Anda di halaman 1dari 68

MODUL KIMIA DASAR

I.PENGERTIAN SENYAWA ORGANIK DAN ANORGANIK

Ilmu kimia bersama-sama dengan ilmu fisika, ilmu biologi, matematika


merupakan Basic Science (ilmu-ilmu dasar) karena mendasari ilmu-ilmu yang
lain diantaranya: Farmasi, geologi, teknologi, pertanian, dll.

Kimia, fisika, biologi, matematika

farmasi geologi teknologi pertanian

Menurut area (wilayah) ilmu, ilmu kimia dibagi menjadi 2 kelompok wilayah
ilmu, kimia organik dan kimia anorganik.

KIMIA
ORGANIK ANORGANIK
Sifat: Sifat:
1. Kelarutan: larut dalam pelarut 1. Kelarutan: tidak larut dalam
organik, Contoh: lemak larut dalam pelarut organik. Contoh: Garam
ether, aseton, alkohol, dsb. dapur (NaCl) tidak larut dalam
2. Tidak dapat menghantarkan ether, alkohol.
listrik 2. Dapat menghantarkan listrik

3. Daya tahan: tidak tahan lama, 3. Daya tahan: CaCO3 tahan lama
cepat busuk. Misalnya protein tidak busuk.
cepat busuk/rusak.
Kesimpulan:
Pembagian organik dan anorganik bukan dari asalnya, tetapi dari sifat-
sifatnya.

Kimia Organik
Telah disebutkan bahwa senyawa kimia biasanya digolongkan ke dalam
senyawa organik dan anorganik. Penggolongan ini pada awalnya berdasarkan
sumber senyawa tersebut. Senyawa organik berasal dari makhluk hidup atau
sisa-sisa makhluk hidup. Dengan berkembangnya analisis kimia, diketahui
bahwa senyawa-senyawa organik tersebut adalah senyawa karbon. Oleh
karena itu, senyawa organik disebut juga senyawa karbon. Pada tahun 1828,
Frederick Wohler, seorang ahli kimia berkebangsaan Jerman, berhasil
membuat urea ketika memanaskan larutan amoniumsianat.

NH4OCN ---------------------------- CO(NH2)2

Dengan penemuan tersebut, anggapan bahwa senyawa organik harus berasal


dari makhluk hidup telah dipatahkan. Meski begitu, penggolongan senyawa
ke dalam senyawa organik dan senyawa anorganik tetap dipertahankan. Akan
tetapi, penggolongan tersebut kini lebih ditekankan pada sifat-sifat senyawa,
bukan lagi pada sumbernya. Sejak penemuan Wohler, jutaan senyawa karbon
organik telah dapat dibuat di laboratorium.

Banyak dari senyawa karbon sintetis tersebut bahkan tidak terdapat dalam
makhluk hidup, tetapi karena kemiripan sifat-sifatnya, senyawa-senyawa
tersebut digolongkan ke dalam senyawa organik. Contohnya adalah plastik,
nilon, dan karet sintetis.

Senyawa organik perlu mendapat perhatian khusus, karena beberapa alasan:

1.Jumlah senyawanya sangat banyak. Kini, senyawa organik yang telah


dikenal ada sekitar sepuluh juta jenis senyawa, sedangkan senyawa
anorganik sekitar satu juta jenis senyawa.

2.Peranannya yang sangat penting bagi makhluk hidup. Meliputi bidang:


kesehatan, kesejahteraan, pangan, teknologi, maupun industri.

Kesehatan:

Jumlah manusia bertambah, jumlah dan jenis penyakit bertambah,


kebutuhan obat bertambah, industri obat bertambah, toko obat bertambah,
distribusi obat bertambah, kebutuhan tenaga kefarmasian bertambah. Obat
sebagian besar merupakan senyawa organik.

Kesejahteraan:
Yang membutuhkan obat tidaklah terbatas untuk orang yang sakit saja. Tetapi
orang yang sehat juga butuh obat. Orang yang sehat butuh obat-obat
suplement untuk meningkatkan vitalitasnya. Juga kosmetik dibutuhkan oleh
orang yang sehat pula. Ini dilakukan bagi siapa saja yang ingin sejahtera.

Pangan:

Pangan merupakan bahan yang berasal dari makhluk hidup. Makhluk hidup
adalah sumber senyawa organik. Pengembangan pangan membutuhkan
orang-orang yang banyak tahu tentang senyawa organik.

Teknologi:

Untuk memenuhi kebutuhan pangan, obat, maka butuh orang-orang yang


banyak tahu tentang senyawa organik.

Industri:

Industri pangan dan obat-obatan membutuhkan orang-orang yang ahli dalam


kimia organik.

Senyawa-senyawa penting dalam makhluk hidup, seperti protein,


karbohidrat, lemak, vitamin, hormon, dan DNA adalah senyawa organik.

3.Karena senyawa organik mempunyai sifat-sifat dan klasifikasi yang khas,


yang berbeda dari sifat senyawa anorganik. Walaupun senyawa organik
mempunyai jumlah senyawa yang sangat banyak, tetapi jumlah atom-atom
yang menyusunnya hanya sedikit, diantaranya : C, H, O, N, S, P. Jenis unsur
lainnya yang ada di senyawa organik sangat sedikit. Maka senyawa organik
mudah diklasifikasikan dengan lebih mudah.

Oleh karena itu, senyawa organik secara khusus, dibahas dalam satu cabang
ilmu kimia, yaitu kimia organik. Perlu diperhatikan, tidak semua senyawa
karbon tergolong senyawa organik. Berbagai senyawa karbon, seperti: oksida
karbon, karbonat, dan sianida tergolong sebagai senyawa anorganik. Perlu di
garisbawahi, bahwa penggolongan didasarkan pada sifat-sifat senyawa
tersebut.

Untuk selanjutnya, pembahasan kimia organik meliputi: 1).senyawa


hidrokarbon meliputi senyawa alkana, alkena, alkuna alkil. 2). Keunikan atom
karbon, 3).Macam-macam gugus fungsionil, 4). Obat-obatan, 5). Industri
petrokimia, 6).Bahan bakar.

Penjelasan:

1). Alkana, alkena, alkuna, alkil

2).Keunikan atom karbon.

Atom karbon dapat membentuk ikatan dengan sesama atom karbon dalam
jumlah yang sangat besar.

3).Gugus fungsionil

Gugus-gugus: keton, aldehid (alkanal), karboksilat, keton, eter, ester,


hidroksil, amina.

4).Obat-obatan

5).Industri petrokimia

Plastik, pupuk

6).Bahan bakar

Bensin, premium, pertamax, solar, biodiesel.

Menunjukkan adanya karbon dan hidrogen dalam senyawa karbon:

Bahan yang berasal dari makhluk hidup umumnya merupakan senyawa


karbon. Hal ini dapat kita buktikan dalam kejadian sehari-hari. Perhatikan
apa yang terjadi ketika sampel organik, seperti: kayu, telur, daging, atau beras
dibakar pada suhu yang cukup tinggi. Bahan itu menjadi gosong, bukan?

Hal ini terjadi karena pemanasan menyebabkan senyawa karbon dalam


bahan tersebut terurai menjadi karbon yang berwarna hitam.

Adanya unsur karbon dan hidrogen dalam sampel organik, secara lebih pasti
dapat ditunjukkan melalui percobaan sederhana, yaitu dengan uji
pembakaran. Pembakaran sampel organik akan mengubah karbon (C)
menjadi karbon dioksida (CO2) dan hidrogen (H) menjadi air(H2O). Gas karbon
dioksida dapat dikenali berdasarkan sifatnya yang mengeruhkan air kapur;
sedangkan air dapat dikenali dengan kertas kobalt karena air dapat
mengubah warna kertas kobalt dari biru menjadi merah muda (pink).

Sampel + Oksidator CO 2(g) + H2O(l)

CO2(g) + Ca(OH)2 (aq) CaCO3 (s) + H2O(l)

(air kapur)

Kertas kobalt (biru) + H2O(l) kertas kobalt (merah muda)

Selain karbon dan hidrogen, unsur yang sering terdapat dalam senyawa
karbon adalah oksigen, nitrogen, fosfor, halogen, dan beberapa unsur logam.
Keberadaan unsur-unsur tersebut dapat ditunjukkan melalui berbagai
percobaan. Keberadan unsur oksigen dalam sampel organik biasanya tidak
ditunjukkan secara khusus, tetapi dapat diketahui dari selisih masa antara
sampel dengan jumlah masa karbon, hidrogen, dan unsur lainnya.

Contoh:

Suatu sampel gula (C12H22O11) dibakar, sisa hasil pembakarannya dianalisis


sehingga diketahui mengandung 1,2 gram karbon dan 0,3 gram hidrogen.
Sampel tersebut tidak mengandung unsur-unsur lain (selain C, H, dan O) .
Nasa karbon + hidrogen = 1,2 + 0,3 = 1,5 gram. Jadi, dapat dipastikan
bahwa sampel tersebut mengandung oksigen, yaitu sebanyak 2,3 gram 1,5
gram = 0,8 gram.

Kimia Anorganik
Sebelumnya telah diuraikan perbedaan kimia organik dan kimia anorganik.
Kalau senyawa organik dibatasi dengan senyawa yang terdiri dari C, H, O, N,
S, P dan beberapa unsur logam, tidak demikian pada senyawa anorganik.
Senyawa anorganik meliputi semua unsur-unsur yang ada dalam SPU,
sehingga meliputi baik unsur-unsur logam maupun unsur-unsur non logam.
Pada zaman dulu, senyawa anorganik juga disebut kimia unsur. Tetapi kini
wilayah kimia anorganik tidak hanya meliputi kimia unsur saja tetapi telah
diperluas ke pembicaraan dasar-dasar kimia anorganik juga, sehingga
sekarang telah meliputi semuanya, menjadi gabungan dari: struktur atom,
struktur molekul, SPU, asam-basa, reaksi kimia, dan spesies dari unsur-unsur
yang dipertimbangkan termasuk kelompok non logam, misalnya: hidrogen,
golongan boron, golongan karbon, golongan nitrogen, golongan oksigen,
golongan halogen, golongan gas mulia, yang semua ini tergolong sebagai
unsur-unsur golongan A. Sedangkan unsur-unsur golongan B meliputi unsur-
unsur transisi dan transisi dalam.

(Reguler 1B, Kamis, 10-09-15, pertemuan ke 1)

II.TEORI ATOM

Ilmu kimia telah menempatkan konsep atom, sebagai konsep yang paling
pokok dalam disiplin keilmuan dari ilmu kimia. Dengan menggunakan konsep
atom ini, sebagai bagian terkecil dari materi, ahli kimia mencoba
menerangkan berbagai masalah dalam ilmu kimia.

2000 tahun semenjak Demokritos dan Leukipos mengemukakan teori


atomnya, barulah John Dalton pada tahun 1803 yang pertama kali
menempatkan konsep atom ini secara kokoh menjadi konsep pokok keilmuan
kimia, melalui teori atomnya.

Dengan menggunakan teori atom Dalton, banyak proses kimia yang dapat
diterangkan seperti pengertian unsur; molekul, senyawa, BA, BM dan lain
sebagainya.

Tetapi dalam perkembangan berikutnya, teori atom Dalton sudah tidak


memadai lagi, karena banyak perkembangan-perkembangan baru dalam ilmu
kimia tidak dapat diterangkan dengan teori atom Dalton, seperti masalah
sifat listrik dari atom, spektrum unsur, masalah pembentukan ikatan kimia,
dls.

Penemuan penemuan fisika mengenai sifat-sifat listrik dari atom


membimbing beberapa ahli kimia/fisika untuk mencoba mengembangkan
beberapa model dari struktur atom. Ahli-ahli tersebut antara lain Thomson
(penemu elektron) yang mengemukakan bahwa atom harus mempunyai sifat-
sifat listrik dan tersusun dari partikel-partikel yang lebih kecil dari atom. Salah
satu partikel yang menyusun atom adalah elektron. Selanjutnya Thomson
memperkenalkan sebuah model dari atom yang lebih dikenal dengan Model
Atom Thomson.

Percobaan hamburan sinar oleh lempeng emas, memberikan suatu


penemuan oleh Rutherford bahwa atom mempunyai sebuah inti positif yang
berat, maksudnya: masa dari atom sebagian besar berada di inti. Rutherford
menjelaskan pula bahwa elektron-elektron berada (mengorbit) di sekeliling
inti.

Model atom Rutherford sudah jauh lebih maju dari model atom Thomson,
namun masih banyak kelemahannya yang perlu diperbaiki. Hal ini dilakukan
oleh Bohr, yang menerapkan teori atom Planck untuk menerangkan spektrum
atom hidrogen. Dalam menerangkan spektrum atom hidrogen ini Bohr
mengemukakan bahwa elektron di dalam atom mengelilingi inti menurut
tingkat-tingkat energi tertentu. Perpindahan elektron dari tingkat energi ke
tingkat energi lainnya disertai oleh penyerapan atau pembebasan energi.

Penemuan de Broglie, bahwa elektron mempunyai gerakan gelombang,


didukung oleh azas ketidakpastian dari Heisenberg, membimbing Schrodinger
kepada pengembangan model atom berdasarkan mekanika gelombang.
Model atom mekanika gelombang ini ternyata dapat membantu para ahli
menjelaskan dan mengembangkan berbagai teori mengenai ikatan kimia
dengan memuaskan.

Dalam pembahasan bab ini mengenai struktur atom, dikelompokkan


berdasarkan perkembangan teori/model atom, yang pada prinsipnya bisa
dibagi dalam beberapa tahap berikut:

1.Tahap sebelum teori kuantum

2.Tahap mekanika kuantum klasik

3.Tahap mekanika kuantum gelombang

Sebelum membahas mekanika kuantum klasik terlebih dulu akan dibahas


sedikit pengantar untuk teori kuantum yaitu mengenai radiasi elektromagnit,
spektrum atom, spektrum atom hidrogen, dls.

MODEL ATOM SEBELUM TEORI KUANTUM


Teori atom dan beberapa model atom sebelum teori kuantum telah dibahas
dan telah dipelajari.

Perkembangan model atom sebelum teori kuantum

MODEL ATOM PENJELASAN


1.Model Atom Democritus Menurut Democritus:
Zat pokok dari semua atom sama.
Atom-atom berbeda satu sama
lain ukuran, bentuk dan beratnya.
Benda yang berbeda mengandung
atom-atom yang berbeda ukuran,
bentuk dan beratnya.

2.Model Atom Dalton Menurut Dalton:


Atom adalah berupa bola
sederhana yang amat kecil, tidak
dapat dibelah, tidak dapat
dimusnahkan dan tidak dapat
diciptakan.
Atom merupakan bagian
terkecil dari unsur.
Suatu unsur tersusun dari
atom-atom yang semuanya persis
sama (identik).
Atom-atom dari suatu unsur,
berbeda dengan atom-atom dari
unsur-unsur yang lainnya.
Di dalam setiap reaksi kimia,
atom-atom tidak mengalami
perubahan, yang berubah hanya
susunan antara satu atom dengan
atom lainnya, baik atom yang
sama maupun atom yang berbeda.
3.Model atom Thomson Menurut Thomson:
Elektron adalah komponen
+ - + -- + - + + - + - pokok
- +seluruh
- + materi. (Maksudnya
setiap materi mengandung
elektron)
Semua atom mengandung
elektron.
Sebuah atom terdiri dari
sebuah bola yang bermuatan
positif (muatan positif ini tersebar
merata) dan elektron tersebar di
dalam isi bola ini.
4.Model atom Rutherford Menurut Rutherford:
Muatan positif dari atom
terpusat pada inti atom.
Massa atom terpusat pada inti.
Dan inti atom ini dikelilingi oleh
elektron-elektron yang selalu
bergerak mengelilingi inti (seperti
halnya tata surya).
Dari model atom Rutherford
diperoleh gambaran bahwa sebagian
terbesar volume atom terdiri dari
ruang kosong yang berisi elektron
dan massa bermuatan positif pada
inti atom Rutherford memperkirakan
ukurannya:
Inti = 10-13 cm. Atom = 10-8 cm

MODEL ATOM MEKANIKA KUANTUM (NIELS BOHR)

Terhadap model atom Rurherford timbul keberatan berupa masalah, yaitu:

Apakah elektron yang mempunyai muatan negatif dan mengelilingi inti


yang bermuatan positif tidak akan tertarik ke inti ?

Terhadap pertanyaan ini barangkali bisa dijawab sebagai berikut:


Gaya tarik inti terhadap elektron akan dilawan oleh gaya sentrifugal (gaya
keluar pusat) yang dihasilkan dari gerakan putaran elektron dalam
mengelilingi inti.

Bila kecepatan elektron mengelilingi inti cukup besar, maka gaya sentrifugal
yang dihasilkan akan cukup kuat untuk mengimbangi gaya tarik elektrostatik
dari inti terhadap elektron. Sehingga dengan demikian elektron tetap
mengelilingi inti dan tidak akan terjatuh ke inti.

Gaya
listrik Gaya sentrifugal
-
+

Gambar: Model atom Rutherford

Gaya tarik elektrostatika inti terhadap elektron diimbangi oleh gaya


sentrifugal dari gerakan elektron mengelilingi inti, sehingga elektron
tetap berputar mengelilingi inti dan tidak terjatuh ke inti.

Akan tetapi keterangan di atas digugurkan oleh teori Maxwell. Menurut teori
Maxwell ini, setiap partikel yang bermuatan listrik, bila bergerak menurut
garis lintas yang melengkung, maka sebagian energi kinetiknya akan dirubah
menjadi energi radiasi (energi yang dipancarkan dalam bentuk sinar dengan
gelombang elektromagnit).

Bila teori Maxwell ini diterapkan pada model atom Rutherford, maka siswa
akan memperoleh keterangan seperti berikut:

Elektron berputar mengelilingi inti. Jadi lintasan gerakan elektron


berupa garis lengkung.
Elektron bermuatan listrik negatif dan bergerak menurut garis lengkung
(melingkar mengelilingi inti)............................... maka
............................energi kinetik elektron akan berkurang terus menerus
karena sebagian energi kinetiknya diubah menjadi energi radiasi.
Berkurangnya energi kinetik elektron terus menerus, ...........
mengakibatkan ........................ kecepatan elektron terus menerus
berkurang ....................... akibatnya gaya sentrifugal makin kecil sehingga
tidak mampu mengimbangi gaya tarik elektrostatik inti terhadap elektron
...................... sehingga ................... elektron makin tertarik dan makin
mendekati inti sampai pada suatu saat bergabung dengan inti.
Kalau digambarkan maka lintasan elektron mengelilingi inti akan
berbentuk spiral.
Kesimpulannya ...................... model atom Rutherford akan
menghasilkan atom yang tidak stabil. ..................... sedangkan atom-
atom pada kenyataannya stabil.

Dengan demikian diperlukan keterangan baru untuk bisa menerangkan


bagaimana posisi elektron di sekeliling inti atom.

Dengan demikian diperlukan keterangan baru untuk bisa menerangkan


bagaimana posisi elektron di sekeliling inti atom.

Dengan mempelajari spektrum atom (khususnya spektrum atom hidrogen)


dan menerapkan teori kuantum Max Planck, akhirnya pada tahun 1923 Niels
Bohr seorang ahli dari Denmark dapat menerangkan susunan elektron di
sekeliling inti atom. Dalam menerangkan ini Bohr memperkenalkan sebuah
model atom. Namun sebelum membahas model atom Bohr ini terlebih
dahulu akan dibahas konsep-konsep yang mendukung model atom Bohr,
yaitu radiasi elektromagnetik, spektrum atom dan teori kuantum.
Radiasi elektromagnit
+
-

Gambar. Lintasan elektron dalam model atom Rutherford akan berbentuk


spiral ....... sebab jarak elektron dengan inti makin dekat ......karena
gaya sentrifugal gerakan elektron terus menerus berkurang .......
yang disebabkan oleh berkurangnya kecepatan elektron .......
sebagai akibat dari diubahnya sebagian energi kinetik (energi
gerak) elektron menjadi energi radiasi ketika elektron bergerak
melengkung mengelilingi inti.

RADIASI ELEKTROMAGNETIK

Radiasi elektromagnetik adalah salah satu bentuk energi yang dipancarkan


oleh sumbernya dalam bentuk gelombang elektromagnetik melalui ruangan
tanpa medium penghantar.

Cahaya atau sinar yang kita kenal di sekitar adalah salah satu dari energi
radiasi.

Energi radiasi yang lainnya antara lain: ge lombang radio, radar, sinar infra
merah, ultraviolet, sinar x, sinar gamma, dls.

Semua energi radiasi elektromagnetik bergerak dengan kecepatan cahaya


yaitu 300.000 km per detik. Setiap radiasi debedakan satu sama lain oleh
panjang gelombangnya, frekuensi, (frekuensi = jumlah gelombang per
detik radiasi menjalar).

Hubungan matematik antara kecepatan cahaya, c, panjang


gelombang, dan frekuensi, dapat dinyatakan dengan
persamaan berikut:

C = .
Dari hubungan ini, kita dapat mencatat bahwa frekuensi dan
panjang gelombang berbanding terbalik. Panjang gelombang makin
besar maka frekuensinya makin kecil. Sebaliknya, panjang
gelombang makin kecil, frekuensinya makin besar.

Tingkat kekuatan energi radiasi ditentukan oleh frekuensinya.


Makin besar frekuensi maka makin kuat energi radiasi tersebut.
Sinar X dan sinar gamma adalah golongan energi radiasi yang
paling kuat energinya, sehingga bisa menembus bermacam-macam
benda, termasuk bisa menembus dan merusak tubuh kita.

(a)

A c

(b)

Gambar. Gelombang elektromagnetik (A = amplitudo atau


simpangan )
I I I I I I I I I
(det-1 )
3X1019 3X1015 3X1011 3X107

10-13 10-10 10-7 10-4 10-1 102


I
I I I I I I I I I I I I
(m)

Sinar gamma Gel. Radio, gel TV, radar

Sinar X microwaves
e
ultraviolet s. infra merah(s. panas)

sinar terlihat (sinar tampak)

V B H K O M
(nm) 400 500 600 700 800

(det-1) 7,5x1014 5x1014 3,75x1014

v = violet; B= biru; H= hijau; K= kuning; O= orange; M= merah

nm = nanometer = 10-9 meter

Suatu radiasi yang terdiri hanya dari satu panjang gelombang (tunggal)
disebut sinar monokromatis.

Cahaya matahari, lampu, nyala api dan lain sebagainya bukanlah sinar
monokromatis, sebab merupakan gabungan dari berbagai panjang
gelombang.

Contoh sinar dengan 1 panjang gelombang, diantaranya adalah sinar laser.


Pada sinar laser, sinar dari satu panjang gelombang dipekatkan ke dalam satu
lintasan lurus. Karena sangat pekat ini, maka energinya menjadi besar sekali,
sehingga mampu melelehkan dan menembus baja yang tebalnya beberapa
cm.

SPEKTRUM ATOM

Bahwa cahaya matahari merupakan gabungan dari berbagai panjang


gelombang sinar telah dibuktikan oleh Newton melalui percobaan
pembuasan cahaya yang tentu telah dikenal baik oleh siswa sejak dari
pelajaran IPA di SD dan SMP.

Seberkas sinar matahari dilewatkan melalui sebuah prisma, keluar dari


prisma ternyata sinar matahari ini diuraikan menjadi berbagai panjang
gelombang sinar, yaitu sinar violet, biru, hijau, kuning, orange dan merah.
Hasil pembiasan ini disebut spektrum.

SPEKTRUM KONTINU

Sinar matahari

cermin

celah

celah prisma layar

Gambar. Cahaya putih, seperti cahaya matahari terdiri dari kumpulan


berbagai gelombang elektromagnit yg panjang gelombangnya dari
sekitar 400 nm sampai dengan 700 nm. Campuran panjang gel ini
dpt dipisahkan dengan menggunakan prisma. Hasilnya adalah suatu
spektrum terusan (spektrum kontinu atau pita) dari sinar-sinar
merah sampai sinar-sinar violet.

Cahaya putih seperti cahaya matahari menghasilkan warna-warna merah


(dari panjang gelombang panjang) bersambung terus sampai warna violet
(dari panjang gelombang yang pendek), bagaikan sebuah pita warna. Oleh
karena itu spektrum seperti yang dihasilkan cahaya matahari ini disebut
juga : spektrum terusan (spektrum pita atau spektrum kontinu).

Selanjutnya bila zat dipanaskan di dalam suatu nyala api yang sangat panas,
atau dng pemanasan listrik, maka zat tersebut akan menghasilkan warna
nyala tertentu yang bila dilewatkan melalui prisma akan dihasilkan spektrum
berupa garis-garis warna dengan panjang gel tertentu. Misalnya garam-garam
natrium dipanaskan pada suhu tinggi, maka atom-atom natrium akan
mengeluarkan sinar berwarna kuning. Bila sinar yg dihasilkan dari
pemanasan atom-atom Na dilewatkan melalui prisma maka akan diperoleh
sebuah spektrum yang terdiri dari beberapa garis diantaranya garis spektrum
yang berwarna kuning.

Spektrum yang terdr dr garis-garis warna ini disebut spektrum garis. Ternyata
setiap atom dari suatu unsur selalu menghasilkan garis-garis spektrum yang
sama baik atom unsur tersebut dalam keadaan bebas, senyawa ataupun
tercampur dengan senyawa-senyawa lain. Demikian pula ternyata atom dari
unsur berbeda menghasilkan spektrum garis yang berbeda pula. Oleh karena
itu macam garis spektrum yang ditemukan akan terbatas hanya sejumlah
unsur yg ada di alam saja (termasuk unsur buatan).

SPEKTRUM GARIS

celah

celah prisma layar


Gambar. Atom-atom unsur (atau senyawanya) dipanaskan dengan kuat.
Atom-atom ini mengeluarkan sinar(nyala) yang selanjutnya dilewatkan
melalui prisma dan menghasilkan spektrum garis.

Violet merah

Gambar. Spektrum atom

He

Hg

Gambar. Contoh beberapa spektrum garis dari atom unsur-unsur H, He, Hg


dan U . Perhatikan : tiap garis adalah satu panjang gelombang sinar.

Oleh karena tiap spektrum garis sangat spesifik (khas) untuk atom setiap
unsur, maka spektrum garis lebih dikenal dengan sebutan : spektrum atom.

Spektrum yang disebutkan diatas disebut spektrum pancar (spektrum emisi),


dimana garis-garis spektrum terbentuk dari sinar yang dipancarkan oleh
atom-atom.

Terdapat pula sejenis spektrum yang disebut spektrum serap. Atom-atom dari
suatu unsur (fasa gas) disinari dengan seluruh panjang gelombang. Kemudian
sinar ini diteruskan melewati prisma dan dihasilkan spektrum terusan, tetapi
pada spektrum ini terdapat garis-garis hitam , panjang gelombang sinar yang
hilang karena diserap oleh atom-atom yang dilewati sinar tadi. Spektrum
terusan dengan garis-garis hitam ini disebut spektrum serap.

Pada spektrum matahari, yaitu spektrum pita (terusan) juga terdapat garis-
garis hitam. Garis hitam menunjukkan bahwa beberapa panjang gelombang
tertentu dari cahaya matahari yang terdiri dari kumpulan berbagai panjang
gelombang, diserap oleh atom-atom unsur tertentu di permukaan
matahariyang suhunya lebih dingin dari bagian dalam matahari. Garis-garis
hitam pada spektrum matahari ini disebut garis fraunhofer.
Garis-garis hitam adalah spektrum serap dari atom-atom yang terdapat di
permukaan matahari. Dengan membandingkan grs-grs hitam dengan
spektrum atom unsur-unsur, maka dapat diketahui unsur-unsur yang
terdapat dipermukaan matahari.

TEORI KUANTUM

Dengan memegang energi radiasi (termasuk cahaya, dls) dalam bentuk model
gelombang elektromagnetik, banyak sekali sifat-sifat dan gejala fisika dapat
diterangkan dengan lengkap sekali. Tetapi menjelang akhir abad ke 20
ditemukan banyak hasil-hasil eksperimen fisika tentang energi radiasi tidak
bisa diterangkan oleh model gelombang elektromagnet ini.

Beberapa kegagalan model gelombang elektromagnit di antaranya adalah


dalam eksperimen radiasi yang berasal dari benda hitam dan tentang adanya
spektrum atom.

Pada umumnya benda padat kalau dipanaskan akan dapat memancarkan


radiasi (cahaya). Disamping itu benda padat juga dapat menyerap dan
memantulkan radiasi. Benda yang berwarna hitam menyerap hampir seluruh
radiasi cahaya dan hanya memantulkan sedikit sekali. Untuk mempelajari
radiasi yang dipancarkan oleh benda padat panas, maka benda ini harus
mempunyai sifat benda hitam, yaitu hampir tidak ada pemantulan radiasi. Ini
maksudnya supaya pancaran radiasi yang dipelajari tidak terganggu oleh
radiasi pantulan. Untuk memperoleh sifat benda hitam ideal, maka benda-
benda padat panas yang akan dipelajari radiasinya itu ditempatkan di dalam
kotak logam dengan sebuah lubang kecil utk meloloskan keluar radiasi yang
dipancarkan. Benda-benda yang dipanaskan di dalam kotak logam ini dapat
dianggap sebagai benda hitam dan radiasi yang dikeluarkannya melalui
lubang kecil pada kotak, yang kemudian disebut: Radiasi Benda Hitam.

Dari hasil studi radiasi benda hitam ini diperoleh spektrum yang meliputi
suatu rentang panjang gelombang, dari panjang gelombang sinar-sinar infra
red, merah, sampai ke daerah spektrum panjang gelombang sinar-sinar
kuning. Bila suhu benda hitam dinaikkan, ternyata daerah spektrum bergeser
dari daerah spektrum gelombang panjang (sinar-sinar infra merah) ke daerah
spektrum daripanjang gelombang yang lebih pendek (sinar-sinar kuning dan
seterusnya ke arah sinar-sinar biru).
Suhu

1 2 3 4 5

............................................ x 100 nm

Dalam studi mengenai radiasi benda hitam ini, para ahli menemui kesukaran
dalam mencoba menerangkan mekanisme penyerapan energi dan
mekanisme pemancaran energi radiasi berdasarkan model gelombang dari
cahaya. Begitu pula para ahli menemui kesukaran pula untuk menerangkan
spektrum atom.

Pada tahun 1900, seorang ahli fisika Jerman, Max Planck mempelajari secara
khusus tentang radiasi benda hitam. Max Planck mencoba menurunkan
persamaan-persamaan matematik untuk mencari hubungan antara bentuk
dan kedudukan kurva radiasi dengan distribusi panjang gelombang pada
spektrum.

Dalam mencari hubungan matematik ini, Planck menganggap pada benda


hitam terdapat partikel-partikel sangat kecil yang bisa bergetar, yang diberi
nama resonator. Menurut Planck, partikel-partikel kecil inilah yang menyrap
dan memancarkan radiasi secara kontinyu (bersambung = tidak terputus-
putus). Tetap Planck gagal menurunkan persamaan matematiknya.

Akhirnya Planck mencoba mengemukakan suatu pandangan yang sama sekali


baru yaitu:

Resonator pada benda hitam menyerap dan memancarkan energi radiasi


tidak secara kontinyu, melainkan dalam bentuk bundel-bundel atau paket-
paket energi radiasi.

Dengan anggapan ini, berarti energi radiai bukan merupakan gelombang


bersambung yang dipancarkan dari sumbernya, melainkan terdiri dari paket-
paket gelombang terputus-putus yang dipancarkan dari sumbernya.
Ternyata dengan model paket-paket energi radiasi ini Planck dapat
menurunkan persamaan-persamaan matematik untuk radiasi benda hitam.
Planck malahan dapat menhitung secara kuantitatif besarnya energi radiasi
tiap paket.

E = h

Dimana: E = energi tiap paket energi (foton)


H = konstanta Planck, nilainya = 3,03 x 10-19 J.foton-1
= frekuensi dari radiasi
Peket-paket energi radiasi ini disebut : Kuanta (maksudnya sesuatu yang
terukur besarnya) atau sering juga disebut dengan istilah: FOTON

KONSEP TEORI KUANTUM DISAJIKAN SECARA POPULER


MODEL GELOMBANG DARI RADIASI MODEL KUANTUM DARI RADIASI

Energi radiasi adalah gelombang elektromagnetik

Air hujan

Menurut model ini, energi radiasi merambar seperti air mengalir.

Energi radiasi juga dalam bentuk gelombang elektromagnetik, tetapi terdapat dalam bentuk bunde

Menurut model kuantum,energi radiasimerambat seperti tetesan hujan jatuh


ke bumi.
Benda menyerap energi radiasi atau Menurut teori kuantum, benda
menyerap energi yang lainnya menyerap energi per paket energi.
(misalnya listrik) secara kontinyu. Jumlah energi yang diserap adalah
kelipatan bilangan bulatterhadap
paket energi.
Ediserap = nh ( n = bilangan bulat)
Ini dapat dimisalkan dengan ember
atau gelas menampung air mengalir
dari kran. Begitu pula benda memancarkan
Demikian pula benda energi radiasi per paket-paket energi
memancarkanenergi radiasi seperti (foton).
mata air mengeluarkan air.

Secara sederhana teori kuantum dari Max Planck dapat kita tuliskan sebagai
berikut:

Teori Kuantum:
Energi radiasi (termasuk cahaya terlihat) terdiri dari paket-paket energi yang disebut kuanta
atau foton.
Tiap paket energi atau tiap foton berdiri sendiri . Nilai tiap foton ditentukan oleh frekuensi dari
energi radiasi tersebut.
Yaitu:
E = h dimana: E = energi dari foton (paket atau bundel energi)
H = konstanta Planck, nilainya = 3.03x10 -19 J.foton-1
= frekuensi radiasi

Energi

E
Gambar. Konsep kuantum Planck
Resonator menyerap energi per paket energi, kemudian
memancarkan energi ini kembali sebesar paket energi yang diserap
tadi. Selanjutnya resonator kembali menyerap energi, dan
memancarkannya pula. Hal ini berulang terus menerus sehingga
energi radiasi yang dipancarkan berupapancaran paket atau kuanta
energi.

III.STOIKIOMETRI DALAM KESETIMBANGAN KIMIA

1.Konsep Kesetimbangan Dinamis


a.Reaksi reversible dan reaksi irreversible
Kertas yang dibakar menjadi abu adalah termasuh proses kimia. Tetapi abu
reaksi yang tidak dapat balik (irreversible)
Reaksi yang dapat balik disebut reaksi reversible. Jika gas nitrogen dan gas
hidrogen dipanaskan, menghasilkan gas amoniak:
N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g)
Sebaliknya, jika gas amoniak dipanaskan terurai menjadi gas nitrogen dan
hidrogen.
2NH3(g) N2(g) + 3H2(g)
Jika dua reaksi tersebut digabung, menjadi:
N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g)
N2(g) , H2(g) dan NH3(g) berada dalam keadaan setimbang.
Jadi, keadaan setimbang adalah suatu keadaan dimana zat-zat pereaksi dan
hasil reaksi terdapat bersama-sama, tetapi tidak ada perubahan yang dapat
diamati. Campuran masih mengandung zat-zat yang bereaksi, tetapi reaksi
seolah-olah sudah berhenti secara makroskopis, tetapi secara mikroskopis
reaksi tetap berlangsung, karena reaksi kekanan dan reaksi kekiri sebenarnya
masih tetap berlangsung terus. Reaksi kekanan disebut reaksi maju, dan
reaksi kekiri disebut reaksi balik. Kedua reaksi tersebut berlangsung secara
simultan (bersama-sama).
Misalkan laju reaksi maju, v1 dan laju raksi balik, v2. Maka v1 bergantung
pada konsentrasi N2 dan H2, sedangkan nilai v2 bergantung pada konsentrasi
NH3. Pada saat awal reaksi, v1 mempunyai nilai maksimum sedangkan v2 = 0
(karena NH3 belum ada). Selanjutnya, seiring dengan berkurangnya
konsentrasi N2 dan H2, nilai v1 semakin lama semakin kecil, sedangkan
dengan bertambahnya konsentrasi NH3, nilai v2 semakin lama semakin besar.
Pada suatu saat laju reaksi maju (v1) sama dengan laju reaksi balik (v2). Atau
laju hilangnya konponen sama dengan laju pembentukan komponen (v1 = v2).

H2
Konsentrasi NH3
N2

Waktu
Gambar. Perubahan konsentrasi pereaksi dan hasil reaksi menuju keadaan
setimbang untuk reaksi: N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g)
Konsentrasi N2 dan H2 (pereaksi) turun, konsentrasi NH3 (hasil
reaksi) naik. Pada keadaan setimbang , konsentrasi masing-masing
zat tetap.

v v1

v 1 = v2

v2

t
Gambar. Grafik perubahan laju reaksi terhadap waktu pada reaksi bolak-
balik: N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g)
V1 = laju reaksi dari kiri ke kanan
V2 = laju reaksi dari kanan ke kiri
Kesetimbangan tercapai pada saat v1 = v2

Berarti sejak v1 = v2 , jumlah masing-masing komponen tidak berubah


terhadap waktu. Oleh karena itu, tidak ada perubahan yang dapat diamati
atau diukur (sifat makroskopis tidak berubah), reaksi seolah-olah telah
berhenti. Kita katakan bahwa campuran telah mencapai keadaan setimbang
(kesetimbangan).

Akan tetapi, melalui percobaan dapat ditunjukkan bahwa dalam keadaan


setimbang tersebut, reaksi tetap berlangsung pada tingkat molekul (tingkat
mikroskopis). Artinya, reaksi antara nitrogen dengan hidrogen membentuk
amoniak tetap berlangsung, demikian pula penguraian amonia membentuk
nitrogen dan hidrogen. Oleh karena itu, kesetimbangan kimia disebut
kesetimbangan dinamis.

Perubahan konsentrasi N2 , H2, dan NH3 terhadap waktu dan perubahan v1


dan v2 terhadap waktu ditunjukkan pada gambar.

Uji Kepahaman:

1.Gambar berikut berkaitan dengan reaksi antara gas nitrogen dengan gas
hidrogen membentuk amonia.

Keterangan:

= Hidrogen ((H 2)

= Nitrogen (N 2)

= Amonia (NH 3)

Jawablah pertanyaan berikut:

a. Gambar itu menunjukkan bahwa reaksi tersebut berlangsung


tidak tuntas. Jelaskan alasannya !
b. Tunjukkan molekul nitrogen yang masih bersisa.
c. Jelaskan perubahan jumlah molekul nitrogen, hidrogen dan
amonia pada proses itu.
d. Jika reaksi berjalan tuntas, berapa jumlah molekul amonia yang
terbentuk.

Kesetimbangan Homogen dan Heterogen

Kesetimbangan yang semua komponennya satu fase kita sebut


kesetimbangan homogen, sedangkan kesetimbangan yang terdiri dari dua fase
atau lebih kita sebut kesetimbangan heterogen. Kesetimbangan homogen
dapat berupa sistem gas atau larutan. Kesetimbangan heterogen umumnya
melibatkan komponen padat-gas atau cair-gas.
Contoh kesetimbangan homogen:
1). N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g)
2). H2O(l) H+(aq) + OH- (aq)
3). CH3COOH (aq) CH3COO- (aq) + H+(aq)
Contoh kesetimbangan heterogen:
1). CaCO3(s) CaO(s) + CO 2(g)
2). Ag2CrO4(s) 2Ag+(aq) + CrO42-(aq)
Soal Latihan:
1.Kapankah reaksi bolak balik telah mencapai keadaan setimbang ?
2.Jelaskan, mengapa kesetimbangan kimia disebut kesetimbangan dinamis ?
3.Reaksi berikut tergolong reaksi homogen ataukah heterogen ?
a). 3Fe(s) + 4H2O(g) Fe3O4(s) + 4H2(g)
b). CH3COO-(aq) + H2O(l) CH3COOH(aq) + OH-(aq)

TETAPAN KESETIMBANGAN
1. Hukum Kesetimbangan
Suatu hasil percobaan terhadap reaksi kesetimbangan antara gas karbon
monooksida dengan gas hidrogen membentuk gas metana pada suhu 1200 K.

CO(g) + 3H2(g) CH4(g) + H2O(g)

Konsentrasi Awal Konsentrasi pada Keadaan Setimbang (M) [CH4][H2O]


(M)
[CO][H2]3
[CO] [H2] [CO] [H2] [CH4] [H2O]
0,1000 0,3000 0,0613 0,1839 0,0387 0,0387 3,93
0,2000 0,3000 0,1522 0,1566 0,0478 0,0478 3,91
0,1000 0,4000 0,0479 0,2437 0,0521 0,0521 3,92
0,1000 0,1000 0,0894 0,0683 0,0106 0,0106 3,94
Harga Tetapan Kesetimbangan adalah harga nisbah(perbandingan) hasil kali
konsentrasi setimbang zat-zat produk terhadap hasil konsentrasi setimbang
zat-zat pereaksi, masing-masing dipangkatkan dengan koefisien reaksinya.
CH
[ 4 ][ H 2 O]
Kc = 3
[ CO ] [ H 2 ]

Nilai tetapan kesetimbangan bergantung pada suhu. Untuk contoh diatas,


nilai tetapan kesetimbangan yaitu 3,92 pada suhu 1200K. Perubahan suhu
akan mengubah komposisi kesetimbangan, sehingga nilai tetapan
kesetimbangannya berubah.

2. Persamaan Tetapan Kesetimbangan

Hukum Kesetimbangan:

Hasil kali konsentrasi setimbang zat di ruas kanan dibagi dengan hasil kali
konsentrasi setimbang di ruas kiri, masing-masing dipangkatkan dengan
koefisien reaksinya, mempunyai harga tertentu pada suhu tertentu.
Reaksi : mA + nB pC + qD
Persamaan tetapan kesetimbangan adalah:
[C]p [ D]q
Kc = Karena satuan konsentrasi adalah M, maka satuan
[ A]m [ B]n
Kc = M(p + q) (m + n)
Kc = Harga Tetapan Kesetimbangan Berdasarkan Konsentrasi.
Soal Uji Kepahaman:
Tulis persamaan tetapan kesetimbangan (Kc) dan berapa satuannya untuk
sistem kesetimbangan berikut:
a). 2H2S(s) + 3O2(g) 2H2O(g) + 2SO2(g)
b). 4NH3(g) + 3O2(g) 2N2(g) + 6H2O(g)
Soal menentukan nilai tetapan kesetimbangan:
Konsentrasi kesetimbangan dari reaksi : I2(g) + H2(g) 2HI(g)
Disajikan pada tabel berikut:
No [I2] [H2] [HI]
1 2,84 2,28 17,15
2 1,63 0,97 8,49
3 4,06 1,72 17,79
4 2,60 2,60 17,62
5 1,01 1,01 6,83
Tentukan nilai tetapan kesetimbangan reaksi-reaksi tersebut!

3. Tetapan Kesetimbangan Tekanan

Tetapan kesetimbangan untuk sistem kesetimbangan gas juga dapat


dinyatakan berdasarkan tekanan partial gas, di samping tetapan
kesetimbangan yang berdasarkan konsentrasi. Tetapan Kesetimbangan yang
berdasarkan tekanan partial disebut tetapan kesetimbangan tekanan partial
dan dinyatakan dengan Kp.
P

NH 3 2

P
Contoh: Reaksi: N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g) Kp = PH 2



( N 2 )



Soal Uji Kepahaman:
Tulis persamaan tetapan kesetimbangan (Kp) untuk reaksi berikut:
a). 2H2S(g) + 3O2(g) 2H2O(g) + 2SO2(g)
b). 2HI(g) H2(g) + I2(g)

4. Tetapan Kesetimbangan untuk Kesetimbangan Heterogen

Persamaan tetapan kesetimbangan hanya mengandung komponen yang


konsentrasi atau tekanannya berubah selama reaksi berlangsung. Hal seperti
itu tidak terjadi pada zat padat murni atau zat cair murni. Oleh karena itu, zat
padat murni maupun zat cair murni tidak disertakan dalam persamaan
tetapan kesetimbangan.
Contoh: reaksi : BiCl3(aq) + H2O(l) BiOCl(s) + 2HCl(aq)
BiCl
[ 3 ]
Kc =
[ HCl]2

BiOCl(s) dan H2O(l) tidak disertakan dalam persamaan Kc.
Soal Uji Kepahaman:

Tulislah persamaan tetapan kesetimbangan (Kc):

a. Na2CO3(s) + SO2(g) + O2(g) Na2SO4(s) + CO2(g)


+ 2-
b. Ag2CrO4(s) 2Ag (aq) + CrO4 (aq)

Tulislah persamaan tetapan kesetimbangan tekanan (Kp) untuk reaksi berikut:

Na2CO3(s) + SO2(g) + O2(g) Na2SO4(s) + CO2(g)

5. Hubungan Kp dengan Kc

Tekanan partial gas bergantung pada konsentrasi. Dari persamaan gas ideal,
yaitu : PV = nRT
n n
Maka tekanan gas: P = V RT Besaran V = konsentrasi gas

n
Dengan mengganti P pada persamaan K p dengan V
RT , maka dapat
diturunkan hubungan Kp dengan Kc sebagai berikut:

Kp = Kc (RT)n Dengan n = selisih jumlah pangkat pembilang dengan


jumlah pangkat penyebut.

Contoh:

Untuk reaksi kesetimbangan: PCl5(g) PCl 3(g) + Cl2(g) harga Kc pada


1910C = 3,26 x 10-2M. Tentukan harga Kp pada suhu tersebut.

Jawab:

Kp = Kc (RT)n

R = 0,08205 L.Atm.mol-1.K-1

T = (191 + 273) K = 464 K

n = (1 + 1) 1 = 464 K
Jadi, Kp = 3,26 x 10-2 (0,08205 x 464) atm = 1,24 atm

Soal uji kepahaman :

Tetapan kesetimbangan (Kc) untuk reaksi : 2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g) pada


900 K adalah 1,2 x 103 . Tentukan nilai Kp ?

Hubungan Nilai Tetapan Kesetimbangan antara Reaksi-Reaksi yang Berkaitan

Reaksi dapat balik yang melibatkan SO2(g), O2(g), dan SO3(g) dapat dinyatakan
dengan 3 cara berikut:

(1). 2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g) K c = K1

(2). 2SO3(g) 2SO2(g) + O2(g) Kc = K2

(3). SO2(g) + O2(g) SO3(g) K c = K3

Bagaimana hubungan antara nilai tetapan kesetimbangan reaksi-reaksi tsb


diatas ?

Disini berlaku aturan sbb:

(1). Jika persamaan reaksi kesetimbangan dibalik, maka harga K c juga dibalik.
1
(K2 = K1 )

(2). Jika koefisien reaksi kesetimbangan dibagi dengan faktor n, maka harga
tetapan kesetimbangan yang baru adalah akar pangkat n dari harga
tetapan kesetimbangan yang lama. ( n )

(3). Jika koefisien reaksi kesetimbangan dikalikan dengan faktor n, maka


harga tetapan kesetimbangan yang baru adalah harga tetapan
kesetimbangan yang lama dipangkatkan dengan n. (Kc = (K1)n

Contoh soal:

NH3(g) N2(g) + 1 H2(g)

Kc = 5,2 x 10-5 pada 293 K

Berapakah harga Kc pada 298 K untuk reaksi berikut ?

N2(g) + 3 H2(g) 2 NH3(g)


Jawab:

Reaksi (2) adalah kebalikan dari reaksi yang (1) yang koefisiennya dikalikan 2.
Oleh karena itu , harga Kc reaksi (2) merupakan kuadrat dari kebalikan harga
Kc reaksi (1).

NH3(g) N2(g) + 1 H2(g)


N
H
3
2
[ 2]
Kc = = 5,2 x 10-5
1
2
[ 2]

[ NH ]3

N2(g) + 1 H2(g) NH3(g)


NH
N
H 5 , 2 x 10
1 3
[5]
Kc = 2
[ 2] [ 2] 2 = = 1,9 x 104
1

[ 3]

N2(g) + 3H2(g) NH3(g)


NH
N
[ 2][ H 2] 3
Kc = = (1,9 x 104)2 = 3,6 x 108
[ 3 ]2

Soal uji kepahaman:

Perhatikan dua reaksi kesetimbangan berikut:

N2O4(g) 2NO2(g) .................. (1)

NO2(g) N2O4(g) .................. (2)

Pada 300 K, nilai tetapan kesetimbangan (Kc) reaksi (1) adalah 4 x 104 .
Tentukan nilai tetapan kesetimbangan (Kc) reaksi (2) pada suhu yang sama!
Kesetimbangan Dalam Industri

Pembuatan zat kimia /obat didasarkan pada reaksi kesetimbangan. Berikut


adalah contoh pembuatan zat kimia yang didasarkan pada prinsip
kesetimbangan.

1.Pembuatan amonia menurut proses Haber Bosch

Nitrogen terdapat melimpah di udara, sekitar 78% volume. Walau demikian


senyawa nitrogen tidak terdapat banyak di alam. Satu-satunya sumber alam
yang penting ialah NaNO3 yang disebut sendawa chili. Sementara itu
kebutuhan senyawa nitrogen semakin banyak, misalnya , untuk industri
pupuk, mesiu, dan bahan peledak. Oleh karena itu, proses sintesis senyawa
nitrogen, disebut fiksasi nitrogen buatan, merupakan proses industri yang
sangat penting. Metode yang utama adalah mereaksikan nitrogen dengan
hidrogen membentuk amonia. Selanjutnya amonia dapat diubah menjadi
senyawa nitrogen lain seperti asam nitrat dan garam nitrat.

Dasar teori pembuatan amonia dari nitrogen dan nitrogen ditemukan oleh
Fritz Haber (1908), seorang ahli kimia dari Jerman. Sedangkan proses industri
pembuatan amonia, untuk produksi secara besar-besaran ditemukan oleh
Carl Bosch, seorang insinyur kimia juga dari Jerman.

Persamaan termokimia reaksi sintesis amonia adalah:

N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g) H = -92,4 kJ

Berdasarkan prinsip kesetimbangan , kondisi yang menguntungkan untuk


ketuntasan reaksi kekanan (pembentukan NH3) adalah suhu rendah dan
tekanan tinggi. Akan tetapi, reaksi tsb berlangsung sangat lambat pada suhu
rendah, bahkan pada suhu 5000C. Di pihak lain, karena reaksi kekanan
berlangsung eksoterm, maka penambahan temperatur akan mengurangi
randemen.

Pada awalnya, proses Haber Bosch dilangsungkan pada suhu sekitar 500 0C
dan tekanan sekitar 150 350 atm dengan katalis, yaitu serbuk besi dicampur
dengan Al2O3, MgO, CaO dan K2O. Dewasa ini dengan kemajuan teknologi ,
digunakan tekanan yang jauh lebih besar, bahkan mencapai 700 atm. Untuk
mengurangi reaksi balik, maka amonia yang terbentuk segera dipisahkan.
(lihat gambar).Mula-mula campuran gas nitrogen dan hidrogen dikompresi
hingga mencapai tekanan yang diinginkan . Campuran gas kemudian
dipanaskan dalam suatu ruangan bersama katalisator sehingga terbentuk
amonia. Campuran gas kemudian diekspansi sehingga suhunya turun,
akibatnya amonia mencair. Gas nitrogen dan gas hidrogen yang belum
bereaksi dan juga amonia yang belum mencair diresirkulasi, sehingga semua
diubah menjadi amonia.

gas mengalami ekspansi maka suhu turun

pompa sirkulasi

N2, H2

Penukar panas penukar panas

Katalisator 460-550 0C

sistem pendingin

NH3 cair pemanas

Pengeluaran NH3

2.Pembuatan Asam Sulfat menurut Proses Kontak

Contoh lain reaksi yang berdasarkan kesetimbanga adalah pembuatan asam


sulfat yang dikenal dengan nama : proses kontak. Dengan langkah-langkah
berikut:

1.Belerang dibakar dengan udara membentuk belerang dioksida.

S(s) + O2(g) SO2(g)

2.Belerang dioksida dioksidasivlebih lanjut menjadi belerang trioksida.

2SO2(g) + O2(g) 2 SO3(g)


3.Belerang trioksida dilarutkan dalam asam sulfat pekat membentuk asam
pirosulfat.

H2SO4(aq) + SO3(g) H2S2O7(l)

4.Asam pirosulfat direaksikan dengan air membentuk asam sulfat pekat.

H2S2O7(l) + H2O(l) 2H2SO4(aq)

Tahap penting dalam proses ini adalah reaksi (2) . Reaksi ini merupakan reaksi
kesetimbangan dan eksoterm. Sama seperti pada sintesis amonia, reaksi ini
hanya berlangsung baik pada suhu tinggi. Akan tetapi pada suhu tinggi justru
kesetimbangan bergeser kekiri. Pada proses kontak digunakan suhu sekitar
5000C dan katalis V2O5. Sebenarnya tekanan besar akan menguntungkan
produk SO3, tetapi penambahan tekanan ternyata tidak diimbangi
penambahan hasil yang memadai. Oleh karena itu, pada proses kontak tidak
digunakan tekanan besar melainkan tekanan normal, 1 atm.

IV.MENGHITUNG pH LARUTAN

1.Konsep pH, pOH dan pKw

a).pH

Pembawa sifat asam adalah ion H+. Maka derajat atau tingkat keasaman
larutan bergantung pada konsentrasi ion H+ dalam larutan. Semakin besar
konsentrasi ion H+ makin asam larutan.

Sorensen (1868 1939), ahlipH = - log


kimia [H+] mengusulkan konsep
Denmark

Harga pH dari beberapa zat:

No NAMA ZAT pH
1 Asam klorida 0,2
2 Cairan lambung 1,0
3 Jus jeruk 2,3
4 Cuka 2,9
5 Anggur 3,5
6 Jus tomat 4,1
7 Kopi 5,0
8 Hujan asam 5,6
9 Urine 6,0
10 Air hujan 6,5
11 Susu 6,6
12 Air murni 7,0
13 Darah 7,4
14 Larutan soda kue 8,4
15 Larutan boraks 9,2
16 Pasta gigi 9,9
17 Susu magnesia 10,5
18 Air soda 11,0
19 Soda pembersih 12,0
20 Natrium hidroksida 14,0

Maka, jika: [H+] = 1x10-n , maka pH = n

Jika [H+] = x.10-n , maka pH = n log x

Sebaliknya, jika pH = n, maka [H+] = 10-n

Contoh soal:

Berapa pH larutan jika konsentrasi ion H+ = a). 1 x 10-3 b). 5 x 10-6

Jawab:

a). [H+] = 1 x 10-3 , pH = - log (1 x 10-3 ) = 3

b). [H+] = 5 x 10-6 , pH = - log (5 x 10-6 ) = 5,3

Soal:

1).Berapa pH larutan jika [H+] = a). 2 M; b). 2 x 10-5 M; c). 8 x 10-4 M ;


d). 0,0169 M (pergunakan kalkulator). Diketahui: log 2 = 0,3 dan log 3 =
0,48.
2).Berapa konsentrasi H+ dalam larutan yang pHnya = a). 2 ; b). 3,7
(diketahui log 2 = 0,3)

Hubungan Tingkat Keasaman dengan pH:


Tingkat keasaman berbanding terbalik dengan nilai pH. Artinya semakin asam
, pH nya semakin kecil dan sebaliknya. Hal ini karena pH dan konsentrasi H +
dihubungkan dengan tanda negatif. Karena bilangan dasar logaritma adalah
10 , maka larutan yang nilai pH nya berbeda sebesar n akan mempunyai
perbedaan konsentrasi ion H+ sebesar 10n.
Contoh:
Jika konsentrasi ion H+ = 0,1 M,maka nilai pH = 1
Jika konsentrasi ion H+ = 0,01 M (10 x lebih kecil), maka nilai pH = - log 0,01 =
2 (naik 1 satuan).
b). pOH

Konsentrasi OH- juga dapat dinyatakan dengan pOH.


pOH = - log [OH-]
Contoh: Jika [OH-] = 0,01 M, maka pOH = - log 0,01 = 2
Sebaliknya, jika pOH = 2, maka [OH-] = 10-2
Nilai [OH-] dapat dinyatakan dengan pOH atau pH . Larutan basa mempunyai
hatga pH > 7. Semakin tinggi pH, semakin bertambah sifat basa. Larutan
dengan pH = 13 adalah 10 kali lebih basa dari larutan dengan pH = 12.
c).Tetapan kesetimbangan air (Kw).

Pada beda potensial yang kecil, air tergolong non elektrolit, karena tidak
dapat menghantarkan listrik. Tetapi pada beda potensial yang besar, air
tergolong elektrolit, karena dapat menghantarkan listrik walaupun lemah.

Air terionisasi menjadi ion H+ dan ion OH-

H2O(l) H+(aq) + OH-(aq)

Tetapan kesetimbangan ionisasi air:


H

+

Kc = OH



Karena [H2O] konstan, maka hasil kali K c dengan [H2O] merupakan suatu
konstanta yang disebut: tetapan kesetimbangan air (Kw).
Kw = [H+][OH-]. Harga Kw pada berbagai suhu = 1 x 10-14

d.Hubungan [H+] dengan [OH-].


Dalam air murni, [H+] = [OH-] = Kw.
Pada suhu kamar, (250C), Kw = 1 x 10-14, maka : [H+] = [OH-] = 1x10-14 = 1
x 10-14 mol.L-1
Untuk diingat:
Dalam larutan berair : [H+] x [OH-] = Kw
Dalam air murni (larutan netral) : [H+] = [OH-]
Dalam larutan asam : [H+] > [OH-]
Dalam larutan basa : [H+] < [OH-]
Contoh soal:
Berapakah konsentrasi ion OH- dalam larutan jika konsentrasi ion H + = 2 x
10-3. Kw = 1 x 10-14.
Jawab:
Dalam larutan berair berlaku: [H+] x [OH-] = 1 x 10-14
Jika [H+] = 2 x 10-3, maka (2x10-3) [OH-] = 1 x 10-14
14
- 1 x 10
[OH ] = 3 = 5 x 10-12
2 x 10
Soal:
1).Berapa konsentrasi ion OH- dalam larutan yang mengandung ion H+ = 0.05
M.
2).Pada suatu suhu tertentu, harga tetapan kesetimbangan air (Kw) adalah =
1 x 10-13. Pada suhu tersebut tentukan:
a).konsentrasi ion H+ dalam air murni.
b).konsentrasi ion OH- dalam suatu larutan yang mengandung ion H+
0,5 M.

e.Hubungan pH dengan pOH

Kw = [H+] x [OH-]

- Log Kw = - log ([H+] x [OH-])


- Log Kw = ( - log ([H+]) + ( - log [OH-])
Dengan, p = - log, maka: pKw = pH + pOH
Atau : pH + pOH = pKw
Pada suhu kamar, dengan harga Kw = 1x10-14 (pKw = 14), maka: pH + pOH
= 14
Soal:
1.Tentukan [H+] dan [OH-] dalam larutan yang nilai pH-nya :
a). 2 + log 5 b).4,3 (diketahui log 5 = 0,7) c).10,7 (diketahui log 2 =
0,3) d). 2,125 (pergunakan kalkulator)

Kekuatan Asam

Ada 2 macam larutan dengan konsentrasi sama, yaitu = 0,1 M, masing-masing


adalah larutan HCl dan CH3COOH. Berapa pH masing-masing.

Dari hasil percobaan diketahui bahwa pH larutan HCl 0,1 M adalah = 1 dan pH

larutan CH3COOH 0,1 M = 3. Berarti konsentrasi ion H+ dalam HCl 0,1 M


adalah 0,1 M, dan dalam larutan CH3COOH 0,1 M = 3 adalah 0,001 M. Hal ini
menunjukkan bahwa HCl 0,1 M mengion sempurna , sedangkan CH 3COOH 0,1
M hanya mengion sebagian.

HCl(aq) H+(aq) + Cl-(aq)

0,1 M 0,1 M

CH3COOH(aq) H+(aq) + CH3COO-

Zat elektrolit yang mengion sebagian besar disebut elektrolit kuat, yang
mengion sebagian kecil disebut elektrolit lemah.

Kekuatan asam dan basa dinyatakan dalam besaran derajad ionisasi () dan
tetapan kesetimbangan(K).

a.Derajat ionisasi()

Derajat ionisasi () = perbandingan antara jumlah zat yang mengion dengan


jumlah zat mula-mula.
jumlah zat yang mengion
= jumlah zat mulamula

Zat yang mengion sempurna , = 1 disebut elektrolit kuat

Zat yang tidak dapat mengion , = 0 disebut non elektrolit


Zat yang terionisasi sedikit, 0 < < 1 disebut elektrolit lemah.

Zat elektrolit kuat:

Asam : HCl, H2SO4, HNO3, dan HClO4

Basa : NaOH, KOH, Ba(OH)2 , dan Ca(OH)2

Zat elektrolit lemah:

Asam : CH3COOH, H2CO3, H2S, dan HCN

Basa : NH3

ASAM LEMAH
Tetapan ionisasi asam(Ka)

Asam kuat mengion sempurna. Reaksi ionisasi merupakan reaksi


berkesudahan.

HCl(aq) H+(aq) + Cl-(aq)

Asam lemah terionisasi sebagian. Reaksi ionisasi merupakan reaksi


kesetimbangan.

CH3COOH(aq) CH3COO-(aq) + H+(aq)

Rumus ionisasi asam lemah bervalensi satu:

HA(aq) H+(aq) + A-(aq)

Tetapan Kesetimbangan untuk ionisaasi asam disebut tetapan ionisasi asam


(Ka).

Rumus tetapan ionisasi asam untuk asam lemah:


H

+
A

Ka =





Hubungan antara kekuatan asam () dengan tetapan ionisasi asam (Ka):

Semakin kuat suatu asam, reaksi kesetimbangan asam semakin condong


kekanan, maka harga Ka semakin besar. Jadi:

>>> kekuatan asam >>> reaksi kesetimbangan


condong kekanan >>> Ka >>>

Tetapan ionisasi (Ka) berbagai asam

No Nama Asam Rumus Kimia Ka


1 Asam fluorida HF 6,8x10-4
2 Asam formiat HCOOH 1,8x10-4
3 Asam benzoat C6H5COOH 6,5x10-5
4 Asam asetat CH3COOH 1,8x10-5
5 Asam sianida HCN 4,9x10-10
6 Fenol C6 H5 OH 1,3x10-10

Hubungan Tetapan Ionisasi Asam (Ka) dengan Derajad Ionisasi ()

Parameter kekuatan asam : a). Derajat ionisasi () b). Tetapan Ionisasi Asam
(Ka)
jumlah zat yang mengion
= jumlah zat mulamula

Jika konsentrasi elektrolit mula-mula = M molar, maka:


jumlah zat yang mengion
= M

Maka jumlah yang mengion = M

HA(aq) H+(aq) + A-(aq)

Mula-mula : M - -

Reaksi : - M + M + M

Setimbang : M(1 ) M M
M x M
Ka = M (1 )
M x M
Dengan menganggap (1 ) = 1, maka Ka = M
atau Ka = M2

Jadi, =
Ka
M

Maka, jika M makin kecil maka = makin besar.

Soal:

Tetapan ionisasi suatu asam adalah 1x10 -5 .Berapa persen asam atu
mengion dalam larutan yang konsentrasinya:

a).0,1 M b).0,01 M c).0,001 M

BASA LEMAH

Kekuatan Basa

Reaksi ionisasi basa kuat merupakan reaksi berkesudahan.

Contoh:

NaOH(aq) Na+(aq) + Cl-(aq)

Reaksi ionisasi basa lemah merupakan reaksi kesetimbangan. Secara umum,


reaksi ionisasi basa lemah bervalensi satu dapat dirumuskan sebagai berikut:

LOH(aq) L+(aq) + OH-(aq)


L

+
OH

Tetapan ionisasi basa (Kb) =




Kb merupakan ukuran kekuatan basa, semakin besar harga K b , maka basa


semakin kuat . Contoh: K b amonia(NH3) = 1,8x10-5 , Kb anilina (C6H5NH2) =
4,3x10-10. Maka amonia merupakan basa yang lebih kuat dari anilina.
=
Kb
M

Soal:

Larutan basa LOH 0,1 M mengion 2 %. Tentukan nilai tetapan ionisasi (K b)


basa tersebut.

MENGHITUNG pH LARUTAN ASAM

a). Asam Kuat

Asam kuat mengion sempurna. [H+] = M x valensi asam

Contoh soal:

Berapakah pH dari: a). Larutan HCl 0,01 M b).Larutan H2SO4 0,001 M

Jawab:

a).HCl 0,01 M

HCl(aq) H+(aq) + Cl-(aq)

[H+] = [HCl] = 0,01 M. Jadi pH = - log 0,01 = 2

b). H2SO4 0,001 M

H2SO4(aq) 2H+(aq) + SO4 2-(aq)

[H+] = 2 x H2SO4 = 0,002 M. Jadi, pH = - log 0,002 = 3 log 2

b). Asam Lemah

Karena asam lemah tidak mengion sempurna, maka konsentrasi ion H + hanya
dapat ditentukan oleh atau Ka.

HA(aq) H+(aq) + A-(aq)


H

+
A

Ka = . [HA] = M(1-). Karena sangat kecil, mendekati nol,





maka 1- = 1, berarti : M(1-) = M.
H
H
+
A +

Jadinya : Ka = = atau Ka = atau : [H+]2 = KaxM




[H+] = Ka . M dan [H+] = M x

Contoh soal:

Hitung pH larutan berikut: a). HCOOH 0,1 M; = 0,01 b).CH3COOH 0,05 M;


Ka= 1,8 x 10-5

Jawab:

a). [H+] = M x = 0,1 x 0,01 = 1 x 10-3, pH = - log1 x 10-3 = 3

b). [H+] = Ka . M = 1, 8 x 105 x 0 ,05 = 3x10-3,5

Soal uji kepahaman:

Asam HX 0,1 M mempunyai pH yang sama dengan larutan HCl 0,001 M.


Tentukanlah nilai tetapan ionisasi (Ka) asam HX itu.

Asam lemah polivalen

Asam lemah polivalen (asam bervalensi banyak) mengion secara bertahap.


Asam valensi dua, mengion dua tahap, asam valensi tiga, mengion tiga tahap.

Contoh 1:

Asam sulfat, H2SO4


Tahap 1: H2SO4(aq) H+(aq) + HSO4 -(aq)

Tahap 2: HSO4 -(aq) H+(aq) + SO4 2-(aq)

Tahap 1 mengion hampir sempurna karena H2SO4 sebagai asam kuat.

Tahap 2 mengion sebagian, karena sebagai asam lemah, maka terjadi


kesetimbangan:
H

+
SO

2
4
Ka = = 1,1 x 10-2
HSO






Contoh 2:

Asam sulfida, H2S

Tahap 1: H2S(aq) H(aq)+ + HS-(aq)


H

+
HS


Ka1 = = 8,9 x 10-8

H



Tahap 2 : HS-(aq) H+(aq) + S2-(aq)


H

+
S

2
Ka2 = = 8,9 x 10-8


HS



Ka2 jauh lebih kecil dari pada Ka1 , maka untuk asam lemah polivalen bisa
menggunakan asam monovalen.

[H+] = K a 1 xM
H2S juga bisa dianggap mengion satu tahap: H2S(aq) 2H+(aq) + S2-(aq)
H

+


S

Ka = 2 maka : Ka = Ka1 x Ka2


H



Soal uji kepahaman:

Tentukan pH dari asam fosfat 0,1 M (Ka1 = 7,1x10-3 ; Ka2 = 6,3x10-8 ; Ka3 =
4,2x10-13)

MENGHITUNG pH LARUTAN BASA

Cara menentukan pH larutan dapat dilakukan dengan:

1.Eksperimen. Menggunakan indikator asam-basa (kertas lakmus), indikator


pH (indikator universal), dan pH meter.

2.Perhitungan. Menggunakan data tetapan ionisasi.

a).Basa Kuat
pH larutan basa kuat dapat ditentukan hanya dengan mengetahui konsentrasi
basa.

[OH-] = M x valensi basa

Contoh:

Berapakah pH dari larutan Ba(OH)2 0,001 M

Jawab:

Langkah-langkahnya:

Tentukan [OH-] berdasarkan perbandingan koefisien


Tentukan pOH dengan rumus pOH = - log [OH-] dan
Tentukan pH berdasarkan pH = 14 pOH

Ba(OH)2 tergolong basa kuat yang dalam air dianggap mengion sempurna.

Ba(OH)2 Ba2+(aq) + 2OH-(aq)

[OH-] = 2 x [Ba(OH)2] = 2 x 0,001 M = 2 x 10-3 M

pOH = - log 2 x 10-3 = 3 log 2

pH = 14 pOH = 11 + log 2

Soal latihan:

1. Tentukan pH larutan: a).KOH 0,02 M b). Ca(OH) 0,005 M

2. Sebanyak 3,7 gram Ca(OH)2 dilarutkan dalam 5 liter air. Tentukan pH


larutan itu. (ArH = 1 ; O = 16 ; Ca = 40)

3. Berapa gram NaOH diperlukan untuk membuat 10 liter larutan dengan pH


= 12 ? (ArH = 1 ; O = 16 ; Na = 23)

b. Basa Lemah

[OH-] = M x [OH-] = Kb x M
V.MENGUASAI KONSEP KELARUTAN, KONSENTRASI DAN PERHITUNGANNYA

Syarat-syarat larut zat dalam air:

1.Semua asam , mudah larut dalam air tidak ada kecualinya.

2.Semua basa, larut mudah larut dalam air, kecuali: Ca, Ba, Sr, Pb.

3.Semua garam :

a).nitrat, mudah larut dalam air tidak ada kecualinya.

b).asetat, mudah larut dalam air tidak ada kecualinya.

c).klorida, bromida, mudah larut dalam air, kecuali: Ag, Hg(I) , Pb.

d).iodida, mudah larut dalam air, kecuali: Ag, Hg(I), Hg(II), PB(II).

e).sulfat, mudah larut dalam air, kecuali: Ca, Ba, Sr, Pb.

f).posfat, posfit sukar larut dalam air, kecuali: K, Na, NH4

g).arsenat, arsenit sukar larut dalam air, kecuali: K, Na, NH4

h).antimonat, antimonit sukar larut dalam air, kecuali: K, Na, NH4


Macam-macam pernyataan konsentrasi:

1).Molaritas (M):

2).Molaritas (m):

3).Normalitas (N):

4).Prosentase(%):

a).% berat/berat:

b).% berat/volume:

c).% volume/volume:

Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

Kelarutan zat dalam air sangat beragam. Ada zat yang mudah larut dan ada
zat yang sukar larut. Zat yang kelarutannya lebih besar dari 0,02 mol L -1
dianggap larut. Sedangkan zat yang kelarutannya lebih kecil dari 0,02 mol L -1
dianggap zat yang sukar larut. Kelarutan bertambah dengan kenaikan suhu.
Kelarutan juga dipengaruhi oleh pH larutan.

1.Kelarutan (s)

200
180
160
KI NaNO3
140
KNO3
120
100 Glukosa

80
60
Na3PO4
40 NaCl
20
0
0 20 40 60 80 100

Keterangan:
Sumbu X = suhu ( )
Sumbu Y = kelarutan (gram terlarut /100 gram H2O)

a).Pengertian Kelarutan
Kelarutan (solubility) adalah jumlah maksimum zat yang dapat larut dalam
sejumlah tertentu dari suatu pelarut tertentu.
Tabel diatas menunjukkan bahwa suatu zat tertentu memiliki kelarutan
tertentu pada suhu tertentu.
Soal:
Bagaimana caranya jika sdr akan menentukan harga/nilai kelarutan dari
suatu zat (misalnya: gula, garam dapur)? Jelaskan !
b). Satuan Kelarutan
Zat yang mudah larut, kelarutan dinyatakan dalam gram per 100 gram pelarut
(air).
Zat yang sukar larut, kelarutan dinyatakan dalam mol L -1, sama dengan
kemolaran.
Contoh:
Kelarutan AgCl dalam air sebesar = 1 x 10-5 mol l-1
Kelarutan gula dalam air ? (dari hasil percobaan anda)
Contoh soal:
Sebanyak 4,35 mg Ag2CrO4 dapat larut dalam 100 ml air. Nyatakan kelarutan
tersebut dalam satuan mol L-1.
Jawab:
n
Kelarutan = molaritas larutan jenuh; s = v
. Jadi , yang harus dilakukan
adalah menentukan jumlah mol terlarut, kemudian menentukan kelarutan
dengan rumus tersebut.
4 , 35 x 103 g
Jumlah mol Ag2CrO4 = = 1,31 x 10-5 mol
332 g mol1
n 1 , 31 x 19
5
S = v
= = 1,31 x 10-4 mol L-1
0 ,1 L
Soal latihan:
1. Sebanyak 4,5 mg magnesium hidroksida , Mg(OH) 2 , dapat larut
dalam 500 ml air. Nyatakan kelarutan Mg(OH) 2 dalam mol L-1. (Ar : H =
1; O = 16; Mg = 24).

2. Tetapan Hasil Kali Kelarutan(Ksp)

Pada garam yang sukar larut, misalnya Ag2CrO4 , mempunyai pengertian


bahwa sebagian besar zat ini tidak larut, tetapi ada sebagian kecil zat ini yang
larut. Dalam larutan jenuh masih terjadi proses pelarutan dan proses
pengkristalan. Dengan kata lain, dalam keadaan jenuh terdapat
kesetimbangan antara zat padat yang tidak larut dengan larutannya. Khusus
untuk garam atau basa, kesetimbangan terjadi antara zat padat tak larut
dengan ion-ionnya. Kesetimbangan dalam larutan jenuh perak-kromat adalah
sbb:

Ag2CrO4 2Ag+(aq) + CrO42-(aq)

Tetapan kesetimbangan dari kesetimbangan antara garam atau basa yg


sedikit larut disebut tetapan kasil kali kelarutan (solubility product constant)

Dan dinyatakan dengan lambang Ksp . Persamaan tetapan hasil kali kelarutan
untuk Ag2CrO4 sbb:
Ag
2
Ksp = + 2 CrO 4

Secara umum, persamaan kesetimbangan larutan garam AxBy sebagai berikut:

AxBy (s) xAy+(aq) + yBx-(aq)

Ksp = [Ay+]x [Bx-]y

3.Hubungan Kelarutan (s) dan Tetapan Hasil Kali Kelarutan (Ksp)

Ag2CrO4 2Ag+(aq) + CrO42-(aq)


Konsentrasi kesetimbangan ion Ag+ dan ion CrO42-(aq) dalam larutan jenuh
dapat dikaitkan dengan kelarutan Ag2CrO4 , yaitu sesuai dengan stoikiometri
reaksi (perbandingan koefisien reaksinya). Jika kelarutan Ag2CrO4 dinyatakan
dengan s, maka konsentrasi ion Ag+ dalam larutan itu sama dengan 2s dan
konsentrasi CrO42-(aq) sama dengan s.

Ag2CrO4(s) 2Ag+(aq)+CrO42-(aq)

s 2s s

Dengan demikian, nilai tetapan hasil kali kelarutan (K sp) Ag2CrO4 dapat
dikaitkan dengan nilai kelarutannya (s) sebagai berikut:
Ag
2
Ksp = + 2
CrO 4 = (2s)2(s) = 4s3

Secara umum, hubungan antara kelarutan (s) dengan tetapan hasil kali
kelarutan (Ksp) untuk elektrolit AxBY dapat dinyatakan sbb:

AxBy (s) xAy+(aq) + yBx-(aq)

s xs ys

Ksp = [Ay+]x [Bx-]y = [Ay+]x [Bx-]y = xx.yy.s(x + y)


Contoh soal:
Sebanyak 100 ml larutan jenuh magnesium fluorida (MgF 2) pada 180C
diuapkan dan diperoleh 7,6 mg MgF2 padat. Berapakah Ksp MgF2 pada
0
18 C ?. (Ar Mg = 24 ; F = 19)
Jawab:
Diberikan data kelarutan dalam gram per 100 ml, kemudian anda diminta
menentukan nilai hasil kali kelarutan ( Ksp) nya. Yang harus dilakukan :
a). menyusun kelarutan dalam mol L-1.
b). menuliskan persamaan kesetimbangan kelarutan untuk menentukan
ungkapan (persamaan) tetapan hasil kali kelarutan,
c). memasukkan nilai kelarutan ke dalam persamaan tetapan
kesetimbangan.
3
7 , 6 x 10
Jumlah Mol MgF2 = mol = 1,22 x 10-4 mol.
(24+ 2+ 19)
0 ,00012
S = 0 ,1 L
= 0,0012 mol L-1
MgF2(s) Mg2+(aq) + 2F-(aq)
S s 2s
2+ - 2
Ksp MgF2 = [Mg ] [F ] = s.(2s)2 = 4 s3 = 4(0,0012)3 = 6,9x10-9

Latihan:
1.Kelarutan Magnesium oksalat , MgC2O4, dalam air sebesar 0,0093 mol L-1.
Hitunglah Ksp magnesium oksalat itu. (Ar O =16; C = 12; Mg = 24)

Pengaruh ion senama thd kelarutan


Ion senama akan memperkecil kelarutan , tetapi tidak mempengaruhi harga
tetapan hasil kali kelarutan asal suhu tidak berubah.
Contoh:
Kelarutan Ag2CrO4 dalam air murni yaitu 8,43x10-5 mol L-1 pada 250C. Tentukan
kelarutan Ag2CrO4 (Ksp Ag2CrO4 = 2,4x10-12 ) itu dalam:
a. Larutan AgNO3 0,1 M b. larutan K2CrO4 0,1 M

Jawab:
a). Kelarutan Ag2CrO4 dalam larutan AgNO3 0,1 M
Larutan AgNO3 0,1 M mengandung 0,1 M ion Ag+ dan o,1 M ion NO3-
AgNO3(aq) Ag+(aq) + NO3- (aq)
0,1 M 0,1 M 0,1 M

Ag2CrO4(s) 2Ag2+(aq) + CrO42- (aq)


s 2s s
+ -1
Jadi, konsentrasi total ion Ag 0,1 + 2s mol L . Oleh karena nilai s relatih
kecil, yaitu lebih kecil dari kelarutan nya dalam air (s < 8,34 X 10 -5) , maka
konsentrasi ion Ag + dapat dianggap o,1 mol L-1 (0,1 + 2s 0,1).
Dalam larutan jenuh Ag2CrO4 berlaku:
VI.MENGENAL ALAT DAN BAHAN-BAHAN KIMIA DAN CARA-CARA
PENGGUNAANNYA DI LABORATORIUM

VII.MENGUASAI PROSEDUR IDENTIFIKASI GOLONGAN OBAT

VIII.MENGIDENTIFIKASI KATION-ANION

IX.MENGIDENTIFIKASI OBAT

X.MELAKUKAN PEMERIKSAAN ORGANOLEPTIS, ASAM DAN BASA, INDIKATOR

ASAM-BASA

I.PEMERIKSAAN ORGANOLEPTIS

Pemeriksaan organoleptis merupakan suatu pemeriksaan dengan


menggunakan indera: mata(meliputi munculnya warna, terjadinya endapan),
bau(wangi = pisang ambon; kecut = asam cuka; pesing = gas amoniak; busuk
= gas H2S), telinga (suara mendesis = terbentuknya gas), alat pengecap/lidah
(rasa masam = membuktikan sifat asam; rasa pahit = membuktikan sifat
basa). Tetapi pengenalan menggunakan rasa suatu cara yang tidak
dianjurkan, mengingat kebanyakan zat kimia beracun.
Pemeriksaan organoleptis digunakan sebagai pemeriksaan pendahuluan,
sebelum pemeriksaan dengan menggunakan cara-cara lainnya(indikator, pH
meter).

II.ASAM DAN BASA

Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal asam misalnya asam cuka, asam
sitrun, asam jawa, asam belimbing, dan asam lambung. Sifat asam adalah
rasanya yang masam. Contoh basa adalah: kapur sirih, kaustik soda, air sabun
dan air abu. Sifat basa adalah dapat melarutkan lemak. Maka abu gosok
untuk melarutkan lemak.

a.Konsep Asam dan Basa

a.1. Menunjukkan sifat asam dan basa

Menurut sifat asam dan basa, larutan dikelompokkan sebagai sifat asam,
basa dan netral. Walaupun sifat asam dan basa dapat dikenal dengan indera
(organoleptis) tetapi kebanyakan zat kimia berupa racun, maka tidak boleh
dikenal dengan cara mencicipi. Ahli kimia telah menemukan cara mengenal
asam atau basa dengan menggunakan indikator asam dan basa, adalah zat
yang mampu menunjukkan warna berbeda dalam larutan asam dan basa.
Misalnya lakmus dalam asam berwarna merah dan dan dalam basa berwarna
biru. Sifat asam-basa juga dapat ditunjukkan dengan mengukur pH Misalnya
dengan indikator pH universal dan alat pH meter. Larutan asam pH nya < 7 ;
larutan netral pH nya = 7 ; larutan basa pH nya > 7.

a.2.Teori Asam dan Basa

a.2.1.Teori Asam-Basa Arrhenius

Sejak berabad-abad yang lalu, para ahli kimia mendefinisikan asam dan basa
berdasarkan sifat larutannya. Larutan asam mempunyai rasa masam, dan
bersifat korosif (merusak logam, marmer) sedang larutan basa berasa agak
pahit dan bersifat kaustik (licin seperti sabun) . Mengapa cuka, belimbing, jeruk
bersifat masam ?

Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794) mengemukakan bahwa asam


mengandung unsur oksigen(1777). Unsur O dianggap bertanggungjawab atas
sifat-sifat asam. Pada tahun 1810, Sir Humphry Davy (1778-1829) menemukan
asam hidrogen klorida tidak mengandung unsur oksigen. Davy menyimpulkan
bahwa unsur hidrogenlah dan bukan unsur oksigen yang merupakan unsur
dasar dari setiap asam. Pada tahun 1814, Joseph Louis Gay-Lussac (1778-1850)
menyimpulkan bahwa asam adalah zat yang dapat menetralkan alkali dan
kedua golongan senyawa itu hanya dapat didefinisikan dalam kaitan satu
dengan yang lain. Konsep yang cukup memuaskan tentang asam dan basa , dan
yang tetap diterima hingga sekarang , telah dikemukakan oleh Svante August
Arrhenius (1859-1927) pada tahun 1884.

a.Asam

Menurut Arrhenius , asam adalah zat yang dalam air melepaskan ion H +.
Dengan kata lain, pembawa sifat asam adalah ion H+. Asam Arrhenius dapat
dirumuskan sebagai HxZ dan dalam air mengalami ionisasi sebagai berikut:

HxZ(aq) xH+ (aq) + Zx-(aq)

Contoh:

Asam cuka (CH3COOH) dan asam klorida (HCl) di dalam air mengion sebagai
berikut:

CH3COOH CH3COO-(aq) + H+(aq)

HCl(aq) H+(aq) + Cl-(aq)

Jumlah ion H+ yang dapat dihasilkan oleh satu molekul asam disebut valensi
asam. Sedang ion negatif bermuatan negatif yang jumlah muatannya sama
dengan jumlah valensi asam.

b.Basa

Basa adalah senyawa kimia yang dalam larutannya melepaskan gugus OH-.

Basa bervalensi 1

Contoh:

KOH K+ + OH-

Kalium hidroksida

NaOH Na+ + OH-


NH4 OH NH4+ + OH

LiOH

RbOH

CsOH

FrOH

Cu(OH)

Hg(OH)

AgOH

Basa bervalensi 2:

Mg(OH)2

Ba(OH)2

Ca(OH)2

Fe(OH)2

Cu(OH)2

Hg(OH)2

Sn(OH)2

Pb(OH)2

Basa valensi:

Fe(OH)3 Fe3+ + 3OH-

Al(OH)3

Basa valensi 4

Sn(OH)4 Sn4+ + 4OH-

Pb(OH)4 Pb4+ + 4OH-


III. INDIKATOR ASAM-BASA

a.Membuat indikator asam-basa dari bahan alam

Indikator asam-basa adalah zat-zat warna yg dapat memperlihatkan warna


berbeda dalam larutan yang bersifat asam dan basa. Contoh, indikator
lakmus, berwarna merah dalam asam dan berwarna biru dalam basa.
Beberapa tumbuhan juga dapat digunakan sebagai indikator asam dan basa.
Misalnya: kembang sepatu, bogenvil, mawar, dll. Lakmus adalah zat warna
(pigmen) yang pada mulanya diisolasi dari liken, suatu simbiosis jamur
dengan alga yang tumbuh di batu-batu atau pohon.

Percobaan: Menguji indikator asam-basa dari bahan alam

Tujuan : Mempelajari berbagai jenis bahan alam sebagai indikator asam-basa.

Cara kerja:

1) Giling beberapa helai mahkota bunga berwarna merah 5 ml air


suling dalam lumpang. Tempatkan kira-kira 1 ml air bunga ini masing-
masing ke dalam dua tabung reaksi. Ke dalam tabung pertama
tambahkan larutan cuka, sedangkan pada tabung kedua tambahkan
beberapa tetes air kapur. Guncangkan tabung , amati perubahan warna
dan catat.
2) Lakukan cara yang sama dengan bunga berwarna merah lainnya
dan bunga yang berwarna lainnya.

Analisis Data

1) Dari pengujian dengan air bunga, air bunga yang manakah yang
dapat digunakan sebagai indikator asam-basa yang baik ? Jelaskan
jawabanmu!
2) Tariklah kesimpulan dari kegiatan ini.

b.Trayek Perubahan Warna Indikator Asam-Basa

Indikator lakmus merah, menjadi berwarna merah dalam larutan yang pH nya
5,5 dan berwarna biru pada pH 8,0. Dalam larutan yang pH nya antara
5,5 8,0 indikator lakmus mengalami perubahan warna yang gradual
(berangsur-angsur), mulai dari merah, ungu, kemudian biru. Perubahan
warna yang gradual itu disebut trayek perubahan warna indikator.

Macam-macam trayek perubahan pH dari berbagai indikator

Indikator Trayek Perubahan Warna Perubahan Warna


Lakmus 5,5 8,0 Merah biru
Metil jingga 2,9 4,0 Merah kuning
Metil merah 4,2 6,3 Merah kuning
Bromtimolbiru 6,0 7,6 Kuning biru
Fenolftalein 8,3 10,0 Tidak berwarna merah

Latihan Soal

Suatu larutan memberi warna kuning dengan indikator metil jingga. Apakah
larutan itu bersifat asam, basa atau netral ? Jelaskan jawabanmu (trayek pH
indikator metil jingga dapat dilihat di tabel atas.

c.Menentukan pH dengan Menggunakan Beberapa Indikator

Hanya dengan menggunakan satu jenis indikator, indikator tidak dapat


menentukan pH larutan. Tetapi, larutan dapat diketahui pH nya dengan
menggunakan kombinasi beberapa jenis indikator.

Contoh: Menentukan pH larutan dengan menggunakan beberapa jenis


indikator.

Suatu larutan berwarna biru dengan indikator BTB (6,0 7,6) dan tidak
berwarna dengan indikator PP (8,3 10,0). Berapa pH larutan ?

Jawab:

Jika dengan BTB berwarna biru, berarti pH larutan > 7,6. Jika dengan PP tidak
berwarna, berarti pH larutan < 8,3. Jadi pH larutan tersebut adalah antara 7,6
8,3.

7,6 < pH < 8,3

Sebenarnya indikator merupakan asam atau basa lemah, yang bentuk


molekulnya mempunyai warna yang berbeda dengan bentuk ionnya.
Contoh:

Molekul antosianin yang terdapat di alam berwarna merah pada suasana


asam dan berwarna kuning kehijauan pada suasana basa. Hal itu disebabkan
karena delokalisasi dari elektron, yang menyebabkan warna suatu molekul
berbeda. Warna antosianin inilah yang menyebabkan tanaman yang semula
berwarna hijau karena adanya klorofil, menjadi berwarna-warni pada musim
gugur, yaitu ketika warna klorofil tidak mendominasi.

OH

OH

HO O

OH

Struktur antosianin

pH 2 4 6 8 10 12
Warna Merah Ungu Violet Biru Biru-hijau Kuning kehijauan

Latihan uji kepahaman:

Diketahui trayek pH beberapa indikator sebagai berikut:

Indikator Trayek pH Perubahan warna


Metil merah 4,2 6,3 Merah kuning
Bromtimol biru 6,0 7,6 Kuning biru
Fenolftalein 8,3 10,0 Tak berwarna - merah
a. Suatu larutan memberi warna kuning dengan indikator metil merah,
memberi warna biru dengan indikator bromtimol biru dan tidak berwarna
dengan indikator fenolftalein . Berapa pH larutan itu ?

b. Larutan lain memberi warna kuning dengan indikator metil merah,


memberi warna biru dengan indikator bromtimol biru dan tidak berwarna
dengan indikator fenolftalein. Berapa pH larutan itu ?

(Reguler 1B,Kamis, 01-10-15,Pertemuan ke 4,5)


Campuran Asam dengan Basa

Reaksi asam dengan basa disebut reaksi penetralan. Campuran ekivalen asam
dengan basa belum tentu bersifat netral, kecuali antara asam kuat dengan
basa kuat. Disini dibahas campuran asam kuat dengan asam kuat saja. Reaksi
antara asam kuat dengan basa kuat dapat ditulis reaksi antara ion H + dengan
ion OH-.

H+ (aq) + OH-(aq) H2O(l)

Jika mol H+ = mol OH-, maka campuran akan bersifat


netral.
Jika mol H+ > mol OH -, maka campuran akan bersifat
asam, dan konsentrasi H+ dalam campuran ditentukan oleh jumlah H+ yang
sisa.
Jika mol H+ < mol OH -, maka campuran akan bersifat
basa, dan konsentrasi OH- dalam campuran ditentukan oleh jumlah OH -
yang sisa.
PR:
Berapakah pH campuran dari :
a).10 gram Ba(OH)2 jika dicampur dengan 0,5 M 300 ml H2SO4.
b).100 ml 0,05 M Fe(OH)3 dicampur dengan 0,8 M , 250 ml H3PO4.

Email:
warlansugiyo@gmail.com
(Karyawan, sabtu, 03-10-2015, pertemuan ke 5)

Menentukan pH campuran asam kuat dengan basa kuat:

Latiha soal:
Tentukan pH campuran berikut:
1.Larutan 50 ml HCl 0,1 M dengan 50 ml larutan NaOH 0,1 M
2.Larutan 50 ml HCl 0,1 M dengan 50 ml larutan Ca(OH)2 0,1 M
Jawab:
a. Larutan 50 ml HCl 0,1 M dengan 50 ml larutan NaOH 0,1 M
Jumlah mol H+ = jumlah mol HCl, karena : HCl H+ + Cl-
= 50 x 0,1 mmol = 5 mmol
Jumlah mol OH- = jumlah mol NaOH = 50 x 0,1 mmol = 5 mmol
Jumlah mol H+ = Jumlah mol OH- , maka larutan bersifat netral , pH = 7
b. Larutan 50 ml HCl 0,1 M dengan 50 ml larutan Ca(OH)2 0,1 M
Jumlah mol H+ = jumlah mol HCl
= 50 x 0,1 mmol = 5 mmol
Jumlah mol OH- = 2 x jumlah mol Ca(OH) 2 = 2x50 x 0,1 mmol = 10
mmol, karena Ca(OH)2 2OH- + Ca2+
5 mmol
Jumlah ion OH- berlebihan sebanyak 5 mmol . [OH-] sisa = 100 ml =
5 x 10-2M , maka larutan bersifat basa , pH = 14 - pOH ; Larutan pOH = 2
log 5 ----------- pH = 14 (2 log 5 ) = 12 + log 5,larutan bersifat basa.
Latihan Uji Kepahaman:

1. Sebanyak 50 ml larutan HCl 0,1 M ditetesi dengan larutan NaOH 0,1 M.


Hitunglah pH larutan pada saat:
a). sebelum penambahan larutan NaOH
b). volume larutan NaOH yang ditambahkan 25 ml
c). volume larutan NaOH yang ditambahkan 50 ml
d). volume larutan NaOH yang ditambahkan 100 ml
2. Berapa ml larutan NaOH 0,1 M harus dicampurkan dengan 100 ml larutan
HCl 0,1 M untuk membuat larutan dengan pH = 3 ?

TEORI ASAM-BASA BRONSTED-LOWRY DAN LEWIS


Pengertian asam-basa menurut teori Arrhenius hanya dapat digunakan untuk
menjelaskan sifat asam dan basa dari zat-zat, seperti: HCl, H 2SO4 dan NaOH.
Tetapi teori Arrhenius itu tidak dapat menjelaskan:
1. mengapa HCl dapat melepaskan H+ dalam air.
2. Mengapa NH3 bersifat basa.
3. Apakah sifat asam basa hanya terbatas pada sifatnya dalam
pelarut air ?
Mengingat banyak reaksi kimia dalam suasana asam- basa yang terjadi
dalam pelarut yang bukan air(contohnya alkohol atau bahkan tanpa
pelarut pun). Hal ini akan dapat dijelaskan dengan teori asam-basa dari
Bronsted-Lowry dan Lewis.
1.Pengertian Asam-Basa menurut Bronsted-Lowry
HCl dalam air bersifat asam (dapat melepas ion H+) tetapi tidak dapat
melepaskan ion H+ dalam dalam benzena. Dalam air, molekul air
menarik/mengikat ion H+(proton) dari HCl membentuk H3O+ , tetapi molekul
benzena tidak dapat menarik ion H+.
HCl(aq) + H2O(aq) Cl-(aq) + H3O+(aq)

Pada tahun 1923, Johanes N.Bronsted dan Thomas M.Lowry dalam waktu
yang bersamaan, walaupun bekerja sendiri-sendiri, menhgajukan konsep
asam-basa berdasarkan pemindahan proton (H+) . Menurut Bronsted-Lowry,
asam adalah spesi yang memberi proton, sedangkan basa adalah spesi yang
menerima proton pada suatu reaksi pemindahan proton. Jadi, H2O berlaku
sebagai basa karena menerima proton dari HCl.
Asam menurut teori Bronsted-Lowry = donor proton
Basa menurut teori Bronsted-Lowry = akseptor proton
Perhatikan beberapa contoh berikut:
HCl(benzena) + NH3(benzena) NH4Cl(s)
Asam basa
NH4 (aq) + H2O(l) NH3(aq) + H3O+(aq)
+

Asam basa
2 2
HSO4 (aq ) +
CO3 (aq)
SO 4(aq) + HCO3(aq)
Asam basa
+
H 2 O ( l) + NH 3 (aq)
NH 4(aq) + OH (aq)
Asam basa
Pada contoh-contoh diatas, disimpulkan bahwa air dapat bersifat
asam (proton donor) dan bersifat basa (proton akseptor). Sifat
seperti itu dari suatu zat disebut amfiprotik.
Reaksi ionisasi air termasuk reaksi autoprotolisis, reaksi sbb:
+
H 2 O(l) + H 2 O(l) H 3 O(aq) + OH (aq)
Sifat amfiprotik dari air dapat menjelaskan sifat asam-basa suatu
zat dalam air. Zat yang bersifat asam memberi proton kepada
molekul air, sedangkan zat yang bersifat basa menarik proton dari
molekul air.
Konsep asam-basa dari Bronsted-Lowry lebih luas drpd konsep
asam-basa Arrhenius, karena:
a). Konsep asam-basa dari Bronsted-Lowry tidak terbatas dalam
pelarut air, tetapi juga menjelaskan reaksi asam-basa dalam
pelarut lain atau bahkan reaksi tanpa pelarut.
b). Asam dan basa dari Bronsted-Lowry tidak hanya berupa
molekul tetapi dapat juga berupa kation atau anion. Konsep
asam-basa dari Bronsted-Lowry dapat menjelaskan, misalnya,
sifat asam dari NH4Cl. Dalam NH4Cl , yang bersifat asam adalah
ion NH4+ karena dalam air dapat melepas proton .
Contoh soal:
Menentukan sifat zat sebagai asam atau sebagai basa:
Menurut Bronsted-Lowry, tentukan sifat ion HCO 3- sebagai asam
atau basa.
2 +
a. HCO3- (aq) + H2O(l) CO3 (aq) + H 3 O(aq)

b. HCO3- (aq) + H2O(l) H 2 CO 3(aq) + OH-(aq)
Jawab:
Dalam teori asam-basa Arrhenius, CH 3COOH merupakan suatu
asam . Tidak selalu demikian halnya dalam konsep Bronsted-
Lowry. CH3COOH dapat saja sebagai asam (melepas proton
membentuk CH3COO- ) atau dapat saja sebagai basa (menyerap
proton membentuk CH3COOH2+ ). Cara sederhana untuk
menentukan sifat suatu zat/spesi dalam suatu reaksi sebagai asam
atau basa yaitu dengan membandingkan rumus kimia spesi itu
pada kedua ruas. Spesi yang mengandung atom H lebih banyak
merupakan asam, sedangkan spesi lainnya merupakan basa.
2 +
a. HCO3- (aq) + H2O(l) CO3 (aq) + H 3 O (aq)
2
HCO3- berubah menjadi
CO 3 . Karena HCO3- mengandung
2
atom H lebih banyak drpd CO 3 , maka dapat disimpulkan
2
bahwa HCO3- merupakan asam sedangkan
CO 3
merupakan basa.

b. HCO3- (aq) + H2O(l) H 2 CO 3(aq) + OH-(aq)

HCO3- (aq) berubah menjadi H 2 CO 3(aq) . Karena H 2 CO 3(aq)
mengandung atom H lebih banyak daripada HCO 3- , maka

disimpulkan bahwa H 2 CO 3(aq) merupakan asam, sedangkan
-
HCO3 merupakan basa.
Latihan:
Tentukan sifat spesi yang dicetak tebal, apakah sebagai asam
atau sebagai basa.
+
a.CH3COOH(aq) + H2SO4(aq) CH3COO H 2(aq) + HS O4 (aq)
+
b. CH3COOH(aq) + H2O(l)
CH3COO (aq) + H3 O(aq)

Pasangan asam dan basa konyugasi


Asam, setelah melepaskan satu proton, membentuk spesi yang
disebut basa konyugasi dari asam itu. Spesi itu merupakan basa,
karena dapat menyerap proton (H+) membentuk asam lagi.
Asam basa konyugasi + H+
Demikian juga suatu basa, setelah menyerap satu proton dapat
membentuk asam konyugasi dari basa itu.
Basa + H+ asam konyugasi

Isilah titik-titik dalam tabel dibawah ini


Asam Proton Basa Konyugasi
HCl ...................... ............... ............................
..................... ....................... ............... OH-
NH3 ....................... ............... ............................
..................... ...................... ............... NH2-
HSO4 ...................... ............... .............................

Basa Proton Asam Konyugasi


NH3 ......................... ................ ............................
....................... ........................ ................ H3O+
OH- ........................ ................ ............................
...................... ........................ ................ HS-

Pasangan yang terdiri atas asam dengan basa konyugasinya


ditandai dengan asam-1 dan basa-1, sedangkan pasangan yang
tdr atas basa dan asam konyugasinya ditandai dengan Basa-2
dan asam-2. Rumus kimia pasangan asam-basa konyugasi hanya
berbeda satu proton (H+).
Asam-1 + Basa-2 Basa-1 + Asam-2
HCl + NH3 Cl- + HCO3-
H2O + CO32- ............. + ..................
CH3COOH + H2O ............. + ..................
HNO2 + CH3COOH .............. + ...................

Latihan:
1).Tentukan pasangan asam-basa konyugasi dalam reaksi tersebut:
a).HCO3-(aq) + NH4+ H2CO3(aq) + NH3(aq)
b).CH3COOH(aq) + H2SO4(aq) CH3COOH2+(aq) + HSO4-(aq)
c).CH3COOH(aq) + H2O(l) CH3COO-(aq) + H3O+(aq)
d).CH3COO-(aq) + H2O(l) CH3COOH(aq) + OH-(aq)
2).Tulis rumus asam konyugasinya dari spesi berikut:
a. H2O b. NH3 c. CO32- d. HSO4-
3).Tulis rumus basa konyugasi dari spesi berikut:
a. H2O b. NH3 c. HSO4- d. NH4+

Kekuatan Relatif Asam-Basa


Menurut konsep Bronsted-Lowry:
KEKUATAN ASAM BASA
Lemah Spesi yang sukar Spesi yang lemah
melepaskan proton. menarik proton.
Kuat Spesi yang mudah Spesi yang kuat
melepaskan proton. menarik proton.

Dalam air: HCl merupakan asam kuat, sedangkan CH3COOH


merupakan asam lemah.
Dalam NH3: CH3COOH merupakan asam kuat.
Maka disimpulkan: NH3 merupakan basa lebih kuat daripada air.

Kekuatan relatif berbagai asam dan basa


Asam Basa
Asam terkuat HClO4 ClO4- Basa terlemah
H2SO4 HSO4-
HCl Cl-
HNO3 NO3-
H3O+ H2O
H3PO4 H2PO4-
H2CO3 HCO3-
NH4+ NH3
H2O OH-
NH3 NH2-
Asam terlemah OH- O2- Basa terlemah

Pada tabel diatas terlihat bahwa: HCl merupakan asam kuat


sehingga terurai sempurna dalam air karena terurai semua menjadi
Cl-. Mengapa ? Karena Cl- merupakan basa yang lemah.
Kesimpulan:
Asam kuat mempunyai basa konyugasi yang lemah.
Semakin kuat suatu asam, semakin kuat basa
konyugasinya.
Hal ini dapat dibuktikan secara kuantitatif (perhitungan):

Bronsted-Lowry:
Asam = HA, maka basa konyugasinya = A -. Dengan air bereaksi
sbb:
HA(aq) + H2O(l) A-(aq) + H3O+(aq)
Tetapan ionisasi asam (Ka):
A


+
H 3 O
Ka =





(Konsentrasi air dianggap konstan)
Sebagai basa, ion A- bereaksi dengan air sebagai berikut:
A- (aq) + H2O(l) HA(aq) + OH-(aq)
Tetapan ionisasi basa (Kb):

OH


Kb = A

[ HA ]

A

OH
+
H 3 O
Maka: Ka x Kb = x A = [H3O+]x[OH-]

[ HA ]



Karena: [H3O+]x[OH-] = Kw , maka :
Ka x Kb = Kw
Maka, jika Ka makin besar , Kb semakin kecil atau sebaliknya.
Berarti: jika asam semakin kuat, maka basa semakin lemah atau
sebaliknya.
Contoh:
Harga Ka dari CH3COOH = 1x10-5 , maka harga Kb dari CH3COO- =
1 x 1014
= 1x10-9
1 x 105
Latihan:
Manakah basa yang lebih kuat, NH 3 atau CH3COO- ? (Kb NH3 =
1x10-5 ; Ka CH3COOH = 1x10-5 )

TEORI ASAM-BASA LEWIS

Reaksi asam-basa Bronsted-Lowry:


NH3 + HCl NH4+ + Cl-
NH3 sebagai basa, karena mengikat sebuah proton yang berasal
dari HCl. Mengapa NH3 dapat mengikat proton ?
Dapat dijawab dengan pengetahuan ikatan kimia sbb:
Penyerapan ion H+ oleh molekul NH3 dapat terjadi karena molekul
NH3 yang memiliki pasangan elektron bebas, mendonorkan
pasangan elektron bebas tersebut kepada ion H + melalui
pembentukan ikatan kovalen koordinasi.
:NH3 + H+ NH4+
Menurut Gilbert N. Lewis:
Asam : akseptor pasangan elektron
Basa : donor pasangan elektron
Jadi:
NH3 : adalah basa, karena memberi pasangan elektron.
H+ : adalah asam, karena menerima pasangan elektron.
Kelebihan Teori asam-basa Lewis:
Dapat menjelaskan reaksi-reaksi yang bernuansa asam-basa yang
tidak melibatkan proton (H+), misalnya reaksi antara oksida asam
dengan oksida basa.
Contoh:
CaO + CO2 CaCO3

:
2+ :
O:
: 2 :
O: 2+ :O :2
:
: C
Ca Ca : :
:
O:
:O : C O :
:

Basa Asam

pH dan pencemaran air:

Nilai pH dapat digunakan sebagai parameter kualitas air. pH air


murni = 7. Tapi air dari alam (sungai, sumur, laut, danau, parit,
gunung, terjun,hujan, limbah) jarang mempunyai pH = 7. Karena
gas karbon dioksida yang terdapat di udara dapat larut dalam air
hujan membentuk asam karbonat. Air hujan dapat dinyatakan
sebagai hujan asam jika pH nya kurang dari 5,6. Secara umum, pH
minimum dan maksimum air bersih berkisar 6,5 sampai 8,5

Latihan:
Manakah diantara reaksi berikut yang merupakan reaksi asam-basa
Lewis ?
a).NH3 + BF3 H3N:BF3
b).Ca + S Ca2+ + S2-
Soal-Soal:
1. Jelaskan pengertian asam-basa menurut:
a). Arrhenius, b). Bronsted-Lowry, c). Lewis
2. Sebutkan fungsi setiap spesi , sebagai asam atau sebagai basa ,
pada reaksi asam-basa berikut:
a). S2- + H2O HS- + OH-
b). CH3NH2 + HCl CH3NH3+ + Cl-
3. Tunjukkan pasangan asam-basa yang berkonyugasi pada setiap
reaksi pada soal nomor 2 diatas.
4. Suatu ion mempunyai rumus H 3+NCH2COO-. Tentukanlah rumus
dari asam konyugasi dan basa konyugasi zat tersebut.
5. Diketahui nilai Kb NH3 = 1x10-5. Tentukanlah nilai Ka dari NH4+ .
6. Manakah asam lebih kuat , NH4+ atau HCN ? (Kb NH3 = 1x10-5; Ka
HCN = 6,2x10-10 )
7. Reaksi-reaksi berikut merupakan reaksi asam-basa. Nyatakan
mana asam dan basanya . Nyatakan pula dasar teori yang anda
pergunakan (apakah teori Arrhenius, Bronsted-Lowry atau
Lewis).
a). Mg(OH)2(s) + 2HCl(aq) MgCl2 (aq) + H2O(l)
+ 2+
b). MgO(s) + 2H (aq) Mg (aq) + H2O(aq)

Beri Nilai