Anda di halaman 1dari 6

LINEA ALBA DAN CHEEK BITING

DOSEN PEMBIMBING : DRG. GALUH ANGGRAINI

NAMA : ARIZKA SURAIDA

NIM : 04114707024

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

PALEMBANG
PULPA POLIP DAN GINGIVA POLIP

DOSEN PEMBIMBING : DRG. GALUH ANGGRAINI

NAMA : SHINTA WIDIA SARI

NIM : 04114707027

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

PALEMBANG
.PULPA POLIP DAN GINGIVA POLIP

Pulpitis hiperplastik kronis atau polip pulpa adalah suatu inflamasi pulpa produktif
yang disebabkan oleh suatu pembukaan karies luas pada pulpa muda. Gangguan ini ditandai
oleh perkembangan jaringan granulasi, kadang-kadang tertutup oleh epitelium dan
disebabkan karena iritasi tingkat rendah yang berlangsung lama.

Secara histopatalogis, permukaan polip pulpa ditutup epitelium skuamus yang


bertingkat-tingkat. Polip pulpa gigi decidui lebih mungkin tertutup oleh epitelium skuamus
yang bertingkat-tingkat atau berstrata daripada polip pulpa pada gigi permanen. Epitelium
semacam itu dapat berasal dari gingiva atau sel epitel mukosa atau lidah yang baru saja
mengalami deskuamasi. Jaringan di dalam kamar pulpa sering berubah menjadi jaringan
granulasi, yang menonjol dari pulpa masuk ke dalam lesi karies. Jaringan granulasi adalah
jaringan penghubung vaskular, muda dan berisi neutrofil polimorfonuklear, limfosit dan sel-
sel plasma. Jaringan pulpa mengalami inflamasi kronis. Serabut saraf dapat ditemukan pada
lapisan epitel.
Terbukanya pulpa karena karies yang lambat dan progresif merupakan penyebabnya.
Untuk pengembangan pulpitis hiperplastik diperlukan suatu kavitas besar yang terbuka, pulpa
muda yang resisten dan stimulus tingkat rendah yang kronis. Iritasi mekanis yang disebabkan
karena pengunyahan dan infeksi bakterial sering mengadakan stimulus.
Pulpitis hiperplastik kronis tidak mempunyai gejala kecuali selama mastikasi apabila
tekanan bolus makanan menyebabkan rasa yang tidak menyenangkan.
Usaha perawatan harus ditujukan pembuangan jaringan polipoid diikuti oleh
ekstirpasi pulpa, asalkan gigi dapat direstorasi. Jika massa pulpa hiperplastik telah diambil
dengan kuret periodontal atau ekskavator sendok, perdarahan dapat dikendalikan dengan
tekanan kemudian jaringan yang terdapat pada kamar pulpa diambil seluruhnya dan suatu
dresing formokresol ditumpatkan berkontak dengan jaringan pulpa radikular.
Kedalaman karies atau gigi berlubang terdiri dari beberapa macam. Mulai dari
lubang/karies pada lapisan Email yaitu lapisan paling luar gigi, jika dibiarkan akan semakin
dalam dan mencapai lapisan di bawahnya yaitu lapisan Dentin. Awal mula radang terjadi jika
lubang sampai pada lapisan ini. Hal ini ditandai dengan adanya rasa ngilu saat lubang
kemasukan makanan dan rangsangan manis, asam, dingin. Rasa ngilu berkurang jika
rangsang dihilangkan.
Di bawah lapisan dentin ditemui ruangan yang di dalamnya terdiri dari pembuluh
darah, kelenjar getah bening dan pembuluh saraf, yang disebut Ruang pulpa (Ruang saraf).
Jika kedalaman lubang/karies gigi mencapai bagian ini, akan mengalami rasa sakit yang amat
hebat, menetap, tajam dan spontan.
Jika lubang/karies itu dibiarkan tanpa perawatan, daya tahan tubuh akan membentuk
antibodi atau disebut pertahanan diri. Bila berlanjut dalam kurun waktu lama, maka akan
terjadi Pulpitis kronis Hiperplastik. Biasa disebut juga polip pulpa. Itu ditandai dengan
ditemukannya tonjolan jaringan granulomatosa yang keluar dari ruang pulpa.
Jaringan tersebut merupakan produk dari radang pulpa yang berasal dari pertambahan
jumlah sel ataupun pembesaran sel-sel pulpa yang berlangsung lama dan di dukung
vaskularisasijaringan pulpa. Mudah berdarah dan biasanya terasa sakit jika tertekan oleh
makanan.
Pemberian analgesik dan antibotik merupakan bentuk perawatan awal untuk
menghilangkan faktor penyebab. Lalu, dilanjutkan dengan perawatan saluran
akar (pulpektomy), yaitu dengan membersihkan dan menganggat jaringan tersebut.

Sedangkan gingiva polip adalah proliferasi jaringan gingiva yang berdekatan dengan
kerusakan atau karies gigi dapat berkembang biak ke dalam lesi karies dan bentuknya
menyerupai pulpitis hiperplastik.
Terdapat beberapa perbedaan antara gingival polip dan pulpa polip diantaranya

Pulpa polip Gingival Polip

1. Tangkai berasal dari kamar pulpa 1. Berasal dari gingiva


(karies yang perforasi)
2. Warna merah muda
2. Warna merah tua
3. Permukaan licin
3. Permukaan kasar tidak licin/berbonjol
4. Tidak mudah berdarah (ada epitel)
bonjol
5. Rasa sakit dengan hanya sedikit
4. Mudah berdarah (tidak ada epitel)
sentuhan
5. Rasa sakit
6. Terlihat adanya karies di proksimal
6. Rongten foto terlihat adanya perforasi
di pulpa

7. Sering pada anak anak, jarang pada


dewasa muda.
Sumber :

https://www.medify.com/conditions/gingival-polyp

http://emedicine.medscape.com/article/1076860-treatment

Bakar, Abu. Kedokteran Gigi Klinis. Quantum. Jogjakarta.