Anda di halaman 1dari 36

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Pengetahuan tentang anatomi dan fisiologi tubuh manusia merupakan dasar

yang penting dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Dengan mengetahui struktur

dan fungsi tubuh manusia, seorang perawat professional dapat makin jelas

manafsirkan perubahan yang terdapat pada alat tubuh tersebut. Anatomi tubuh

manusia saling berhubungan antara bagian satu dengan yang lainnya. Struktur

regional mempelajari letak geografis bagian tubuh dan setiap region atau daerahnya

misalnya lengan, tungkai, kepala, dan seterusnya.

Anatomi berasal dari bahasa latin yaitu , Ana : Bagian, Memisahkan.Tomi

(tomie) = Tomneinei : iris / potong.Fisiologi berasal dari kata Fisis (physis) : Alam

atau cara kerja .Logos (logi) : ilmu pengetahuan.Dari kata tersebut di atas dapat di

simplksn bahwa pengertian anatomi dan fisiologi adalah ilmu pengetahuan yang

mempelajari tentang susunan atau potongan tubuh dan bagaimana alat tubuh itu

bekerja. Anatomi adalah ilmu yang mempelajari bentuk dan susunan tubuh dengan

baik secara keseluruhan maupun bagian bagian serta hubungan alat tubuh yang satu

dengan yang lain. Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari faal atau pekerjaan dari

tiap tiap jaringan tubuh atau bagian dari alat alat tubuh dan sebagainya.

Sistem muskuloskeletal merupakan penunjang bentuk tubuh dan mengukur

pergerakan. Tulang manusia saling berhubungan satu dengan yang lain dalam

1
berbagai bentuk untuk memperoleh fungsi system muskuloskeletal yang optimum.

Aktivitas gerak tubuh manusia tergantung pada efektifnya interaksi antara sendi yang

normal unit-unit neuromuskular yang menggerakkannya. Elemen-elemen tersebut

juga berinteraksi untuk mendistribusikan stress mekanik ke jaringan sekitar sendi.

Otot, ligamen, rawan sendi dan tulang saling bekerjasama dibawah kendali sistem

saraf agar fungsi tersebut dapat berlangsung dengan sempurna

1.2.Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

1. Bagaimana klasifikasi dan struktur tulang ?

2. Bagaimana struktur anatomi dari aksial skeleton, struktur dari anatomi

apendikular skeleton, articaltion dan body movement ?

3. Bagaimana struktur otot tubuh?

4. Bagaimana struktur otot ekstreminitas ?

1.3.Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah :

1. Mahasiswa mampu memahami pengklasifikasian dan struktur dari tulang.

2. Mahasiswa mampu memahami struktur anatomi dari aksial skeleton,

struktur anatomi dari apendikular skeleton, articaltion dan body movement.

3. Mahasiswa mampu memahami struktur otot tubuh.

4. Mahasiswa mampu memahami struktur otot ekstreminitas.

2
1.4.Manfaat

Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah :

1. Diharapkan mahasiswa dapat mengetahui mengenai pengertian dari system

muskuloskeletal.

2. Dapat dijadikan sebagai bahan acuan bagi mahasiswa dalam mempelajari

pengertian lebih jauh dari system muskuloskeletal itu.

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Klasifikasi Dan Struktur Tulang

Susunan kerangka manusia terdiri dari susunan berbagai macam tulang-tulang

yang banyaknya kira-kira 206 buah tulang, dan satu sama lainnya saling berhubungan

yang didukung oleh tendon ( penyambung antara tulang ), otot dan ligament ( pita

jaringan ukat dimana 2 atau lebih tulang ditempatkan bersama-sama dengan satu

sama lain pada sendi ). Tulang utama dalam tubuh manusia adalah tulang paha di kaki

atas.

Kerangka manusia merupakan 15 % dari berat total tubuh, dan sekitar

setengah dari berat tubuh adalah air. Kerangka manusia terdiri dari tiga komponen

utama yaitu tulang, tulang rawan, dan sendi associated. Kerangka manusia dapat di

bagi menjadi dua divisi yaitu axial skeleton dan appendic skeleton.

Tulang berfungsi untuk menyongkong struktur tubuh, menjadi tempat

melekatnya serat otot, membentuk sel darah, menyimpan ion anorganik ( kalsium dan

fosfor ), melindungi organ dalam dari trauma. Rangka digolongkan menjadi tiga yaitu

axial skeleton, appendicular skeleton, dan articaltion.

Tulang diklasifikasikan sebagai berikut :

1. Berdasarkan bahan pembentuknya :

a. Tulang Rawan

Tulang rawan dibentuk oleh kondrosit (sel tulang rawan) dam matriks bahan

dasar). Matriks tulang rawan tersusun dari kondrin, kolagen, dan kalsium. Tulang

4
rawan ditemukan terutama pada sendi dan di antara dua tulang. Tulang rawan

dibedakan menjadi 3, yaitu :

1). Tulang Rawan Hialin

Mempunyai matriks yang transparan. Merupakan jenis tulag rawan yang

paling banyak terdapat di dalam tubuh mausia. Banyak terdapat di hidung,

sendi gerak dan ujung tulang rusuk.

2) . Tulang Rawan Fibrosa

Mempunyai matriks yang berisi kolagen yang kaku. Merupakan jenis

tulang rawan yang dapat dijumpai di bagian tubuh yang memerlukan

kekuatan besar, mislanya pada ruas tulang belakang dan lutut.

3). Tulang Rawan Elastik

Tulang rawan elastik terbentuk dari serabut elastik yang lentur. Tulang

rawan ini tidak akan mengalami perubahan menjadi tulang keras, meskipun

orang tersebut telah dewasa. Banyak dijumpai di dalam telinga, cuping

hidung dan epiglotis.

b. Tulang Keras

Tulang ini berasal dari tulang rawan yang mengalai asifikasi

(pengerasan), dibentuk oleh asteosit yang banyak mengeluarkan matriks.

Matriks tulang keras mengandung sedikit kolagen dan mengandung banyak

kalsium dan fosfor. Kalsium dan fosfor yang terkandung dalam matriks

menyebabkan tulang menjadi keras dan tidak lentur.

5
2. Berdasarkan penyusunnya :

a. Tulang Kompak

1) Padat, halus dan homogen

2) Pada bagian tengah terdapat medullary cavity yang mengandung yellow

bone marrow

3) Haversian SystemTersusun atas unit : Osten

4) Pada pusat osteon mengandung saluran (Haversian Kanal) tempat

pembuluh darah dan saraf yang dikelilingi oleh lapisan konsentrik

(lamellae).

5) Tulang kompak dan spongiosa dikelilingi oleh mebarn tipis yang disebut

periosteur, membran ini mengandung :

6) Bagian luar percabangan pembuluh darah yang masuk ke dalam tulang.

7) Osteoblas.

b. Tulang Spongiosa

1) Tersusun atas honeycomb network yang disebut trabekula.

2) Struktur tersebut menyebabkan tulang dapat menahan tekanan.

3) Rongga anatar trebakula terisis red bone marrow yang mengandung

pembuluh darah yang memberi nutrisi pada tulang.

4) Contoh, tulang pelvis, rusuk, tulang belakang, tengkorak dan pada ujung

tulang lengan dan paha.

6
Struktur tulang, tulang merupakan jaringan ikat khusus, yang tersusun atas sel

yang tertanam di dalam matriks serat organik dan ion anorganik. Sel itu sendiri

terbagi atas tiga bagian.

a. Osteoblas adalah sel yang aktif mensintesis matriks tulang. Sel ini distimulasi

oleh hormon pertumbuhan

b. Osteosit adalah osteoblas dorman yang dikelilingi oleh matriks. Osteosit dapat

diaktifkan kembali ketika tulang cedera

c. osteoklas adalah sel berinti banyak yang membentuk kembali tulang dan

melepaskan ion anorganik (yaitu, kalsium, fosfat) dan komponen organik.

Osteoklas dirangsang oleh hormon paratiroid.

Dan matriks terbagi menjadi dua pada system ini yaitu

a). matriks organik yang terdiri atas serat kolagen dan glikoprotein

b). matriks anorganik terdiri atas ion, bentuk yang terbanyak adalah kalsium

fosfat dalam bentuk kristal yang disebut hidroksiapatit.

2.2. Stuktur Anatomi

2.2.1. Struktur Aksial Skeleton

Rangka aksial terdiri dari tulang-tulang dan bagian kartilago yang melindungi dan

menyangga organ-organ kepala, leher dan dada. Bagian rangka aksial meliputi

tengkorak, tulang hioid, osikel auditori, kolumna vertebra, sternum dan tulang iga.

Bagian-bagian rangka aksial :

a. Tulang Tengkorak

Tulang tengkorak otak

7
Tulang tengkorak tersusun dari 22 tulang yaitu 8 tulang cranial dan 14 tulang

fasial. Tulang tengkorak terbentuk oleh beberapa tulang picak yang bentuknya

melengkung , satu sama lain berhubungan sangat erat sekali, terdiri atas dua bagian

yaitu tengkorak otak dan tengkorak wajah. Tengkorak berfungsi melindungi otak.

Hubungan tulang yang terdapat pada tempurung kepala bersifat suture, yaitu tidak

dapat digerakkan. Banyaknya delapan buah dan terdiri dari tiga bagian yaitu :

1) Kubah tengkorak yang terdiri dari tulang-tulang :

a) Os frontal : tulang dahi terletak dibagian depan kepala

b) Os Padetal : tulang ubun-ubun terletak ditengah kepala

c) Os Oksipital : Tulang kepala belakang terletak dibelakang kepala pada Os

okspital , terdapat sebuah lubang cocok sekali dengan lubang yang

terdapat dalam ruas tulang belakang yang disebut foramen magnum.

2) Dasar tengkorak terdiri dari tulang-tulang :

a) Os Sfenoidal (tulang baji) : tulang ini terdapat ditengah dasar tengkorak ,

bentuknya seperti kupu-kupu yang mempunyai tiga pasang sayap.

Dibagian depan terdapat sebuah rongga yang disebut kavum spenoidalis

yang berhubungan dengan rongga hidung. Dibagian atasnya agak

meninggi dan berbentuk seperti pelana yang disebut sela tursika yaitu

tempat letaknya kelenjar buntu (hipofise)

b) Os etmoidal (tulang pelipis) : terletak disebelah depan dari Os spenoidal,

diantara lekuk mata, terdiri dari tulang tipis yang tegak dan mendatar.

Bagian yang mendatar mempunyai lubang-lubang kecil (lempeng tapis)

8
yaitu tempat lalunya saraf penciuman kehidung, sedangkan bagian yang

tegak disebelah depannya membentuk sekat rongga hidung. Disamping

dua tulang diatas dasar tengkorak ini juga dibentuk oleh bagian tulang-

tulang lain diantaranya tulang-tulang kepala belakang, tulang dahi dan

tulang pelipis. Adapun bentuk dari dasar tengkorak ini tidak rata tetapi

mempunyai lekukan yang terdiri dari lekukan depan, tengah dan

belakang.

3) Samping tengkorak dibentuk oleh tulang pelipis (Os temporal) dan sebagian

dari tulang dahi , tulang ubun-ubun dan tulang baji. Tulang pelipis terdapat dibagian

kiri dan kanan samping kepala dan terbagi atas tiga bagian yaitu :

a) Bagian tulang (skuamosa) yang membentuk rongga-rongga yaitu rongga

telinga tengah dan telinga dalam.

b) Bagian tulang keras (Os petrosum) yang menjorok kebagian tulang pipi

dan mempunyai taju yang disebut prosesus stiloid

c) Bagian mastoid terdiri dari tulang-tulang yang mempunyai lubang-

lubang halus berisi udara dan memiliki taju, bentuknya seperti puting

susu yang disebut prosesus mastoid.

Tengkorak Wajah

Bagian ini pada manusia bentuknya lebih kecil dari pada tengkorak otak, di

dalamnya terdapat rongga-rongga yang membentuk rongga mulut ( kavum oris ),

rongga hidung (kavum nasi) dan rongga mata ( kavum orbita ).

Dapat dibagi dalam dua bagian yaitu :

9
1) Bagian Hidung

a) Os latrimal : tulang mata, terletak disebelah kiri atau kanan pangkal

hidung di sudut mata.

b) Os nasal : tulang hidung yang membentuk batang hidung sebelah atas.

c) Os kotra nasal : tulang karang hidung letaknya di dalam rongga hidung

bentuknya berlipat-lipat.

d) Septum nasi : sekat rongga hidung adalah sambungan tulang tapis yang

tegak.

2) Bagian Rahang

a) Os maksilaris ( tulang rahang atas) , terdiri dari tulang bagian kiri dan

kanan menjadi satu didalamnya terdapat lubang-lubang besar yang berisi

udara yang disebut sinus maksilaris yang berhubungan dengan rongga

hidung.

b) Dibawah Os maksilaris terdapat suatu taju tempat melekatnya urat gigi

yang disebut prosesus alveolaris

c) Os sigomatikum tulang pipi, terdiri dari dua tulang kiri atau kanan.

d) Os palatum, tulang langit-langit terdiri dari dua buah tulang kiri atau

kanan. Di bagian tulang muka ini yang keras disebut palatum mole.

e) Os mandibularis, tulang rahang bawah. Dua buah kiri atau kanan dan

menjadi satu dipertengahan dagu.

f) Os hyoid tulang lidah letaknya agak terpisah dari tulang-tulang wajah

yang lain yaitu terdapat dipangkal leher diantara otot-otot leher.

10
b. Tulang Kerangka Dada

Kerangka dada dibentuk oleh sususan tulang yang melindungi rongga dada

yang terdiri dari :

1) Tulang dada (sternum) : 1 buah

Tulang dada menjadi tonggak dinding depan dari toraks (rongga dada)

bentuknya gepeng dan sedikit melebar, yang terdiri atas tiga bagian yaitu :

a) Manubrium Sterni , bagian tulang dada sebelah atas yang membentuk

persendian dengan tulang selangka (klavikula) dan tulang iga.

b) Korpus sterni , bagian yang terbesar dari tulang dan bentuk persendian

dengan tulang-tulang iga.

c) Prosesus xifoid , Bagian ujung dari tulang dada dan pada bayi masih

berbentuk rawan.

2) Tulang iga (kosta) : 12 pasang

Os Kosta / tulang iga yang banyaknya 12 pasang (24 buah) , kiri dan

kanan, bagian depan berhubungan dengan tulang dada dengan perantaraan

tulang rawan. Bagian belakang berhubungan dengan ruas-ruas vertebra

thorakalis dengan perantaraan persendian. Perhubungan ini memungkinkan

tulang-tulang iga dapat bergerak kembang kempis menurut irama pernafasan.

Tulang iga dibagi tiga macam :

a) Iga sejati ( Os costa vera), banyaknya 7 pasang, berhubungan langsung

dengan tulang dada dengan perantara persendiaan.

11
b) Iga tak sejati (Os Costa sepuria), banyaknya 3 pasang berhubungan dengan

tulang dada dengan perantara tulang rawan dari tulang iga sejati ke 7.

c) Iga melayang (Os costa fuitantes), banyaknya 2 pasang, tidak mempunyai

hubungan dengan tulang dada.

3) Vertebra torakalis (ruas tulang belakang) : 12 ruas

c. Ruas Tulang Belakang

Bentuk dari tiap-tiap ruas tulang belakang pada umumnya sama hanya ada

perbedaannya sedikit bergantung pada kerja yang ditanganinya . ruas-ruas ini

terdiri atas beberapa bagian :

a) Badan ruas, merupakan ruas yang terbesar, bentuknya tebal dan kuat

terletak disebelah depan.

b) Lengkung ruas, bagian yang melingkari dan melindungi lubang ruas

tulang belakang, terletak disebelah belakang dan pada bagian ini terdapat

beberapa tonjolannya itu :

1) Prosesus spinosus (taju duri), terdapat ditengah lengkung ruas

menonjol kebelakang.

2) Proesus transversum (Taju sayap), terdapat disamping kiri dan kanan

taju ruas.

3) Prosesus artikularis ( taju penyendi ), bentuk persendian dengan ruas

tulang belakang (vertebralis).

Ruas-ruas tulang be;akang ini tersusun atas kebawah dan diantara masing-

masing ruas dihubungkan oleh tulang rawan yang disebut cakram antar ruas sehingga

12
tulang belakang bisa tegak dan membungkung. Bagian-bagian dari ruas tulang

belakang terdiri dari :

a) Vertebra servikalis ( tulang leher ) 7 ruas, mempunyai badan ruas kecil dan

lubang ruasnya besar. Ruas pertama vertebra servikalis disebut atlas yang

memungkinkan kepala untuk mengangguk. Ruas kedua disebut prosesus

odontoid (aksis ) yang memungkinkan kepala berputar ke kanan dan kekiri.

Ruas ke 7 mempunyai taju yang disebut taju prominan.

b) Vertebra torakalis ( tulang punggung ) terdiri dari 12 ruas. Badan ruas besar

dan kuat taju durinya panjang dan melengkung

c) Vertebral lumbalis ( tulang pinggang ) terdiri dari 5 ruas. Badan ruasnya

besar, tebal dan kuat, taju durinya agak picak. Baagian ruas agak menonjol

disebut promontorium.

d) Vertebra sakralis ( tulang kelangkang ) terdiri dari 5 ruas, ruas-ruasnya

menjadi satu sehingga menyerupai sebuah tulang disamping kiri atau

kanannya terdapat lubang kecil 5 buah yang disebut furamen sakralis. Os

sacrum menjadi dinding bagian belakang dari rongga panggul.

e) Vertebra koksigialis ( tulang ekor ), terdiri dari 4 ruas, ruas-ruasnya kecil dan

menjadi sebuah tulang yang juga Os koksigialais.

2.2.2. Struktur Apendikular Skleton

Apendikular skeleton tersusun atas tulang tulang yang merupakan tambahan dari

skeleton aksial. Apendikular skeleton ini terdiri dari :

13
a. Girdle pectoral ( gelang bahu )

Rangka apendikular terdiri dari girdel pektoral (gelang bahu), girdel pelvis, dan

tulang lengan serta tungkai. Setiap girdel pectoral (gelang bahu) memiliki dua tulang-

klavikula dan skapula-dan berfungsi untuk melekatkan tulang lengan ke rangka

aksial.

1) Scapula ( tulang belikat ) terdapat dibagian punggung sebelah luar atas,

mempunyai bagian yang disebut spina scapula.

a) Bagian spina pada skapula adalah bubungan tulang yang berawal dari

tepi vertebra dan melebar saat mendekati ujung bahu

b) Spina berakhir pada prosesus akromion, yang berartikulasi dengan

klavikula: bagian ini menggantung persendian bahu.

c) Prosesus koroid adalah tonjolan berbentuk kait pada tepi superior yang

berfungsi sebagai tempat perlekatan sebagian otot dinding dada dengan

lengan.

d) Rongga glenoid (fosa glenoid) adalah suatu ceruk dangkal yang

ditemukan pada persendian tepi superior dan lateral. Bagian ini

mempertahankan letak kepala humerus (tulang lengan)

2) Klavikula ( tulang selangka ) adalah tulang yang bentuknya panjang berbentuk

S, yang secara lateral berartikulasi dengan prosesus akromion pada skapula dan

secara medial dengan manubrium pada takik klavikular untuk membentuk

sendi sternoklavikular. Bagian yang berhubungan dengan sternum disebut

14
ekstrimitas strenalis, dan bagian yang berhubungan dengan akromion disebut

ekstremitas akrominalis.

a) Dua pertiga bagian medial dari tulang klavikula berbentuk konveks, atau

melengkung ke depan

b) Sepertiga bagian lateral tulang klavikula berbentuk konkaf, atau

melengkung ke belakang

c) Klavikula berfungsi sebagai tempat pendekatan sebagian otot leher,

toraks, punggung dan lengan.

b. Anggota gerak atas

Lengan atas

Tersusun dari tulang lengan, tulang lengan bawah dan tulang tangan.

a. Humerus adalah tulang tunggal pada lengan. Humerus terdiri dari bagian

kepala membulat yang masuk dengan pas ke dalam rongga glenoid, bagian

leher anatomis, dan bagian batang yang memanjang ke arah distal.

a) Dua elevasi, tuberkel besar dan tuberkel kecil, terletak di ujung atas batang

tulang dan memberikan tempat untuk pelekatan otot.

b) batang tulang di bawah tuberkel menyempit menuju suatu bidang yang di

sebut leher surgikal karena kecenderungan humerus untuk mengalami

fraktur di area ini.

c) bagian tengah batang tulang ke bawah adalah tuberositas deltoid kasar

yang berfungsi untuk tempat perlengkapan otot deltoid.

15
d) bagian ujung bawah dari tulang humerus melebar dan masuk ke dalam

tonjolan epikondilus medial dan lateral tempat asal otot otot lengan atas

dan tangan. Saraf ulnar memenjang di belakang epikondilus medial dan

responsive terhadap tiupan atau tekanan, sehingga mengakibatkan sensasi

kesemutan pada tulang.

e) permukaan artikuler tersusun dari kapitulum lateral (kepala kecil), yang

menerima tulang radius lengan bawah, dan troklea(pullet), tempat tulang

ulna lengan bawah bergerak.

f) prosesus koronoid terletak di atas troklea pada permukaan anterior,

sedang prosesus olekranom juga terletak di atas troklea, tetapi di

permukaan posterior. Indentasi ini berfungsi untuk menerima bagian

bagian dari tulang lengan bawah saat tulang-tulang tersebut bergerak.

b. Tulang tulang lengan bawah adalah ulna sisi medial dan tulang radius disisi

lateral ( sisi ibu jari) yang di hubungkan denagn suatu jaringan ikat fleksibel,

membrane interoseus.

1) Ulna (tulang hasta), yaitu tulang bawah yang lengkungannya sejajar dengan

jari kelingking arah ke siku mempunyai taju yang disebut prosesus olekrani,

gunanya ialah tempat melekatnya otot dan menjaga agar siku tidak

membengkok kebelakang.

2) Radius (tulang pengumpil), letaknya bagian lateral, sejajar dengan ibu jari. Di

bagian yang berhubungan humerus dataran sendinya berbentuk bundar yang

memungkinkan lengan bawah dapat berputar atau telungkup.

16
Tulang pergelangan tangan (karpus).

Pergelangan tangan terbentuk dari delapan tulang karpal ireguler yang tersusun

dalam dua baris,setiap baris berisi empat tulang.

a. Barisan tulang karpal proksimal dari sisi ibu jari dalam posisi anatomis terdiri

dari tulang berikut ini :

1) Navikular (skafoid), dinamakan demikian karena bentuknya menyerupai

perahu

2) Lunatum dinamakan demikian karena bentuknya seperti bulan sabit

3) Trikuetral (triangular), dinamakan demikian memiliki tiga sudut

4) Pisiform, yang berarti kacang, dinamakan demikian karena ukuran dan

bentuknya menyerupai kacang.

b. Brisan tulang karpal distal terdiri dari :

1) Trapesium, sebelumnya disebut tulang multangular besar karena

permukaannya yang banyak

2) Trapezoid, berukuran lebih kecil, tetapi multi-sisi juga

3) Kapitatum, dinamakan demikian karena kepala tulang yang bulat dan besar

4) Hamatum, berarti kait, dinamakan demikian karena ada tonjolan

menyerupai kait, yang meluas pada sisi medial pergelangan tangan.

Tangan (metacarpus)

Terdiri dari tulang pipa pendek, tersusun dari lima tulang metacarpal.

1) Semua tulang metakarpal sangat serupa, kecuali untuk ukuran panjang

metacarpal pertama pada ibu jari.

17
2) Setiap tulang metacarpal memiliki sebuah dasar proksimal yang

berartikulasi dengan barisan distal tulang karpal pergelangan tangan.

Sebuah batang, dan sebuah kepala terpilin yang berartikualsi dengan

sebuah tulang falang, atau tulang jari, kepala tulang metacarpal

membentuk buku jari yang menonjol pada tangan.

Tulang-tulang jari disebut phalanges,

Terdiri dari tulang pipa pendek yang banyaknya 14 buah dibentuk dalam 5

bagian tulang yang berhubungan dengan metakarpalia perantaraan.Tulang tunggalnya

lebih sering disebut tulang falang.

1) Setiap jari memiliki tiga tulang, yaitu tulang falang proksimal, medial, dan

falang distal.

2) Ibu jari hanya memiliki tulang falang proksimal, dan medial

c. Girdel pelvis

Bagian ini mentransmisikan berat trunkus ke bagian tungkai bawah dan

melindungi organ-organ abdominal dan pelvis. Bagian ini terdiri dari dua tulang

panggul (disebut juga oksa kaksa, tulang tanpa nama, atau tulang pelvis) yang

bertemu pada sisi anterior simfisis pubis dan berartikulasi di sisi posterior dengan

sacrum.

Setiap tulang panggul menyerupai bentuk kipas angin listrik dengan sebuah

poros pemegang serta dua baling-baling.

18
3. Artcaltion

Hubungan antar tulang disebut artikulasi. Untuk dapat bergerak dibutuhkan

struktur khusus yang terdapat pada artikulasi, Struktur khusus tersebut dinamakan

sendi.terbentuknya sendi dimulai dari kartilago didaerah sendi. Terbentuknya sendi

dimulai dari kartilago didaerah sendi. Mula mula kartilago akan membesar lalu

kedua ujungnya akan diliputi jaringan ikat. Kemudian kedua ujung kartilago akan

membentuk sel sel tulang , keduanya diselaputi oleh selaput sendi (membrane

sinoval) yang liat dan menghasilkan minyak pelumas tulang yang disebut sinoval.

a) Sinartrosis adalah hubungan antar tulang yang tidak memiliki celah sendi,

hubungan antar tukang ini dihubungkan dengan erat oleh jaringan serabut

sehingga sam sekali tidak bisa digerakkan. Ada dua tipe utama sinartrosis ,

yaitu suture dan sinkrondosis.

b) Amfiartrosis Adalah sendi yang dihubungkan oleh kartilago sehingga

memungkinkan untuk sedikit gerakan. Dibagi menjadi dua, yaitu simfisis dan

sindesmosis.

Pada simfisis sendi dihubungkanoleh kartilago serabut yang pipih, contohnya

pada sendi antar tulang belakang , dan pada tulang kemaluan. Pada

sindesmosis , sendi dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligament .

contohnya sendi anatar tulang betis dan tulang kering.

c). Diartosis adalah hubungan antar tulang yang kedua ujungnya tidak

dihubungka oleh jaringan sehingga tulang dapat digerakkan , disebut juga

sendi.

19
Diartosis disebut juga hubungan synovial yang dicirikan dengan keleluasaan

bergerak dan fleksibel.

4. Body Movement

a. Gerakan Lurus (linear motion)-gliding

b. Gerakan Sudut (angular motion)

adapun gerakan gerakan dari tubuh adalah :

a) Fleksi adalah gerakan yang memperkecil sudut antar dua tulang atau dua

bagian tubuh, seperti saat menekuk siku (menggerakkan lengan kea rah

depan), menekuk lutut (menggerakkan tungkai kearah belakang), atau juga

menekuk torso kea rah samping.

b) Abduksi adalah gerakan bagian tubuh menjauhi garis tengah tubuh, seperti

saat lengan berabduksi, atau menjauhi aksis longitudinal tungkai. Seperti

gerakan abduksi jari tangan dan jari kaki.

c) Aduksi kebalikan dari abduksi, adalah gerakan bagian tubuh saat kembali ke

aksis utama tubuh atau aksis longitudinal tungkai.

d) Sirkumduksi adalah kombinasi dari semua gerakan angular dan berputar

untuk membuat ruang berbentuk kerucut, seperti saat mengayunkan lengan

membentuk putaran. Gerakan seperti ini dapat berlangsung pada persendiaan

panggul, bahu, trunkus, pergelangan tangan, dan persendian lutut.

e). Gerakan putar (rotation)

1) Rotasi kanan-kiri

2) Rotasi medial-lateral

20
3) Pronasi-Supinasi

Pronasi adalah rotasi medial lengan bawah dalam posisi anatomis, yang

mengakibatkan telapak tangan menghadap kebelakang.

Supinasi adalah rotasi lateral lengan bawah, yang mengakibatkan telapak

tangan menghadap ke depan.

F). Gerakan khusus

a) Inversi-eversi

Inversi adalah gerakan sendi pergelangan kaki yang memungkinkan telapak

kai menghadap ke dalam atau kea rah medial.

b) Eversi adalah gerakan sendi pergelangan kaki yang memungkinkan telapak

kaki menghadap kea rah luar. Gerakan inversi dan eversi pada kaki sangat

berguna untuk berjalan diatas daerah yang rusak dan berbatu-batu.

c) Dorsofleksiplantar-fleksi adalah gerakan menekuk telapak kaki

dipergelangan kearah depan (meninggikan bagian dorsal kaki)

d) Plantar fleksi adalah gerakan meluruskan telapak kaki pada pergelangan kaki

e) Protaksi adalah memajukan bagian tubuh, seperti saat menonjolkan rahang

bawah ke depan, atau memfleksi girdel pektoral ke arah depan.

f) Retraksi adalah gerakan menarik bagian tubuh kea rah belakang, s seperti

saat meretraksi girdle pektoral untuk membusungkan dada

g) Elevasi adalah pergerakan struktur kea rah superior, seperti saat mengatupkan

mulut (mengelevasi mandibula) atau mengangkat bahu (mengelevasi skapula).

21
h) Depresi adalah menggerakkan suatu struktur ke arah inferior, seperti saat

membuka mulut.

2.2. Struktur Otot Tubuh

Sistem otot adalah sistem tubuh yang memiliki fungsi seperti untuk alat gerak,

menyimpan glikogen dan menentukan postur tubuh. Otot adalah sebuah jaringan

dalam tubuh dengan kontraksi sebagai tugas utama. Otot menyebabkan pergerakan

suatu organisme maupun pergerakan dari organ dalam organisme tersebut. Sel otot

merupakan sel dengan banyak nuclei yang terjadi karena proses fusi dari sel mioblas.

Otot merupakan alat gerak aktif yang mampu menggerakkan tulang, kulit dan rambut

setelah mendapat rangsangan. Terdapat lebih dari 600 buah otot pada tubuh manusia.

Sebagian besar otot-otot tersebut dilekatkan pada tulang-tulang kerangka tubuh oleh

tendon, dan sebagian kecil ada yang melekat di bawah permukaan kulit.

Struktur otot tubuh :

1. Otot Kepala

Otot bagian ini dibagi menjadi 5 bagian :

1) Otot pundak kepala, fungsinya sebagian kecil membentuk gales aponeurotika

disebut juga muskulus oksipitifrontalis, dibagi menjadi 2 bagian :

a. Muskulus frontalis, fungsinya mengerutkan dahi dan menarik dahi

mata

b. Oksipitalis terletakdibagian belakang, fungsinya menarik kulit

kebelakang.

22
2) Otot wajah terbagi atas :

a. Otot mata (mukulus rektus okuli) dan otot bola mata sebanyak 4 buah

b. Muskulus oblikus okuli/otot bola mata sebanyak 2 buah, fungsinya

memutar mata

c. Muskulus orbikularis okuli/ otot lingkar mata terdapat disekeliling

mata, fungsinya sebagai penutup mata atau otot sfingter mata

d. Muskulus levator palpebra superior terdapat pada kelopak mata.

Fungsinya menarik, mengangkat kelopak mata atas pada waktu

membuka mata.

3) Otot mulut/ bibir dan pip, terbagi atas :

a. Muskulus triangularis dan muskulus orbikularis oris/ otot sudut

mulut, fungsinya menarik sudut mulut kebawah.

b. Muskulus quadratus labii superior, otot bibir atas mempunyai origo

pinggir lekuk mata menuju bibir atas dan hidung.

c. Muskulus quadratus labii inferiror, terdapat pada dagu merupakan

kelanjutan pada otot leher. Fungsinya menarik bibir kebawah atau

membentuk mimik muka kebawah.

d. Muskulus buksinator, membentuk dinding samping rongga mulut.

Fungsinya untuk menahan makanan waktu mengunyah.

e. Muskulus zigomatikus/ pipi, fungsinya untuk mengangkat dagu

keatas waktu senyum.

4). Otot Pengunyah/ otot yang bekerja waktu mengunyah, terbagi atas :

23
a. Muskulus maseter, fungsinya mengangkat rahang bawah pada waktu

mulut terbuka

b. Muskulus temporalis fungsinya menarik rahang bawah ke atas dan

kebelakang

c. Muskulus pretigoid fungsinya menarik rahang bawah kedepan.

5). Otot lidah sangat berguna dalam membantu pancaindra untuk mengunyah,

terbagi atas :

a. Muskulus genioglosus, fungsinya mendorong lidah kedepan

b. Muskulus Stiloglosus, fungsinya menarik lidah kedepan dan

kebelekang.

2. Otot leher

Bagian otot ini dibagi menjadi 3 bagian :

a. Muskulus plastisma, terdapat di samping leher menutupi sampai

bagian dada. Fungsinya menekan mandibula, menarik bibir kebawah

dan mengerutkan kulit bibir.

b. Muskulus sternokleidomastoid di samping kiri kana leher ada suatu

tendo sangat kuat. Fungsinya menarik kepala ke samping, ke kiri, dan

ke kanan, memutar kepala dan kalu keduanya bekerja sama merupakan

fleksi kepala ke depan di samping itu sebagai alat bantu pernapasan.

c. Muskulus longisimus kapitis, terdiri dari splenius dan semispinalis

kapitis. Ketiga otot ini terdapat di belakang leher, terbentang dari

24
belakang kepala ke prosesus spinalis korakoid. Fungsinya untuk

menarik kepala belakang dan menggelengkan kepala.

3. Otot bahu

Otot bahu hanya meliputi sebuah sendi saja dan membungkus tulang

pangkal lengan dan tulang belikat akromion yang teraba dari luar.

a. M. deltoid (otot segitiga), otot ini membentuk lengkung bahu dan

berpangkal di bagian sisi tulang selangka ujung bahu, balung tulang

belikat dan diafise tulang pangkal lengan. Di antara otot ini dan taju besar

tulang pangkal lengan terdapat kandung lendir. Fungsinya mengangkat

lengan sampai, mendatar.

b. M. subskapularis (otot depan tulang belikat) Otot ini mulai dari bagian

depan tulang belikat, menuju taju kecil tulang pangkal lengan, di bawah

uratnya terdapat kandung lendir. Fungsinya menengahkan dan memutar

tulang humerus ke dalam.

c. M. supraspinatus (otot atas balung tulang belikat). Otot ini berpangkal di

lekuk sebelah atas menuju ke taju besar tulang pangkal lengan. Fungsinya

mengangkat lengan.

d. M. infraspinatus (otot bawah balung tulang belikat). Otot ini berpangkal

di lekuk sebelah bawah balung tulang belikat dan menuju ke taju besar

tulang pangkal lengan. Fungsinya memutar lengan ke luar.

e. M. teres minor (otot lengan bulat besar). Otot ini berpangkal di siku

bawah tulang belikat dan menuju ke taju kecil tulang pangkal lengan. Di

25
antara otot lengan bulat kecil dan otot lengan bulat besar terdapat kepala

yang panjang dari muskulus triseps brakii. Fungsina bisa memutar lengan

ke dalam.

f. M. teres minor (otot lengan belikat kecil). Otot ini berpangkal di siku

sebelah luar tulang belikat dan menuju ke taju besar tulang pangkal

lengan. Fungsinya memutar lengan ke luar.

4. Otot dada

a. Otot dada besar (mukulus pektoralis mayor). Pangkalnya terdapat di

ujung tengah tulang selangka, tulang dada dan rawan iga. Fungsinya

dapat memutar lengan ke dalam dan menengahkan lengan, menarik

lengan melalui dadfa, merapatkan lengan ke dalam.

b. Otot dada kecil (muskulus pektoralis minor). Terdapat di bawah otot dada

besar, berpangkal di iga III, IV dan V menuju ke prosesus korakoid.

Fungsinya menaikkan tulang belikat dan menekan bahu.

c. Otot bawah selangka (muskulus subklavikula). Terdapat di antara tulang

selangka dan ujung iga I, bagian dada atas sebelah bawah os klavikula.

Fungsinya menetapkan tulang selangka di sendi sebelah tulang dada dan

menekan sendi bahu ke bawah dan ke depan.

d. Otot gergaji depan (muskulus seratus anterior). Berpangkal di iga I

sampai IX dan menuju ke sisi tengah tulang belikat, tetapi yang terbanyak

menuju ke bawah.

26
e. Otot dada sejati yaitu otot-otot sela iga luar dan otot-otot sela iga dalam.

Fungsinya mengangkat dan menurunkan iga waktu bernapas.

5. Otot perut

a. Muskulus abdomen internal (dinding perut). Garis di tengah dinding

perut dinamakan linea alba, otot sebelah luar (muskulus abdominis

eksternal). Otot yang tebal dinamakan aponeurosis, membentuk

kandung otot yang terdapat di sebelah kiri dan kanan linea itu.

b. Lapisan sebelah luar sekali di bentuk oto miring luar (mukulus obliqus

eksternus abdominis). Berpangkal pada iga V sampai iga yang bawah

sekali. serabut ototmya yang sebelah belakang yang menuju ke tepi

tulang pangkul (kristailiaka). Serabut yang depan menuju linea alba.

Serabut yang tengah membentuk ikat yang terbentang dari spina iliaka

anterior superior ke simfisis.

c. Lapisan kedua di bawah otot di bentuk oleh otot perut dalam (M.

obliqus internus abdominis). Serabut miring menuju ke atas dan ke

tengah. Aponeurosis terbagi 2 dan ikut membentuk kandung otot perut

lurus sebelah depan dan belakang muskulus rektus abdominis, otot

perut lurus mulai dari pedang rawan iga III di bawah dan menuju ke

simfisis. Otot ini mempunyai 4 buah urat melintang.

d. Muskulus transversus abdominis,m merupakan xifoid menuju artikule

ke kosta III terus ke simfisis. Otot ini membentuk 4 buah urat yang

27
bentuknya melintang di bungkus oleh muskulus rektus abdominis dan

otot vagina.

6. Otot punggung

Oto punggung di bagi menjadi 3 bagian yaitu :

1. Otot yang ikut menggerakkan lengan

Trapezius (otot kerudung). Terdapat di semua ruas-ruas

tulamng punggung. Berpangkal di tulang kepala belakang. Fungsinya :

mengangkat dan menarik sendi bahu. Bagian atas menarik skapula ke

bagian medial dan yang bawah menarik ke bagian lateral.

Muskulus latisimus dorsi (otot punggung lebar),

berpangkal pada ruas tulang punggung yang kelima dari bawah fasia

lumboid, tepi tulang punggung dan iga III di bawah, gunanya menutupi

ketiak bagian belakang, menengahkan dan memutar tulang pangkal

lengan ke dalam.

Muskulus rumboid (otot belah ketupat), berpangkal dari

taju duri, dari tulang leher V, ruas tulang punggung V, di sini menuju ke

pinggir tengah tulang belikat. Gunanya menggerakkan tulang belikat ke

atas dan ke tengah.

2. Otot antara ruas tulang belakang dan iga.

Otot yang bekerja menggerakkan tulang iga atau otot bantu pernapasan,

terdiri dari dua otot yaitu :

1. Muskulus seratus posterior inferior (otot gergaji belakang bawah).

28
2. Muskulus seratus posterior superior, terletak di bawah otot belah

ketupat dan berpangkal di ruas tulang leher keenam dan ketujuh dari ruas

tulang punggung yang kedua. Gunanya menarik tulang iga ke atas waktu

inspirasi.

3. Otot punggung sejati

1. Muskulus interspinalis transversi dan mukulus semispinalis,

terdapat di antara kiri-kanan prosesus transversus dan prosesus

spina. Fungsinya untuk sikap dan pergerakan tulang belakang.

2. Muskulus sakrospinalis (muskulus erektor spina). Terletak di

samping ruas tulang belakang kiri kanan. Fungsinya memelihara

dan menjaga kedudukan kolumna vertebra dan pergerakan dari

ruas tulang belakang.

3. Muskulus quadratus lumborum, terletak antara krista iliaka dan

os kosta, terdiri dari 2 lapisan ; fleksi dari vertebra lumbalis dan

di samping itu juga merupakan dinding bagian belakang rongga

perut.

2.4. Struktur Otot Ekstrimitas

Adapun tulang pembentuk regio ekstremitas adalah :

1. Otot pangkal lengan atas

Otot-otot ketul (fleksor) :

29
a. Muskulus biseps braki (otot lengan berkepala 2). Otot ini meliputi 2 buah

sendi dan mempunyai 2 buah kepala (kaput). Kepala yang panjang

melekat di dalam sendi bahu, kepala yang pendek melekatnya di sebelah

luar dan yang ke dua di sebelah dalam. Otot itu ke bawah menuju ke

tulang pengumpil. Di bawah uratnya terdapat kandung lender. Fungsinya

membengkokkan lengan bawah siku, meratakan hasta dan menggangkat

lengan.

b. Muskulus brakialis (otot lengan dalam). Otot ini berpangkal di bawah otot

segitiga di tulang pangkal lengan dan menuju taju di pangkal tulang hasta.

Fungsinya membengkokkan lengan bawah siku.

c. Muskulus korakobrakialis. Otot ini berpangkal di prosesus korakoid dan

menuju ke tulang pangkal lengan. Fungsinya mengangkat lengan.

Otot-otot kedang (ekstensor):

Muskulus triseps braki (otot lengan berkepala 3)

a. Kepala luar berpangkal di sebelah belakang tulang pangkal lengan dan

menuju ke bawah kemudian bersatu dengan yang lain.

b. Kepala dalam di mulai di sebelah dalam tulang pangkal lengan.

c. Kepala panjang di mulai pada tulang di bawah sendi dan ketiganya

mempunyai sebuah urat yang merekat di olekrani.

30
2. Otot lengan bawah.

a. Otototot kedang yang memainkan peranannya dalam pengetulan di atas

sendi siku, sendi-sendi tangan, sendi-sendi jari, dan sebagian dalam gerak

silang hasta :

1) Muskulus ekstensor karpi radialis longus

2) Muskulus ekstensor karpi radialis brevis

3) Muskulus ekstensor karpi ulnaris. Ketiga otot ini fungsinya sebagai

ekstensi lengan (menggerakkan lengan)

4) Digitonum karpi radialis, fungsinya ekstensi jari tangan kecuali ibu

jari.

5) Muskulus ekstensi policis longus, fungsinya ekstensi ibu jari.

b. Otot-otot ketul yang mengedangkan siku dan tangan serta ibu jari dan

meratakan hasta tangan. Otot-otot ini berkumpul sebagai berikut :

a) Otot-otot di sebelah tapak tangan. Otot-otot ini ada 4 lapis. Lapis yang

ke 2 di sebelah luar berpangkal di tulang pangkal lengan. Di dalam

lapisan yang pertama terdapat otot-otot yang meliputi sendi siku, sendi

antara hasta dan tulang pengumpil sendi pergelangan. Fungsinya dapat

memebengkok kan jari tangan. Lapis yang ke-4 ialah otot-otot untuk

sendi-sendi antara tulang hasta dan tulang pengumpil.

b) Otot-otot di sebelah tulang pengumpil, berfungsi membengkokkan

lengan di siku, membengkokkan tangan ke arah tulang pengumpil atau

tulang hasta.

31
c) Otot-otot di sebelah punggung atas, disebut otot kedang jari bersama

yang meluruskan jari tangan. Otot yang lain meluruskan ibu jari

(telunjuk). Otot-otot lengan bawah mempunyai urat yang panjang di

bagian bawah di dekat pergelangan dan di tangan. Urat-urat tersebut

mempunyai kandung urat.

3. Otot-otot tangan

Di tangan terdapat otot-otot tangan pendek terdapat di antara tulang-

tulang tapak tangan atau membantu ibu jantung tangan (thenar) dan anak jantung

tangan (hipothenar).

4. Otot-otot sekitar panggul

Otot ini berasal dari tulang panggul atau kolumna vertebralis menuju ke

pangkal paha.

5. Otot-otot tungkai atas

Otot tungkai atas (otot pada paha), mempunyai selaput pembungkus yang

sangat kuat dan disebut fasia lata yang dibagi atas 3 golongan yaitu :

a. Otot abduktor terdiri dari :

1) Muskulus abduktor maldanus sebelah dalam.

2) Muskulus abduktor brevis sebelah tengah.

3) Muskulus abduktor longus sebelah luar

Ketiga otot ini menjadi satu yang di sebut muskulus abduktor femoralis.

Fungsinya menyelenggarakan gerakan abduksi dari femur.

32
b. Muskulus ekstensor (quadriseps femoris) otot berkepala empat. Otot ini

merupakan otot yang terbesar terdiri dari :

1) M uskulus rektus femoris

2) Muskulus vastus lateralis eksternal

3) Muskulus vastus medialis internal

4) Muskulus vastus intermedial

5) Otot fleksor femoris, yang terdapat di bagian belakang paha

6. Otot tungkai bawah.

a. Otot tulang kering depan muskulus tibialis anterior. Fungsinya mengangkat

pinggir kaki sebelah tengah dan membengkokkan kaki.

b. Muskulus ekstensor talangus longus. Fungsinya meluruskan jari telunjuk ke

tengah jari, jari manis dan kelingking kaki.

c. Otot kedang jempol, fungsinya dapat meluruskan ibu jari kaki. Urat-urat

tersebut di paut oleh ikat melintang dan ikat silang sehingga otot itu bisa

membengkokkan kaki ke atas. Oto-otot yang terdapat di belakang mata kaki

luar di paut oleh ikat silang dan ikat melintang. Fungsinya dapat mengangkat

kaki sebelah luar.

d. Urat akiles (tendo achilles). Fungsinya meluruskan kaki di sendi tumit dan

membengkokkan tungkai bawah lutut (muskulus popliteus)

e. Otot ketul empu kaki panjang (muskulus falangus longus). Berpangkal pada

betis, uratnya melewati tulang jadi dan melekat pada ruas empu jari.

Fungsinya membengkokkan empu kaki.

33
f. Otot tulang betis belakang (muskulus tibialis posterior). Berpangkal pada

selaput antara tulang dan melekat pada pangkal tulang kaki. Fungsinya dapat

membengkokkan kaki di sendi tumit dan telapak di sebelah ke dalam.

g. Otot kedang jari bersama. Letaknya di punggung kaki, fungsinya dapat

meluruskan jari kaki (muskulus ekstensor falangus 1-5).

34
BAB III

PENUTUP

3.1. Simpulan

Rangka aksial terdiri dari tulang-tulang dan bagian kartilago yang melindungi

dan menyangga organ-organ kepala, leher dan dada. Bagian rangka aksial meliputi

tengkorak, tulang hioid, osikel auditori, kolumna vertebra, sternum dan tulang iga.

Rangka apendikular terdiri dari girdel pektoral (bahu), girdel pelvis, dan

tulang lengan serta tungkai. Artikulasi atau sendi adalah hubungan antara dua tulang

yang berdekatan. Sendi di klasifikasikan sesuai dengan struktur (berdasarkan ada

tidaknya rongga persendian diantara tulang-tulang yang berartikulasi dan jenis

jaringan ikat yang berhubungan dengan persendian tersebut), danmenurut fungsi

persendian (berdasarkan jumlah gerakan yang mungkin dilakukan pada persendian).

3.2. Saran

Sebagai seorang perawat kita haruslah memahami betul tentang anatomi pada

system musculoskeletal, karena sangat bermaanfaat saat kita melakukan asuhan

keperawatan. Disamping dapat untuk menambah ilmu dalam pengetahuan kita, kita

juga bisa menggunakan sebagai acuan dalam keperawatan.

35
DAFTAR PUSTAKA

Syaifuddin, DRS. H. (2001) Anatomi Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan.

Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC

http://www.scribd.com/doc/53134449/6/A-KONSEP-DASAR-PENYAKIT-1-Anatomi-

Fisiologi-Sistem- Muskuloskeletal

36