Anda di halaman 1dari 14

DAFTAR ISI

LEMBAR JUDUL MAKALAH

Kata Pengantar......................................................................................................... 1

Daftar Isi .................................................................................................................. 2

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 3

1.1 Latar Belakang....................................................................................... 3

1.2 Pengertian E-Commerce ....................................................................... 3

BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................ 4

A. Definisi Mobile E-Commerce..................4

B. Keuntungan dan Kerugian Mobile E-Commerce.................................6

C. Produk dan Service dari Mobile E-Commerce.......................... ..............8

D. Perkembangan dan Implementasi dari Mobile E-Commerce...................9

BAB III PENUTUP...............................................................................................13

DAFTAR PUSTAKA.14

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang


melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan
makalah ini dengan baik.

Tujuan penulisan makalah ini dibuat untuk mendapatkan nilai tugas pada mata kuliah
Sistem Informasi Manajemen. Sebagai bahan penulisan diambil berdasarkan hasil dari
beberapa sumber literatur yang mendukung penulisan ini. Diharapkan dengan adanya
makalah ini pembaca dapat menambah wawasan tentang peran mobile E-commers dalam
kehidupan sehari-hari.
Penulis menyadari dalam penulisan makalah ini masih kurang sempurna. Oleh
karena itu, segala kritik yang bersifat membangun akan penulis terima dengan tangan terbuka.

Palembang, 18 Desember 2012

Dini Gusrina

2
BAB I

PENDAHULUAN

Perkembangan internet menyebabkan terbentuknya sebuah dunia baru yang


lazim disebut dunia maya. Di dunia maya ini setiap individu memiliki hak dan
kemampuan untuk berinteraksi dengan individu lain tanpa batasan apapun yang
dapat menghalanginya. Sehingga globalisasi yang sempurna sebenarnya telah berjalan di
dunia maya yang menghubungkan seluruh komunitas digital. Dari seluruh aspek
kehidupan manusia yang terkena dampak kehadiran internet, sektor bisnis merupakan sektor
yang paling terkena dampak dari perkembangan teknologi informasi dan
telekomunikasi serta paling cepat tumbuh. Melalui e-commerce, untuk pertama kalinya
seluruh manusia di muka bumi memiliki kesempatan dan peluang yang sama agar dapat
bersaing dan berhasil berbisnis di dunia maya.

E-commerce adalah suatu jenis dari mekanisme bisnis secara elektronik


yang memfokuskan diri pada transaksi bisnis berbasis individu dengan menggunakan internet
(teknologi berbasis jaringan digital) sebagai medium pertukaran barang atau jasa baik antara
dua buah institusi (business to business) dan konsumen langsung (business to consumer),
melewati kendala ruang dan waktu yang selama ini merupakan hal-hal yang dominan. Pada
masa persaingan ketat di era globalisasi saat ini, maka persaingan yang sebenarnya adalah
terletak pada bagaimana sebuah perusahaan dapat memanfaatkan e-commerce untuk
meningkatkan kinerja dan eksistensi dalam bisnis inti. Dengan aplikasi e-commerce,
seyogyanya hubungan antar perusahaan dengan entitas eksternal lainnya (pemasok, distributor,
rekanan, konsumen) dapat dilakukan secara lebih cepat, lebih intensif, dan lebih murah
daripada aplikasi prinsip manajemen secara konvensional (door to door, one-to-one
relationship).

Ketika e-commerce dilakukan dalam lingkungan nirkabel, seperti dengan


menggunakan telepon selluler untuk mengakses internet dan berbelanja, maka hal ini
disebut m-commerce.

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. DEFINISI MOBILE E-COMMERCE

M-Commerce yang berasal dari mobile commerce merupakan suatu sistem


perdagangan (e-commerce) yang dilakukan melalui media protabel seperti ponsel, PDA, dll
Pada dasarnya, M-Commerce ini merupakan gabungan dari e-commerce dan mobile
computing. Karena itu, bisa dikatakan bahwa M-Commerce adalah E-Commerce yang berada
dalam lingkungan nirkabel. m-commerce (Mobile commerce) dikenal sebagai generasi
berikutnya dari e-commerce.

M-commerce atau mobile commerce sering disebut juga dengan m-


business atau pervasive computing. M-commerce merupakan pengembangan dari e-
commerce yang menggunakan jaringan wireless atau mobile telecommunication. Secara
karakteristik m-commerce terdiri dua bagian yaitu mobility dan board reachability.
Kata mobile menerangkan bahwa aktifitas tersebut dilakukan dengan cell phone atau
perangkat teknologi lainnya yang bersifat mobile seperti PDA (personal digital assistant),
sehingga para penggunanya dapat melakukan berbagai aktifitas e-commerce dimana saja.
Sedangkan kata board reachibility menjelaskan bahwa apapun aktifitasnya dan dimanapun
mereka berada para pengguna m-commerce tersebut dapat menjangkau atau memiliki
informasi yang dia butuhkan secepatnya. Artikel ini mencoba memberi gambaran tentang m-
commerce yang mulai berkembang di Indonesia dewasa ini.

Jika e-commerce secara umum menggunakan perangkat PC untuk mendorong


transformasi bisnis yang memungkinkan pengguna melakukan transaksi tanpa dibatasi
dimensi waktu (dengan masih dibatasi kebebasan lokasi), maka m-commerce mencoba
menjadi solusi untuk menyediakan tingkat pelayanan yang lebih baik dalam memfasilitasi
transaksi dengan menghilangkan sebanyak mungkin keterbatasan yang terkait dengan lokasi.
M-commerce adalah segala bentuk tranksaksi penjualan dan pembelian produk yang
dilakukan melalui perangkat bergerak seperti telepon seluler atau PDA. Dengan menggunakan
peralatan ini, pemakai dapat mengakses Internet tanpa memerlukan PC, sehingga tranksaksi
bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.

M-Commerce mempunyai beberapa model bisnis dari berbagai aspek, seperti

Layanan Keuangan
Perbankan
Wireless Payment
Micropayment
Wireless Wallet

4
Bill Payment Service
Money Transfer
Belanja (Anywhere wireless)
Iklan
Mobile Portal
Berita
Olahraga
E-mail
Hiburan
Informasi Perjalanan
Restoran
Informasi Pertandingan
Layanan Komunitas
Stock Trading
Mobile B2B
Pemesanan jasa secara mobile
Mengecek ketersediaan barang
Melakukan pemesanan produk tertentu
Melayani keamanan akses
Mengurangi kesalahan petugas
Mobile B2C
Transaksi antara organisasi bisnis dengan pelanggan
Personalisasi notifikasi barang dagangan
Mobile games
Pelayanan hotel
Location Based Commerce.
Meliputi lima area, yaitu:
Lokasi
Navigasi
Tracking
Pemetaan
Timing

Teknologi jaringan yang mendukung pencarian lokasi :

Position Determining Equipment


Mobile Positioning Center
Location Based Technology
Geographic Content
Location Specific Content

Contoh salah satu m-commerce yaitu layanan mobile banking. Layanan mobile
banking merupakan layanan fasilitas perbankan yang melalui komunikasi bergerak seperti
handphone, PDA, dll. Layanan Mobile Banking itu sendiri terdiri dari Informasi Account,
Pembayaran, Deposito, Penarikan dan Transfer, dan lain-lain.

Misalnya saja pada layanan m-banking BNI, fasilitas layanan perbankan bagi nasabah
BNI yang mempermudah untuk melalukan transaksi-tarnasaksi yang bersifat non-finansial
dan financial. Melalui layanan m-banking BNI, nasabah dapat melakukan transaksi yang
5
bersifat non-finansial yaitu pengecekan saldo, history transaksi dan pengecekan tagihan kartu
kredit serta layanan penggantian PIN ATM BNI. Dan juga, nasabah dapat melakukan
transaksi yang bersifat financial yaitu transfer uang antar rekening BNI, pembayaran tagihan
kartu kredit BNI dan isi ulang pulsa simPATI, Mentari, IM3, dll.

B. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN MOBILE E-COMMERCE

Beberapa keuntungan yang membuat m-commerce menjadi sebuah alternatif


perdagangan dewasa ini dan diprediksikan akan sangat berkembang dan diminati dimasa-
masa mendatang seperti:

Ubiquity. Adapun maksud dari kata ini bahwa teknologi yang digunakan oleh m-
commerce mempunyai kelebihan untuk dapat digunakan dan diakses dimana saja,
sehingga informasi yang diperoleh dan komunikasi yang dilakukan dapat bersifat real-
time.
Convenience. Adapun maksud dari kata ini bahwa teknologi yang digunakan oleh m-
commerce seperti cell-phone atau perangkat teknologi mobile lainnya dapat
memperingan pekerjaan para penggunanya, karena sangat ringan, tidak membutuhkan
tempat atau space yang khusus, sedangkan fasilitas yang disediakan hampir sama
dengan para pengguna PC atau laptop.
Adapun beberapa kelebihan dari m-commerce yang diprediksikan akan meningkatkan
perkembangan dari sistem itu sendiri seperti:
Perkembangan dari cell phone. Diprediksikan bahwa di tahun 2006 pemakai cell
phone akan mencapai 3-4 juta orang di seluruh dunia. Jumlah yang cukup signifikan
tersebut tentunya membuka peluang berkembangnya m-commerce lebih baik lagi.
Selain itu diprediksikan hampir 70% dari jumlah tersebut telah memiliki akses ke
internet.
Tidak membutuhkan PC. Ketika cell phone sudah mulai dapat memiliki akses ke
internet tentunya peranan PC akan mulai ditinggalkan. Apalagi berbagai jenis dan
model cell phone yang telah memiliki kemampuan menyerupai PC seperti PDA,
menyebabkan PC mulai ditinggalkan karena kelebihan dari cell phone yang dapat
dengan gampang dibawa dan tidak membutuhkan ruang penempatan yang luas.
Cell phone telah menjadi sebuah kultur. Kepopuleran dari penggunaan cell phone
telah menjadi sebuah fenomena sosial, khususnya bagi generasi yang berumur diantara
15-25 tahun. Cell phone telah menjadi sebuah perangkat kebutuhan yang utama dan
segala fasilitas yang terdapat didalamnya dimanfaatkan dengan baik bagi generasi
tersebut.
Perkembangan teknologi dan harga. Dengan semakin beragamnya jenis cell phone
yang diproduksi, harga dari cell phone tersebut semakin murah, sedangkan fasilitas
yang ditawarkan semakin meningkat.

6
Batasan-batasan dari Mobile E-commers

Adapun batasan-batasan dari m-commerce yang dapat menghambat perkembangan m-


commerce itu sendiri kedepannya dapat dilihat dibawah ini. Adapun batasan-batasan tersebut
sebagai berikut:

Standarisasi dari security protocol. Masih belum adanya kesepakatan dan


standarisasi dari metodologi keamaan dalam menggunakan seluruh mobile-enabled
web site. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan para pengguna m-commerce
seperti dalam aktifitas online payment dan sebagainya.
Bandwidth. Kapasitas bandwidth untuk koneksi yang ada masih memberikan batasan
bagi perkembangan 3G dewasa ini. Sehingga dibeberapa negara yang perkembangan
jaringan internetnya belum modern tidak dapat mendukung bagi perkembangan 3G
tersebut.
Lisensi 3G. Kebanyakan lisensi dari penggunaan dan pengembangan 3G masih
ditenderkan oleh pemerintah dari beberapa Negara. Di beberapa negara lain, lisensi 3G
tidak dijual atau ditenderkan dengan harga yang murah. Perbedaan-perbedaan ini
menyebabkan beberapa negara belum dapat dilayani standar 3G atau walaupun ada
tentu dengan harga yang sangat mahal.
Transmisi. Batasan transmisi juga menjadi penghambat dari perkembangan m-
commerce tersebut. Beberapa hal yang utama seperti pengaruh cuaca, situasi dan
kondisi geografis dari satu daerah dan batasan dari daya pancar gelombang.
Konsumsi catu daya yang besar. Ketika semakin meningkatkannya atas kebutuhan
bandwith dari perangkat m-commerce tentu akan membutuhkan jumlah catu
daya/battere yang lebih besar pula.
Kekecewaan pengguna. Selama perusahaan-perusahaan pengembang m-commerce
masih terus mencoba menyempurnakan teknologinya, tentunya batasan-batasan yang
masih ada tersebut kadangkala dapat mengecewakan para pengguna yang ada dan
mempengaruhi dukungan para pengguna bagi perkembangan dari m-commerce itu
sendiri.

Selain keuntungan dan kerugian, M-commerce juga mempunyai keterbatasan-


keterbatasan yang ditinjau dari beberapa segi. Misalnya saja, M-Commerce mempunyai
keterbatasan yang ditemui dalam penggunaan media utama(cellphone), yaitu :

Ukuran device yang relative kecil


Mobile device yang digunakan untuk mengakses tidak punya media penyimpanan.
Teknologi belum semutakhir PC
Pelanggan butuh pencarian data yang cepat dan mudah
Penggunaan m-commerce menjadi tidak efektif, tidak efisien, dan tidak memberikan
kepuasan kepada pelanggan

7
C. PRODUK DAN SERVICE DARI MOBILE E-COMMERCE

Beberapa produk dan service dari M-commerce diantaranya ialah mobile vouchers,
mobile banking, mobile payment, mobile ticketing, dan lain-lain.

1. Mobile Ticketing

Pada prinsipnya mobile ticketing menggunakan media perangkat bergerak seperti


handphone atau pda, untuk menggantikan tiket konvensional seperti kertas dan plastik.
Aplikasi mobile ticketing sendiri dapat digunakan pada beberapa kegiatan, misalnya
pembelian tiket pesawat atau kereta api on-line, tiket konser, tiket bioskop, dll. Untuk
penggunaan tiket dari sistem mobile ticketing, konsumen harus melalui beberapa tahapan,
diantaranya :

a) Pembelian tiket (mobile purchasing)


Pembelian tiket untuk aplikasi mobile ticketing dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu
pembelian on-line lewat internet, ataupun lewat SMS (Short Message Service) dengan
cara mengirimkan kode-kode tertentu dari tiket yang akan dibeli. Sedangkan untuk
pembayarannya bisa menggunakan credit card ataupun direct operator billing.
b) Pengiriman tiket (mobile ticket delivery)
Untuk pengirimannya bisa dalam 2 bentuk, yaitu dalam bentuk teks yang
memanfaatkan teknologi SMS, dan biasanya berisi kode tiket. Sedangkan yang kedua
dalam bentuk gambar dengan memanfaatkan teknologi MMS, dan biasanya berbentuk
barcode.
c) Pembacaan tiket (mobile ticket scanning)
Biasanya untuk pemeriksaan tiket yang berbasiskan teks tidak memerlukan alat scan
untuk membaca datanya, tapi untuk tiket yang berbasiskan gambar (barcode), maka
dibutuhkan alat bantu scan untuk membaca datanya. Untuk barcode 1-Dimensi /
liniear menggunakan teknologi laser scanners, sedangkan untuk barcode 2 Dimensi
menggunakan teknologi CCD ( color capture device ).
d) Validasi Tiket (mobile ticket validation)
Hampir sebagian besar tiket konvensional untuk proses validasinya tidak memerlukan
koneksi terhadap komputer server. Sedangkan untuk proses validasi pada sistem
mobile tikecting, memerlukan koneksi ke server. Koneksi diperlukan untuk
membuktikan keaslian tiket tersebut dan memeriksa apakah tiket tersebut sudah
pernah digunakan sebelumnya.

2. Teknologi WAP

Teknologi yang mendasari M-commerce adalah WAP (Wireless Application


Protocol). WAP adalah suatu standar yang dibuat oleh Industriindustri yang tergabung dalam
WAP Forum yang bertujun untuk memudahkan komunikasi internet dan layanan layanan
lainnya pada klien yang menggunakan peranti nirkabel (tanpa kabel). Dengan adanya WAP,
kebutuhan-kebutuhan khusus akan jaringan nirkabel yang memungkinkan pelaku komunikasi
dapat bergerak bebas menjadi terpenuhi.

8
Proses kerja WAP secara garis besar dapat dilihat pada Gambar diatas. User
berkomunikasi dengan WAP Gateway dengan mengirimkan permintaan WAP dalam format
WAP. Permintaan WAP tersebut kemudian ditranslasikan menjadi permintaan HTTP, yang
kemudian dikirimkan ke server HTTP. Setelah itu Web Server akan memproses permintaan
dari user tersebut.

WAP Gateway menyampaikan permintaan dari user (permintaan WAP) dalam bentuk
WML (sebagai permintaan HTTP). WML (Wireless Markup Language) adalah bahasa
semacam HTML yang lebih sederhana dan terdefinisi secara lebih baik.

D. PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI DARI M-COMMERCE

Berbagai macam aplikasi e-commerce dapat dilakukan oleh m-commerce seperti e-


shopping (belanja online), e-banking (perbankan online), e-stock trading (bursa online), e-
gambling (perjudian online) dan e-auction (lelang online). Secara umum, aktifitas dari m-
commerce dibagi menjadi 12 kategori yaitu, mobile financial, mobile advertising, mobile
inventory management, proactive service management, product locating and shopping,
wireless reengineering, mobile auction or reverse auction, mobile entertainment services,
mobile office, mobile distance education, wireless data centre dan mobile music. Dari kedua
belas kategori diatas dalam perkembangannya dapat digabung menjadi beberapa aktifitas
yang disesuaikan menurut aktifitasnya sepertifinancial application; marketing, advertisement
and customer service; enterprise application; B2B and supply chain; individual consumer;
location-based dan non-internet applications. Beberapa dari kategori tersebut telah
dikembangkan di Indonesia, terutama oleh para pengembang dan provider mobile phone.

Financial applications

Financial application merupakan salah satu contoh utama dari m-commerce. Beberapa contoh
dari aplikasi ini seperti mobile banking, m-brokerage services, wireless electronic payment
systems, micro payments, wireless web wallet dan bill payment. Aplikasi mobile
banking sudah banyak digunakan berbagai bank di Indonesia, para customer dari bank
tersebut dapat melakukan aktifitas perbankan seperti cek account balance, transfer,
pembayaran tagihan listrik, air, telepon, kartu kredit, dengan menggunakan cell phone
mereka. Sedangkanwireless electronic payment systems adalah sebuah aplikasi yang
digunakan untuk aktifitas pembayaran makanan dan minuman di tempat tertentu atau
pembayaran pencucian mobil otomatis dengan hanya mengirim SMS dari GSM handset ke
nomor tertentu. Biaya dari aktifitas tersebut akan diambil dari besar harga pulsa yang ada
untuk GSM prabayar atau ditambahkan ke biaya pulsa yang akan dibayar oleh para pengguna
GSM abondemen. Sedangkan aplikasi dari micropayments sebenarnya hampir mirip dengan

9
aktifitas wireless electronic payment, bedanya, para pengguna harus menelepon nomor
tertentu dan membayar waktu telepon tersebut seharga biaya yang dibutuhkan. Hal tersebut
juga tidak jauh berbeda dengan wireless web wallet, aplikasi ini digunakan untuk pembayaran
online, penggunanya menggunakan sebuah virtual wallet (dompet online). Dengan
menggunakan teknologi bluetooth, cell phone mereka akan berhubungan dengan terminal dari
provider tersebut sehingga mereka dapat membayar apapun yang diinginkan, tentunya sebesar
jumlah uang yang ada di account tersebut. Untuk informasi lebih lengkap,
lihat http://www.nextcard.com.

Marketing, advertisement and customer service

Pengembangan m-commerce di bidang B2C terdiri dari tiga bagian besar yaitu shopping
online, targeted advertisement dan personalized customer service. Adapun beberapa contoh
dari shooping online seperti menggunakan wireless solution untuk berbelanja. AT&T
menyediakan fasilitas internet-ready phone kepada konsumennya untuk berbelanja online
di http://www.buy.com. Fasilitas tersebut memberikan kebebasan kepada konsumen untuk
mencari produk yang diinginkan, membandingkan dengan produk lainnya, memesan dan
melihat status dari pesanan. Adapun contoh lain dengan menggunakan voice portal dalam
marketing dan customer service. Beberapa fungsi dari aplikasi ini seperti pemberian fasilitas
bagi konsumen untuk mengecek pengiriman dari produk yang dipesan, pemberian langkah-
langkah penggunaan terhadap produk yang ada dengan menggunakan suara. Targeted
advertisement merupakan salah satu aplikasi yang digunakan untuk mempromosikan berbagai
produk dan service seperti pengiriman iklan-iklan melalui sms oleh cell phone provider.
Sedangkan personalized customer service banyak digunakan untuk meningkatkan hubungan
antara produsen dengan customer dan patner bisnis. Dengan menggunakan wireless
solution pihak produsen berusaha meningkatkan pelayanan dengan para customer dan partner
bisnisnya dengan menggunakan aplikasi CRM (customer relationship management) dan
PRM (partner relationship management).

Mobile applications in the enterprise

Aplikasi - aplikasi yang dihasilkan dalam mobile application in the enterprise ditujukan
untuk mendukung peningkatan pelayanan terhadap konsumen. Beberapa aplikasi yang sudah
banyak digunakan seperti supporting mobile employees, non-internet enterprise application,
web-based application (intrabusiness m-commerce) danmobile sales force automation.
Kebanyakan web-based application in the enterprise digunakan meningkatkan pelayanan
kepada para customer. Salah satu contoh dari aplikasi ini yang berbasis web seperti yang
dibangun oleh perusahaan Bertelsmann AG dari Jerman. Perusahaan ini memberikan wireless
access kepada junior-level eksekutif untuk mendapatkan akses ke portal perusahaan untuk
berbagai informasi yang mereka butuhkan.Bertelsmann wireless systems terintegrasi secara
WAP dengan cell/mobile hone atau PDA sehingga para pengguna tersebut dapat mengakses
10
berbagai informasi dimana saja melalui telepon tesebut. Mobile sales force automation
(SFA) merupakan sebuah aplikasi untuk mendukung kinerja dari para sales yang ada. Dengan
menggunakan SFA ini, para sales dapat mempersiapkan berbagai data yang diperlukan ketika
berhadapan dengan para konsumen, baik dalam aktifitas yang berhubungan dengan memulai
dan melanjutkan kontrak. Data-data seperti contact management information, order entry,
daftar produk dan spare part yang tersedia dandeal tracking. Hal ini tentunya akan
mempercepat proses kerja antara konseumen dan sales ketika melakukan negoisasi dan
mengambil keputusan.

B2B and supply chain

Integrasi antara proses bisnis dan supply chain merupakan tujuan utama dari
penggunaan wireless communication dalam B2B e-commerce. Diharapkan dengan adanya
integrasi ini, waktu aktifitas dapat dikurangi dan mobilitas para partisipasi meningkat. Salah
satu contoh dari aplikasi ini seperti aktifitas pengecekan oleh para sales dari pabrik
farmasi/obat dimana saja untuk memantau apakah jenis-jenis obat yang dibutuhkan oleh para
langganannya tersedia dalam gudang.

Individual consumers

Aplikasi m-commerce yang ditujukan kepada para individu merupakan jenis aplikasi yang
sangat banyak dikembangkan, seperti mobile games, mobile music, mobile video, mobile
electronic pets, mobile betting and gambling, auctions (lelang), pencarian informasi seperti
hotel, tempat makanan dan minuman, pelayanan kesehatan hingga rumah pintar. Mobile
games merupakan salah satu produk awal dari m-commerce yang dikembangkan sejak akhir
2000. Saat ini banyak game interaktif yang dapat diikuti dengan menggunakan berbagai jenis
GMS phone seperti Nokia communicator dan PDA yang telah terkoneksi ke internet. Hal
tersebut sama dengan mobile music, berbagai jenis music dapat didownload dengan
menggunakan berbagai jenis phone yang ada dan dapat langsung didengar. Dewasa ini para
pengunjung hotel dengan menggunakanbluetooth-enabled mobile devices diberikan
kesempatan untuk mendapatkan informasi seperti tempat restauran dan fasilitas yang ada di
hotel tersebut, memesan taxi atau kendaraan khusus untuk ke airport dan fasilitas lainnya,
setelah melakukan chek-in dan mendapatkan sebuah account untuk mengakses fasilitas diatas,
selain itu account tersebut juga merupakan akses untuk saluran internet ke cell phone atau
PDA. Dalam bidang kedokteran, dengan menggunakan broadband 3G mobile systems, antara
dokter dan pasien yang tinggal berjauhan dapat terus berkomunikasi, selain itu dokter dapat
membantu para korban dalam keadaan darurat sebelum dibawa ke rumah sakit terdekat,
memantaunya dan memberikan petunjuk kepada para perawat atau penolong untuk
memberikan pertolongan pertama sebelum sampai ke rumah sakit.

11
Location-based commerce (L-commerce)

Dalam perkembangannya aplikasi ini terdiri dari dua bagian yaitu global positioning
systems (GPS) dantelematics. GPS adalah sebuah wireless system yang menggunakan satelit
untuk melihat posisi suatu tempat, manusia hingga peralatan di permukaan bumi. GPS
biasanya digunakan dalam sistem navigasi penerbangan, pelayaran dan truk-truk yang
berkatifitas. Lokasi yang ditunjukkan oleh GPS berupa data garis lintang dan bujur, untuk
menghasilkan sebuah gambaran lokasi atau map, data-data tersebut harus diolah oleh
sebuah eletronicmap seperti yang dibuat oleh Mapinfo (http://www.mapinfo.com).

Telematics atau telemetry merupakan integrasi dari wireless communication, vehicle


monitoring systems dan vechicle location devices. Salah satu contohnya ketika Daimler
Chrysler dan Volvo membangun sebuah sistem remote vehicle diagnostic tool. Sistem ini
berfungsi untuk memonitor performan dari mobil yang diproduksi merek tersebut. Sebuah
GSM chip set dipasangkan di sistem mesin mobil tersebut yang akan mengirimkan pesan-
pesan ke bagian manufaktur tentang berbagai problem yang terjadi. Kemudian para teknisi
akan menganalisa problem yang ada dan mencari solusi dari problem tersebut. Kemudian
teknisi menginformasikan hal tersebut kepada pengendara untuk mendatangi pusat-pusat
pelayanan terdekat untuk melakukan pengecekan dan perbaikan lebih lanjut.

Non-internet applications

Non-internet applications merupakan salah satu aplikasi yang banyak digunakan di berbagai
kota besar di negara maju seperti di Eropa dan Amerika. Salah satu contoh utama dari aplikasi
ini adalah penggunaan smart cards dalam berbagai aktifitas transportasi seperti pembayaran
tiket bus, subway dan jalan tol yang sudah berkembang sejak awal tahun 90-an. Salah satu
contoh penggunaannya seperti yang dilakukan oleh pengelola sebuah jalan bebas hambatan
terhadap kepada para penggunanya. Cara kerjanya sebagai berikut, para pengguna
mendapatkan sebuah automatic vehicle indentification (AVI) yang telah dibeli dan diletakkan
di kaca depan dari mobil yang dikendara. Automatic indentification tersebut berisikan
sebuah microchip, antena dan baterai yang akan berhubungan dengan sebuah
sebuah transceiver yang dipasang diatas jalan dan memantau mobil yang lewat dan mencatat
biaya yang dikenakan sesuai dengan identitas yang telah ditanam dalam AVI tersebut dengan
menggunakan jaringan fiber optic. Dengan cara tersebut juga, pengelola memantau mobil-
mobil yang tidak memiliki AVI, sehingga mereka dapat melakukan tindakan pencegatan
sebelum mobil tersebut berlalu dari ruas jalan tersebut.

12
BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Mobile E-commerce adalah pertukaran atau pembelian dan penjualan-penjualan


komuditas jasa melalui wireless hand-held devices seperti telephone mobile (telephone
selular), personal data assistans (PDA), MP3 Players, kamera digital, dan komputer. Mobile e-
commerce digambarkan sebagai transaksi apapun dengan nilai moneter yang diselenggarakan
oleh via jaringan telekomunikasi mobile.

Mobile E-Commerce menggunakan mobile handheld device untuk berkomunikasi,


berinteraksi dan melakukan transaksi via mobile atau jaringan wireless. Dimana mobile
devices digunaka untuk bisnis pada internet.

SARAN

Saya berharap semoga dengan adanya makalah ini dapat memberikan wawasan untuk
pembaca, sehingga pembaca lebih memahami tentang apa itu Mobile E-Commerce, dan
bagaimana perkembangan Mobile E-commerce dapat berkembang didunia masyarakat dengan
cepat.

13
DAFTAR PUSTAKA

https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&cad=rja&ved=0C
C8QFjAB&url=http%3A%2F%2Fwww.namadomain.com%2Fresource%2Fdetail.php%3Faid
%3D1740&ei=menJUOu4KsrlrAeqzIGYAQ&usg=AFQjCNH-
P6YiMAAMrhgnNpn9HiwNyyM_kQ&sig2=ZfHrXEEmOzt39zKzHln1rw

Sedikit Referensi dari :

https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=7&cad=rja&ved=0C
E4QFjAG&url=http%3A%2F%2Fbowotechno.files.wordpress.com%2F2010%2F01%2Fe-
commerce-dan-sistem-
pembayaranya.doc&ei=menJUOu4KsrlrAeqzIGYAQ&usg=AFQjCNHq9Vp35a5i4DbPxS62
xr3fI1H_oA&sig2=mtuBTe9_Pumb5NLJIlCWWg
tanggal 13-12-2012 21:49

dan mengutip beberapa point dari :

https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=8&cad=rja&ved=0CFQQFjA
H&url=http%3A%2F%2Fwilis.himatif.or.id%2Fdownload%2Fe-commerce%2520dan%2520standar-
standar%2520dalam%2520e-
commerce.doc&ei=menJUOu4KsrlrAeqzIGYAQ&usg=AFQjCNEsi4HKCzHMt-
S4c7bFqDK8MoXAQg&sig2=G4WfSfGWMEEAyp23EFVcxQ

tanggal 13-12-2012 21:48

14