Anda di halaman 1dari 6

Syarat Tumbuh Tanaman Kedelai

1. Ketinggian Tempat
Kedelai sesuai ditanam di daerah tropis maupun daerah subtropis dengan
ketinggian hingga 900 meter di atas permukaan laut. Akan tetapi setiap varietas
tanaman kacang kedelai memiliki ketinggian optimal yang berbeda (Rukmana, 1996).
2. Curah Hujan
Selama pertumbuhan tanaman, kebutuhan air untuk tanaman kedelai sekitar
350 550 mm. Kekurangan atau kelebihan air akan berpengaruh terhadap produksi
kedelai. Tumbuhan kedelai yang memerlukan curahan air yang banyak atau
kelembapan tanah yang cukup tinggi, akan tetapi tanaman kedelai sebenarnya cukup
toleran terhadap cekaman kekeringan karena dapat bertahan dan berproduksi bila
kondisi cekaman kekeringan maksimal 50% dari kapasitas lapang atau kondisi tanah
yang optimal (Adisarwanto, 2008).

3. Temperatur
Temperatur yang dibutuhkan tanaman kedelai sangat sesuai untuk pertumbuhan
tanaman kedelai berkisar antara 25C - 28C. Akan tetapi, tanaman kedelai masih bisa
tumbuh baik dan produksinya masih tinggi pada suhu udara diatas, dan tanaman masih
toleran pada suhu 35C hingga 38C (Cahyono., 2007).

4. Intensitas Matahari
Cahaya matahari merupakan sumber energi yang diperlukan tanaman untuk
proses fotosintesis. Fotosintesis tanaman dapat berjalan dengan baik apa bila tanaman
mendapat kan penyinaran cahaya matahari yang cukup. Bibit kedelai dapat tumbuh
dengan baik, cepat dan sehat, pada cuaca yang hangat dimana cahaya matahari terang
dan penuh. Penyinaran cahaya matahari pada daerah tropis berkisar antara 11 12
jam/hari sedangkan pada daerah subtropis penyinaran bias berlangsung antara 14 16
jam/hari hal ini yang menyebabkan tanaman pada daerah subtropis memiliki waktu
panen yang lebih cepat (Adiswarwanto, 2013)
5. Tanah
Tanaman kedelai sebenarnya dapat tumbuh di semua jenis tanah. Namun
demikian, untuk mencapai tingkat pertumbuhan dan produktivitas yang optimal kedelai
harus di tanam pada jenis tanah yang bersetruktur lempung berpasir atau liat berpasir
Hal ini tidak hanya terkait dengan ketersediaan air untuk mendukung pertumbuhan,
tetapi juga terkait dengan faktor lingkungan tumbuh yang lain. Kedelai dapat tumbuh
di tanah yang agak masam akan tetapi pada pH yang terlalu rendah bisa menimbulkan
keracunan Al dan Fe. Nilai pH yang cocok berkisar antara 5,8 7,0. Pada pH di
bawah 5,0 pertumbuhan bakteri bintil dan proses nitrifikasi akan berjalan kurang baik
(Septiatin, 2008).

Persiapaan Lahan Tanaman Kedelai

Lahan yang akan disediakan harus tidak tergenang air dan menghendaki kondisi
tanah yang tidak terlalu basah namun masih cukup lembab, oleh karena itu areal lahan
tanam kedelai umumnya berbentuk bedengan. Persiapan pertama tanah diolah
dengan bajak dan garu/cangkul hingga gembur. Untuk pengaturan air hujan perlu
dibuat saluran dan di sekeliling petakan sedalam 30 cm dan lebar 25 cm. Kedelai sangat
terganggu pertumbuhannya bila air tergenang.Tanah bekas pertanaman padi tidak
perlu diolah (tanpa olah tanah = TOT). Jika digunakan lahan tegal lakukan pengolahan
tanah secara intensif yakni dengan dua kali dibajak dan sekali diratakan (Hanum,2008
). Pembuatan bedengan dapat dilakukan dengan pencangkulan ataupun dengan bajak,
lebar 50-60 cm, tinggi 20 cm. Apabila akan dibuat drainase, maka jarak antara drainase
yang satu dengan lainnya sekitar 3-4 m (Prihatman,2000). Buat saluran dengan
kedalaman 25 30 cm dan lebar 30 cm setiap 3 4 m, yang berfungsi untuk
mengurangi kelebihan air sekaligus sebagai saluran irigasi pada saat tidak ada hujan.
Klasifikasi Kesesuaian Lahan Pada Tanaman Kacang Kedelai

Pertumbuhan kedelai sangat peka terhadap perubahan kondidisi lingkungan


tumbuh. Kesesuaian lahan untuk tanaman kedelai memiliki empat kategori klasifikasi
yaitu S1 (sangat sesuai), S2 (sesuai), S3 (sedikit sesuai) dan S4 (tidak sesuai)

Tabel kriteria lahan tanaman kedelai


No Persyaratan Kelas kesesuaian lahan
pengggunaan
S1 S2 S3 N
lahan/
Karakteristik
lahan
1 Temperatur (tc)
Temperatur rerata 23-25 20-23 18-20 <18
(C) 25-28 28-32 >32
2 Karakteristik air
(wa)
Curah hujan (mm) 350-1100 250-350 180-250 <180
1100-1600 1600-1900 >1900
Kelembaban 24-80 20-24 <20
80-85 >85
3 Ketersediaan
oksigen (oa)
Drainase Baik, agak Agak cepat, Terhambat Sangat
terhambat sedang terhambat,cepat
4 Media perakaran
Tekstur Halus,agak - Agak Kasar
halus, kasar
sedang
Bahan kasar (%) <15 15-35 35-55 >55
Kedalaman tanah >75 50-75 20-50 <20
(cm)
5 Gambut
Ketebalan (cm) <60 60-140 140-200 >200
Ketebalan (cm), <140 140-200 200-400 >400
jika ada sisipan
bahan mineral
Kematangan Saprik + Saprik, hemik Hemik, Fibrik
+ fibrik+
6 Retensi hara
KTK liat (cmol) >16 <16
Kejenuhan basa >35 20-35 <20
(%)
pH H2O 5,5-7,5 5,0-5,5 <5,0
7,5-7,8 >7,8
C-organik >1,2 0,8-1,2 <0,8
7 Toksisitas
Salinitas (dS/m) <6 6-7 7-8 >8
8 Sodisitas (xn)
Alkalinitas/ ESP <15 15-20 20-25 >25
(%)
9 Bahaya sulfidik
(xs)
Kedalaman >100 75-100 40-75 <40
sulfidik (cm)
10 Bahaya erosi (eh)
Lereng (%) <8 8-16 16-30 >30
Bahaya erosi Sangat Rendahsedang Berat Sangat berat
rendah
11 Bahaya banjir
Genangan F0 - F1 >F1
12 Penyiapan Lahan
(lp)
Batuan <5 5-15 15-40 >40
dipermukaan (%)
Singkapan batuan <5 5-15 15-25 >25
(%)
Sumber: Sofyan Ritung (2007:59)
DAFTAR PUSTAKA
Adisarwanto. (2008). Budidaya Kedelai Tropika. Jakarta: Penebar Swadaya.

Adiswarwanto. (2013). Kedelai Tropika Produktivitas 3 ton/ha. Swadaya.

Cahyono. (2007). Kedelai. Semarang: Aneka Ilmu.

Hanum, Chairani. 2008. Teknik Budidaya Tanaman Jilid 2.Jakarta: Direktorat


Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen
Pendidikan Dasar dan MenengahDepartemen Pendidikan Nasional.
Prihatman, Kemal. 2000.Budidaya Pertanian. Jakarta: Sistim Informasi Manajemen
Pembangunan di Perdesaan, Proyek PEMD, Proyek PEMD, BAPPENAS
Rukmana, R. (1996). Budidaya dan Pasca Panen Kedela. Yogyakarta: Kansius.

Rumanah, R. (1996). Budidaya dan Pasca panen Kedelai. Yogyakarta: Kansius.

Septiatin, A. (2008). Meningkatkan Produksi Kedelai Dilahan Kering, Sawah, Dan


Pasang Surut. Jakarta: Yrama Widya.

Sofyan Ritung, dkk. 2007. Panduan Evaluasi Kesesuaian Lahan dengan Contoh Peta
Arahan Penggunaan Lahan Kabupaten Aceh Barat. Balai Penelitian Tanah
Dan World Agroforestry Centre. Bogor: Balai Penelitian Tanah.
TUGAS KULIAH

TEKNOLOGI PRODUKSI TANAMAN


Klasifikasi Kesesuaian Lahan Tanaman Kedelai

Nama : Renaldy Christian Siahaan


NIM : 165040200111079
Kelas :N
Dosen : Ir. Endang Listyarini, MS.

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2017