Anda di halaman 1dari 3

BESARAN DAN PENGUKURAN

Analisis Isi :

Kompetensi Inti :

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya


2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong
royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai,
memodikasi, dan membuat), dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar,
dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori

Kompetensi Dasar:

1. Mendeskripsikan besaran pokok dan besaran turunan beser ta satuannya.


2. Mendeskripsikan penger tian suhu dan pengukurannya.
3. Melakukan pengukuran dasar secara teliti dengan menggunakan alat ukur yang sesuai dan sering
digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Standar Kompetensi:

Memahami prosedur ilmiah untuk mempelajari benda-benda alam dengan menggunakan peralatan.

Peta Konsep:
Materi Pembelajaran :

1. Pengertian Pengukuran
Konsep
Pengukuran merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran yang diukur dengan alat ukur
yang digunakan sebagai satuan.
Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran yang diukur dengan alat ukur yang digunakan
sebagai satuan. Sesuatu yang dapat diukur dan dapat dinyatakan dengan angka disebut besaran,
sedangkan pembanding dalam suatu pengukuran disebut satuan. Satuan yang digunakan untuk
melakukan pengukuran dengan hasil yang sama atau tetap untuk semua orang disebut satuan
baku, sedangkan satuan yang digunakan untuk melakukan pengukuran dengan hasil yang tidak
sama untuk orang yang berlainan disebut satuan tidak baku.
2. Besaran Pokok dan Besaran Turunan
Konsep
Besaran Pokok adalah besaran yang satuannya telah didefinisikan terlebih dahulu.
Besaran Turunan adalah besaran yang satuannya diperoleh dari besaran pokok.
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah didefinisikan terlebih dahulu. Besaran yang
dapat diukur dan memiliki satuan disebut besaran fisika. Besaran yang tidak dapat diukur dan
tidak memiliki satuan merupakan sesuatu yang tidak termasuk besaran fisika. Besaran turunan
adalah besaran yang satuannya diperoleh dari besaran pokok.
3. Sistem Internasional
Pertimbangan satuan yang baik harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut: satuan selalu tetap,
artinya tidak mengalami perubahan karena pengaruh apapun; bersifat internasional, artinya dapat
dipakai di seluruh negara; mudah ditiru bagi setiap orang yang akan menggunakannya
4. Suhu dan Pengukurannya
Konsep
Suhu adalah ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda.
Alat yang digunakan untuk mengukur suhu benda dengan tepat dan
menyatakannya dengan angka disebut thermometer
5. Alat Ukur
Alat ukur panjang yang biasa dipakai antara lain mistar, jangka sorong dan mikrometer sekrup.
Alat yang digunakan untuk mengukur massa suatu benda adalah neraca. Berbagai jenis neraca
yang biasa digunakan adalah neraca batang antara lain : neraca sama lengan, neraca tiga lengan
(Ohauss 2610 dapat mengukur massa sampai 2.610 kg dengan ketelitian 0,1 gram ), neraca
empat lengan (Ohauss 311 dapat mengukur massa sampai 310 gram dengan ketelitian 0,01
gram). Alat ukur waktu yang biasa dipakai adalah jam atau stopwatch
6. Pengukuran Besaran Turunan
1. Besaran Luas
2. Besaran Volume
Tujuan Pembelajaran :
Peser ta didik mampu memahami konsep pengukuran
Peserta didik mampu menyebutkan satuan baku dan tidak baku
Peserta didik mampu mengidentifikasikan besaran-besaran fisika dalam kehidupan sehari-hari
kemudian mengelompokkannya ke dalam besaran pokok dan turunan
Peserta didik mampu menggunakan Satuan Internasional dalam pengukuran.
Peser ta didik mampu melaksanakan konversi satuan panjang, massa dan waktu secara sederhana
Peserta didik mampu mengemukakan alasan mengapa indra peraba tidak dapat digunakan sebagai
alat pengukur suhu.
Peserta didik mampu membuat termometer sederhana berskala berdasarkan sifat perubahan
volume suatu zat cair ketika menerima kalor.
Peser ta didik mampu membandingkan skala termometer Celcius dengan skala termometer yang
lain..
Peser ta didik mampu mengukur dengan satuan baku secara teliti dan benar.
Peserta didik mampu melakukan pengukuran secara perkiraan (estimasi ) dengan menggunakan
satuan tak baku.
Peser ta didik mampu Mendeskripsikan pentingnya ketelitian pengukuran dalam kaitannya
dengan keselamatan kerja
Peser ta didik mampu melaksanakan konversi berbagai satuan besaran pokok maupun besaran
turunan.
Peserta didik mampu mengukur besaran turunan (luas, volume) secara langsung dan tidak
langsung.