Anda di halaman 1dari 5

Pusat Penelitian Karet

Cagar Budaya (11)


By
Anton Ardyanto

608

Mesin Pengolah Karet Kuno

Kalau Anda pernah berwisata kuliner di bilangan Taman Kencana Bogor, pernahkah
Anda melihat foto-foto seperti di atas?

Belum? Atau tidak menyadari?

Mesin-mesin tua di atas, adalah berbagai peralatan yang dipergunakan untuk


membuat ban di masa lalu. Benda-benda kuno ini dipajang di halaman bangunan di
Jalan Salak no 1.
Jalan ini salah satu jalan dengan pemandangan yang menyejukkan mata di Bogor.

Baca juga : 7 Jalan Berpemandangan Indah

Mengapa terdapat mesin pengolah karet di halaman gedung itu? Karena bangunan
itu adalah Gedung Pusat Penelitian Karet Bogor.

Gedung Pusat Penelitian Karet Bogor


Bangunan ini merupakan salah satu bangunan bersejarah di Kota Bogor.

Usianya sejak berdiri hingga tulisan ini dibuat sudah tepat 100 tahun alias 1 abad.
Sebuah usia yang tentu saja membuatnya layak dijadikan sebuah cagar budaya.

Gedung Pusat Penelitian Karet Bogor


Begitu pula sejarah yang melekat pada bangunan ini. Sejarah panjang perjalanan
industri dan perkembangan karet di Indonesia tidak akan pernah bisa lepas dari
Pusat Penelitian Karet ini.

Bangunan yang sekarang menjadi Gedung Pusat Penelitian Karet dibangun tahun
1915. Nama yang diberikan pada waktu itu adalah Proefstation voor Rubber
(PVR) atau Balai Penelitian Karet.
Balai Penelitian Karet (BPK) merupakan satu dari trisula balai penelitian yang
didirikan oleh Belanda di era tersebut. Selain PVR, saat itu juga dibentuk Algemeen
Proefstation voor Thee atau Balai Umum Penelitian Teh tahun 1916 di Bogor juga
dan Besoekisch Proefstation atau Stasiun Penelitian Besoekisch di Jember.

Kesemuanya masih berkaitan dengan berbagai penelitian terkait dengan berbagai


spesies tanaman di Nusantara yang dilakukan oleh Lands Platentuin atau Kebun
Raya Bogor.

Dalam perjalanan 100 tahunnya, bangunan Pusat Penelitian Karet ini menyaksikan
perubahan nama berulang kali pada organisasi yang beroperasi di dalamnya.

1933 Centrale Proefstation Vereniging CPV (Asosiasi Stasiun Penelitian


Pusat) yang membawahi tiga stasiun penelitian saat itu di Jember, Malang
dan Bogor
1941 Nederlands Indische Instituut voor Rubber Onderzoek stichting
(Yayasan Institut Penelitian Karet Hindia Belanda)
1948 Indonesisch Instituut vor Rubbber Onderzoek stichting (Yayasan
Institut Penelitian Karet Indonesia)
1957 Balai Penyelidikan dan Pemakaian Karet
1968 Balai Penelitian Perkebunan Bogor
1989 Pusat Penelitian Perkebunan Bogor
1992 Balai Penelitian Teknologi Karet Bogor.
2011 Pusat Penelitian Karet
Selama masa tersebut bangunan ini sangat akrab dengan berbagai penelitian yang
berkaitan dengan pengembangan perkebunan di Indonesia.

Gaya Bangunan Pusat Penelitian Karet


Tidak perlu waktu lama untuk menemukan corak arsitekturnya sangat mirip dengan
berbagai bangunan lain di Kawasan Taman Kencana.
Jendela PusatPenelitian Karet Bogor
Atapnya yang memiliki kemiringan kurang lebih 35-45 derajat yang dimaksudkan
agar air hujan mudah mengalir ke bawah. Jendela-jendela tinggi berteralis yang
ditujukan agar ruangan tidak terlalu panas di musim hujan. Kesemua bercirikan
gaya arsitektur Indo-Eropa yang dikembangkan oleh Thomas Karsten, sang
perancang pemukiman di Kedoeng Halang (sekarang kawasan Taman Kencana).

Nuansa kental selera masa kolonial Belanda akan terasa bagi siapapun yang
melihatnya. Anda pasti akan segera merasakan kalau sempat memandangnya
selama kurang dari 1 menit.

-
Inilah satu lagi bangunan bersejarah di Kota Bogor yang ingin saya perlihatkan
kepada Anda.

Tidak mewah tetapi unik dan menyimpan perjalanan sejarah panjang yang berkaitan
dengan berkembangnya industri dan perkebunan karet di Indonesia.

Keberadaannya tentu tidak lepas juga dari industri ban pertama yang ada di
Indonesia, yaitu PT Good Year Indonesia. Simak tulisan Pabrik Ban Good Year
Bisakah Menjadi Cagar Budaya?

Mudah-mudahan di saat Anda berkunjung ke Kota Bogor, Anda bisa meluangkan


waktu sejenak untuk melihat sedikit kilasan sejarah di bangunan tua ini.

Tidak rugi kok. Tidak harus bayar, hanya perlu meluangkan waktu sejenak. Juga
tidak perlu berjalan jauh dari tempat wisata kuliner.

Sempatkan ya?

http://lovelybogor.com/pusat-penelitian-karet-cagar-budaya-11/