Anda di halaman 1dari 9

TUGAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

RANGKUMAN BUKU SISTEM INFORMASI AKUNTANSI


KARANGAN MARSHALL B. ROMNEY DAN PAUL JOHN STEINBART
BAB 14
Dosen Pengampu : Kunti Sunaryo, S.E., M.Si., Akt.

Disusun oleh:
Kelompok 5
1. Rizkha Tamami 142160052
2. Ulfah Rahmawati 142160053
3. Indah Umestiana 142160054
4. Fatimah Nur Aini 142160066
5. Muhammad Khairil Azmi 142160071

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
YOGYAKARTA
BAB 14
SIKLUS PRODUKSI
A. PENDAHULUAN
Siklus pendapatan adalah serangkaian aktivitas bisnis yang berhubungan
dengan pembuatan produk. Sistem informasi siklus pendapatan menyediakan
informasi untuk merencanakan tingkat produksi dan persediaan. Sebagai
balasannya, sistem informasi siklus produksi mengirimkan ke siklus
pendapatan mengenai barang jadi yang telah diproduksi dan tersedia untuk
dijual.
Empat aktivitas dasar dalam siklus produksi ialah desain produk,
perencanaan dan penjadwalan, operasi produksi, dan akuntansi biaya.
Meskipun para akuntan dilibatkan terutama dalam akuntansi biaya, tetapi
mereka harus memahami ketiga proses lainnya untuk mampu mendesain
laporan yang menyediakan manajemen denga informasi yang diperlukan
untuk mengelola aktivitas siklus produksi di perusahaan manufaktur modern.

B. SISTEM INFORMASI SIKLUS PRODUKSI


Proses
Departemen teknik bertanggung jawab untuk mengembangkan
spesifikasi produk serta mengakses file daftar bahan baku dan file daftar
operasi untuk memeriksa desain produk yang serupa. Departemen teknik juga
mengakses buku besar dan file persediaan untuk informasi perkiraan
penjualan. Departemen perencanaan produksi menggunakan informasi itu,
untuk mengembangkan jadwal induk produksi.
Pada waktu yang sama, catatan baru ditambahkan pada file barang dalam
proses. Permintaan bahan baku dikirimkan ke departemen penyimpanan
persedian untuk mengotorisasi pengeluaran bahan baku. Antarmuka CIM
mengirimkan intruksi mendetail ke station kerja pabrik.

2
Ancaman dan Pengendalian
1. Risiko dari data induk yang tidak akurat atau tidak valid.
Pengendalian :
a. Membatasi akses terhadap data induk siklus produksi.
b. Tinjauan pada semua perubahan terhadap data induk.
2. Pengungkapan yang tidak diotorisasi atas informasi produksi.
Pengendalian :
a. Pengendalian akses
b. Data sensitive seperti prosedur tetap yang tepat untuk mengikuti di
bidang manufaktur sebuah produk harus dienkripsi.
3. Kehilangan atau perubahan data produksi. Dikendalikan dengan
membackup secara teratur dari semua file data.

C. DESAIN PRODUK
Proses
Aktivitas desain produk menghasilkan dua output yaitu,
1. Daftar bahan baku
Berisi : nomor bahan baku,deskipsi, dan kualitas dari setiap komponen
2. Daftar operasi yang mengspesifikasi urutan langkah-langkah untuk
mengikuti dalam sebuah produk, peralatan apa yang digunakan, dan
seberapa lama setiap langkah yang diambil
Alat- alat seperti perangkat lunak manejemen siklus hidup produksi dapat
membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari proses desain, terdiri
atas tiga komponen :
1. Perangkat lunak computer-aided design (CAD) untuk mendesain produk
baru
2. Perangkat lunak manukfaktur digital yang menirukan bagaimana produk-
produk tersebut akan diproduksi, dan perangkat lunak manajemen data
produk yang menyimpan semua data yang terkait produk.

3
Ancaman dan pengendalian
Ancamannya berupa desain produk yang buruk meningkatkan biaya.
Pengendalian: menggunakan informasi dari siklus pendapatan mengenai
biaya pembelian dan garansi

D. PERENCANAN DAN PENJADWALAN


Metode perencanaan produksi
1. Manufacturing resource planning (MPR-II)
Perpanjangan dan perencanaan sumber daya bahan baku untuk
menyeimbangkan kapasitas produksi.
2. Produksi ramping
Memperpanjang prinsip-prinsip sistem persediaan just-in-time untuk
seluruh proses produksi.
Dokumen kunci dan formulir
Hasil perencanaan adalah master production schedule (MPS) yang
menentukan seberapa banyak tiap-tiap produk untuk diproduksi selama
periode perencanaan dan ketika produksi tersebut harus terjadi
Aktivitas perencanan dan penjadwalan menghasilkan tiga dokumen lain yaitu:
1. Pesanan produksi (production order)
2. Permintaan bahan baku (material requsition)
3. Kartu pemindahan (move ticket)
Ancaman dan Pengendalian
Kelebihan produk mengakibatkan pasokan barang melebihi permintaan
jangka pendek, menciptakan masalah arus kas potensial. Kelebihan produksi
juga meningkatkan resiko pecatatan persediaan yang menjadi usang.
Sebaliknya, dibawah target produksi dapat mengakibatkan kerugian penjualan
dan ketidakpuasan pelanggan.
Sistem produksi dapat mengurangi risiko dari kelebihan dan dibawah
target produksi. Risiko pesanan produksi yang tidak diotorisasi dapat
dikurangi dengan membatasi akses terhadap program penjadwalan produksi.

4
E. OPERASI PRODUKSI
Langkah ketiga dalam produksi adalah pembuatan produk yang
sebenarnya. Menggunakan (TI) dalam proses produksi, seperti robot dan
mesin yang dikendalikan computer, disebut sebagai computer-integrated
manufacturing (CIM). CIM dapat secara signifikan mengurangi biaya
produksi, CIM memerlukan desain ulang atas sistem manajemen persediaan
dan arus kerja untuk memfasilitasi perubahan cepat dalam produksi.
Ancaman dan pengendalian
Pencurian persediaan, untuk mengurangi risiko, akses fisik terhadap
persediaan harus dibatasi, seluruh pergerakan internal dari persediaan harus
didokumentasikan, label RFID harus digunakan untuk mengotomatisi
pelacakan persediaan. Pemisahan tugas yang tepat penting untuk
mengamankan persediaan..
Kinerja yang buruk adalah ancaman lain terhadap operasi produksi.
Pelatihan adalah satu cara untuk menanggulangi ancaman ini. Penting juga
untuk secara teratur menyiapkan dan meninjau laporan terhadap kinerja guna
mengidentifikasi kapan pelatihan tambahan diperlukan.
Ancaman lain adalah baik persediaan dan aktiva tetap tunduk pada
kerugian akibat kebakaran atau bencana lainnya. Pengamanan fisik seperti
sistem pemadam api, didesain untuk mencegah bencana tersebut. Organisasi
juga perlu membeli asuransi yang cukup.

F. AKUNTANSI BIAYA
Tiga tujuan utama dari akuntansi biaya adalah
1. Menyediakan informasi untuk perencanaan, pengendalian, dan evaluasi
kinerja operasi produksi.
2. Menyediakan data biaya yang akurat mengenai produk.
3. Mengumpulkan dan memproses informasi untuk menghitung nilai-nilai
persediaan dan harga pokok penjualan.

5
Proses
Sebagian besar perusahaan menggunakan perhitungan biaya job-order
untuk menentukan biaya produksi. Perhitungan biaya job-order menentukan
biaya ke batch produksi tertentu atau pekerjaan, dan digunakan ketika produk
atau jasa dijuak terditi dari bagian-bagian yang dapat diidentifikasi secara
diskret (berlainan).
Sebaliknya, perhitungan biaya proses (process costing) menentukan
biaya pada masing-masing proses atau pusat kerja dalam siklus produksi, dan
kemudian menghitung biaya rata-rata untuk seluruh unit yang diproduksi.
Data Penggunaan Bahan Baku
Ketika produksi dimulai, penerbitan permintaan bahan baku memicu
debit barang dalam proses untuk bahan baku yang dikirim ke produksi. Jika
bahan baku tambahan diperlukan, debut yang lain dibuat untuk barang dalam
proses. Sebaliknya, barang dalam proses dikredit untuk bahan baku yang
tidak digunakan dan dikembalikan ke persediaan.
Biaya Tenaga Kerja Langsung
Kartu jam kerja adalah sebuah dokumen yang digunakan untuk
mengumpulkan data mengenai aktivitas tenaga kerja dengan mencatat jumlah
waktu seorang pekerja yang dikeluarkan dalam setiap tugas pekerjaan
tertentu.
Penggunaan Mesin dan Peralatan
Data mengenai penggunaan mesin dan peralatan dikumpulkan di setiap
tahap proses produksi, seringkali bersamaan dengan data mengenai biaya
tenaga kerja.
Biaya Overhead Pabrik
Biaya pabrik yang biasanya secara ekonomis tidak layak untuk melacak
langsung terhadap pekerjaan atau proses tertentu disebut overhead pabrik.
Ancaman dan Pengendalian
Prosedur pengendalian terbaik untuk memastikan bahwa entri data akurat
adalah mengotomatisasi pengumpulan data menggunakan teknologi RFID,
alat pembaca kartu, dan perangkat lainnya. Untuk memverifikasi ketepatan

6
dari catatan database, perhitungan persediaan fisik secara periodik dan aktiva
tetap harus dibuat dan dibandingkan dengan kuantitas tercatat.
Meningkatkan pengendalian dengan sistem perhitungan biaya berbasis
aktivitas
Sistem biaya tradisional menggunakan basis yang didorong volume,
seperti tenaga kerja langsung atau jam mesin, untuk membebankan overhead
ke produk. Biaya setup dan penanganan bahan baku dapat berubah-ubah
tergantung dari jumlah batch yang dijalankan, bukan tergantung pada total
jumlah unit yang diproduksi.
Perhitungan biaya berbasis aktivitas
Dapat memperbaiki dan meningkatkan alokasi biaya baik dalam sistem
biaya job-order. Sistem perhitungan biaya berbasis aktivitas dalam tiga cara:
1. Berusaha secara langsung menelusuri proporsional besar dari biaya
overhead ke pabrik.
2. Menggunakan sejumlah besar biaya pool untuk mengakumulasikan biaya
tidak langsung (overhead pabrik), tiga kategori overhead terpisah:
a. Overhead yang terkait dengan batch.
b. Overhead yang terkait dengan produk.
c. Overhead keseluruhan perusahaan.
3. Sistem biaya berbasis aktivitas berupaya untuk merasionalkan alokasi
overhead pabrik ke produk dengan mengidentifikasi pemicu biaya.
Sistem ERP mempermudah dalam mengimplementasikan perhitungan
biaya berbasis aktivitas karena sistem tersebut menyediakan informasi
mendetail mengenai langka-langkah yang diperlukan untuk memperoses
sebuah transaksi.
Keputusan yang lebih baik
Sistem biaya tradisional membebankan terlalu banyak overhead. Hal ini
mengarah pada dua jenis masalah. Pertama, perusahaan mungkin menerima
kontrak penjualan untuk beberapa produk pada harga dibawah biaya produksi
yang sebenarnya. Kedua, perusahaan mungkin menaikkan harga produknya,
sehingga mengundang kompetitor baru untuk memasuki pasar.

7
Sistem biaya berbasis aktivitas menghindari masalah-masalah ini karena
overhead dibagi kedalam tiga kategori dan dibebankan menggunakan pemicu
biaya secara kasual berkaitan dengan produksi.
Peningkatan manajemen biaya
Keuntungan lain dari perhitungan biaya berbasis aktivitas adalah bahwa
perhitungan tersebut dengan jelas mengukur hasil dari tindakan-tindakan
manajemen atas profitabilitas secara keseluruhan. Sementara sistem biaya
tradisional hanya mengukur pengeluaran untuk memperoleh sumber daya.
Perbedaan ini ditunjukkan dalam formula sebagai berikut:
Biaya kemampuan aktivitas = biaya aktivitas yang digunakan + biaya
kapasitas yang tidak digunakan
Peningkatan pengendalian dengan metric kerja inovatif
Pendekatan modern ke produksi, seperti produksi ramping, secara
signifikan berbeda dari produksi massal tradisional. Salah satu perbedaan
utama adalah pengurangan yang ditandai pada tingkat persediaan barang jadi,
karena produksi dijadwalkan sebagai respons terhadap permintaan pelanggan
bukannya proyeksi berdasarkan tahun-tahun sebelumya.
Ketika perusahaan beralih dari produksi massal ke produksi ramping,
maka perusahaan tersebut akan mengurangi tingkat persediaan yang ada. Efek
perubahan ini sering menyebabkan peningkatan yang ditandai dengan adanya
biaya-biaya didalam tahun transisi ke akuntansi ramping.
Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan yang telah mengadopsi teknik
produksi ramping akan mengadvokasi pendampingan laporan keuangan
tradisional berdasarkan GAAP dengan laporan tambahan yang didasarkan
pada prinsip-prinsip akuntansi ramping.
Troughtput: Sebuah ukuran efektivitas produksi.
Troughtput menunjukkan jumlah unit barang yang diproduksi dalam suatu
periode waktu tertuntu.
Troughtput = (total unit diproduksi / waktu pemrosesan) x (waktu
pemrosesan / total waktu) x (unit barang / total unit)

8
Kapasitas produktif, menunjukkan jumlah unit maksimum yang dapat
diproduksi dengan menggunakan produksi saat ini. Waktu pemrosesan
produktif adalah mengindikasikan persentase total waktu produksi yang
digunakan untuk membuat produk tersebut. Yield menunjukkan persentase
unit barang (yang tidak cacat) yang dihasilkan.
Ukuran pengendalian kualitas
Biaya pengendalian kualitas dapat dibagi kedalam empat area sebagai berikut.
1. Biaya pencegahan
2. Biaya inspeksi
3. Biaya kegagalan internal
4. Biaya kegagalan eksternal
Tujuan utama dari pengendalian kualitas adalah untuk mendapatkan
yang baik pertama kali dengan memproduksi produk yang memenuhi
spesifikasi pelanggan. Pengendalian kualitas yang ditingkatkan juga dapat
membantu perusahaan menjadi lebih hijau