Anda di halaman 1dari 9

BAB 111

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskripsif dengan desain cross

sectional,dengan alasan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap mahasiswa Siswa-

siswi SMAN 3 banda aceh terhadap sinusitis tahun 2016 mengenai Sinusitis Maksilaris, yang

dilakukan dengan cara pengumpulan data pada saat itu juga (point time approach).16

3.2 Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 3 Banda Aceh dari bulan januari-februari 2016 .

3.3 Populasi Penelitian dan sampel penelitian

3.3.1 Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Siswa-Siswi Kelas X SMAN 3 Banda Aceh

Tahun 2015.Besar anggota populasi sebanyak 295 Siswa-Siswi.

3.3.2 sampel

Dengan teknik pengambilan sampel secara random sampling,yang mana setiap anggota

dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk diseleksi sebagai sampel.

Jumlah sampel dapat ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin:

N
n=
1+N (d2)
Keterangan:

N = besar populasi

n = besar sampel

d = tingkat kepercayaan / ketepatan yang diinginkan 0.1 (10%)

setelah dilakukan perhitungan maka didapatkan besar sampel sebanyak 75 orang.

3.3.3 Adapun kriteria inklusi yaitu:

1. seluruh Siswa-Siswi Kelas X SMAN 3 Banda Aceh yang tercatat sebagai siswaa-siswi.

2. Siswa-siswi klas X di SMAN 3 Banda Aceh yang hadir pada saat dilakukan penelitian.

3. Siswa-siswi klas X di SMAN 3 Banda Aceh yang berada di kelas x dan masih aktif

mengikuti proses belajar dan bersedia mengisi kuesioner

3.3.4 Adapun kriteria eksklusi yaitu:

1. Siswa-siswi klas X di SMAN 3 Banda Aceh yang tidak hadir pada saat dilakukan

penelitian

2. Siswa-siswi klas X di SMAN 3 Banda Aceh yang tidak mengisi identitas pada kuesioner

dan tidak bersedia mengisi kuesioner

3. yang bukan Siswa-siswi klas X di SMAN 3 Banda Aceh


3.4 Teknik Pengumpulan Data

3.4.1 Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sampel penelitian

(responden) dengan cara member kuesioner yang berisi pertanyaan sikap dan pengetahuan yang

dipandu oleh peneliti dan mengacu kepada variabel yang diteliti.

3.4.2 Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang didapatkan dari SMAN 3 Banda Aceh yang

berhubungan dengan jumlah dan karakteristik.

3.4.3 Metode Pengukuran Data

Pengukuran data dilakukan dengan menggunakan angket yang berbentuk

kuesioner sebagai alat ukur untuk mengukur setiap variabel.Kuesioner tersebut dikembangkan

sendiri oleh peneliti dengan mengacu pada tinjauan pustaka dan berdasarkan kerangka konsep

yang telah dipaparkan sebelumnya.Kuesioner terdiri dari :

1. Alat pengumpulan data bagian 1, merupakan identitas siswa atau siswi yang

terdiri dari nama,usia,jenis kelamin dan alamat.

2. Alat pengumpulan data bagian II, merupakan bagian pertanyaan untuk

mengetahui siswa atau siswi sedang pilek/ hidung tersumbat

3. Alat pengumpulan data bagian III, merupakan bagian pertanyaan yang bertujuan

untuk memenuhi sikap siswa atau siswi terhadap sinusitis maksilaris.

a. Tingkat pengetahuan dan sikap responden :


Tingkat pengetahuan dan sikap responden mengenai sinus maksilaris diukur

melalui 10 pertanyaan pengetahuan dan 10 pertanyaan sikap . Pengukuran

dilakukan dengan menggunakan system scoring sesuai dengan skala. Hasil

pengukuran dikatagorikan sebagai berikut :

Baik, jika responden menjawab seluruh pertanyaan dengan benar atau

mendapat skor sebesar 75%-100%.

Cukup, jika responden menjawab sebagian pertanyaan dengan benar atau

mendapat skor sebesar 56%-74%

Kurang, jika responden menjawab pertanyaan dengan skor sebesar < 55%

Dihitung dengan menggunakan rumus Slovin sebagai berikut:

N
n=
1+N (d2)

Keterangan:

N = besar populasi

n = besar sampel

d = tingkat kepercayaan / ketepatan yang diinginkan 0.1 (10%)

3.5 Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan adalah berupa lembar kuesioner yang diberikan kepada

responden yang terdiri dari 20 pertanyaan dengan cara 10 pertanyaan pengetahuan memberikan

tanda (x) pada salah satu jawaban yang menurutnya benar, dan 10 pertanyaan sikap dengan cara
ukur chek list, setuju atau tidak. Hasil ukurnya ada 3 yaitu baik, cukup, dan kurang. Skala

pengukurannya menggunakan skala ordinal.

3.6 Pengolaan dan Analisa Data

3.6.1 Pengolaan Data

Setelah data dikumpulkan maka langkah selanjutnya adalah pengolaan data.

Pengolaan data dijelaskan secara manual dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :

a. Editing

Pada tahap ini peneliti melakukan pemeriksaan semua kuesioner secara

telitti apakah semua pertanyaan telah dijawab oleh responden dengan lengkap

seperti memeriksa dan demografi, kesesuaian jawaban. Dari semua lembaran

kuesioner yang dikumpulkan tidak ditemukan ketidak lengkapan pengisian.

b. Cooding

Peneliti memberikan kode berupa angka yang telah disiapkan guna

mempermudah pengenalan serta pengolaan data. Kode data yang digunakan

dalam penelitian ini adalah kode responden secara berurutan sehingga

memudahkan pengolaan data.

c. Transfering

Pada tahap Transfering peneliti memasukan data yang telah disimpulkan

dari hasil kuesioner kedalam master table atau database computer. Data yang

telah diberih kode disusun secara berurutan dari responden pertama sampai

responden terrakhir untuk dimasukan kedalam table.


d. Tabulating

Pada tahap ini peneliti mengelompokan data berdasarkan katagori yang

telah dibuat pada variabel dan sub variabel yang diukur dan selanjutnya

dimasukan kedalam tabel distribusi untuk menghitung nilai total pada setiap

kolom dari tabel dan data hasil penelitian.

3.6.2 Analisa Data

Langkah-langkah analisa data yang dilakukan adalah sebagai berikut :

a. Analisa Univariat

Analisa univariat dilakukan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik

setiap variabel peneliti dengan menghitung distribusi frekuensi dan persentasi dari

variabel yang diamati. Variabel yang dianalisis secara univariat dalam penelitian ini

adalah pengetahuan dan sikap sinusitis maksilaris.

3.7 Definisi Operasional

Untuk dapat lebih mudah memahami penelitian ini dari variabel-variabel yang akan diteliti,

maka dapat diperhatikanTabel 1.2 Definisi Operasional


No Variabel Definisi Alat Cara Skala Hasil Ukur
Skala Ukur Operasional Ukur Ukur Ukur
1. Dependen Segala sesuatu yang Wawanc Kuesione Ordinal Baik 76-100 %
Pengetahuan Diketahui ara r Cukup 56-74%
responden
Kurang < 55%
Mengenai sinusitis
Maksilaris,anatomi,
Maksilaris,anatomi,
Fisiologi,gejala
Pengertian,penyeba
b, Faktor
resiko,komplikasi
Gejala, dan
pemeriksaan

Baik 76-100 %
2. Independen: Tanggapan atau Wawanc Ordinal
Kuesione Cukup 56-74%
Sikap reaksi responden ara
megenai sinusitis Kurang < 55%
r
maksilaris

3.8.1 Etika Penelitian

Setelah mendapat izin untuk melakukan penelitian, kemudian responden diminta

persetujuan untuk diteliti kemudian memberi penjelasan tentang tujuan dan manfaat penelitian

dan pelaksanaan pengisian kuesioner. Jika responden bersedia maka penulis akan melindungi

dengan cara membuat informed consent. Dalam upaya mencapai informed consent tersebut,

penulis juga menjaga anonimitas dan kerahasiaan dengan tidak mencatumkan data tentang

identitas diri responden tersebut.


Pada tahun 1979 diterbitkan laporan Belmont yang merupakan bacaan wajib bagi

setiap peneliti yang akan melakukan penelitian dengan menggunakan subyek manusia. Laporan

Balmont mengidentifikasi 3 prinsip dasar etika yang mendasari semua penelitian dengan subyek

manusia. Ketiga prinsip Belmont tersebut adalah :17

1. Menghargai manusia.

Prinsip ini pada dasarnya menyebutkan bahwa peneliti harus memperlakukan

subyek sebagai individu yang otonom dan tidak memanfaatkan mereka semata

sebagai alat untuk mencapai tujuan peneliti. Bagian dari otonom tersebut meliputi :

Kapasitas mental, yaitu kemampuan untuk memahami dan memproses informasi.

Sukarelawan, bebas dari pengaruh atau kontrol orang lain.

2. Azas manfaat.

Prinsip ini dasarnya adalah bagaimana suatu penelitian dapat meminimalkan

risiko dan meningkatkan manfaat. Prinsip tersebut meliputi :

Persyaratan untuk menggunakan disain penelitian terbaik yang dapat

menigkatkan manfaat dan meminimalkan risiko

Persyaratan peneliti mampu menuliskan prosedur dan cara mengatasi dengan

baik risiko yang mungkin akan terjadi; Melarang penelitian yang tidak memperhitungkan

manfaat dan risiko.

3. Keadilan.

Prinsip ini secara umum menjelaskan bahwa bagaimana peneliti harus memperlakukan orang

dengan baik dan merancang penelitian yang dapat membagi keuntungan dan

beban secara merata di antara anggota kelompok masyarakat. Prinsip ini terdiri dari :

Persyaratan untuk memilih subyek dengan merata;


Persyaratan untuk menghindari eksplotasi populasi yang rentan atau populasi yang

sesuai/tepat

Di dalam suatu penelitian maka ketiga prinsip di atas haruslah seimbang. Di dalam

laporan Belmont disebutkan bahwa prinsip yang satu tidak selalu lebih penting dari yang

lainnya.

Halhal terkait etika dalam penelitian prinsip-prinsip yang harus diperhatikan oleh

seorang peneliti antara lain :17

1. Plagiarisme:

Tindakan mengutip ide orang lain tanpa mengakui/menyebutkan sumbernya.

2. Manipulasi Penelitian:

Meliputi tindakan peneliti yang memalsukan, mengarang, atau menciptakan data sendiri

sesuai dengan keinginan peneliti.

3. Identitas Pribadi dari Objek Penelitian.

Identitas pribadi dari objek yang diteliti perlu dirahasiakan demi melindungi karier,

pergaulan, privasi, maupun status sosial dari yang bersangkutan.

4. Akses ke Objek Penelitian.

Jika objek yang diteliti menyangkut properti pribadi, maka diperlukan ijin dari pemilik

demimenghormati hak milik orang lain.

5. Independensi Penelitian.

Peneliti harus menjaga independensinya sebagai wujud pertanggungjawaban profesionalnya.