Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Pencarian kebijaksanaan menelusuri hakikat dan sumber kebenaran. Alat untuk menemukan
kebijakan adalah akal yang merupakan sumber prmer dalam berfikir. Oleh karena itu kebenaran
filosofi tidak lebih dari kebenaran berfikir yang rasional dan radikal.

Dalam kinerja filsafat terdapat wacana atau argumentasi yang dalam setiap aktivitasnya
mengandalkan pemikiran dan rasio tanpa verifikasi uji empiris. Kebenaran filosopi tidak memerlukan
pembuktian atau tidak perlu pula berdasarkan bukti kebenaran baik melalui experiment maupun
pencarian data lapangan. Filsafat dapat diartikan sebagai pengetahuan tentang cara berfikir terhadap
segala sesuatu atau sarwa sekalian alam. Ini artinya semua materi pembicaraan filsafat adalah segala
hal menyangkut keseluruhan yang bersifat universal. Dengan demikian, pencarian kebenaran filosofis
tidak pernah berujung kepuasan, apalagi memutlakan kebenaran. Bahkan, untuk suatu yang sudah
dianggap benarpun masih diragukan kebenarannya. Filsafat tidak mengenal kata puas apalagi final
karena kebenaran akan mengikuti situasi, kondisi dan alam pikiran manusia.

Henry Fayrol, seorang industrial dari prancis adalah orang pertama yang menganalisis proses
administrasi yang di kenal dengan sebutan Fayols Elements. Salah satunya adalah merencanakan
(planning). Semua kegiaan dan aktifitas administrasi administrative harus didasarkan pada
perencanaan yang matang dengan mengukur kemampuan, situasi dan kondisi. Perencanaan
merupakan salah satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan administrasi. Tanpa perencanaan atau
planning, pelaksanaan kegiatan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan
yang diinginkan.

Perencanaan dilakukan pada permulaan dan selama kegiatan administrasi berlangsung, dalam setiap
perencanaan ada dua factor yang harus diperhatikan, yaitu factor tujuan dan factor sarana, baik
sarana personel maupun sarana material. Ngalim Purwanto (1998:15) menjelaskan langkah-langkah
dalam perencanaan meliputi hal berikut :

1. Menentuan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai;


2. Meneliti masalah atau pekerjaan yang akan dilakukan;
3. Mengumpulkan data dan informasi-informasi yang diperlukan;
4. Menuntukan tahap-tahap atau rangkaian tindakan;
5. Merumuskan pemecahan masalah-masalah itu akan dipecahkan dan menyelesaikan
pekerjaan-pekerjaan itu. Syarat-syarat dalam menyusun rencana, yaitu sebagai berikut :

FILSAFAT ADMINISTRASI 1
a. Perencanaan harus didasarkan atas tujuan yang jelas;
b. Bersifat sederhana, realitis, dan praktis;
c. Terperinci, memuat segala uraian serta klasifikasi kegiatan dan rangkaian tindakan
sgungga mudah dijadikan pedoman dan dilankan dan sebabaginya.

Dalam perencanaan, dilakukan langkah-langkah berikut :

1. Penentuan persoalan yang dihadapi, kapan, dan bagaimana cara mengatasinya;


2. Perumusan tujuan dan tindakan untuk mencapai efektivitas dan efisiensi opersi dalam
mewujudkan tujuan, dengan menetapkan sasaran-sasaran;
3. Pengumpulan dan menganalisis informasi yang relevan;
4. Pemilihan alternatif-alternatif;
5. Penyusunan rencana anggaran biaya;
6. Penyiapan dan pengominikasikan rencana dan keputusan;

Keterlibatan administrator dalam administrasi, dilaksanakan dengan dua cara, yaitu ;

1. Mengawasi sumber-sumber lembaga dan bertanggaung jawab dalam mengorganisasikannya;


2. Lembaga public merupakan unit organisasi, sedangkan administrator merupakan bagian dari
unit tersebut. Administrator tidak dapat bekerja sendiri karena bergantung pada bagian
lainnya. Fungsi khusus administrator adalah mempertahankan dan mengembangkan organisasi
secara continue.

Hubungan anatara spesialis dan administrator dipengaruhi oleh pemahaman fungsi masing-
masing. Administrator harus memahami bahwa spesialis yang memperoleh pengetahuan melalui
latihan dan pengalamannya adalah seorang ahli dalam bidang kompetensinya. Sebaliknya, spesialis
juga harus memahami bahwa fungsi administrator terhubung dengan organisasi secara
keseluruhan. Spesialis merupakan anggota staff yang mampu merumuskan dan menyelesaikan
kasus individu tertentu, tatapi tidak dapat menetapkan kebijakan yang seragam. Dalam uraian ini,
administrasi muncul sebagai kegiatan dari jenis yang berbeda (karena factor-faktor yang
diperimbangkan oleh administrator) dan pula muncul pula sebagai proses penerapan fungsi
spesialis.

FILSAFAT ADMINISTRASI 2
Beberapa istilah yang berkaitan dengan administrasi adalah sebagai berikut :

1. Administras adalah proses pelaksanaan keseluruhan kegiatan dalam organisasi yang diarahkan
pada pencapaian tujuan antara dan tujuan akhir (goals and objectives).
2. Administrator adalah anggota organisasi yang tugas utamanya melancarkan proses pencapaian
tujuan organisasi.
3. System pimpinan (executive system) adalah serangkaian struktur organisasi yang terdiri atas
serangkaian hubungan manajerial yang terus menerus yang disebut sebagai hierarki pimpinan.
4. Pimpinan (executive) adalah pemegang posisi teratas struktur formal dalam organisasi,
misalnya direkture utama.

Dalam uraian tersebut, filsafat administrasi secara mandalam mengkaji hakikat administrasi,
sumbersumber administrasi, dan fungsi pragmatis administrasi untuk kehidupan manusia.

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Pengertian Filsafat
Kata filsafat berasal dari bahasa YunaNI, yaitu dari kata philos (cinta) dan sofia (kebijaksanaan).
Orang pertama yang memakai kata filsafat adalah Phytagoras (497 SM), sebagai reaksi
terhadap cendekiawan pada masanya yang menamakan dirinya ahli pengetahuan.
Phytagoras mengatakan bahwa pengetahuan dalam arti luas tidak sesuai untuk manuasia
karena kapasitas manusia terbatas. Orang yang befilsafat diumpamakan sebagai seorang yang
kakinya berpijak dibumi, sedangkan kepalanya tengadah ke a wan. Filsafat adalah ilmu yang
berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan rasio.
(Endang S.A., 1981:9). Filsafat selalu mencari jawaban-jawaban, tetapi jawaban yang
ditemukan tidak pernah abadi. Oleh karena itu, filsafat tidak pernah selesai dan tidak pernah
sampai pada akhir masalah. Filsafat merupakan seni kritik yang tidak membatasi dirinya pada
destruksi atau seakan-akan takut membawa pandangan positifnya sendiri. Sifat kritisnya
filsafat ditunjukan tiga pendekatan dalam filsafat yaitu pendekatan Ontologi, Epistemologis,
dan Aksiologis.

FILSAFAT ADMINISTRASI 3
B. Objek Materia dan Objek Forma Filsafat
Objek material filsafat adalah segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada, sedangkan objek
forma filsafat adalah pencarian terhadap yang ada yang mungkin ada dilakukan secara
kontemplatif pada permasalahan yang tidak dapat dijangkau oleh pendekatan empiris dan
observatif yang bias berada dalam sains.

C. Struktur dan Pembagian FIlsafat


Strukture filsafat yang dimaksud adalah cara kerja filsafat dalam mencari kebenaran.
Sedangkan dikemukakan cara kerja filsafat adalah :
1. Menjadikan rasio sebagai alat utama untuk menemukan kebenaran;
2. Merasionalisasi segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada dengan cara berfikir yang
mendalam, logis dan rasional;
3. Menjadikan semua objek ilmu pengetahuan sebagai objek material filsafat, tetapi cara
kerjanya tidak mengenal kata akhir sebuah kebenaran karena kebenaran tekah terbukti;
4. Kebenaran yang bersifat observatif dan empiris bagi filsafat adalah langkah awal menuju
pencarian kebenaran yang hakiki;
5. Cara kerja rasio yang sistematis, radikal dan spekulatif;

D. Metodelogi Filsafat
Metode mempelajari filsafat ada tiga, yaitu (1) Metode Sistematis; (2) Metode Historis; dan (3)
Metode Kritis. Dalam praktiknya ketiga metode itu sangat sederhana.

BAB 2
PENGERTIAN FILSAFAT ADMINISTRASI

A. Pengertian Administrasi
Ilmu administrasi lahir pada akhir abad ke-19 dengan karya pertama dari Hendri Fayol (1841-
1925), seorang sarjana Prancis pertama yang melihat adanya prinsip universal yang berlaku
dalam administrasi. Administrasi dapat diartikan sebagai pelayanan terhadap semua
kebutuhan institusional dengan cara yang efektif dan efisien. Administrasi merupakan salah
satu komponen dari system yang semua subsistemnya saling berkaitan satu dengan yang lain.
Dengan kata lain administrasi adalah keseluruhan proses penyelenggaraan dalam usaha kerja
sama dua orang atau lebih atau usaha bersama untuk pendayagunaan semua sumber

FILSAFAT ADMINISTRASI 4
(personel maupun material) secara efektif, efisien, dan rasional untuk menunjang tercapainya
tujuan.

B. Pengertian Filsafat Administrasi


Filsafat administrasi merupakan pemikiran mendalam, logis, sistematis, rasional, dan radikal
dalam mendalami administrasi secara teoreties dan praktis.

C. Makna Filosofi Perkembangan Administrasi


Administrasi tidak sekaligus menjelma menajadi sains, tetapi didahului oleh perkembangan
dalam bentuk seni (art). Dalam perkembangannya, perlu dibedakan dalam dua hal berikut ;
1. Administrasi sebagai Seni
2. Administrasi sebagai Ilmu

D. Adminstrator dan Administrasi


1. Administrator
Administratorship (keadministratoran) merupakan kedudukan dan fungsi para pelaksana
adminstrasi, misalnya para direksi, kabinet, dan lainnya yang bias terdapat dalam
organisasi, baik besar maupun kecil.
2. Administrasi
Administrasi adalah fungsi utama yang harus dijalankan administrator. Hal-hal yang harus
diadministrasikan adalah sasaran serta objek atau tugas dan fungsi administrasi lainnya.
E. Filosofi Prisip-prinsip Administrasi
1. Prinsip Efisiensi
2. Prinsip Pengelolaan
3. Prinsip Pengutamaan Tugas Pengelolaan
4. Prinsip Kepemimpinan yang Efektif
5. Prinsip Kerja Sama

F. Tujuan Administrasi
Seluruh kegiatan administrasi difokuskan pada pencapaian tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya.

FILSAFAT ADMINISTRASI 5
G. Unsur Unsur Administrasi
Dalam proses operasional adminstratif terdapat sejumlah unsur yang saling berkaitan antara
satu dan lainnya, apalagi salah satunya tidak ada, proses oporasi administrasi akan pincang,
unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut ;
1. Organisasi
2. Manajemen
3. Komunikasi
4. Kepegawaian
5. Keuangan
6. Perbekalan
7. Tata Usaha; dan
8. Hubungan Masyarakat

BAB 3
FILOSOFI PENGERTIAN PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN

A. Pemimpin
Pemimpain adalah seorang yang memiliki kecakapan tertentu yang dapat memengaruhi para
pengikutnya untuk melakukan kerja sama kea rah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
Dengan demikian, pemimpin perlu memiliki berbagai kelebihan dan kecakapan yang harus
dimilikinya disbanding dengan anggota lain.

B. Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah kepribadian (personality) seorang seorang yang mendatangkan
keinginan pada kelompok orang untuk mencontohnya atau mengikutinya, atau memancarkan
pengaruh tertentu, kekuatan atau wibawa sehingga membuat sekelompok orang bersedia
melakukan perintahnya.

FILSAFAT ADMINISTRASI 6
BAB 4
FILOSOFI PENGORGANISASIAN DALAM ADMINISTRASI

A. Konsep Pengorganisasian
Pengeorganisasian merupakan fungsi administrasi yang menggabungkan sumber daya manusia
dan bahan melalui structure fortmal dari tugas dan kewenangan. Hasil proses pengorganisasian
adalah kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
B. Langkah langkah Pengorganisasian
1. Membentuk Struktur Organisasi
2. Menetapkan Wewenang, Tanggung Jawab dan Akuntabilitas
3. Mendistribusikan Wewenang

BAB 5
FILOSOFI PENGARAHAN DALAM ADMINISTRASI

A. Pengertian Pengarahan
Pengertian Pengarahan (actuating = directing) adalah fungsi manager yang penting. Semua
usaha kelompok memerlukan pengarahan jika usaha itu akan berhasil dalam mencapai tujuan-
tujuan kelompok. Pengarahan adalah kegiatan pimpinan untuk membimbing, menggerakan,
mengatur segala kegiatan yang tidak diberikan dalam melaksanakan kegiatan usaha. Dalam
pengarahan diperlukan partisipasi pegawai, komunikasi yang cukup, dan kepemimpinan yang
kuat.
B. Efektivitas Pengarahan
Efektifitas Pengarahan bergantung pada pimpinan yang berwawasan dan berwibawa.
Pengarahan yang efektif adalah pengarahan yang dilakukan oleh seorang pimpinan.

FILSAFAT ADMINISTRASI 7
BAB 6
FILOSOFI PENGENDALIAN DALAM ADMINISTRASI

A. Pengertian Pengendalian
Dalam proses administrasi sebabagi bagian dari manajemen, terdapat filosofi pengendalian
controlling.
Stoner dan Freeman (1996) mendefinisikan pengendalian sebagai proses untuk memastikan
bahwa aktifitas keluar sesuai dengan aktifitas yang direncanakan. Adapun menurut G.R Terry
dan L.W Tue (1999), Pengendalian adalah proses penentuan yang harus dicapai, yaitu standart
yang sedang dilakukan, yaitu pelakanaan menilai pelaksanaan dan melakukan perbaikan
sehingga sesuai dengan standar.
Robin dan Coulter (2002) mengemukakan bahwa yang dikendalikan dan dinilai adalah proses
kinerja organisasi. Kinerja organisasi adalah hasil akhir semua proses kegiatan organisasi.

B. Mendesain Sistem Pengendalian


Pimpinan dan administrator menghadapi sejumlah tantangan dalam mendesain system
pengendalian yang menyediakan umpan balik akurat yang tepat waktu dan ekonomis yang
dpat diterima oleh anggota organisasi.

C. Mengidentifikasi Bidang Prestasi Kerja Kunci


Prestasi kerja kunci atau bidang hasil pokok (BHP) adalah aspek-aspek unit atau organisasi
yang harus berfungsi secara efektif agar unit atau organisasi keseluruhan dapar berhasil.

D. Pengendalian Administrasi Keuangan


Pimpinan dan adminstratormengunakan serangkaian metode dan system pengendalian untuk
menangani berbagai masalah dan element organisasi yang berbeda. Metode dan system
dapat mempunyai banyak bentuk dan ditujukan pada berbagai kelompok.

FILSAFAT ADMINISTRASI 8
E. Arus Kas: Laporan Sumber dan Penggunaan Dana
Sebagai tambahan dari neraca dan laporan rugi laba, banyak perusahaan melaporkan data
keuangan dalam bentuk laporan arus kas atau laporan sumber dan penggunaan dana. Laporan
ini menunjukan datangnya uang tunai atau dana selama tahun yang bersangkutan (dari
operasi, berkurangnya piutang jangka pendek, dan penjualan investasi).

F. Metode Pengendalian Anggaran


Anggaran adalah laporan kuantitatif formal mengenai sumber daya yang disisikan untuk
melaksanakan aktifitas yang telah direncanakan selama jangka waktu tertentu. Anggaran
menurut pengertian tersebut merupakan sarana yang paling luas digunakan untuk
merencanakan dan mengendalikan aktifitas setiap tingkat dalam sebuah organisasi.

BAB 7
ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN NEGARA

A. Pengertian Administrasi Kepegawaian Negara


Menurut Arifin Abdurrachman, administrasi kepegawaian Negara (public personnel
administration) adalah salah satu cabang administrasi Negara yang berkaitan dengan pegawai
Negara. Jadi, administrasi kepegawain Negara adalah administrasi yang berhubungan dengan
permasalahan kepegawaian Negara. Administrasi kepegawaian Negara mengkaji beberapa
hal mendasar sebagai berikut :
1. Disiplin ilmu yang mempelajari proses pengangkatan pegawai Negara, kinerja pegawai
dan pemberhentiannya.
2. Proses penyelenggaraan politik kepegawaian dan program kerja yang bertujuan
memanfaatkan pegawai untuk mencapai tujuan Negara.
3. Dilihat dari fungsi kepegawaian, yaitu mengatur dan mengurus penggunaan tenaga kerja
dalam usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
4. Seni dalam memilih pegawai baru dan memanfaatkannya sebagai tenaga kerja yang
memiliki kemampuan bekerja secara professional demi mencapai hasil kerja yang optimal
sesuai dengan harapan.

FILSAFAT ADMINISTRASI 9
B. Ruang Lingkup Administrasi Kepegawaian
Ruang lingkup administrasi kepegawaian menurut Dale Yoder adalah sebegai berikut ;
1. Staffing
2. Pembinaan
3. Hubungan Kepegawaian
4. Latihan Pengembangan
5. Kompensasi
6. Komunikasi Kepegawaian
7. Organisasi
8. Administrasi
9. Kebijaksanaan dan Pelaksanaannya
10. Tinjauan, Perhitungan dan Penelitian

C. Tujuan Administrasi Kepegawaian


Tujuan administrasi kepegawaian adalah mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan
kepegawaian, yaitu penerimaan pegawai hingga pemberhentian.

D. Fungsi Administrasi Kepegawaian Negara


Menurut Felix A. Nigro, fungsi atau kegiatan administrasi kepegawaian Negara adalah sebagai
berikut :
1. Pengembangan struktur organisasi untuk melaksanakan berbagai program kepegawaian
yang jelas dan tegas.
2. Klasifikasi jabatan yang sistematis dan perencanaan gaji yang adil dengan
mempertimbangkan saingan dari sector swasta.
3. Penarikan tenaga kerja yang baik.
4. Seleksi pegawai yang menjamin pengangkatan calon pegawai yang capak dan
penempatan jabatan yang sesuai.
5. Perencanaan pelatihan jabatan yang luas dengan tujuan menambahan keterampilan
pegawai, meningkatkan semangat kerja dan mempersiapkan kenaikan jabatan atau
kenaikan pangkat.
6. Penilaian kecakapan pegawai secra berkala dengan tujuan meningkatkan hasil kerja dan
menentukan para pegawai yang cakap.
7. Perencanaan kenaikan jabatan berdasarkan kompetensi dan prestasi pegawai.
8. Kegiatan untuk memperbaiki hubungan antarmanusia.

FILSAFAT ADMINISTRASI 10
9. Kegiatan untuk memelihara dan mempertahankan semangat kerja dan disiplin pegawai.
E. Sasaran Administrasi Kepegawaian
Sasaran administrasi kepegawaian berkaitan dengan penggunaan tenaga kerja. Oleh karena
itu, administrasi kepegawaian dikembangkan dengan tujuan :
1. Penggunaan secara efektif tenaga kerja manusia;
2. Tercipta, terpelihara dan berkembangnya hubungan kerja yang memberikan suasana
kerja menyenangkan antara individu dalam bekerja sama;
3. Tercapainya pengembangan sumber data para pegawai melalui berbagai bentuk dan
program pendidikan, pelatihan, dan pembinaan yang maksimal.

F. Organisasi Kepegawaian
Secara garis besar, organisasi kepegawaian Negara Republik Indonesia adalah sebagai berikut:
1. Presiden sebagai Kepala Negara.
2. Badan Administrasi Kepegawaian Negara.
3. Menteri menteri, Jaksa Agung, Pimpinan Lembaga Non Departemen, Pimpinan
Kesekretariatan Lembaga Tertinggi (MPR/DPR) Mahkamah Agung, Dewan Pertimbangan
Agung, Badan Pemeriksa Keuangan, adalah Pembina PNS dalam lingkungan instansinya
masing-masing dan berkedudukan langsung dibawah dan tanggung jawab kepada
Presiden yang bertugas memimpin pelaksanaan peraturan perundangan dibidang
kepegawaian dan pensiunan dalam lingkungan instansinya masing-masing.
4. Pimpinan pimpinan satuan organisasi dalam lingkungan organisasi kementrian atau
lembaga pemerintah Non Departemen Kejaksaan Angung yang tersusun secara bertingkat
dari atas ke bawah (Hierarkis) adalah Pembina Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan masing
masing dan secara hierarki berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada
Menteri atau Pimpinan Lembaga Non Departeman masing masing atau Jaksa Agung.
5. Lembaga Administrasi Negara merupakan badan yang menyelenggarakan Pendidikan dan
Latihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil.
6. Perum Taspen (Perusahaan Umum Negara Taungan dan Asuransi Pegawai Negeri) adalah
badan yang menyelenggarakan Asusransi Sosial, merupakan salah satu usaha dalam
program kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil yang diatur dan dibina oleh Pemerintah
Pusat.
7. Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan (BPDPK) Kementrian Kesehatan
adalah badan yang menyelenggarakan usaha Asuransi Kesehatan (Askes) untuk Pegawai
Negeri Sipil dan Pejabat Negara.

FILSAFAT ADMINISTRASI 11
SISI PENTING BUKU

Filsafat administrasi merupakan pemikiran mendalam, logis, sistematis, rasional, dan radikal
dalam mendalami administrasi secara teoreties dan praktis. Administrasi merupakan salah satu
komponen dari system yang semua subsistemnya saling berkaitan satu dengan yang lain. Dengan
kata lain administrasi adalah keseluruhan proses penyelenggaraan dalam usaha kerja sama dua
orang atau lebih atau usaha bersama untuk pendayagunaan semua sumber (personel maupun
material) secara efektif, efisien, dan rasional untuk menunjang tercapainya tujuan.

KESIMPULAN

Administrasi yang merupakan hasil pemikiran dan penalaran manusia serta dihasilkan
untuk menciptakan keteraturan menuju terwujudnya tujuan bersama, adalah salah satu
ilmu yang banyak diminati masyarakat umum. Melalui kacamata filsafat, diharapkan
masyarakat mengetahui esensi dasar dari ilmu administrasi tersebut.
Filsafat Administrasi adalah proses berpikir secara matang, berstruktur, dan
mendalam terhadap hakikat dan makna yang terkandung dalam materi ilmu administrasi
. Memang disadari atau tidak, sesungguhnya ilmu administrasi memfokuskan diri
terhadap aspek manusia, terutama pelaksanaa aktifitas, dilakukan secara kerjasama.
Dalam mewujudkan kerja sama diperlukan kematang pengaturan dan ketertiban dalam
keteraturan agar upaya pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dapat
terwujud dengan baik dan memuaskan dari seluruh yang terlibat.
Ontologi administrasi adalah pemikiran yang berdasarkan hakikat dan makna
yang dikandung ilmu administrasi itu sendiri sebagai salah satu cabang ilmu administrasi.
Ilmu pengetahuan di bidang administrasi adalah suatu pernyataan terhadap
materi atau konten, bentuk atau form, serta objek formal dan materiilnya. Secara
epistemologi, ilmu administrasi cenderung untuk membatasi diri pada hal-hal tentang
persepsi dan pemahaman intelektual seseorang. Pengetahuan ilmu administrasi dapat
membawa manusia kepada peristiwa kesadaran dari dari seluruh pemaknaan yang
dikandung ilmu administrasi itu sendiri.
Aksiologi ilmu administrasi adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan
terencana dalam angka pemanfaatan, atau dengan kata lain penerapan ilmu administrasi

FILSAFAT ADMINISTRASI 12
yang teratur dan produktif. Ilmu administrasi yang dimanfaatkan secara positif
memungkinkan manusia lebih leluasan untuk berinteraksi dengan sesama manusia
maupun dengan lingkungannya, demikian juga bahwa ilmu administrasi dapat
meningkatkan martabat manusia. Karena dengan memanfaatkan kebenaran ilmu
administrasi akan semakin teruji kualitasnya serta semakin tampak bahwa ilmuwan
administrasi sebagai makhluk yang termulia di muka bumi ini.

KRITIK

Dalam buku yang ditulis oleh Dr. H. Rahmat, M. Si., terdapat beberapa bagian yang sulit
dimengerti karena dalam pembahasan tidak ada keterangan lebih jelas. Selain itu, pembaca
melihat bahwa dibeberapa bagian, beliau tidak memberikan contoh yang jelas dan disesuaikan
dengan apa yang dimasukan ke dalam teori sebelum pembahasan.

FILSAFAT ADMINISTRASI 13