Anda di halaman 1dari 3

PEMERINTAH KABUPATEN KARAWANG

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS DTP LOJI
Jalan Raya Loji Karawang- Kecamatan Tegalwaru Karawang 41362

KERANGKA ACUAN KEGIATAN


PELATIHAN GAWAT DARURAT ( TRIASE IGD )
UPTD PUSKESMAS DPT LOJI

I. LATAR BELAKANG

Sistem pelayanan gawat darurat adalah solusi terbaiak untuk memberikan

bantuan kepada sesesorang denagn kriteria gawat darurat . Suatu sistem yang

baik akan tercermin dari waktu tanggap sesaat cedera terjadi, pertolongan

terhadap gawat darurat itu tergantung pada kecepatan ditemukannya penderita,

kecepatan meminta bantuan pertolongan dan kecepatan dan ketepatan bantuan

yang diberikan.

Dari hal tersebut diharapkan petugas IGD dapat memberikan pertolongan

pertama pada pasien secara professional, dan sigap dalam memberikan

pertolongan pertama pada korban serta mampu mengidentifikasi korban

berdasarkan kebutuhan untuk perawatan lebih lanjut.

Mengingat hal tersebut maka perlu dilakukan pelatihan petugas IGD megenai

TRIAGE IGD .

II. TUJUAN

a. Tujuan Umum

Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada petugas IGD Agar dapat

memberikan pertolongan pertama kepada pasien secara professional, dan

sigap dalam memberikan pertolongan kepada pasien yang datang ke IGD

Puskesmas Loji.

b. Tujuan Khusus

- Agar petugas IGD dapat melakukan identifikasi korban berdasarkan

beratnya cidera, kemungkinan untuk hidup, dan keberhasilan


tindakan berdasarkan SDM dan sarana yang tersedia di Puskesmas

Loji.

- Agar petugas IGD dapat memikirkan dan memilih prioritas pasien

untuk dapat dievakuasi ke Rumah Sakit.

III. SASARAN

Pelatihan Triase IGD adalah perawat yang bertugas di unit gawat

darurat puskesmas Loji yang berjumlah 10 orang.

IV. METODE PELATIHAN

Proses belajar interaktif dengan metode ceramah, simulasi. Diskusi

dilakukan untuk membahas kasus gawat darurat.

V. PELAKSANA PELATIAHAN

Kegiatan pelatihan diselenggarakan oleh Tim yang terdiri dari :

1. Dokter yang bersertifikasi PPGD

2. Perawat yang bersertifikasi BTCLS

VI. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

Hari/Tanggal : Sabtu, 4 juni 2016

Waktu : 11.00- selesai

Tempat : Aula puskesmas Loji

VII. BIAYA PELATIHAN

Anggaran penyelenggaraan pelatihan dibebankan pada APBD

puskesmas dan peserta tidak dipungut biaya.

VIII. EVALUASI DAN TINDAKAN LANJUT

- Evaluasi tertulis bagi peserta pretes dan post test

- Pembinaan berkelanjutan pserta dalam penerapan Triage

IGD di Puskesmas Loji.

XI. PENUTUP

Demikian kerangka Acuan Kegiatan pelatihan Triage IGD


MATERI PELATIHAN TRIAGE IGD

1. Sejarah Triage

Triage berasal dari bahasa prancis trier yang berarti memisahkan,

memilah dan memilih. Triage adalah cara pemilihan penderita korban gawat

darurat berdasarkan skala prioritas yang didasarkan pada kebutuhan terpi

korban dan sumber daya yang tersedia. Kebutuhan terapi korban

didasarkan pada penilaian kondisi ABC ( Airways, Breathing, Circulation )

pasien tersebut dimana penilaian tersebut akan menggambarkan derajat

keparahan kondisi korban.

Triage juga berlaku untuk pemilihan penderita dilapangan atau keadaan

bencana dan juga berguna untuk menentukan Rumah Sakit rujukan mana

yang sesuai dengan penderita.

Berbagai sistem terage mulai dikembangkan pada akhir tahun 1950 an

seiring jumlah kunjungan IGD yang telah melampaui kemampuan sumber

daya yang ada untuk melakukan pertolongan segera.

Tujuan Triage adalah memilih atau menggolongkan semua pasien yang

datang ke IGD dan menetapkan prioritas penanganan.

2. Pengertian

Triage adalah suatu konsep pengkajian cepat dan tefokus dengan suatu cara

yang memungkinkan pemanfaatan sumber daya manusia, peralatan yang

efisien dengan tujuan untuk memilih atau menggolongkan semua psien yang

memerlukan pertolongan dan menetapkan prioritas penanganannta ( Kath

dkk,2008 ).

Triage adalah usaha pemilihan korban sebelum ditangani berdasarkan

tingakat kegawatdaruratan trauma atau penyakit dengan

mempertimbangkan prioritas penanganan daya yang ada.

Triage adalah suatu sistem pembagian /klasifikasi prioritas klien

berdasarkan