Anda di halaman 1dari 2

Pada pemeriksaan radiografi, kriteria klinis keberhasilan perawatan endodontik dilihat dari tidak

adanya lesi radiolusens apikal (lesi yang ada saat perawatan telah hilang/tidak terbentuk lesi baru
yang sebelumnya tidak ada). Selain itu dilihat dari adanya eliminasi atau tidak terbentuknya area
rarefaksi selama minimal satu tahun pasca perawatan saluran akar.

Sedangkan kriteria klinis kegagalan perawatan endodontik dilihat dari lesi radiolusens apikal yang
ukurannya membesar dan terbentuk setelah perawatan.

Dalam pemeriksaan radiografi, perlu diperhatikan apakah lesi radiolusens apikal tidak membesar
atau mengecil. Lesi radiolusens dianggap tidak sembuh bila tidak ada perbaikan setelah lebih dari
satu tahun (bila menetap, dianggap berhasil; bila gagal biasanya membesar).

Regenerasi radiografi menyeluruh tidak selalu terjadi. Ada variasi dalam tampilan radiografi yang
dianggap sebagai penyembuhan :

Lesi periradikular luas mungkin tidak ber-regenerasi sempurna dengan susunan tulang normal
tapi cenderung menetap sebagai ruang ligamen periodontal yang lebih besar dari normal.
Ada pola trabekula yang berbeda atau lamina dura yang tidak terbentuk sempurna.

Untuk menghindari positif atau negatif palsu dalam pemeriksaan radiografi, harus ada konsistensi
dalam :

1. Jenis film
2. Waktu paparan
3. Sudut tabung
4. Pencucian film

Kesalahan Radiografik

Dalam kondisi bebas gejala, satu-satunya tanda penyakit endodontik adalah adanya
radiolusensi periapeks dan ini mungkin merupakan temuan radiografik insidental. Misalnya, pada
sistem saluran akar nekrotik yang terinfeksi dengan keterlibatan periodontitis apikalis kronis (Gambar
1). Namun, harus diingat bahwa tidak semua radiolusensi menandakan adanya kelainan. Misalnya,
gambaran radiografik foramen mentale mungkin dapat disalahartikan sebagai lesi (Gambar 2).

Gambar 1 : Radiolusensi periapeks yang luas pada gigi bebas gejala.


Gambar 2 : Penampakan radiografik foramen mentale (panah kuning)

dapat disalahartikan sebagai kelainan apeks.

Selain itu, pemeriksaan radiografik dapat mengungkapkan lesi radiografik yang tidak
berhubungan dengan keluhan pasien, tetapi berada pada daerah yang sama dengan keluhan; ini
dapat salah dihubungkan dengan gejala atau temuan klinis yang ada. Hal ini dapat menyebabkan
kesalahan diagnosis, dan kemungkinan melakukan perawatan yang salah.

Diagnosis banding lesi radiografik bergantung pada lokasi, ukuran, bentuk, radiodensitas,
outline, dan efek pada struktur sekitar.

Sumber :

Barnes, Justin J., dan Shanon Patel. 2016. Prinsip Endodontik. Jakarta : EGC.