Anda di halaman 1dari 49

Nia Kristiningrum, S.Farm., M.Farm., Apt.

POKOK BAHASAN
Dampak lingkungan
Dokumen AMDAL
Limbah industri farmasi
Pengelolaan limbah
Adalah Pengaruh perubahan pada lingkungan hidup
yang diakibatkan oleh suatu usaha dan/atau kegiatan
Kriteria Dampak Besar dan Penting
Jumlah manusia yang terkena dampak
Luas wilayah sebaran dampak
Intensitas dan lamanya dampak berlangsung
Banyaknya komponen lingkungan lainnya yg terkena
dampak
Sifat Kumulatif dampak
Berbalik (reversible) atau tidak berbaliknya
(irreversible) dampak
Pengertian
kajian mengenai dampak besar dan penting suatu
usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada
lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses
pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan
suatu usaha/kegiatan.
Tujuan dan sasaran AMDAL adalah untuk
menjamin suatu usaha dan kegiatan pembangunan
atau proyek agar dapat berjalan secara sinambung
tanpa merusak lingkungan hidup
Dokumen Pengelolaan Lingkungan
Hidup
AMDAL (KA-ANDAL, ANDAL, RKL, RPL)
UKL/UPL
SPPL
DOKUMEN AMDAL
KA-ANDAL (Kerangka Acuan ANDAL)
ruang lingkup studi AMDAL yang disepakati oleh
pemrakarsa/penyusun AMDAL dan komisi AMDAL
ANDAL (Analisis Dampak Lingkungan)
telaah secara cermat dan mendalam tentang dampak besar dan
penting suatu kegiatan yang direncanakan
RKL (Rencana Pengelolaan Lingkungan)
dokumen yg memuat upaya mencegah, mengendalikan dan
menanggulangi dampak besar dan penting terhadap lingkungan
akibat suatu kegiatan
RPL (Rencana Pemantauan Lingkungan)
dokumen yg memuat upaya pemantauan komponen lingkungan
yang terkena dampak besar dan penting akibat kegiatan yang
direncanakan dengan menggunakan indikator tertentu yg
ditentukan oleh peraturan per-UU-an (baku mutu lingkungan).
UKL/UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan/Upaya
Pemantauan Lingkungan)
adalah dokumen pengelolaan lingkungan yang
digunakan bagi rencana usaha atau kegiatan yang
tidak ada dampak besar atau penting, dan/atau secara
teknologi sudah dapat dikelola dampak pentingnya.
SPPL (Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan)
merupakan dokumen pengelolaan lingkungan
untuk kegiatan Non AMDAL & UKL/UPL
Prosedur Penyusunan Dokumen AMDAL
Sumber Pencemaran/Limbah Industri
Farmasi

Limbah Gas/ Pencemaran udara


Limbah Suara dan Getaran
Limbah Padat
Limbah Cair
Jenis
limbah
B3 Non-B3

berasal dari sisa proses industri


Sumber spesifik atau kegiatan tertentu

berasal bukan dari proses utamanya


Sumber tdk tetapi berasal dari kegiatan pemeliharaan
spesifik alat, pencucian, pengemasan, dll

Lain-lain
Limbah B3
adalah setiap limbah yang mengandung bahan berbahaya
dan atau beracun yang karena sifat dan atau
konsentrasinya, baik langsung maupun tidak langsung
dapat merusak dan atau mencemarkan lingkungan hidup
atau membahayakan kesehatan manusia
Karakteristik :
Mudah meledak
Mudah terbakar
Bersifat reaktif
Beracun
Menyebabkan infeksi
Korosif
Contoh Limbah B3 Dari Sumber Spesifik - Farmasi

Sludge dari fasilitas produksi


Pelarut Bekas
Buangan produk yang tidak memenuhi spesifikasi, kadaluwarsa
dan sisa Sludge dari IPAL
Peralatan dan kemasan bekas
Residu proses produksi dan formulasi
filter
Residu proses destilasi, evaporasi dan reaksi
Limbah laboratorium
Residu dari proses insinerasi
Sumber Pencemaran

Debu selama proses produksi


Uap lemari asam di laboratorium
Uap solvent proses film coating
Asap steam boiler, generator listrik dan incenerator
Metode Untuk Pengendalian Pencemaran
Udara
Metode yang paling efektif adalah meniadakan polutan
tersebut dari sumbernya atau paling tidak meminimalkan
jumlahnya.
Jika polutan tidak dapat dicegah maka perlu untuk
menangkap polutan tersebut agar tidak terlepas ke udara
yaitu dengan mengumpulkan polutan tersebut sebelum
masuk ke dalam atmosfir
Prinsip Kerja Alat Pengendali Pencemaran Udara

Gravity: partikel pencemar terbawa oleh udara dengan


menurunkan kecepatannya maka partikel yang berat akan
cenderung jatuh ke bawah dan ditampung oleh suatu
wadah
Inertial Forces: aliran udara yang membawa polutan
dibelokkan (di ubah arahnya) sehingga partikel yang lebih
berat karena momentumnya akan terus lurus tidak
mengikuti aliran udara dan akan ditumbukan pada suatu
dinding kemudian jatuh ke bawah dan ditampung oleh
suatu wadah
Filtrasi: udara yang mengalir disaring sehingga partikel
akan tertangkap di filternya dan udara bersih yang akan
lolos.
Prinsip Kerja Alat Pengendali Pencemaran Udara -
lanjutan
Daya tarik elektrostatik: partikel diberi muatan listrik
tertentu kemudian ditarik oleh sebuah objek yang
mempunyai muatan berlawanan sehingga terpisah dari
udara. Ketika keduanya bertemu segera dinetralkan
sehingga partikel akan jatuh dan ditampung.
Particle Enlarging: udara yang mengandung partikel
pencemar disemprot dengan air sehingga membentuk
gumpalan dengan air sehingga terpisah.
AMF Glen Mixer Dengan Deduster

Deduster: untuk
menghisap debu
Stokes Granulator Dengan Penghisap Debu

Penghisap Debu I

Penghisap Debu II
Tablet Compress Dengan Lower Grill Untuk Dust Suction

Lower Grill
Rotoclone Particle Enlarging
Udara Kotor

Sprayer

Di netralkan

Udara Bersih

Outlet Air + Debu


Rotoclone Particle Enlarging

Secara gravitasi debu akan


mengendap di tempat
penampungan

Ke IPAL
Centrifugal Fan Dengan Filter
Pressure Differential
Gauge

Udara Bersih

Rumah Filter

Udara Kotor

Check Log
Torid Deduster

Udara Kotor Disaring


Dengan Filter

Pedal Untuk Merontokkan


Debu Yang Terjerat Di Filter

Debu Yang Terlepas akan


Ditampung Dalam Wadah
Yang Disediakan
Pemantauan

Kualitas udara di dalam dan di luar lingkungan


industri, pengukuran meliputi kadar H2S, NH3,
SO2, CO, NO2, O3, TSP/Total Suspended
Particulate (debu), Pb
Sumber Pencemaran
Suara dan getaran dari mesin-mesin pabrik, genset
dan steam boiler
Upaya Pengelolaan Lingkungan
Untuk menanggulangi kebisingan yg ditimbulkan oleh
genset, dibuat ruangan berdinding dua (double cover)
dan dilakukan perawatan mesin secara berkala
Untuk menanggulangi getaran yg ditimbulkan oleh
mesin genset dan mesin-mesin lain, mesin-mesin
ditempatkan pd lantai yg telah dicor beton dan diberi
penguat (pengunci antara mesin dan lantai)
Pemantauan
Angka kebisingan dan getaran di dalam dan diluar area
pabrik (Kebisingan : max 65 dB; Getaran : max 7,5 Hz)
Sumber Pencemaran
Debu/serbuk obat dr sistem pengendalian debu (dust
collector)
Obat rusak/kadaluwarsa/obat sub standart (reject)
Kertas, karton, plastik bekas, botol dan aluminium foil
dan sampah rumah tangga
Lumpur dari proses Instalasi Pengolahan Air Limbah
Upaya Pengelolaan Lingkungan
Sampah domestik dibuatkan tempat sampah
Sisa-sisa kertas, karton, plastik dan aluminium foil
dikumpulkan untuk didaur ulang
Debu/sisa-sisa serbuk, obat rusak/kadaluwarsa serta
lumpur dari IPAL dibakar di incenerator

Pemantauan
Kualitas lingkungan (kebersihan) di dalam area
industri dan kadar H2S di sekitar area pabrik
Komponen Pencemaran Air
Bahan buangan padat : baik kasar maupun halus.
Bila larut dalam air akibatnya BJ cairan akan
naik dan sering disertai dengan perubahan warna.

Bahan buangan organik: umumnya limbah yang


dapat busuk atau terdegradasi oleh mikro
organisme. Akibatnya populasi mikro organisme
meningkat dan mungkin yang berkembang
adalah mikro organisme patogen.
Komponen Pencemaran Air-lanjutan

Bahan buangan anorganik: umumnya yang tidak


dapat didegradasi oleh mikro organisme (hasil
buangan industri). Akan terjadi peningkatan jumlah
ion logam. Jika ion Kalsium (Ca) dan Ion
Magnesium (Mg) menyebabkan air bersifat sadah.
korosif, menimbulkan kerak, logam berat sangat
berbahaya bagi manusia (misal Hg, Pb, As)
Bahan buangan olahan bahan makanan seringkali
menimbulkan bau busuk. Mengandung protein dan
gugus Amin pada saat terdegradasi oleh mikro
organisme akan terurai menjadi senyawa yang
mudah menguap dan berbau busuk
Komponen Pencemaran Air-lanjutan
Bahan buangan cairan berminyakminyak tidak
larut dalam air sehingga menutupi permukaan air.

Bahan buangan zat kimia sabun dan cleaning


agent lain, zat warna kimia serta insektisida
seringkali bersifat toksik bagi kehidupan air maupun
manusia, menaikkan pH (kesadahan air), antiseptik
bagi mikro organisme air ada yang tidak dapat
terdegradasioleh mikro oranisme (non-
biodegradable)
Upaya Pengelolaan Limbah Cair
Pembuatan saluran drainase sesuai dengan sumber
limbah
Saluran air hujan langsung dialirkan ke selokan umum
Saluran dari kamar mandi/WC dialirkan ke septic tank
Saluran dari tempat pencucian produksi dan laboratorium
dialirkan ke IPAL
Membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
Khusus untuk limbah cair yang berasal dari golongan
laktam : sebelum dicampur dengan limbah non laktam,
ditambahkan NaOH (hingga pH > 11) untuk memecah
cincin laktam
Pengolahan limbah cair dari Unit Produksi Beta
Laktam

Bak Pengendapan
Bak
Netralisasi
12 jam

Bak Penampung Bak


Awal Hidrolisa S
HCl A
Fil
pH N
Drying Bed ter
6-8 D

NaOH
pH 11
Pengolahan limbah cair dari Unit
Produksi Non Beta Laktam
inlet

Rapid
Mix

Bak Ekualisasi PAC


Rapid Sand
Sedimen
Slow Mix Filter
tasi
Super
Floc
Aerasi

Drying Bed
Manajemen Limbah B-3
Mengklasifikasikan/Identifikasi Limbah
Pengumpulan Limbah B-3 untuk diserahkan ke
pengolah Limbah B-3
Penyimpanan sementara maksimum 90 hari, jika
lebih perlu ijin
Penyerahan Limbah B-3 kepada Pengolah Limbah B-
3
Pengumpulan Limbah B-3
Limbah B-3 ditempatkan dalam wadah dengan
identifikasi/label yang jelas yang dapat segera
dikenali isinya
Wadah yang digunakan harus compatible dengan
limbah B-3 tersebut.
Hanya limbah yang mempunyai karakteristik sama
yang ditempatkan dalam satu wadah.
Gunakan wadah yang sekecil mungkin sesuai dengan
jumlah limbah B-3 yang dihasilkan kalau bisa < 4
liter
Jika lebih > 4 liter, perlu dilengkapi dengan secondary
containment (min. 110 % dari isi) untuk mencegah
tumpahan
Pindahkan limbah ke tempat penyimpanan sementara
sesegera mungkin tanpa harus menunggu sampai
terisi penuh.
Penyimpanan Limbah B-3

Tempat penyimpanan limbah B-3 harus


memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh
perundangan dan mendapat persetujuan dari
pihak yang berwenang
Ada secondary containment yang mencegah
tumpahan limbah langsung ke badan air, udara
atau tanah
Persyaratan penandaan, pengemasan
Dilengkapi dengan peralatan emergency
response, P3K
Maksimum 90 hari
Pemantauan
Kualitas badan air permukaan inlet dan outlet saluran
limbah, meliputi kadar COD, BOD, pH, N total serta
parameter lain termasuk indikator biologis dan
mikrobiologi
Kualitas badan sungai sebelum dan sesudah outlet
IPAL
DO (Dissolved Oxygen) adalah banyaknya oksigen
yang terlarut dalam air (mg/L)
COD (Chemical Oxygen Demand) adalah banyaknya
oksigen yg digunakan utk mengoksidasi senyawa
organik dan anorganik yg bisa teroksidasi dalam air
dan dinyatakan dlm mg/L
BOD (Biological Oxygen Demand) adalah banyaknya
oksigen yg dibutuhkan oleh bakteri aerobik utk
menguraikan dan menstabilkan sejumlah senyawa
organik dlm air melalui proses oksidasi biologis
aerobic dan dinyatakan dlm mg/L