Anda di halaman 1dari 1

2.4.

6
This path implies the relative growth of part-time work, which is often characterized by lower hourly
wages and a more informal reliance on (frequently unpaid) overtime. Furthermore, some countries
have established distinct part-time segments with only few weekly working hours, usually called
marginal part-time work. The type of employment features major advantages in terms of taxation
and non-wage labor cost, so that employers acquire access to an additional type of cheap and flexible
labor. Part time does not reduce labor costs per se, but if marginal jobs are exempt from social
insurance, affected workers do not enjoy social protection.
Dalam hal ini pertumbuhan relatif kerja paruh waktu, yang sering ditandai dengan upah per jam
yang lebih rendah dan ketergantungan yang lebih informal terhadap (lembur) yang tidak dibayar.
Selanjutnya, beberapa negara telah membentuk segmen paruh waktu yang berbeda dengan hanya
beberapa jam kerja mingguan, biasanya disebut "kerja paruh waktu marjinal". Jenis pekerjaan
memberi keuntungan besar dalam hal biaya tenaga kerja perpajakan dan non-upah, sehingga
pengusaha memperoleh akses ke jenis tambahan tenaga kerja murah dan fleksibel. Paruh waktu
tidak mengurangi biaya tenaga kerja, tapi jika pekerjaan marjinal dikecualikan dari asuransi sosial,
pekerja yang terkena dampak tidak menikmati perlindungan sosial.

2.4.7
A back order occurs when a seller has only a portion of the products ordered by the buyer. The back
order is created to secure the portion of the inventory that is currently not available. By placing the
back order, the buyer is indicating that it is willing to wait for the additional inventory. However, after
experiencing multiple back orders with a seller, a buyer might decide to switch to anothe seller.
Back Order terjadi bila penjual hanya memiliki sebagian dari produk yang dipesan oleh pembeli. Back
Order dibuat untuk mengamankan bagian inventaris yang saat ini tidak tersedia. Dengan
menempatkan back order, pembeli menunjukkan bahwa mereka bersedia menunggu inventaris
tambahan. Namun, setelah mengalami banyak back order dengan penjual, pembeli mungkin
memutuskan untuk beralih ke penjual lain.

2.4.8
Aggregate planning adalah suatu aktivitas oprasional untuk menentukan jumlah dan waktu produksi
pada waktu dimasa yang akan datang. Reguler time costs yaitu biaya yang ditimbulkan dari proses
produksi di tiap unit produknya slama jam kerja regulernya. Biaya tenaga kerja reguler adalah fungsi
dari tingkat upah per jam normal dan jumlah jam kerja selama waktu reguler di setiap bulannya.

Aggregate planning is an oprasional activity to determine the amount and time of production in the
future. Regular time costs is the cost incurred from the production process in each unit of its product
slama regular working hours. Regular time labor cost is a function of the normal hourly wage rate and
the number of hours worked during regular time in each month.