Anda di halaman 1dari 2

WHO (World Health Organization) membagi lanjut usia menurut tingkatan usia lansia

yakni usia pertengahan (45-59 tahun), usia lanjut (60-74 tahun), usia lanjut tua (75-84 tahun),
usia sangat tua (>84 tahun) (Notoatmodjo, 2007). Hasil Sensus Penduduk 1971, jumlah
penduduk lansia di Indonesia sekitar 5,31 juta jiwa. Jumlah tersebut meningkat pada tahun 2010
menjadi hampir 4 kali lipat yaitu sekitar 18,04 juta jiwa (BPS RI, 2010).Sebanyak 25% lansia
menderita penyakit degeneratif dan hidup tergantung pada orang lain. Sekitar 99%
diantaranyamengkonsumsi obat dan sebagian besar menghabiskan hidupnya dengan beristirahat,
tanpa berbuat apa-apa.

Aktivitas sehari-hari merupakan semua kegiatan yang dilakukan oleh lanjut usia setiap
hari. Aktivitas ini dilakukan tidak melalui upaya atau usaha keras. Aktifitas tersebut dapat berupa
mandi, berpakaian, makan, atau melakukan mobilisasi (Luekenotte, 2000). Seiring dengan proses
penuaan maka terjadi berbagai kemunduruan kemampuan dalam beraktifitas karena adanya
kemunduran kemampuan fisik, penglihatan dan pendengaran sehingga terkadang seorang lanjut
usia membutuhkan alat bantu untuk mempermudah dalam melakukan berbagai aktivitas
seharihari tersebut (Stanley, 2006).

Aktifitas dasar sehari-hari bagi anjut usia sebenarnya meliputi tugas-tugas perawatan
pribadi setiap harinya yang berkaitan dengan kebersihan diri, nutrisi dan aktivitas-aktivitas lain
yang terbatas. Agar tetap dapat menjaga kebugaran dan dapat melakukan aktivitas dasar maka
lanjut usia perlu melakukan latihan fisik seperti olah raga. Latihan aktifitas fisik sangat penting
bagi orang lanjut tua untuk menjaga kesehatan, mempertahankan kemampuan untuk melakukan
ADL, dan meningkatkan kualitas kehidupan (Luekenotte, 2000).

Aktivitas dan latihan fisik pada lansia di lakukan dengan mempertimbangkan keamanan,
masalah kesehatan, perlunya modifikasi latihan dan mempertimbangkan kelemahan yang
mungkin da. Screening di perlakukan sebelum program latihan di mulai. Screening meliputi
semua sistem tubuh, termasuk status kognitif, auskultasi aretri karotis, inspeksi hernia, penilaian
keseimbangan dan kemampuan mobilitas.

Sumosardjuno(1991:165) pada umumnya aktivitas aerobik merupakan aktivitas fisik dari


dari kebanyakan usia lanjut, dan juga disertai oleh latihan kekuatan,terutama
punggung,kaki,lengan dan perut. Juga latihan kelenturan untuk memperbaiki dan memelihara
daerah geraknya dan aktivitas untuk melatihperimbangan serta koordinasi.

Lanjut usia sering dikaitkan dengan usia yang sudah tidak produktif. Hal ini terjadi
karena pada lansia secara fisiologis terjadi kemunduran fungsi-fungsi dalam tubuh yang
menyebabkan lansia rentan terkena gangguan kesehatan. Namun demikian, masih banyak lansia
yang kurang aktif secara fisik. Beberapa hal yang diduga menjadi penyebab adalah kurangnya
pengetahuan tentang mamfaat aktivitas fisik, seberapa banyak dan apa jenis aktivitas fisik yang
harus dilakukan, terlalu sibuk sehingga tidak mempuyai waktu untuk melakukan olahraga,
kurangnya dukungan dari lingkungan sosial termasuk dari keluarga
Dukungan keluarga adalah sikap, tindakan dan penerimaan keluarga terhadap penderita
yang sakit. Anggota keluarga memandang bahwa orang yang bersifat mendukung selalu siap
memberikan pertolongan dan bantuan jika diperlukan Friedman (1998). Menurut Bondan (2006)
bahwa dukungan keluarga merupakan suatu bentuk hubungan interpersonal yang diberikan oleh
keluarga kepada pasien berupa perhatian (perasaan suka, cinta dan empati), bantuan instrumental
(barang, jasa), informasi dan penilaian (informasi yang berhubungan dengan self evaluation).
Keluarga dapat menjadi faktor yang sangat berpengaruh dalam menentukan keyakinan dan nilai
serta dapat juga menentukan tentang program pengobatan yang dapat diterima mereka. Keluarga
juga dapat memberi dukungan dan membuat keputusan mengenai perawatan dari anggota
keluarga yang sakit (Niven, 2002).

Dilihat dari fenomena yang terjadi, setiap orang pasti ingin memiliki masa tua yang
bahagia tetapi keinginan tidaklah selalu menjadi nyata. Pada kehidupn nyata, banyak sekali
lansia-lansia yang menjadi depresi, stress,dan berpenyakitan. Banyak kita temukan lansia yang di
kirim ke panti jompo dan tidak terurus oleh keluarga, ada lansia yang diasingkan dari kehidupan
anak cucunya meskipun hidup dalam lingkungan yang sama, ada lansia yang masih harus bekerja
keras meskipun sudah tua, dan masih banyak hal-hal lainnya yang menjadi penyebab perubahan
fisikyang erat kaitannya dengan perubahan psikososialnya. Pengaruh yang muncul akibat
berbagai perubahan pada lansia tersebut jika tidak tertasi dengan baik, cendrung akan
mempengaruhi kesehatan lansia secara menyeluruh.