Anda di halaman 1dari 9

Tugas ilmu pangan dasar

Nama : Rosalina

Nim : P07131215119

Prodi : D4
IKAN KAKAP PUTIH

Ikan kakap putih (Lates calcarifer, Bloch) merupakan komoditas

perikanan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Ikan ini banyak digemari baik

untuk di konsumsi masyarakat atau sebagai komoditi ekspor. Beberapa negara

Asia Pasifik yang telah mengusahakan budidaya kakap putih sebagai penghasil

devisa adalah: Thailand, Taiwan, Malaysia, Singapura, Philipina, Indonesia,

Bruani Darussalam, Australia, China, Saudi Arabia dan France Polynesia.

Produksi ikan kakap putih di Indonesia sebagian besar masih dihasilkan

dari penangkapan laut dan hanya beberapa saja diantaranya yang telah

dihasilkan dari hasil budidaya akan tetapi, permintaan ikan kakap putih, baik

untuk kebutuhan dalam negeri maupun eksport cenderung mengalami

kenaikan, untuk menjaga keseimbangan suplai dalam ukuran yang dapat

mengikuti perkembangan pasar maka upaya memproduksi melalui budidaya

merupakan pilihan yang tepat.

Pengembangan budidaya kakap putih mempunyai peluang yang sangat

besar karena di dukung oleh potensi perairan kita yang cukup luas baik
perairan laut, payau, maupun perairan tawar. Adapun sifat-sifat biologi yang

dimiliki ikan kakap putih menguntungkan untuk dibudidayakan karena memiliki

sifat yang dapat mentolerir perubahan salinitas (euryhaline), selain itu ikan ini

mampu tumbuh dan berkembang dengan baik dan cepat apabila dipelihara

dalam lingkungan yang cocok.

Dalam usaha budidaya ikan kakap putih salah satu faktor yang

mendukung dalam keberhasilan adalah ketersediaan benih ikan dalam jumlah

yang cukup, berkualitas dan berkesinambungan. Untuk melakukan hal tersebut

perlu dilakukan usaha peningkatan produksi benih ikan kakap putih untuk

menunjang kebutuhan benihnya. Salah satu upaya tersebut ialah dengan

melakukan perekayasaan produksi benih ikan kakap putih. Perekayasaan

produksi benih ikan kakap putih diharapkan dapat mengurangi ketergantungan

kebutuhan benih ikan kakap putih dari alam. Dengan demikian, produksi benih

ikan kakap putih dapat berjalan dengan ekonomis, dan dapat diaplikasikan oleh

masyarakat luas.

Sejak tahun 1986 telah dilakukan pengembangan budidaya teknologi

budidaya komoditas perikanan laut yang bernilai ekonomis penting. Untuk

komoditas kakap putih, perbenihannya telah berhasil dilakukan sejak bulan

April 1987, dengan rangsangan hormonal dan perbenihan secara massal telah

berhasil dilakukan pada tahun 1988 dengan rangsangan manipulasi lingkungan.

Sifat-sifat ikan kakap putih dengan metode perbenihannya sangat penting

diketahui dan dipelajari untuk menunjang perkembangan ikan tersebut

Ikan kakap putih pertama kali ditemukan di laut Jepang oleh Bloch dan di

beri nama Holocentrus calcarifer (Kunvankij, et, al., 1986), sedangkan menurut
Tiensongrusme, et, al., 1989 kakap putih ditemukan oleh Bloch dari pedagang

belanda sepulang dari Indonesia.

Morfologi ikan kakap putih secara lengkap telah di diskripsikan secara

lengkap oleh Tiensorume et.al, 1989 dalam Widiastuti et,al.,1999). Bentuk ikan

kakap putih adalah pipih dan ramping dengan badan memanjang dan ekor

melebar, kepala lancip dengan bagian atas cekung dan menjadi cembung di

depan sirip punggung. Mulutnya lebar, gigi halus dan bagian bawah operculum

berduri kuat. Operculum mempunyai duri kecil dengan cuping bergerigi di atas

pangkal gurat sisi. Sirip punggung berjari-jari keras 7-9 dan 10-11 jari-jari

lemah. Sirip dubur dan sirip ekor bulat, sirip dubur berjari-jari keras 3 dan berjari

lemah 7-8. Sirip dada pendek dan membulat. Sisisk ikan kakap putih bertipe

sisik besar. Tubuh berwarna dua tingkatan yaitu kecoklatan dengan bagian sisi

dan perut berwarna keperakan untuk ikan hidup di laut dan coklat keemasan

pada ikan yang hidup di perairan tawar. Ikan dewasa berwarna birukehijauan

atau keabu-abuan pada bagian atas dan berwarna keperakan di bawah.

Ikan kakap putih bersifat euryhaline atau mampu hidup pada kisaran

salinitas yang cukup luas antara 0-35 ppt. Habitat ikan ini kalau di laut

menyukai air dengan kedalaman 2-8 meter, berbatu-batu/karang, terowongan-

terowongan beton/bambu atau disekitar akar-akar bakau yang tepat berada di

tepi laut. Untuk kedalaman 10 meter masih bisa dihuni Kakap asalkan ada

rumpon besar seperti kapal karam atau lainnya.

Ikan ini merupakan salah satu ikan katadromus. Ikan dewasa di temukan di

muara sungai atau danau.Dimana, salinitas berkisar antara 30-32 ppt dan

kedalaman berkisar antara 10-15 m untuk pematangan gonad dan kemudian


melakukan pemijahan. Pergerakan kearah pemijahan terjadi pada akhir musim

panas dan pemijahan terjadi pada musim penghujan. Pemijahan pada musim

hujan terjadi karena salinitas dan suhu merupakan faktor penting yang

mempengaruhi siklus pemijahan (Grey, 1987 dalam Widiastuti et, al, 1999).

Larva yang baru menetas (umur 15-20 hari atau 0,4- 0,7 cm) tersebar antara

garis pantai hingga payau, sedangkan larva ukuran 1 cm dijumpai di bagian air

payau seperti lading padi / sawah, danau (Bhatia dan Kunvankij 1971 dalam

FAO 2007). Di bawah kondisi alam, ikan kakap putih tumbuh dalam air payau

dan bermigrasi ke air laut untuk memijah.

Penyebaran ikan ini meliputi perairan tropis dan subtropics seperti India,

Birma, Srilanka, Bangladesh, Malaysia, Indonesia, China, Taiwan. Papua New

Guinea, Australia. Di Indonesia, penyebaran ikan kakap putih merata hampir di

seluruh perairan Indonesia terutama yang mempunyai muara sungai besar

(Mayunar dan Abdul, 2002).

Ikan ini bersifat hermaprodit protandri, yaitu mengalami perubahan

kelamin dari jantan ke betina. Pada waktu masih kecil berjenis kelamin jantan

dan setelah usia matang sekitar 4-5 tahun berganti jenis kelamin menjadi

betina. Akan tetapi, tidak semua induk betina berasal dari induk jantan dewasa

mengalami perubahan.

Ikan kakap adalah salah satu predator besar, tumbuh hingga mencapai bobot

60kg, tetapi yang sering tertangkap antara 1-3 kg bahkan kurang. Ikan dapat

tumbuh mencapai 180 cm. dan mencapi usia kedewasaan ketika barramundi

mencapai panjang sekitar 99 cm usia ikan bisa mencapai 25 tahun. termasuk

kedalam jajaran keluarga ikan yang cukup besar, ikan kakap merupakan
perpaduan antara ikan yang hidup pada umumnya di air tawar dan air asin

karena kakap sangat cepat beradaptasi dari perairan air tawar ke air asin.

Kakap putih ini merupakan predator karnivora, dominan memakan ikan yang

lebih kecil dan kelompok udang-udangan.

Ikan Kakap adalah bahan makanan yang biasa dikonsumsi oleh

masyarakat Indonesia. Ikan Kakap mengandung energi sebesar 92 kilokalori,

protein 20 gram, karbohidrat 0 gram, lemak 0,7 gram, kalsium 20 miligram,

fosfor 200 miligram, dan zat besi 1 miligram. Selain itu di dalam Ikan Kakap

juga terkandung vitamin A sebanyak 30 IU, vitamin B1 0,05 miligram dan

vitamin C 0 miligram. Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap

100 gram Ikan Kakap, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 80 %.

Ikan kakap putih adalah jenis ikan laut yang memiliki protein tinggi.

Manfaat ikan kakap putih didominasi oleh tiga jenis kandungan gizi yang sangat

di butuhkan oleh tubuh,antara lain :

1.Asam amino

2.Omega 3

3.Omega 6

4.Vitamin B kompleks

Ikan kakap putih juga mengandung taurin da selenium yang bermanfaat

sebagai antioksidan dan nutrisi bagi perkembangan otak, khususnya

bermanfaat bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Jika

ibandingkan dengan saudaranyasi kakap merah, secara manfaat gizi keduanya

memiliki kandungan nutrisi yang sama.


Selain dagingnya, kakap dapat dimanfaatkan bagian organnya. Sirip ikan kakap

ini banyak mengandung kalsium dan fosfor yang digunakan dalam pengobatan

alternatif pemulihan kekuatan tulang. Kemudian ,bagi penderita batuk kronis

dapat memanfaatkan insang ikan kakap dengan mengkonsumsinya.

Lebih dari itu sumber protein ikan kakap diyakini terletk pada bagian otaknya,

banyak dianjurkan sebagai pengobatan alternatif bagi mereka yang dalam

tahap pemulihan kesehatan paska operasi.

Standar Nasional ikan kakap putih

1 SNI 01-6145-1999 Induk ikan kakap putih (Lates Calcarifer Bloch)

kelas induk pokok (Parent Stock).13

2 SNI 01-6146-1999 Benih ikan kakap putih (Lates Calcarifer Bloch)

kelas benih sebar. b3

3 SNI 01-6147-1999 Produksi benih ikan kakap putih (Lates

Calcarifer Bloch) kelas benih sebar. pb3


Hasil olah ikan kakap putih

KERUPUK IKAN KAKAP

Kerupuk Ikan Kakap ini Dibuat dari Tepung Tapioka, Daging Ikan Kakap,

Bawang putih dan Garam yang diolah secara Higienis.

Tekstur Kerupuk Ikan Kakap ini tebal tetapi empuk dan renyah.

Rasa Kerupuk ini terasa gurihnya ikan Kakap dan renyah.

Snack yang sehat karena dibuat tanpa Zat Pewarna, Zat Pengawet makanan

dan tanpa Penyedap Rasa (MSG).


KULIT IKAN KAKAP

Snack Yang Dibuat Dari Olahan Hasil Laut yakni Kulit Ikan Kakap Segar ini,

Memiliki Tekstur rasa yang sangat Khas yaitu Sangat Gurih, Sedap dan

Renyah,

Kulit Ikan Kakap yang sudah diambil Dagingnya sebagai bahan baku Kerupuk

Ikan Kakap ini, Diolah Secara Higienis Tanpa Bahan Pengawet, Zat Pewarna

Maupun MSG.