Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM

OPERASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGAAIR

OPERASI TURBIN KAPLAN

Nama Anggota Kelompok : 1. Nur Hanifah Azzahra


2. Pintor Titus Bonata Pardede
3. Satriyanto Adhi Wicaksono
4. Siti Sofariyah
5. Sulaiman Fikran
6. Yeyet Handayani
7. Yudha Muhammad Fauzi
8. Yusuf Septiawan A.B.
Kelompok : 3 (tiga)
Tanggal Praktikum : 7 Oktober 2016
Tanggal Penyerahan Laporan :
Dosen Pembimbing : Arifia Ekayuliana, S.T., M.T.

PROGRAM STUDI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK

JURUSAN TEKNIK MESIN

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

2016

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur selalu kami haturkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kami
nikmat sehat dan kelancaran dalam menyelesaikan laporan Operasi Turbin Kaplan.
Laporan dibuat sebagai tanda bahwa kami telah mengikuti praktik mata kuliah Operasi
Pembangkit Tenaga Air (Turbin Kaplan), yang dilakukan di Laboraturium Energi dengan
peralatan yang ada di dalamnya. Praktik ditujukan untuk mengenalkan karakteristik turbin
Kaplan, bagaimana cara mengoperasikannya serta menganalisa data hasil pengukuran selama
percobaan.

Dalam kesempatan ini kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Arifia


Ekayuliana, S.T., M.T. selaku dosen pembimbing mata kuliah Operasi Pembangkit Tenaga
Air (Turbin Kaplan), dan mas Irfan yang telah membantu dalam pelaksanakan praktik ini.

Semoga dengan adanya laporan ini dapat menjadi referensi di masa hadapan, dan juga
menambah ilmu pada mata kuliah Operasi Pembangkit Tenaga Air (Turbin Kaplan), baik
dalam analisa data maupun karakter turbin Kaplan itu sendiri. Selanjutnya kami pum
memohon maaf apabila adanya kekurangan-kekurangan pada laporan ini, semoga kekurangan
yang ada kedepannya dapat disempurnakan.

Depok, 13 oktober 2016

ii
DAFTAR ISI

KATAPENGANTAR ............................................................................................................... ii

DAFTAR ISI............................................................................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang ................................................................................................................. 1


I.2. Tujuan Praktikum............................................................................................................. 1
I.3. Pelaksanaan ..................................................................................................................... 1
BAB II LANDASAN TEORI

II.1. Dasar Teori Turbin Kaplan ............................................................................................ 2


II.2. Keuntungan dari Turbin Kaplan ..................................................................................... 3
II.3. Kerugian dari Turbin Kaplan .......................................................................................... 3
II.4. Formula pada Pengoperasian Turbin Kaplan ................................................................. 3
BAB III PROSEDUR PRAKTIKUM

III.1. Peralatan Praktikum ...................................................................................................... 5


III.2. Persiapan Pengoperasian .............................................................................................. 6
III.3. Prosedur Start Up .......................................................................................................... 6
III.4. Prosedur Shutdown ....................................................................................................... 7
III.5. Penjelasan Rangkaian ................................................................................................... 7
III.6. Gambar Rangkaian ....................................................................................................... 8
BAB IV HASIL PRAKTIKUM

IV.1. Data Pengukuran ........................................................................................................... 9


IV.2. Analisa Data ................................................................................................................ 10
BAB V PENUTUP

V.1. Kesimpulan ................................................................................................................... 16


V.2. Saran ............................................................................................................................. 16
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................... xvii

iii
BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) merupakan salah satu pembangkit non termal
dan juga termasuk pembangkit yang renewable energy. Cara kerjanya adalah memanfaatkan
energi potensial pada air yang kemudian dikonversikan menjadi energi mekanik. Energi
mekanik inilah yang selanjutnya akan memutar poros (batang penyambung) pada generator
sehingga menghasilkan energi listrik. Listrik tersebut akan didistribusikan kepada konsumen
yang nantinya digunakan untuk kebutuhan sehari hari.

PLTA bekerja berdasarkan tinggi jatuh dan debit air suatu reservoir. Dari sinilah
dapat diklasifikasikan jenis jenis turbin air, ada tiga jenis turbin air yang biasa dipakai yaitu
turbin pelton, francis dan Kaplan. Turbin Kaplan adalah peralatan mekanik yang berfungsi
mengonversikan energi potensial air menjadi energi mekanik. Turbin ini efektif bekerja pada
ketinggian jatuh air yang rendah sekitar namun dengan debit air yang tinggiberkisar . Turbin
kaplan memiliki bentuk menyerupai kipas denagn alur aliran air .

I.2 Tujuan Praktikum


Dengan dilakukannya praktikum ini diharapakan:
Mahasiwa dapat memahami fungsi turbin kaplan dan dapat menjelaskan perbedaan
antara turbin aksi dan reaksi
Mahasiswa dapat mengukur flow rate, kecepatan turbin dan torsi pada heead yang
berbeda
Mahasiswa dapat menyelidiki head discharge dan head power pada karakteristik
turbin
I.3 Pelaksanaan

Praktikum ini merupakan kegiatan dari mata kuliah operasi unti pembangkit listrik
tenaga air (Turbin Kaplan). Adapun rinciannya sebagai berikut:

Mata Kuliah : Operasi PLTA (Turbin Kaplan)


Tempat : Lab Konversi Energi, Area PLTA
Waktu : 7 Oktober 2016

1
BAB II

LANDASAN TEORI

II.1 Dasar Teori Turbin Kaplan


Turbin adalah perangkat hidro-mekanik yang
dapat mengonversikan energi dalam air (kecepatan
dan tekanan) menjadi energi kinetik. Turbin Kaplan
didesain untuk aliran yang besar dan Head yang
bervariasi.
Turbin Kaplan adalah turbin air jenis
propeller. Turbin ini dikembangkan pada tahun
1913 oleh profesor Austria, Viktor Kaplan yang
mengombinasikan baling baling yang dapat
diadjust dengan otomatis disesuaikan dengan
gerbang gawang (wicket gates) untuk mencapai
efisiensi melalui berbagai tingkat dan aliran air.
Turbin Kaplan merupakan evolusi dari turbin Francis. Penemuannya menyebabkan
listrik dapat diproduksi secara efisien dengan menggunakan head yang rendah yang tidak
mungkin dapat dicapai dengan turbin Francis. Tinggi head berkisar 10 70 meter dan output
daya 5 200 MW. Diameter Runner adalah antara 2 dan 11 meter. Kisaran rotasi turbin
adalah 79 429 rpm.
Instalasi turbin Kaplan dipercaya dapat menghasilkan kekuatan yang paling optimal
jika head nominalnya adalah 34.65. Turbin Kaplan saat ini sudah banyak digunakan di
seluruh dunia dalam high-flow, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan head rendah.
Efisiensi turbin Kaplan biasanya lebih dari 90%, namun mungkin lebih rendah jika headnya
sangat rendah.
Tidak berbeda dengan turbin francis, turbin kaplan cara kerjanya menggunakan
prinsip reaksi. Turbin ini mempunyai roda jalan yang mirip dengan baling baling pesawat
terbang. Bila baling baling pesawat terbang berfungsi untuk menghasilkan gaya dorong,
roda jalan pada kaplan berfungsi untuk mendapatkan gaya F yaitu gaya putar yang dapat
menghasilkan torsi pada poros turbin.
Berbeda dengan roda jalan pada francis, sudu sudu pada roda jalan kaplan dapat
diputar posisinya untuk menyesuaikan kondisi beban turbin. Turbin kaplan banyak dipakai
pada instalasi pembangkit listrik tenaga air sungai, karena turbin ini mempunyai kelebihan

2
dapat menyesuaikan head yang berubah ubah sepanjang tahun. Turbin kaplan dapat
beroperasi pada kecepatan tinggi sehingga ukuran roda turbin lebih kecil dan dapat dikopel
langsung dengan generator. Pada kondisi beban tidak penuh, turbin kaplan mempunyai
efisiensi paling tinggi, hal ini dikarenakan sudu sudu turbin kaplan dapat diatur
menyesuaikan dengan beban yang ada.

II.2. Keuntungan dari Turbin Kaplan


- baling-baling turbin Runner yang dapat disesuaikan
- hanya diperlukan head yang rendah
- memiliki jumlah head yang sangat kecil dari pisau 3 sampai 8

II.3. Kekurangan dari Kaplan Turbine


- disposisi poros hanya dalam arah vertikal
- diperlukan laju aliran yang sangat besar
- generator bekerja lebih keras

II.4. Formula pada Pengoperasian Turbin Kaplan


1. Pengukuran Daya Motor
P = T . [Watt]
T = F . l [Nm]
2 []
=
60 []

2. Pengukuran Debit Aliran Orifice Plate


2 (12)
Q=A.C


C= 4
(0)
1

3. Pompa
P = . . []

=

3
4. Turbin

Output turbin dihitung dengan formula: Efisiensi Turbin =

P = 9.81 x Q x H x t kW
Ph = . . .
Di mana :
Q = debit air, m3/detik
H = efektif head, m
t = efisiensi turbin
= 0.8 - 0.85 untuk turbin pelton
= 0.8 - 0.9 untuk turbin francis
= 0.7 - 0.8 untuk turbin crossfiow
= 0.8 - 0.9 untuk turbin propeller/kaplan

5. Generator
Daya Mekanik pada Generator
P = T . [Watt]
Daya Listrik pada Generator
P = V . I [Watt]

4
BAB III

PROSEDUR PRAKTIKUM

III.1 Peralatan Praktikum


a.) Gambar disamping adalah
Power Supply DC, alat ini
memiliki banyak fungsi yaitu:
berguna untuk menurunkan
tegangan yang dihasilkan
generator; berguna juga sebagai
penyearah dari tegangan AC
menjadi tegangan DC; juga
berfungsi untuk menstabilkan
sinyal gelombang yang
dihasilkan. Output yang akan
diberikan adalah tegangan DC
yang stabil.

b.) Breadboard (Project Board) di


samping berfungsi untuk tempat
membuat rangkaian elektronika,
pada Breadboard di samping
terdapat lampu, saklar,
amperemeter dan voltmeter.

c.) Main panel PLTA berguna


untuk memonitoring kondisi
PLTA.

5
d.) Kedua gambar di atas adalah
gambar alat ukur tekanan, pada
sebelah kiri adalah Manometer
Bourdon dan pada sebelah kanan
adalah Manometer Inclined.

e.) Ini adalah gambar motor AC


yang digunakan untuk
memutarkan impeller pada
pompa.

III.2 Persiapan Pengoperasian


1. Menyediakan alat tulis untuk mencatat data-data yang di amati
2. Menyediakan lat ukur yang di perluakan
3. Memyediakan peralatan yang telah di tentukan
4. Memeriksa kesiapan mesin

III.3 Prosedur Start Up


1. Nyalakan MCB turbin kaplan dengan mengubah ke mode start (naikkan tuas ke atas)
2. Rangkailah rangkaian diagram turbin kaplan pada control panel
3. Nyalakan kontak kunci ke mode ON (putar ke kanan)
4. Seting control paneldengan mengubah engkol ke mode ON (naikan tuas ke atas)

6
5. Atur regulasi eksitasi 0,2 [A]
6. Nyalakan dan setting pompa dengan putaran rendah (tekan tombol warna kuning)
7. Buka penuh katup aliran pompa (full)
8. Atur sudu turbin sesuai praktik untuk percobaan (5, 10, 15, 20, 25, 30)
9. Catatlah tekanan pompa, tekanan turbin, debit, tegangan, arus, torsi serta putaran
pada generator.
10. Lakukanlah percobaan tersebut
11. Selama tiga kali untuk menghasilkan data yang sesuai.

III.4 Prosedur Shut Down


1. Turunkan bukaan sudu turbin hingga 0o (keadaan sudu turbin menutup)
2. Turunkan bukaan katup pompa hingga 0o
3. Turunakn regulasi eksitasiperlahan hingga 0 ampere
4. Memberhentikan kerja pompa (push button dan tuas pompa keadaan off)
5. Mematikan kontak kunci ke dalam keadaan OFF (putar ke kiri)
6. Lepaskan kabel pada rangakian

III.5 prosedur pemasangan Rangkaian

1. Sambungkan kabel dari A1 ke beban (load)


2. Sambungkan kabel dari beban (load) ke F2
3. Sambungkan kabel dari A2 ke F1
4. Sambungkan kabel dari D1 ke Amperemeter (+)
5. Sambungkan kabel dari Suplai eksitasi (-) ke Amperemeter (-)
6. Sambungkan kabel dari D2 ke suplai eksitasi (+)
7. Sambungkan kabel dari Suplai eksitasi (+) ke Suplai DC (+)
8. Sambungkan kabel dari Suplai eksitasi (-) ke Suplai DC (-)
9. Sambungkan kabel dari Suplai DC (+) ke Trafo Tegangan 220 V (+)
10. Sambungkan kabel dari Suplai DC (-) ke Trafo tegangan 220 V (-)

7
III.6. Gambar Rangkaian

8
BAB IV

HASIL PRAKTIKUM

IV.1. Hasil PercobaanPengoperasian Turbin Kaplan

tekanan pompa tekanan


debit GENERATOR
Posisi guide [kg/cm2] turbin
vane H1 H2
[L/s] H5 H6 V I torsi n (rpm)
(mH2O) (mH2O)
Praktek Pertama
0 -0,2 0,8 10 6,3 0,6 0 0,8 0,6 264
5 -0,1 0,8 17 6,3 0,6 10 0,9 0,6 293
10 -0,1 0,8 20 6 0,6 50 1,3 0,5 569
15 0 0,6 24 5,5 0,6 95 1,6 0,5 825
20 0 0,6 32,5 5 0,6 105 1,8 0,4 964
25 0 0,53 39 4,5 0,6 120 1,8 0,3 1027
30 0 0,5 44 4 0,6 120 1,85 0,3 1059
Praktek kedua
0 -0,2 0,85 17 6,8 0,6 0 0,8 0,6 248
5 -0,1 0,85 17 6,5 0,6 10 0,9 0,6 277
10 -0,1 0,8 20 6 0,6 50 1,3 0,6 565
15 -0,1 0,7 24 5,3 0,6 95 1,6 0,5 814
20 0 0,6 35 4,9 0,6 105 1,8 0,4 950
25 0 0,55 40 4,4 0,6 120 1,8 0,4 1037
30 0 0,5 44 4,1 0,6 120 1,9 0,4 1065
Praktek Ketiga
0 -0,2 0,8 15 6,5 0,6 0 0,8 0,6 254
5 -0,2 0,8 15 6,5 0,6 10 0,9 0,6 261
10 -0,1 0,75 20 6 0,6 50 1,3 0,6 564
15 -0,1 0,65 25 5,5 0,6 95 1,6 0,5 783
20 0 0,6 32 5 0,6 110 1,8 0,4 913
25 0 0,53 41 4,4 0,6 120 1,85 0,4 1024
30 0 0,5 44 4,1 0,6 120 1,9 0,3 1060

9
IV.2. Analisa Data

a. Data Percobaaan pertama

N P Pm PL
H P P pump motor gen
motor turbin Gen gen %
[Nm] [M] [M] [W] [W] {rad/s] [rad/s] [W] [W]
1400 78 57 780 570 146.3 27.63 16.58 0 73.1
1400 79 57 1343 969 146.3 30.67 18.4 9 72.2
1400 79 54 1580 1080 146.3 59.5 29.78 65 68.4
1400 60 49 1440 1176 146.3 86.35 43.18 152 81.7
1400 60 44 1950 1430 146.3 100.89 40.36 189 73.3
1400 53 39 2067 1521 146.3 107.49 32.25 216 73.6
1400 50 34 2200 1496 146.3 110.84 33.25 222 68

Perhitungan data percobaan 2 pada posisi Phturbin = P turbin x Q


Guide Vane 00:
= 57 [kPa] x 10 [L/s]
Diketahui : H1 = (-0.2) [mH2O]
H2 = 0.8 [kg/cm2] = 570 [W]
H5 = 6.3 [mH2O]
Ph pompa = P pompa x Q
H6 = 0.6 [mH2O]
Q = 10 [ L/S ] = 78 [kPa] x 10 [L/s]
V =0
I = 0.8 [A] = 780 [W]
Tgen = 0.6 [Nm]
Pl generator =VxI
N mtr = 1400 [rpm]
N gen = 264 [rpm] = 0 [V] x 0.8 [A]
Penyelesaian : =0
P pompa= H2- H1
Pm generator = genx gen
= (80 2) [kPa]
= 27.63 x 0.6
= 78 [kPa]
= [W]
P turbin = H6 H5
= (6.3 0.6) [mH2O] hidrolik = (Ph turbin /Ph pump) x 100%

= 5.7 [mH2O] = (570 / 780) x 100%


= 57 [kPa] = 0.731x 100%
motor = (2 n-mtr) / 60 = 73.1 %
= (2 1400) / 60
= 146.33 [rad/s] Perhitungan pada posisi guide vane 5
generator = (2 n-gen) / 60 300 itu sama dengan posisi guide vane
= (2 264) / 60 00 maka tinggal dihitung sesuai data
= 27.63 [rad/s] percobaannya.

10
Grafik Analisa Data Pertama
2400
DAYA POMPA DAN DAYA TURBIN

2200
2000 2200
1800 2067
1950
1600
1400 1580 1521 1496
1200 1440 1430
1343
1000 1176
800 1080
969
600 780
400 570
200
0
10 17 20 24 32.5 39 44
DEBIT

P pump [W] P turbin [W]

Gambar 4.1. Grafik aliran air terhadap efisiensi, daya pompa dan daya

hidrolik turbin Percobaan 1

Analisa percobaan 1 adalah:

Dari grafik aliran terhadap daya pompa dan turbin terlihat bahwa adanya peningkatan
nilai daya untuk tiap pertambahan debit air. Namun untuk daya pompa pada posisi bukaan
guide vane250 yakni pada debit air 24 [L/s] terjadi penurunan. Dan untuk efisiensi daya
hidrolik terlihat stabil dengan nilai rata ratanya adalah 72.88%. Daya listrik yang
dihasilkan generator meningkat pada tiap posisi bukaan guide vane.

11
b. Data Percobaan Kedua

N P PL
H P P pump motor gen Pm Gen
motor turbin gen
[Nm] [M] [M] [W] [W] {rad/s] [rad/s] [W] [W] %
1400 83 62 1411 1054 146.533 25.957 15.574 0 74.7
1400 84 59 1428 1003 146.533 28.992 17.396 9 70.2
1400 79 54 1580 1080 146.533 59.137 35.482 65 68.3
1400 69 47 1656 1128 146.533 85.198 42.599 152 68.1
1400 60 43 2100 1505 146.533 39.773 15.909 189 71.7
1400 55 38 2200 1520 146.533 108.54 43.415 216 69.1
1400 50 35 2200 1540 146.533 111.47 44.588 228 70

Perhitungan data percobaan 2 pada posisi Phturbin = P turbin x Q


Guide Vane 00:
= 62 [kPa] x 17 [L/s]
Diketahui : H1 = (-0.2) [mH2O]
H2 = 0.85 [kg/cm2] = 1054 [W]
H5 = 6.8 [mH2O] Ph pompa = P pompa x Q
H6 = 0.6 [mH2O]
Q = 17 [ L/S ] = 83 [kPa] x 17 [L/s]
V =0
= 1411 [W]
I = 0.8 [A]
Tgen = 0.6 [Nm] Pl generator =VxI
N mtr = 1400 [rpm]
N gen = 248 [rpm] = 0 [V] x 0.8 [A]
Penyelesaian :
=0
P pompa= H2- H1
Pm generator = genx gen
= (85 2) [kPa]
= 83 [kPa] = 25.957 x 0.6

P turbin = H6 H5 = 15.574 [W]


= (6.8 0.6) [mH2O] hidrolik = (Ph turbin /Ph pump) x 100%
= 6.2 [mH2O]
= (1054 / 1411) x 100%
= 62 [kPa]
= 0.747x 100%

motor = (2 n-mtr) / 60 = 74.7 %


= (2 1400) / 60
Perhitungan pada posisi guide vane 5
= 146.33 [rad/s]
300 itu sama dengan posisi guide vane
generator = (2 n-gen) / 60
00 maka tinggal dihitung sesuai data
= (2 248) / 60
percobaannya.
= 25.957 [rad/s]

12
Grafik Analisa Data Kedua
2400
DAYA POMPA DAN DAYA TURBIN

2200
2000 2200 2200
2100
1800
1600
1400 1656
1580 1521
1428 1430 1496
1200 1411
1000 1176
800 1080
969
600
400 570
200
0
17 17 20 24 35 40 44
DEBIT

P pump [W] P turbin [W]

Gambar 4.2. Grafik aliran air terhadap daya pompa dan daya

hidrolik turbin Percobaan 2

Analisa percobaan 2 adalah:

Percobaan dilakukan berdasarkan posisi bukaan guide vane antara 00 - 300. Terlihat
dari grafik aliran air terhadap daya pompa dan turbin menunjukan bahwa adanya
peningkatan daya hidrolik pompa dan turbin pada tiap penambahan debit air. Hal ini
terjadi adanya pengaruh dari posisi bukaan guide vane. Untuk nilai efisiensi hidrolik
terlihat dari grafik menunjukan kestabilan dengan nilai rata rata berkisar 70.3%. Dan
untuk daya listrik yang dihasilkan generator juga mengalami peningkatan sebab putaran
poros turbin yang dikoplingkan ke poros generator bertambah besar.

13
c. Data Percobaan Ketiga

N P Pm PL
H P P pump motor gen
motor turbin Gen gen %
[Nm] [M] [M] [W] [W] {rad/s] [rad/s] [W] [W]
1400 78 59 1170 885 146.3 26.6 15.6 0 75.6
1400 78 59 1170 885 146.3 27.3 16.4 9 75.6
1400 74 54 1480 1080 146.3 59 35.4 65 72.9
1400 64 49 1600 1225 146.3 81.9 40.9 152 76.6
1400 60 44 1920 1408 146.3 95.6 38.2 198 73.3
1400 53 38 2173 1558 146.3 107.2 42.9 222 71.7
1400 50 35 2200 1540 146.3 110.9 33.3 228 70

Perhitungan data percobaan 2 pada posisi Phturbin = P turbin x Q


Guide Vane 00:
= 59 [kPa] x 15 [L/s]
Diketahui : H1 = (-0.2) [mH2O]
H2 = 0.8 [kg/cm2] = 885 [W]
H5 = 6.5 [mH2O] Ph pompa = P pompa x Q
H6 = 0.6 [mH2O]
Q = 15 [ L/S ] = 78 [kPa] x 15 [L/s]
V =0
= 1170 [W]
I = 0.8 [A]
Tgen = 0.6 [Nm] Pl generator =VxI
N mtr = 1400 [rpm]
N gen = 254 [rpm] = 0 [V] x 0.8 [A]
Penyelesaian :
=0
P pompa= H2- H1
Pm generator = genx gen
= (80 2) [kPa]
= 78 [kPa] = 26.58 x 0.6

P turbin = H6 H5 = 15.951 [W]


= (6.5 0.6) [mH2O] hidrolik = (Ph turbin /Ph pump) x 100%
= 5.9 [mH2O]
= (885/1170) x 100%
= 59 [kPa]
= 0.756x 100%

motor = (2 n-mtr) / 60 = 75.6 %


= (2 1400) / 60
Perhitungan pada posisi guide vane 5
= 146.33 [rad/s]
300 itu sama dengan posisi guide vane
generator = (2 n-gen) / 60
00 maka tinggal dihitung sesuai data
= (2 254) / 60
percobaannya.
= [rad/s]

14
Grafik Analisa Data Ketiga
2400
DAYA POMPA DAN DAYA TURBIN

2200
2000 2173 2200
1800
1920
1600
1400 1600 1558
1480 1540
1200 1408
1000 1170 1170 1225
800 1080
600 885 885
400
200
0
15 15 20 25 32 41 44
DEBIT

P pump [W] P turbin [W]

Gambar 4.3. Grafik aliran air terhadap daya pompa dan daya

hidrolik turbin Percobaan 3

Analisa percobaan 3 adalah:

Sama halnya dengan percobaan KE-1 dan ke-2, grafik yang dihasilkan oleh percobaan
ke-3 menunjukan adanya peningkatan daya hidrolik pompa dan turbin terhadap
bertambahnya debit air yang mengalir menuju turbin. Hal ini terjadi dengan adanya posisi
bukaan guide vane yang semakin lebar yakni 00 - 300. Selain itu efisiensi hidrolik yang
ditujukan oleh grafik cenderung stabil, dengan perolehan nilai rata rata 73.69%. Daya
listrik yang dihasilkan pun meningkat pada tiap kenaikan debit air yang diakibatkan
dengan adanya bukaan guide vane yang semakin lebar.

15
BAB V

PENUTUP

V.1. Kesimpulan

Grafik Efisiensi [%]


85.00

81.67
80.00
EFESIENSI [%]

76.56
75.00
73.33 73.58
72.97
71.67 71.70
70.00 70.00
69.09
68.35 68.12 68.00

65.00
20 25 32 41 44
DEBIT

Efisiensi Data 1 [%] Efisiensi Data 2 [%] Efisiensi Data 3 [%]

Dari hasil praktikum tersebut dapat disimpulkan bahwa efisiensi pada turbin kaplan
dapat berubah karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Beberapa diantaranya merupakan
perbedaan tekanan pompa yang dapat mempengaruhi kinerja pompa, apabila tekanannya
besar maka diperlukan pula daya yang lebih besar, sehingga dapat mempengaruhi efisiensi.
Selain itu penggunaan alat ukur yang dikalibrasi juga dapat mempengaruhi ketelitian dalam
menunjukkan data yang akurat.

Pada percobaan pertama rata rata memiliki efisiensi yang lebih besar dari data
percoban efisiensi kedua, akan tetapi pada data efisiensi ketiga mengalami peningkatan dari
data kedua. Hal ini menyimpulkan bahwa perolehan data percobaan ketiga mengalami
kesalahan

V.2. Saran

1. Sebelum memulai praktikum baca SOP yang sudah disediakan.


2. Minta panduan pada orang yang lebih berpengalaman jika tidak mengerti.
3. Melakukan pengecekan pada alat ukur dan peralatan sebelum memulai.
4. Presisi dan akurat dalam mencatat parameter pada alat ukur.

16