Anda di halaman 1dari 9

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ruang merupakan wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara,
termasuk ruang di dalam bumi sebagai suatu kesatuan wilayah tempat manusia dan
makhluk hidup lain melakukan kegiatan, serta memelihara kelangsungan hidupnya (UU
No. 26 Tahun 2007). Pada dewasa ini ketersediaan ruang yang disebut diatas sangatlah
terbatas, diperlukan perencanaan yang komprehensif dengan menggunakan sejumlah
teknik analisis yang dapat memprediksikan kondisi ruang di masa depan agar
mewujudkan ruang yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan berlandaskan
Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. Selain itu, Al-Quran telah memberikan
isyarat dalam Surah Ali Imran Ayat 190-191 tentang pentingnya menganalisis keadaan
sekitar sebagai sarana untuk mengetahui rahasia-rahasia kekuasaan Allah SWT yang
digunakan untuk kesejahteraan manusia. Bunyi Surah Ali Imran Ayat 190-191 adalah
sebagai berikut:

Artinya: 19.Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya
malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. 20 (yaitu) orang-orang
yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka
memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau
menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
(Surat : Ali Imran 190-191)

Dalam surat Ali Imran ayat 190-191 di atas memberikan isyarat kepada manusia
untuk senantiasa meneliti dan mengkaji ayat-ayat kauniah, yaitu tanda-tanda kebesaran
Allah SWT. yang tersebar di alam semesta, agar manusia mengetahui bahwa semua
ciptaan-Nya tidak ada yang sia-sia.

1
2

Apabila merenungi Surah Ali Imran 190-191 memberikan isyarat untuk melakukan
kegiatan analisis. Kegiatan analisis yang dilakukan untuk kegiatan penataan ruang ini
mengenai aspek fisiologis, kependudukan, sosial budaya, perekonomian wilayah,
sarana/prasarana, transportasi, kebijakan dan keuangan daerah, serta bagian wilayah
perkotaan.
Dengan demikian, selain kegiatan analisis ini bernilai ibadah, namun juga dapat
meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengetahui dan mengatasi potensi dan
masalah serta memahami teknik-teknik analisis, sehingga menghasilkan output analisis
yang berdayaguna dan berhasilguna.
Dalam melakukan analisis pada studio II pada studio ini terdapat tiga tahapan dalam
mata kuliah studio ini yaitu studio I survey dan kompilasi data, studio II analitik, dan studio
III rencana. Pada Studio yang telah dilakukan adalah kegiatan survey guna menghimpun
data serta mengkompilasi data yang akan didapatkan dalam studio I dalam lingkup
kawasan desa. Setelah tahap Studio I telah terlaksana, maka tahap selanjutnya yang
perlu dilakukan adalah kegiatan tahap analisis yang terdapat pada mata kuliah Studio II
dengan lingkup wilayah kecamatan. Oleh karena itu didalam Studio II perlu dilakukan
pengumpulan data dalam lingkup kecamatan lalu di kompilasi serta dilakukan analisis.
Di Kecamatan Sukabumi memiliki potensi dan masalah yang sangat kompleks, hal
ini mengakibatkan adanya isu-isu yang berkembang. Potensi yang terdapat di Kecamatan
Sukabumi merupakan kegiatan perekonomian perdagangan dan jasa serta kegiatan
pertanian yang menunjang bagi perkembangan perekonomian. Hal tersebut merupakan
kegiatan yang dapat membangun dan mensejahterakan warga di Kecamatan Sukabumi.

1.2 Tujuan dan Manfaat


Tujuan dari Studio II Analisis ini untuk dapat mengimplementasikan teknik-teknik
analisis yang digunakan dalam perencaan wilayah dari data yang telah dikumpulkan pada
studio I (Kompilasi Data). data yang sudah terkumpul pada lingkup kecamatan atau makro
untuk dilakukan analisis meliputi analisis potensi, kendala, dan peluang baik secara
kuantitatif maupun kualitatif sebagai input untuk penyusunana RDTR Kecamatan
Sukabumi rencana pengembangan Wilayah Kecamatan Sukabumi. Tujuan dari kegiatan
Studio II Analitik ini adalah menganalisis potensi dan masalah daerah perencanaan
sebagai masukan dalam menyusun rencana tata ruang wilayah di masa yang akan
datang.
Manfaat yang diperoleh:
a. Pembelajaran bagi mahasiswa untuk dapat menerapkan metoda analisis dalam
menyusun rencana tata ruang
3

b. Dapat memahami peranan/kedudukan analisis di dalam rencana tata ruang

1.3 Ruang Lingkup


Pada bagian ini dibahas mengenai ruang lingkup wilayah studi dan ruang lingkup
kajian yang dilakukan dalam studio analitik.
1.3.1 Ruang Lingkup Wilayah
a. Ruang Lingkup Wilayah Makro
Lingkup wilayah studi makro dalam studio analitik mencakup Kabupaten Sukabumi
dengan luas 412.799,54 Ha, dengan batas administrasi sebagai berikut.
Sebelah Utara : Kabupaten Bogor
Sebelah Selatan : Samudera Indonesia
Sebelah Timur : Kabupaten Cianjur
Sebelah Barat : Provinsi Banten dan Samudera Indonesia
b. Ruang Lingkup Wilayah Mikro
Lingkup wilayah studi mikro dalam studio analitik mencakup kecamatan Sukabumi
dengan luas 2.071 Ha, merupakan salah satu bagian dari wilayah Kabupaten Sukabumi
dengan batas administrasi sebagai berikut:
Sebelah Utara : Kabupaten Bogor/ Gunung Gede Pangrango
Sebelah Selatan : Kota Sukabumi
Sebelah Timur : Kecamatan Sukaraja
Sebelah Barat : Kecamatan Kadudampit
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 1.1 Peta Administrasi Kabupaten
Sukabumi dan Gambar 1.2 Peta Administrasi Kecamatan Sukabumi.
4

Gambar 1.1
Peta Administrasi Kabupaten Sukabumi
5

Gambar 1.2
Peta Administrasi Kecamatan Sukabumi
6

1.3.2 Ruang Lingkup Materi


Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam UU No. 26 tahun 2007 tentang
Penataan Ruang dan PERMEN PU No. 20 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan
Rencana Detail Tata Ruang, maka lingkup materi yang dibahas meliputi:
a. Analisis Kesesuaian Lahan, Daya Dukung Lahan dan Daya Tampung Ruang, sebagai
berikut:
Kawasan Lindung
Kawasan Budidaya
b. Analisis Kependudukan, yang meliputi:
Prediksi jumlah penduduk
Kepadatan penduduk
c. Analisis Perekonomian, yang meliputi:
Analisis LQ dan Shift Share
d. Analisis Kebutuhan Sarana, yang meliputi:
Sarana sosial dan sarana umum menggunakan standar dan ketentuan
e. Analisis Kebutuhan Prasarana, yang meliputi:
Kebutuhan prasarana menggunakan standar untuk dilakukan analisis
f. Analisis Transportasi, yang meliputi:
Analisis gravitasi dan aksesibilitas
MAT (Matriks Asal Tujuan)
g. Analisis Kebijakan, Kelembagaan dan Keuangan, yang meliputi:
Kebijakan yang dilihat dari RTRW Kabupaten Sukabumi dengan melihat skala
mikro wilayah kajian di Kecamatan Sukabumi;
h. Struktur Kecenderungan Pertumbuhan
i. Pusat-Pusat Kegiatan di Kecamatan Sukabumi, yang meliputi:
Berada pada wilayah desa yang menjadi perbatasan dengan Kota Sukabumi
j. Deliniasi BWP
Wilayah yang sudah terbangun/padat permukiman;
Pusat Kecamatan Sukabumi
k. Analisis SWOT
IFAS (Internasi Faktor Analisis Strategi)
EFAS (Eksternal Faktor Analisis Strategi)

1.4 Metodologi
7

Metodologi yang digunakan untuk mendukung studio analitik ini mencakup metode
pengumpulan data dan metode analisis.
1.4.1 Metode Pendekatan Studi

Kebijakan dan Fenomena isu


Peraturan Perundang- permasalahan
undangan

Tujuan melakukan
fakta dan analisis

Data Fisik dan Data Kependudukan: Data Ekonomi: Data Sarana dan
Lingkungan: Jumlah PDRB Prasarana:
Kemiringan penduduk Produksi Jumlah dan
Struktur- distribusi
Ketinggian Geologi
sturuktur sarana
Geologi Industri/wis
penduduk Ketersediaan
Jenis Tanah Mata ata/pertam
prasarana Data Data
Klimatologi Pencaharian bangan Sistem Kelembagaan Pembiayaan
Hidrogeologi Pendidikan pergerakan Pembangunan
Penggunaan Kepadatan &
Lahan distribusi
Rawan Jenis kelamin
Bencana Alam

Output: Output: Output: Output: Output: Output:


Kesesuaian Prediksi Sektor basis & non Prediksi Kinerja Sumber
lahan penduduk basis kebutuhan pemerinta pembiayaan
Daya dukung Komoditi unggulan Tingkat h dan tata Proporsi
Kualitas
lahan Kecenderungan pelayanan kelola alokasi
SDM
perkembangan pembiayaan
kegiatan ekonomi

Data Tampung Kebutuhan Ruang Struktur Ruang


Ruang Gambar 1.3
Kerangka Pemikiran Studi
(Sumber: Diskusi Kelompok 2014)
Dari kerangka pemikiranPotensi
studidandiatas dapat disimpulkan bahwa setelah
permasalahan
menganalisis karakteristik wilayah pengembangan
Analisis SWOT Kecamatan wilayah
Sukabumi akhirannya terdapat analisis
SWOT. Untuk dapat melihat kerangka pemikiran studi yang lebih jelasnya dapat dilihat
Kedudukan Kec. Wilayah untuk
pada Lampiran.
pengembangan wilayah
1.4.2 Metode Pengumpulan Data
8

Metode pengumpulan data terdiri atas pengumpulan data primer dan


pengumpulan data sekunder yang akan dihimpun dari berbagi sumber dilapangan
ataupun pada tempat lainnya.
1.4.3 Metode Analisis
Dari metode analisis yang digunakan untuk dapat meprediksi kebutuhan suatu
wilayah yang akan direncanakan dengan metode-metode yang sesuai dengan
Kecamatan Sukabumi.
a. Analisis Keseuaian Lahan
Dengan menggunakan metode superimpose (overlay) atau tumpang tindih, serta
menggunakan analisis Permen PU No. 41 untuk kawasan pertanian dan non
pertanian di Kecamatan Sukabumi.
b. Analisis Kependudukan
Dengan menggunakan metode analisis regresi linear, karena perumbuhan
penduduk yang setiap tahunnya mengalami peningkatan jumlah penduduk di
Kecamatan Sukabumi.
c. Analisis Perekonomian
Dengan menggunakan metode LQ dan Shift Share untuk melihat sektor basis dan
non basis serta sektor unggulan dan terbelakang, dengan membandingkan PDRB
Provinsi Jawa Barat dengan Kabupaten Sukabumi.
d. Analisis Sarana dan Prasarana
Dengan melihat standar dan ketentuan untuk memproyeksikan 20 tahun kedepan
di Kecamatan Sukabumi.
e. Analisis Transportasi
Dengan menggunakan metode gravitasi dan aksesibilitas di Kecamatan
Sukabumi.
f. Analisis Pusat-pusat Pertumbuhan
Melihat kecenderungan wilayah di Kecamatan Sukabumi, dengan kelengkapan
fasilitas-fasilitas yang ada.
g. Analisis BWP (Bagian Wilayah Pengembangan)
Dengan menentukan pusat kegiatan yang paling banyak untuk perkembangan
wilayah yang ada di Kecamatan Sukabumi.
h. Analisis SWOT
Menganalisis IFAS dan EFAS pada kondisi eksisting di Kecamatan Sukabumi
sehingga menghasilkan kesimpulan.

1.5 Sistematika Penyajian


9

BAB 1 PENDAHULUAN
Bab ini berisikan tentang latar belakang kajian yang akan dibahas, tujuan dan
manfaat dari Studio II Analitik, ruang lingkup wilayah kajian Kecamatan Sukabumi,
metodologi dan sistematika penyajian.
BAB 2 LANDASAN TEORI
Bab ini berisikan tentang teori yang akan digunakan dengan memilih metoda yang
cocok digunakan dalam menganalisis di Kecamatan Sukabumi, serta dilihat
kebijakan pengembangan pembangunan kecamatan dari RPJM Kabupaten
Sukabumi.
BAB 3 FAKTA DAN ANALISIS
Bab ini berisikan penyajian data hasil survey secara detail dengan berbagai aspek,
dan berisikan penyajian data hasil proyeksi dari berbagai aspek, diantaranya:
analisis kesesuaian lahan, analisis kependudukan dan sosial budaya, analisis
kebutuhan sarana, analisis kebutuhan prasarana, analisis perekonomian, analisis
transportasi, analisis kelembagaan & keuangan, kebijakan, analisis pusat-pusat
pertumbuhan dan analisis SWOT.
BAB 4 PRA RENCANA
Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran dari semua hasil yang telah di
analisis. Yang merupakan: kesimpulan hasil SWOT, Struktur Ruang (semua aspek
yang telah di analisis dipetakan dan dibuat tabel), Pola Ruang (kesimpulan
dengan menyajikan tabel dan peta) dan BWP (Bagian Wilayah Pengembangan)
dengan menyajikan peta dan tabel dari kesimpulan analisis.