Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM LINGKUNGAN 2

Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Bakrie


Gasal 2016/2017

KELOMPOK 2
1. Aulia Ramandha (1142005003)
2. Dessy Fadiilah (1142005008)

Asisten : Muhammad Debby Irawan

Nox-NO2

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perkembangan perkotaan yang pesat dewasa ini tidak lain karena
penerapan kemajuan teknologi oleh manusia guna mendapatkan kualitas hidup
yang lebih baik. Semua kegiatan di perkotaan pada mulanya dimaksudkan untuk
meningkatkan kualitas hidup manusia, ternyata pada sisi lain dapat menimbulkan
dampak yang justru merugikan kelangsungan hidup manusia. Hal ini dapat dilihat
dari terjadinya masalah pencemaran udara.
Pencemar udara diantaranya adalah Nitrogen oksida(NOx), senyawa gas
yang terdapat di udara bebas (atmosfir) yang sebagian besar terdiri atas nitrit
oksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta berbagai jenis oksida dalam jumlah
yang lebih sedikit. Kedua macam gas tersebut mempunyai sifat yang sangat
berbeda dan keduanya sangat berbahaya bagi kesehatan. Gas NO yang mencemari
udara secara visual sulit diamati karena gas tersebut tidak bewarna dan tidak
berbau. Sedangkan gas NO2 bila mencemari udara mudah diamati dari baunya
yang sangat menyengat dan warnanya merah kecoklatan.
Mengingat bahaya yang dapat ditimbulkan oleh gas NOx dan NO2 tersebut
bagi kesehatan manusia, terlebih pada lingkungan yang mempunyai aktivitas yang
tinggi seperti Universitas Trisakti, maka perlu adanya pengujian apakah suatu
kawasan mengandung gas NOx dan NO2 yang melebihi batas baku mutu.
1.2 Tujuan Percobaan
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui kadar konsentrasi nitrogen
dioksida pada udara ambien di depan Plaza Kampus A Universitas Trisakti dengan
metode Griess Saltzman dan membandingkan hasilnya dengan baku mutu udara
ambien untuk NO.

2. TINJAUAN PUSTAKA

Udara yang mengandung gas NO dalam batas normal relatif aman dan tidak
berbahaya, kecuali bila gas NO yang tinggi dapat menyebabkan gangguan pada
sisitem saraf yang menyebabkan kejang-kejang. Bila keracunan ini terus berlanjut
akan dapat menyebabkan kelumpuhan. Gas NO akan menjadi lebih berbahaya
apabila gas itu teroksidasi oleh oksigen sehingga menjadi gas NO2. Di udara nitrogen
monoksida (NO) teroksidasi sangat cepat membentuk nitrogen dioksida (NO2) yang
pada akhirnya nitrogen dioksida (NO2) teroksidasi secara fotokimia menjadi nitrat
(Sastrawijaya, Tresna. 1991).
Dari seluruh jumlah oksigen nitrogen ( NOx ) yang dibebaskan ke udara,
jumlah yang terbanyak adalah dalam bentuk NO yang diproduksi oleh aktivitas
bakteri. Akan tetapi pencemaran NO dari sumber alami ini tidak merupakan masalah
karena tersebar secara merata sehingga jumlah nya menjadi kecil. Yang menjadi
masalah adalah pencemaran NO yang diproduksi oleh kegiatan manusia karena
jumlahnya akan meningkat pada tempat-tempat tertentu. Kadar NOx diudara
perkotaan biasanya 10 100 kali lebih tinggi dari pada di udara pedesaan. Kadar
NOx diudara daerah perkotaan dapat mencapai 0,5 ppm (500 ppb). Seperti halnya
CO, emisi NOx dipengaruhi oleh kepadatan penduduk karena sumber utama NOx
yang diproduksi manusia adalah dari pembakaran dan kebanyakan pembakaran
disebabkan oleh kendaraan bermotor, produksi energi dan pembuangan sampah.
Sebagian besar emisi NOx buatan manusia berasal dari pembakaran arang, minyak,
gas, dan bensin (Pertamina, 2011).
Kadar NOx di udara dalam suatu kota bervariasi sepanjang hari tergantung
dari intensitas sinar mataharia dan aktivitas kendaraan bermotor. Perubahan kadar
NOx berlangsung sebagai berikut (Wardhana, 2004):
1. Sebelum matahari terbit, kadar NO dan NO2 tetap stabil dengan kadar sedikit
lebih tinggi dari kadar minimum sehari-hari.S
2. Setelah aktivitas manusia meningkat ( jam 6-8 pagi ) kadar NO meningkat
terutama karena meningkatnya aktivitas lalu lintas yaitu kendaraan bermotor.
Kadar NO tetinggi pada saat ini dapat mencapai 1-2 ppm.
3. Dengan terbitnya sinar matahari yang memancarkan sinar ultra violet kadar
NO2 (sekunder) kadar NO2 pada saat ini dapat mencapai 0,5 ppm. 4.
4. Kadar ozon meningkat dengan menurunnya kadar NO sampai 0,1 ppm. 5.
5. Jika intensitas sinar matahari menurun pada sore hari ( jam 5-8 malam ) kadar
NO meningkat kembali.

3. ALAT DAN BAHAN

3.1 Alat

Gambar Alat Keterangan


1. Anemometer

Alat untuk mengukur besarnya kecepatan


angin pada lokasi sampling.

2. Barometer

Alat untuk mengukur besarnya tekanan udara


pada suatu lokasi.

3. Botol penjerap inpinger

Wadah tempat pengambil contoh uji yang


dilengkapi dengan ujung silinder gelas yang
berada di dasar labu yang berguna untuk
mengefisiensikan penjerapan gas nitrogen
dioksida ke dalam larutan penjerap
Gambar Alat Keterangan
4. Corong

Untuk menangkap udara yang akan dihisap


kedalam pompa hisap

5. Flow meter

Alat yang berfungsi untuk mengatur besarnya


kecepatan alir pada pompa penghisap

6. Hygrometer

Alat untuk mengukur kelembapan suatu tempat


atau daerah sampling.

7. Labu Ukur 50 ml

Untuk menampung larutan Griess Saltzman


sebelum di spektrofotometri

8. Pipet volum 50 ml

Alat yang berfungsi untuk mengukur 50 ml


larutan penjerap yang akan di masukkan ke
botol penjerap
Gambar Alat Keterangan
9. Pompa hisap

Alat yang berfungsi untuk pengumpulan


kandungan partikel melalui filtrasi sejumlah
besar volume udara di atmosfer.

10. Spektrofotometeri

Alat yang digunakan untuk mengukur serapan


uji untuk mendapatkan konsentrasinya

3.2 Bahan
Gambar Bahan Keterangan
Granular Media untuk mengoksidasi gas NO menjadi
NO2

Larutan Griess Saltzman Larutan yang digunakan untuk menjerap gas


NO
4. CARA KERJA

Skema gambar

Menyiapkan 2 botol penjerap berisi


50 ml larutan Griess Saltzman dan 1
botol penjerap berisi granular yang
Mempipet 50 ml larutan akan dihubungkan ke pompa fakum
Griess Saltzman ke dalam
botol penjerap inpinger

Lakukan sampling Menghidupkan


Setelah 1 jam, matikan
selama 1 jam. Cata pompa penghisap
pompa hisap. dan mengatur
tekanan udara,
kecepatan laju
kecepatan angin,
alir 1 L/menit
dan kelembapan
udara

Memindahkan larutan Ukur serapan yang


penjerap ke labu ukur, diperoleh dari larutan
menggunakan
dan diamkan selama 15 spektrofotometer
menit dengan = 550nm

Lakukan perhitungan
konsentrasi NOx dan NO2
menggunakan kurva
kalibrasi
5. HASIL PENGAMATAN

Lokasi : Di depan Plaza Kampus A Universitas Trisakti


Waktu : 14.39 -15.39
GPS : 60-1004.-71 LS dan 1060-4725-31 BT
Barometer : 756 mmhg
Hygrometer : 46% rel
Anemometer : 0,64 m/s
Suhu (T0C) : 32,7
Waktu sampling : 1 jam

Gambar Keterangan
Hasil Spektrofotometri NOx Abs :0,015
C : 0,018

Hasil Spektro NO2 Abs :0,014


C : 0,016

Perbandingan ke-3 larutan berisi Setelah sampling dilakukan selama 1 jam


gas NO, NO2, dan O3
kemudian didiamkan selama 15 menit, larutan
Griess Saltzman pada salah satu botol penjerap
berubah warna dari bening menjadi merah muda
sedangkan pada botol penjerap lainnya tidak
berubah warna.
6. RUMUS DAN PERHITUNGAN

6.1 Rumus
6.1.1 Konsentrasi NO2 dalam larutan standard

46 1 10
NO2 = 100 x 69 x x 1000 x 106

Dengan pengertian:
NO2 : jumlah NO2 dalam larutan standar NaNO2 (g/mL);
a : berat NaNO2 yang ditimbang (g);
46 : berat molekul NO2;
69 : berat molekul NaNO2;
f : faktor yang menunjukkan jumlah mol NaNO2 yang menghasilkan warna
yang setara dengan 1 mol NO2 (nilai f = 0,82);
10/1000 : faktor pengenceran dari larutan induk NaNO2;
106 : konversi dari gram ke g.

6.1.2 Volum contoh uji udara yang diambil

Dengan pengertian:
V : volum udara yang dihisap dikoreksi pada kondisi normal 25oC,760 mmHg;
F1 : laju alir awal (L/menit);
F2 : laju alir akhir (L/menit);
t : durasi pengambilan contoh uji (menit);
Pa : tekanan barometer rata-rata selama pengambilan contoh uji (mmHg);
Ta : temperatur rata-rata selama pengambilan contoh uji (K);
298 : konversi temperatur pada kondisi normal (25oC) ke dalam Kelvin;
760 : tekanan udara standar (mmHg).
6.1.3 Konsentrasi NO2 di udara ambien


C = x 1000

Dengan pengertian:
C : konsentrasi NO2 di udara (g/Nm3);
b : jumlah NO2 dari contoh uji hasil perhitungan dari kurva kalibrasi (g);
V : volum udara yang dihisap dikoreksi pada kondisi normal 25oC,760
mmHg;
1000 : konversi liter ke m3

6.2 Perhitungan

Diketahui :
F1 = 1 L/menit Ta = (273+32,7) = 305,7oC
F2 = 0,8 L/menit Pa = 756 mmHg
Ditanya :
A. Kurva Kalibrasi

Konsentrasi Absorban
0,0 0,0
0,036 0,033
0,072 0,06
0,108 0,09
0,144 0,125
0,186 0,153
0,216 0,176
0,252 0,218

Y = 2,175 x 0,0544
R2 = 0,98673
(0,458(0,0544))
X NO = = 0,236 g
2,175
Konsentrasi NO2 dan NOx
0.25

0.2 y = 0.7833x
R = 0.9253 Konsentrasi NO2

0.15
NO2
Abs

0.1
NOx
0.05
Linear (Konsentrasi
0
NO2)
0 0.1 0.2 0.3
C

B. Volum udara yang dihisap (L)

Jawab :

1+0,8 756 298


V= x 60 x 305,7 x 760 = 52,36 L
2

C. Konsentrasi NO2 di udara ambien

Jawab :
Untuk yang 1 jam :

C NO2 = x 1000

0,014
= 52,36 x 1000 = 0,267 g/Nm3


C NO = x 1000

0,015
= 52,36 x 1000 = 0,286 g/Nm3

Untuk 24 jam :
1
C24 NO2 = ( 2 )n X C
1
= 0,267 g/Nm3 x ( 24 )0,185 = 0,148g/Nm3
1
C24 NO = ( 2 )n X C
1
= 0,286 g/Nm3 x ( 24 )0,185 = 0,158 g/Nm3

7. PEMBAHASAN

Dalam percobaan penentuan kadar NOx dan NO2 di udara ambien ini dengan
metode Griess Saltzman menggunakan spektrofotometri. Pengambilan samping
dilakukan selama 1 jam di Plaza Universitas Trisakti Kampus A dengan koordinat 60-
1004.-71 LS dan 1060-4725-31 BT. Kawasan tersebut dipilih sebagai tempat
sampling karena banyak mahasiswa yang beraktivitas, dekat dengan kantin dan masjid,
dan jauh dari gedung tinggi. Sebelum dilakukan penelitian, kami menyusun peralatan
pengambilan uji dahulu, mengecek kerja pompa, dan memasukan larutan Griess
Saltzman 50 ml.
Sebelum sampling, kami melakukan pengukuran meteorologi. Meterorologi
yang diukur adalah, suhu, kecepatan angin, kelembapan, dan tekanan. Didapat hasil
untuk tekanan yaitu 756 mmHg, kelembapan 46%, suhu 32,7C , dan kecepatan angin
0,64 m/s
Pengambilan sampling dilakukan pada pukul 14.39 WIB. Flow diatur dengan
laju alir pada menit pertama ialah 1 L/min. Pada menit terakhir untuk Flow adalah 0,8
L/min.
Perhitungan untuk volum udara yang dihisap dengan diketahui dari pengamatan
meteorologi dan didapat hasil 52,36 m/s . Selain itu dilakukan 2 perhitungan yaitu
perhitungan untuk konsentrasi NO2 dan konsentrasi NO masing-masing untuk
konsentrasi selama 1 jam dan 24 jam. Untuk konsentrasi NO2 dalam 1 jam yaitu 0,267
g/Nm3 , untuk konsentrasi NO dalam 1 jam yaitu 0,286 g/Nm3. Untuk konsentrasi
NO2 dalam 24 jam yaitu 0,148 g/Nm3 dan untuk konsentrasi NO dalam 24 jam adalah
0,158 g/Nm3
Menurut PP RI nomor 41 tahun 1999 batas NO2 untuk pengukuran 1 jam adalah
400 g/Nm3 dan untuk pengukuran 24 jam adalah 150 g/Nm3. Sedangkan menurut
Pergub nomor 551 tahun 2001 NO2 untuk pengukuran 1 jam adalah 400 g/Nm3 dan
untuk pengukuran 24 jam adalah 92,5 g/Nm3 Berdasarkan pengukuran yang kami
lakukan, kadar NO2 yang didapat pada pengukuran 1 jam adalah 0,267 g/Nm3 dan
pada pengukuran 24 jam adalah 0,148 g/Nm3 . Maka kadar NO2 yang didapat oleh
kelompok kami masih memenuhi baku mutu baik menurut PP RI nomor 41 tahun 1999
atau Pergub nomor 551 tahun 2001

8. SIMPULAN

Kesimpulan dari praktikum ini adalah


1. Nitrogen dioksida untuk 1 jam didapatkan 0,276 g/Nm3 dan untuk 24 jam
didapatkan 0,148 g/Nm3.
2. Nitrogen Oksida untuk 1 jam didaoatkan 0,286 g/Nm3 dan untuk 24 jam
didapatkan 0,158g/Nm3.
3. Berdasarkan PP RI nomor 41 tahun 1999 NO2 untuk pengukuran 1 jam adalah 400
g/Nm3 dan untuk pengukuran 24 jam adalah 150 g/Nm3. Maka kadar NO2 yang
didapat oleh kelompok kami memenuhi baku mutu.
4. Berdasarkan Pergub nomor 551 tahun 2001 NO2 untuk pengukuran 1 jam adalah
400 g/Nm3 dan untuk pengukuran 24 jam adalah 92,5 g/Nm3. Maka kadar NO2
yang didapat oleh kelompok kami memenuhi baku mutu.
DAFTAR PUSTAKA

(http://laboratoriumlingkunganbywildatl32.blogspot.com/2011/09/laboratorium-
udara.html/15/10/2016)
https://www.academia.edu/7234999/ANALISIS_KUALITAS_UDARA_AMBIEN_DE
NGAN_PARAMETER_GAS_SO2_NO2_DAN_CO_DI_BALAI_HIPERKES_D
AN_KESELAMATAN_KERJA_PROVINSI_KALIMANTAN_SELATAN (diak
ses 16 Oktober 2016).
Keputusan Gubernur No 551 Tahun 2001
Nugroho, Astri Rinanti. 2005. Bioindikator Kualitas Udara. Cetakan I. Jakarta:
Universitas Trisakti.
PP No 41 Tahun 1999
Sastrawijaya, A. Tresna. 2009. Pencemaran Udara dalam Pencemaran Lingkungan,
Bab 6. Cetakan 3. Jakarta: Rineka Cipta.
Standar Nasional Indonesia ( SNI 19 7119.2 2005 ) Udara Ambien Bagian 7 :
Cara Uji Kadar Nitrogen Dioksida (NO2) dengan Metoda Griess Saltzman
Menggunakan Spektrofotometer.
LAMPIRAN

Lampiran 1 :

Lampiran 2 :
Lampiran 3