Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH

MASALAH SYARAT BATAS


Masalah Nilai Awal Pada Persamaan Diferensial Linier Orde 2

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah


Masalah Syarat Batas

Oleh:
1. Vembi Kunanda / NIM 1451500047
2. Ramadhan Bagus Perdana / NIM 1451500056
3. Chory Ageng Wicaksono / NIM 1451500080

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS VETERAN BANGUN NUSANTARA SUKOHARJO
2017

i
KATA PENGANTAR

Assalammualaikum Wr.Wb.

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
iman dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah Masalah Syarat
Batas. Tak lupa sholawat serta salam penulis panjatkan kepada Nabi Muhammad SAW yang
telah membimbing kita dari jalan yang gelap gulita menuju jalan yang terang benderang.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Djatmiko Hidajat, M.Pd.. yang telah
membimbing dalam penulisan tugas makalah Masalah Syarat Batas. Harapan penulis dengan
makalah ini akan membantu mahasiswa dalam mempelajari mata kuliah Masalah Syarat
Batas.

Penulis menyadari bahwa penyusunan tugas makalah Masalah Syarat Batas tidak lepas
dari kekurangan baik berupa isi, teknik penulisan ataupun hal-hal lain. Untuk itu penulis
mengharapkan kritik dan saran guna penyempurnaan tugas makalah di masa mendatang.

Wassalammualaikum Wr.Wb

Sukoharjo, 5 Oktober 2017

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN COVER.......................................................................................... i
KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii
ISI........................................................................................................................ 1
A. Masalah Nilai Awal Pada Persamaan Diferensial Linier Orde 2 ........... 1
B. Akar-akar Persamaan Karakteristik ........................................................ 1
C. Contoh Soal............................................................................................. 2
Daftar Pustaka

iii
A. Masalah Nilai Awal Pada Persamaan Diferensial Linier Orde 2
Teorema 2:
Misal bahwa fungsi p(x), q(x) dan r(x) kontinu pada interval buka I. Jika 0 I dan
diberikan 2 bilangan 0 , 1 maka masalah nilai awal:
2
+ p(x) + q(y) = r (x) ,
2

merupakan bentuk umum persamaan diferensial linier orde 2,



y(0 ) = 0 , (0 ) = 1 , merupakan nilai awal.

Mempunyai penyelesaian tunggal y(x) pada I.

B. Bentuk Penyelesaian Umum Akar-Akar Persamaan Karakteristik


()
BU :
+ () + () = ()
Misal:
=
2
+ () + () = ()
2

2
+ () + () = ()
2

2 + () + () = ()
( 2 + () + ()) = ()
0, () = 0 maka persamaan homogen
Sehingga diperoleh persamaan karakteristik 2 + () + () = 0
Maka terdapat 3 kemungkinan penyelesaian bentuk umum:
1. 1 2 maka bentuk penyelesaian umum menjadi = 1 1 + 2 2
2. 1 = 2 maka bentuk penyelesaian = (1 + 2 x)
4 2
3. 12 = , = , =
2 2
(+) ()
1 () = , 2 () =

1 () = .
= ()
= (1 + 2 )

1
C. Contoh Soal
1. Diketahui masalah nilai awal:
2
- 2 + y = 0, y(0)=4, (0) = 6
2

Tentukan penyelesaian masalah nilai awal tersebut !


Jawab:
Penyelesaiaan persamaan diferensial linear orde 2
Langkah 1:
a. Menulis persamaan diferensial linear bentuk umum
2
- p(x) + q(y) = r (x)
2
b. Menentukan penyelesaian umum
Misal:
y=
y=
y= 2 ; r : parameter
Substitusikan nilai y, y, y ke bentuk umum,
2 - 2 + = 0
Diperoleh persamaan karakteristik,
2 - 2 + 1 = 0
(r-1)(r-1) = 0
1=1 v 2 =1
Jadi 1 = , 2 = adalah penyelesaiaan, sehingga penyelesaiaan umum dari
akar kembar , 1 = 2 :
y=(1+2 x)y
y= 1 + 2
c. Menentukan nilai c
Substitusi y(0)=4 ke penyelesaian umum, diperoleh:
1 = 4 ... (i)

Substitusi (0) = 6, dengan menurunkan penyelesaian umum, diperoleh:

= 1 + 2 +2


(0) = 6 : 1 + 2 + 0 = 6 ;

4 + 2 = 6
2 = 2... (ii)

Sehingga y= 4 + 2 merupakan penyelesaian masalah nilai awal diatas.

2
2. Selesaikan masalah nilai awal berikut !
y+5y+6y=0 ; y(0)=2; y(0)=3
Penyelesaian:
Misal:
=
=
= 2
Substitusikan ke Persamaan: + 5 + 6 = 0
Diperoleh: 2 + 5 + 6 = 0
2 + 5 + 6 = 0
( + 2)( + 3) = 0
= 2 atau = 3
Jadi 1 = 2 dan 2 = 3 adalah penyelesaian fundamental
sehingga penyelesaian umum: = 1 1 + 2 2 = 1 2 + 2 3
substitusikan = 0 dan = 2 didapat
1 + 2 = 2
Dengan menurunkan penyelesaian umum dan mensubstitusikan = 0 dan
= 3 diperoleh
21 32 = 3
Dengan menyelesaikan persamaan (24) dan (25), diperoleh 1 = 9 dan 2 =
7. Jadi penyelesaian khususnya adalah: = 9 2 7 3

3
DAFTAR PUSTAKA

Siswanto. 1994. Masalah Nilai Awal Dan Syarat Batas. Surakarta:


DEPDIKBUD RI