Anda di halaman 1dari 11

PRODUKSI MARGINAL

(Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Matematika konomi kelas B)

Oleh :

Kelompok 4

1. Iwrdatul Fajrina Putri (140210101073)


2. Roma Hidayatul Amanah (140210101078)
3. Bella Anggraeni (140210101081)
4. Sri Wahyu (140210101089)
5. Mukrimatul Faizah (140210101

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MIPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN

UNIVERSITAS JEMBER

2017
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Produksi adalah sebuah proses yang telah terlahir di muka bumi ini
semenjak manusia menghuni planet ini. Produksi sangat prinsip bagi
kelangsungan hidup dan juga peradaban manusia. Sesungguhnya produksi
lahir dan tumbuh dari menyatunya manusia dengan alam.
Kegiatan produksi merupakan mata rantai dari konsumsi dan
distribusi. Kegiatan produksi menghasilkan barang dan jasa, kemudian
dikonsumsi oleh para konsumen. Tanpa produksi maka kegiatan ekonomi
akan berhenti, begitu pula sebaliknya. Untuk menghasilkan barang dan jasa
kegiatan produksi melibatkan banyak faktor produksi.
Teori Produksi terbagi menjadi dua yaitu, Teori Produksi Jangka
Pendek dan Teori Produksi Jangka Panjang. Periode jangka pendek
merupakan periode dimana perusahaan tidak mempunyai cukup waktu untuk
mengubah kapasitas pabrik, namun dapat mengubah tingkat penggunaan input
tertentu. Misalnya menambah atau mengurangi tenaga kerja.
Dalam teori produksi jangka pendek ini ada beberapa konsep penting
yg perlu di ketahui antara lain, produk total (TP), produk rata-rata (AP), dan
produk marjinal (MP). Biaya total (total cost = TC) merupakan penjumlahan
biaya variabel total (TVC) dan biaya tetap total (TFC). Produk rata-rata per
tenaga kerja (average product = AP) merupakan pembagian produk total
dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk memproduksi. Sedangkan
Produk marginal (marginal product = MP) yaitu tambahan output atau produk
total akibat tambahan satu satuan tenaga kerja atau tambahan satu faktor
produksi variable.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang akan di
bahas pada makalah ini adalah salah satu konsep penting dalam teori pruduk
yaitu, Produk Marginal atau Marginal Product (MP)
C. Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah untuk memahami apa yang di maksud
dengan produk marginal serta cara menghitung produk marginal suatu
perusahaan.
BAB II

PRODUK MARGINAL

A. Pengertian
Produk marjinal dikenal juga dengan istilah produk tambahan.
Tetapi dalam teori ekonomi, kata tambahan umumnya diganti dengan kata
marjinal. Produk marjinal dari suatu produksi adalah ouput atau produk
ekstra yang dihasilkan oleh tambahan satu unit faktor produksi tersebut,
dimana faktor produksi lainnya tetap konstan.
Produk marjinal tenaga kerja adalah tambahan output yang didapat
bila anda menambahkan satu unit tenaga kerja, sedangkan input lainnya
konstan.Begitu pula dengan produk marjinal tanah yang merupakan
perubahan total output karena adanya tambahan satu unit tanah dimana input
lainnya tetap konstan. Demikian seterusnya untuk tiap faktor produksi
Produktivitas marjinal merupakan pedoman bagi penetapan harga
input faktor produksi secara kompetitif, baik untuk tenaga kerja tedidik
ataupun yang tidak tedidik. Tiap kualitas tanah, barang modal, pupuk ataupu
input lainnya.
Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa produk marjinal
merupakan tambahan output atau produk total akibat tambahan satu satuan
tenaga kerja atau tambahan satu faktor produksi variable. Sedangkan
Productivitas Marginal dari suatu input adalah mengukur seberapa besar
tambahan output yang dihasilkan apabila suatu input variabel bertambah
dengan satu unit sedangkan input lainnnya tetap.

B. Persamaan dari produk marginal dan produk rata - rata


Persamaan dari produk marjinal adalah perbandingan antara perubahan
produk total dengan perubahan jumlah tenaga kerja yang digunakan

=

Keterangan:
MP : Produk Marjinal
TP : Perubahan produk total/output
L : Perubahan tenaga kerja/input

Tabel 1 : Contoh hasil perhitungan Produk Marjinal tanah

Produksi rata-rata yaitu produksi yang secara rata-rata. Apabila produksi


total adalah TP, jumlah tenaga kerja adalah L, maka produksi rata-rata (AP)
dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut :

TP
AP
L
C. Hubungan antara MP dan TP

Contoh kurva 1:

Dalam kurva 1 dapat dilihat terdapat 3 daerah produksi. Masing


masing daerah tersebut menunjukkan keadaan ketika APL naik hingga
APL maksimum (daerah I), dari APL maksimum hingga TP maksimum
(daerah II), dan daerha TP yang menuruh (daerah III). Berikut ini adalah
penjelasan dari daerah-daerah produksi tersebut:
Tahap I
Produksi Total (TP) mengalami pertambahan semakin cepat. Tahap ini
dimulai dari titik origin semakin kesatu titik pada kurva total product dimana
AP (Produksi Rata-Rata) maksimum, dan pada titik ini AP = MP (Marginal
Product).
Menunjukkan bahwa pada saat penggunaan input tenaga kerja (labor,
L) masih sedikit, bila dinaikkan penggunaannya, maka Produksi Rata-Rata
(AP) naik dengan ditambahkannya input variabel. Dengan asumsi harga input
tenaga kerja (L) tetap, maka dengan naiknya produksi rata-rata akan menurun
dengan ditingkatkannya produksi (output). Dalam pasar persaingan sempurna,
produsen tidak akan pernah beroperasi (berhenti produksi) pada tahap ini,
karena dengan memperbesar volume produksi, biaya produksinya perunit
akan menurun, hal ini berarti akan memperbesar keuntungan yang ia terima.
Jasi pada tahap I ini, efisiensi produk belum maksimal.
Tahap II
Produksi Total (Total Product) semakin lama semakin menurun.
Tahap III ini meliputi daerah dimana MP Negatif. Maka berdasarkan pada
keadaan Tahap I dan Tahap III dapat disimpulkan bahwa Efisiensi Produk
Maksimal terjadi pada tahap II.
Tahap III
Produksi Total (Total Product) pertambahannya semakin lama
semakin kecil. Tahap II ini dimulai dari titik AP Maksimum sampai titik
dimana MP = 0, atau TP Maksimum. Meliputi daerah dimana Produksi
Marginal (MP) negative. Pada tahap III ini penggunaan input Labor (L) sudah
terlalu banyak, sehingga TP justru akan menurun, jika penggunaan input
tenaga kerja (L) tersebut diperbesar, karena MP negative. (efisiensi produk
telah melampaui kondisi maksimal)
Dari contoh kurva di atas kita dapat mengetahui hubungan antara MP
dan TP. Dengan MP adalah kemiringan dari kurva TP. Sehingga dapat
dirumuskan :
1. Jika MP > 0, TP akan meningkat seiring bertambahnya jumlah L
2. Jika MP = 0, TP menunjukkan tingkat produksi maksimum/ titik puncak
3. Jika MP < 0, TP akan menurun seiring bertambahnya jumlah L

D. Elasitas Produk
Konsep Elastisitas yang telah dipelajari sebelumnya juga diterapkan
dalam produksi. Elastisitas produksi () menunjukkan rasio perubahan output
yang dihasilkan terhadap perubahan relatif jumlah input yang digunakan.
Misalkan input yang berubah adalah pemakaian tenaga kerja (L) maka
elastisitas produksi dapat diformulasikan sebagai berikut :

Atas dasar formula tersebut diketahui bahwa :


Pada saat MP > AP diperoleh Elastisitas Produksi > 1
Pada saat MP = AP diperoleh elastisitas produksi = 1
Pada saat MP = 0 diperoleh Elastisitas Produksi = 0
Pada saat MP negatif diperoleh Elastisitas Produksi negatif

Kaitan antara rasionalitas daerah produksi dengan elastisitas produksi adalah


sebagai berikut :

1. Daerah dengan Elastisitas Produksi > 1 sampai Elastisitas Produksi = 1


adalah irrational region
2. Daerah dengan Elastisitas Produksi = 1 sampai Elatisitas Produksi = 1
adalah daerah rational region
3. Daerah dengan Elastitas Produksi = 0 sampai Elastisitas Produksi < 0
adalah daerah irrational region

Tabel 1.1: Contoh hasil penentuan daerah elastisitas

E. Teori produksi dengan dua faktor berubah


Analisis yang baru saja dibuat menggambarkan bagaimana tingkat produksi akan
mengalami perubahan apabila dimisalkan satu factor produksi, yaitu tenaga kerja,
terus-menerus ditambah tetapi factor-faktor produksi lainnya dianggap tetap
jumlahnya, yaitu tidak dapat diubah lagi. Dalam analisis yang berikut dimisalkan
terdapat dua jenis factor produksi yang dapat diubah jumlahnya. Kita misalkan yang
dapat diubah adalah tenaga kerja dan modal. Misalkan pula bahwa kedua factor
produksi yang dapat berubah ini dapat dipertukar-tukarkan penggunaannya; yaitu
tenaga kerja dapat menggantikan modal atau sebaliknya. Apabila dimisalkan pula
harga tenaga kerja dan pembayaran per unit kepada factor modal diketahui, analisis
tentang bagaimana perusahaan akan meminimumkan biaya dalam usahanya untuk
mencapai suatu tingkat produksi.

Kurva produksi sama (ISOQUANT)


Yang dimaksud dengan isoquant adalah kurva yang merupakan tempat
kedudukan titik-titik yang menunjukan kombinasi dua factor produksi guna
menghasilkan tingkat produksi yang sama. Kurva isoquant memiliki cirri-ciri sama
dengan kurva indefferensi dalam teori prilaku konsumen. Kurva isoquant
menunjukkan kombinasi dua faktor produksi yang menghasilkan jumlah produk
yang sama.

Garis biaya sama (ISOCOST)

Isocost adalah kurva yang menunjukan kedudukan dari titik-titik yang


menunjukan kombinasi factor produksi yang dibeli oleh produsen dengan sejumlah
anggaran tertentu. Kombiniasi pengunaan Ciri-ciri kurva isocost sama dengan budget
line atau kurva garis anggaran dalam teori prilaku konsumen.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada pembahasan diatas maka didapat kesimpulan
bahwa produk marjinal adalah bagian penting dari perusahaan. Dan produk
marjinal dapat dihasilkan tergantung dengan output dan input yang dihasilkan
oleh perusahaan. Dan Seperti pembahasan diatas kegiatan produksi dapat
diukur dari jumlah barang barang atau jasa yang dihasilkan dalam suatu
periode waktu tertentu.
Selain itu dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara
Marginal Product dengan Average Product yaitu jika marginal product lebih
besar dari average product maka average product akan naik. Sebaliknya jika
marginal product turun maka average product akan turun. Karena itu garis
marginal product akan memotong average product pada titik average product
maksimum. Dan akan menunjukan daerah-daerah produksi yang akan
menentukan daerah yang paling produktif.
Dalam teori produksi jangka pendek, elastisitas produksi juga dapat
digunakan untuk menunjukan daerah yang rasional, yaitu menunjukan ratio
perubahan relative output yang dihasilkan terhadap perubahan relative jumlah
input yang digunakan tanpa perlu melihat kurva.