Anda di halaman 1dari 52

YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE

RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA


MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

LAMPIRAN
PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT ST.
ELISABETH LELA
NOMOR : 378 / PER / DIR / RSL / IX / 2016
TANGGAL : 01 SEPTEMBER 2016
TENTANG PEDOMAN PELAYANAN INSTALASI
BEDAH SENTRAL (IBS)

PEDOMAN PELAYANAN INSTALASI BEDAH SENTRAL(IBS)

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Tindakan pembedahan dan anastesi sarat dengan resiko.Komplikasi dan


kejadian yang tidak diharapkan dapat terjadi sebagai bagian dari risiko
tindakan operasi bedah. Kasa bedah tertinggal dalam perut pasien, infeksi luka
operasi, salah sisioperasi (wrong-site surgery), salah prosedur (wrong-
prosedure surgery), salah pasien (wrong-person surgery), kematian dimeja
operasi dan jenis komplikasi (pneumonia, infark jantung, gagal jantung
kongestif, emboli paru pasca operasi, dsb), adalah beberapa contoh kejadian
yang tidak diinginkan (KTD) dan komplikasi yang terjadi berhubungan
dengan pembedahan dan anastesi.

Dalam Standar Akreditasi Rumah Sakit 2012 dan Standar akreditasi


Internasional (JCI) disebutkan dengan jelas bahwa tindakan pembedahan dan
anastesi menjadi salah satu standar yang mendapatkan perhatian besar dari
rumah sakit. Secara khusus dari enam sasaran keselamatan, salah satu
diantaranya adalah bidang bedah, yaitu kepastian tepat lokasi, tepat prosedur
dan tepat pasien.

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 1


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

Melalui pedoman ini, diharapkan pelayanan pembedahan dirumah sakit


st. Elisabeth Lela dapat menerapkan pelayanan pembedahan yang bersifat
aman, tanggung jawab, steril dan bermutu.

B. RUANG LINGKUP PELAYANAN


Ruang lingkup pelayanan instalasi bedah sentral adalah:
1. Jenis Pembedahan
Menurut jenisnya, pembedahan dapat dibedakan menjadi:
a. Bedah Minor
Bedah minor merupakan pembedahan dimana secara relatif dilakukan
secara sederhana, tidak memiliki risiko terhadap nyawa pasien dan
tidak memerlukan bantuan asisten untuk melakukannya, seperti:
membuka abses superficial, pembersihan luka, inokulasi, superfisial
neuroktomi dan tenotomi

b. Bedah Mayor
Bedah mayor merupakan pembedahan dimana secara relatif lebih sulit
untuk dilakukan daripada pembedahan minor, membutuhkan waktu,
melibatkan risiko terhadap nyawa pasien, dan memerlukan bantuan
asisten, seperti: bedah caesar, mammektomi, bedah torak, bedah otak.
c. Bedah Antiseptik
Bedah antiseptik merupakan pembedahan yang berhubungan terhadap
penggunaan agen antiseptik untuk mengontrol kontaminasi bakterial.
d. Bedah konservatif
Bedah konservatif merupakan pembedahan dimana dilakukan berbagai
cara untuk melakukan perbaikan terhadap bagian tubuh yang
diasumsikan tidak dapat mengalami perbaikan, daripada melakukan
amputasi, seperti: koreksi dan imobilisasi dari fraktur pada kaki
daripada melakukan amputasi terhadap kaki.

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 2


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

e. Bedah Radikal
Bedah radikal merupakan pembedahan dimana akar penyebab atau
sumber dari penyakit tersebut dibuang, seperti: pembedahan radikal
untuk neoplasma, pembedahan radikal untuk hernia.
f. Pembedahan Rekonstruktif
Pembedahan rekonstruktif merupakan pembedahan yang dilakukan
untuk melakukan koreksi terhadap pembedahan yang telah dilakukan
pada deformitas atau malformasi, seperti: pembedahan terhadap langit-
langit mulut yang terbelah, tendon yang mengalami kontraksi.
g. Bedah Plastik
Bedah plastik merupakan pembedahan dimana dilakukan untuk
memperbaiki defek atau deformitas, baik dengan jaringan setempat
atau dengan transfer jaringan dari bagian tubuh lainnya.
2. Pelayanan jenis tindakan pembedahan berdasarkan spesialisasi yaitu:
Bedah umum
3. Pelayanan anastesi
a. Sedasi ringan, moderat, dalam
b. Anastesi umum
c. Anastesi regional yaitu: spinal dan epidural
4. Pelayanan penjadwalan operasi elektif
5. Pelayanan penjadwalan operasi emergency
6. Pelayanan penjadwalan operasi day surgery
7. Pelayanan operasi elektif
8. Pelayanan emergency
9. Pelayananoneday care surgery
10. Pelayanan perioperatif

C. BATASAN OPERASIONAL
1. Pelayanan jenis operasi berdasarkan spesialisasi
Pelayanan pembedahan yang dilakukan oleh dokter bedah spesialis
maupun sub spesialis.

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 3


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

2. Pelayanan anastesi
Tindakan medis yang dilakukan oleh piata anastesi antara lain dalam
kerjasama tim meliputi penilaian pra operatif ( pra anastesi), intra
anastesidan pasca anastesi serta pelayanan lain sesuai budan anastesi
antara lain terapi insentif, gawat darurat, dan piatalaksaan nyeri.
3. Pelayanan penjadwalan operasi elektif
Suatu pelayanan penerimaan penjadwalan operasi yang terncana, dimana
perawat/bidan unit terkait mendaftarkan kebagian kamar operasi, minimal
1 hari sebelum operasi dengan membawa status pasien dan buku
pendaftaran operasi.
4. Pelayanan penjadwalan operasi emergency
Suatu pelayanan penerimaan penjadwalan operasi emergency yang
memerlukan tindakan pelayanan segera/darurat karena dapat mengancam
pasien maupun dapat menyebabkan kecacatan pasien, dengan ketentuan
waktu dari penjadwalan yang diterima dari perwat/bidan unit terkait,
dalam30 menit.

5. Pelayanan penjadwalan one day care surgery


Suatu pelayanan penerimaan penjadwalan operasi yang terencana yang
tidak memerlukan perawatan inap dimana mendaftarkan kebagian kamar
operasi, minimal 1 hari sebelum operasi membawa surat pengantar dari
dokter operator.
6. Pelayanan emergency
Suatu pelayanan tindakan operasi yang dilaksanakan dikamar yang
memerlukan tindakan operasi segera dikasanakan maksimal 2 jam.
7. Pelayanan one day care surgery
Suatu pelyanan penerimaan penjadwalan operasi yang terencana yang
tidak memerlukan perawatan inap( poli bedah umum, poli mata,poli gigi,
dan poli umum keinstalasi bedah sentral.
8. Pelayanan pra bedah

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 4


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

Suatu pelayanan yang diberikan kepada pasien sebelum dilakukan


tindakan pembedahan(perawat, dokter bedah, piata anastesi) baik rawat
iinap maupun rawat jalan, meliputi pendokumentasian informasi asesmen,
diagnosis pra operasi dan rencana tindakan yang tertuang dalam asesmen
pra bedah.
9. Pelayanan perioperatif
Pelayanan kamar operasi mulai dari persiapan pasien sebelum operasi,
selama operasi dan sesudah operasi.
Pelayanan perioperatif meliputi:
a) Pelayanan pre operatif
yang meliputi pelayanan anastesi dan pelayanan bedah:
1) Cek ulang persiapan administrative yang meliputi:
informed consent dokter bedah
informed consent anastesi
tanda tangan pesetujuan tindakan bedah
hasil pemeriksaan penunjang
lembar verifikasi assesmen pra bedah dan asesmen pra anastesi
serta penandaan lokasi operasi serta check list pasien sebelum
pembedahan.
2) persiapan pasien meliputi puasa, cukur, lavemen, pelepasan
aksesoris dan gigi palsu.
3) Persediaan darah bila diperlukan.
b) Pelayanan intra operatif
yang meliputi proses sign in, time out, sign out dan pemantauan status
fisiologis pasien secara terus menerus.
1) sign in
a. Komunikasi verbal dengan pasien mengenai identitas, lokasi
operasi, prosedur operasi).
b. Penandaan lokasi operasi
c. Standar keamanan anastesi (ten golden rules)
1. Periksa dan persiapkan pasien dengan baik

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 5


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

2. Puasakan pasien, termasuk untuk anastesi local


3. Persiapan meja operasi yang bias diatur dalam posisi head
down untuk berjaga-jagasaat keadaan emergency
4. Periksa sendiri obat-obat dan alat-alat anastesi
5. Persiapkan alat suction yang berfungsi baik
6. Jaga jalan napas tetap bersih
7. Bersiap untuk mengelola ventilasi/pernapasan
8. Persiapkan jalur intravena untuk memasukan obat-obat
emergensi
9. Awasi nadi dan tekanan darah pasien
10. Selalu siapkan seorang asisten untuk membantu menekan
kartilago krikoid saat intubasi.
d. Monitor vital sign dan status fisiologis pasien secara terus
menerus
e. Riwayat alergi dan penyakit lain
f. Resiko kehilangan darah
2) time out
a. Kelengkapan tim operasi
b. Cek ulang ketetapan pasien, lokasi, prosedur operasi
c. Antisipasi resiko kehilanangan darah, lama operasi dan
kemungkinan penyulit baik karna pembedahan maupun
anastesi.
d. Tersedianya kebutuhan dan kesterilan alat
e. Kebutuhan pemberian antibiotic profilaksis
f. Kebutuhan imaging yang diperlukan
3) sign out
a. Prosedur pembedahan telah dicatat
b. Instrument, kasa dan jarum lengkap
c. Pemberian label pada specimen bedah
d. Apakah dilakukan PA atau tidak
e. Kebutuhan transportasi dan perawatan pasca operasi

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 6


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

c) Pelayanan pasca operatif


suatu pelayanan yang diberikan pada pasien diruang pulih setelah
tindakan pembedahan yang meliputi:
1) Observasi KU pasien oleh perawat ruang pulih berupa tekanan
darah maksimal 5 menit, nyeri, vital sign dan SpO2 secara terus
menerus
2) Lakuan pelaporan dan serah terima pasien kepada perawat
ruang pulih dengan menggunakan lembar serah terima pasien
pasca bedah keruang pulih dan daftar tilik perhitungan
instrument dan alkes sesuai SPO perhitungan instrument dan
alkes.
3) Serahkan jaringan atau spesimentyang ada dan beritahukan
untuk PA atau tidak oleh perawat bedah serta RM pasien yang
meliputi daftar tilik perhitungan, laporan perawat, daftar tilik
keselamatan perioperatif, lembar catatan anastesi dan
pemantauan ruang pulih
4) Lembar laporan pemakaian obat dan alat kesehatan yang
dipakai
5) Lakukan pengecekan gelang identitas pasien, kelengkapan
formulir dan pengecekan lembar tilik keselamatan perioperatif
sesudah pembedahan oleh perawat ruang pulih.
6) Perawat kamar bedah melaporkan dan merawat ruang pulih
yang menerima serah terima pasien melakukan tanda tangan
pada kolom yang tersedia
7) Lakukan pendokumentasian dan ditanda tangani pada lembar
rencana pasien 24 jam pasca bedah (dokter operator), asesmen
pasca anastesi (penata anastesi), lembar pemantauan recovery
room dan asuhan keperawatansesuai apa yang dilakukan oleh
perawat ruang pulih

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 7


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

8) Perawat ruang pulih melaporkan hasil observasi mulai dari 15


menit pertama dan seterusnya kepada penata anastesi untuk
perawatan pasien selanjutnya keruangan.

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 8


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

BAB II
STANDAR KETENAGAAN

A. KUALIFIKASI SUMBER DAYA MANUSIA


1. Penanggung jawab instalasi bedah sentral
a. Pendidikan minimal S1 kedokteran/spesialis
b. Pengalaman minimal 1 tahun dibidang yang sama
c. Mempunyai sertifikat SIP kemenkes, STR, ACLS, ATLS.
d. Pengetahuan kerja; memahami perencanaan jumlah, jenis dan mutu
tenaga kerja, perncanaan jumlah dan jenis peralatan dan kegiatan
e. Keterampilan kerja; perencanaan dan pelaksanaan bagian bedah
f. Kemampuan; merencanaan, melaksanakan, mengontrol dan
mengkoordinasi bagian kamar bedah
g. Minat; kemampuan dalam proses pembedahan sampai pasca
pembedahan
h. Kondisi kerja; siap mental agar bias menyesuaikan diri dalam
pelaksanaan tugas-tugas yang mengandung resiko yang berhadapan
dengan situasi luar biasa, kritis, bahaya tatau kecepatan tinggi
i. Kondisi fisik; sehat jasmani dan rohani terutama yang berkaitan
dengan moral.

2. Dokter spesialis bedah


a. Pendidikan minimal S1 kedokteran/spesialis
b. Pengalaman minimal 2tahun dibidang yang sama
c. Mempunyai sertifikat SIP kemenkes, STR, dan penugasan kemenkes
d. Pengetahuan kerja; bertanggung jawab melakukan pembedahan sesuai
keahlian, pengelolaan pasien, pemantauan pembedahan hingga
bangsal, pemberian keterangan tentang bedah
e. Minat; kemampuan dalam proses pembedahan sampai pasca
pembedahan

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 9


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

f. Kondisi kerja; siap mental agar bisa menyesuaikan diri dalam


pelaksanaan tugas-tugas yang mengandung resiko yang berhadapan
dengan situasi luar biasa, kritis, bahaya tatau kecepatan tinggi
g. Kondisi fisik; sehat jasmani dan rohani terutama yang berkaitan
dengan moral.

3. Penata anastesi
a. Pendidikan minimal DIII anastesi
b. Pengalaman minimal 1 tahun dibidang yang sama
c. Mempunyai sertifikat SIP kemenkes, STR, BTCLS, PPGD.
d. Pengetahuan kerja ; bertanggung jawab melakukan pmbiusan dlam
suatu pembedahan, memahami prosedur pembiusan pra, intra dan
pasca bedah.
e. Minat kerja; kemampuan dalam dalam proses pembuisan pra dan
pasca bedah.
f. Kondisi kerja; siap mental agar bias menyesuaikan diri dalam
pelaksanaan tugas-tugas yang mengandung resiko yang berhadapan
dengan situasi luar biasa, kritis, bahaya tatau kecepatan tinggi
g. Kondisi fisik; sehat jasmani dan rohani terutama yang berkaitan
dengan moral.

4. Kepala instalasi bedah sentral


a. Pendidikan minimal DIII/SIkeperawatan
b. Pengalaman minimal 4 tahun dibidang pelayanan keperawatan kamar
bedah.
c. Mempunyai sertifikat BTCLS/PPGD.
d. Pengetahuan kerja ;bertanggung jawab dalam kegitan pelayanan
bedah.
e. Keterampilan; pelaksanaan kerja praktis dan tambahan-tambahan
pngetahuan dapat diperoleh melalui pelatihan/seminar-seminar ilmiah.

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 10


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

f. Minat kerja; memiliki bakat kerja yang berhubungan dengan


ketelitian, serta pekerjaan yang bersifat rutin, konkrit dan teratur/tidak
terduga.
g. Kondisi kerja; menyesuaikan diri dalam melaksanakan tuga-tugas yang
mengandung resiko yang berhadapan dengan situasi daruratbahaya
tatau , kritis, bahaya atau kecepatan tinggi
h. Kondisi fisik; sehat jasmani dan rohani terutama yang berkaitan
dengan moral.

5. Perawat pelaksana instalasi bedah sentral


a. Pendidikan minimal DIII keperawatan
b. Pengalaman minimal 3 tahun dibidang pelayanan keperawatan kamar
bedah.
c. Mempunyai SIP, sertifikat BTCLS/PPGD.
d. Pengetahuan kerja ;bertanggung jawab dalam kelancaran dokter pra
operasi, pasca operasi, menyusun laporan.
e. Bertanggung jawab jujur dan teliti.

6. Perawat asisten dokter bedah


a. Pendidikan minimal DIII keperawatan
b. Pengalaman minimal 3 tahun dibidang pelayanan keperawatan kamar
bedah.
c. Mempunyai SIP, sertifikat BTCLS/PPGD.
d. Pengetahuan kerja ;bertanggung jawab dalam kegitan pelayanan
bedah.
e. Bertanggung jawab dalam kelancaran dikter pra, pasca operasi,
menyusun laporan
f. Bertanggung jawab, jujur, teliti komunikatif

7. Perawat instrumen instalasi bedah sentral


a. Pendidikan minimal DIII keperawatan

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 11


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

b. Pengalaman minimal 3 tahun dibidang pelayanan keperawatan kamar


bedah.
c. Mempunyai SIP, sertifikat BTCLS/PPGD.
d. Pengetahuan kerja,bertanggung jawab dalam kegitan pelayanan bedah.
e. Bertanggung jawab dalam kelancaran dikter pra, pasca operasi,
menyusun laporan
f. Bertanggung jawab, jujur, teliti komunikatif

8. Perawat sirkuler
a. Pendidikan minimal SMA
b. Pengalaman minimal 4 tahun dibidang pelayanan kamar bedah
c. Mempunyai sertifikat pelatihan dibidang kesehatan
d. Pengetahuan kerja; bertanggung jawab dalam kebersihan lingkungan
kamar bedah,memlihara semua peralatan bedah
e. Bertanggung jawab dalam kelancaran pembedahan dan menjadi
penyambung tim operasi dengan daerah luar operasi, persiapan
instrument operasi dan pasca operasi
f. Bertanggung jawab, jujur, teliti, dan komunikatif

9. Perawat pendamping anastesi


a. Pendidikan minimal DIII keperawatan
b. Pengalaman minimal 2 tahun dibidang pelayanan kamar bedah
c. Mempunyai sertifikat SIP, BTCLS/PPGD
d. Bertanggung jawab terhadap penata anastesi dan membatu dalam
proses pembiusan.
e. Bertanggung jawab, jujur, teliti, dan komunikatif

10. Tenaga teknisi


a. Pendidikan minimal STM
b. Pengalaman minimal 2 tahun dibidang teknisi alat kesehatan rumah
sakit

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 12


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

c. Bertanggung jawab dalam pengelolaan dan perawatan maintence alat


kesehatan yang ada dikamar bedah sentral
d. Bertanggung jawab, jujur, teliti, dan komunikatif

B. DISTRIBUSI KETENAGAAN
Ketenagaan staf instalasi bedah sentral dalam melaksanakann tugasnya
berdasarkan kebutuhan yang ada, maka pembagiannya sebagi berikut:
1. Penanggung jawab : 1 orang
2. Kepala bagian : 1 orang
3. Kepala tim : 1 orang
4. Perawat pelaksana IBS : 2 orang
5. Administrasi : 1 orang
6. Teknisi : 1 orang
Jumlah tenaga IBS : 7 orang
Untuk CSSD sesuai pedoman CSSD.

C. PENGATURAN JAGA
Dalam pengaturan jadwal dinas semua petugas IBS diatur dalam satu sift
yaitu dinas pagi yang dimulai dari pukul 07.00 14.00 WIB.
NB:
1. Jika ada operasi diluar jam dinas pagi atau saat waktu libur, maka
semua petugas IBS selalu siap untuk dihubungi dan ikut dalam
tindakan operasi tersebut.
2. Untuk petugas anastesi dapat dihubungi jika ada operasi baik waktu
pagi, siang atau malam hari (standby).

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 13


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

BAB III
STANDAR FASILITAS
A. DENAH RUANGAN

1. DENAH RUANGAN

R. WANITA 0,00
KANTOR
0,00
PENERIMAAN wc
CSSD 0,00
PASIEN -0,02
wc

R.LAKI20,00 RR 0,00

llemaei
gu LEMARI INBOW
da
ng

PERSIAPAAN CUCI T. PERSIAPAAN SLOP


SLOP SLOP PERSIAPAAN
0,00 -0,02 0,00 -0,02
-0,02 -0,02 0,00

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 14


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

KETERANGAN:
1. Zona 1
Pakaian dari luar Instalasi Kamar Operasi boleh dipakai.
2. Zona 2
Pakaian luar Instalasi Kamar Operasi masih boleh dipakai.
3. Zona 3
Petugas Instalasi Kamar Operasi wajib menggunakan pakaian khusus
4. Zona 4
Tim Instalasi Kamar Operasi wajib memakai jas operasi.

2. ALUR DIINSTALASI KAMAR BEDAH:


a. Alur pasien:
1. Pintu masuk pasien pra dan pasca bedah harus berbeda.
2. Pintu masuk petugas dan pasien harus berbeda.
b. Alur petugas:
Pintu masuk dan keluar untuk petugas harus melalui satu pintu.
c. Alur peralatan:
Pintu masuk dan keluar peralatan bersih dan kotor

3. PEMBAGIAN DAERAH-DAERAH DIINSTALASI KAMAR BEDAH


a. Daerah bebas
Pada daerah ini petugas masuk tidak perlu mengganti pakaian.daerah ini
merupakan daerah peralihan dari daerah luar kedalam kamar bedah.Pada
daerah ini dapat ditandai dengan stiker berawarna hijau.

b. Daerah semi terbatas


Merupakan daerah penghubung antara daerah bebas dengan kamar bedah,
dimana setiap petugas yang masuk daerah ini wajib mengganti pakaian
khusus dikamar bedah, menggunakan topi, masker dan sandal.Begitu juga
untuk pasien harus menggunakan pakaian operasi, dan topi.Daerah ini
dapat ditandai dengan stiker berwarna kuning.

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 15


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

c. Daerah terbatas
Yang dimaksudkan daerah ini adalah:
1. Ruang cuci tangan pembedahan
2. Ruang induksi
3. Ruang tindakan pembedahan/kamar operasi
Pada daerah ini dapat ditandai dengan stiker berwarna merah.

B. STANDAR FASILITAS
Ruangan yang ada di instalasi bedah sentral rumah sakit St. Elisabeth Lela
terdiri dari beberapa ruangan . Instalasi Bedah Sentral rumah sakit St.
Elisabeth Lela terdiri dari beberapa ruang:
1. Ruang penerimaan pasien (ruang serah terima)
Ruangan ini digunakan untuk menerima pasien yang akan menjalani
pembedahan. Didalam ruangan ini dilakukan beberapa kegiatan yaitu:
a. Menerima serah terima pasien dari perawat ruangan
b. Memakaikan pakaian khusus pasien ruang bedah
c. Menjelaskan dan menguatkan pasien lewat doa bersama
2. Ruang persiapan/induksi
Ruangan ini digunakan untuk mempersiapkan pasien sebelum menjalani
pembedahan. Ruangan ini difasilitasi dengan bed site monitor, oksigen dan
perlengkapan pemasangan infuse. Kegiatan yang dilakukan diruangan ini
adalah:
a. Memasang infuse bila dari ruangan belum dipasang
b. Memberikan kesempatan kepada pasien untuk istirahat atau
menyiapkan diri
3. Ruang untuk cuci tangan steril
Didalm setiap kamar operasi harus memiliki ruang cuci tangan steril
(scrub) yang digunakan dokter operator, assisten, instrumentator dan
semua petugas yang akan mengikuti kegiatan pembedahan didalam
ruangan tersebut.

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 16


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

4. Ruang pemulihan (Recovery Room/RR)


Ruangan ini digunakan untuk menempatkan pasien-pasien pasca
operasi.Disni pasien dipantau, jika keadaan sudah stabil dan sesuai dengan
criteria penilaian anastesi maka pasien dikembalikan keruangan
perawatan.Ruangan ini dilengkapi dengan beberapa alat dan obat-obatan
yang digunakan untuk melakukan pemntauan, perawatan atau tindakan
terhadap pasien pasca operasi.
5. Ruang penyimpanan alat-alat bedah
Dalam hal penyimpanan alat-alat bedah ditatadengan rapid an
dikelompokan secara terpisah.
a. Penyimpanan alat steril
Ruangan ini merupakan tempat penyimpanan instrument, linen, kasa,
kapas yang telah disterilkan.Arus lalu lintas petugas disini harus
dibatasi untuk memperkecil kontaminasi dari alat yang sudah
disterilkan.Kelembaban udara berkisar antara 35-50%n dan
termperatur antara 18-22oC.
b. Ruang penyimpanan alat tidak steril
Ruangan ini dipakaiuntuk penyimpanan alat-alat pembedahan yang
tidak disterilkan dan harus ditata dengan rapi.
6. Ruang ganti pakaian
Pada kamar ganti pakaian dipisahkan antara yang pria dan wanita.Setiap
kamar ganti disediakan lemari atau rak pakaian petugas.Pada ruangan ini
para petugas kamar bedah mengganti pakaiannya dari pakaian yang
dipakai dari luar dengan pakaian khusus kamar bedah.
7. Ruang istirahat, dan konsultasi
Ruangan ini digunakan untuk konsultasi dokter dimana memberikan
informasi kepada keluarga pasien yang sedang atau stelah dilakukan
tindakan pembedahan.

8. Kamar operasi I (kamar bedah minor)

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 17


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

Ruangan ini digunakan untuk pembedahan yang ukuran kecil, seperti


abses, sirkumsisi, debridement.ruangan ini juga harus steril dan dijaga
kebersihannya.
9. Kamar operasi II (kamar bedah mayor)
Didalam ruangan ini biasanya digunakan untuk jenis pembedahan yang
besar seperti laparatomy, strumatocmy,amputasi. Ruangan ini juga harus
dijaga kesterilannya.
10. Kamar operasi III (kamar bedah mayor)
Ruangan ini juga sama dengan ruangan operasi II.
11. Ruang pertemuan
Ruang yang digunakan untuk pertemuan rutin petugas kamar
bedah.Ruangan ini biasanya digunakan untuk ruang makan.
12. Gudang
Dimana digunakan untuk penyimpanan barang-barang keperluan instalasi
kamar bedah yang masih berfungsiakan tetapi sedang tidak dipakai.
13. Ruang tunggu
Tempat keluarga menunggu pasien yang sedang dilakukan tindakan
pembedahan.
14. Kamar mandi/WC/toilet
Fasilitas diatur sesuai dengan kebutuhan, dan harus dijaga kebersihannya.
15. Slopsink/ruang pembuangan
Fasilitas untuk membuang kotoran bekas operasi khususnya yang berupa
cairan. Slopsink ini bentuknya berupa bak atau wastafel.
16. Ruang Penyimpanan Obat dan Alat Anestesi
Tersedia lemari untuk menyimpan obat dan alat kesehatan anestesi yang
terkunci, kulkas untuk menyimpan obat yang memerlukan suhu tertentu.
17. Ruang pencucian peralatan instrument
Alat-alat yang terpakai pada saat pembedahan dibersihkan diruang
pencucian.

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 18


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

18. Ruang sterilisasi


Ala-alat yang habis dipakai pada waktu pembedahan, dekontaminasi,
pencucian, pengeringan dan pengemasan dan siap disterilkan diruangan
ini.
19. Koridor
Merupakan ruang yang berfungsi penghubung antar ruang untuk lalu
lintas petugas, pasien dengan barnkard maupun pengunjung. Didepan
pintu kamar bedah diberi lampu yang dinyalakan bila operasi sedang
berlangsung

Daftar peralatan yang ada di dalam Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit St.
Elisabeth Lela adalah :

1. Ruang penerimaan pasien, terdapat:


a. Brankard 1 buah
b. Standar infuse 1 buah
c. Topi dan pakaian pasien untuk kamar bedah
2. Ruang persiapan/induksi, terdapat:
a. Oksigen
b. Standar infuse 1 buah
c. Kelengkapan dalam pemasangan infuse
3. Ruang pemulihan/Recovery Room, terdapat:
a. Saction 1 buah
b. Oksigen 2 buah
c. Standar infuse 2 buah
d. Monital vital sign 1 buah
e. Thermometer
4. Kamar operasi I, terdapat:
a. Mesin anastesi 1 buah
b. Trolley emergency 1 buah
c. Saction 1 buah

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 19


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

d. Monitor vital sign 1 buah


e. Meja operasi 1 buah
f. Mesin electrocauter 1 buah
g. Meja instrument 1buah
h. Meja lumbal anastesi kecil 1 buah
i. Meja benang 1 buah
j. Standar infuse 1 buah
k. Meja administrasi 1 buah
l. Lampu operasi 2 buah (kecil dan besar)
m. Lampu rontgen 1 buah
n. Lemari tembok kaca 1 buah
o. Kursi 3 buah
p. Mesin laringoscopi 1 buah
5. Kamar operasi II, terdapat:
a. Mesin anastesi 1 buah
b. Trolley emergency 1 buah
c. Saction 2 buah
d. Monitor vital sign 1 buah
e. Meja operasi 1 buah
f. Mesin electrocounter 1 buah
g. Meja instrument 1buah
h. Meja lumbal anastesi kecil 1 buah
i. Meja benang 1 buah
j. Standar infuse 1 buah
k. Meja administrasi 1 buah
l. Lampu operasi 2 buah (kecil dan besar)
m. Lampu rontgen 1 buah
n. Lemari tembok kaca 1 buah
o. Kursi 3 buah
6. Kamar operasi III, terdapat:
a. Mesin anastesi 1 buah

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 20


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

b. Trolley emergency 1 buah


c. Saction 2 buah
d. Monitor vital sign 1 buah
e. Meja operasi 1 buah
f. Mesin electrocounter 1 buah
g. Meja instrument 1buah
h. Meja lumbal anastesi kecil 1 buah
i. Meja benang 1 buah
j. Standar infuse 1 buah
k. Meja administrasi 1 buah
l. Lampu operasi 2 buah (kecil dan besar)
m. Lampu rontgen 1 buah
n. Lemari tembok kaca 1 buah
o. Kursi 3 buah
7. Peralatan non medis meliputi:
a. Thermometer suhu dan kelembaban ruangan
b. Alat tenun paket, masker disposable
c. Schort bedah
d. Topi kamar bedah
e. Sarung tabung oxygen
f. Pakaian pasien dewasa dan anak
g. Sandal
h. Sepatu boot
8. Alat rumah tangga, meliputi:
a. Alat kebersihan: sapu, sikat lantai, lap kerja, alat penyikat lantai dan
ember
b. Alat makan dan minum
c. Mebel
9. Alat ukur
Untuk mengukur kondisi suhu pada kamar bedah diperlukan beberapa alat
ukur yaitu : Thermometer suhu ruangan (AC).

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 21


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

10. Set instrument tambahan


Set instrument dasar, tambahan, paket dapat dilihat dipedoman pengesetan
alat CSSD.

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 22


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

B AB IV
KEBIJAKAN

1. Pelayanan Instalasi Bedah Sentral dan Central Strerile Suply Department


(CSSD)dilakukan selama 24 jam dalam sehari dan tujuh hari dalam
seminggu.
2. Peralatan di Instalasi Bedah Sentral dan Central Strerile Suply Department
(CSSD)harus selalu dilakukan pemeliharaan dan kalibrasi sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
3. Pelayanan di Instalasi Bedah Sentral dan Central Strerile Suply Department
(CSSD)harus selalu berorientasi kepada mutu dan keselamatan pasien.
4. Semua petugas Instalasi Bedah Sentral dan Central Strerile Suply Department
(CSSD)wajib memiliki izin sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
5. Dalam melaksanakan tugasnya setiap petugas wajib mematuhi ketentuan
dalam K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), termasuk penggunaan APD
(Alat Pelindung Diri).
6. Setiap petugas harus bekerja sesuai dengan Standar Profesi, Standar Prosedur
Operasional yang berlaku, Etika Profesi, Etiket, dan menghormati hak pasien.
7. Penyediaan tenaga harus mengacu kepada pola ketenagaan.
8. Seluruh proses pelayanan (administrasi, medis dan non medis, termasuk
inventarisasi peralatan pemeliharaan dan kalibrasi alat kesehatan) di Instalasi/
unit kerja menjadi tanggung jawab Kepala Instalasi/ Kepala Unit Kerja secara
langsung dan Direktur terkait secara tidak langsung.
9. Untuk memantau proses dan kualitas pelayanan, maka dilakukan surpervisi/
evaluasi pelayanan/ rapat secara rutin minimal satu bulan sekali oleh Kepala
Instalasi dan dilaporkan kepada Direksi melalui Kepala Keperawatan
10. Setiap unit pelayanan diwajibkan untuk melakukan analisa pencapaian unit
pelayanannya secara sederhana dan melaporkan hasil kegiatannya kepada
Direksi Rumah Sakit St.Elisabeth Lela melalui Kepala Keperawatan secara
periodik 3 (tiga) bulan/ 6 (enam) bulan sekali).

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 23


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

11. Setiap tenaga kesehatan sebelum melayani pasien wajib melakukan prosedur
identifikasi pasien.
12. Setiap insiden keselamatan pasien yang ditemukan staf rumah sakit, wajib
dilaporkan ke atasan langsung untuk dilakukan grading. Jika hasil grading
menunjukkan warna : Hijau/ Biru, maka perlu dilakukan investigasi
sederhana oleh Kepala Instalasi. Kuning/ merah, maka dilaporkan ke Komite
Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit St.Elisabeth Lela
untuk dilakukan Root Cause Analysis (RCA).
13. Semua pelayanan di Instalasi diharuskan melakukan manajemen pencegahan
pasien jatuh dan manajemen risiko.
14. Untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit, setiap hal yang terkait
dengan kepentingan pasien akan dibahas dan didiskusikan dalam bentuk case
review.
15. Untuk mencegah agar proses infeksi yang ada di lingkungan rumah sakit,
maka semua pelayanan medis maupun non medis mengacu pada Pedoman/
Panduan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit St.Elisabeth
Lela.
16. Rumah Sakit menyediakan pelayanan sedasi ringan/sedang/berat yang regular
dan nyaman bekrjasama dengan Rs.Tc.Hillers Maumere selama 24 jam sesuai
kebutuhan.
17. Penata Anestesi / Perawat Anestesi dapat memberikan pelayanan anestesi di
RS St. Elisabeth Lela, dalam batas tertentu mempertimbangkan kompetensi,
tingkat kedaruratan dan kemungkinan untuk dirujuk, karena kondisi daerah
yang tidak tersedia dokter spesialis anestesiologi.
18. Untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit, setiap hal yang terkait
dengan kepentingan pengembangan, pendidikan dan pelatihan baik informal
maupun formal bagi seluruh Sumber Daya Manusia diselenggarakan oleh
DIKLAT Rumah Sakit St.Elisabeth Lela.
19. Untuk melaksanakan koordinasi dan evaluasi wajib dilaksanakan rapat rutin
bulanan minimal satu bulan sekali dan setiap bulan wajib membuat laporan.

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 24


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

a. Pelayanan kamar operasi dilaksanakan dalam 24 (dua puluh empat) jam


kerja.
b. Setiap pasien yang akan dilakukan tindakan operasi diberikan
informasi/ penyuluhan mengenai prosedur yang akan dijalani
khususnya prosedurpre medical/ pre anestesi.
c. Pada setiap pasien yang akan dilakukan tindakan operasi prinsip
pencegahan dan pengendalian infeksi selalu dijalankan.
d. Setiap pasien sewaktu dikamar operasi dilakukan identifikasi meliputi :
1) Jenis operasi
2) Lokasi yang akan dioperasi
3) Informed consent
20. Surgical Safety Checklist
a. Digunakan suatu tanda yang segera dikenali untuk identifikasi lokasi
operasi dan melibatkan pasien dalam proses penandaan / pemberian
tanda.
b. Menggunakan suatu checklist untuk melakukan verifikasi pra operasi
tepat lokasi, tepat prosedur, dan tepat pasien dan semua dokumen
serta peralatan yang diperlukan tersedia, tepat /benar, dan fungsional.
c. Tim operasi yang lengkap menerapkan dan mencatat /
mendokumentasikan prosedur sebelum insisi / time-out tepat sebelum
dimulainya suatu prosedur / tindakan pembedahan.
21. Bila terjadi kecelakaan / kegagalan dari tindak operasi yang dimaksud, hal
tersebut dilaporkan kepada Kepala Bidang Pelayanan Medis, untuk
ditindaklanjuti.
22. Bila terjadi bencana/hospital disaster plan, kamar operasi siap untuk berperan
di dalam penanggulangannya.
23. Perhitungan kassa dan atau alat dilakukan sebelum penutupan lapisan
peritorium bila terdapat ketidaksesuaian penghitungan kasa dan atau alat
sebelum dan sesudah operasi maka dilakukan penghitungan ulang dan sayatan
operasi belum ditutup.

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 25


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

24. Informasi penjadwalan pasien operasi (baik efektif maupun darurat)


didapatkan dari bagian admission dan tulisan pada papan informasi jadwal
operasi untuk dilengkapi oleh petugas kamar bedah, bila ada penundaan atau
perubahan jadwal operasi dari operator segera diinformasikan kepada pasien,
keluarga pasien dan Penata Anestesi.
25. Bila ada tindakan perluasan tindakan operasi, operator harus memberikan
informasi kepada penanggung jawab pasien sebelum perluasan operasi
dilakukan dan penanggung jawab pasien harus menandatangani informed
consent.
26. Setiap petugas atau staf kamar bedah wajib mengikuti pelatihan yang sudah
diprogramkan oleh Diklat.
27. Pelayanan kamar operasi diperuntukan bagi semua tindakan medik yang
memerlukan pembiusan lokal, regional (spinal, epidural) dan umum.
28. Dalam pelayanannya Instalasi Bedah Sentral memakai Panduan / Pedoman
Pelayanan Instalasi Bedah Sentral yang mengacu pada pedoman mutu dan
standar keselamatan pasien.
29. Laporan operasi harus ditulis oleh Dokter operator dan Penata Anesthesi
secara lengkap sesuai dengan formulir yang sudah tersedia dan diselesaikan
setelah operasi dinyatakan selesai sebelum pasien ditransfer ke Ruang Rawat
Inap.
30. Instalasi Bedah Sentral memberikan pelayanan secara elektif dan cyto /
keadaan darurat.
31. Central Sterile Suply Department/ CSSD.
a. CSSD dibawah Instalasi Bedah Sentral merupakan salah satu sarana dari
upaya pengendalian infeksi di rumah sakit yang bertanggung jawab
terhadap proses sterilisasi di rumah sakit.0
b. Sterilisasi adalah suatu proses pengolahan alat atau bahan dengan
tujuan mematikan semua jenis mikroorganisme termasuk endospora
pada alat atau bahan tersebut.

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 26


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

c. Sterilisasi di rumah sakit dilaksanakan secara sentral dengan tujuan


efisiensi dan efektifitas pelayanan, SDM dan bahan habis pakai, kecuali
pada kondisi tertentu.
d. Pelaksanaannya dimulai dari penerimaan, proses, pemberian tanda steril,
penyusunan dan pengeluaran barangbaranghasil sterilisasi dan
pendistribusian ke unit pemakai di Rumah Sakit.
e. Hal yang berhubungan dengan teknis pekerjaan diatur dalam Pedoman
Pelayanan CSSD dan pengendalian infeksi diatur dalam Pedoman PPI.

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 27


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

BAB V

TATALAKSANA PELAYANAN

A. JENIS PELAYANAN
1. Pelayanan bedah
Instalasi bedah sentral melaqyani pasien 24 jam setipa hari selama 7 hari
kerja dalam seminggu.
a. Langkah-langkah proses pembedahan:
1) Pendaftaran operasi
Mendaftarkan pasien baik rawat inap/rawat jalan sehari sebelum
dilakukan tindakan operasi kecuali emergency diruang administrasi
instalasi bedah sentral dengan menyertakan status pasien bagi
rawat inap dan pengantar dokter bagi pasien rawat jalan.
2) Penyusunan jadwal
Penyusunan jadwal dilakukan setelah program operasi sudah
masuk, sehari sebelum dilakukan tindakan operasi kecuali
emergency oleh programmer (ketua tim pada sift tersebut) dengan
tujuan agar pelaksanaan operasi dapat berjalan dengan tertib dan
teratur.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun penjadwalan
operasi adalah sebagai berikut:
Pengaturan ruang atau kamar operasi dibuat merata untuk
setiap kamar operasi.
Peraturan mengenai pembatalan sebelum waktu operasi yang
sudah dijadwalkan.
Penundaan serta penambahan operasi sewaktu-waktu (hal ini
dapat berbeda disesuaikan dengan jenis operasi).
3) Anggota inti tim bedah, meliputi:
Dokter operator
Dokter yang melakukan tindakan pembedahan terhadap
pasiennya sesuai prosedur

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 28


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

Perawat asisten
Membantu dan memperhatikan jalannya opersi, keamanan,
efektifitas daerah opersi dan daerah steril selam pembedahan
Perawat instrument
Menyiapkan instrument sesuai dengan jenis tindakan
pembedahan yang akan dilakukan, bertanggung jawab terhadap
instrument, kassa (perhitungan jumlah) sebelum selama dan
sesudah operasi harus sesuai dan membantu kelancaran
pelaksanaan operasi.
Perawat sirkuler
Membantu kelancaran dalam pelaksanaan operasi dimulai dari
serah terima pasien, sampai proses jalannya operasi
berlangsung dan selesai, melakukan pendokumentasian selama
proses operasi.
4) Pelayanan perioperatif
Pelayanan kepada pasien mulai dari persiapan pasien sebelum
operasi, selama operasi dan sesuadah operasi, meliputi:
Pelayanan pre operative:
1. Persiapan pasien
2. Informed consent
3. Asesmen pra bedah
4. Penandaan lokasi operasi (marking)
Pelayanan intra operative yang meliputi proses:
1. Sign in
Suatu tindakan verifikasi pertama pada pasien yang akan
dilakukan tindakan, tiba diruang persiapana pembedahan di
instalasi bedah sentral.
2. Steril washing
Suatu prosedur pembersihan pada daerah dan sekitarnya
yang akan dilakukan tindakan pembedahan dengan
menggunakan teknik anti septic.

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 29


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

3. Tim bedah melakukan tindakan aseptic dan anti septic


4. Time out
Adalah tindakan verifikasi sebelum pasien dilakukan insisi
pembedahan.
5. Sign out
Adalah verifikasi tahap akhir sebelum operasi selesai dan
pasien meninggalkan ruang operasi.
Pelayanan pasca operative
Perawatan yang diberikan kepada pasien setelah pasien
dilakukan prosedur pembedahan.
Pelayanan kepada pasien yang dilakukan operasi menggunakan
prinsip aseptic dan anti septic.
Perawatan pasca bedah
Perawatan pasca bedah baik rawat inap ataupun rawat jalan
pada pasien setelah dilakukan tindakan pembedahan sesuai
dengan asesmen pasca bedah oleh dokter operator.

b. Jenis pelayanan yang ada berdasarkan jenis tindakan pembedahan


menurut spesialisasi
1. bedah mata (dengan perjanjian)
2. Bedah plastic (dengan perjanjian)
3. Bedah umum

2. Pelayanan anastesi
a. Pelayanan anestesi yang dilakukan meliputi:
1. Sedasi
2. Anestesi umum
3. Anestesi regional
a) Anestesi spinal
b) Anestesi epidural

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 30


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

b. Kategori/tingkat anestesi/sedasi
1. Sedasi ringan.minimal (anxiolysis):
Kondisi dimana pasien masih dapat merespon dengan normal
terhadap stimulus verbal.Meskipun fungsi kognitif dan koordinasi
dapat terganggu, ventilasi dan fungsi kardiovaskuler tidak
terpengaruh.
2. Sedasi sedang
Suatu kondisi depresi tingkat kesadaran diman pasien
memeberikan respons terhadap stimulus sentuhan.Tidak diperlukan
intervensi untuk mempertahankan potensi jalan napas, dan ventilasi
spontan masih adekuat. Fungsi kardivaskuler biasanya terjaga
dengan baik
3. Sedasi berat/dalam
Suatu kondisi depresi tingkat kesadaran dimana pasien
memberikan respons terhadap stimulasi berulang/nyeri.Fungsi
ventilasi spontan dapat terganggu/tidak adekuat.Pasien mungkin
membutuhkan bantuan untuk mempertahankan potensi jalan
napas.Fungsi vasdiokuler biasanya terjaga dengan baik.
4. Anestesi umum
Hilangnya kesadaran dimana pasien tidak sadar,bahkan dengan
pemberian stimulus nyeri. Pasien sering membutuhkan bantuan
untuk mempertahankan potensi jalan napas, dan mungkin
membutuhkan ventilasi tekanan positif karena tidak adekuatnya
ventilasi spontan.fungsi kardioveskular dapat terganggu.
Sedasi adalah suatu proses yang berkelanjutan/kontinu, sehingga
tidak selalu dapat memprediksi bagaimana respons setiap pasien
yang mendapat sedasi. Oleh karena itu, penata anestesi maupun
perawat pendampingnya harus dapat melakukan penanganan
segera terhadap pasien yang efek sedasinya masih dalam/berat.

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 31


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

Tabel daftar respon pasien dalam sedasi

Sedasi Sedasi sedang Sedasi Anestesi


ringan/minimal (pasien tidur) berat/dalam umum
Respon Respon normal Merespon Merespon setelah Tidak
terhadap verbal terhadap diberikan sadar,meskipun
stimulus stimulus dengan
sentuhan berulang/stimulus stimulus nyeri
nyeri
Jalan Tidak terpengaruh Tidak perlu Mungkin perlu Sering
napas intervensi intervensi memerlukan
intervensi
Ventilasi Tidak terpengaruh Adekuat Dapat tidak Sering tidak
spontan adekuat adekuat
Fungsi Tidak terpengaruh Biasanya dapat Biasanya dapat Dapat
Kardiova dipertahankan dipertahankan terganggu
skuler dengan baik dengan baik

c. Anggota tim anestesi


1. Tim anestesi melibatkan penata anestesidan perawat
pendamping anestesi
2. Penata anestesi tim memiliki kewajiban untuk mengidentifikasi
dirinya kepada pasien dan keluarganya
3. Tindakan/layanan anestesi dilakukan oleh tim
anestesi,termasuk pemantauan dan pelaksanaan tindakan
anestesi
4. Instruksi diberikan oleh penata anestesi dan harus sejalan
dengan kebijakan dan regulasi pemerintah serta kebijakan
rumah sakit
5. Tanggung jawab keseluruhan terhadap kinerja tim anestesi dan
keselamatan pasien terletak pada penata anestesi
6. Penata anestesi harus mewujudkan keselamatan pasien yang
optimal dan memberikan pelayanan yang berkualitas kepada
setiap pasien yang menjalani tindakan anestesi.

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 32


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

Berikut adalah anggota tim anestesi:


a. Penata anestesi
Merupakan pimpinan tim anestesi jika dalam tim tersebut
tidak memiliki dokter anestesi. Penata anestesi memiliki
SIP dantelah menyelesaikan program studi anestesi serta
memiliki pelatihan dibidangnya.
b. Perawat pendamping anestesi
Merupakan perawat ruang pulih atau perawat yang
membantu timnya dalam tindakan anestesi.Perawat
pendamping ini juga harus memiliki SIP yang telah
menjalani pelatihan bantuan hidup dasar dan pelatihan
lainnya dalam bidangnya.
7. Untuk tindakan diluar kamar bedah, untuk doketr umum
diperbolehkan melakukan sedasi adalah yang telah
mendapatkan pelatihan. Sedasi harus dilakukan sesuai standar
operasional yang berlaku. Tanggung jawab keseluruhan
terhadap prosedur sedasi dan keselamatan pasien terletak pada
dokter yang bersangkutan.

d. Manajen keselamatan pasien oleh tim anestesi


Untuk mencapai terwujudnya keselamatan pasien yang optimal,
maka anestesilogis bertanggung jawab terhadap hal-hal berikut ini;
1. Manajemen kepegawaian
Anestesilogis harus memastikan terlaksananya penugasan yang
diberikan kepada petugas RR maupun perawat
ruangan.Evaluasi pasca anestesi maupun penanganan nyeri
pasca bedah diruangan.
2. Evaluasi pra anestesi pasien
a. Suatu evaluasi pra anestesi memungkinkan terwujudnya
perencanaan anestesi yang baik, dimana perencanaan

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 33


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

tersebut disesuaikan dengan kondisi dan penyakit pasien


yang dapat mempengaruhi tindakan anestesi
b. Meskipun pearwat ruangan dapat berkontribusi pasien,
anestesilogislah yang memegang tanggung jawab terhadap
evaluasi keseluruhan pasien.
3. Perencanaan tindakan anestesi
a. Penata anestesi bertanggung jawab dalam menyusun
rencana tindakan anestesi yang bertujuan untuk
mewujudkan kualitas pelayanan pasien yang terbaik dan
tercapainya keselamatan pasien yang optimal
b. Penata anetesi sebaiknya melakukan disukusi dengan
pasien (jika kondisi pasien memungkinkan) mengenai
resiko tindakan anestesi keuntungan dan alternative yang
ada, dan memperoleh izin persetujuan tindakan (informed
consent)
4. Manajemen tindakan anestesi
a. Manajemen tindakan anestesi bergantung pada banyak
factor, termasuk kondisi medis setiap pasien dan prosedur
yang akan dilakukan
b. Penata anestesi harus menentukan tugas perioperatif mana
yang dapat didelegasikan
c. Penata anestesi dapat mendelegasikan tugas spesifik kepada
perawat pendamping anestesi maupunperawat ruang pulih
yang bergabung dalam tim anestesi, dengan syarat kualitas
pelayanan pasien dan keselamatan pasien tetap terjaga
dengan baik, tetap berpartisipasi dalam bagian-bagian
penting tindakan anestesi dan tetap siap sedia untuk
menangani situasi emergensi dengan tepat.
5. Perawatan pasca anestesi
a. Perawatan pasca anestesi secara rutin didelegasikan kepada
perawat ruang pulih

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 34


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

b. Evaluasi dan tatalaksana komplikasipasca anestesi


merupakan tanggung jawab anestesilogis.
6. Konsultasi anestesi
Harus dilayani oleh anestesilogis dan tidak dapat diwakilkan.

e. Manajemen keselamatan pasien dalam penggunaan sedasi ringan


1. Sedasi ringan diperbolehkan diluar kamar bedah sentral di
IGD, Radiologi untuk tujuan medis terapeutik atau diagnostic.
2. Dokter yang bertanggung jawab dalam prosedur sedasi ringan
minimal dokter jaga IGD yang telah mengikuti pendidikan dan
pelatihan dibidangnya.
3. Saat pasien disedasi, dokter penanggung jawab harus
hadir/mendampingi diruang tindakan.
4. Dokter penanggung jawab juga bertanggung jawab memimpin
timnya dalam situasi emergensi dimana diperlukan resusitasi,
termasuk manajemen jalan napas.
5. Obat-obat yang digunakan untuk tindakan sedasi.
No. Obat Dosis efek sediaan
1. Midazolam 0,07 sedasi ampul 1mg/5cc
0,1mg/kgBB
2. Ketamin 0,3mg/kgBB Sedasi Vial
analgetik 1000mg/10cc
3. Ondansentron 0,08mg/kgBB Anti Ampul 4mg/2cc
mual/muntah Ampul 8mg/4cc
4. Sulfas atropin 0,01mg/kgBB Simpatmimeti Ampul
k mencegah 0,25mg/cc
hipersekresi/h
ipervalisasi
c. Dokumentasi pelayanan bedah dan anestesi
Pelaksanaan proses didokumentasikan dalam bentuk;
1. Catatan terintegrasi

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 35


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

2. Lembar verifikasi pre operasi


3. Lembar transfer pasien
4. Laporan operasi
5. Laporan anestesi
6. Catatan perawatan

B. LAPORAN PENCATATAN
Dalam melaksanakan kegiatannya, kamar bedah sentral mencatat / melaporkan
kegiatan pelayanan berupa pelaporan internal yaitu :
1. Laporan Harian
Laporan yang dibuat setiap hari yaitu data kunjungan pasien operasi baik
pasien rawat inap maupun pasien langsung atau pasien OneDay Care
berdasarkan:
a. Jenis operasi (khusus, besar, sedang dan kecil).
b. Sifat operasi (operasi elektif, operasi cito).
c. Klasifikasi atau spesialisasi operasi dan dokter yang melakukan operasi
d. Jenis anestesi
2. Laporan Bulanan
Laporan harian yang direkap setiap bulan.Laporan tersebut adalah data
kunjungan pasien operasi baik pasien rawat inap maupun pasien langsung
atau pasien Day Care berdasarkan:
a. Jenis operasi (khusus, besar, sedang dan kecil).
b. Sifat operasi (operasi elektif, operasi cito).
c. Klasifikasi atau spesialisasi operasi dan dokter yang melakukan
operasi
d. Jenis Anestesi
3. Laporan Tahunan
Laporan harian yang direkap dalam satu tahun dan laporan seluruh
kegiatan dalam satu tahun.Laporan tersebut adalah data kunjungan pasien
operasi baik pasien rawat inap maupun pasien langsung atau pasien Day
Surgery berdasarkan:

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 36


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

a. Jenis operasi (khusus, besar, sedang dan kecil).


b. Sifat operasi (operasi elektif, operasi cito).
c. Klasifikasi atau spesialisasi operasi dan dokter yang melakukan
operasi
d. Jenis anestesi dan dokter anestesi
e. Operasi 10 besar terbanyak
f. Realisasi Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit tahun
g. Realisasi Kejadian Tidak Diharapkan Kamar Bedah Sentral
h. Hasil Evaluasi Rencana Kebutuhan Tenaga
i. Hasil EvaluasiRencana Pengembangan Staf
j. Pelaksanaan Peserta Perawat Magang /Jobtraining
k. Hasil Survei Kepuasan dari Unit Lain (QUISIONER)
l. Hasil Survei Kepuasan Pasien
m. Hasil Pengembangan Fisik Sarana & Prasarana
n. Pengadaan Sarana & Prasarana (Alat Kesehatan)
o. Produksi, Sarana& Prasarana
p. Perbaikan/servis Sarana& Prasarana (Bengkel & Sanitasi RS)
q. Analisa hasil kegiatan
r. Permasalahan atau hambatan dan alternatif pemecahan masalah.

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 37


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

BAB VI
LOGISTIK

Logistik adalah segala sesuatu yang berhubungan untuk pemenuhan sarana


dan prasarana baik kebutuhan yang bersifat medik maupun non medik yang
diperlukan untuk kebutuhan kamar bedah dalam pemenuhan kebutuhan layanan.
Tujuannya adalah :
1. Tersedianya peralatan sesuai kebutuhan.
2. Memenuhi peralatan di Instalasi Bedah Sentral yang memadai untuk
mendukung peningkatan mutu pelayanan pembedahan secara efektif dan
efisien.
3. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait dalam menyusun
perencanaan alat.
Proses pengelolaan logistik diantaranya adalah proses untuk
merencanakan,melaksanakandan mengendalikan secara efektif dan efisien.
Pelayanan logistik di dalam kamar bedah dalam pelaksanaan kegiatan untuk
pengadaan sarana dan prasarana baik obat, alat kesehatan, alat medis ataupun alat
non medis bekerja sama dengan logistik rumah sakit dan juga bagian gudang
farmasi.
Sistemnya atau prosedurnya di atur dalam SPO.

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 38


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

BAB VII
KESELAMATAN PASIEN

A. PENGERTIAN
Keselamatan pasien adalah hal yang sangat penting dan ikut
menentukan mutu pelayanan rumah sakit, termasuk keselamatan pasien yang
menjalani prosedur pembedahan di IBS

B. TUJUAN
1. Terciptanya budaya keselamatan pasien di rumah sakit St.Elisabeth lela
2. Terlaksananya surgical safety pasien dengan baik dan benar.
3. Terwujudnya sistem keselamatan pasien yang kokoh
4. Mencegah kejadian tidak diharapkan (KTD) di IBS, seperti :
- Insiden kesalahan identifikasi pasien
- Insiden kesalahan jenis operasi
- Insiden kesalahan posisi
- Insiden tertinggalnya kain kassa pada tubuh pasien
- Insiden tertinggalnya instrumen pada tubuh pasien
- Insiden operasi tanpa spesialis anestesi
- Insiden operasi dengan kelainan darah
- Insiden konsultasi durante operasi
- Insiden perluasan operasi
- Insiden ikut terpotongnya bagian tubuh yang tidak berkaitan dengan
rencana operasi
- Insiden kekeliruan diagnosis pra operasi
- Insiden komplikasi anestesi karena over dosis, reaksi anestesi dan
kesalahan penempatan pipa endotrakeal
- Insiden tertukarnya berkas RM pasien di kamar operasi
- Insiden kematian di kamar operasi.

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 39


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

C. TATA LAKSANA KESELAMATAN PASIEN


a. Identifikasi pasien
Kesalahan karena keliru pasien terjadi di hampir semua aspek / tahapan
diagnosis dan pengobatan. Kesalahan identifikasi pasien bisa terjadi
pada:
1) Pasien yang dalam keadaan terbius / tersedasi
2) Mengalami disorientasi
3) Tidak sadar
4) Bertukar tempat tidur / kamar / lokasi di rumah sakit
5) Adanya kelainan sensori
6) Akibat situasi lain.
Maksud sasaranini adalah untuk melakukan dua kali pengecekan :
Identifikasi pasien sebagai individu yang akan menerima pelayanan
atau pengobatan
Setiap petugas instalasi bedah sentral wajib memverifikasi mengenai
identitas pasien yang akan dilakukan tindakan melalui upaya :
1) Menayakan secara langsung kepada pasien / keluarga pasien
mengenai nama dan tanggal lahirnya.
2) Mencocokan gelang identitas pasien dengan jawaban verbal pasien /
keluarga mengenai nama dan tangaal lahir.
3) Mencocokan gelang identitas pasien dengan rekam medis pasien.
4) Verifikasi perioperatif dengan pelaksanaan daftar tilik keselamatan
perioperatif (sign in, time out, dan sign out).
b. Komunikasi efektif
Rumah sakit mengembangkan pendekatan untuk meningkatkan
efektivitas komunikasi antar para pemberi layanan pada saat melakukan
serah terima pasien, yang meliputi :
1) Serah terima pasien sebelum operasi di ruang persiapan
Observasi keadaan umum pasien.
Melakukan identifikasi pasien sesuai dengan SPO Identifikasi
Pasien

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 40


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

Melakukan cek ulang RM pasien dan hasil pemeriksaan


penunjang.
Melakukan anamnese kepada pasien mengenai riwayat
alergi,penyakit penyerta dan penggunaan protese pada pasien.

2) Serah terima pasien pasca operasi diruang pulih


Observasi keadaan umum pasien
Melakukan pengukuran monitor pasien (Tekanan darah, Nadi,
Respirasi, Suhu dan SpO2).
Melakukan identifikasi pasien sesuai dengan SPO Identifikasi
Pasien
Perawat kamar bedah melaporakan kepada perawat RR
mengenai
o Prosedur pembedahan yang telah dilakukan
o Hasil spesimen bedah di pa atau tidak
o Alkes yang terpasang (jika pasien dilakukan pemasangan
alkes)
o Kelengkapan format pasca bedah ( catatan anestesi, format
pemakaian alkes, daftar tilik keselamatan perioperatif dan
format cek list penghitungan)
3) Serah terima pasien pasca diruang penjemputan antara perawat
ruang pulih dengan perawat ruangan.
Observasi keadaan umum pasien.
Melakukan identifikasi pasien sesuai dengan SPO Identifikasi
Pasien
Perawat RR melaporakan kepada perawat bangsal secara
SBAR mengenai :
o Prosedur pembedahan yang telah dilakukan
o Hasil specimen bedah di pa atau tidak
o Alkes yang terpasang (jika pasien dilakukan pemasangan
alkes)

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 41


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

o Melaporkan instruksi dokter pasca bedah dan paska


anestesi serta melakukan cek ulang rm pasien dan hasil
pemeriksaan penunjang
Perawat RR dan perawat ruangan melakukan ceklist serah
terima pasien.
Komunikasi efektif adalah:
1) Tepat waktu
2) Akurat
3) Jelas
4) Mudah dipahami oleh penerima, sehingga dapat mengurangi tingkat
kesalahan (kesalahpahaman).
Prosesnya adalah:
1) Pemberi pesan secara lisan memberikan pesan, setelah itu
dituliskan secara lengkap isi pesan tersebut oleh si penerima pesan.
2) Isi pesan dibacakan kembali (Read Back) secara lengkap oleh
penerima pesan.
3) Penerima pesan mengkonfirmasi isi pesan kepada pemberi pesan.

c. Peningkatan keamanan obat


Rumah sakit mengembangkan suatu pendekatan untuk memperbaiki
keamanan obat-obat yang perlu diwaspadai (high-alert)
1) Obat-obatan yang perlu diwaspadai (high-alert medications) adalah
2) obat yang sering menyebabkan terjadi kesalahan / kesalahan serius
(sentinel event), obat yang berisiko tinggi menyebabkan dampak
yang tidak diinginkan (adverse outcome) seperti obat-obat yang
terlihat mirip dan kedengarannya mirip (Nama Obat Rupa dan
Ucapan Mirip/NORUM, atau Look Alike Sound Alike / LASA).
3) Obat-obatan yang sering disebutkan dalam isu keselamatan pasien
adalah pemberian elektrolit konsentrat secara tidak sengaja
(misalnya, kalium klorida 2meq/ml atau yang lebih pekat, kalium

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 42


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

fosfat, natriumklorida lebih pekat dari 0.9%, dan magnesium sulfat


=50% atau lebih pekat-).
Pelaksanaanya di kamar bedah dengan mengupayakan :
1) Doble cek setiap obat-obatan yang akan diberikan kepada pasien
2) Meletakan obat yang bersifat LASA berjauhan
3) Pemberian label pada obat-obat yang perlu di waspadai.
4) Penyediaan dan penyimpanan obat-obat anestesi baik yang
intravena dan inhalasi ditempatkan diruang tersendiri
d. Kepastian tepat lokasi, tepat prosedur dan operasi
Salah-lokasi, salah-prosedur, salah pasien pada operasi, adalah sesuatu
yang mengkhawatirkan dan tidak jarang terjadi di rumah sakit.
Kesalahan ini adalah akibat dari
1) Komunikasi yang tidak efektif/tidak adekuat antara anggota tim
bedah
2) Kurang/tidak melibatkan pasien dan keluarga di dalam penandaan
lokasi (site marking)
3) Tidak ada prosedur untuk verifikasi lokasi operasi
4) Asesmen pasien yang tidak adekuat
5) Penelaahan ulang catatan medis tidak adekuat
6) Budaya yang tidak mendukung komunikasi terbuka antar anggota
tim bedah
7) Resep yang tidak terbaca (illegible handwriting)
8) Pemakaian singkatan
Dalam mengupayakan hal tersebut kamar bedah sentral secara
kolaboratif mengembangkan suatu kebijakan dan/atau prosedur yang
efektif di dalam mengeliminasi masalah yang mengkhawatirkan ini
melalui :
1) Pemberian tanda atau marking untuk pasien yang akan menjalani
pembedahan dilakukan saat pasien dalam keadaan sadar dan atau
melibatkan keluarga, yang bertujuan untuk : memastikan tepat

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 43


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

lokasi operasi, memastikan tepat prosedur,operasi, memastikan


tepat pasien operasi.
2) Pelaksanaan prosedur verifikasi operasidengan menggunakan daftar
tiklik keselamatan perioperatif meliputi :
a. Sebelum pasien di lakukan anestesi (sign in)
b. Sebelum pasien di insisi (time out)
c. Sebelum luka operasi ditutup (sign out)
e. Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan rumah sakit
Tujuan dari sasaran ini adalah :
1) Pencegahan dan pengendalian infeksi merupakan tantangan terbesar
dalam tatanan pelayanan kesehatan, dan peningkatan biaya untuk
mengatasi infeksi yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan
merupakan keprihatinan besar bagi pasien maupun para profesional
pelayanan kesehatan.
2) Infeksi biasanya dijumpai dalam semua bentuk pelayanan kesehatan
termasuk infeksi saluran kemih, infeksi pada aliran darah (blood
stream infections) dan pneumonia (sering kali dihubungkan dengan
ventilator)
3) Pokok eliminasi infeksi ini maupun infeksi-infeksi lain adalah cuci
tangan (hand hygiene) yang tepat sesuai dengan pedoman hand
hygiene dari WHO.
4) Rumah sakit mempunyai proses kolaboratif untuk mengembangkan
kebijakan dan/atau prosedur yang menyesuaikan atau mengadopsi
petunjuk hand hygiene yang sudah diterima secara umum untuk
implementasi petunjuk itu di rumah sakit.
Pelaksanaan yang dilakukan di kamar bedah adalah :
1) Surgical hand hygiene yang digunakan adalah Chloorhexydine 4%
dengan cara 6 langkah hand hygiene sebelum melakukan tindakan
anestesi regional.
2) Hand hygiene dengan menggunakan alkohol based handrub dengan
cara 6 langkah dapat digunakan untuk tindakan invasif /anestesi

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 44


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

umum/sedasi. Hand hygiene dilakukan dengan cara 6 langkah dan


sesuai 5 moment.
3) Melakukan prinsip-prinsip steril sebelum, selama dan sesudah
melakukan tindakan pembedahan
4) Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan benar
5) Penanganan limbah sesuai dengan SPO

f. Pencegahan Pasien Jatuh


1) Rumah sakit menetapkan tim pencegahan pasien jatuh
2) Tim bertanggungjawab untuk mengembangkan sistem asesmen dan
melakukan mitigasi terhadap pasien yang jatuh
3) Tim pencegahan pasien jatuh perlu berkoordinasi dengan tim tim
lain di lingkungan RS. St. Elisabethdalam rangka menjamin
terselenggaranya pencegahan pasien jatuh
4) Tim bertanggungjawab menyusun pedoman pencegahan pasien
jatuh.
Pelaksanaan yang di lakukan di kamar bedah adalah :
1) Melengkapi dan memberikan pengaman semua brankar yang
digunakan pasien.
2) Memberikan edukasi kepada pasien mengenai resiko jatuh saat
serah terima pasien
3) Saat operasi berlangsung di meja operasi perlengkapan self bed
yakinkan sudah terpasang dengan benar.
4) Sebelum pasien dipindahkan kemeja operasi pastikan bed pasien
/meja operasi terkunci dan posisikan bed pasien/meja operasi dalam
keadaan horizontal.
5) Untuk pasien yang tidak bisa mobilisasi proses pemindahan dibantu
dengan mengunakan transfer bed dan pastikan bed pasien serta meja
opasi dalam keadaan terkunci.

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 45


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 46


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

BAB VIII
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Keselamatan kerja adalah sarana utama untuk pencegahan kecelakaan,


cacat dan kematian sebagai akibat kecelakaan kerja yang berkaitan dengan
peralatan kerja, bahaya dan proses pengolahannya, tempat kerja, dan
lingkungannya, serta cara-cara melakukan pencegahan tanpa membahayakan diri
sendiri sehingga diperolah produktivitas kerja yang optimal.
Kesehatan kerja bertujuan :
1. Memberikan pemeliharaan dan peningkatan derajat kesehatan ke tingkat yang
setinggi-tingginya, baik fisik, mental, maupun kesejahteraan social masyarakat
pekerja di semua lapangan pekerjaan.
2. Mencegah timbulnya gangguan kesehatan masyarakat pekerja yang
diakibatkan oleh kegiatan / kondisi lingkungan kerjanya.
3. Memberikan perlindungan bagi pekerja dalam pekerjaannya dan factor-faktor
yang membahayakan kesehatan
4. Menempatkan dan memelihara pekerja di suatu lingkungan pekerjaan yang
sesuai dengan kemampuan fisik dan psikis.
Salah satu bentuk pelayanan kesehatan kerja adalah dengan melakukan
pemeriksaan kesehatan secara berkala. Dalam pelaksaannya pemeriksaan
kesehatan dibagi menjadi :
a. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja
Adalah pemeriksaan kesehatna yang dilakukan oleh dokter sebelum tenaga
kerja diterima untuk melakukan pekerjaan.
Meliputi : pemeriksaan fisik lengkap, rontgen paru paru (bila mana
mungkin) dan laboratorium rutin serta pemeriksaan lain yang dioanggap perlu.
b. Pemeriksaan kesehatan berkala
Adalah pemeriksaan kesehatan pada waktu waktu tertentu terhadap tenaga
kerja yang dilakukan oleh dokter secara khusus terhadap tenaga kerja tertentu.
Meliputi : pemeriksaan fisik lengkap, rontgen paru paru (bila mana
mungkin) dan laboratorium rutin serta pemeriksaan lain yang dianggap perlu.

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 47


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

c. Pemeriksaan kesehatan khusus


Adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh dokter secara khusus
terhadap tenaga kerja tertentu.
Kecelakaan akibat kerja adalah kecelakaan yang ada hubungannya
dengan hubungan kerja pada perusahaan, dalam hal ini adalah rumah sakit
terkhusus instalasi bedah sentral.Hubungan kerja di sini dapat berarti bahwa
kecelakaan yng disebabkan oleh pekerja atau terjadi pada saat melakukan
pekerjaan.

TATA LAKSANA KESELAMATAN KERJA DI KAMAR BEDAH


Melakukan evaluasi dan monitoring dalam upaya penilaian tingkat keberhasilan
penerapan program keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit melalui :
1. Melakukan identifikasi faktor bahaya atau gangguan risiko yang merupakan
penyebab kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja (contoh : tertusuk jarum,
tergores pisau bedah, terkontaminasi cairan tubuh pasien, terkontaminasi gas
anestesi)
2. Penggunaan APD di kamar bedah
a. Masuk kamar bedah harus memakai baju khusus, topi, masker dan alas
kaki
b. Tim operasi wajib menggunakan jas khusus operasi, topi, goggle, masker,
skoort, sarung tangan, sepatu bot
3. Pengelolaan dan pemeliharaan peralatan dan penunjang perawatan
a. Pemeliharaan brankar dan kursi roda pasien.
b. Pemeliharan troli dan penyangga tabunga oksigen dan gas lainya.
c. Pemeliharaan jaringan distribusi air bersih.
d. Pemeliharaan peralatan listrik, alat ukur, instrument.
e. Kegiatan kalibrasi.
4. Pengelolaan limbah kamar bedah
Semua alat dan bahan yang dipergunakan untuk prosedur pembedahan
terhadap pasien dianggap infeksius sehingga pengelolaannya disesuaikan
dengan prosedur penanganan limbah infeksius.

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 48


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

5. Pencegahan penanggulangan kebakaran melalui upaya :


a. Pemeliharaan bangunan dan peralatan yang teratur
b. Penyiapan dan penyediaan jalur dan lokasi evakuasi
c. Penyediaan alat pemadam kebakaran ringan / APAR (posisi yang mudah
dilihat, tanda pemasangan, cara penggunaan, catatan waktu kadaluarsa
APAR)

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 49


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

BAB IX
PENGENDALIAN MUTU

Prinsip dasar upaya peningkatan mutu pelayanan adalah pemilihan aspek


yang akan ditingkatkan dengan menetapkan indikator, kriteria serta standar yang
digunakan.
Indikator adalah ukuran atau cara mengukur sehingga menunjukkan suatu
indikasi. Indikator merupakan suatu variabel yang digunakan untuk bisa melihat
perubahan. Indikator yang baik adalah yang sensitif tapi juga spesifik.
Untuk menunjang seluruh kegiatan dalam usaha meningkatan mutu tersebut
kamar bedah sentral memiliki program sistem monitoring pelaksanaan
pengendalian mutu dengan berdasarkan indikator yang ditetapkan Rumah Sakit
St. Elisabeth Lela
1. Faktor Klinis
Waktu operasi elektif adalah angka kejadian tidak tertundanya operasi lebih
dari 2 hari
Target adalah 100 %
2. Faktor patient safety
a. Salah sisi operasi
Adalah kejadian di mana pasien dioperasi pada sisi yang salah.
Target adalah 100%
b. Salah prosedur
Adalah kejadian pasien mengalami tindakan operasi yang tidak sesuai
dengan rencana yang direncanakan.
Target adalah 100%
c. Salah pasien
d. Adalah kejadian di mana pasien dioperasi pada orang yang salah.
Target adalah 100%
e. Tidak ada kejadian kematian di meja operasi

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 50


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

Adalah kematian yang terjadi di atas meja operasi pada saat operasi
berlangsung yang diakibatkan oleh tindakan anestesi maupun
pembedahan.
Target adalah 0,5%
3. Faktor anestesi
Angka kejadian penurunan saturasi O2 > 5 % dari nilai basal pada pasien
pasca general anestesi dengan status titik ASA1 dan ASA2
Target adalah < 5 %

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 51


YAYASAN SANTA ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE
RUMAH SAKIT ST. ELISABETH LELA
MAUMERE FLORES NTT
Kode Pos : 86161, Telp. 081 353 782 435
Email :rslela@yahoo.comWebsite:www.lelahospital

BAB X
PENUTUP

Pedoman pelayanan instalasi bedah sentral RS St. Elisabeth Lela ini


diharapkan dapat membantu dalam memberikan pelayanan di kamar bedah sesuai
dengan standar-standar yang berlaku untuk meningkatkan mutu pelayanan yang
ada.
Pedoman ini akan dievaluasi lagi setiap 3 tahun sesuai dengan tuntutan
pelayanan dan standar akreditasi baik akreditasi nasional maupun standar
internasional.

Pedoman pelayanan Instalasi Bedah Sentral 52