Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

MASALAH PENGANGGURAN
Untuk Memenuhi Tugas Ekonomi Makro

Disusun Oleh :

Idris wibiwantoro
15210002

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

2016

1
3

KATA PENGANTAR

Assalamu alaykumWr. Wb.

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT Karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan
hidayahNya saya dapat menyelesaikan makalah tentang Masalah Pengangguran ini dengan baik
meskipun banyak kekurangan didalamnya.

Penulis sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita mengenai penyebab dan cara mengatasi pengangguran. Penulis juga
menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata
sempurna. Oleh sebab itu, penulis berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan
makalah yang telah penulis buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang
sempurna tanpa saran yang membangun.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi penulis sendiri maupun orang
yang membacanya. Sebelumnya penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata
yang kurang berkenan dan penulis memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda
demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.

Wassalamu alaykum Wr. Wb

Surakarta, Juni 2016

Penulis
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................. i

Daftar Isi ...................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. 1

A. LatarBelakang .................................................................................... 1

B. RumusanMasalah ............................................................................... 2

C. TujuanPenulisan ................................................................................. 2

BAB II PERMASALAHAN .............................................................................. 3

A. Pembahasan ........................................................................................ 3

B. Sebab sebab terjadinya pengangguran ................................................ 3

C. Dampak dampak pengangguran .......................................................... 5

D. Data danFaktaPengangguran di Indonesia .......................................... 6

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN .......................................................... 12

A. Kesimpulan ..................................................................................................... 12
B. Saran ............................................................................................................... 12

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................... 13


5

BAB I

PENDAHULUAN

A. LatarBelakang

Kemajuan teknologi yang kini merambah keseluruh lapisan masyarakat memang


sangat membantu dalam segala bidang. Termasuk dalam bidang ekonomi yang sangat
berperan untuk meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat. Banyaknya mesin-mesin
impor yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan manusia dapat menghasilkan barang
yang berkualitas yang tak kalah dengan pembuatan manual oleh manusia.

Segudang manfaat yang menjanjikan itu memang mudah membuat kita terlena.
Seperti sekarang ini, tenaga manusia dan hewan sudah sangat minim untuk digunakan.
Hampir seluruh pekerjaan sawah dikerjakan oleh mesin yang lebih mempersingkat waktu dan
dapat menghasilkan pekerjaan yang lebih banyak.

Namun hal ini tidak saja membuat pemerintah dan masyarakat lega, tetapi juga
menimbulkan masalah baru yang hingga kini belum dapat terselesaikan. Masalah yang kian
tahun bertambah rumit, dan makin banyak saja masyarakat yang menjalani profesi ini. Yaitu
pengangguran.

Terselesaikannya makalah ini, juga tak lepas dari campur tangan pembimbing
ekonomi kita yang selalu menuntun kita kearah yang lebih maju tanpa melupakan masalah
pengangguran yang kini membuat pemerintah dan masyarakat resah. Makalah ini diharapkan
dapat membawa kita semua untuk memberantas masalah ini, dengan menuangkan ide-ide
kreatif anak bangsa.

Berdasarkan latar belakang diatas, tim penulis berkeinginan untuk memberikan


sedikit informasi melalui makalah ini. Tim penulis juga mengharapkan nantinya makalah ini
dapat berguna bagi setiap pembaca dan membuat pembaca untuk berfikir kritis menanggapi
masalah pengangguran dan mulai melakukan tindakan untuk memperkecil jumlah
pengangguran di Indonesia.
A. RumusanMasalah

1. Apa penyebab pengangguran di indonesia setiap tahun terus bertambah ?


2. Bagaimana mengatasi pengangguran ?

B. TujuanPenulisan

Makalah ini ditulis dengan tujuan :

1. Untuk melengkapi tugas mata kuliah Ekonomi Makro.

2. Supaya makalah ini memberi manfaat kepada pembaca untuk memperoleh tambahan
pengetahuan/informasi mengenai masalah masalah pengangguran.

3. Lebih paham dan mengerti akan masalah masalah menyangkut pengangguran, baik apa
penyebabnya dan bagaimana solusi dan cara mengatasinya.

3
BAB II

PERMASALAHAN

A. PEMBAHASAN

Sebelum berbicara tentang pengangguran, ada baiknya kita mengetahui terlebih


dahulu apa yang disebut dengan tenaga kerja, angkatan kerja dan usia pekerja yang
ditetapkan di Indonesia. Tenaga kerja yaitu penduduk dalam usia kerja yang siap melakukan
pekerjaan, antara lain mereka yang sudah bekerja, mereka yang sedang mencari pekerjaan,
mereka yang bersekolah, dan mereka yang mengurus rumah tangga. Angkatan kerja adalah
mereka yang mempunyai pekerjaan, baik sedang bekerja maupun yang sementara tidak
sedang bekerja karena suatu sebab (petani yang menunggu panen,karyawan yang sedang
sakit,dsb). Sedangkan yang dimaksud dengan usia pekerja adalah tingkat umur seseorang
yang diharapkan dapat bekerja dan memperoleh pendapatan. Di Indonesia kisaran usia kerja
adalah antara 10-64 tahun.

Kemudian yang disebut sebagai pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk
orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari
selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan.

B. SEBAB-SEBAB TERJADINYA PENGGANGURAN

Masalah pengangguran tentulah tidak muncul begitu saja tanpa suatu sebab. Faktor-
faktor yang menyebabkan terjadinya pengganguran secara global adalah sebagai berikut:

a. Besarnya Angkatan Kerja Tidak Seimbang dengan Kesempatan Kerja


Ketidakseimbangan terjadi apabila jumlah angkatan kerja lebih besar daripada
kesempatan kerja yang tersedia. Kondisi sebaliknya sangat jarang terjadi.

b. Struktur Lapangan Kerja Tidak Seimbang


c. Kebutuhan jumlah dan jenis tenaga terdidik dan penyediaan tenaga terdidik tidak
seimbang. Apabila kesempatan kerja jumlahnya sama atau lebih besar daripada angkatan
kerja, pengangguran belum tentu tidak terjadi. Alasannya, belum tentu terjadi kesesuaian
antara tingkat pendidikan yang dibutuhkan dan yang tersedia. Ketidakseimbangan
tersebut mengakibatkan sebagian tenaga kerja yang ada tidak dapat mengisi kesempatan
kerja yang tersedia.

d. Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Kerja antar daerah tidak seimbang


Jumlah angkatan kerja disuatu daerah mungkin saja lebih besar dari kesempatan kerja,
sedangkan di daerah lainnya dapat terjadi keadaan sebaliknya. Keadaan tersebut dapat
mengakibatkan perpindahan tenaga kerja dari suatu daerah ke daerah lain, bahkan dari
suatu negara ke negara lainnya.

e. Budaya pilih-pilih pekerjaan


Pada dasarnya setiap orang ingin bekerja sesuai dengan latar belakang
pendidikan. Dan lagi ditambah dengan sifat gengsi maka tak heran kebanyakan yang
ditemukan di Indonesia bukan pengangguran terselubung, melainkan pengangguran
terbuka yang didominasi oleh kaum intelektual (berpendidikan tinggi).

f. Pemalas
Selain budaya memilih-milih pekerjaan,budaya (negatif) lain yang menjamur di
Indonesia adalah budaya malas. Malas mencari pekerjaan sehingga jalan keluar lain yang
ditempuh adalah dengan menyogok untuk mendapatkan pekerjaan.

g. Tidak mau ambil resiko


Saya bersedia tidak digaji selama 3 bulan pertama jika diterima bekerja di kantor
bapak. Dengan demikian bapak tidak akan rugi. Jika bapak tidak puas dengan hasil kerja
saya selama 3 bulan tersebut, bapak bisa pecat saya . Adakah yang berani mengambil
resiko seperti itu? Saya yakin sedikit sekali. Padahal kalau dipikir-pikir itu justru
menguntungkan si pencari kerja selama 3 bulan tersebut ia bisa menimba pengalaman
sebanyak-banyaknya. Meskipun akhirnya dipecat juga, toh dia sudah mendapat
pengalaman kerja 3 bulan.

C. DAMPAK NEGATIVE PENGANGGURAN

1. Dampak negative Pengangguran terhadap Perekonomian suatu Negara Tujuan akhir


pembangunan ekonomi suatu negara pada dasarnya adalah meningkatkan kemakmuran
masyarakat dan pertumbuhan ekonomi agar stabil dan dalam keadaan naik terus. Jika tingkat
pengangguran di suatu negara relatif tinggi, hal tersebut akan menghambat pencapaian tujuan
pembangunan ekonomi yang telah dicita-citakan. Hal ini terjadi karena pengganguran
berdampak negatif terhadap kegiatan perekonomian, seperti yang dijelaskan di bawah ini:
a. Pengangguran bisa menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat
kemakmuran yang dicapainya. Hal ini terjadi karena pengangguran bisa menyebabkan
pendapatan nasional riil (nyata) yang dicapai masyarakat akan lebih rendah daripada
pendapatan potensial (pendapatan yang seharusnya). Oleh karena itu, kemakmuran yang
dicapai oleh masyarakat pun akan lebih rendah.
b. Pengangguran akan menyebabkan pendapatan nasional yang berasal dari sektor pajak
berkurang. Hal ini terjadi karena pengangguran yang tinggi akan menyebabkan kegiatan
perekonomian menurun sehingga pendapatan masyarakat pun akan menurun. Dengan
demikian, pajak yang harus dibayar dari masyarakat pun akan menurun. Jika penerimaan
pajak menurun, dana untuk kegiatan ekonomi pemerintah juga akan berkurang sehingga
kegiatan pembangunan pun akan terus menurun.
c. Pengangguran tidak menggalakkan pertumbuhan ekonomi. Adanya pengangguran akan
menyebabkan daya beli masyarakat akan berkurang sehingga permintaan terhadap
barang-barang hasil produksi akan berkurang. Keadaan demikian tidak merangsang
kalangan Investor (pengusaha) untuk melakukan perluasan atau pendirian industri baru.
Dengan demikian tingkat investasi menurun sehingga pertumbuhan ekonomipun tidak
akan terpacu.

2. Dampak negative pengangguran terhadap Individu yang Mengalaminya dan Masyarakat

Berikut ini merupakan dampak negatif pengangguran terhadap individu yang


mengalaminya dan terhadap masyarakat pada umumnya:

a. Pengangguran dapat menghilangkan mata pencaharian


b. Pengangguran dapat menghilangkan ketrampilan
c. Pengangguran dapat meningkatkan angka kriminalitasPengangguran akan menimbulkan
ketidakstabilan sosial politik.
d. Pengangguran dapat meningkatkan angka kemiskinan

D. DATA DAN FAKTA PENGANGGURAN DI INDONESIA

Semasa pemerintah order baru pembangunan perekonomian mampumenambahkan beragam


pekerjaanbaru di pasarkerja Indonesia, yang dengan demikian mampu mengurangi angka
pengangguran nasional.Sektor-sektor yang terutama mengalami peningkatan tenaga kerja
(sebagai bangsadari jumlah total tenagakerja di Indonesia) adalah sektor industri dan jasa
sementara sektor pertanian malah berkurang.Padatahun 1980-ansekitar 55 persen popula sitenaga
kerja Indonesia bekerja di bidangpertanian, tetapi belakangan ini angka tersebut berkurang
menjadi sekitar 40 persen.
Namun, KrisisKeuangan Asia yang terjadipadaakhirtahun 1990-an (untuksementara)
merusakpembangunanekonomi Indonesia danmenyebabkanangkapengangguran di Indonesia
meningkatmenjadi 20 danangkatenagakerja yang harusbekerja di bawah level kemampuannya
(underemployment) jugameningkat. Sebagianbesartenagakerja yang kehilanganpekerjaan di
daerahperkotaanpindahkepedesaandanbergabungdengansektor informal (terutama di
bidangpertanian).Walaupun Indonesia telahmengalamipertumbuhanmakroekonomi yang
kuatdalambeberapatahunbelakangandanbolehdikatakan Indonesia
telahpulihdarikrisispadaakhirtahun 1990-an itu, sektor informal ini baik di kotamaupun di desa
- sampaisekarangtetapberperanbesardalamperekonomian Indonesia.
Walauagaksulituntukmenentukanjumlahnyasecarapasti, diperkirakansekitar 55 sampai 65
persenpekerjaan di Indonesia adalahpekerjaan informal. Saatinisekitar 80 persendaripekerjaan
informal ituterkonsentrasi di wilayahpedesaan, terutama di sektorkonstruksidanpertanian.

Pertumbuhanmakroekonomi yang
cukupkuatselamalebihdarisatudekadesecaraberlahantelahmampumenurunkanangkapengangguran
di Indonesia.Namun, dengansekitarduajutapenduduk Indonesia yang
tiaptahunnyaterjunkeduniakerja, adalahtantangan yang sangatbesarbuatpemerintah Indonesia
untukmenstimulasipenciptaanlahankerjabarusupayapasarkerjadapatmenyerapparapencarikerja
yang tiaptahunnyaterusbertambah; pengangguranmuda (kebanyakanadalahmereka yang baru
lulus kuliah) adalahsalahsatukekhawatiranutamadanbutuhadanyatindakan yang cepat.

Dengan jumlah total penduduksekitar 250 jutajiwa, Indonesia


adalahnegaraberpendudukterpadatkeempat di dunia (setelahCina, India danAmerikaSerikat).
Selanjutnya, negarainijugamemilikipopulasipenduduk yang mudakarenasekitarsetengahdari total
penduduk Indonesia berumur di bawah 30 tahun.Jikakeduafaktortersebut di atasdigabungkan,
indikasinyaadalah Indonesia adalahnegara yang memilikikekuatantenagakerja yang besar, yang
akanberkembangmenjadilebihbesarlagikedepan

TenagaKerja Indonesia:

Dalamjuta 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

TenagaKerja 116.5 119.4 120.3 120.2 121.9 122.4 127.8

- Bekerja 108.2 111.3 113.0 112.8 114.6 114.8 120.8

- Menganggur 8.3 8.1 7.3 7.4 7.2 7.6 7.0

Sumber: BPS

Tabel di bawahinimemperlihatkanangkapengangguran di Indonesia


dalambeberapatahunterakhir.Tabeltersebutmenunjukkanpenurunan yang
terjadisecaraperlahandanberkelanjutan,
khususnyaangkapengangguranwanita.Pengangguranwanitaberkurangsecaradrastis,
bahkanmulaimendekatiangkapengangguranpria.Meskipundemikian, masalahpersamaan gender,
seperti di negara-negara lain, masihmenjadiisupenting di Indonesia.
Meskisudahadakemajuandalambeberapasektorutama (sepertipendidikandankesehatan),
wanitamasihcenderungbekerja di bidang informal (dua kali lebihbanyakdaripria),
mengerjakanpekerjaantingkatrendahdandibayarlebihrendahdaripadapria yang
melakukanpekerjaan yang sama.

Percentage Pengangguran Dari Total TenagaKerja :

2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014

Pengangguran
10.3 9.1 8.4 7.9 7.1 6.6 6.1 6.2 5.9
(% dari total tenagakerja)

PengangguranPria
8.5 8.1 7.6 7.5 6.1 - - -
(% dari total tenagakerjapria)

PengangguranWanita
13.4 10.8 9.7 8.5 8.7 - - -
(% dari total tenagakerjawanita)

Sumber: Bank DuniadanBadanPusatStatistik

Salah satukarakteristik Indonesia adalahbahwaangkapenganggurancukuptinggi yang


dihadapiolehtenagakerjamudausia 15 sampai 24 tahun, jauhlebihtinggidariangka rata-rata
pengangguransecaranasional. Mahasiswa yang
barululusdariuniversitasdansiswasekolahkejuruandanmenengahmengalamikesulitanmenemukanp
ekerjaan di pasarkerjanasional. Hampirsetengahdarijumlah total tenagakerja di Indonesia
hanyamemilikiijazahsekolahdasarsaja.
Semakintinggipendidikannyasemakinrendahpartisipasinyadalamkekuatantenagakerja
Indonesia.Meskipundemikiandalambeberapatahunterakhirterlihatadanyaperubahantren:
pangsapemegangijazahpendidikantinggisemakinbesar,
danpangsapemegangijazahpendidikandasarsemakinberkurang.

Percentages PengangguranTenagaKerjaUmur 15-24 Tahun :

2006 2007 2008 2009 2010 2011

PengangguranMudaPria
(persentasetenagakerjapria 27.7 23.8 21.8 21.6 21.1 19.3
15-24 tahun)

PengangguranMudaWanita
(persentasetenagakerjawanita 34.3 27.3 25.5 23.0 22.0 21.0
15-24 tahun)
Sumber: Bank Dunia

Sektorpertaniantetapberada di posisiteratasdalamhalpenyerapantenagakerja.Tabel di
bawahinimemperlihatkanempatsektorterpopuler yang menyerap paling banyaktenagakerja di
tahun 2011 dansetelahnya.Angka-angkainimerupakanrepresentasi total persentasetenagakerja
Indonesia.

2011 2012 2013 2014

Pertanian 42.5 39.9 39.2 40.8

PedagangGrosir, PedagangRitel,
23.2 23.6 24.1 25.8
Restorandan Hotel

Jasamasyarakat, SosialdanPribadi 17.0 17.4 18.5 18.5

IndustriManufaktur 13.7 15.6 15.0 15.4

Data dariFebruari 2014


Sumber: BadanPusatStatistik

Pekerjaanrentan (tenagakerja yang tidak dibayardanpengusaha)


baikuntukpriamaupunwanitaangkanyalebihtinggi di Indonesia daripada di negara-
negaramajuatauberkembanglainnya.Dalamsatudekadeterakhirinitercatatsekitarenampuluhpersenu
ntukpria Indonesia dantujuhpuluhpersenuntukwanita.Banyak yang merupakan 'pekerjarentan'
adalahmereka yang bekerja di sektor informal.

Melemahnyadayaseraptenagakerja di beberapasektorindustri,
membuatangkapengangguranbertambah. BadanPusatStatistik
(BPS) melaporkanjumlahpengangguran di Indonesia padaAgustus 2015 sebanyak 7,56 juta
orang, bertambah 320 ribu orang dibandingkandenganperiode yang samatahunlalu 7,24 jutajiwa.

PadaAgustus 2015,
tingkatpengangguranterbukamenurutpendidikandidominasiolehSekolahMenengahKejuruan
(SMK) 12,65 persen, disusulSekolahMenengahAtassebesar 10,32 persen, Diploma 7,54 persen,
Sarjana 6,40 persen, SekolahMenengahPertama 6,22 persen, danSekolahDasarkebawah 2,74
persen.

Dikutip CNNIndonesia, DirekturStatistikKependudukandanKetenagakerjaan BPS


RazaliRitongamengatakanjumlahangkatantenagakerjameningkatsedangkandayaseraptenagakerja
daribeberapaindustrimelemah.
Data angkatankerja, pendudukbekerjadanpengangguran BPS /Beritagar.id

Perlambatanpertumbuhanekonominasional ditambahterseoknyanilai rupiah


terhadapdolarmemicuterjadinyagelombangPemutusanHubunganKerja (PHK) di seluruh
Indonesia.Berdasarkan data KementerianTenagaKerja, jumlahkaryawan yang dirumahkan
26.506 orang sepanjang September 2015.

Pemerintahsudahmengeluarkan paketkebijakanekonomi yang


diharapkanbisamenarikinvestasidanmembukalapanganpekerjaan.Pemerintahmemberibanyakinse
ntifbagipenanaman modal, salahsatunyakemudahanberinvestasi di kawasanindustri.

Dari data BPS, selamasetahunterakhir (Agustus 2014-Agustus 2015)


kenaikanpenyerapantenagakerjaterjaditerutama di SektorKonstruksisebanyak 930 ribu orang
(12,77persen), SektorPerdagangansebanyak 850 ribu orang (3,42 persen),
danSektorKeuangansebanyak 240 ribu orang (7,92 persen).

PenyerapantenagakerjahinggaAgustus 2015
masihdidominasiolehpendudukbekerjaberpendidikanrendah, yaitu SD kebawah 50,8juta orang
(44,27 persen) dan SMP 20,7 juta (18,03 persen).
Pendudukbekerjaberpendidikantinggihanyasebanyak 12,6juta orang, mencakup 3,1 juta diploma
dan 9,5 jutasarjan
BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding


dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi
masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan
pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan
masalah-masalah sosial lainnya.

Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran


konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan.
Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk
terhadap penganggur dan keluarganya.

Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik,
keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat
jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.

B. SARAN

Cara mengatasi pengangguran yaitu antara lain dengan:

1. Wiraswasta
Selama orang masih tergantung pada upaya mencari kerja di perusahaan tertentu,
pengangguran akan tetap menjadi masalah pelik. Masalah menjadi agak terpecahkan
apabila muncul keinginan untuk menciptakan lapangan usaha sendiri atau
berwiraswasta. Fakta memperlihatkan cukup banyak wiraswasta yang berhasil.
Meskipun demikian, wiraswasta pun bukanlah hal yang mudah.
2. Untuk mendorong pengembangan usaha mandiri, usaha kecil dan usaha keluarga, perlu
menyalurkan dana melalui bank seperti BPR dengan tingkat bunga di bawah 15% per
tahun.

3. Untuk membantu usaha keluarga miskin, perlu menyediakan dana pinjaman dengan
tingkat bunga cukup menutupi biaya adminstrasi bank, misalnya 7%, yang dapat
diperoleh tanpa agunan.
4. Bantuan kepada keluarga miskin seperti beras untuk si miskin (raskin) sedapat mungkin
diganti menjadi penciptaan kesempatan kerja.
5. Sejumlah dana bergulir disediakan dan disalurkan untuk usaha-usaha keluarga di sektor
informal sehingga dapat menambah penghasilan mereka.
6. Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja
Pengangguran terutama disebabkan oleh masalah tenaga kerja yang tidak terampil
dan ahli. Perusahaan lebih menyukai calon pegawai yang sudah memiliki keterampilan
atau keahlian tertentu. Masalah tersebut amat relevan di negara kita mengingat sejumlah
penganggur adalah orang yang belum memiliki keterampilan atau keahlian tertentu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu digalakan lembaga yang mendidik tenaga kerja
menjadi siap pakai. Yang paling penting dalam pendidikan dan pelatihan kerja itu
adalah kesesuaian program dengan kualifikasi yang dituntut oleh kebanyakan
perusahaan.

Memulihkan kondisi pengangguran di Indonesia tentulah tidak semudah membalikan


telapak tangan. Karena itu diperlukan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.
Solusi paling mudah untuk mengatasi hal ini adalah dengan menciptakan lapangan usaha sendiri
dan tidak mengharap yang muluk-muluk menjadi seorang karyawan suatu perusahaan dengan
gaji yang besar.Cara lain adalah dengan menetapkan kebijakan baru yang mempersempit
kesempatan para pemilik perusahaan untuk mem-PHK karyawannya.

Jadi untuk mengurangi pengangguran kita bisa mendorong para pengganggur untuk
berwiraswasta seperti ukm, usaha keluarga dll serta memaksimalkan progam pendidikan dan
pelatihan kerja. Tak luput pula pemerintah harus memberikan bantuan seperti peminjaman
modal kepada masyarakat untuk membuka usaha mandiri maupun kecil kecilan. Dalam memulai
berwiraswasta hilangkanlah rasa malas, rasa takut rugi intinya kita harus fokus dengan usaha
yang akan kita tekuni. Jangan jadi orang yang suka di gaji tetapi jadilah orang yang suka
menggaji.
DAFTAR PUSTAKA.

Ritonga,MT dkk. 2007. Ekonomi Untuk SMA kelas XI. Jakarta : PT Phibeta Aneka Gama

Prof. Dr. Payaman J. Simanjuntak, dalam artikelnya Pemerintah Baru; Isu Ketenagakerjaan
yang Mendesak , Media Indonesia Online, 20 Oktober 2004.

http://www.datastatistik-indonesia.com/content/view/804/804/1/4/

Koran KOMPAS tanggal 21 Februari 2010

http://72.14.235.132/search?q=cache:Cd1seoMYF7kJ:murti.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/103
03/PENGANGGURAN%2BDAN%2BKEMISKINANok.doc+pengangguran&cd=6&hl=id&ct=clnk&gl=id

https://beritagar.id/artikel/berita/data-bps-pengangguran-di-indonesia-756-juta-orang

http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/angka-ekonomi-makro/pengangguran/item255