Anda di halaman 1dari 1

Format Pembuatan Soal

Nama Guru : HENDRAWANTO, S.Pd


Sekolah : SMAN Bernas Kabupaten Pelalawan
Materi : Perubahan lingkungan, dampak dan cara mengatasinya
Kelas/Semester : X/Genap
Indikator Soal : Disajikan kasus pencemaran lingkungan, siswa dapat
menginterpretasikan indikator terjadinya pencemaran air

Jawaban : 1. Pengamatan secara fisis, yaitu pengamatan pencemaran


air berdasarkan tingkat kejernihan air (kekeruhan),
perubahan suhu, warna dan adanya perubahan warna,
bau dan rasa. Ketika kondisi air keruh, terjadi
perubahan warna, berbau dan rasa yang tidak biasa
menandakan air tercemar secara fisik.
2. Pengamatan secara kimiawi, yaitu pengamatan
pencemaran air berdasarkan zat kimia yang terlarut,
perubahan pH. Zat kimia terlarut dapat berupa kadar
CO2 yang terdapat dalam air. Semakin banyak kadar
CO2 menandakan semakin banyak organisme di
dalamnya. pH normal adalah 6,5 8,5 untuk
kelangsungan hidup makhluk hidup, apabila
mengalami penurunan dan kenaikan pH menandakan
adanya pencemaran.
3. Pengamatan secara biologis, yaitu pengamatan
pencemaran air berdasarkan mikroorganisme yang ada
dalam air, terutama ada tidaknya bakteri pathogen.
Adanya mikroorganisme dalam air melalui uji
laboratorium menandakan terjadinya percemaran air.

Level Taksonomi : Penalaran (C4)


Soal :

Limbah industri atau limbah rumah tangga yang masuk ke dalam sungai akan
menyebabkan kualitas air sungai atau laut menurun. Umumnya sifat air
tercemar, antara lain mengalami perubahan warna, bau, dan rasa.

Indikator apakah yang dapat digunakan untuk mengetahui bahwa air sudah
tercemar?
Jelaskan alasan Anda!

Soal ini dibuat untuk keperluan seleksi Pelatihan Pendalaman Materi Bidang IPA. Soal yang
dikumpulkan peserta akan menjadi hak milik SEAMEO QITEP in Science. Soal yang dibuat tidak akan
melalui proses validasi oleh SEAMEO QITEP in Science dan akan dikompilasi untuk disebarkan kepada
seluruh pendaftar pelatihan ini.