Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM

KARAKTERISTIK TEKNIK BAHAN HASIL PERTANIAN


SIFAT FISIK BIJI- BIJIAN, SIFAT FISIK GABAH DAN BERAS

DI SUSUN OLEH :
1. LUTFIATIS MAHARANI J1B116008
2. WASGINA J1B116010
3. ARIFSON SIMANULANG J1B116012
4. AL AZHAR FAUZAN J1B116015
5. ADE FITRA WIJAYA J1B116022
6. NURKHOLIS J1B116071

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN


UNIVERSITAS JAMBI
19 OKTOBER 2017
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang


Biji-bijian merupakan salah satu sumber pangan dan juga bahan pakan yang
tahan lama bila disimpan dengan cara yang benar. Kebutuhan akan biji- bijian
semakin meningkat disebabkan kandungan nutrien yang tinggi seperti pati, protein,
serta lemak nabati. Biji-bijian yang memiliki kandungan pati tinggi biasanya
dikonsumsi sebagai bahan pangan pokok, misalnya beras.
Beras merupakan bahan makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia.
Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk kebutuhan beras pun meningkat.
Tingkat konsumsi beras masyarakat Indonesia pada tahun 2002 mencapai 120
kg/tahun/Kapita. Sementara itu, Indonesia kaya akan sumber karbohidrat lain
seperti singkong, jagung, sorgum, sagu, talas dan umbi-umbian lainnya. Bahan-
bahan tersebut dapat dikembangkan menjadi produk olahan pangan melalui aneka
bentuk olahan, salah satunya kacang hijau yang dapat diolah menjadi tepung kacang
hijau. Kacang hijau memiliki kandungan protein yang cukup tinggi yaitu sebesar
22% dan merupakan sumber mineral yang penting, antara lain kalsium dan fosfor.
Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman
pangan legume, setelah kedelai dan kacang tanah.
Bahan-bahan hasil pertanian mempunyai bentuk dan ukuran yang tidak
seragam, maka dari itu diperlukan ilmu untuk mengukur dan menganalisa bentuk
dan ukuran biji- bijian seperti kacang merah, kacang kedelai, kacang tanah, kacang
hijau, gabah dan beras untuk keseragaman bentuk atau ukurannya.
Karakteristik dari suatu bahan hasil pertanian sangat penting untuk klasifikasi
standar bentuk dan ukuran. Ada beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk
menentukan bentuk dan ukuran bahan hasil pertanian, yaitu kebulatan, dimensi
sumbu bahan, angle of repose, angle of friction serta kemiripan bahan hasil
pertanian terhadap benda geometri tertentu. Karakteristik hasil pertanian akan
mempengaruhi bentuk dan ukuran berat atau volume. Konsumen tentu memiliki
penerimaan mempertimbangkan karakteristik fisik. Bentuk dan ukuran berat dan
warna yang seragam menjadi pilihan konsumen. Untuk mencegah kerusakan
seminimal mungkin, diperlukan pengetahuan tentang karakteristik atau sifat teknik
bahan hasil pertanian yang berkaitan dengan karakteristik fisik dan mekanik.

1.2. Tujuan praktikum


Tujuan praktikum karakterisik antara lain :
1. Mahasiswa mengetahui bulk dencity, angle of repose dan angle of friction
pada biji-bijian secara tepat dan benar.
2. Mahasiswa dapat menentukan bulk dencity, angle of respose gabah dan beras,
angle of friction gabah dan beras.

1.3. Manfaat praktikum


1. Mahasiswa dapat mengetahui bulk density biji-bijian, gabah dan beras yang
di ukur untuk dijadikan sample.
2. Mahasiswa dapat mengetahui data dan sifat-sifat fisik hasil pertanian yaitu
biji-bijian, gabah dan beras untuk digunakan sebagai acuan dalam
perancangan alat hasil pertanian
3. Mahasiswa mampu mengukur panjang, lebar, tebal dan berat biji-bijian
dengan jangka sorong.
4. Mahasiswa dapat menggambar struktur fisik bahan yang diamati.Mahasiswa
dapat mengetahui sifat alamiah dari biji- bijian yang di gunakan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Sifat fisik bahan pertanian merupakan faktor yang sangat penting dalam
masalah-masalah dalam merancang suatu alat khusus untuk suatu produk pertanian
atau analisa perilaku produk dan cara penanganannya. Karakteristik sifat fisik
pertanian adalah bentuk, ukuran, luas permukaan, warna, penampakan, berat,
prositas, densitas dan kadar air.
Angle of repose merupakan sifat teknik dari suatu bahanberbentuk granular
yang dituang dalam suatu permukaan horizontal yang akan membentuk
suatugundukan berbentuk kerucut. Sudut antara permukaan gundukan terhadap
permukaan horizontal inilah yang disebut dengan angle of respose.
Angle of friction adalah sudut yang dibentuk oleh permukaan kayu dengan
bidang horizontal, pada saat gabah diatas permukaan tersebut karena gaya berat. Gaya
berat adalah massa partikel yang menempati satu unit volumenya dan merupakan hasil
pembagian dengan berat granular dengan volume wadah. Porositas merupakan bagian
yang tidak ditempati oleh partikel atau bahan padatan.
Densitas kamba (bulk density) adalah perbandingan bobot bahan dengan
volume yang ditempatinya, termasuk ruang kosong di antara butiran bahan.
Densitas kamba menunjukkan ukuran partikel, partikel dengan ukuran lebih kecil
akan membentuk massa dengan kerapatan lebih besar akibat pengurangan rongga-
rongga antar partikel. Tepung yang memiliki densitas kamba yang besar akan lebih
efektif dan efisien dalam menempati suatu ruang. Hal ini dapat berperan penting
dalam perencanaan gudang penyimpanan, volume alat pengolahan ataupun sarana
transportasinya.
Menurut Salunkhe et al (1985), vitamin B yang terdapat pada kacang merah
terdiri dari thiamin 0,88 mg/100g, riboflavin 0,14 mg/100g dan niasin 2,2 mg/100g.
Kacang merah juga mempunyai susunan asam amino essensial yang lengkap. Asam
amino pembatas pada protein kacang merah adalah metionin dan sistein dengan
kandungan relatif rendah yaitu 10,56 dan 8,46 mg/100g, namun protein kacang-
kacangan biasanya mengandung lisin yang banyak. Menurut Sukami (1979),
kacang-kacangan selain sebagai sumber protein juga sebagai sumber mineral.

2.1 Kacang Merah


Kacang merah atau kacang jogo tergolong pangan nabati. Kacang merah
atau kacang jogo ini mempunyai nama ilmiah yang sama dengan kacang buncis,
yaitu Phaseolus vulgaris L. Biji kacang merah berbentuk bulat agak panjang,
berwarna merah atau merah berbintik-bintik putih. Kacang merah banyak ditanam
di Indonesia. Varietas kacang merah yang beredar di pasaran jumlahnya sangat
banyak dan beraneka ragam.

2.2 Kacang Kedelai


Kedelai (Glycine max) merupakan tanaman pangan dan tanaman sayuran.
Tanaman kedelai diketahui telah dibudidayakan pada 3000 SM di bagian utara
Cina. Jenis liar dari tipe yang dibudidayakan ini tidak diketahui, tetapi di yakini
berasal dari suatu jenis kedelai merambat dari Asia Utara. Kedelai dibawa ke
Amerika Utara pada masa kolonial, pada saat itu tidak merupakan tanaman utama,
hingga perang dunia II berakhir. Kedelai digunakan sumber makanan terpenting di
beberapa negara Cina, Korea, Jepang dan Manchuria (Splittstoesser, 1984).
Tanaman kedelai di Indonesia sejak tahun 1970. Rhumphius melaporkan bahwa
kedelai mulai dikenal di Indonesia sebagai bahan makanan dan pupuk hijau sejak
tahun 1750.
Kedelai yang dikenal sekarang termasuk dalam famili Leguminosa, sub
famili Papilionidae, genus Glycine dan spesies max, sehingga nama Latinnya
dikenal sebagai Glycine max. Tanaman ini tumbuh baik pada pH 4,5. Daerah
pertumbuhannya tidak lebih 500 m di atas permukaan laut dengan iklim panas dan
curah hujan rata-rata 200 mm/bulan. Umur tanaman kedelai berbeda-beda
tergantung varietasnya, tetapi umumnya berkisar antara 75 an 100 hari.
Berdasar warna kulitnya, kedelai dibedakan atas kedelai putih, kedelai
hitam, kedelai coklat dan kedelai hijau. Kedelai yang ditanam di Indonesia adalah
kedelai kuning atau putih, hitam dan hijau. Perbedaan warna akan berpengaruh
dalam penggunaan kedelai sebagai bahan pangan, misalnya untuk kecap digunakan
kedelai hitam, putih atau kuning sedangkan susu kedelai dibuat dari kedelai kuning
atau putih.
Varietas kedelai banyak ragamnya, antara lain varietas Lokon, Willis,
Galunggung, Guntur, Muria, Orba, grobogan dan lain lain. Jenis yang paling
banyak beredar di pasaran adalah jenis Lokon dan Willis. Lokon biasanya
berukuran agak besar sedangkan Willis lebih kecil .

2.3 Kacang Hijau


Kacang-kacangan (leguminosa), sudah dikenal dan dimanfaatkan secara
luas di seluruh dunia sebagai bahan pangan yang potensial. Kacang-kacangan
merupakan sumber protein yang baik, dengan kandungan protein berkisar antara 20
- 35 %. Selain itu, kacangkacangan juga merupakan sumber lemak, vitamin, mineral
dan serat pangan (dietary protein). Kadar serat kacang-kacangan mempunyai
peranan yang sangat penting, yaitu mencegah berbagai penyakit rendah serat.
Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan tanaman kacang-kacangan
ketiga yang banyak dibudidayakan setelah kedelai dan kacang tanah. Bila dilihat
dari kesesuaian iklim dan kondisi lahan yang dimiliki, Indonesia termasuk salah
satu negara yang memiliki kesempatan untuk melakukan ekspor kacang hijau.

2.4 Kacang Tanah


Tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea, L) diperkirakan masuk ke
Indonesia antara tahun 1521-1529. Penanaman kacang tanah di Indonesia baru
dimulai pada awal abad ke-18. Kacang tanah yang ditanam adalah varietas tipe
menjalar.
Kacang tanah berbuah polong. Polongnya terbentuk setelah terjadi
pembuahan. Bakal buah tersebut tumbuh memanjang. Inilah yang disebut 5
ginofora yang menjadi tangkai polong. Cara pembentukan polong adalah mulamula
ujung ginofora yang runcing mengarah keatas. Setelah tumbuh ginofora tersebut
melengkung ke bawah dan masuk ke dalam tanah. Setelah menembus tanah,
ginofora mulai membentuk polong. Pertumbuhan memanjang ginofora memanjang
terhenti setelah terbentuk polong. Polong-polong kacang tanah berisi antar 1 sampai
dengan 5 biji. Biji kacang tanah berkeping dua dengan kulit ari berwarna putih,
merah atau ungu tergantung varitasnya. Ginofora tidak dapat membentuk polong
jika tanahnya terlalu keras dan kering atau batanya terlalu tinggi.
Kacang tanah masih dapat berproduksi dengan baik pada tanah yang ber-pH
rendah atau tinggi. pH tanah tinggi (7,5-8,5) kacang tanah sering mengalami
klorosis, yakni daun-daun menguning. Apabila tidak diatasi, polong menjadi hitam
dan hasil menurun hingga 40% (Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan
Umbi, 2012).

2.5 Beras
Beras merupakan bahan pangan yang diperoleh dari hasil pengolahan gabah.
Gabah terbentuk dari biji padi yang telah dipisahkan dari tanaman padi (Oryza
sativa L.). Tanaman padi berasal dari Asia bagian timur dan India bagian utara.
Tanaman padi tumbuh di daerah dengan letak geografis 30LU sampai 30LS dan
tumbuh pada ketinggian 2500 m diatas permukaan laut. Di Indonesia padi
mengalami adaptasi pada kisaran ketinggian 0-1500 m dpl. Suhu sesuai untuk
pertumbuhan padi adalah 30-37C, suhu minimum 10-12C dan maksimum 40-
42C (Sadjat, 1976).
Beras merupakan bentuk olahan yang dijual pada tingkat konsumen. Dalam
pengertian sehari-hari yang dimaksud beras adalah gabah yang bagian kulitnya
sudah dibuang dengan cara digiling dan disosoh menggunakan alat pengupas dan
penggiling (huller) serta penyosoh (polisher). Gabah yang hanya terkupas bagian
kulit luarnya (sekam), disebut beras pecah kulit (brown rice) sedangkan beras yang
mengalami penyosohan sehingga kulit arinya terkelupas disebut beras giling.

2.6 Gabah
Gabah adalah bahan pangan pokok yang berasal dari padi dan digiling
setelah kulitnya keluar menjadi beras. Beras merupakan bahan pangan pokok bagi
penduduk Indonesia. Meskipun beras dapat digantikan oleh makanan lainnya,
namun beras memiiiki nilai tersendiri bagi orang yang biasa makan nasi dan tidak
dapat dengan mudah digantikan oleh bahan makanan yang lain. Ditinjau dari segi
ilmiah gabah berasal dari padi termasuk famili Graminae, sub famili Oryzidae, dan
genus Oryzae. Beras telah menjadi komoditas strategis dalam arti ekonomis, social
dan politis. Usahatani padi telah menyediakan kesempatan kerja dan sumber
pendapatan bagi sekitar 21 juta rumah-tangga petani di Indonesia. Beras telah
dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat dan merupakan sumber energi utama
dalam pola konsumsi pangan masyarakat.
Petani harus sejahtera dari hasil pertaniannya. Artinya, hasil pertanian harus
ditingkatkan dan harga jual (pascapanen) harus dapat meningkatkan daya beli
petani. Untuk meningkatkan hasil panen pertanian secara signifikan, pupuk menjadi
komponen yang sangat diperlukan. Tanpa menggunakan pupuk, produksi pertanian
pasti menurun dan pendapatan petani menurun serta bisa menyebabkan suatu
bangsa kekurangan pangan. Sementara industri pupuk memerlukan gas alam
sebagai komponen penting. Sehingga harga gas sangat mempengaruhi biaya
produksi pupuk, yang kemudian mempengaruhi harga jual pupuk. Di lain pihak
tingginya harga pupuk akan sangat memberatkan petani (konsumen pupuk) karena
menurunkan pendapatan petani jika tidak diimbangi dengan kenaikan harga gabah
atau beras. Sementara tingginya harga beras juga akan berdampak kepada
konsumen terutama golongan bawah.
BAB III
METODE PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan tempat


Praktikum dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 19 Oktober 2017 pukul
15.00 WIB-selesai.di laboratorium pengolahan kedua ruang B107.

3.2. Bahan dan alat


Bahan yang digunakan untuk praktikum sifat fisik biji- bijian yaitu 1 kg
kacang merah, 1 kg kacang hijau, 1 kg kacang tanah, 1kg kacang kedelai, 1,5 kg
gabah dan 1,5 kg beras.
Alat yang digunakan untuk praktikum sifat fisik biji- bijian diantaranya
timbangan digital/ manual, jangka sorong, papan triplek (40 40)cm, botol air
mineral ukuran 1 liter, busur, penggaris, dan kertas (40 40)cm.

3.3. Prosedur kerja


Prosedur kerja yang dilakukan pada praktikum sifat fisik biji-bijian, gabah,
dan beras antara lain :
Praktikum karakteristik teknik bahan hasil pertanian dalam penentuan sifat
fisik biji-bijian, gabah dan beras.Terlebih dahulu kita menyediakan dan
menyiapkan semua bahan dan alat yang akan digunakan pada praktikum nanti.
Seperti kacang merah, kacang kedelai, kacang hijau, kacang tanah, gabah dan beras.
Sebelum melakukan pengukuran sudut kemiringan bahan dilakukan
penimbangan bahan terlebih dahulu dengan menggunakan timbangan digital
sebanyak 500 g setiap bahan. Setelah itu ukur diameter dan tinggi botol/tabung yang
telah dipotong bagian atas dan bawahnya. Ambil sampel yang akan diukur
sebanyak tiga kali percobaan. Masukkan sampel kacang merah ke dalam botol air
mineral/ tabung yang sudah disiapkan. Kemudian ukur tinggi kacang merah yang
ada dalam botol/tabung menggunakan penggaris. Selanjutnya angkat botol/ tabung
keatas perlahan- lahan sampai kacang merah membentuk tumpukan secara alami di
atas papan triplek yang dialaskan kertas karton, setelah itu ukur angle of repose
pada tumpukan tersebut. Lakukan percobaan ini sebanyak tiga kali.
Selanjutnya menentukan angle of friction letakkan sample sebanyak sepuluh
biji di bagian tengah papan triplek dan angkat papan triplek secara perlahan- lahan
ke atas sampai kacang merah meluncur kebawah lebih kurang 5 biji kacang untuk
bahan terlebih dahulu siapkan papan triplek dan 10 biji kacang merah. Saat triplek
sedang terangkat, ukur angle of friction menggunakan busur yang telah disiapkan.
Setelah semua bahan diukur sebanyak tiga kali percobaan, ambil 10 biji
sampel kacang merah untuk diukur panjang, lebar dan tebal masing-masing kacang
merah menggunakan jangka sorong. Setiap sampel diukur satu per satu untuk
mendapatkan hasil dari sampel tersebut.

1.Geometric Mean Diameter (GMD)


Pengukuran GMD dilakukan pada biji-bijian seperti kacang merah, kacang
hijau, kacang kedelai, kacang tanah, gabah dan beras. Nilai GMD didapatkan
setelah melakukan pengukuran dmayor, dmoderate, dan dminor pada masing-masing
bahan.
GMD = (dmayor dmoderate dminor )1/3
2.Sphericity
Sphericity dilakukan pada biji-bijian untuk mengetahui nilai kebulatan dari
suatu bahan. Nilai kebulatan antara 0-1,maka bahan tersebut mendekati bentuk bola
(bulat). Nilai sphericity didapatkan setelah diketehui nilai GMD nya dan dibagi
dengan nilai dmayor dari bahan tersebut.
Sphericity = GMD/dmayor
3.Angle of repose
Sudut tenang adalah sudut menurun tercuram dari sebuah tumpukan bahan
relatif terhadap bidang horisontal bahan. Sudut tenang berada di antara 0 dan 90
derajat. Ketika bahan curah butiran dituangkan di bidang horisontal, akan terbentuk
tumpukan berbentuk kerucut. Sudut kemiringannya berhubungan dengan massa
jenis, luas permukaan, bentuk partikel, dan koefisien gesek bahan. Selain itu,
percepatan gravitasi juga terkait. Bahan dengan sudut tenang yang lebih rendah
akan memiliki tumpukan yang lebih landai dibandingkan dengan bahan yang
memiliki sudut tenang yang lebih tinggi.
Nilai angle of repose dapat dari tinggi tumpukan bahan pada bidang datar
yang diletakkan diatas karton/triplek. Lalu diukur sudut kemiringan dari tumpukkan
bahan tersebut.
Angle of repose = Arc tan t/d
4.Angle of friction
Angle of friction adalah gesekan atau kemiringan yang terbentuk pada saat
benda mulai bergerak. Angle of friction yang dilakukan pada biji-bijian dapat dari
nilai kemiringan sudut triplek, yang diletakkan biji-bijian sebanyak sepuluh buah
diatas triplek tersebut. Lalu triplek tersebut perlahan-lahan dimiringkan setelah itu
diukur sudut kemiringannya.
5.Bulk density
Bulk density adalah berat suatu massa bahan per satuan volume. Sehingga,
bulk density pada biji-bijian dapat ditentukan dengan diketahui nilai massa bahan
(500 gram) dan volume tabung yang digunakan pada bahan tersebut.

Bulk density = berat / volume


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Geometric Mean Diameter (GMD)


GMD adalah rata-rata yang diperoleh dengan mengalikan semua data dalam
satu kelompok sampel, kemudian diakar pangkatkan dengan jumlah sampel data
tersebut.
Tabel 1. Hasil pengukuran GMD
No Bahan GMD (cm)
1 Kacang Merah 0,39
2 Kacang Hijau 0,47
3 Kacang Tanah 0,69
4 Kacang Kedelai 0,62
5 Beras 0,26
6 Gabah 0,36

Berdasarkan hasil pengukuran pada biji-bijian, bahwa semua bahan


mempunyai nilai GMD yang tidak berbeda jauh. Dari data tersebut dapat diketahui
bahwa kacang tanah mempunyai nilai GMD yang paling tinggi dari jenis biji-bijian
lainnya, sedangkan jenis biji yang mempunyai nilai GMD paling rendah adalah
beras.

B. Sphericity

No Bahan Sphericity (cm2)


1 Kacang Merah 0,26
2 Kacang Hijau 0,80
3 Kacang Tanah 0,73
4 Kacang Kedelai 0,79
5 Beras 0,44
6 Gabah 0,42

Nilai sphericity atau ketetapan tingkat nilai kebulatan suatu benda yaitu antara
0-1. Biji yang mempunyai bentuk yang hampir bulat yaitu kacang hijau, sedangkan
kacang merah bentuknya tidak bulat.
Bahan dari semua percobaan yang mempunyai nilai sphericity dari antara nol
sampai satu. apabila bahan mempunyai nilai mendekati satu maka bahannya
semakin bulat atau bundar. Berdasarkan data yang diperoleh, data yang nilainya
mendekati satu adalah kacang hijau sedangkan bahan yang nilainya mendekati nol
adalah merah.
C. Bulk Density

No Bahan Bulk Density (g/cm3)


1 Kacang Merah 0,27
2 Kacang Hijau 0,88
3 Kacang Tanah 0,68
4 Kacang Kedelai 0,71
5 Beras 0,83
6 Gabah 0,65
Bulk Density adalah berat suatu massa bahan per satuan volume. Pada
praktikum ini telah ditentukan bahwa massa yang digunakan dengan nilai (500 g).
Kerapatan yang paling rendah terdapat pada kacang merah sedangkan kerapatan
yang paling tinggi terdapat pada kacang hijau.
D. Angle of repose

No Bahan Angle of repose


1 Kacang Merah 7,03
2 Kacang Hijau 26,99
3 Kacang Tanah 28,67
4 Kacang Kedelai 0,08
5 Beras 12,20
6 Gabah 12,19
Angle of repose adalah sudut yang ditimbulkan dari tumpukan suatu bahan.
Pada praktikum ini sudut kemiringan yang paling besar diukur dari sudut nol
kuadran pertama terdapat pada kacang tanah sedangkan sudut kemiringan yang
paling kecil adalah kacang kedelai.

A. Angle of friction

No Bahan Angle of friction


1 Kacang Merah 18,30
2 Kacang Hijau 23,53
3 Kacang Tanah 26,67
4 Kacang Kedelai 16,30
5 Beras 34,67
6 Gabah 40,00

Angle of friction adalah sudut yang dibentuk oleh permukaan triplek dengan
bidang horizontal, pada saat bahan diatas permukaan tersebut karena gaya berat.
Pada praktikum ini yang memiliki sudut yang paling besar dihasilkan oleh beras
sedangkan sudut yang paling rendah adalah kacang kedelai.
BAB V
KESIMPULAN

Praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa sifat fisik dari biji-
bijian membahas mengenai bentuk dan ukuran dari setiap bahan, untuk nilai GMD
bahan dimulai dari yang terkecil adalah beras 0,26 cm, gabah 0,36 cm, kacang
merah 0,38cm, kacang hijau 0,47 cm, kacang kedelai 0,63 cm dan kacang tanah
0,69 cm.
Mengukur angle of respose dari biji-bijian dilakukan dengan dua cara dalam
pengambilan data yaitu secara manual dan dengan cara menggunakan rumus. Data
yang didapat, nilai angle of repose secara manual berbeda dengan nilai angle of
repose yang menggunakan rumus. Perbedaan ini terjadi karena dalam menentukan
nilai secara manual hanya dilihat melalui busur, sedangkan jika menggunakan
rumus tinggi tumpukan biji-bijian yang dijatuhkan kebidang horizontal dihitung
terlebih dahulu.
Menentukan angle of friction dilakukan dengan menggunakan triplek.
Penggunaan triplek akan membentuk sudut yang lebih besar karena pada triplek
terjadi gaya gesek yang besar.
DAFTAR PUSTAKA

Julianti dkk. 2006. Teknologi Pengemasan. Departemen Teknologi Pertanian Fakultas


Pertanian Universitas Sumatera Utara : 1-15
Sukami, M., 1979. Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan. Departemen ilmu kesejahteraan
keluarga. Bogor: Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Utama, s. 2001. Penanganan Pascapanen Buah dan Sayur Segar. Forum Konsultasi
Teknologi Dinas Pertanian Tanaman Pangan : 1-13
LAMPIRAN

Pengukuran panjang biji Mengukur sudut kemiringan


kacang merah tumpukan bahan

Pengukuran lebar biji kacang hijau Mengukur angle of friction bahan

Pengukuran tinggi bahan Tinggi tumpukan bahan


Rata -
Sampel (cm) Jumlah
No Bahan rata
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
d mayor 15,6 14,6 1,5 1,5 1,4 1,3 1,6 1,5 1,3 1,5 14,8 1,50
1 Kacang d
7,6 8,9 7,6 8,0 6,8 7,9 7,6 7,6 7,6 7,8 77,3 7,73
Merah moderat
d minor 6,1 5,9 5,7 5,7 5,2 4,1 4,5 5,2 3,4 4,9 50,0 5,07
d mayor 6,1 6,0 5,9 6,1 6,4 6,6 6,1 6,1 5,6 6,1 6,1 6,10

2 Kacang d
4,1 4,4 4,0 4,0 4,2 4,1 4,2 4,2 3,8 4,3 41,3 4,13
Hijau moderat
d minor 4,2 4,4 4,3 4,1 4,1 4,2 4,1 4,1 4,1 4,5 42,1 4,21
d mayor 9,9 11,8 9,8 9,8 8,1 9,5 7,1 8,4 9,6 10,1 94,1 9,41
Kacang d
3 7,4 7,2 7,5 4,2 5,3 6,7 5,2 5,3 7,6 6,3 62,7 6,27
Tanah moderat
d minor 6,1 5,1 5,9 4,3 4,2 5,6 5,5 5,8 7,3 6,5 56,3 5,63
d mayor 7,0 7,9 7,9 6,9 6,5 7,9 5,7 6,8 7,1 6,7 78,3 7,83
Kacang d
4 6,9 6,8 6,2 6,5 6,3 6,9 5,3 6,4 6,3 6,2 57,3 5,73
Kedelai moderat
d minor 5,9 6,5 5,2 5,4 5,5 9,6 5,1 4,8 5,8 5,7 53,9 5,39
d mayor 5,5 6,8 6,9 6,3 6,9 5,2 5,6 5,5 5,3 5,8 59,8 5,98
d
Beras 1,4 1,2 1,3 1,2 1,4 1,2 1,3 1,2 1,1 1,2 12,5 0,13
5 moderat
d minor 2,8 2,1 2,1 2,1 2,2 2,9 2,9 2,6 2,1 2,2 24,7 2,47
d mayor 8,3 8,6 8,2 8,9 8,2 8,5 9,0 8,5 7,5 9,4 85,1 8,51
d
Gabah 2,3 3,2 2,9 3,1 3,2 2,5 2,5 2,7 2,6 2,4 27,4 2,74
6 moderat
d minor 1,4 2,5 2,4 2,5 2,5 1,8 1,7 1,7 1,9 2,1 20,5 2,05

Pengukuran GMD, Sphericity dan Bulk density


Kacang Kacang Kacang
Kriteria Kacang tanah Beras Gabah
merah hijau kedelai
GMD (cm) 0,38 0,47 0,69 0,62 0,26 0,36
2
Sphericity (cm ) 0,26 0,80 0,73 0,79 0,44 0,42
Massa bahan (g) 500 500 500 500 500 500
3
Volume tabung (cm ) 5109,43 564,80 723,45 708,95 602,09 761,73
3
Bulk density (g/cm ) 0,27 0,88 0,68 0,71 0,83 0,65
Angle of repose 7,03 26,99 28,67 0,08 12,20 12,19
Angle of friction 18,30 23,53 26,67 16,30 34,67 40,00
PERHITUNGAN PADA SIFAT FISIK BIJI-BIJIAN, BERAS DAN GABAH

1.Menghitung Geometric Mean Diameter (GMD)


GMD = (dmayor dmoderate dminor)1/3
GMD = (0,1487 cm 0,7735 cm 0,507 cm)1/3
GMD = (0,0583 cm3)1/3
GMD = 0,387 cm

2.Menghitung Sphericity
Sphericity = GMD / dmayor
Sphericity = 0,387 cm / 0,1487 cm
Sphericity = 2,6

3.Volume bahan (cm3)


V = 2r2t
V = 2 3,14 (4,1cm)2 12 cm
V = 1266,8016 cm3

4.Bulk density
Percobaan 1:
Bulk density = massa bahan / volume
Bulk density = 500 g / 1266,8016 cm3
Bulk density = 0,394 g/cm3
Percobaan 2:
Bulk density = massa bahan / volume
Bulk density = 500 g / 1287,91 cm3
Bulk density = 0,388 g/cm3
Percobaan 3:
Bulk density = massa bahan / volume
Bulk density = 500 g / 12773,58 cm3
Bulk density = 0,039 g/cm3

Rata-rata nilai Bulk density = Bd1 + Bd2 + Bd3


3
Rata-rata nilai Bulk density = 0,394 g/cm + 0,388 g/cm3 + 0,039 g/cm3
3
Rata-rata nilai Bulk density = 0,821 g/cm3 = 0,27 g/cm3
3
4.Angle of repose
Percobaan 1:
Angle of repose = Arc tan t/d
Angle of repose = Arc tan 2,6 cm / 21 cm
Angle of repose = Arc tan 0,12
Angle of repose = tan-1 0,12
Angle of repose = 6,84

Percobaan 2:
Angle of repose = Arc tan t/d
Angle of repose = Arc tan 2,5cm / 18,4 cm
Angle of repose = Arc tan 0,13
Angle of repose = tan-1 0,13
Angle of repose = 7,40

Percobaan 3:
Angle of repose = Arc tan t/d
Angle of repose = Arc tan 2,4 cm / 19,8 cm
Angle of repose = Arc tan 0,12
Angle of repose = tan-1 0,12
Angle of repose = 6,84

Rata-rata Angle of repose = 6,84 + 7,406 + 6,84


3
Rata-rata Angle of repose = 21,086 = 7,028
3