Anda di halaman 1dari 12

A.

Pengertian Sumber Daya Alam


Sebelum membahas tentang Sumber Daya Alam (SDA), sebaiknya Anda mengatahui
definisi dari SDA terlebih dahulu.
Menurut Slamet Riyadi (Darmodjo, 1991/1992) mendefinisikan Sumber Daya Alam
sebagai segala isi yang terkandung dalam biosfer, sebagai sumber energi yang potensial,
baik yang tersembunyi di dalam litosfer (tanah), hidrosfer (air) maupun atmosfer (udara)
yang dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan manusia secara langsung maupun
tidak langsung.
Herman Haeruman Js (Kaligis, 1986) menyatakan bahwa: Sumber Daya Alam adalah
sumber daya yang terbentuk karena kekuatan alami misalnya tanah, air dan perairan,
biodata, udara dan ruang, mineral, bentang alam (landscape), panas bumi dan gas bumi,
angin, pasang surut dan arus laut.
Jadi sumber daya alam adalah segala sesuatu yang ada di sekeliling manusia yang
bukan dibuat manusia, dan yang terdapat di permukaan bumi, baik itu berada di dalam
tanah, laut ataupun air dan di udara, yang dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan
manusia maupun organisme lain secara langsung maupun tidak langsung. Demikian
Sumber daya alam ialah semua kekayaan alam baik berupa benda mati maupun benda
hidup yang berada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia.
B. Konsep-konsep Pengelolaan Sumber Daya Alam
Sumber daya alam memiliki peranan dalam pemenuhan kebutuhan manusia. Untuk
memudahkan pengkajiannya, pemanfaatan SDA dibagi berdasarkan sifatnya, yaitu SDA
hayati dan nonhayati.
1. Sumber daya alam hayati
a) Tumbuhan
Tumbuhan merupakan sumber daya alam yang sangat beragam dan
melimpah. Organisme ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan oksigen dan pati
melalui proses fotosintesis. Oleh karena itu, tumbuhan merupakan produsen atau penyusun
dasar rantai makanan. Eksploitasi tumbuhan yang berlebihan dapat mengakibatkan
kerusakan bahkan kepunahan dan hal ini akan berdampak pada rusaknya rantai makanan.
Kerusakan yang terjadi karena punahnya salah satu faktor dari rantai makanan akan
berakibat punahnya konsumen tingkat di atasnya. Pemanfaatan tumbuhan oleh manusia
diantaranya:
Bahan makanan: padi, jagung,gandum,tebu
Bahan bangungan: kayu jati, kayu mahoni
Bahan bakar (biosolar): kelapa sawit
Obat: jahe, daun binahong, kina, mahkota dewa
Pupuk kompos.
b) Pertanian dan perkebunan
Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduk Indonesia
mempunyai pencaharian di bidangpertanian atau bercocok tanam. Data statistik pada
tahun 2001menunjukkan bahwa 45% penduduk Indonesia bekerja di bidang agrikultur. Hal
ini didasarkan pada kenyataan bahwa negara ini memiliki lahan seluas lebih dari 31 juta ha
yang telah siap tanam, dimana sebagian besarnya dapat ditemukan di PulauJawa.Pertanian
di Indonesia menghasilkan berbagai macam tumbuhan komoditi ekspor, antara lain padi,
jagung, kedelai, sayur-sayuran, cabai, ubi, dan singkong. Di samping itu, Indonesia juga
dikenal dengan hasil perkebunannya, antara lain karet (bahan baku ban), kelapa
sawit (bahan baku minyak goreng), tembakau(bahan baku obat dan rokok), kapas (bahan
baku tekstil), kopi(bahan minuman), dan tebu (bahan baku gula pasir).
c) Hewan, peternakan, dan perikanan
Sumber dayaa alam hewan dapat berupa hewan liar maupun hewan yang sudah
dibudidayakan. Pemanfaatannya dapat sebagai pembantu pekerjaan berat manusia,
seperti kerbau dan kuda atau sebagai sumber bahan pangan, seperti unggas dan sapi.Untuk
menjaga keberlanjutannya, terutama untuk satwa langka, pelestarian secara in situ dan ex
situ terkadang harus dilaksanakan.Pelestarian in situ adalah pelestarian yang dilakukan di
habitat asalnya, sedangkan pelestarian ex situ adalah pelestarian dengan memindahkan
hewan tersebut dari habitatnya ke tempat lain. Untuk memaksimalkan potensinya, manusia
membangun sistem peternakan, dan juga perikanan, untuk lebih memberdayakan sumber
daya hewan.
2. Sumber daya alam nonhayati
Ialah sumber daya alam yang dapat diusahakan kembali keberadaannya dan dapat
dimanfaatkan secara terus-menerus, contohnya: air, angin, sinar matahari, dan
hasil tambang.
a) Air
Air merupakan salah satu kebutuhan utama makhluk hidup dan bumi sendiri
didominasi oleh wilayah perairan.Dari total wilayah perairan yang ada, 97% merupakan air
asin (wilayahlaut, samudra, dll.) dan hanya 3% yang merupakan air tawar
(wilayah sungai, danau, dll.). Seiring dengan pertumbuhan populasi manusia, kebutuhan
akan air, baik itu untuk keperluan domestik dan energi, terus meningkat. Air juga
digunakan untukpengairan, bahan dasar industri minuman, penambangan, dan
aset rekreasi. Di bidang energi, teknologi penggunaan air sebagai sumber listrik sebagai
pengganti dari minyak bumi telah dan akan terus berkembang karena selain terbaharukan,
energi yang dihasilkan dari air cenderung tidak berpolusi dan hal ini akan mengurangi efek
rumah kaca.Pelestarian air dapat berupa pelstarian kuantitas air. Pelestarian kuantitas air
dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain penyediaan air, pemanfaatan air.
b) Angin
Pada era ini, penggunaan minyak bumi, batu bara, dan berbagai jenis bahan
bakar hasil tambang mulai digantikan dengan penggunaan energi yang dihasilkan oleh
angin. Angin mampu menghasilkan energi dengan menggunakan turbin yang pada
umumnya diletakkan dengan ketinggian lebih dari 30 meter di daerah dataran tinggi.Selain
sumbernya yang terbaharukan dan selalu ada, energi yang dihasilkan angin jauh lebih
bersih dari residu yang dihasilkan oleh bahan bakar lain pada umumnya. Beberapa negara
yang telah mengaplikasikan turbin angin sebagai sumber energi alternatif
adalah Belandadan Inggris.
c) Tanah
Tanah termasuk salah satu sumber daya alam nonhayati yang penting untuk
menunjang pertumbuhan penduduk dan sebagai sumber makanan bagi berbagai jenis
makhluk hidup.Pertumbuhan tanaman pertanian dan perkebunan secara langsung terkait
dengan tingkat kesuburan dan kualitas tanah. Tanah tersusun atas beberapa komponen,
seperti udara, air, mineral, dan senyawa organik. Pengelolaan sumber daya nonhayati ini
menjadi sangat penting mengingat pesatnya pertambahan penduduk dunia dan kondisi
cemaran lingkungan yang ada sekarang ini. Jika lapisan tanah tersebut mentah, artinya zat-
zat makan yang ada di lapisan itu belum dapat dimakan oleh tumbuh-tumbuhan, tanah
mentah tersebut bila dicangkuli, diberi pupuk hijau dan kandang kemudian ditanami, lama
kelamaan akan berubah menjadi tanah (zat-zat makanan yang ada di dalamnya sudah dapat
diisap oleh tumbuh-tumbuhan).
d) Hasil tambang
Sumber daya alam hasil penambangan memiliki beragam fungsi bagi kehidupan
manusia, seperti bahan dasar infrastruktur, kendaraan bermotor, sumber energi, maupun
sebagai perhiasan. Berbagai jenis bahan hasil galian memiliki nilai ekonomi yang besar dan
hal ini memicu eksploitasi sumber daya alam tersebut. Beberapa negara, seperti Indonesia
dan Arab, memiliki pendapatan yang sangat besar dari sektor ini. Jumlahnya sangat
terbatas, oleh karena itu penggunaannya harus dilakukan secara efisein.Beberapa contoh
bahan tambang dan pemanfaatannya:
Minyak Bumi
Avtur untuk bahan bakar pesawat terbang;
Bensin untuk bahan bakar kendaraan bermotor;
Minyak Tanah untuk bahan baku lampu minyak;
Solar untuk bahan bakar kendaraan diesel;
LNG (Liquid Natural Gas) untuk bahan bakar kompor gas;
Oli ialah bahan untuk pelumas mesin;
Vaselin ialah salep untuk bahan obat;
Parafin untuk bahan pembuat lilin; dan
Aspal untuk bahan pembuat jalan (dihasilkan di Pulau Buton)

C. Usaha Pelestarian Sumberdaya Alam Dan Lingkungan Hidup


Dalam usaha pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup maka kita sebagai
manusia perlu melakukan:
1) Pelestarian tanah (tanah datar, lahan miring/perbukitan)
Upaya pelestarian tanah dapat dilakukan dengan cara menggalakkan kegiatan menanam
pohon atau penghijauan kembali (reboisasi) terhadap tanah yang semula gundul. Untuk daerah
perbukitan atau pegunungan yang posisi tanahnya miring perlu dibangun terasering atau
sengkedan, sehingga mampu menghambat laju aliran air hujan.
2) Pelestarian udara
Udara merupakan unsur vital bagi kehidupan, karena setiap organisme bernapas memerlukan
udara. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga agar udara tetap bersih dan sehat antara lain:
a) Menggalakkan penanaman pohon atau pun tanaman hias di sekitar kita.Tanaman
dapat menyerap gas-gas yang berbahaya bagi manusia. Tanaman mampu
memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis. Di samping itu tumbuhan juga
mengeluarkan uap air, sehingga kelembapan udara akan tetap terjaga.
b) Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran, baik
pembakaran hutan maupun pembakaran mesin Asap yang keluar dari knalpot
kendaraan dan cerobong asap merupakan penyumbang terbesar kotornya udara di
perkotaan dan kawasan industri. Salah satu upaya pengurangan emisi gas berbahaya
ke udara adalah dengan menggunakan bahan industri yang aman bagi lingkungan, serta
pemasangan filter pada cerobong asap pabrik.
c) Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak
lapisan ozon di atmosfer.Gas freon yang digunakan untuk pendingin pada AC maupun
kulkas serta dipergunakan di berbagai produk kosmetika, adalah gas yang dapat
bersenyawa dengan gas ozon, sehingga mengakibatkan lapisan ozon menyusut
3) Pelestarian hutan
Eksploitasi hutan yang terus menerus berlangsung sejak dahulu hingga kini tanpa
diimbangi dengan penanaman kembali, menyebabkan kawasan hutan menjadi rusak. Upaya yang
dapat dilakukan untuk melestarikan hutan:
a) Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul.
b) Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang.
c) Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon.
d) Menerapkan sistem tebangtanam dalam kegiatan penebangan hutan.
e) Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai
pengolahan hutan.
4) Pelestarian laut dan pantai
Seperti halnya hutan, laut juga sebagai sumber daya alam potensial. Kerusakan biota laut
dan pantai banyak disebabkan karena ulah manusia. Pengambilan pasir pantai, karang di laut,
pengrusakan hutan bakau, merupakan kegatan-kegiatan manusia yang mengancam kelestarian laut
dan pantai. Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara:
a) Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar
pantai.
b) Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut.
c) Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.

5) Pelestarian flora dan fauna


Kehidupan di bumi merupakan sistem ketergantungan antara manusia, hewan, tumbuhan,
dan alam sekitarnya. Terputusnya salah satu mata rantai dari sistem tersebut akan mengakibatkan
gangguan dalam kehidupan.Oleh karena itu, kelestarian flora dan fauna merupakan hal yang
mutlak diperhatikan demi kelangsungan hidup manusia. Upaya yang dapat dilakukan untuk
menjaga kelestarian flora dan fauna di antaranya adalah:
a) Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa.
b) Melarang kegiatan perburuan liar
Sumber daya alam memiliki peranan dalam pemenuhan kebutuhan manusia. Untuk memudahkan
pengkajiannya, pemanfaatan SDA dibagi berdasarkan sifatnya, yaitu SDA hayati dan nonhayati.
1. Sumber daya alam hayati
a) Tumbuhan
Tumbuhan merupakan sumber daya alam yang sangat beragam dan melimpah. Organisme ini
memiliki kemampuan untuk menghasilkan oksigen dan pati melalui proses fotosintesis. Oleh
karena itu, tumbuhan merupakan produsen atau penyusun dasar rantai makanan. Eksploitasi
tumbuhan yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan bahkan kepunahan dan hal ini akan
berdampak pada rusaknya rantai makanan. Kerusakan yang terjadi karena punahnya salah satu
faktor dari rantai makanan akan berakibat punahnya konsumen tingkat di atasnya. Pemanfaatan
tumbuhan oleh manusia diantaranya:
Bahan makanan: padi, jagung,gandum,tebu
Bahan bangungan: kayu jati, kayu mahoni
Bahan bakar (biosolar): kelapa sawit
Obat: jahe, daun binahong, kina, mahkota dewa
Pupuk kompos.
b) Pertanian dan perkebunan
Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduk Indonesia mempunyai
pencaharian di bidang pertanian atau bercocok tanam. Data statistik pada
tahun 2001menunjukkan bahwa 45% penduduk Indonesia bekerja di bidang agrikultur. Hal ini
didasarkan pada kenyataan bahwa negara ini memiliki lahan seluas lebih dari 31 juta ha yang
telah siap tanam, dimana sebagian besarnya dapat ditemukan di Pulau Jawa.Pertanian di
Indonesia menghasilkan berbagai macam tumbuhan komoditi ekspor, antara lain padi, jagung,
kedelai, sayur-sayuran, cabai, ubi, dan singkong. Di samping itu, Indonesia juga dikenal dengan
hasil perkebunannya, antara lain karet (bahan baku ban), kelapa sawit (bahan baku minyak
goreng), tembakau (bahan baku obat dan rokok), kapas (bahan baku tekstil), kopi (bahan
minuman), dan tebu (bahan baku gula pasir).
c) Hewan, peternakan, dan perikanan
Sumber dayaa alam hewan dapat berupa hewan liar maupun hewan yang sudah dibudidayakan.
Pemanfaatannya dapat sebagai pembantu pekerjaan berat manusia, seperti kerbau dan kuda atau
sebagai sumber bahan pangan, seperti unggas dan sapi.Untuk menjaga keberlanjutannya,
terutama untuk satwa langka, pelestarian secara in situ dan ex situ terkadang harus
dilaksanakan.Pelestarian in situ adalah pelestarian yang dilakukan di habitat asalnya, sedangkan
pelestarian ex situ adalah pelestarian dengan memindahkan hewan tersebut dari habitatnya ke
tempat lain. Untuk memaksimalkan potensinya, manusia membangun sistem peternakan, dan
juga perikanan, untuk lebih memberdayakan sumber daya hewan.
2. Sumber daya alam nonhayati
Ialah sumber daya alam yang dapat diusahakan kembali keberadaannya dan dapat dimanfaatkan
secara terus-menerus, contohnya: air, angin, sinar matahari, dan hasil tambang.
a) Air
Air merupakan salah satu kebutuhan utama makhluk hidup dan bumi sendiri didominasi oleh
wilayah perairan.Dari total wilayah perairan yang ada, 97% merupakan air asin
(wilayah laut, samudra, dll.) dan hanya 3% yang merupakan air tawar (wilayah sungai, danau,
dll.). Seiring dengan pertumbuhan populasi manusia, kebutuhan akan air, baik itu untuk
keperluan domestik dan energi, terus meningkat. Air juga digunakan untuk pengairan, bahan
dasar industri minuman, penambangan, dan aset rekreasi.Di bidang energi, teknologi penggunaan
air sebagai sumber listrik sebagai pengganti dari minyak bumi telah dan akan terus berkembang
karena selain terbaharukan, energi yang dihasilkan dari air cenderung tidak berpolusi dan hal ini
akan mengurangi efek rumah kaca.Pelestarian air dapat berupa pelstarian kuantitas air.
Pelestarian kuantitas air dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain penyediaan air,
pemanfaatan air.
b) Angin
Pada era ini, penggunaan minyak bumi, batu bara, dan berbagai jenis bahan
bakar hasil tambang mulai digantikan dengan penggunaan energi yang dihasilkan oleh
angin. Angin mampu menghasilkan energi dengan menggunakan turbin yang pada umumnya
diletakkan dengan ketinggian lebih dari 30 meter di daerah dataran tinggi.Selain sumbernya yang
terbaharukan dan selalu ada, energi yang dihasilkan angin jauh lebih bersih dari residu yang
dihasilkan oleh bahan bakar lain pada umumnya. Beberapa negara yang telah mengaplikasikan
turbin angin sebagai sumber energi alternatif adalah Belanda dan Inggris.
c) Tanah
Tanah termasuk salah satu sumber daya alam nonhayati yang penting untuk menunjang
pertumbuhan penduduk dan sebagai sumber makanan bagi berbagai jenis makhluk
hidup.Pertumbuhan tanaman pertanian dan perkebunan secara langsung terkait dengan tingkat
kesuburan dan kualitas tanah. Tanah tersusun atas beberapa komponen, seperti udara, air,
mineral, dan senyawa organik. Pengelolaan sumber daya nonhayati ini menjadi sangat penting
mengingat pesatnya pertambahan penduduk dunia dan kondisi cemaran lingkungan yang ada
sekarang ini. Jika lapisan tanah tersebut mentah, artinya zat-zat makan yang ada di lapisan itu
belum dapat dimakan oleh tumbuh-tumbuhan, tanah mentah tersebut bila dicangkuli, diberi
pupuk hijau dan kandang kemudian ditanami, lama kelamaan akan berubah menjadi tanah (zat-
zat makanan yang ada di dalamnya sudah dapat diisap oleh tumbuh-tumbuhan).
d) Hasil tambang
Sumber daya alam hasil penambangan memiliki beragam fungsi bagi kehidupan manusia, seperti
bahan dasarinfrastruktur, kendaraan bermotor, sumber energi, maupun sebagai perhiasan.
Berbagai jenis bahan hasil galian memiliki nilai ekonomi yang besar dan hal ini memicu
eksploitasi sumber daya alam tersebut. Beberapa negara, seperti Indonesia dan Arab, memiliki
pendapatan yang sangat besar dari sektor ini. Jumlahnya sangat terbatas, oleh karena itu
penggunaannya harus dilakukan secara efisein.Beberapa contoh bahan tambang dan
pemanfaatannya:
Minyak Bumi
Avtur untuk bahan bakar pesawat terbang;
Bensin untuk bahan bakar kendaraan bermotor;
Minyak Tanah untuk bahan baku lampu minyak;
Solar untuk bahan bakar kendaraan diesel;
LNG (Liquid Natural Gas) untuk bahan bakar kompor gas;
Oli ialah bahan untuk pelumas mesin;
Vaselin ialah salep untuk bahan obat;
Parafin untuk bahan pembuat lilin; dan
Aspal untuk bahan pembuat jalan (dihasilkan di Pulau Buton)

1) Terbentuknya Minyak Bumi dan Pengolahannya


Apakah anda mengetahui istilah lain dari minyak bumi? Minyak bumi disebut juga bahan bakar
fosil sebab terbentuk dari fosil hewan maupun tumbuhan laut. Dalam bahasa Inggris minyak
bumi di sebut Petroleum (Petro = batu dan oleum = minyak), jadi maksudnya adalah minyak
batuan. Minyak bumi, terbentuk sebagai hasil akhir dari perombakan bahan-bahan organik (sel-
sel dan jaringan hewan/tumbuhan laut) yang tertimbun selama berjuta-juta tahun di dalam tanah,
baik di daerah daratan ataupun di daerah lepas pantai. Proses pembentukan minyak bumi ini
berlangsung dalam jangka waktu jutaan tahun. Baik hewan maupun tumbuhan laut yang pada
waktu itu tumbuh dan berkembang di dasar laut, zat organiknya tertutup oleh lapisan-lapisan
rombakan batuan lain/endapan tanah yang berasal dari erosi di daratan atau pegunungan. Lapisan
penutup ini menghalangi terjadinya oksidasi dan penguraian sempurna zat-zat tersebut,
sedangkan naiknya suhu dan tekanan menyebabkan terjadinya penyulingan bertingkat dari zat
organik yang sebagiannya telah terurai itu, maka terpisahlah minyak bumi dan gas alam. Teori
ini di dukung oleh fakta bahwa minyak bumi umumnya terdapat padabatuan endapan yang
berpori. Minyak dan gas terbentuk dalam jumlah yang relatif sedikit dan terpancar di daerah
batuan endapan, yang kemudian mengumpul dalam tempat-tempat penyimpanan berabad-abad
yang lalu. Tempat-tempat penyimpanan itu biasanya mengandung batu kapur atau batu pasir
yang kedap, sedemikian sehingga gas dan minyak terperangkap di dalamnya. Biasanya batu
kapur dan batu pasir tersebut pada bagian dalamnya cukup berpori, sehingga dapat dilalui cairan
minyak untu kemudian mengumpulmembentuk sumur-sumur pada bagian yang kedap cairan.
Pori-pori ini umumnya mengandung 3% batu kapur dan 35% batu pasir. Pada tempat-
tempatpenyimpanan minyak batuan tersebut, biasanya pada bagian atas terdapat gas, bagian
tengah minyak bumi dan bagian bawah larutan garam, sesuai dengan perbedaan massa jenisnya.
Sumber utama produksi minyak yang terperangkap ini biasanya jauh di bawah permukaan tanah,
dan ada tiga bentuk utama jebakan minyak ini, yaitu
1) Jebakan Antiklin, berupa lengkungan yang terbentuk oleh dorongangerakan lapisan batuan ke
atas.
2) Jebakan Patahan, disebabkan oleh pergeseran dua lapisan batuan yang bergerak kedua arah
yang berlawanan, yang satu bergerak ke atas yang lain bergerak ke bawah.
3) Jebakan Ketidakselarasan (Straigrafik), terjadi karena batuan yang berpori terjepit oleh
lapisan batuan yang tak berpori.
Ada pula jebakan yang terbentuk di sekeliling endapan abtuan garam, di bawah permukaan laut.
Tinggi endapan garam itu dapat mencapai 8 km dan bergaris tengah 0,8 km, maka di sekeliling
bukit garam tersebut akan terkumpul minyak bumi.
Lebih dari setengah bagian dari jumlah minyak bumi di dunia berasal dari Era Cenozoicum (kira-
kira 70 juta tahun yang lalu), pada Periode Tertier. Selanjutnya minyak bumi ada pula yang
berasal dari Era Paleozoicum dengan jumlah yang paling sedikit, sedangkan jumlah yang paling
kecil terjadi di Era Mesozoicum. Minyak bumi yang terdapat di Indonesia paling banyak
terbentuk pada masa Periode Tertier tersebut, yang terbanyak ditemukan di daerah Sumatera,
Kalimantan dan Jawa.

2) Pengolahan Minyak Bumi.


Bahan utama yang terkandung di dalam minyak bumi adalah Hidrokarbon (Alifatik dan Siklik),
yang sebagaian besar adalah alkana dan siklo alkana. Campuran ini dapat dipisahkan menjadi
komponen-komponennya secara penyulingan/destilasi bertingkat yang dilakukan berdasarkan
adanya perbedaan titik didih setiap komponen-komponen campuran tersebut. Sesuai dengan
banyaknya atom karbon (C) dari alkana yang bersangkutan. Makin besar jumlah atom karbon
pada alkana tersebut, makin tinggi titik didihnya.

Destilasi Minyak Bumi.


Proses penyulingan minyak bumi sampai jadi komponen minyak yang siap dipakai untuk bahan
bakar dan lain sebagainya meliputi tahapan proses sebagai berikut:
1) Penguapan
Minyak bumi dialirkan melalui pipa ke dalam dapur pemanas dan berubah menjadi uap.
2) Pemisahan Komponen Minyak
Uap minyak bumi dialirkan ke dalam menara fraksinasi. Menara fraksinasi ini tersusun dari
puluhan tingkat bak pengembun uap. Uap naik ke atas tiap tingkat menara melalui tutup
gelembung. Uap dari komponen minyak bumi yang titik didihnya leibh tinggi akan mengembun
pada bak pengembunan yang lebih rendah. Minyak bumi yang titik didihnya lebih rendah.
Sedangkan uap dari komponenkomponen minyak bumi yang titik didihnya lebih rendah
mengembun pada bak pengembunan yang lebih tinggi dari menara.
Dari pemisahan di menara fraksinasi ini diperoleh beberapakomponen. Pada umumnya
komponen-komponen yang dihasilkan minyak bumi dari satu tempat ke tempat lainnya tidak
banyak berbeda. Yang berbeda biasanya hanya perbandingan komponen-komponen
yangdihasilkan. Kolom penyulingan bertingkat minyak bumi yang dikenaldengan nama kolom
fraksinasi, merupakan suatu silinder baja yangtingginya kira-kira 37 m dan di dalamnya
mempunyai bilik-bilik dengankatup-katup baja pula sebagai tempat pemisahan fraksi-fraksi
minyak bumi tersebut. (Liliasari dalam Dahar, RW, 1990: 393)

Batu Bara dimanfaatkan untuk bahan bakar industri dan rumah tangga.
1) Terbentuknya Batu Bara dan Pengolahannya
Anda perlu mengetahui proses terbentunya batu bara dan pengolahannya. Apa itu batu bara?
Batu bara adalah mineral hitam yang terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan purba. Pada periode
karbon (300 juta tahun yang lalu) dan pada periode Creta (100 juta tahun yang lalu), iklim bumi
dan komposisi atmosfer sangat cocok utnuk melimpahruahnya pertumbuhan tanaman. Di daratan
yang sangat luas, di daratan yang berpaya-paya ataupun di air dangkal tumbuh-tumbuhan pada
saat itu tumbuh dengan suburnya. Ketika tumbuhan mati, tumbuhan tersebut terbenam ke dalam
rawa. Tidak adanya oksigen di dalam rawa menyebabkan tumbuhan tersebut tidak membusuk,
melainkan berubah menjadi bahan serata yang di sebut gambut. Ketika lapisan gambut yang
saling bertumpuk mendapat tekanan yang sangat besar dari permukaan, maka lapisan itu brubah
menjadi batu bara lunak (lignit), tekanan yang lebih besar mengubah batu bara lignit menjadi
batu bara muda (bituminus) yang kadang-kadang berubah menjadi batu bara yang keras dan
mengkilap (antrasit). Kedua jenis batu bara tersebut di tambang untuk dimanfaatkan.
Berlangsungnya proses perubahan ini disebabkan oleh kurangnya konsentrasi oksigen dalam
rawa-rawa, sehingga dengan bantuan panas yang timbul oleh tekanan batuan di atas gambut
keluarlah gas-gas nitrogen, hydrogen dan oksigen dari senyawa karbon kompleks yang
merupakan sisa-sisa tumbuhan tadi, yang akhirnya akan menyebabkan kadar karbon pada zat-zat
sisa tersebut makin tinggi. Zat-zat lain yang dibebaskan pula selama proses pembentukan batu
bara ini diantaranya CO2, H2O, dan CH4.
Proses pembentukan batu bara di kenal sebagai proses karbonisasi, karena makin tua umur batu
bara, makin tinggi kadar karbonnya. Apabila diurutkan, maka pembentukan batubara dimulai
dengan tahap pembentukan gambut, kemudian batu bara muda atau lignit, selanjutnya baru
terbentuk batu bara. Batu bara itu dapat mengalami perubahan lebih lanjut karena pertambahan
tekanan serta naiknya suhu menjadi antrasit, yang kadar karbonnya tertinggi.
Macam-macam zat yang terjadi selama pembentukan batu bara menunjukkan perbedaan kadar
karbon yang dikandungnya. Makin tinggi kadar karbon tersebut, makin tinggi pula kualitas batu
bara tersebut, yang ditunjukkan pula oleh nilai kalori yang dihasilkannya pada pembakaran.
Cara lain untuk menunjukkan jenis-jenis batubara adalah dengan cara melihat lapisan-lapisan
batu bara yang tampak secara langsung, tanpa menggunakan mikroskop, seperti yang diusulkan
oleh Marie Stopes dan di kenal sebagai sistem Stopes; yaitu Vitrain yang sifatnya hitam
mengkilat seperti kaca; Fusain yang disebut juga mineral batu bara yang bersifat mudah pecah
dan berdebu; Durain yang bersifat keras dan seringkali berbentuk; Clarain yang bersifat lapisan-
lapisan yang berkilauan (Liliasari dalam Dahar,
RW,1990).
2) Pengolahan Batu Bara
Batu bara hasil penambangan. Sebelum dipergunakan perlu pengolahan terlebih dahulu, seperti
harus dilakukan pemurnian batu bara dari zat pencemaran dan pemotongan menjadi bentuk-
bentuk dan ukuran yang sesuai dengan permintaan konsumen. Banyak produk kimia diturunkan
dari batu bara. Dari batu bara dapat diperoleh Kokas yang selanjutnya akan di dapat berbagai
macam zat, seperti:
Ter, yaitu hasil penguraian yang mudah menguap terdiri atas zat cair dan mengembun langsung,
gas (CH4 dan H2) untuk bahan bakar dan minyakminyak ringan (Zat cair yang mudah
menguap). Bila minyak-minyak ringan ini dimurnikan melalui destilasi bertingkat akan terpisah
menjadi Benzena (C6H6), Toluena (C7H8), dan campuran dari tiga macam Silena (C8H10). Zat
ini bermanfaat sebagai pelarut dan pereaksi untuk membuat zat-zat kimia yang lain. Ter
didestilasi untuk menghilangkan bagian yang mendidih antara 3500 4000C, menghasilkan
residu ter yang digunakan sebagai bahan bakar. Senyawa-senyawa penting yang dapat diisolasi
dari hasil destilsi dengan metode ekstraksi diantaranya: Naftalen (C10H8), Antrasen (C14H10),
Fenol atau disebut juga Karbol (C6H5OH), dan Piridin (C5H5N).
Dalam kehidupan sekarang ini banyak bahan yang dibuat melalui industri kimia berasal dari batu
bara diantaranya obat-obatan, cat, bahan peledak, pestisida dan plastik.
Sebagai contoh dapat diubah menjadi asam salisilat, yang dipergunakan sebagai bahan dasar
aspirin ataupun minyak gandapura sebagai obat.

Biji Besi Untuk peralatan rumah tangga, pertanian dan lain-lain


Tembaga merupakan jenis logam yang berwarna kekuning-kuningan, lunak dan mudah ditempa.
Bauksit Sebagai bahan dasar pembuatan alumunium.
Emas dan Perak untuk perhiasan
Marmer Untuk bahan bangunan rumah atau gedung
Belerang Untuk bahan obat penyakit kulit dan korek api
Yodium Untuk obat dan peramu garam dapur beryodium
Nikel Untuk bahan pelapis besi agar tidak mudah berkarat.
Gas Alam Untuk bahan bakar kompor gas
Mangaan Untuk pembuatan pembuatan besi baja
Grafit Bermanfaat untuk membuat pensil