Anda di halaman 1dari 6

ANALISA JURNAL

A. Identifikasi Jurnal

1. Judul : A Community-Based Nutrition and Physical Activity Intervention


for Children Who Are Overweight or Obese and Their Caregivers

(Gizi Berbasis Komunitas dan Intervensi Aktivitas Fisik untuk anak-anak


yang kelebihan berat badan atau obesitas dan pengasuhnya)

2. Pengarang: Furong Xu,1 Stephanie Marchand,2 Celeste Corcoran,3 Heather


DiBiasio,4 Rachel Clough,5
Christopher S. Dyer,1 Jennifer Nobles,6 Jade White,6 Mary L. Greaney,1 and
Geo2rey W. Greene6

3. Nama dan edisi jurnal: Hindawi Journal of Obesity Volume 2017, Article ID
2746595, 9 pages https://doi.org/10.1155/2017/2746595

B. Masalah, Topik Penelitian Dalam Jurnal


1. Topik: How effect a Community-Based Nutrition and Physical Activity Intervention
for Children Who Are Overweight or Obese and Their Caregivers ( Bagaimana pengaruh
Gizi Berbasis Komunitas dan Intervensi Aktivitas Fisik untuk anak-anak yang kelebihan
berat badan atau obesitas dan pengasuhnya).
2. Latar belakang masalah : Obesity is a major health concern among children in the United
States. Recent data indicate that 17.9% of children aged 611 years have obesity (body
mass index(BMI) greater than orequalt othe 95th percentile for children ofthesame age)
[2]. Childhood obesity is associated with a number of adverse health risks, including
increased risk of coronary heartdisease, dyslipidemia, insulinresistance, hypertension, and
weight-related psychological stress. Obesity in childhood often persists into adulthood.
Inaddition,it poses significant economic burdens: medical costs are 30% higher for children
who have obesity than children who stay at a healthy weight.
Obesitas merupakan masalah kesehatan utama di antara anak-anak di Amerika Serikat .
Data terbaru menunjukkan bahwa 17,9% anak usia 6-11 tahun memiliki (indeks massa
tubuh (BMI) lebih besar dari atau sama dengan persentil 95 untuk anak-anak pada usia
yang sama) obesitas. Anak obesitas dikaitkan dengan sejumlah risiko kesehatan yang
merugikan, termasuk peningkatan risiko penyakit jantung koroner, dislipidemia, resistensi
insulin, hipertensi, dan stres psikologis yang berhubungan dengan berat badan . Obesitas
di masa kanak-kanak sering berlanjut menjadi dewasa. Selain itu, menimbulkan beban
ekonomi signiAcant: biaya medis 30% lebih tinggi untuk anak-anak yang memiliki obesitas
dibandingkan anak-anak yang tinggal di berat badan yang sehat.
3. Tujuan : the ain of journal is to know indicate that acommunity-basedstage 3 intervention
program for children and caretakers that focused on nutrition and physical activity can
reduce relative weight in overweight and obese children (Untuk mengetahui Hasil tahap 3
program intervensi berbasis masyarakat untuk anak-anak dan pengasuh yang berfokus
pada nutrisi dan aktivitas fisik dapat mengurangi berat badan relatif pada anak-anak
kelebihan berat badan dan obesitas).

C. Analisis Metodelogi Penelitian Dalam Jurnal


1. Metode penelitian: the journal make SCFFF was developed using social cognitive theory ,
and intervention activities were designed to facilitate and encourage childrens healthy
behaviors through positive interaction with their caregivers ( jurnal ini menggunakan
SCFFF, SCFFF adalah veloped de- menggunakan teori kognitif sosial , dan kegiatan
intervensi yang dirancang untuk memfasilitasi dan mendorong perilaku sehat Dren chil-
melalui interaksi positif dengan pengasuh mereka.
2. Sampling dan sample:
a. Sample selection One hundred eighteen participants (50 boys, 68 girls), with a mean
ageof 8.41.3 years and an average BMI z-score at baseline of 2.040.46, enrolled in
SCFFF, and 97 (82%) were classified ascompleters. BMIz-scores didnot change in the
twoyears prior to SCFFF participation ( 0.021, 95% CI:0.017, 0.058; p 0.277).
Completers attended an average of 82% of sessions (SD 17.6) ,and noncompleters
attended an average of 30% of sessions (SD 16.8). There were no differences in
demographic or anthropometric characteristics between completers and
noncompleters (Table 2). (Seratus delapan belas peserta (50 laki-laki, Seratus delapan
belas peserta (50 laki-laki, 68 perempuan), dengan usia rata-rata 8.4 1,3 tahun dan
BMI rata-rata z skor pada 2.04 0,46, terdaftar di SCFFF, dan 97 (82%) yang
diklasifikasikan sebagai completer. BMI z Skor tidak berubah dalam dua tahun sebelum
berpartisipasi SCFFF ( 0.021, 95% CI: - 0,017, 0,058; p 0,277). Completers dihadiri
rata-rata 82% dari sesi (SD 17,6), dan noncompleters dihadiri rata-rata 30% dari sesi
(SD 16,8). (Ere tidak ada di / noncompleters dihadiri rata-rata 30% dari sesi (SD 16,8).
(Ere tidak ada di / perbedaan-perbedaan dalam karakteristik demografi atau
antropometri antara completers dan noncompleters(Tabel2).

b. Sample: patients between 6 and 14 years with OM grade 1 or 2, total of 64 patients


(41 females and 23 males) With criteria were :
1) other hematologic malignancies than ALL,
2) no mucosal lesions or OM grade >2,
3) hypersensitivity or allergy to any of the components included in the study.
(pasien antara 6 dan 14 tahun dengan tingkat OM 1 atau 2. Total 64 pasien (41 wanita
dan 23 laki-laki) dengan kriterian adalah keganasan hematologi lainnya pada ALL, tidak
ada lesi mucosa atau OM tingkat >2, Hipersensitivitas atau alergi terhadap komponen
manapun yang masuk dalam penelitian).

c. Instrument: Instrument used The OHIP-14 instrument of 14 question related to oral


health, whose response options are five:
1) 0= never,
2) 1= hardly ever ,
3) 2= occasionally,
4) 3= fairly often,
5) 4= very often.
The final score is the sum of the individual score, with higher values indicating
worsc OH-oL; the maximum possible score is 56.
The OHIP-14 intrument containing 7 dimensions with 14 question
1) Functional limitations ( difficulty speaking and difficulty tasting food)
2) The taste physical pain (severe pain and discomfort at mealtime)
3) The psychological discomfort ( feelings of anxiety due to oral problems
and tense feeling due to oral problems)
4) The physical disability (dissatisfaction when aeting certain foods and being
disturbed at meals)
5) The psycological disability (difficulty resting and shame due to oral
problems)
6) The social limitations (disturbed by others and difficulty doing work)
7) The barriers (feeling very dissatisfied life and inability to move due to oral
problems).
(Instrument yang digunakan instrument OHIP-14 dari 14 pertanyaan yang berkaitan
dengan kesehatann mulut, dengan lima pilihan respon: 0= tidak pernah, 1= hampir
tidak pernah, 2= secara normal, 3= cukup sering, 4= sangat sering. Skor akhir adalah
jumlah skor individu, dengan nilai lebih tinggi menunjukan nilai rata-rata skor maksimal
56.
The OHIP-14 yang berisi 7 dimensi dengan 14 aspek pertanyaan
1) Keterbatasan fungsional ( kesulitan berbicara dan kesulitan mengecap)
2) Rasa sakit pada fisik(rasa sakit hebat dan tidak nyaman saat makan)
3) Ketidaknyamanan psikologis(perasaan cemas karena masalah oral dan
perasaan tegang karena masalah oral)
4) Ketidakmamuan fisik( ketidakpuasan saat makan makanan tertentu dan
terganggu saat makan)
5) Ketidakmampuan psikologis(kesulitan beristirahat dan ras malu karena
masalah oral)
6) Keterbatasan sosial( terganggu oleh orang lain dan kesulitan melakukan
pekerjaan)
7) Hambatan (merasa kehidupan sangat tidak puas dan ketidakmampuan
beraktivitas karena masalah oral)

D. Analisis Hasil Penelitian


A total of 64 patients were enrolled. A significant difference (P<0.001) between the
mean of the OHI-s in group A (0.91.2) and in group B (1.51.3) was found; the overall OHIP-
14 score were not associate with the use of one or the other toothpaste did not influence
patients oL (Quality of Life).
Although not affecting the oL of children under going chemotherapy, the used of
Bioxtra toothpaste may be recommeded in these patients as clinically effective in improving
the oral hygine grade.
The clinical evaluation of the oral hygine grade revealed that children using a
toothpaste with salivary enzym, esential oils, proteins and colostrum extract had a significantly
lower OHI-s.
( dari 64 pasien yang telah di lakukan ditemukan perbedaan yang signifikan (P<0.001)
ditemukan skor rata-rata antara OHI-s pada kelompok A (0.91.2) dan pada kelompok
B(1.51.3) skor keseluruhan OHIP-14 ini tidak dikaitkan dengan penggunaan pasta gigi satu
sama lainnya tidak mempengarui oL pasien.
Meskipun tidak mempengaruhi oL anak-anak yang menjalani kemoterapi,
penggunaan pasta gigi Bioxtra dapat direkomendasikan pada pasien untuk meningkatkan kadar
oral hygine.
Evaluasi klinis pada oral hygine mengungkapkan bahwa anak-anak yang menggunakan
pasta gigi dengan enzim saliva, minyak esensial, protein, dan extrak kolostrum memiliki nilai
OHI-s yang lebih rendah).

E. Aplikasi Hasil Penelitian


Practical implication:
The use of Bioxtra toothepaste may be recommended in onco-hematologic paediatric
patients sufferin from oral mucositis.
( penggunaan pasta gigi Bioxtra mungkin rekomendasikan di onco-hematologi pada pasien
anak dengan oral mocositis).
Indonesian implication:
Penyembuhan oral mocositis di indonesia biasanya menggunakan madu. Hal ini dapat
di perkuat pada jurnal penelitian Idea Nursing Journal vol. VII No. 3 2016 yang dimana hasilnya
madu di gunakan dalam pengobatan moderen karena memiliki efek terapiotik yaitu memiliki
pH rendah (asam), mengandung zat anti oksidan, anti infamasi, zat stimulant pertumbuhan,
asam amino, vitamin, enzim dan mineral. Selain itu madu memiliki osmolaritas yang tinggi
sehingga akan menyebabkan bakteri mati.