Anda di halaman 1dari 9

Pada tahun 2005 Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan

bahwa jumlah kasus infeksi payudara yang terjadi pada wanita seperti

kanker, tumor, mastitis, penyakit fibrocustic terus meningkat, dimana

penderita kanker payudara mencapai hingga lebih 1,2 juta orang yang

terdiagnosis, dan 12% diantaranya merupakan infeksi payudara berupa

mastitis pada wanita pasca post partum. Data ini kemudian didukung oleh

The American Cancer Society yang memperkirakan 211.240 wanita di

Amerika Serikat akan didiagnosis menderita kanker payudara invasive

(stadium I-IV) tahun ini dan 40.140 orang akan meninggal karena penyakit

ini. Sebanyak 3 persen kasus kematian wanita di Amerika disebabkan oleh

kanker payudara.

Sedangkan di Indonesia hanya 0,001/100.000 angka kesakitan

akibat infeksi berupa mastitis (Depkes RI, 2008). Berdasarkan laporan dari

Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2008 2009

menunjukkan bahwa 55% ibu menyusui mengalami mastitis dan puting susu

lecet, kemungkinan hal tersebut disebabkan karena perawatan payudara

yang tidak benar. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh badan penelitian

dan pengembangan di bidang kesehatan, pada tahun 2010 didapatkan 46%

ketidak lancaran ASI terjadi akibat perawatan payudara yang kurang, 25%

akibat frekuensi menyusui yang kurang dari 8x/hari, 14% akibat BBLR,

10% akibat prematur, dan 5% akibat penyakit akut maupun kronis (Depkes,

2010). Sedangkan di Kabupaten Ponorogo tahun 2014 bulan Desember dari

hasil Studi Pendahuluan 10 orang ibu nifas primipara didapatkan 4 dari 6

orang mengalami puting susu lecet.

2
Sedangkan cakupan pemberian ASI eksklusif menurut data dari

Kemenkes RI tahun 2011, persentase pemberian ASI eksklusif di Indonesia

yaitu 61,5%. Sedangkan pada tahun 2012 data dari Kemenkes RI,

menunjukkan adanya penurunan dari tahun 2011 yakni 48,6%.

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik untuk bayi, tidak

satupun makanan lain yang dapat menggunakan Air Susu Ibu (ASI), karena

ASI mempunyai kelebihan yang meliputi tiga aspek yaitu aspek gizi, aspek

kekebalan dan aspek kejiwaan berupa jalinan kasih sayang penting untuk

perkembangan mental kecerdasan otak (Depkes RI, 2005).

Masalah menyusui sering terjadi terutama pada ibu-ibu yang baru

pertama kali mempunyai seorang bayi atau masyarakat yang kurang

pengetahuan tentang perawatan payudara yang benar. Selain itu faktor

penyebab dilakukan perawatan payudara adalah payudara bengkak

(engorgement), kelainan puting susu (putting susu datar dan puting susu

terpendam atau tertarik ke dalam) , puting susu nyeri (sore nipple) dan

puting susu lecet (cracked nipple), saluran susu tersumbat (obstructive

duct), radang payudara (mastitis), abses payudara, air susu ibu kurang lancar

keluar. Pada sebuah penelitian tentang keberhasilan ibu menyusui, terdapat

faktor penting tentang perawatan payudara, hal ini terbukti dengan

diperolehnya data dari 115 ibu postpartum yang terbagi dalam dua

kelompok, dimana angka keberhasilan menyusui pada 50 ibu yang tidak

melakukan perawatan payudara adalah 26,8%. Ini sangat rendah jika

dibandingkan dengan 98,1% keberhasilan menyusui dari kelompok ibu yang

3
melakukan perawatan payudara yang berjumlah 65 orang (Almaglamsyah,

2008)

Perawatan payudara bertujuan untuk memelihara kebersihan

payudara terutama kebersihan puting susu sehingga terhindar dari infeksi,

melenturkan dan menguatkan puting susu sehingga bayi mudah menyusu

dan dapat menyusu dengan baik, mengurangi risiko luka saat bayi menyusu,

merangsang kelenjar air susu sehingga produksi asi menjadi lancar,

mengetahui secara dini kelainan putting susu dan melakukan usaha-usaha

untuk mengatasinya, untuk persiapan psikis ibu menyusui dan menjaga

bentuk payudara, dan mencegah penyumbatan pada payudara (Saryono dan

Pramistasari Roischa, 2009).

Oleh karena itu penting untuk memberikan informasi dan

mengajarkan cara melakukan perawatan payudara sedini mungkin pada ibu

tentang pentingnya melakukan perawatan payudara dalam rangka persiapan

ibu untuk menyusui pada masa menyusui agar tidak terjadi masalah seperti

ASI sulit keluar, puting susu lecet, puting susu nyeri, payudara bengkak,

mastitis atau abses payudara, dll. Berdasarkan latar belakang di atas diduga

bahwa ketidak lancaran ASI dipengaruhi oleh pengetahuan perawatan

payudara yang kurang. Dari uraian di atas maka dari itu peneliti tertarik

untuk melakukan penelitian dengan judul persepsi ibu nifas primipara

tentang perawatan payudara.

4
1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Pernyataan Masalah

Perawatan payudara dan puting sangat penting dalam proses

laktasi karna berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak. Misalnya

jika terjadi puting lecet, seringkali lecetnya ringan saja. Awal yang baik

niscaya membuat proses selanjutnya berjalan dengan baik pula. Dari

awal yang baik tersebut tidak terlepas dari pengetahuan ibu sendiri

dalam merawat payudaranya. Demikian halnya dengan menyusui,

Perawatan payudara pada ibu menyusui sangat erat kaitannya dengan

kelancaran air susu ibu yang di butuhkan untuk tumbuh kembang bayi

(Saryono, 2009).

1.2.2 Pertanyaan Masalah

Apakah ada hubungan perawatan payudara dengan kelancaran

asi pada ibu menyusui Di Posyandu Jetis IV Anggrek XIV Kecamatan

Dau Kabupaten Malang ?

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan umum

Tujuan umum peneliti adalah untuk mengetahui Apakah ada

hubungan perawatan payudara dengan kelancaran asi pada ibu

menyusui Di Posyandu Jetis IV Anggrek XIV Kecamatan Dau

Kabupaten Malang.

5
1.3.2 Tujuan Khusus

a. Untuk mengetahui perawatan payudara pada ibu menyusui di

Posyandu Jetis IV Anggrek XIV Kecamatan Dau Kabupaten

Malang.

b. Untuk mengetahui kelancaran asi pada ibu menyusui di Posyandu

Jetis IV Anggrek XIV Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

c. Menganalisis hubungan perawatan payudara dengan kelancaran asi

pada ibu menyusui di Posyandu Jetis IV Anggrek XIV Kecamatan

Dau Kabupaten Malang.

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Bagi peneliti

Penelitian ini bisa dijadikan sebagai sarana untuk menambah

wawasan peneliti dan untuk mendapatkan pengalaman yang nyata di

bidang penelitian tentang Hubungan Perawatan Payudara Dengan

Kelancaran Asi Pada Ibu Menyusui dan sebagai salah satu syarat untuk

mendapatkan gelar strata satu (S-1) pada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan

(STIKES) HUSADA JOMBANG.

1.4.2 Bagi responden/siswa-siswi

Penelitian ini akan menjadi tambahan pengetahuan pada siswa-

siswi tentang pentingnya perawatan payudara dengan kelancaran asi pada

ibu menyusui agar terhidar dari penyakit.

1.4.3 Bagi instansi pendidikan

a. Bagi Institusi Pendidikan STIKES HUSADA JOMBANG

6
Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan bacaan untuk

meningkatkan pengetahuan bagi mahasiswa khususnya mahasiswa

STIKES Husada jombang dalam bidang kesehatan khususnya pada

perawatan payudara dengan kelancaran asi pada ibu menyusui.

b. Bagi Masarakat

Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan bagi

masarakat agar dapat mengetahwi bagaimana hubungan perawatan

payudara itu dapat berpengaruh dengan kelancaran asi pada ibu

menyusui.

1.4.4 Bagi penelti selanjutnya

Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan acuan oleh peneliti

selanjutnya sehingga terjadi peningkatan kualitas dan wahana penelitian

dan mampu di jadikan sebagai data dasar dalam pengembangan

penelitian.

7
Daptar Pustaka

Saryono, D. (2009). Perawatan payudara. Jogjakarta: Mitra Cendikia

Suririnah. (2008). Buku Pintar Kehamilan dan Persalinan. Jakarta: PT. Gramedia

Pustaka Utama.

http://www.dr-suparyanto.bogspot.com/2011/perawatan-payudara.html

Almaglansyah. (2008). Melakukan Perawatan Payudara.

http://one.indoskripsi.com.

8
Kata pengantar

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat

rahmatdan hidayah-Nya sehingga kami dapat melaksanakan tugas akhir dari

perkulihan kami nyaitu proposal, yang berjudul pengaruh pendidikan kesehatan

tentang makanan sehat terhadap pengetahuan anak SDN 03 Turirejo Kecamatan

Lawang-Malang

Shalawat serta salampenulis ucapkan kepada Nabi MuhammadSAW

karena dengan berkat perjuangan beliau kita dapat menyadari akan pentingnya

ilmu pengetahuan, pembuatan proposal ini dapat berjalan dengan baik apabila

Selama penyusunan proposal ini, kami mendapatkan dukungan dan bimbingan

dan motivasi dari:

1.Dra. Hj. Soelijah Hadi,S.Kep, MM., Selaku Ketua STIKES HUSADA

JOMBANG.

2. Ns. Zuhratul Umarah, S.Kep., Selaku Kaprodi S1 Keperawatan.

3. Siti Murdrikatin., SST. S.Pd, MM., Selaku LPPM Serjana Keperawatan.

4.Karisma Dwi Ana, S.Kep, Ns., Selaku Pembina

5. Prawito,S,Kep.,Ns, Pembimbing 1 yang telah bersedia meluangkan

waktunya untuk memberikan bimbingan dan pengarahan dalam

penyusunan proposal ini.

9
6. Dwi Fatmawati, S,Kep., Ns, Pembimbing II yang telah bersedia meluangkan

waktunya untuk memberikan bimbingan dan pengarahan dalam

penyusunan proposal ini.

7. Dosen-dosen STIKES HUSADA JOMBANG yang telah member bekal

ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat.

8. Kepada kedua orang tua yang telah member dukungan baik moral maupun

materil.

Agar proposal ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu, penulis

mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun demi penyempurnaan

proposal ini.

10