengeras dan keadaan tersebut dikenal dengan istilah keratinisasi. Keadaan tersebut bila
berlanjut akan menyebabkan penyakit xeroftalmia.
Xeroftalmia adalah keadaan bila orang mengalami kekurangan vitamin A, mula-
mula konjungtiva mata mengalami keratinisasi, kemudian korneanya juga terpengaruh.
Bila tidak diobati, mata akan menjadi buta. Berbagai makanan hewani seperti susu, keju,
kuning telur, hati, dan berbagai ikan yang tinggi kandungan lemaknya merupakan sumber
utama bagi retinol/ demikian juga bberapa sayuran dan buah-buahan yang berwarna
kuning atau merah, terutama wortel. Sedang sayuran hijau meskipun tergolong tidak
tinggi kandungan vitamin A-nya, tetapi penting artinya sebagai sumber vitamin A.

b. Vitamin D
Dari beberapa jenis vitamin D, dua diantaranya dianggap paling penting yaitu
vitamin D2 (ergo kalsiferol) dan vitamin D3 (7-dehidrokolesterol kolikolaferol). Struktur
kedua vitamin tersebut sangat mirip. Vitamin D2 banyak terdapat dalam bahan nabati dan
vitamin D3 banyak terdapat dalam minyak hati ikan. Kekurangan vitamin D akan
mengakibatkan gangguan penyerapan kalsium dan fosfor pada saluran pencernaan dan
gangguan mineralisasi struktur tulang dan gigi. Tiga jenis keadaan dapat dialami oleh
penderita kekurangan vitamin D, ialah ricketsia, tetani, dan osteomalacia.
Vitamin D3 (kolekalsiferof) dibentuk didalam kulit sinar ultraviolet dari 7-
dehidrokolesterol. Vitamin D3 didalam hati diubah menjadi bentuk aktif 25-hidroksi
kolikasiferol {25(OH)D3} yang lima kali lebih aktif dari pada vitamin D3. Bentuk
{25(OH)D3} adalah bentuk vitamin D yang banyak di dalam darah dan banyaknya
bergantung konsumsi dan penyingkapan tubuh terhadap matahari. Bentuk paling aktif
adalah kolsitriol atau 1,25-dihidroksi kolekalsiferol {1,25(OH)2D3} yang 10 kali lebih
aktif dari vitamin D3. Bentuk aktif ini dibuat oleh ginjal. Kalsitriol pada usus halus
meningkatkan absorpsi kalsium dan fosfor dan pada tulang meningkatkan mobilisasinya.
Sisntesis kalsitriol diatur oleh taraf kalsium dan fosfor didalam serum. Hormon
paratiroid (PTH) yang dikeluarkan bila kalsium dalam serum rendah, tampaknya
merupakan perantara yang merangsang produksi {1,25(OH)2D3} oleh ginjal. Jadi taraf
konsumsi kalsium yang rendah tercermin dalam taraf kalsium serum yang rendah. Hal
ini akan mempengaruhi sekresi PTH dan peningkatan sintesis kalsitriol oleh gnjal. Taraf
fosfat dari makanan mempunyai pengaruh yang sama, tetapi tidak membutuhkan PTH.

c. Vitamin E (Tokoferol)
Vitamin E merupakan salah satu faktor yang larut dalam lemak dan diperlukan
dalam proses reproduksi oleh tikus. Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan
kegagalan menghasilkan anak. Sebanyak 20-80 % tokoferol diabsorsi di bagian atas usus
halus dalam bentuk misel. Absorsi tokoferol dibantu trigliserida rantai sedang dan
dihambat asam lemak rantai panjang tidak jenuh ganda. Transprortasi dari mukosa usus
halus kedalam sistem limfe dilakukan oleh kilo micrn untuk dibawa ke hati. Dari hati
bentuk alfa-tokofeol diangkut oleh very low-density lipoprotein/VLDL masuk kedalam
plasma, sedangkan sebagian besar gama-tokoferol dikeluarkan melalui empedu.
Tokoferol di dalam plasma kemudian diterima oleh reseptor sel-sel perifer low-density
lipoprotein/LDL dan masuk ke membran sel. Tokoferol menumpuk di bagian-bagian sel
dimana produksi radikal bebas paling banyak terbentuk, yaitu di mitokondria dan
retikulum endoplasma.

d. Vitamin K
Vitamin K disebut juga vitamin koagulasi, mula-mula ditemukan sebagai senyawa
yang dapat mencegah terjadinya pendarahan yang parah pada ayam yaitu mendorong
terjadinya penggumpalan darah secara normal. Vitamin K larut dalam lemak dan tahan
panas tetapi mudah rusak oleh radiasi, asam dan alkali. Sumber utama vitamin K adalah
hati dan sayuran seperti bayam, kubis, dan bunga kol. Sedang biji-bijian, buah-buahan,
dan sayuran lain miskin vitamin K.
Vitamin K tidak dapat disintesa oleh tubuh, tetapi suplai vitamin K bagi tubuh
berasal dari bahan makanan dan dari sintesa oleh mikroflora usus yang menghasilkan
menaquinone. Untuk penyerapan vitamin K diperlukan garam empedu dan lemak
didalam hidangan. Garam empedu dan lemak dicerna membentuk misel (misell) yang
berfungsi sebagai transport carrier bagi vitamin K tersebut.

2. Vitamin yang Larut dalam Air


Vitamin yang tergolong larut dalam air adalah vitamin C dan vitamin-vitamin B
kompleks.
a. Vitamin C
Vitamin C dapat berbentuk sebagai asam L-askorbat dan asam L-dehisroaskorbat;
keduanya mempunyai keaktifan sebagai vitamin C. Vitamin C disintesis secara alami
baik di dalam tanaman maupun hewan dan mudah dibuat secara sintasis dari gula dengan
biaya yang sangat rendah. Dari semua vitamin yang ada, vitamin C merupakan vitamin
yang paling mudah rusak.
Vitamin C mudah diabsorsi secara aktif dan mungkin pula secara difusi pada
bagian atas usus halus lalu masuk ke peredaran darah melalui vena porta. Rata-rata
absorsi adalah 90% untuk konsumsi diantara 20 dan 129 mg sehari. Konsumsi tinggi
sampai 12 gram pada absorsi sebanyak 16%. Vitamin C kemudian dibawa ke semua
jaringan. Konsentrasi tertinggi adalah dalam jeringan adrenal, pituitari, dan retina.
Disamping sangat mudah larut dalam air, vitamin C teroksidasi dan proses
tersebut dipercepat oleh panas, sinar, alkali enzim, oksidator, dan katalis tembaga dan
besi. Kekurangan vitamin C akan menyebabkan penyakit sariawan atau skorbut. Pada
penyakit skobut biasanya jarang terjadi pada bayi; bila terjadi pada anak biasanya pada
usia 6 bulan dan 12 bulan ke bawah. Gejala-gejala penyakit skorbut adalah terjadinya
pembengkakan turunan kolagen, infeksi, dan demam. Juga timbul sakit, pelunakan, dan
pembengkakan kaki bagian paha. Sumber vitamin C sebagian besar berasal dari sayuran
dan buah-buahan, terutama buah-buahan segar. Karena itu vitamin C sering disebut fresh
food vitamin.
b. Vitamin B kompleks
Dipandang dari segi gizi, kelompok vitamin B termasuk dalam kelompok vitamin
yang disebut vitamin B kompleks yang meliputi tiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin
B2), Vitamin B6 (Piridoksin, Piridoksal, dan Piridoksamin), asam pantotenat, biotin,
folasin (asam folat dan turunan aktifnya), serta vitamin B12 (sianokobalamin).
1) Vitamin B1
Kekurangan tiamin akan menyebabkan polyneuritis, yang disebabkan
terganggunya transmisi ayaraf, atau jaringan syafaf menderita kekurangan energi.
Sumber tiamin yang baik sebetulnya biji-bijian, seperti kertas PK (pecah kulit), atau
bekatulnya.. karena derajat penyosohan yang tinggi, bagian penting tersebut biasanya
juga hilang dan kini dimulai usaha fortifikasi biji-bijian dengan tiamin.
Vitamin B1 (Tiamin) mudah larut dalam air, sehingga didalam usus halus mudah
diserap kedalam mukosa. Didalam sel epitel mukosa usus thiamin diphosphorylasikan
dengan pertolongan ATP dan sebagai TPP dialirkan oleh vena portae kehati. Thiamin
dieskresikan didalam urine pada keadaan normal, eskresi ini parallel terhadap tingkat
konsumsi, tetapi pada kondisi defisien hubungan parallel ini tidak lagi berlaku.

2) Vitamin B2 (Rivoflavin)
Riboflavin merupakan komponen suatu sitem enzim yang dikenal sebagai
flavoprotein dan terlibat dalam reaksi-reaksi metabolism intermediate. Kekurangan
riboflavin (ariboflavinosis) merupakan penyakit yang umum ditemui, tetapi biasa
dianggap ringan. Pada pasien-pasien wanita yang mendapat ransum dengan riboflavin
sangat rendah timbul penyakit yang disebut cheilosis dengan gejala retak-retak pada kulit
di sudut-sudut mulut (bibir), kerak-kerak pada kulit, bibir dan lidah. Sumber utama
riboflavin terutama berasal dari hasil ternak. Hati, ginjal, dan jantung mengandung
riboflavin dalam jumlah yang tinggi. Sayuran hijau dan biji-bijian hanya sedikit saja.
Riboflavin bebas terdapat didalam bahan makanan dan larut didalam air, sehingga
mudah diserap dari rongga usus kedalam mukosa. Didalam sel epithel mukosa usus,
riboflavin bebas mengalami phosphorylasi dengan pertolongan ATP dan sebagai FMN
dialirkan melalui vena portale kehati.
3) Vitamin B6 (Piridoksin, Piridoksal, dan Piridoksamin)
Sumber utama vitamin B6 adalah daging, unggas, dan ikan kemudian disusul oleh
kentang, ubi jalar, dan sayur-sayuran, susu dan biji-bijian. Kekurangan vitamin B6
menyebabkan gejala kulit rusak, syaraf motorik terganggu dan kelainan pada darah.
Sebagai koenzim A, asam pantotenat terlibat dalam metabolism karbohidrat, lemak, dan
protein, khususnya dalam produksi energi. Kekurangan asam pantotenat pada manusia
jarang terjadi. Kekurangan asam pantotenat ditandai dengan muntah-muntah. Sumber
asam pantotenat boleh dikata di mana-mana, tetapi terbanyak terdapat dalam royal jelly,
suatu persediaan makanan yang terdapat dalam sarang lebah. Biotin merupakan koenzim
dari berbagai enzim yang ikut berpartisipasi dalam proses karboksilasi, dekarboksilasi,
dan reaksi deaminasi. Kekurangan biotin terjadi pada manusia yang terlalu banyak
mengkonsumsi albumen. Sumber biotin terutama terdapat pada hati, ragi, ginjal, gandum,
dan beras.

4) Vitamin B12 (Kobalamin)


Vitamin B12 berperan dalam menjaga agar sel-sel berfungsi normal, terutama sel-
sel saluran pencernaan, system urat syaraf, dan sumsum tulang. Kekurangan vitamin B12
biasanya disebabkan karena kurang baiknya penyerapan dan jarang karena kekurangan
dalam makanan yang dikonsumsi. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan
pernicious anemia, suatu penyakit yang mungkin disebabkan oleh keturunan, yaitu karena
factor intrinsic tidak diproduksi oleh tubuh dan akibatnya vitamin B12 tidak dapat
diserap. Sumber utama vitamin B12 adalah hati ternak.
Absorpsi vitamin B12 mempunyai mekanisme sangat rumit dan unik.
Didalamsekresi gaster terdapat enzim transferase yang disebut Faktor Intrinsik (FI).
Faktor Intrinsik mengikat vitamin B12 yang membuat vitamin ini resistan terhadap
serangan mikroba yang menghuni rongga usus. Pada manusia, Fi dihasilkan oleh sel-sel
cardia ventriculi.
B. Metabolisme Air
Di dalam tubuh manusia, cairan akan terdistridusi ke dalam 2 kompartemen utama yaitu
cairan intraselular (ICF) dan cairan ekstrasellular (ECF). Cairan intraselular adalah cairan yang
terdapat di dalam sel sedangkan cairan ekstraselular adalah cairan yang terdapat di luar sel.
Kedua kompartemen ini dipisahkan oleh sel membran yang memiliki permeabilitas tertentu.
Hampir 67% dari total badan air (Bodys Water) tubuh manusia terdapat di dalam cairan
intrasellular dan 33% sisanya akan berada pada cairan ekstrasellular.
Air yang berada di dalam cairan ekstrasellular ini kemudian akan terdistribusi kembali
kedalam 2 Sub-Kompartemen yaitu pada cairan interstisial (ISF) dan cairan intravaskular
(plasma darah). 75% dari air pada kompartemen cairan ekstraselular ini akan terdapat pada sela-
sela sel (cairan interstisial) dan 25%-nya akan berada pada plasma darah (cairan intravaskular).
Pendistribusian air di dalam 2 kompartemen utama (Cairan Intrasellular dan Cairan
Ekstrasellular) ini sangat bergantung pada jumlah elektrolit dan makromolekul yang terdapat
dalam kedua kompartemen tersebut. Karena sel membran yang memisahkan kedua kompartemen
ini memiliki permeabilitas yang berbeda untuk tiap zat, maka konsentrasi larutan (osmolality)
pada kedua kompartemen juga akan berbeda.

C. Metabolisme Mineral (Fosfor, Mg, Na, Sulfur, Ferrum, Iodium,


Fluorin)
Mineral adalah senyawa alami yang terbentuk melalui proses geologis. Istilah mineral
termasuk tidak hanya bahan komposisi kimia tetapi juga struktur mineral. Mineral termasuk
dalam komposisi unsur murni dan garam sederhana sampai silikat yang sangat kompleks dengan
ribuan bentuk yang diketahui (senyawaan organik biasanya tidak termasuk).
Mineral merupakan bagian dari tubuh yang memegang peranan penting dalam
pemeliharaan fungsi tubuh, baik pada tingkat sel, jaringan, organ maupun fungsi tubuh secara
keseluruhan. Kalsium, fosfor, dan magnesium adalah bagian dari tulang, besi dari hemoglobin
dalam sel darah merah, dan iodium dari hormon tiroksin. Di samping itu mineral berperan dalam
berbagai tahap metabolisme, terutama sebagai kofaktor dalam aktivitas enzim-enzim.
Keseimbangan ion-ion mineral di dalam cairan tubuh diperlukan untuk pengaturan pekerjaan
enzim-enzim, pemeliharaan keseimbangan asam basa, membantu transfer ikatan-ikatan penting
melalui membran sel dan pemeliharaan kepekaan otot dan saraf terhadap rangsangan.

1. Fosfor
Fosfor merupakan mineral kedua terbanyak dalam tubuh yaitu 1% dari berat badan.
Kurang lebih 85% Fosfor di dalam tubuh terdapat sebagai garam kalsium fospat yaitu bagian dari
kristal hidroksiapatit di dalam tulang dan gigi yang tidak dapat larut hidroksiapatit memberikan
kekuatan dan kekakuan pada tulang. Fosfor di dalam tulang berada dalam perbandingan 1:2
dengan kalsium.
Fosfor dapat diabsorpsi secara efisien sebagai fosfor bebas di dalam usus setelah
dihidrolisis dan dilepas dari makanan. Bayi dapat menyerap 85-90% fosfor yang berasal dari air
susu ibu sebanyak 65-70% fosfor berasal dari susu sapi dan 50-70% fosfor berasal dari susunan
makanan normal dapat diabsorpsi oleh anak-anak dan orang dewasa.
Fosfor dibebaskan dari makanan oleh enzim alkalin fosfatase di dalam mukosa usus halus
dan diabsorpsi secara aktif dan difusi pasif. Absorpsi aktif dibantu oleh bentuk aktif vitamin D.
sebagian besar fosfor di dalam darah terutama terdapat sebagai fosfat anorganik atau sebagai
fosfolipida. Kdar fosfor di dalam darah diatur oleh hormon paratiroid (PTH) yang dikeluarkan
oleh kelenjar paratiroid dan oleh hormon kalsitonin. Kedua hormon tersebut berinteraksi dengan
vitamin D untuk mengontrol jumlah fosfor yang diserap, jumlah yang ditahan oleh ginjal, serta
jumlah yang dibebaskan dan disimpan di dalam tulang.
Fosfor sebagai bagian dari asam fosfat yang terutama terdapat di dalam serelia tidak
dapat dihidrolisis, oleh karena itu tidak dapat diabsorpsi. Faktor-faktor makanan lain yang
menghalangi absorpsi fosfor adalah Fe++, Mg++ , asam lemak tidak jenuh dan antasid yang
mengandung alumunium, karena membentuk garam yang tidak larut air.

2. Magnesium
Magnesium adalah kation nomor dua paling banyak setelah natrium di dalam cairan
intraseluler. Magnesium di dalam alam merupakan bagian dari klorofil daun. Peranan
magnesium dalam tumbuh-tumbuhan sama dengan peranan zat besi dalam ikatan hemoglobin di
dalam darah pada manusia yaitu untuk pernafasan.
Magnesium terutama diabsorpsi di dalam usus halus, kemungkinan dengan bantuan alat
angkut aktif dan secara difusi aktif. Di dalam darah sebagian besar magnesium terdapat dalam
bentuk ion bebas, atau dalam bentuk molekul kompleks hingga molekul kecil. Keseimbangan
magnesium di dalam tubuh terjadi melalui penyesuaian ekskresi magnesium melalui urin.

3. Natrium
Natrium adalah kation utama dalam cairan ekstra seluler. 35 sampai 40% natrium berada
di dalam kerangka tubuh cairan saluran cerna, sama seperti cairan empedu dan pankreas
mengandung banyak natrium. Sumber utama natrium adalah garam dapur atau NaCl. Garam
dapur di dalam makanan sehari-hari berperan sebagai bumbu dan sebagai bahan pengawet. Baru
pada tahun 1937 peranannya sebagai zat gizi esensial diketahui secara pasti.
Hampir seluruh natrium yang dikonsumsi (3 hingga 7 gram sehari) diabsorpsi, terutama
di dalam usus halus. Natrium yang diabsorpsi secara aktif (membutuhkan energi). Natrium yang
diabsorpsi dibawa oleh aliran darah ke ginjal. Di sini natrium disaring dan dikembalikan ke
lairan darah dalam jumlah yang cukup mempertahankan taraf natrium dalam darah. Kelebihan
natrium yang jumlahnya mencapai 90-99% dari yang dikonsumsi, dikeluarkan melalui urine.
Pengeluaran natrium ini diatur oleh hormon aldosteron, yang dikeluarkan kelenjar adrenal bila
kadar natrium darah menurun. Aldosteron merangsang gunjal untuk mengabsorpsi kembali
natrium. Dalam keadaan normal, natrium yang dikeluarkan melalui urine sejajar dengan jumlah
natrium yang dikonsumsi. Jumlah natrium dalam urine tinggi bila konsumsi tinggi dan rendah
bila konsumsi rendah.
Hampir semua natrium yang terdapat di dalam tubuh akan tersimpan di dalam soft body
tissue dan cairan tubuh. Ion natrium (Na+) merupakan kation utama di dalam cairan ekstrasellular
(ECF) dengan konsentrasi berkisar antara 135-145 mmol/L. Ion natrium juga akan berada pada
cairan intrasellular (ICF) namun dengan konsentrasi yang lebih kecil yaitu 3 mmol/L.

4. Sulfur
Sulfur merupakan bagian dari zat-zat gizi esensial, seperti vitamin tiamin dan biotin, serta
asam amino metionin dan sistein. Rantai samping molekul sistein yang mengandung sulfur
berkaitan satu sama lain sehingga membentuk jembatan disulfida yang berperan dalam
menstabilkan molekul protein.
5. Ferrum
Ferrum merupakan mineral mikro yang paling banyak terdapat di dalam tubuh manusia
dan hewan, yaitu sebanyak 3-5 gram di dalam tubuh manusia dewasa. Ferrum mempunyai
beberapa fungsi esensial di dalam tubuh yaitu sebagai alat pengankut oksigen dari paru-paru ke
jaringan tubuh, sebagai alat angkut elektron di dalam sel, dan sebagai bagian terpadu berbagai
reaksi enzim di dalam jaringan tubuh.
Tubuh sangat efisien dalam penggunaan Ferrum. Sebelum diabsorpsi di lambung, ferrum
dibebaskan dari ikatan organik, seperti protein. Sebagian besar ferrum dalam bentuk ferri
direduksi mejadi bentuk ferro. Hal ini terjadi dalam suasana asam di lambung dengan adanya
HCl dan vitamin C yang terdapat di dalam makanan. Absorpsi terutama terjadi di bagian atas
usus halus (duodenum) dengan bantuan alat angkut-protein khusus.

6. Iodium
Tahap pertama pembentukan hormon tiroid adalah pemindahan yodida dari cairan
ekstrasel ke sel kelenjar tiroid dan kemudian ke folikel. Membran sel mempunyai kemampuan
khas mentransport yodida secara aktif ke bagian dalam folikel. Hal ini dinamakan pompa yodida
atau iodine trapping. Pada kelenjar normal, pompa yodida dapat memekatkan ion yodida sekitar
40 kali konsentrasi yodida dalam darah. Akan tetapi bila kelenjar tiroid menjadi aktif
sepenuhnya, rasio konsentrasi dapat meningkat sampai beberapa kali lipat.
Pembentukan dan sekresi tiroglobulin sebagai bahan dasar hormon tiroid dilakukan oleh
sel-sel tiroid. Setiap molekul tiroglobulin mengandung 140 asam amino tirosin, dan tirosin
merupakan substrat utama yang berikatan dengan yodium untuk membentuk hormon tiroid
dimana hormon ini dibentuk dalam molekul tiroglobulin. Oksidase ion yodida adalah langkah
penting dalam pembentukan hormon tiroid yaitu perubahan ion yodida menjadi bentuk yodium
teroksidasi yang kemudian mampu berikatan langsung dengan asam amino tirosin. Proses
oksidasi ini dipermudah oleh enzim peroksidase dan hidrogen peroksida yang menyertainya.
Pengikatan yodium dengan molekul tiroglobulin dinamai organifikasi tiroglobulin. Yodium yang
telah dioksidasi dalam bentuk molekul akan terikat langsung tetapi perlahan-lahan dengan asam
amino tirosin, tetapi bila yodium yang btelah teroksidasi disertai dengan sistem enzim
peroksidasi, maka proses ini dapat terjadi dalam beberapa detik atau menit. Stadium akhir dari
yodinasi tirosin adalah pembentukan dua hormon tiroid yang penting yaitu tiroksin dan
triyodotironin. Tirosin mula-mula dioksidasi menjadi monoyodotironin dan diyodotironin. Dua
molekul diyodotironin bergabung membentuk tiroksin (T4), dan satu molekul diyodotironin
bergabung dengan satu molekul monoyodotironin membentuk triyodotironin (T3).
Setelah sintesis hormon tiroid berlangsung, setiap molekul tiroglobulin mengandung 5
sampai 6 molekul tiroksin, dengan rata-rata datu molekul triyodotironin untuk setiap tiga sampai
empat molekul tiroglobulin dan sekitar 18 molekul tiroksin untuk setiap satu molekul
triyodotironin. Dalam bentuk ini, hormon tiroid sering disimpan dalam folikel selama beberapa
bulan. Ternyata jumlah total yang disimpan cukup untuk mensuplai tubuh dengan kebutuhan
normal akan hormon tiroid selama satu sampai tiga bulan. Oleh karena itu, walaupun sintesis
hormon tiroid berhenti seluruhnya, efek defisiensi mungkin tidak ditemukan selama berbulan-
bulan.

7. Fluorin
Mineral ini merupakan zat yang vital terhadap kesehatan secara umumnya. Flourin
bekerja dengan kalsium untuk menguatkan tulang dan juga penting untuk kesehatan gigi.
Kekurangan fluorin dapat menyebabkan kerusakan gigi. Fluorin organik dapat ditemukan pada
almond, pucuk akar buah bit, wortel, bawang putih, sayuran hijau, susu dan keju, gandum serta
biji bunga matahari. Mineral ini biasanya terdapat pada air laut dan air keras
Daftar Pustaka
Suhardjo dan M. Kusharto, Clara. 1992. Prinsip-prinsip Ilmu Gizi. Yogyakarta : Kanisius.
Yuniastuti, Ari. 2007, Gizi dan Kesehatan. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Winarno, F.G. 1984. Kimia Pangan Dan Gizi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.