Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
EYD (Ejaan yang Disempurnakan) adalah tata bahasa dalam Bahasa
Indonesia yang mengatur penggunaan bahasa Indonesia dalam tulisan, mulai dari
pemakaian dan penulisan huruf capital dan huruf miring, serta penulisan unsur
serapan. EYD disini diartikan sebagai tata bahasa yang disempurnakan. Sebagai
contoh, dalam penulisan karya ilmiah perlu adanya aturan tata bahasa yang
menyempurnakan sebuah karya tulis. Karena dalam sebuah karya tulis memerlukan
tingkat kesempurnaan yang mendetail. Singkatnya EYD digunakan untuk membuat
tulisan dengan cara yang baik dan benar.
Peran EYD yakni sebagai pedoman umum bagi para pengguna Bahasa
Indonesia. Siapa pun, kapan pun, dimana pun menggunakan EYD secara benar dan
baik, maka harus mengacu pada EYD yang sesuai dengan Undang-Undang dan
Pancasila. EYD pun memiliki pengecualian, biasanya pada penulisan judul. EYD
yang digunakan saat ini adalah EYD yang telah disepakati oleh 3 negara yakni
Indonesia, Malaysia dan Bruneidarussalam.

B. Rumusan masalah
1. Bagaimana cara penggunaan EYD yang benar pada penulisan huruf dan kata?
2. Bagaimana cara penggunaan tanda baca dan unsur serapan yang benar sesuai
dengan EYD?
3. Contoh kesalahan EYD dalam penulisan karya ilmiah di bidang ilmu
keteknikan, khususnya di bidang teknik elektro.

C. Tujuan
1. Mengidentifikasi penggunaan EYD yang benar dan baku.
2. Mengidentifikasi penulisan kata yang benar sesuai dengan EYD.

1
BAB II
PEMBAHASAN

1. Perluasan Kosakata
Kosakata harus terus diperbanyak dan diperluas. Hal ini terutama agar
mempermudah kita dalam menulis karya ilmiah dan berkomunikasi dengan anggota
masyarakat yang lain. Pertama-tama sesuai dengan tuntutan usia yang semakin
dewasa yang ingin mengetahui semua hal, kedua sesuai dengan perkembangan dan
kemajuan masyarakat selalu menciptakan kata-kata baru. Cara memperluas
kosakata antara lain dengan membaca kamus-kamus istilah, Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI) dan mengenali imbuhan serta bubuhan.

2. Kata Bilangan (Numeralia)


Kata semua, seluruh, segala, sekalian, setiap dan segenap memiliki
persamaan dan perbedaan arti. Persamaan arti menyebabkan kata itu dapat saling
dipertukarkan, sedangkan perbedaan arti menyebabkan kata itu tidak dapat saling
dipertukarkan.
Contoh:
seluruh vs. semua
Contoh: Semua mahasiswa membersihkan seluruh halaman kampus.
Jadi: semua menyangkut banyak benda
seluruh menyangkut satu benda
masing-masing vs. setiap
Contoh: Setiap mahasiswa membawa bukunya masing-masing.

3. Kata Preposisi di, ke, dan dari.


Preposisi atau kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang
mengikutinya, kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dan dianggap
sebagai satu kata seperti kepada dan daripada.
1. Preposisi di
Makna preposisi di menyatakan tempat. Kata depan di berfungsi menandai
hubungan tempat berada.

2
Contoh:
Kain itu terletak di dalam lemari.
Bermalam semalam di sini.
Di mana Siti sekarang?
Mereka ada di rumah.
2. Preposisi ke
Makna preposisi ke menyatakan tempat yang dituju.
Contoh:
Ia ikut terjun ke tengah kancah perjuangan.
Ke mana saja ia selama ini?
Kita perlu berpikir sepuluh tahun ke depan.
Mari kita berangkat ke pasar.
Saya pergi ke sana-sini mencarinya.
3. Preposisi dari
Makna preposisi dari menyatakan asal tempat, asal bahan atau milik.
Contoh:
Penjaga gawang itu diambil dari Thailand.
Bola itu dibuat dari kulit kerbau pilihan.
Stadion Teladan cukup dekat dari rumahku.
Pemukul kasti itu terbuat dari kayu albasiah.
Abu vulkanik itu berasal dari gunung Merapi.
Penulisan dari dapat diganti kata di dan ke

Sebagai contoh selanjutnya, coba bedakan penulisan kata depan pada


kalimat-kalimat berikut ini.
1. Seminar Kimia Nasional itu akan di selenggarakan di Bogor dan akan di hadiri
juga oleh pakar di bidang kimia dari luar negeri.
2. Di zaman pendudukan balatentara Jepang, banyak orang Indonesia yang di kirim
ke Myanmar untuk di pekerjakan di sana sebagai romusya.
3. Upacara ke negaraan itu di buka dengan di dahului lagu Padamu Negeri dan di
akhiri dengan pertunjukan ke senian yang di pelihara dan di kembangkan di
berbagai daerah di tanah air.

3
4. Pengemudi mobil di anjurkan untuk mengendarai kendaraannya dengan hati-hati
di musim hujan, terutama di jalan yang di kenal licin dan rawan akan bahaya.
5. Di harapkan agar semua warga turut menjaga ke amanan di seluruh kampus.
Dapatkah anda memperbaiki penggunaan kata depan pada kalimat
tersebut?

4. Kehematan Kata.
Yang dimaksud dengan unsur kehematan dalam kalimat efektif yaitu
hemat menggunakan kata, frase, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu.
Kehematan tidak diartikan harus menghilangkan kata-kata yang dapat menambah
kejelasan kalimat. Penghematan disini mempunyai arti penghematan terhadap kata
yang memang tidak diperlukan sejauh tidak menyalahi kaidah tata bahasa.
Ada beberapa kriteria unsur kehematan yang perlu diperhatikan, antara
lain:

1. Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghilangkan pengulangan subjek.


2. Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindarkan pemakaian
superordinat pada hiponimi kata.
3. Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindarkan kesinoniman dalam
satu kalimat.
4. Penghematan dapat dilakukan dengan cara tidak menjamakkan kata-kata yang
bermakna banyak.
Contoh:
Contoh:
Pemberian pupuk urea dilakukan secara susulan pada setiap bibit sesuai dengan
perlakuan.
Pupuk urea diberikan secara susulan pada ...
Penentuan komposisi spesies mikroartropoda tanah dilakukan dengan menghitung
cacah spesies dan cacah individu.
Komposisi spesies mikroartropoda tanah ditentukan dengan ...

4
5. Kata Penghubung
Kata penghubung disebut juga konjungsi (kata sambung), adalah kata yang
menghubungkan kata dengan kata dalam sebuah kalimat atau menghubungkan
kalimat dengan kalimat dalam sebuah paragraf. Kata penghubung dalam bahasa
Indonesia berarti kata tugas yang menghubungkan dua satuan bahasa yang
sederajat: kata dengan kata, frasa dengan frasa, atau klausa dengan klausa. Banyak
kesalahan penggunaan kata penghubung, baik itu penggunaannya pada awal
kalimat maupun penggunaan tanda koma pada kata penghubung.
a. Kata penghubung antar kalimat yang diikuti koma.
Agaknya, . Berkaitan dengan itu,
Akan tetapi, Dalam hal ini,
Akhirnya, ... Dalam hubungan ini,
Akibatnya, Dalam tautan ini,
Artinya, Dengan demikian,
Biarpun begitu, Dengan kata lain,
Biarpun demikian, Di samping itu,
Di satu pihak, .. Meskipun begitu,
Di pihak lain, Meskipun demikian,
Jadi, Namun,
Jika demikian, Oleh karena itu,
Kalau begitu, Oleh sebab itu,
Kalau tidak salah, Pada dasarnya,
Kecuali itu, Pada hakikatnya,
Lagi pula, Pada prinsipnya,
Sebagai kesimpulan, Sementara itu,
Sebaiknya, Sesudah itu,
Sebaliknya, Setelah itu,
Sebelumnya, Sesungguhnya, ..
Sebenarnya, Sungguhpun demikian,
Sebetulnya, Tambahan lagi,
Sehubungan dengan itu, Tambahan pula,
Selain itu, Untuk itu,

5
Selanjutnya, Walaupun demikian,

b. Kata penghubung intrakalimat.


Didahului koma
, padahal
, sedangkan
, seperti
, tetapi
, yaitu
, yakni

Tidak didahului koma


... bahwa
karena
maka
sehingga

6. Penulisan Nama Jenis.


Seringkali, secara otomatis kita menuliskan huruf kapital pada huruf pertama
nama geografi. Misalnya nama kota, nama pulau, atau nama negara. Namun,
ketentuan yang berlaku tidak selalu seperti itu. Ada aturan tersendiri untuk
penulisan nama jenis.
Nama jenis dibagi dua, yaitu nama jenis benda alami dan nama jenis benda
olahan. Nama geografi yang menyertai nama jenis benda alami diawali dengan
huruf kecil, sedangkan nama geografi yang menyertai nama jenis benda olahan
diawali dengan huruf kapital. Misalnya:
badak sumatera bukan badak Sumatera
brem bali bukan brem Bali
garam inggris bukan garam Inggris
gudeg yogya bukan gudeg Yogya
gula jawa bukan gula Jawa
kacang bogor bukan kacang Bogor

6
masakan cina bukan masakan Cina
masakan padang bukan masakan Padang
pempek palembang bukan pempek Palembang
pisang ambon bukan pisang Ambon
sapi bali bukan sapi Bali

7. Istilah.
Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan
makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang pengetahuan
tertentu. Dari definisi di atas kita mendapatkan penjelasan bahwa istilah dapat
berupa kata atau gabungan kata. Yang berupa kata misalnya: fonem, morfem, daya,
suhu, partikel, radiasi, inflasi, larutan, himpunan, dll. Yang berupa gabungan kata
misalnya: hak pilih, hak milik, daya kuda, tenaga listrik, pintu air, tiang pancang,
rumah pompa, kerja sama, anggaran berimbang, mata anggaran dsb.
Untuk mencari makna ungkapan kita dapat menggunakan kamus ungkapan.
Untuk mencari makna suatu istilah kita juga dapat menggunakan kamus. Bukan
kamus umum, melainkan kamus istilah. Karena istilah yang ada bisa berbeda makna
untuk bidang yang berbedan dan istilah istilah tersebut merupakan hasil dari
kesepekatan dalam bidang - bidang tersebut.
Persyaratan istilah yang baik adalah
1. Tidak menyimpang dari maknanya
2. Ringkas
3. Konotasi baik
4. Sedap didengar

8. Kata Baku dan Tidak Baku


Diksi adalah pilihan kata dalam mengungkapkan apa yang ingin
disampaikan. Terdapat ketidaksantunan diksi dalam makalah yaitu berhubungan
dengan pemilihan kata baku dan tidak baku.

7
Bentuk yang benar Bentuk yang salah kaprah

andal handal

anutan panutan

dimungkiri dipungkiri

ditemukan diketemukan

imbau himbau

mengkritik mengeritik atau mengritik

memproduksi memroduksi

memprotes memrotes

mengubah merobah, merubah

penerapan pengetrapan, penetrapan

rapi rapih

silakan silahkan

tampak nampak

waswas was-was

rongrong rong-rong

9. Unsur Serapan
Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai
bahasa lain, baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing. Berdasarkan taraf
integrasinya, unsur pinjamam dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua
golongan besar. Pertama unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam
bahasa Indonesia, seperti shuttle cock, reshuffle. Unsur-unsur tersebut di pakai
dalam konteks bahasa Indonesia tetapi pengucapannya masih mengikuti cara asing.
Kedua, unsur pinjaman yamg penulisan dan pengucapannya disesuaikan dengan

8
kaidah bahasa Indonesia. Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya diubah
seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk
asalnya. Adapun contoh unsur pinjaman yang disesuaikan dengan kaidah bahasa
indonesia adalah:
Controller -> Kontroler
Censor -> Sensor
Cable -> Kabel
Computer -> Komputer
Protocol -> Protokol

10. Contoh Kesalahan EYD Dalam Penulisan Karya Ilmiah Di Bidang Ilmu
Keteknikan.
Tugas terakhir yang harus dijalankan oleh mahasiswa adalah menulis karya
ilmiah yang biasa disebut dengan skripsi. Dalam penulisan skripsi, banyak sekali
terjadi kesalahan dalam penulisan EYD. Berikut beberapa contohnya.

Dari penggalan paragraf diatas, dapat dilihat kesalahan istilah yang terjadi.
Kata ferromagnetik harusnya menjadi feromagnetik, atau bila ingin tetap
dengan istilah bahasa asing, penulisannya tetap menjadi ferromagnetic.

9
Penggalan paragraf diatas juga memiliki kesalahan yang sama dengan
sebelumnya. Kata exsiter harusnya menjadi pemacu, atau bila ingin tetap
dengan istilah bahasa asing, penulisannya tetap menjadi exciter.

Kata Relay harusnya dicetak miring menjadi relay, karena merupakan


istilah asing.

10
Kata auto harusnya dicetak miring menjadi auto dan kata automatis
tidak ada dalam istilah bahasa indonesia, yang ada adalah otomatis.

Kata Industri dan kata Mempunyai harusnya diawali dengan huruf kecil
menjadi industri dan mempunyai. Karena industri bukan nama tempat dan kata
mempunyai tidak diawali dengan tanda titik.

11
Kata menstart diawali dengan awalan men- dan diikiuti dengan istilah
asing, sehingga penulisannya harusnya menjadi men-start. Dan kata saklar
merupakan kata yang tidak baku, sehingga kata baku nya adalah sakelar.

Terdapat kesalahan penulisan gelar yang seharusnya adalah Muh. Badrus


Zaman, S.T., M.T.

12
BAB III
KESIMPULAN

Ejaan merupakan keseluruhan peraturan bagaimana menggambarkan


lambang-lambang bunyi ujaran dan bagaimana interrelasi antara lambang-lambang
itu (pemisahannya, penggabungannya) dalam suatu bahasa. Ejaan yang
disempurnakan bertujuan untuk dapat berkomunikasi dengan bahasa indonesia
yang baik dan benar. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam EYD, seperti :
1. Pemakaian huruf
2. Penulisan kata
3. Pemakaian tanda baca
4. Penggunaan Istilah

13
DAFTAR PUSTAKA

Hartanto, Bagus. Penggunaan EYD. STIKOM Banyuwangi. 2013.


Setiati Achmadi, Suminar. Bahasa Indonesia dan Peristilahan dalam penulisan
karya Ilmiah.
Hariwijaya dan Triton P.B. 2007. Teknik Penulisan Skripsi dan Tesis. Oryza.
Yogyakarta.
http://mahmud0014.blogspot.co.id/2012/10/pertemuan-5-kehematan-kata.html
diakses pada tanggal 2 Oktober 2016.
http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/petunjuk_praktis/626 diakses
pada tanggal 2 Oktober 2016.
http://mulyadi-kimoel.blogspot.co.id/2010/11/preposisi-di-ke-dan-dari.html
diakses pada tanggal 2 Oktober 2016.
http://babarusyda.blogspot.co.id/2012/06/masalah-kata-penghubung-
konjungsi.html#sthash.1V1BllsB.dpbs diakses pada tanggal 2 Oktober
2016.
http://mawarafifah.blogspot.co.id/2014/12/perluasan-kosa-kata.html diakses pada
tanggal 2 Oktober 2016.
https://idpramudita.wordpress.com/2011/06/22/penulisan-nama-jenis/ diakses
pada tanggal 2 Oktober 2016.
http://www.kelasindonesia.com/2015/05/definisi-paragraf-padu-dan-
contohnya.html diakses pada tanggal 2 Oktober 2016.
https://www.enjang.com/pengertian-istilah-dan-contoh-istilah/ diakses pada
tanggal 2 Oktober 2016.
http://aimacifinaceria1a.blogspot.co.id/2015/09/penggunaan-kata-dari-pada-
daripada-dan.html diakses pada tanggal 2 Oktober 2016.
https://id.wikipedia.org/wiki/Afiks#Awalan_meN- diakses pada tanggal 2 Oktober
2016.

14