Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH

PERBANDINGAN SISTEM
EKONOMI

PERBANDINGAN SISTEM EKONOMI


INDONESIA DAN JEPANG

Disusun Oleh :
KURNIA AUDI PERUZZI
1502111096

JURUSAN ILMU EKONOMI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS RIAU
2017
i
KATA PENGANTAR

Puji Dan Syukur Marilah Kita Panjatkan Kehadirat Allah SWT Karena Dengan
Rahmatnya Akhirnya Kami Dapat Menyelesaikan Makalah Yang Berjudul Perbandingan
Sistem Ekonomi Indonesia dan Jepang. Makalah Ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Mata
Kuliah Perbandingan Sistem Ekonomi.

Makalah ini dibuat bertujuan agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan kami
dalam belajar Perbandingan Sistem Ekonomi. Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari
kesempurnaan dan disusun dalam berbagai keterbatasan. Maka dari itu kami mengharapkan
kritik dan saran yang bersifat membangun, sehingga mendorong kami untuk bisa
memperbaikinya.

Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penyusunan makalah ini sehingga dapat terselesaikan dengan baik dan lancar. Kami berharap
makalah ini bermanfaat, khususnya bagi kami, dan umumnya bagi siapa saja yang
membacanya.

Pekanbaru, Mei 2017

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................. ii


DAFTAR ISI ............................................................................................................................. iii
BAB I ...................................................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ................................................................................................................................. 1
1.1. LATAR BELAKANG ........................................................................................................... 1
1.2. RUMUSAN MASALAH ........................................................................................................ 1
1.3. TUJUAN PENELITIAN ......................................................................................................... 1
1.4. METODE PENULISAN ......................................................................................................... 2
BAB II .................................................................................................................................................... 3
PEMBAHASAN .................................................................................................................................... 3
2.1. Pengertian Sistem Ekonomi ......................................................................................................... 3
2.2.Jenis jenis Sistem Ekonomi........................................................................................................ 4
2.3.Perkembangan Sistem Ekonomi Indonesia dan Jepang ................................................................ 8
2.3.1. Perkembangan Sistem Ekonomi Indonesia ........................................................................... 8
2.3.2. Perkembangan Sistem Ekonomi Jepang ............................................................................. 14
2.4. Keunggulan dan Kelemahan Sistem Ekonomi Indonesia dan Jepang ....................................... 18
2.4.1. Keunggulan dan Kelemahan Sistem Ekonomi Indonesia ................................................... 18
2.4.2. Keunggulan dan Kelemahan Sistem Ekonomi Jepang........................................................ 18
BAB III................................................................................................................................................. 21
PENUTUP............................................................................................................................................ 21
3.1. Kesimpulan ................................................................................................................................ 21
3.2. Saran .......................................................................................................................................... 22
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................................... 23

iii
iv
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
Setiap negara memiliki sistem perekonomian yang berbeda-beda. Sistem yang dianut sebuah
negara biasanya sesuai dengan paham ideologi negara tersebut. Negara yang berideologi
komunisme biasanya akan menerapkan sistem sosialis. Dan jika negara tersebut menganut paham
kapitalisme maka cenderung menganut sistem ekonomi kapitalis.Ada juga negara yang
menggabungkan kedua sistem di atas atau yang biasa disebut sistem campuran.Tetapi, ada sistem
yang berdasarkan syariah Islam yaitu sistem ekonomi Islam.Yang menganut sistem ini adalah
negara-negara Islam yang ada di dunia.

Sistem - sistem ekonomi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda.Sistem ekonomi


kapitalis misalnya, sangat mengedepankan kebebasan setiap individu tanpa ada campur tangan
negara. Setiap orang diperbolehkan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
Sedangkan sistem ekonomi sosialis merupakan kebalikan sistem ekonomi kapitalis.Setiap
individu tidak memiliki hak atas kekayaan.Semua dikuasai oleh negara untuk kesejahteraan
bersama. Di sisi lain, sistem ekonomi campuran mencoba menggabungkan kelebihan dari kedua
sistem di atas. Sistem ekonomi campuran mengakui kebebasan individu tetapi tetap ada kontrol
dari negara. Sistem Ekonomi di Indonesia ialah menggunakan sistem ekonomi Pancasila, artinya
sistem ekonomi yang berlandaskan asas kekeluargaan dan kepentingan bersama serta individual.
Sistem ekonomi ini selaras dengan landasan, falsafah, dan pandangan bangsa Indonesia, yaitu
Pancasila. Sistem perekonomian yang dianut Jepang adalah mekanisme pasar bebas dan
mengadopsi kapitalisme model Inggris dan Amerika.

1.2.RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan Sistem Ekonomi?
2. Apa saja jenis jenis Sistem Ekonomi ?
3. Bagaimana Perkembangan Sistem Ekonomi di Indonesia dan Jepang?
4. Apa Keunggulan dan Kelemahan Sistem Ekonomi Indonesia dan Jepang?

1.3. TUJUAN PENELITIAN


1. Mendeskripsikan Pengertian tentang Sistem Ekonomi
2. Mengetahui jenis jenis Sistem Ekonomi
3. Memahami Perkembangan Sistem Ekonomi di Indonesia dan Jepang
4. Mengetahui Keunggulan dan Kelemahan Sistem Ekonomi Indonesia dan Jepang

1
1.4. METODE PENULISAN
Metode yang di pakai dalam karya tulis ini adalah Metode Pustaka, yaitu metode yang
dilakukan dengan mempelajari dan mengumpulkan data dari pustaka yang berhubungan
dengan alat berupa buku maupun informasi di internet.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Sistem Ekonomi


Menurut Dumairy (1996), sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta
menjalin hubungan ekonomi antarmanusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu
tatanan kehidupan. Sebuah sistem ekonomi terdiri atas unsur-unsur manusia sebagai
subjek; barang-barang ekonomi sebagai objek, serta seperangkat kelembagaan yang
mengatur dan menjalinnya dalam kegiatan berekonomi.

Perangkat kelembagaan terdiri dari lembaga-lembaga ekonomi (formal maupun


nonformal) cara kerja, mekanisme hubungan, hukum dan peraturan-peraturan
perekonomian serta kaidah dan norma-norma lain (tertulis maupun tidak tertulis) yang
dipilih dan diterima atau ditetapkan oleh masyarakat di tempat tatanan kehidupan yang
bersangkutan berlangsung. Jadi, dalam perangkat kelembagaan ini termasuk juga
kebiasaan, perilaku, dan etika masyarakat; sebagaimana mereka terapkan dalam berbagai
aktivitas yang berkenaan dengan pemanfaatan sumber daya bagi pemenuhan kebutuhan.

Menurut Sheridan (1998), sistem ekonomi adalah cara manusia melakukan kegiatan
ekonomi untuk memenuhi kebutuhan atau memberikan kepuasan pribadinya.
Menurut Sanusi (2000), sistem ekonomi merupakan suatu organisasi yang terdiri atas
sejumlah lembaga atau pranata (ekonomi, sosial-politik, ide-ide) yang saling
memengaruhi satu dengan lainnya yang ditujukan ke arah pemecahan problem-problem
produksi, distribusi, konsumsi yang merupakan problem dasar setiap perekonomian.

Menurut Sanusi, ada tujuh elemen penting dari sistem ekonomi, yaitu :
Lembaga-lembaga/pranata-pranata ekonomi,
Sumber daya ekonomi
Faktor-faktor produksi
Lingkungan ekonomi
Organisasi dan manajemen
Motivasi dan perilaku pengambilan keputusan atau pemain dalam sistem itu.
Proses pengambilan keputusan.

3
Ada lima kekuatan yang memengaruhi sistem ekonomi menurut Sanusi (2000), yaitu :
Sumber-sumber sejarah, tradisi, cita-cita, keinginan-keinginan, dan sikap masyarakat.
Dapat disimpulkan definisi dari Sistem ekonomi adalah cara suatu negara mengatur kehidupan
ekonominya dalam rangka mencapai kemakmuran. Pelaksanaan sistem ekonomi suatu negara
tercermin dalam keseluruhan lembaga-lembaga ekonomi yang digunakan untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan. Sistem perekonomian negara dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain
ideologi dan falsafah hidup bangsa, sifat dan jati diri bangsa, serta struktur ekonomi.

2.2.Jenis jenis Sistem Ekonomi


2.2.1. Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional terdapat pada masyarakat yang cara hidupnya masih
tradisional. Mereka memproduksi sendiri barang - barang yang diperlukan dengan cara
sederhana karena belum mengenal teknologi. Semua kegiatan dilakukan berdasar
tradisi yang telah dilaksanakan secara turun - temurun. Kegiatan ekonomi lebih tertuju
untuk mempertahankan yang telah ada, sehingga tidak ada usaha untuk memeroleh
sesuatu yang baru, karena mereka menganggap apa yang mereka dimiliki sudah
memadai

Ciri - ciri sistem ekonomi tradisional:


Kegiatan ekonomi hanya mengandalkan sektor pertanian (agraris)
Belum Mengenal Perdagangan.
Rumah tangga produksi masih menyatu dengan rumah tangga konsumsi
(produsen mengonsumsi sendiri barang yang diproduksinya)
Hanya sedikit menggunakan modal.
Masih terikat tradisi
Belum mengenal pembagian kerja.
Teknologi produksi sederhana

2.2.2.Sistem Ekonomi Sosialis


Dalam sistem ini jenis dan jumlah barang yang diproduksi ditentukan oleh pemerintah.
Oleh karena itu, pemerintah memiliki kebebasaan yang besar terhadap faktor - faktor
produksi karena sebagian besar faktor produksi adalah milik pemerintah. Pencetus
gagasan ekonomi Sosialis adalah Karl Marx.Sosialisme dan komunisme merupakan

4
contoh sistem ekonomi terpusat. Ciri sosialisme yaitu kepemilikan dan kontrol terhadap
semua industri penting dilakukan oleh pemerintah, namun swasta masih diperbolehkan
mengelola industri yang tidak terlalu penting, seperti pertokoan, dan rumah makan.
Sementara itu, pada komunisme tidak terdapat kepemilikan pribadi, karena semua
barang dimiliki oleh umum, serta negara mengendalikan sepenuhnya faktor produksi
dan rencana produksi. Negara yang menganut sistem ini antara lain : Rusia, RRC, dan
negara-negara Eropa Timur (bekas negara Uni Soviet).

Ciri - ciri ekonomi sosialis:


Seluruh kegiatan perekonomian diatur dan ditetapkan oleh pemerintah baik dari
produksi, distribusi, dan konsumsi serta penepatan harga.
Tidak ada kebebabasan dalam berusaha karena hak milik perorangan atau
swasta tidak diakui.
Seluruh alat-alat produksi dikuasai oleh negara.
Jenis pekerjaan dan pembagian kerja diatur oleh pemerintah.

2.2.3. Sistem Ekonomi Kapitalis


Sistem ekonomi liberal adalah suatu sistem ekonomi yang menghendaki kebebasan
yang seluas-luasnya bagi setiap individu untuk melakukan tindakan ekonomi tanpa
campur tangan dari pemerintah. Suatu kondisi di mana pemerintah benar-benar lepas
tangan dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam istilah ekonomi disebut laissez-
faire.Negara-negara yang menganut sistem ekonomi liberal adalah Amerika Serikat,
Inggris, Perancis, Belgia, Irlandia, Swiss, Kanada,

Ciri - ciri sistem ekonomi liberal:


Diakuinya kebebasan pihak swasta/masyarakat untuk melakukan tindakan -
tindakan ekonomi.
Seluruh kegiatan ekonomi diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat.
Masyarakat bebas berusaha, berinovasi, dan berkreativitas dalam melakukan
kegiatan ekonomi.
Kegiatan ekonomi ditujukan untuk mencari laba sebesar-besarnya (profit
oriented).
Keikutsertaan pemerintah dalam kegiatan ekonomi sangat dibatasi.

5
2.2.4. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan campuran atau kombinasi yang mengambil
kelebihan sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi pasar. SIstem ini banyak dianut
oleh negara - negara di dunia. Sistem ekonomi yang dijalankan di setiap negara tidak
sama dengan negara yang lain. Perbedaan terjadi karena setiap negara memiliki
proporsi yang tidak sama dalam mengambil unsur kelebihan dari sistem ekonomi
terpusat maupun sistem ekonomi pasar.

Pada sistem ekonomi campuran, pemerintah serta masyarakat atau swasta bersama -
sama meningkatkan kegiatan perekonomian. Pemerintah berperan sebagai pengendali
dan stabilisator kegiatan ekonomi, sedangkan masyarakat diberi kesempatan untuk
melakukan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Tujuan pemerintah melakukan
campur tangan dalam kegiatan ekonomi adalah untuk melindungi masyarakat yang
lemah serta mengatasi kegiatan ekonomi yang berfluktuasi. Campur tangan pemerintah
misalnya diterbitkannya peraturan untuk mengatur dan mengawasi kegiatan ekonomi
yang dijalankan oleh swasta agar sesuai dengan norma yang wajar. Negara - negara
yang menganut sistem ekonomi ini adalah bekas negara non-blok. Mayoritas berada di
asia dan afrika, seperti Indonesia, Mesir dan Malaysia.

Ciri - ciri sistem ekonomi campuran:


Adanya pembatasan pihak swasta oleh negara pada bidang-bidang yang
menguasai hajat hidup orang banyak yang dikuasai oleh negara.
Terdapat campur tangan pemerintah terhadap mekanisme pasar melalui
berbagai kebijakan ekonomi.
Mekanisme kegiatan perekonomian teradalah campur tangan pemerintah dengan
berbagai kebijakan ekonomi.
Hak milik perorangan diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan
kepentingan umum

2.2.5. Sistem Ekonomi Islam


M.A. Manan (1992) menyatakan bahwa ekonomi islam adalah ilmu pengetahuan sosial
yang mempelajari masalah ekonomi rakyat yang di ilhami oleh nilai-nilai islam.
Sementara itu, H. Halide berpendapat bahwa yang di maksud dengan ekonomi islam

6
ialah kumpulan dasar-dasar umum ekonomi yang dii simpulkan dari Al-Quran dan
sunnah yang ada hubungannya dengan urusan ekonomi. Secara umum, Ekonomi Islam
didefinisikan sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan yang berupaya untuk
memandang, meneliti, dan akhirnya menyelesaikan permasaahan-permasalahan
ekonomi dengan cara Islami yang bersumber dari Al-Quran, As-
Sunnah. ijma dan qiyas.

Karena didasarkan pada nilai-nilai Ilahiah, sistem ekonomi Islam tentu saja akan
berbeda dengan sistem ekonomi kapitalis yang didasarkan pada ajaran kapitalisme, dan
juga berbeda dengan sistem ekonomi sosialis yang didasarkan pada ajaran sosialisme.
Memang, dalam beberapa hal, sistem ekonomi Islam merupakan kompromi antara
kedua sistem tersebut, namun dalam banyak hal sistem ekonomi Islam berbeda sama
sekali dengan kedua sistem tersebut. Sistem ekonomi Islam memiliki sifat-sifat baik
dari kapitalisme dan sosialisme, namun terlepas dari sifat buruknya

7
2.3.Perkembangan Sistem Ekonomi Indonesia dan Jepang
2.3.1. Perkembangan Sistem Ekonomi Indonesia

Masa Pendudukan Belanda

Pada masa penjajahan indonesia menerapkan sistem perekonomian monopoli, dimana


setiap kegiatan perekonomian dijalankan sesuai penguasa perdagangan saat itu. VOC
adalah lembaga yang menguasai perdagangan Indonesia saat itu. Pada masa VOC
berkuasa. Mereka menerapkan peraturan dan strategi agar mereka tetep
menguasai perekonomian Indonesia. Peraturan-peraturan yang ditetapkan
VOC seperti (kewajiban meyerahkan hasil bumi pada VOC ).Disamping itu VOC juga
menjaga agar harga rempah-rempah tetap tinggi, antara lain dengan diadakannya
pembatasan jumlah tanaman rempah-rempah yang boleh ditanam penduduk. Semua
aturan itu pada umumnya hanya diterapkan di Maluku yang memang sudah diisolasi
oleh VOC dari polapelayaran niaga Samudera Hindia.Pada tahun 1795, VOC bubar
karena dianggap gagal dalam mengeksplorasi kekayaan Hindia Belanda.

Masa imperialisme

Inggris berusaha merubah pola pajak hasil bumi yang telah hampir dua abad diterapkan
oleh Belanda, dengan menerapkan Landrent (pajak tanah). Sistem ini sudah berhasil di
India, dan Thomas Stamford Raffles mengira sistem ini akan berhasil juga di Hindia
Belanda. Selain itu, dengan landrent, maka penduduk pribumi akan memiliki uang
untuk membeli barang produk Inggris atau yang diimpor dari India. Inilah imperialisme
modern yang menjadikan tanah jajahan tidak sekedar untuk dieksplorasi kekayaan
alamnya, tapi juga menjadi daerah pemasaran produk dari negara penjajah.Perubahan
yang mendasar dalam perekonomian ini sulit dilakukan, dan bahkan mengalami
kegagalan di akhir kekuasaan Inggris .

Masa Cultuurstelsel

Cultuurstelstel (sistem tanam paksa) mulai diberlakukan pada tahun 1836 atas inisiatif
Van Den Bosch. Tujuannya adalah untuk memproduksi berbagai komoditi yang ada
permintaannya di pasaran dunia. Sistem ini menekan penduduk pribumi, tapi amat

8
menguntungkan bagi Belanda, apalagi dipadukan dengan sistem konsinyasi (monopoli
ekspor). Setelah penerapan kedua sistem ini, seluruh kerugian akibat perang dengan
Napoleon di Belanda langsung tergantikan berkali lipat.Masyarakat diwajibkan
menanam tanaman komoditas ekspor dan menjual hasilnya ke gudang-gudang
pemerintah untuk kemudian dibayar dengan harga yang sudah ditentukan oleh
pemerintah. Dengan menerapkan cultuurstelstel, pemerintah Belanda membuktikan
teori sewa tanah dari mazhab klasik, yaitu bahwa sewa tanah timbul dari keterbatasan
kesuburan tanah. Namun, pemerintah Belanda hanya menerima sewa, tanpa perlu
mengeluarkan biaya untuk menggarap tanah yang kian lama kian besar. Biaya yang
kian besar itu meningkatkan penderitaan rakyat, sesuai teori nilai lebih (Karl Marx),
nilai lebih ini meningkatkan kesejahteraan Belanda sebagai kapitalis. Adanya desakan
dari kaum Humanis Belanda yang menginginkan perubahan nasib warga pribumi ke
arah yang lebih baik, mendorong pemerintah Hindia Belanda untuk mengubah
kebijakan ekonominya. Dibuatlah peraturan-peraturan agraria yang baru, yang antara
lain mengatur tentang penyewaan tanah pada pihak swasta untuk jangka 75 tahun, dan
aturan tentang tanah yang boleh disewakan dan yang tidak boleh. Hal ini nampaknya
juga masih tak lepas dari teori-teori mazhab klasik, antara lain terlihat pada :

a. Keberadaan pemerintah Hindia Belanda sebagai tuan tanah, pihak swasta yang
mengelola perkebunan swasta sebagai golongan kapitalis, dan masyarakat pribumi
sebagai buruh penggarap tanah.
b. Prinsip keuntungan absolut : Bila di suatu tempat harga barang berada diatas
ongkos tenaga kerja yang dibutuhkan, maka pengusaha memperoleh laba yang
besar dan mendorong mengalirnya faktor produksi ke tempat tersebut.
c. Laissez faire laissez passer, perekonomian diserahkan pada pihak swasta, walau
jelas, pemerintah Belanda masih memegang peran yang besar sebagai penjajah
yang sesungguhnya

Pada akhirnya, sistem ini bukannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pribumi,


tapi malah menambah penderitaan, terutama bagi para kuli kontrak yang pada
umumnya tidak diperlakukan layak.

Sistem Ekonomi Liberalisme pada masa Pendudukan Jepang (1942-1945)


Pemerintah militer Jepang menerapkan suatu kebijakan pengerahan sumber daya
ekonomi mendukung gerak maju pasukan Jepang dalam perang Pasifik. Akibatnya,

9
terjadi perombakan besar-besaran dalam struktur ekonomi masyarakat. Kesejahteraan
rakyat merosot tajam dan terjadi bencana kekurangan pangan, karena produksi bahan
makanan untuk memasok pasukan militer dan produksi minyak jarak untuk pelumas
pesawat tempur menempati prioritas utama. Impor dan ekspor macet, sehingga terjadi
kelangkaan tekstil yang sebelumnya didapat dengan jalan impor. Seperti ini lah sistem
sosialis ala bala tentara Dai Nippon. Segala hal diatur oleh pusat guna mencapai
kesejahteraan bersama yang diharapkan akan tercapai seusai memenangkan perang
Pasifik

Sejarah perekonomian Indonesia setelah kemeedekaan dibagi menjadi tiga (3) orde,
yaitu Perekonomian Orde Lama (sebelum 1966), orde baru ( 1966-1998), dan Ekonomi
Orde Referensi (1998 sampai sekarang) yaitu :

Ekonomi Orde Lama (sebelum 1966)


Setelah kemerdekaan 1945, keadaan ekonomi Indonesia sangat buruk sekali, ekonomi
nasional mengalami stagplasi akibat pendapatan penduduk Jepang, perang dunia ke II,
perang revolusi dan akibat manajemen ekonomi makro yang sangat jelek. Tahun
1945-1956 Indonesia menerapkan sistem politik demokrasi liberal, kekuasaan ada di
tangan sejumlah partai politik dan sering terjadi konflik yang menyebabkan
kehancuran perekonomian nasional. Setelah terjadi transisi politik ke sistem ekonomi
atau demokrasi terpimpin (1957-1965), dimana kekuasaan militer dan presiden sangat
besar. Sistem politik dan ekonomi semakin dekat dengan haluan dan pemikiran
sosialis/komunis. Keadaan ekonomi Indonesia terutama setelah dilakukan
nasionalisasi terhadap perusahaan-perusahaan asing menjadi lebih buruk
dibandingkan keadaan ekonomi semasa penjajahan Belanda. Keadaan ini membuat
Indonesia semakin sulit mendapatkan dana dari negara-negara barat, baik dalam
bentuk pinjaman maupun PMA. Dan untuk membiayai rekonstruksi ekonomi dan
pembangunan Indonesia sangat membutuhkan dana yang cukup besar. Pada
September 1965 terjadi kudeta G 30S PKI, yang meyebabkan terjadi perubahan
politik yang sangat besar juga mengubah sistem ekonomi yang dianut Indonesia dari
sosialis ke semi kapitalis yang mengakibatkan kesenjangan ekonomi semakin besar.

10
Ekonomi Orde Baru (1966-1998)
Pada maret 1966 Indonesia memasuki pemerintahan orde baru dan perhatian lebih
ditujukan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan ekonomi
dan sosial, dan juga pertumbuhan ekonomi yang berdasarkan sistem ekonomi terbuka
sehingga dengan hasil yang baik membuat kepercayaan pihak barat terhadap prospek
ekonomi Indonesia. Sebelum rencana pembangunan melalui Repelita dimulai, terlebih
dahulu dilakukan pemulihan stabilitas ekonomi, social, dan politik serta rehabilitasi
ekonomi di dalam negeri. Selain itu, pemerintah juga menyusun Repelita secara
bertahap dengan target yang jelas, IGGI juga membantu membiayai pembangunan
ekonomi Indonesia. Dampak Repelita terhadap perekonomian Indonesia cukup
mengagumkan, terutama pada tingkat makro, pembangunan berjalan sangat cepat
dengan laju pertumbuhan rata-rata pertahun yang relative tinggi. Keberhasilan
pembangunan ekonomi di Indonesia pada dekade 1970-an disebabkan oleh
kemampuan kabinet yang dipimpin presiden dalam menyusun rencana, strategi dan
kebijakan ekonomi, tetapi juga berkat penghasilan ekspor yang sangat besar dari
minyak tahun 1973 atau 1974, juga pinjaman luar negeri dan peranan PMA terhadap
proses pembangunan ekonomi Indonesia semakin besar. Akibat peningkatan
pendapatan masyarakat, perubahan teknologi dan kebijakan Industrialisasi sejak 1980-
an, ekonomi Indonesia mengalami perubahan struktur dari Negara agrarsi ke Negara
semi industri.

Ekonomi Orde Referensi (1998 sampai sekarang)


Sejak juli 1997 rupiah mulai tidak stabil dan mulai menggoncang perekonomian
nasional. Pada oktober 1997 Indonesia meminta bantuan keuangan IMF, nilai tukar
rupiah terus melemah dari awalnya Rp. 2.500 per dollar AS sampai mencapai Rp.
15.000 per dollar AS, hal ini menyebabkan terjadinya krisis ekonomi di Indonesia
yang akhirnya juga memunculkan krisis politik ditandai dengan turunnya presiden
Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998. Ketidakstabilan politik dan sosial yang tidak
kunjung surut selama pemerintahan Gusdur menaikkan tingkat country risk Indonesia.
Hal ini ditambah semakin buruknya hubungan antara pemerintah Indonesia dengan
IMF, membuat pelaku-pelaku bisnis termasuk investor asing enggan melakukan
kegiatan bisnis atau menanam modalnya di Indonesia. Akibatnya perekonomian
nasional pada masa Gusdur tahun 2001 cenderung lebih buruk daripada pemerintahan

11
Habibie bahkan bias membawa Indonesia ke krisis kedua yang dampaknya terhadap
ekonomi, sosial dan politik akan jauh lebih besar daripada krisis tahun 1997.

Kabinet Gotong Royong pimpinan Megawati menghadapi keterpurukan kondisi


ekonomi yang ditinggal Gusdur seperti tingkat suku bunga, inflasi saldo neraca
pembayaran dan defisit APBN. Di masa ini direalisasikan berdirinya KPK (Komisi
Pemberantasan Korupsi), tetapi belum ada gebrakan konkrit dalam pemberantasan
korupsi. Padahal keberadaan korupsi membuat banyak investor berpikir dua kali
untuk menanamkan modal di Indonesia, dan mengganggu jalannya pembangunan
nasional. Pada pemerintahan Megawati mulai tahun 2002 dan di tahun 2003 kondisi
makro ekonomi semakin membaik yakni inflasi, tingkat suku bunga turun, kurs rupiah
stabil, stabilitas politik tercipta dan roda perekonomian dapat roda perekonomian
dapat bergerak kembali.

Pada Tahun 2004 Kebijakan presiden SBY adalah mengurangi subsidi BBM, atau
dengan kata lain menaikkan harga BBM. Kebijakan ini dilatar belakangi oleh naiknya
harga minyak dunia. Anggaran subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan
dan kesehatan, serta bidang-bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan
masyarakat. Kebijakan lain yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat
miskin, PNPM Mandiri dan Jamkesmas. Bank Indonesia menetapkan empat kebijakan
untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini, yakni BI rate, nilai
tukar, operasi moneter dan kebijakan makroprudensial untuk pengelolaan likuiditas,
serta makroprudensial lalu lintas modal.

Tahun 2014 Indonesia kembali melakukan pemilihan presiden dan wakil presiden.
Jokowi dan Jusuf Kalla terpilih sebagai presiden Indonesia ke-7. Berbagai kebijakan
baru yang telah ditetapkan pemerintahan Jokowi untuk mendorong pertumbuhan
perekonomian Indonesia saat ini.Presiden mengeluarkan paket kebijakan ekonomi
yang diharapkan mampu untuk untuk mendongkrak laju perekonomian di Indonesia.
Adapun paket kebijakan ekonomi yang dibuat Presiden jokowi sampai saat ini
terdapat 2 tahap kebijakan. Tahap Pertama yaitu penguatan pembiayan ekspor
melalui National Interest Account, Penetapan harga gas untuk industri tertentu di
dalam negeri, Kebijakan pengembangan kawasan industri, Kebijakan memperkuat
fungsi ekonomi koperasi, Kebijakan simplikasi perizinan perdagangan,Stabilitas harga
komiditi pangan. Kebijakan ekonomi Tahap kedua adalah Kemudahan Layanan

12
Investasi 3 Jam, Pengurusan Tax Allowance dan Tax Holiday Lebih Cepat,
Pemerintah Tak Pungut PPN Untuk Alat Transportasi dan Insentif pengurangan pajak
bunga deposito.

Sistem ekonomi yang dianut indonesia sistem ekonomi pancasila, yaitu sistem ekonomi
yang dijiwai oleh ideologi pancasila, di dalamnya terkandung makna demokrasi
ekonomi. Sistem ekonomi ini dianut oleh Indonesia. Kegiatan ekonomi yang dilakukan
berdasarkan usaha bersama berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh,
dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah. Sistem ekonomi
Pancasila memberikan kebebasan berusaha kepada masyarakat dengan batas dan syarat
tertentu. Landasan sistem ekonomi pancasila antara lain sila - sila dalam pancasila,
pembukaan UUD 1945, dan UUD 1945 pasal 27, 33, dan 34.

Ciri ciri sistem ekonomi pancasila:


Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas
kekeluargaan.
Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat
hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh
negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi
dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan
lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan
kesatuan ekonomi nasional.
Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-
undang.

13
2.3.2. Perkembangan Sistem Ekonomi Jepang
Sejak periode Meiji (1868-1912), Jepang mulai menganut ekonomi pasar bebas dan
mengadopsi kapitalisme model Inggris dan Amerika Serikat. Lebih dari 3.000 orang
Eropa dan Amerika didatangkan sebagai tenaga pengajar di Jepang. Pada awal periode
Meiji, pemerintah membangun jalan kereta api, jalan raya, dan memulai reformasi
kepemilikan tanah. Pemerintah membangun pabrik dan galangan kapal untuk dijual
kepada swasta dengan harga murah. Sebagian dari perusahaan yang didirikan pada
periode Meiji berkembang menjadi zaibatsu, dan beberapa di antaranya masih
beroperasi hingga kini.

Amerika mengalami tingkat depresi yang sangat tinggi pada tahun 1930-an karena
kehancuran sistem perekonomiannya. Dan hal itu memberikan efek domino yang
sangat berpengaruh terhadap terjadinya krisis ekonomi negara-negara dunia., termasuk
Jepang. Ekonomi dapat dipulihkan kembali semenjak ditetapkannya Manchuria sebagai
garis hidup Jepang yang juga merupakan awal dari gerakan militerisme dan kudeta
terhadap perdana Menteri yang biasa dikenal dengan istilah Go Ichi Go Jiken (1932),
sehingga pemerintahan Jepang dikuasai oleh militer dan Jepang menyatakan
keikutsertaannya dalam Perang Dunia II.

Di Jepang krisis ekonomi ditandai dengan banyaknya perusahaan dan pabrik yang
bangkrut dan Jepang pun dipenuhi dengan pengangguran. Barang-barang manufaktur
tidak dapat terjual di pasar domestik, sehingga terpaksa dilemparkan ke luar negeri
dengan harga yang murah. Harga sutra mentah dan beras yang merupakan andalan
ekonomi Jepang sejak zaman Meiji, nilainya jatuh secara drastis. Selain itu seringkali
terjadi pemogokan buruh kerja dan perlawanan petani. Kondisi ini memberi seperti
memberikan kesempatan bagi berkembangnya ideologi sosialis.

Pada saat itu pemerintah Jepang percaya bahwa Jepang tidak akan mampu
mengalahkan Cina, karena Amerika dan Inggris selalu mengirimkan bantuan ke Cina
melalui Asia Tenggara. Dalam kondisi ini Jepang berencana memutuskan hubungan
Inggris dan Amerika dengan cara menduduki Negara-negara Asia Tenggara. Jepang
menerapkan cara yang pernah digunakan oleh Jerman dalam mengeksploitasi bahan
baku negara-negara lain dan merancang kebijakan dialihkan ke selatan sebagai upaya
memperoleh bahan baku di kawasan Asia Tenggara.

14
Puncak kertepurukan Jepang lebih didapatkan ketika dijatuhkannya bom atom di
Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945 dan Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945.
Keadaan tersebut menyebabkan Jepang harus menandatangani penyerahan tanpa syarat
dalam Deklarasi Postdam kepada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945.
Kekalahan Jepang pada Perang Dunia II merupakan awal keterpurukan yang dihadapi
oleh Jepang. Keadaan perekonomian Jepang yang sedang dilanda kehancuran. Pabrik-
pabrik industri tidak bekerja, berjuta-juta orang menganggur karena dibebaskan tugas
kemiliteran demobilisasi. Pertanian tidak dapat menghasilkan cukup untuk memberi
makanan penduduk, meski ada pembagian jatah yang sangat ketat namun tetap saja ada
penyelewengan terhadap makanan tersebut mengakibatkan banyak penduduk yang
kelaparan.

Kebangkitan Jepang dari kehancuran dahsyat dalam Perang Dunia II bukan karena
keajaiban, melainkan diperoleh melalui semangat juang yang tinggi, disiplin ketat, dan
kerja keras yang dilandasi nilai-nilai luhur. Setelah sekian periode lamanya, Jepang pun
memutuskan untuk bangkit. Jepang berusaha untuk membangun kembali semangat
bangsa Jepang terutama perekonomian, rakyatnya mencari peluang kerja baru untuk
menghasilkan produk bermutu. Caranya, mereka mendatangkan para ahli dari Amerika
Serikat dan hasilnya diolah kembali oleh ahli Jepang agar sesuai dengan aspek budaya
mereka.

Secara keseluruhan, selama tiga dekade, pertumbuhan ekonomi Jepang sebenarnya


amat mengagumkan, rata-rata 10% pada dekade 1960-an, rata-rata 5% pada 1970-an,
dan rata-rata 4% pada 1980-an. Hal itu didorong dari banyaknya investasi di sektor-
sektor industri dan juga tingginya tabungan rakyat pada saat itu yang membantu
pertumbuhan perbankan yang solid. Modal ini kemudian banyak digunakan dalam hal
pengenalan teknologi baru, kebanyakan dibawah lisensi perusahaan asing. Dalam
pertumbuhan ekonominya, Jepang sering mengalami pasang surut. Salah satu contoh
penurunannya adalah pada tahun 1974, pertumbuhan ekonomi jepang menurun berbeda
dari pertumbuhan ekonominya pada tahun 1960-an hingga awal 1970. Ini disebabkan
karena terjadinya krisis minyak. Hal itu membuktikan kelemahan ekonomi Jepang yang
sangat tergantung pada impor minyak sebagai sumber energi dari negara lain.

15
Pertumbuhan ini pun kembali melesu pada dekade 1990-an, terutamanya disebabkan
dampak sampingan perburuhan secara berlebihan selepas tahun 1980-an dan dasar-
dasar ekonomi pengurangan inflasi yang bertujuan membebaskan diri dari kelebihan
spekulasi pasaran saham dan harga penjualan tanah.

Hingga tahun 2001, jumlah angkatan kerja Jepang mencapai 67 juta orang. Tingkat
pengangguran di Jepang sekitar 4%. Pada tahun 2007, Jepang menempati urutan ke-19
dalam produktivitas tenaga kerja.Menurut indeks Big Mac, tenaga kerja di Jepang
mendapat upah per jam terbesar di dunia. Toyota Motor, Mitsubishi UFJ Financial,
Nintendo, NTT DoCoMo, Nippon Telegraph & Telephone, Canon, Matsushita Electric
Industrial, Honda, Mitsubishi Corporation, dan Sumitomo Mitsui Financial adalah 10
besar perusahaan Jepang pada tahun 2008.

Dalam Indeks Kemudahan Berbisnis, Jepang menempati peringkat ke-12, dan termasuk
salah satu negara maju dengan birokrasi paling sederhana. Kapitalisme model Jepang
memiliki sejumlah ciri khas. Perusahaan di Jepang mengenal kenaikan pangkat
berdasarkan senioritas dan jaminan pekerjaan seumur hidup.Jepang adalah negara
pengimpor hasil laut terbesar di dunia, Jepang berada di peringkat ke-6 setelah RRC,
Jepang merupakan salah satu Negara paling maju di dunia. Saat ini ekonomi pasar
bebas dan industri Jepang merupakan yang ketiga terbesar di dunia setelah Amerika
Serikat dan Republik Rakyat Cina, dilihat dari segi varitas daya beli internasional.
Ekonomi jepang ini dibentuk dari semua elemen yang membentuk ekonomi modern
yaitu : industri, perdagangan, pertanian, dan lain sebagainya. Kesemuanya ini didukung
oleh sistem informasi dan transportasi serta perbankan yang baik. Faktor lain, yang juga
mendukung perekonomian Jepang adalah hubungan baik dengan berbagai banyak
negara yang akhirnya membantu melancarkan perdagangan luar negerinya.

Ciri-ciri khas ekonomi Jepang di antaranya adalah kerja sama yang erat diantara
perusahaan yang bergerak di bidang pengilangan, perbekalan, pengedaran, dan bank
negosiasi upah antara perusahaan swasta dengan serikat buruh, hubungan baik dengan

16
birokrasi pemerintahan, dan jaminan karier sepanjang hayat untuk hampir sepertiga
tenaga kerja di kota, serta jaminan kontrak kerja bagi buruh.

Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan pembangunan Jepang

Tinggi pertumbuhan investasi modal

Industri yang tumbuh dijepang, tumbuh dengan modal sendiri, artinya mereka tidak
mengandalkan modal asing baik itu berupa bantuan luar negeri ataupun utang luar
negeri. Hal ini terbukti dengan tingginya tingkat tabungan dinegara jepang, budaya
menabung ini pada akhirnya akan bermanfaat bagi sumber modal pembiayaan
pembangunan pemerintah. Kebijakan lain yang menuntut perusahaan menggunakan
modal sendiri adalah adanya kebijakan menutup hubungan antara perusahaan dan bank.
Sehingga perusahaan benar-benar menggunakan modal sendiri, dan tidak ada sejarah
kredit macet di jepang.

Berbagi pertumbuhan (sharing growth)

Maksud dari sharing pertumbuhan adalah memeratakan pembangunan di negara jepang,


dimana pembangunan dilakukan disemua sudut negara samapi pelosok desa, sehingga
tidak terjadi kesenjangna pembangunan dijepang. Langkah pemerataan pembangunan
dilakukan dengan cara investasi tinggi dalam modal manusia (pendidikan),membantu
daerah pedesaan tidak tertinggal, ketimpangan pendapatan tidak meningkat.

Berorientasi kebijakan promosi ekspor (outward)

Jepang melakukan kebijakan perdagangan dengan outward policy, maksudnya adalah


dengan melakukan promosi eksport produk buatan jepang segencar-gencarnya dipasar
dunia. Hal ini dilakukan dengan melakukan poltik dumping. Dimana penjualan produk
diluar negeri lebih murah didalam negeri. Hal ini bertujuan untuk mengingkatkan daya
saing produk dipasar global.

17
2.4. Keunggulan dan Kelemahan Sistem Ekonomi Indonesia dan Jepang

2.4.1. Keunggulan dan Kelemahan Sistem Ekonomi Indonesia


Keunggulan pada sistem ekonomi Indonesia

1. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup
orang banyak dikuasai oleh negara.
2. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan
dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
3. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
4. Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki
serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
5. Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan
kepentingan masyarakat.
6. Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya
dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
7. Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

Kelemahan pada sistem ekonomi Indonesia :

Sistem free fight liberalism, yaitu sistem persaingan bebas yang saling menghancurkan dan
dapat menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain sehingga dapat
menimbulkan kelemahan struktural ekonomi nasional.

Sistem etatisme, di mana negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta
mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.

Persaingan tidak sehat dan pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk
monopoli yang merugikan masyarakat.

2.4.2. Keunggulan dan Kelemahan Sistem Ekonomi Jepang


Berikut ini beberapa bentuk keunggulan Jepang di berbagai bidang :
Bidang Pertanian
Daratan Jepang banyak terdapat gunung dan pegunungan, sehingga topografinya relatif
kasar. Kondisi ini menyebabkan Jepang memiliki luas wilayah pertanian yang tidak
begitu luas. Akan tetapi, meskipun luas wilayah pertaniannya relatif sempit, Jepang
ternyata mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas. Hal ini dipengaruhi

18
oleh kesuburan tanah dan kemampuan sumber daya manusia dalam mengolah dan
berinovasi di bidang pertanian, terutama dalam pemanfaatan teknologi.

Bidang Perikanan dan Peternakan


Ikan merupakan bahan makanan kegemaran mayoritas penduduk Jepang. Oleh karena
itulah pemenuhan akan konsumsi ikan terutama ikan laut di Jepang sangat tinggi. Hal
ini didukung oleh adanya pertemuan arus hangat dan arus dingin. Perairan Jepang yang
kaya akan ikan. Kesemuanya itu sebagian dikonsumsi langsung dan sebagian lagi
diolah sebagai makanan kaleng. Adapun peternakan yang banyak berkembang di
Jepang adalah peternakan ayam, dan sapi.

Bidang Industri
Jepang merupakan negara industri besar.. Produk industri Jepang telah tersebar ke
berbagai pelosok dunia. Produk - produk tersebut meliputi produk permainan, barang
elektronik, mobil/otomotif, obat - obatan/bahan kimia, tekstil, bahan makanan olahan,
semen, kertas dan barang cetakan, kamera, dan alat transportasi. Bahkan, saat ini hasil
industri otomotif Jepang merupakan hasil industri otomotif terbesar dunia. Hasil
pembangunan negara Jepang di bidang industri ini sangat luar biasa, mengingat Jepang
miskin sumber bahan mineral, sehingga sebagian besar bahan baku industri tersebut
diimpor dari negara lain, termasuk dari Indonesia.

Sumber daya manusia


Kelebihan ekonomi jepang adalah masyarakat jepang yang terus berinovasi dan
memiliki mental yang kuat, oleh karena itulah tidak heran jika banyak teknologi terbaru
yang ditemukan dan dibuat di Jepang. Sumber Daya Manusia yang luar biasa inilah
yang tidak dimiliki oleh negara lain. Bangsa Jepang adalah bangsa pembelajar terbaik
di dunia. Mereka belajar dengan penuh semangat karena mereka paham betul
kegunaannya. Pengetahuan yang unggul, intelektual, dan moral akan memberikan
mereka kemajuan, kebahagiaan, dan Keunggulan. Semua belajar dengan giat:
pemerintah belajar, politisi, industrialis, para pekerja, kaum intelektual, anak-anak, ibu-
ibu, semuanya belajar. Di Jepang dikenal istilah Joho shakai, the information
intelligence society, masyarakat cerdas dengan akses yang luas terhadap informasi.

Keunggulan Birokrasi
Birokrasi di Jepang selalu bercitra positif, bekerja dengan cepat, tepat, dan efisien.
Badannya pun ramping. Bandingkan dengan citra birokrasi kita yang terkenal lamban,

19
tambun, dan kental dengan aroma korupsi. Michael Williams pernah menulis di Wall
Street Journal, birokrat Jepang rutin bekerja 14 jam sehari. Kerjanya tidak diisi dengan
santai, tetapi bergelut dengan dokumen, saling berkonsultasi dan bertemu dengan
mereka yang menginginkan kenaikan anggaran. Pada saat-saat penting penyusunan
anggaran, birokrat di Kementerian Keuangan Jepang minimal bekerja 250 jam sebulan.
Mereka jarang pulang ke rumah hingga di setiap kubikel kantor selalu tersedia tempat
tidur untuk istirahat. Dokter sesekali dipanggil untuk memberi injeksi vitamin kepada
mereka yang bekerja tanpa kenal lelah. Birokrasi di Jepang terdiri atas lulusan-lulusan
terbaik dari kampus-kampus prestisius. Seleksi dalam satu tahun, 45.000 pelamar
berebut 780 posisi pegawai negeri sipil.

Kelemahan Sistem Ekonomi Jepang


Adanya tindak korupsi dimana perusahaan-perusahaan besar bisa saja menyuap
agar Lembaga Pengawasan dapat mengendurkan pengawasan mereka terhadap
perusahaan-perusahaan tersebut.
Yang menjadi tonggak kemajuan Jepang adalah para pebisnis, dan pemerintah
serta birokrat, tentunya membutuhkan sokongan dana yang tidak sedikit dalam
melaksanakan kebijakan atau dana kampanye. Disinilah kesempatan besar
pebisnis untuk membackup para politisi dan birokrat untuk dapat memiliki hak
dalm setiap keputusan.
keputusan yang diambil kebanyakan membela kepentingan pebisnis tersebut
dan mengesampingkan opsi-opsi lainnya. Selain itu, walaupun dapat dikatakan
bahwa pemerintah Jepang sangat memperhatikan industri kecilnya, ada situasi
dimana hasil produksi indutri kecil tersebut tidak dapat survive dalam
persaingan perdagangan dan perindustrian.

Industrial policy di jepang begitu memproteksi para perusahaan maupun aktor


dagang dan lebih menguatkan industri domestiknya, hal ini memungkinkan
terjadinya hambatan dalam masuknya pemain baru dalam pasar serta kartel-
kartel di dalam sektor perekonomian yang kurang berkembang

20
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Suatu negara pada hakekatnya memerlukan suatu Ideologi. Ideologi inilah yang pada
akhirnya menentukan segala aspek kehidupan dalam negara tersebut, baik politik,
ekonomi, yang berimbas pada sosial dan budayanya. Setiap negara di dunia pasti
memiliki karakteristik yang berbeda, maka dari itu banyak Ideologi yang beraneka
ragam dianut oleh banyak bangsa atau negara di dunia. Sistem ekonomi adalah cara suatu
negara mengatur kehidupan ekonominya dalam rangka mencapai kemakmuran. Pelaksanaan
sistem ekonomi suatu negara tercermin dalam keseluruhan lembaga-lembaga ekonomi yang
digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sistem perekonomian negara
dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ideologi dan falsafah hidup bangsa, sifat dan jati
diri bangsa, serta struktur ekonomi. Secara umum sistem ekonomi yang dikenal dunia ada 5,
yaitu sistem ekonomi tradisional, Sistem Ekonomi Kapitalis, Sistem Ekonomi Sosialis, Sistem
Ekonomi Islam dan sistem ekonomi campuran.

Dengan demikian maka sistem ekonomi Indonesia adalah sistem ekonomi pancasila,
yaitu sistem ekonomi yang berorientasi kepada Ketuhanan Yang Maha Esa (berlakunya
etik dan moral agama, bukan materialisme), Kemanusiaan yang adil dan beradab (tidak
mengenal eksploitasi), Persatuan Indonesia (berlakunya kebersamaan, asas
kekeluargaan, sosio - nasionalisme dan sosiodemokrasi dalam ekonomi), Kerakyatan
(mengutamakan kehidupan ekonomi rakyat), serta Keadilan Sosial (persamaan atau
emansipasi, kemakmuran masyarakat yang utama bukan kemakmuran pribadi). Dari
butir-butir tersebut, keadilan menjadi sangat utama di dalam sistem ekonomi Indonesia.

Dalam perekonomian internasional, Jepang merupakan salah satu negara di Asia yang
tingkat perekonomiannya sangat maju dan bahkan dapat menyaingi Amerika
Serikat.Saat ini dapat dikatakan bahwa kemajuan perekonomian serta perindustrian
jepang tidak terlepas dari peran pebisnis. Dengan tradisi dan adat yang sudah mendarah
daging di dalam sistem sosial Jepang, tentu hal ini sangat mendukung keberhasilan
suatu perusahaan dalam persaingan. Seperti yang kita ketahui bahwa organisasi bisnis
Jepang yang besar, kebanyakan merupakan usaha keluarga. pemerintah Jepang saat ini
yaitu membuka pasar asing untuk membeli saham perusahaan keluarga tampaknya

21
sudah benar. Di satu sisi hal ini berguna untuk menghindari adanya monopoli
perdagangan, disisi yang lain hal ini dapat membangkitkan gairah investasi asing
karena perusahaan-perusahaan besar yang biasanya merupakan usaha grup keluarga,
biasanya sangat potensial.

3.2. Saran
Dalam sistem ekonomi pancasila, perekonomian liberal maupun komando harus
dijauhkan karena terbukti hanya menyengsarakan kaum yang lemah serta mematikan
kreatifitas yang potensial. Persaingan usaha pun harus selalu terus-menerus diawasi
pemerintah agar tidak merugikan pihak-pihak yang berkaitan. Indonesia seharusnya
sudah belajar pada krisis ekonomi dan moneter yang mengguncang dunia pada tahun
1998.

22
DAFTAR PUSTAKA

Https://www.slideshare.net/lovesueks/analisis-sistem-ekonomi-jepang
https://dhiasitsme.wordpress.com/2011/03/04/sistem-ekonomi-pengertianciri-ciri-
juga-keunggulan-kelemahannya/
http://sistempemerintahan-indonesia.blogspot.com/2014/02/sistem-ekonomi-di-
indonesia.html
https://www.academia.edu/14755970/keunggulan_sistem_perekonomian_negara_j
epang

23