Anda di halaman 1dari 2

V Cara Mengawetkan Makanan

Sekarang ini memang banyak sekali cara untuk mengawetkan makanan baik cara
sederhana maupun cara yang sudah modern. Pengawetan makanan pada dasarnya membuat
makanan lebih tahan lama dengan menahan laju pertumbuhan mikroorganisme pada

makanan tersebut. Ada beberapa cara yang sudah dikenal dan digunakan oleh
masyarakat di seluruh dunia, yakni pengasinan, pendinginan, pengasapan, pengalengan,
pengeringan, dan pemanisan. Pengasinan merupakan cara yang lazim digunakan
masyarakat indonesia. Dari semua cara tersebut, tak semua cara bisa membuat awet makanan
selama berbulan bulan. Kecuali teknik pengalengan yang memang sudah menggunakan
cara modern yaitu diberi zat pengawet makanan jadi bisa membuat makanan tahan sampai
berbulan-bulan lamanya.

Pendinginan adalah cara yang paling dikenal oleh masyarakat pada umumnya
sebab cara ini sudah sering digunakan oleh masyarakat desa maupun perkotaan. Pada
dasarnya, konsep pendinginan adalah memasukkan makanan di sebuah tempat yang bersuhu
rendah. Kita dapat memanfaatkan kulkas. Di dalam kulkas kita dapat mengawetkan sosis,
sayur, daging, telur, buah, bahkan ikan. Kita juga bisa memakai wadah yang berisi es.
Wadah yang berisi es tersebut biasa dipakai para nelayan untuk mengawetkan ikan hasil
tangkapannya. Suhu pengawetan makanan dengan pendinginan antara -4 sampai 0
Celcius.

Cara pengasapan ialah menaruh makanan dalam sebuah wadah kotak yang
kemudian diasapi dari bawah. Cara pengawetan makanan ini sebenarnya tidak bisa
membuat makanan awet dalam jangka waktu lama karena cara ini masih dipadukan
dengan teknik pengasinan dan pengeringan.

Pengalengan termasuk paduan antara teknik kimiawi dan fisika. Teknik kimiawi
yaitu dengan cara memasukkan zat pengawet, sedangkan fisikannya dengan memasukkan
makanan ke dalam ruang ham pa udara. Makanan dimasukkan ke dalam kaleng
aluminium atau benda logam lainnya lalu diberi zat pengawet seperti garam, asam, atau
gula. Biasanya yang diawetkan dalam kaleng adalah sayur-sayuran, buah-buahan, ikan,
daging, susu, kopi, teh, dan lain-lain.

Teknik pengeringan dengan cara dijemur, dioven, atau dipanaskan. Prinsip


pengeringan menggunakan prinsip bahwa
mikroorganisme menyukai tempat yang lembab dan basah yang memiliki kadar air.
Jadi semakin kering makanan, mikroorganisme akan mati dan pembusukan tidak akan
terjadi.

Cara pengawetan makanan secara pemanisan yaitu dengan memasukkan makanan


ke dalam medium yang mengandun g gula dengan kadar konsentrasi sebesar 40%
untuk menurunkan kadar mikroorganisme. Jika kadar konsentrasinya 70%, maka
dapat mencegah kerusakan makanan. Contoh makanan yang diawetkan dengan cara ini
adalah susu, agar-agar, jeli, dan manisan buah.

Cara pengasinan tentu saja menggunakan bahan yang sering kita pakai yaitu garam
dapur. Maka dari itu cara ini bisa juga disebut dengan teknik penggaraman. Garam
merupakan zat yang bisa menghambat pertumbuhan mikroorganisme pembusuk. Cara
ini biasa digunakan pada masyarakat pesisir pantai untuk membuat ikan asin. Pembuatan
ikan asin ini juga merupakan paduan antara teknik pengeringan dan pengasapan.

Mikroorganisme merupakan penyebab terjadinya pembusukan makanan. Namun,


mikroorganisme juga bisa dihambat pertumbuhannya dengan cara memasukkan ke kulkas,
terjadi penyalahgunaan di bidang pengawetan ini. Ada yang menggunakan bahan formalin
untuk mengawetkan ikan, dengan alasan dengan penggaraman sulit digunakan pada
waktu musim penghujan karena tak banyak terik matahari. Padahal dengan menggunakan
formalin yang fungsi sebenarnya adalah untuk mengawetkan mayat ini tidak baik untuk
kesehatan. Dalam jangka pendek memang tak ada pengaruh langsung yang dapat dilihat
dengan mata. Namun dalam jangka panjang akan dapat menimbulkan kanker pada orang
yang mengonsumsi makanan dengan menggunakan formalin tersebut.

Sekarang banyak zat kimia yang digunakan dalam pengawetan makanan. Namun
alangkah baiknya jika penggunaan pengawetan makanan dengan zat kimia yang berbahaya
dikurangi mengingat bahaya yang ditimbulkan sangat berbahaya bagi kesehatan. Lebih baik
memakai zat alami yang prose n s pengawetannya yang sedikit memakan waktu daripada
memakai zat kimia yang proses pengawetanya instan namun berbahaya bagi kesehatan.

Sumber: http://adiozh.wordpress.com/2010/11/16/pengawetan-makanan/