Anda di halaman 1dari 17

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Analisis Laporan Keuangan

Dosen : Nani Rohaeni.S,E,.M.Ak

ANALISIS RESIKO RASIO KEUANGAN


Disusun Oleh :

KELOMPOK 3

NO NIM NAMA KELAS


1 12140257 DINA MARYANA 7C-AKPM
2 12140123 INTAN MUSFIDYAH 7C-AKPM
3 12140043 NENENG AIDATUL. F. 7C-AKPM
4 12140079 YUSSI 7C-AKPM
5 12140176 ZUFAR ABRARUZ .Z. 7C-AKPM

UNIVERSITAS BINA BANGSA


BANTEN
2017
Alamat Kampus : Jl. Raya Serang Jakarta, Km. 03, No. 1 B (Pakupatan)
Tlp. : (0254) 220158, Fax : (0254) 220157, SMS Center : 061219384111
Web : www.binabangsa.ac.id, Email : stiebinabangsa.banten@gmail.com
KATA PENGANTAR

Segala puji dan puji syukur senantiasa kami panjatkan Kehadirat Allah SWT,
Dzat pencipta alam semesta beserta isinya, atas segala karunia rahmat, hidayah dan
taufik-Nya kami mendapatkan kekuatan dan kesabaran untuk merampungkan tugas
ini, meskipun kami mengakui bahwa makalah ini jauh dari sempurna

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita


Rasulullah SAW, beserta keluarganya, para sahabatnya baik dari kalangan muhajirin
maupun Anshar, dan kepada umatnya penganut ajarannya. Sehingga kami dapat
menyelesaikan Makalah dari mata kuliah perpajakan yang membahas mengenai
Analisis resiko rasio keuangan.

Kami berusaha menyajikan secara sederhana, praktis, serta sistematis agar


mudah dipahami dan dihayati oleh para pembaca.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Dan kami
memohon maaf atas segala kekhilafan dan kekurangan makalah ini. Akhir kata, kami
mengharapkan adanya kritik serta saran demi perbaikan dan peningkatan kualitas
tugas Analisis laporan keuangan.

Serang, 10 November 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................ i


DAFTAR ISI ..............................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .......................................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan ............................................................................................ 2
1.4 Manfaat Penulisan .......................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Analisis Resiko .................................................................................. 3
2.2 Sumber-Sumber Resiko ....................................................................................... 3
2.3 Kategori Risiko.................................................................................................... 6
2.3.1 Risiko Likuiditas Jangka Pendek .................................................................. 6
2.3.2 Risiko Likuiditas Jangka Panjang ................................................................. 9
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ........................................................................................................ 12
3.2 Saran ................................................................................................................. 13
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................. 14

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Analisi rasio keuangan merupakan instrument analisis prestasi perusahaan


yang menjelaskan berbagai hubungan dan indicator keuangan, yang ditujukan
untuk menunjukan perubahan dalam kondisi keuangan atau prestasi operasi di
masa lalu dan membantu menggambarkan trend pola perubahan tersebut. Untuk
kemudian menunjukan resikodan peluang yang melekat pada perusahaan yang
bersangkutan. Makna dan kegunaan rasio keuangan tergantung kepada untuk apa
suatu analisis dilakukan dan dalam konteks apa analisis tersebut dilakukan.
Pesatnya perkembangan yang terjadi telah mendorong dilakukannya studi-
studi yang menghubungkan rasio keuangan, dengan harapan akan dapat
ditemukanberbagai kegunaan objektif rasio keuangan. Beberapa yang telah
dilakukan diantaranya adalah yang menguji kegunaan rasio keuangan untuk
memprediksi kebangkrutan perusahaan, memprediksi keuntungan saham, dan
memprediksi perubahan laba.
Dari latar belakang masalah tersebut, kami mengulas lebih jauh mengenai
analisi resiko rasio keuangan guna menambah pengetahuan tentangan resiko rasio
keuangan tersebut.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan Analisis Resiko?


2. Apa saja sumber-sumber Resiko?
3. Apa saja Kategori Resiko?

1
1.3 Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui pengertian Analisis Resiko.


2. Untuk mengetahui Sumber-sumber Resiko.
3. Untuk mengetahui Kategori Resiko.

1.4 Manfaat Penulisan

1. Agar dapat digunakan sebagai bahan bacaan oleh para mahaiswa dan
masyarakat untuk menambah pengetahuan mereka tentang Analisis resiko
rasio keuangan

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Analisis Resiko

Analisis rasio keuangan merupakan bagian dari analisis keuangan. Analisis


rasio keuangan adalah analisis yang dilakukan dengan menghubungkan berbagai
perkiraan yang terdapat pada laporan keuangan dalam bentuk rasio keuangan.
Menurut Wild, Subramanyam, dan Halsey (2005: 36) analisis rasio (ratio analysis)
dapat mengungkapkan hubungan penting dan menjadi dasar perbandingan dalam
menemukan kondisi dan tren yang sulit untuk dideteksi dengan mempelajari masing-
masing komponen yang membentuk rasio.

Rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandigan dari
suatu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang
relevan dan signifikan (bararti). Misalnya antara hutang dan modal, antara kas dan
total asset, antara harga pokok produksi dengan total penjualan dan sebagainya
(Syafri, 2008:297). Rasio keuangan merupakan salah satu alat untuk menilai kinerja
dan kondisi keuangan perusahaan (Sawir, 2009:6).

2.2 Sumber-Sumber Resiko

Secara sederhana, analisis resiko atau risk analysis dapat diartikan sebagai
sebuah prosedur untuk mengenali satu ancaman dan kerentanan, kemudian
menganalisisnya untuk memastikan hasil pembongkaran, dan meyoroti bagaimana
dampak-dampak yang ditimbulkan dapat dihilangkan atau dikurangi. Analisis resiko
juga dipahami sebagai sebuah proses untuk menentukan pengamanan macam apa
yang cocok atau layak untuk sebuah sistem atau lingkungan (ISO 1779, An

3
Introduction to Risk Analysis, 2012). Berikut ini adalah contoh sumber resiko yang
timbul.

Sumber Contoh Resiko Yang Timbul

Internasional Ketidak stabilan pemerintah local


Ketidak stabilan kebijakan pemerintah setempat
Risiko perubahan kurs mata uang
Resesi dunia
Domestik Resesi
Inflasi atau deflasi
Perubahan tingkat bunga
Perubahan demografis
Perubahan kebijakan dalam negeri
Perubahan politik dalam negeri
Industri Perubahan teknologi
Persaingan
Perubahan kekuatan tawar menawar dalam industry
Peraturan pemerintah yang berkaitan dengan industry
Perusahaan Perubahan manajemen
Perubahan strategi
Risiko terkena bencana
Risiko terkena tuntutan hukum

Meskipun risiko-risiko diatas secara langsung atau tidak langsung


mempengaruhi perusahaan, tetapi perusahaan harus memperhatikan risiko-risiko yang
mempunyai konsekuensi keuangan perusahaan. Berikut ini Kegiatan perusahaan dan
aliran kas yang dihasilkan atau dibutuhkan yaitu :

4
Kegiatan Kemampuan Kebutuhan Yang Analisis Yag
Perusahaan Perusahaan Menggunakan Kas Digunakan
Menghasilkan Kas
Operasi Profitabilitas Kebutuhan Modal Liduiditas Jangka
Perusahaan Kerja Pendek
Investasi Perusahaan Kebutuhan Likuiditas Jangka
Investasi Pada Panjang
Aktiva Baru
Pendanaan Kapasitas Membayar Hutang Likuiditas Jangka
Meminjam Dengan Bunga Dan Panjang
Kewajiban Lainnya

Analisis risiko dibagi menjadi dua bagian:


1. analisis risiko jangka pendek: memfokuskan pada kemampuan perusahaan
memenuhikewajiban jangka pendeknya (kurang dari satu tahun)
2. Analisis risiko jangka panjang: memfokuskan pada kemampuan
perusahaanmemenuhi kewajiban jangka panjangnya (lebih dari satu tahun)

Risiko dikelompokkan menjadi dua:


1.Risiko spesifik: dapat dihilangkan dengan diversifikasi
2.Risiko sistematis: risiko yang tidak dapat dihilangkan dengan diversifikasi

Berikut ini adalah skema analisis risiko yaitu sebagai berikut :


Likuiditas jangka pendek Kemampuan Kebutuhan
Rasio lancar Aktiva lancar Hutang lancar
Rasio quick Aktiva lancar Hutang lancar
Rasio aliran kas operasional Aliran kas dari Hutang lancar
terhadap hutang lancar operasi
Analisis rasio aktivitas modal kerja Perputaran piutang Perputaran hutang

5
Rasio Interest Coverage dagang dan dagang
Rasio aliran kas operasional terhadap persediaan Biaya bunga
total hutang Pendapatan Total hutang
Rasio aliran kas operasional terhadap sebelum bunga dan Pengeluaran modal
pengeluaran modal pajak
Aliran kas dari
operasi
Aliran kas dari
operas

2.3 Kategori Risiko

2.3.1 Risiko Likuiditas Jangka Pendek

Resiko likuiditas jangka pendek membutuhkan suatu pemahaman tentang


siklus operasi perusahaan . Ada enam rasio yang bisa dipakai untuk
memperkirakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan jangka
pendeknya. Tiga rasio berkaitan dengan besarnya sumber daya yang tersedia untuk
memenuhi kewajiban jangka pendek, yaitu: rasio lancar,rasio quick dan rasio
aliran kas operasional terhadap hutang lancar. Tiga rasio lainnya berkaitan dengan
besarnya modal kerja yang diperlukan untuk tingkat penjualan yang tertentu:
perputaran piutang, perputaran persediaan, dan perputaran hutang dagang
Rasio lancar
Rasio lancar dihitung dengan membagi aktiva lancar dengan utang lancar.
Rasio inimenunjukkan besarnya kas yang dipunyai perusahaan ditambah aset-aset
yang bisa berubah menjadi kas dalam waktu satu tahun, relatif terhadap besarnya
hutang-hutang yang jatuh tempo dalam jangka waktu dekat (tidak lebih dari satu
tahun), pada tanggal tertentu seperti tercantum pada neraca.
Rasio lancar dipengaruhi beberapa hal:

6
1.Apabila perusahaan menjual surat-surat berharga yang diklasifikasikan
sebagaiaktiva lancar dan menggunakan kas yang diperolehnya untuk membiayai
akuisisi perusahaan tersebut terhadap beberapa perusahaan lain atau untuk
aktivitas lain, rasiolancar bisa mengalami penurunan.
2.Apabila penjualan naik, sementara kebijakan piutang tetap, piutang akan naik
dan memperbaiki rasio lancar.
3.Apabila supplier melonggarkan kebijakan kredit mereka, missal dengan
memperpanjang jangka waktu hutang, hutang akan naik dan ini akan mengurangi
rasio lancar.
4.Perubahan prinsip akuntansi juga akan mempunyai pengaruh terhadap rasio
lancer

Rasio Quick

Rasio ini menggunakan asset-aset yang akan berubah menjadi kas dengan lebih
cepat. Karena persediaan dianggap sebagai aktiva lancar yang paling lama untuk
berubah menjadi kas, maka dalam perhitungan rasio quick persediaan dikeluarkan
dari angka yang dibagi (numerator). Meskipun demikian, analisis harus berhati-
hati dengan klasifikasi semacam ini. Pada beberapa industry barangkali persediaan
akan berubah cepat menjadi kas, lebih cepat dibandingkan piutang dari industry
lain. Rasio quick bisa mengalami penurunan. Penurunan ini bisa disebabkan
karena penjualan surat-surat berhaga. Secara umum rasio lancar dengan rasio
quick mempunyai korelasi yang tinggi. Kecuali apabila terjadi perubahan-
perubahan pada persediaan, maka kedua rasio tersebut mungkin akan
menghasilkan informasi yang berbeda.

7
Rasio Aliran Kas terhadap Hutang Lancar

Rasio ini menunjukan sejauhmana kas yang dihasilkan dari operasi dapat
menutupi kewajiban lancar perusahaan. Semakin tinggi rasio ini, maka semakin
rendah resiko yang dihadapi perusahaan. Rumus untuk rasio ini adalah aliran kas
dari operasi (sebelum item-item luar biasa) / rata-rata hutang lancar. Studi empiris
di Amerika Serikat memperlihatkan bahwa Rasio aliran kas terhadap hutang lancar
untuk kondisi bisnis yang sehat adalah sekitar 0,4 atau lebih. Pada industri yang
relatif sudah memasuki tahap kedewasaan, secara umum tidak akan kesulitan
memperoleh surplus kas dari operasi mereka.

Rasio aliran kas terhadap hutang lancar = aliran kas dari operasi (sebelum item-
itemluar biasa)/ rata-rata hutang lancar

Rasio Aktivitas Modal Kerja


Rasio aktivitas modal kerja menghitung seberapa cepat modal kerja berputar,
atau menghitung seberapa lama dana tertanam di modal kerja. Beberapa rasio:
Rata-rata umur piutang, rata-rata umur persediaan, rata-rata umur hutang. Siklus
suatu bisnis bisa digambarkan sebagai berikut ini yaitu kas keluar kas masuk untuk
membayar bahan mentah dari pembeli pertama kali perusahaan kas untuk
membayar bahan mentah dan membayar karyawan. Pembelian bisa dilakukan
dengan kas, tetapi juga bisa dilakukan dengan kredit yang berarti perusahaan
memperoleh subsidi dari supplier. Setelah itu barang diproduksi dan kemudian
disimpan dalam persedian. Apabila penjualan terjadi dan penjualan tersebut dalam
bentuk kredit, maka timbul piutang. Setelah piutang tersebut dibayar, perusahaan
menerima kas kembali. Siklus kas dihitung dengan formula semacam ini:
Siklus kas = rata-rata umur piutang + rata-rata umur persediaan rata-rata umur
hutang. Hutang dipakai sebagai pengurang karena dengan menggunakan hutang
perusahaan tidak perlu membayar kas terlebih dulu (menunda kas keluar), dan ini

8
akan memperpendek siklus kas. Untuk melihat rata-rata umur piutang, hutang, dan
persediaan,kita harus menghitung perputaran aktiva-aktiva tersebut. Berikut ini
perhitungannya.
Perputaran piutang = penjualan/rata-rata piutang
Perputaran persediaan = harga pokok penjualan / rata-rata persediaan
Perputaran hutang = pembelian/ rata-rata hutang
Pembelian = harga pokok penjualan + persediaan akhir persediaan awal Setelah
perputaran tersebut dihitung, langkah selanjutnya dalah menghitung jangkawaktu
rata-rata untuk tiap aktiva atau hutang tersebut.
Rata-rata umur piutang = 365 / perputaran piutang
Rata-rata umur persediaan = 365 / perputaran persediaan
Rata-rata umur hutang = 365 / perputaran hutang

2.3.2 Risiko Likuiditas Jangka Panjang

Risiko likuiditas jangka panjang mencerminkan ketidakmampuan perusahaan


memenuhikewajiban-kewajiban jangka panjangnya. Rasio aktivitas modal kerja
menghitung seberapa cepat modal kerja berputar, atau menghitung seberapa lama
dana tertanam di modal kerja. Beberapa rasio: Rata-rata umur piutang, rata-rata
umur persediaan, rata-rata umur hutang Rasio-rasio keuangan yang dapat
digunakan untuk menilai resiko solvabilitas jangka panjang adalah:

Rasio utang jangka panjang (long term debt ratio). Rasio Ini menunjukan
seberapa besar total utang yang digunakan oleh perusahaan untuk membiayai
aktivitasnya. Semakin besar rasio ini maka semakin besar pula resiko yang
dihadapi perusahaan. Demikian pula sebaliknya, semakin kecil rasio ini maka
semakin kecil pula resiko yang dihadapi perusahaan.
Rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio). Rasio ini menunjukan
seberapa besar total utang yang dimiliki oleh perusahaan jika dibandingkan

9
dengan ekuitas. Semakin besar rasio ini maka semakin besar pula resiko yang
dihadapi perusahaan. Demikian pula sebaliknya, semakin kecil rasio ini maka
semakin kecil pula resiko yang dihadapi perusahaan.
Rasio kewajiban terhadap aktiva (liabilities to assets ratio). Rasio ini
menunjukan seberapa besar utang yang digunakan untuk membiayai aktiva
perusahaan. Semakin besar rasio ini maka semakin besar pula resiko yang
dihadapi perusahaan. Demikian pula sebaliknya, semakin kecil rasio
perusahaan maka semakin kecil pula resiko yang dihadapi perusahaan.
Rasio cakupan bunga (coverage rasio interest). Rasio ini menunjukan
sejauhmana kemampuan perusahaan untuk dapay menutupi atau memenuhi
kewajiban bunga atas pinjamannya kepada kreditor. Rasio ini mengukur
berapa kali pendapatan sebelum bunga dan pajak bisa menutup bunga (EBIT).
Rasio aliran kas operasional terhadap total hutang (operating cash flow
to total liabilities ratio). Rasio ini menunjukan sejauhmana kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan arus kas dari kegiatan operasi untuk
menutupi atau memenuhi seluruh kewajibannya. Rasio ini melihat
kemampuan perusahaan menghasilkan aliran kas untuk menutup
kewajibannya. Aliran kas dari operasi bisa dilihat dari laporan aliran kas, yaitu
dalam komponen operasi.
Rasio aliran kas operasional terhadap pengeluaran modal ( operating
cash flow to capital expenditure). Rasio ini menunjukan seberapa besar
pengunaan arus kas operasi yang dihasilkan perusahaan dalam memenuhi
kebutuhan pengeluaran modal. Analisis ini memberi informasi besarnya aliran
kas untuk menutup pengeluaran modal yang diperlukan untuk investasi
memelihara dan membangun pabrik dan bangunan. Kelebihan kas tersebut
bisa dipakai untuk membayar hutang dengan bunganya. Aliran ini memberi
informasi besarnya aliran kas untuk menutup pengeluaran modal yang
diperlukan untuk investasi memelihara dan membangun pabrik dan bangunan.
Kelebihan kas yang tersebut bisa dipakai untuk membayar utang dengan

10
bunganya. Rasio tersebut bisa dihitung sebagai : Alternatif lain adalah aliran
kas bisa didekati dengan rumus semacam ini : Aliran kas: Laba bersih +
depresiasi Rasio aliran kas operasional terhadap pengeluaran modal bisa
dikritik karena rasio tersebut tidak mempertimbangkan besarnya utang secara
eksplisit seperti dalam rasio-rasio utang.

11
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Kesimpulan dari makalah ini yaitu sebagai berikut:

1. Analisis rasio keuangan adalah analisis yang dilakukan dengan


menghubungkan berbagai perkiraan yang terdapat pada laporan keuangan
dalam bentuk rasio keuangan. Menurut Wild, Subramanyam, dan Halsey
(2005: 36) analisis rasio (ratio analysis) dapat mengungkapkan hubungan
penting dan menjadi dasar perbandingan dalam menemukan kondisi dan tren
yang sulit untuk dideteksi dengan mempelajari masing-masing komponen
yang membentuk rasio.
2. Sumber-sumber risiko: Analisis risiko dibagi menjadi dua bagian: 1. analisis
risiko jangka pendek: memfokuskan pada kemampuan perusahaan
memenuhikewajiban jangka pendeknya (kurang dari satu tahun) 2. Analisis
risiko jangka panjang: memfokuskan pada kemampuan perusahaanmemenuhi
kewajiban jangka panjangnya (lebih dari satu tahun)
Risiko dikelompokkan menjadi dua: 1.Risiko spesifik: dapat dihilangkan
dengan diversifikasi. 2.Risiko sistematis: risiko yang tidak dapat dihilangkan
dengan diversifikasi.
3. Kategori Risiko terbagi menjadi 2 yaitu Risiko Likuiditas Jangka Pendek dan
risiko likuiditas jangka panjang. Resiko likuiditas jangka pendek
membutuhkan suatu pemahaman tentang siklus operasi perusahaan. Tiga rasio
lainnya berkaitan dengan besarnya modal kerja yang diperlukan untuk tingkat
penjualan yang tertentu: perputaran piutang, perputaran persediaan, dan
perputaran hutang dagang. Risiko likuiditas jangka panjang mencerminkan
ketidakmampuan perusahaan memenuhikewajiban-kewajiban jangka
panjangnya. Rasio-rasio keuangan yang dapat digunakan untuk menilai resiko

12
solvabilitas jangka panjang adalah: rasio utang jangka panjang (long term debt
ratio), rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio), rasio kewajiban
terhadap aktiva (liabilities to assets ratio), rasio cakupan bunga (coverage
rasio interest), rasio aliran kas operasional terhadap total hutang (operating
cash flow to total liabilities ratio), Rasio aliran kas operasional terhadap
pengeluaran modal ( operating cash flow to capital expenditure).

3.2 Saran

Menurut kami risiko rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil
perbandigan dari suatu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai
hubungan yang relevan dan signifikan (bararti). Misalnya antara hutang dan modal,
antara kas dan total asset, antara harga pokok produksi dengan total penjualan dan
sebagainya. Maka dari itu dengan adanya analisis risiko rasio keuangan perusahaan
dapat memperkirakan bagaimana kemampuan perusahaan dalam melunasi
kewajibannya dan mengetahui bagaimana kewajiban tersebut keluar dan masuk.

13
DAFTAR PUSTAKA

http://dhevydeathevo.blogspot.co.id/2013/02/analisis-sumber-resiko.html

http://mugiwigati.blogspot.co.id/2016/10/analisis-resiko-rasio.html

http://www.zuhemedia.com/2015/06/analisis-resiko-analisis-laporan-keuangan.html

14