Anda di halaman 1dari 5

DUPLIK DALAM PERKARA PERDATA

No.532/Pdt.G/2017/PN.Sby

Antara

WALIKOTA SURABAYA ..........................................................Sebagai Tergugat

Melawan

DAIM .......................................................................................Sebagai Penggugat I

ROMLI HIDAYAT ....................................................................Sebagai Penggugat II

SITI MUAWANAH ...................................................................Sebagai Penggugat III


Kepada Yth,

Bapak Ketua dan Anggota Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya

Yang memeriksa dan mengadili Perkara Perdata No.532/Pdt.G/2017/PN.Sby

Di

Surabaya

Dengan hormat,

Setelah mempelajari dan menganalisa secara seksama materi Replik yang diajukan
oleh para Penggugat Konvensi/Tergugat Rekonvensi di depan persidangan pada hari
kamis tanggal 26 Oktober 2017, maka perkenankan kami atas nama Tergugat
Konvensi/Penggugat Rekonvensi dengan ini mengajukan Duplik atas Replik Penggugat
Konvensi/Tergugat Rekonvensi sebagaimana dikemukakan berikut ini :

DALAM KONVENSI.

1. Bahwa Tergugat Konvensi/Penggugat Rekonvensi tetap pada dalil-dalil


sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Penggugat Konvensi/Tergugat
Rekonvensi, kecuali hal-hal yang diakui secara tegas.

2. Bahwa apa yg dikemukakan oleh penggugat oleh kuasanya pada point butir 3
haruslah ditolak karena sudah jelas bahwa penanggungjawab atas procedural
pembangunan saluran air yaitu pada dinas PU Bina Marga yang mana dalam hal ini
telah diatur dan memiliki structural yang jelas dalam hal pembangunan.

3. Bahwa apa yang dikemukakakn oleh Penggugat pada butir 4 yang pada dasarnya
menilai bahwa pembangunan saluran air di kedung baruk tidak memiliki dokumen
resmi pengadaan tanah adalah dalil yang tidak benar. Karena pihak walikota hanya
member izin kepada dinas-dinas terkait apabila dokumen atau berkas-berkas untuk
segala pengajuan pembangunan sudah terlengkapi. Dan sudah jelas sekali bahwa
surat atau dokumen ijin pembangunan saluran air tersebut sudah ada yang mana
akan diperlihatkan sebagai bukti dalam perkara ini.

4. Bahwa dalam butir 5 yang mana dikatakan bahwa tidak didasarinya dengan
dokumen sah pengadaan tanah untuk umum adalah tidak benar adanya. Karena
melihat lagi pada point diatas butir 3 yang telah diperjelas lagi bahwa semua
diokumen terkait pembangunan saluran air di kedung baruk telah memiliki dokumen
resmi dan ijin dalam hal pengadaan tanah untuk umum. Jadi bisa dikatakan semua
tuntutan dari para Penggugat adalah tidak benar.

5. Bahwa kami selaku tergugat melalui kuasa hukum tetap pada dalil-dalil sebagai
mana yang telah dikemukakan bahwa yang bertanggung jawab dalam hal
pembangunan yaitu dinas PU Bina Marga sebagai pengadaan tanah untuk
kepentigan umum dengan didasarkan pada saksi-saksi dan bukti :

5.2. Saksi yang terdiri dari elemen pemerintahan kota Surabaya, kepala Dinas
Tata Ruang dan Tata Letak kota Surabaya,

5.3. Bukti yang didasarkan pada dokumen legal dari proyek pembangunan
saluran air di kedung baruk Surabaya.

DALAM REKONVENSI

1. Bahwa pertama-tama Penggugat Rekonvensi dengan ini menyatakan tetap pada


Jawabannya semula dalam Gugatan Rekonvensi serta menolak denga keras-
kerasnya segala dalil-dalil dan dalih yang dikemukakan oleh Tergugat
Rekonvensi/Penggugat Konvensi baik dalam Gugatannya maupun dalam Repliknya
a quo kecuali yang kebenarannya diakui secara tegas oleh Penggugat
Rekonvensi/Tergugat Konvensi.

2. Bahwa segala sesuatu yang telah dikemukakan dalam bagian Konvensi mohon
dianggap pula dalam bagian Rekonvensi ini.

3. Bahwa apa yang telah dikemukakan oleh Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi


yang menyatakan kalau pembangunan saluran air di kedung baruk adalah perbuatan
melawan hukum haruslah ditolak mengingat segala tindakan dalam proyek
pembangunan tersebut merupakan resmi yang bertujuan untuk kepentingan umum.
4. Bahwa dallil penggugat haruslah ditolak karena dalam melakukan proyek
pembangunan yang ada dikedung baruk memiliki dokumen sah yang bisa dibuktikan
keasliannya untuk ijin poembangunan demi kepentingan umum. Sehingga apa bila
ada suatu permasalahan klaim yang mengatakan tidak adanya dokumen dalam
proyek tersebut adalah tidak benar.

5. Bahwa sebagaimana yang telah dikemukakan bahwa tidak hadirnya PU Bina Marga
yang sebagai penanggung jawab pembangunan ini maka sengketa yang
dipersoalkan tidak akan bisa diselesaikan dengan tuntas dan memnyeluruh.

Maka berdasarkan uraian tersebut diatas, Tergugat Konvensi/Penggugat Rekonvensi


mohon agar Yang Mulia Majelis Hakim Yang Memeriksa dan Mengadili Perkara Perdata ini
berkenan memutuskan sebagai berikut

I. DALAM KONVENSI

1. Menolak Gugatan Penggugat Konvensi Seluruhnya.

2. Menghukum Penggugat Konvensi untuk membayar biaya perkara.

II. DALAM REKONVENSI

1. Menyatakan Putusan ini dapat dijalankan terlebih dahulu walaupun ada Bantahan
Banding, Kasasi dari para Tergugat Rekonvensi.

2. Menghukum para Tergugat Rekonvensi untuk membayar semua kerugian yang


timbul akibat perbuatan para Tergugat Rekonvensi yang ditaksir
Rp.2.057.320.000,- (dua milyar lima puluh tujuh juta tiga ratus dua puluh ribu
rupiah). dan diserahkan kepada Pengggugat Rekonvensi/Ismoyo Haryanto atau
yang diberi kuasa.

III. DALAM KONVENSI DAN REKONVENSI

- Menghukum Penggugat Konvensi/Tergugat Rekonvensi untuk membayar seluruh biaya


perkara
Dan apabila Yang Mulia Majelis Hakim Yang memeriksa dan mengadili perkara perdata ini
berpendapat lain mohon Putusan yang seadil-adilnya.

Surabaya, 06 November 2017

Hormat kami,

Kuasa Hukum Penggugat Rekonvensi/

Tergugat Konvensi

TAUFIQURACHMAN, SH