Anda di halaman 1dari 5

SUPPLY, DEMAND AND GOVERNMENT POLICIES

Wirawan Setiadi

Dalam sistem pasar bebas, pasar tidak diatur. Kekuatan pasar membangun keseimbangan harga
dan jumlah pertukaran. Penjual dan pembeli berjumlah banyak dan keduanya mengetahui
informasi dengan baik, free exit dan free entry, sehingga didapatkan harga pasar atau market
price secara alami. Ketika kondisi kesetimbangan mungkin efisien, tapi dimungkinkan tidak
semua orang puas. Sehingga diperlukan adanya Kontrol Pasar melalui kebijakan-kebijakan
(peraturan) untuk melindungi konsumen dan produsen. Kontrol yang berlaku di pasar adalah
Kontrol Harga, biasanya berlaku ketika pembuat kebijakan (pemerintah) percaya harga pasar
tidak adil untuk pembeli atau penjual.
Peran pemerintah dalam kebijakan kontrol harga dalam ekonomi mikro dapat dilakukan dengan
dua cara yaitu intervensi secara langsung dan secara tidak langsung. Intervensi secara langsung
terdiri dari penetapan harga tertinggi/maksimum dan harga terendah/minimum, sedangkan
intervensi secara tidak langsung contohnya seperti penetapan pajak.

Ceiling Price (Harga Tertinggi)


Ceiling price adalah harga maksimum yang ditetapkan atas barang yang akan dijual. Kondisi
tersebut terjadi saat permintaan lebih besar dari kuantitas penawaran. Ceiling price dilakukan
pemerintah untuk melindungi konsumen dari gejolak harga yang dianggap terlalu tinggi diluar
batas daya beli masyarakat (konsumen). Contoh penetapan harga maksimum di Indonesia
antara lain harga obat-obatan diapotek, harga BBM, dan tarif angkutan atau transportasi seperti
tiket bus kota, tarif kereta api dan tarif taksi per kilometer. Di Indonesia juga dilakukan
penetapan HPS (harga patokan setempat) untuk harga semen.
Bentuk kebijakan lain yang pemerintah lakukan adalah melalui Operasi Pasar pada waktu
tertentu dengan menambah jumlah barang yang ditawarkan ke pasar. Contohnya seperti pada
operasi pasar bawang putih menjelang bulan Ramadhan di beberapa pasar tradisional di Jakarta
(13/5/2017) yang merupakan inisiasi BULOG (Badan Usaha Logistik) bersama Kementerian
Perdagangan, dengan harapan agar harga bawang putih tidak terlalu tinggi dan cenderung stabil
menjelang bulan puasa nanti (kompas.com, 2017). BULOG juga akan melakukan Gerakan
Stabilisasi Pangan, dengan melakukan Operasi Pasar untuk komoditi-komoditi pangan antara
lain Beras, Gula, Minyak Goreng, Daging, Bawang Merah dan Bawang Putih, serentak di
seluruh Indonesia, dengan harapan agar harga-harga pangan akan tetap stabil menjelang Bulan
Ramadhan (bisnis.com, 2017). Operasi pasar di Kabupaten Mempawah, 5 komoditas bahan
pokok yang dijual dalam operasi pasar adalah gula pasir seharga Rp 12.000 per Kg, beras Rp
9.500 per Kg, minyak kemasan sederhana Rp 900 ML Rp 11.000, bawang putih Rp 38.000 per
Kg dan daging beku Rp 80.000 per Kg (tribunnews.com, 2017).
Batas harga tertinggi pedagang cenderung untuk menekan penawaran barang karena harganya
dibawah harga keseimbangan pasar jadi pedagang tidak mendapatkan keuntungan yang lebih
besar atau bahkan bisa tidak mendapat untung sama sekali atau rugi. Sedangkan dari sisi
permintaan yaitu konsumen (masyarakat) cenderung akan lebih meningkat jumlah
permintaannya karena harga yang ditawarkan lebih rendah dari harga keseimbangan pasar.
Kekurangan yang ditimbulkan oleh ceiling price dapat menimbulkan kelangkaan karena
jumlah permintaan lebih banyak dari jumlah penawaran. Jika hal ini tidak diatasi dapat
menyebabkan munculnya pasar gelap (black market). Tetapi, ceiling price juga bermanfaat
untuk menjaga harga tidak terus melambung tinggi, sehingga konsumen tidak kehilangan daya
beli. Dari ceiling price ini juga akan memungkinkan terjadinya impor barang dari luar
negeri karena kurangnya pasokan barang dalam negeri. Kasusnya seperti kejadian pada
mahalnya harga bawang putih di bulan Ramadhan yang disebabkan kurangnya pasokan
(kebutuhan tinggi, tapi produksinya rendah) sehingga penambahan disiasati dengan bawang
putih impor (harianjogja.com, 2017). Penetapan harga eceran tertinggi sendiri baru-baru ini
juga menimbulkan polemik menyusul adanya kekhawatiran di kalangan pelaku usaha beras
usai kasus yang menimpa PT Indo Beras Unggul (IBU). Sehingga dalam penetapan harga
eceran tertinggi perlu dilakukan pembahasan bersama dengan para pemangku kepentingan agar
tidak terjadi kesalahan pemerintah dalam membuat aturan (beritagar.id, 2017).

Floor Price (Harga Terendah)


Floor price adalah harga eceran terendah yang ditetapkan atas barang yang akan dijual.
Kebijakan harga terendah biasa digunakan pada saat ditemukan kapasitas produksi di pasar
terlalu sedikit sehingga kuantitas barang beredar di pasar lebih rendah dari permintaan pasar,
hal ini dikarenakan terlalu rendah nya harga jual yang ada di pasar, sehingga selisih harga
produksi dengan harga jual pasar terlalu kecil. Hal ini menyebabkan produsen takut untuk
memperbanyak kapasitas produksi dikarenakan harga jual yang rendah dan supplier cenderung
menyimpan barang mereka menunggu harga pasar pulih kembali. Atau pada kondisi dimana
saat permintaan lebih rendah dari pada kuantitas penawaran atau melimpahnya penawaran
barang tersebut di pasar.
Penetapan harga terendah atau harga dasar yang dilakukan oleh pemerintah bertujuan untuk
melindungi produsen, terutama biasanya ditujukan untuk produk dasar pertanian. Misalnya
pemerintah menetapkan harga terendah pembelian gabah kering dari para petani. Hal ini
dilakukan supaya tidak ada tengkulak (orang/pihak yang membeli dengan harga murah dan
dijual kembali dengan harga yang mahal) yang membeli produk tersebut diluar harga yang
telah ditetapkan pemerintah. Rincian contoh harga terendah terbaru yaitu Gabah Kering Panen
(Harga Acuan Pembelian di Petani) Rp 3.700 per kg, Gabah Kering Giling (Harga Acuan
Pembelian di Petani) Rp 4.600 per kg (kumparan.com, 2017). Jika pada harga tersebut tidak
ada yang membeli, pemerintah akan membelinya melalui BULOG kemudian didistribusikan
ke pasar.
Contoh lain adalah Penetapan kebijakan stabilisasi tujuh komoditas pangan tertuang dalam
Permendag No 63/M-DAG/ PER/09/2016 tentang Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga
Acuan Penjualan di Konsumen. Penetapan ini sekaligus sebagai tindak lanjut amanat Perpres
No 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang
Penting. Terdapat tujuh komoditas yang ditetapkan harga acuannya, yakni beras, jagung,
kedelai, gula, bawang merah, cabai, dan daging sapi. Harapannya adalah agar para petani lebih
sejahtera dengan mempertimbangkan struktur biaya yang wajar dan mencakup biaya produksi,
biaya distribusi, keuntungan dan atau biaya lain (http://id.beritasatu.com, 2016).
Contoh lainnya adalah Bupati Inhil, HM Wardan, pasca penyelenggaran Festival Kelapa
Internasional (FKI) tahun 2017 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengharapkan Pemerintah
Pusat menerbitkan regulasi tentang penetapan harga terendah komoditas kelapa. Kekhawatiran
disebabkan fluktuasi harga kelapa cukup tinggi, manakala produktifitas kelapa tidak
berbanding lurus dengan jumlah perusahaan industri pengolahan kelapa di Kabupaten yang
memiliki bentangan perkebunan kelapa terluas di Indonesia ini. Sehingga dengan adanya
standarisasi, fluktuasi harga jual komoditas kelapa yang terjadi dalam momen - momen tertentu
tidak lagi memberatkan para petani kelapa terutama di Kabupaten Inhil (harianriau.co, 2017).
Dengan batas harga terendah, pedagang cenderung untuk lebih banyak menawarkan barangnya
karena harganya di atas harga keseimbangan pasar sehingga pedagang mendapatkan
keuntungan yang lebih besar, sedangkan dari sisi permintaan yaitu konsumen (masyarakat)
cenderung akan lebih sedikit melakukan permintaan karena harga yang ditawarkan lebih tinggi
dari harga keseimbangan pasar. Floor price bermanfaat bagi produsen mendapatkan jaminan
atas harga yang lebih tinggi dari sebelumnya, sehingga ada keamanan untuk meningkatkan
kapasitas produksi yang melindungi produsen dari kerugian jadi ditentukan batas eceran
minimumnya.
Dapat dikatakan penetapan harga terendah akan memberikan pengaruh pada menaiknya harga
pasar, menciptakan kelebihan penawaran karena jumlah permintaan lebih sedikit dari jumlah
penawaran, menurunkan kuantitas yang diperjualbelikan, menaiknya atau menurunnya
penerimaan produsen yang bergantung pada elastisitas permintaan produk, menyebabkan
penumpukan barang dan rusaknya harga barang tersebut. Dengan kebijakan harga terendah
juga akan memungkinkan terjadinya ekspor barang dari dalam negeri karena lebihnya stock
barang dalam negeri.

Pajak
Pengaruh pajak terhadap pembentukan harga dan kuantitas yang dijual adalah pajak yang
dikenakan atas penjualan suatu barang menyebabkan harga jual barang tersebut naik. Sebab
setelah dikenakan pajak, produsen akan berusaha mengalihkan sebagian beban pajak tersebut
kepada konsumen, yaitu dengan menawarkan harga jual yang lebih tinggi, artinya harga
penawaran bertambah. Dengan harga penawaran yang bertambah tentunya kemampuan beli
konsumen akan menurun sehingga kuantitas yang dijual produsen atau diminta konsumen jadi
lebih kecil. Akibatnya harga keseimbangan yang tercipta dipasar menjadi lebih tinggi dan
jumlah keseimbangan lebih rendah. Hal tersebut dapat menurunkan aktivitas pasar.
Kebijakan penetapan pajak dilakukan oleh pemerintah dengan cara mengenakan pajak yang
berbeda-beda untuk berbagai komoditas. Misalnya untuk melindungi produsen dalam negeri,
pemerintah meningkatkan tarif pajak yang tinggi untuk barang impor. Kenaikannya bervariasi,
ada yang jadi 10 persen dan ada yang mencapai 150 persen dari harga dasar (cnnindonesia.com,
2015). Dengan tujuan agar konsumen membeli produk dalam dalam negeri yang harganya
relatif lebih murah sehingga melindungi industri dalam negeri. Namun kebijakan ini juga
dikhawatirkan memiliki dampak lain misalnya kalau suatu barang impor tak bisa digantikan
produk lokal maka orang akan belanja ke Singapura dan Malaysia. Karena di Singapura dan
Malaysia sudah sejak lama membebaskan bea masuk impor barang konsumsi seperti pakaian
dan lainnya. Bahkan Singapura memberikan pengembalian pajak atau tax refund bagi para turis
yang berbelanja di Singapura. Kebijakan ini justru akan mendorong masyarakat memilih
belanja ke Singapura, apalagi didukung dengan harga tiket pesawat ke dua negara itu yang
relative murah (finance.detik.com, 2015).
Dampak dari pengenaan pajak terkadang memang terasa sangat menguntungkan ataupun
merugikan. Pajak mengakibatkan kerugian berupa penuruan surplus produsen dan surplus
konsumen, namun di sisi lain dapat menguntungkan berupa penerimaan pajak bagi pemerintah.
Referensi
Alam, S. 2008. Ekonomi Jilid-1. Jakarta. Esis.
Dhita Mutiasari. 2017. http://pontianak.tribunnews.com/2017/06/06/stabilkan-harga-
komoditaspemkab-mempawah-gelar-operasi-pasar
Dian Febriyanto Putra. 2011. https://dianmiracle.wordpress.com/2011/11/05/ceiling-price-
and-floor-price/
Editorial Team. 2017. https://kumparan.com/wiji-nurhayat/pemerintah-tetapkan-harga-eceran-
tertinggi-semua-beras-rp-9-000-per-kg
Elisa Valenta Sari. 2015. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20150723105615-78-
67723/pemerintah-naikkan-bea-masuk-1151-barang-impor/
I Ketut Sawitra Mustika. 2017. http://www.harianjogja.com/baca/2017/06/14/komoditas-
pangan-tekan-harga-bawang-putih-operasi-pasar-segera-digelar-825118
Kurnia Sari Aziza. 2017.
http://nasional.kompas.com/read/2017/05/14/124447626/redam.lonjakan.harga.bawan
g.putih.bulog.gelar.operasi.pasar.
Mia Chitra Dinisari. 2017. http://finansial.bisnis.com/read/20170513/9/653257/harga-bawang-
putih-melonjak-bulog-gelar-operasi-pasar
Muhammad Nur Rochmi. 2017. https://beritagar.id/artikel/berita/ribut-beras-pemerintah-
batalkan-batasan-harga-tertinggi
Putong, I. 2015. Teori Ekonomi Mikro: Konvensional dan Syariah. Buku&Artikel Karya
Iskandar Putong.
Ragil Hadiwibowo. 2017. http://harianriau.co/mobile/detailberita/15878/hm-wardan-
harapkan-pusat-terbitkan-regulasi-penetapan-harga-terendah-komoditas-kelapa
Ridho Syukra dan Damiana N Simanjuntak. 2016.
http://id.beritasatu.com/agribusiness/mendag-tetapkan-harga-acuan-7-
komoditas/149977
Sugiarto, dkk. 2001. Ekonomi Mikro (Edisi Baru). Gramedia Pustaka Utama
Suhendra. 2015. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/2976734/pajak-barang-
impor-naik-ini-yang-dikhawatirkan-pengusaha-mal