Anda di halaman 1dari 15

BAB II

DEFINISI, PROSES PEMBEBANAN DAN PERILAKU BIAYA

A. KOMPETENSI DASAR

Mahasiswa mampu mendiskripsikan perilaku biaya dan dapat melakukan analisis


mengenai penggolongan biaya berdasarkan metode yang ada. Setelah biaya digolong dapat
digunakan untuk pengendalian manajemen yang akan digunakan untuk pengambilan
keputusan bagi pihak manajemen.

B. INDIKATOR KEBERHASILAN BELAJAR

1. Mahasiswa menjelaskan tentang perilaku biaya.


2. Mahasiswa mengidentifikasikan pola perilaku biaya.
3. Mahasiswa menentukan penggolongan biaya lebih lanjut.
4. Mahasiswa dapat menganalisis pengambilan keputusan untuk pihak
manajemen.
C. URAIAN MATERI

Pembebanan biaya atas produk, jasa, pelanggang, dan obyek lain yang merupakan
kepentingan manajemen, adalah salah satu tujuan dari sistem informasi manajemen. Oleh
karena itu keakuratan pembebanan biaya menghasilkan informasi yang lebih bermutu tinggi,
yang kemudian dapat digunakan untuk membuat keputusan yang lebih baik.

BIAYA (COST)

Biaya adalah kas atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan
barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat saat ini atau masa yang akan datang bagi
organisasi. Ekuivalen kas artinya sumber nonkas dapat ditukar dengan barang atau jasa yang
diinginkan.

Dalam usaha menghasilkan manfaat saat ini dan masa yang akan datang, manajer
harus melakukan berbagai usaha untuk meminimumkan biaya yang dibutuhkan dalam
mencapai manfaat tersebut. Mengurangi biaya yang diperlukan untuk mencapai tujuan berarti
perusahaan menjadi lebih efisien. Akan tetapi, biaya tidak hanya harus ditekan, tetapi harus
dikelola secara strategis.

Bab 2: Difisini, Proses Pembebanan Dan Perilaku Biaya 18


Biaya dikeluarkan untuk mendapatkan manfaat di masa yang akan datang. Manfaat
(bagi perusahaan yang berorientasi laba / profit oriented) berarti pendapatan. Jika biaya telah
dihabiskan dalam proses menghasilkan pendapat, maka biaya tersebut dinyatakan kadaluarsa
(expire). Biaya yang sudah kadaluarsa disebut beban (expense). Di setiap periode, beban akan
dikurangkan dari pendapatan dalam laporan laba rugi, untuk menentukan laba periode
tersebut. Sedangkan biaya yang belum kadaluwarsa disebut sebagai cost, yang akan
dilaporkan dalam laporan neraca.

OBYEK BIAYA

Sistem akuntansi manajemen dibuat untuk mengatur dan membebankan biaya kepada
entitas, yang disebut obyek biaya. Obyek biaya dapat berupa apapun, seperti produk,
pelanggan, departemen, proyek, aktivitas, dan sebagainya, yang diukur biayanya dan
dibebankan.

Dalam akuntansi manajemen maju, aktivitas muncul sebagai obyek biaya yang
penting. Aktivitas adalah orang-orang dan/atau peralatan yang melakukan kerja bagi orang
lain. Oleh karena itu aktivitas adalah unit dasar kerja yang dilakukan dalam sebuah
organisasi, dan dapat juga digambarkan sebagai pengumpulan tindakan dalam suatu
organisasi yang berguna bagi para manajer untuk melakukan perencanaan, pengendalian, dan
pengambilan keputusan. Aktivitas tidak hanya bertindak sebagai obyek biaya, tapi juga
memiliki peran utama dalam pembebanan biaya untuk obyek biaya lainnya.

KEAKURATAN PEMBEBANAN

Pembebanan biaya secara akurat ke obyek biaya sangatlah penting. Keakuratan adalah
suatu konsep relatif, dan harus dilakukan dengan wajar serta logis terhadap penggunaan
metode pembebanan biaya. Pembebanan biaya yang terdistorsi dapat menghasilkan keputusan
yang salah dan evaluasi yang buruk.

KETERTELUSURAN (TRACEABILITY)

Untuk membantu meningkatkan keakuratan pembebanan biaya, maka hubungan antara


biaya dan obyek biaya harus digali. Biaya dapat secara langsung atau tidak langsung berkaitan
dengan obyek biaya. Biaya tidak langsung (indirect cost) adalah biaya yang tidak mudah
dan akurat dilacak ke dalam obyek biaya. Biaya langsung (direct cost) adalah biaya dengan
mudah dan akurat ditelusuri ke dalam obyek biaya. Ditelusuri dengan mudah memiliki
arti bahwa biaya dapat dibebankan dengan layak secara ekonomi, dilacak dengan akurat
memiliki arti bahwa biaya dapat dibebankan dengan menggunakan hubungan sebab akibat.

Bab 2: Difisini, Proses Pembebanan Dan Perilaku Biaya 19


Jadi ketertelusuran adalah kemampuan untuk membebankan biaya ke obyek biaya dengan
cara yang layak secara ekonomi berdasarkan hubungan sebab akibat.

Metode Penelusuran

Penelusuran adalah pembebanan aktual biaya ke obyek biaya, dengan menggunakan


ukuran yang dapat diamati atas sumber daya yang dikonsumsi oleh obyek biaya. Penelusuran
biaya ke obyek biaya dapat terjadi melalui salah satu dari dua cara berikut ini: (1)
penelusuran langsung, atau (2) penelusuran penggerak.

Penelusuran langsung adalah suatu proses pengidentifikasian dan pembebanan biaya yang
berkaitan secara khusus dan fisik dengan suatu obyek.

Penelusuran penggerak (DRIVEN) adalah penggunaan penggerak untuk membebani


biaya ke obyek biaya. Penggerak adalah faktor penyebab yang dapat diamati dan yang
mengukur konsumsi sumber daya obyek lain. Oleh karena itu, penggerak adalah faktor yang
menyebabkan perubahan dalam penggunaan sumber daya, dan memiliki hubungan sebab
akibat dengan biaya yang berhubungan dengan obyek biaya.

Membebankan Biaya Tidak Langsung

Biaya tidak langsung adalah biaya-biaya yang tidak dapat dibebankan ke obyek-obyek
biaya, baik dengan menggunakan penelusuran langsung atau penggerak. Hal ini berati bahwa
tidak ada hubungan sebab akibat antara biaya dan obyek biaya, atau penelusuran tidak layak
dilakukan secara ekonomis. Pembebanan biaya tidak langsung ke obyek biaya disebut
alokasi. Oleh karena tidak terdapat hubungan sebab akibat, pengalokasian biaya tidak
langsung didasarkan pada kemudahan atau beberapa asumsi yang berhubungan.

Metode Pembebanan Biaya

Biaya Sumber Daya

Penelusuran Penelusuran Alokasi


Langsung Penggerak

Pengamatan Fisik Hubungan Sebab Asumsi


Akibat Hubungan

Obyek Biaya

Bab 2: Difisini, Proses Pembebanan Dan Perilaku Biaya 20


BIAYA PRODUK DAN JASA

Dua jenis keluaran (output) organisasi, yaitu: produk berwujud dan jasa. Jasa berbeda
dengan produk berwujud dalam empat dimensi penting, yaitu: ketidakberwujudan
(intangibility), tidak tahan lama (perishability), tidak dapat dipisahkan (inseparabaility), dan
heteroginitas (heterogenity). Sedangkan organisasi yang membuat produk berwujud disebut
organisasi manufaktur, dan organisasi yang memproduksi produk tidak berwujud disebut
organisasi jasa.

Manajer organisasi manufaktur maupun organisasi jasa perlu mengetahui besar biaya
setiap produk. Biaya produk yang akurat adalah penting untuk analisis tingkat laba dan
keputusan strategi yang berkenaan dengan perancangan produk, penetapan harga, serta bauran
produk.

Arti dari biaya produk tergantung pada tujuan manajerial yang sedang berusaha
dicapai. Ini sesuai dengan istilah: Biaya yang berbeda untuk tujuan yang berbeda (different
cost for different purpose). Contoh 1: Pihak manajemen memerlukan informasi tentang
semua pendapatan dan biaya yang berhubungan dengan suatu produk. Pada kasus ini, rantai
nilai biaya produk telah sesuai, karena memperhitungkan semua biaya yang diperlukan untuk
menilai tingkat laba strategis. Rantai nilai perusahaan (VALUE CHAIN) adalah seperangkat
aktivitas yang dibutuhkan untuk merancang, mengembangkan, memproduksi, memasarkan,
mendistribusikan, dan melayani produk. Contoh 2: Tujuan manajerial adalah jangka pendek
atau analisis tingkat biaya taktis. Pada kasus ini, biaya perancangan dan pengembangan
mungkin tidak relevan, khususnya untuk produk yang telah ada. Contoh 3: Tujuan manajerial
adalah penyusunan laporan keuangan eksternal. Dalam kasus ini biaya produk tradisional
diperlukan. Peraturan dan ketentuan yang mengatur laporan keuangan eksternal menyatakan
bahwa hanya harga pokok produksi yang dapat digunakan dalam perhitungan biaya produk.

BIAYA PRODUK DAN PELAPORAN KEUANGAN EKSTERNAL

Salah satu tujuan utama sistem manajemen biaya adalah perhitungan biaya produk
untuk pelaporan keuangan eksternal. Untuk tujuan perhitungan biaya produk, kesepakatan
yang berlaku secara eksternal menyatakan bahwa biaya dapat diklasifikasikan menurut tujuan
khusus atau fungsi-fungsi, yang hendak mereka capai. Biaya dikelompokkan ke dalam dua
kategori fungsional utama: produksi dan nonproduksi.

Bab 2: Difisini, Proses Pembebanan Dan Perilaku Biaya 21


Biaya produksi adalah yang berkaitan dengan pembuatan barang dan penyediaan jasa.
Biaya nonproduksi adalah biaya yang berkaitan dengan fungsi perancangan, pengembangan,
pemasaran, distribusi, layanan pelanggan, dan administrasi umum. Biaya pemasaran,
distribusi, dan layanan pelanggan biasa ditempatkan dalam satu kategori yaitu biaya
penjualan. Biaya perancangan, pengembangan, dan administrasi umum ditempatkan dalam
kategori biaya administrasi.

Biaya produksi (biaya manufaktur) dapat diklasifikasikan lebih lanjut sebagai biaya
bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead. Hanya tiga unsur biaya ini yang dapat
dibebankan ke produk dalam pelaporan eksternal.

Biaya produksi seringkali dibebankan menjadi dua yaitu biaya utama dan biaya
konversi. Biaya utama (prime cost) adalah jumlah biaya bahan baku langsung dan tenaga
kerja langsung. Biaya konversi adalah jumlah biaya tenaga kerja tidak langsung dan biaya
overhead. Pada perusahaan manufaktur, biaya konversi dapat diinterpretasikan sebagai biaya
mengubah bahan baku menjadi produk akhir.

Bab 2: Difisini, Proses Pembebanan Dan Perilaku Biaya 22


PERILAKU BIAYA

Perilaku biaya adalah istilah umum untuk menggambarkan apakah biaya berubah
seiring dengan perubahan output. Kemungkinan yang paling sederhana mengenai reaksi biaya
terhadap perubahan output adalah biaya tetap, biaya variabel dan biaya campuran.

Biaya tetap adalah suatu biaya yang dalam jumlah total tetap konstan dalam rentang
yang relevan ketika output aktivitas berubah. Biaya variabel adalah biaya yang jumlah total
bervariasi secara proporsional terhadap perubahan output. Biaya campuran adalah biaya
yang memiliki komponen tetap dan variabel.

MENGKLASIFIKASIKAN BIAYA SESUAI DENGAN PERILAKU

Dalam minilai perilaku biaya, pertama-tama harus dipertimbangkan batasan waktu,


kemudian harus diidentifikasikan sumber-sumber daya yang dibutuhkan dan output aktivitas.
Terakhir harus diukur input dan output, dan ditentukan pengaruh perubahan output pada biaya
aktivitas.

Batasan waktu, menentukan apakah suatu biaya merupakan biaya tetap atau variabel
bergantung pada batasan waktu. Menurut ilmu ekonomi, dalam jangka panjang semua biaya
adalah variabel; dalam jangka pendek, paling tidak satu biaya adalah tetap.

METODE-METODE UNTUK MEMISAHKAN BIAYA CAMPURAN KE DALAM


KOMPONEN-KOMPONEN TETAP DAN VARIABEL

Ada beberapa metode untuk menentukan pola perilaku biaya dengan analisis biaya
masa lalu, antara lain:

a. Metode Titik Tertinggi dan Titik Terendah

b. Metode Biaya Cadangan

c. Metode Kuadrat Terkecil

Berikut akan dikemukakan masing-masing metode tersebut.

METODE TITIK TERTINGGI DAN TITIK TERENDAH (HIGH AND LOW POINT
METHOD)

Cara menentukan pola perilaku biaya dengan metode ini adalah menganalisis biaya
masa lalu pada volume kegiatan yang tertinggi dan volume kegiatan yang terendah.

Bab 2: Difisini, Proses Pembebanan Dan Perilaku Biaya 23


Contoh :

Biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap pabrik tahun 2011 adalah sebagai
berikut:

Bulan Volume Produksi Biaya Reparasi & Pemeliharaan


Januari 150 Rp 175.000,00
Februari 200 200.000,00
Maret 250 225.000,00
April 300 250.000,00
Mei 275 237.000,00
Juni 225 212.000,00
Juli 175 187.000,00
Agustus 125 162.000,00
September 100 150.000,00
Oktober 120 160.000,00
November 160 180.000,00
Desember 220 210.000,00

Berdasarkan data tersebut di atas, volume produksi tertinggi adalah bulan April 2011
yaitu 300 unit biaya Rp 250.000.,00 sedangkan volume produksi terendah adalah bulan
September 2011 yakni 100 unit dengan biaya Rp 150.000.,00.

Selanjutnya volume produksi dan biaya pada kedua titik tertinggi dan terendah tersebt
dianalisis dengan cara menghitung selisih di antara keduanya. Perhitungannya adalah sebagai
berikut:

Bulan Volume Produksi Biaya Reparasi & Keterangan


Pemeliharaan
April 2011 300 unit Rp 250.000.,00 Tertinggi

Sept. 2011 100 unit Rp 150.000,00 Terendah


200 unit Rp 100.000.,00 Selisih
Selisih tersebut merupakan unsur variabel dari biaya yang bersangkutan. Selisih per
unit yakni dengan membagi selisih biaya dengan selisih volume merupakan biaya variabel
per unit dalam fungsi biaya tersebut di atas dinyatakan dengan simbol b. Dengan demikian,

= Rp 500,00

Bab 2: Difisini, Proses Pembebanan Dan Perilaku Biaya 24


Untuk a (biaya tetap total) dihitung dengan cara menghitung selisih antara total biaya
dengan total biaya variabel. Sebagai contoh untuk biaya pada bulan April 2011.

Bab 2: Difisini, Proses Pembebanan Dan Perilaku Biaya 25


Total biaya (Y) = 300 unit = Rp 250.000,00

Total biaya variabel = 300 X Rp 500,00 = 150.000,00

Total biaya tetap (a) = Rp 100.000,00

Dengan demikian fungsi biaya reparasi dan pemiliharaan dapat dinyatakan sebagai berikut:

Y = 100.000 + 500.x

Dari perhitungan di atas dapat diketahui bahwa dalam metode titik tertinggi dan titik terendah
yang pertama kali ditentukan adalah biaya variabel. Setelah biaya variabel per unit dapat
ditentukan baru ditentukan biaya tetapnya.

Metode Biaya Cadangan (Stand by Cost Method)

Analisis perilaku biaya dalam metode ini adalah dengan terlebih dahulu menentukan
unsur biaya tetap dari biaya yang bersangkutan. Hal ini berbeda dengan metode pertama yang
menentukan unsur variabel terlebih dahulu.

Penentuan unsur biaya tetap dilakukan dengan cara menghentikan kegiatan perusahaan
untuk sementara waktu. Dengan cara ini diketahui besarnya biaya yang terjadi jika perusahaan
terhenti kegiatannya. Biaya yang timbul selama kegiatan perusahaan dihentikan disebut biaya
cadangan (standby cost) yang merupakan unsur biaya tetap dari biaya yang dianalisis. Selisih
antara biaya cadangan dengan biaya yang terjadi selama kegiatan perusahaan berjalan
merupakan unsur biaya variabel. Jadi dalam metode ini ditekankan pada berapa biaya yang
dicadangkan atau akan terjadi seandainya kegiatan perusahaan dihentikan untuk sementara
waku.

Contoh 2.4.

Biaya listrik pada tingkat produksi 100.000 unit adalah Rp 1.200.000,00 sedangkan
biaya listrik yang harus dibayar pada saat kegiatan produksi dihentikan (produksi sama
dengan nol) adalah sebesar Rp 800.000,00. Dari data tersebut di atas penentuan pola perilaku
biaya listrik adalah sebagai berikut.

Volume Produksi

Volume Produksi Biaya Keterangan


100.000 Rp 1.200.000,00 Total Biaya
0 800.000,00 Total Biaya Tetap
100.000 Rp 400.000,00 Selisih(Total Biaya Variabel)
Biaya tetap (a) = Rp 800.000,00

Biaya variabel per unit (b) = 400.000,00


Bab 2: Difisini, Proses Pembebanan Dan Perilaku Biaya 26
100.000
= Rp 4,00

Dengan demikian fungsi biaya listrik adalah: Y = 800.000 + 4.x

Metode Kuadrat Terkecil (Last-Square Methode)

Penentuan pola perilaku biaya menurut metode ini adalah dengan menentukan total
biaya tetap dan biaya variabel per unit dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Contoh :

Gaji petugas penjualan dan volume penjualan selama tahun 2011 adalah sebagai
berikut:

Gaji Petugas
Volume Penjulan
Bulan Ke Penjualan XY X
Y X
1 750.000 6.000 4.500.000.000 36.000.000
2 600.000 4.000 2.400.000.000 16.000.000
3 600.000 4.500 2.700.000.000 20.250.000
4 900.000 7.500 6.750.000.000 56.250.000
5 800.000 6.000 4.800.000.000 36.000.000
6 600.000 4.500 2.700.000.000 20.250.000
7 700.000 5.500 3.850.000.000 30.250.000
8 600.000 4.000 2.400.000.000 16.000.000
9 850.000 7.000 5.950.000.000 49.000.000
10 500.000 4.000 2.000.000.000 16.000.000
11 1.000.000 8.000 8.000.000.000 64.000.000
12 600.000 5.000 3.000.000.000 25.000.000
Jumlah 8.500.000 66.000 49.050.000.000 385.000.000
n = 12 Y X XY X

Dari data tersebut maka perhitungan b dan a adalah sebagai berikut:

Bab 2: Difisini, Proses Pembebanan Dan Perilaku Biaya 27


= 133,333.

Dari perhitungan tersebut fungsi gaji petugas penjualan adalah sebagai berikut:

Y = 133,333 + 104,54545454 X

Dalam analisis yang lebih mendalam, sebelum sesuatu biaya ditentukan sebagai suatu fungsi
dari hal tertentu, terlebih dulu dilakukan analisis regresi-korelasi. Bahkan dalam analisis
regresi ada kemungkinan menggunakan regresi berganda.

PENGGOLONGAN BIAYA LEBIH LANJUT

Untuk perencanaan dan pengendalian biaya, manajemen harus memisahkan biaya ke


dalam unsur biaya tetap dan unsur biaya variabel. Pengertian biaya tetap dan biaya variabel,
cara-cara pemisahan biaya semi variabel (dan atau tetap) telah dikemukakan. Selanjutnya
biaya tetap dan biaya variabel tersebut dapat pula digolong-golongkan guna lebih
memudahkan manajemen dalam perencanaan dan pengendalian. Berikut ini akan dijelaskan
masing-masing biaya tersebut.

Biaya Tetap Komitet dan Biaya Tetap Diskresionari

Penggolongan biaya tetap menjadi biaya tetap komitet dan biaya tetap diskresionari
berdasarkan pada mudah atau tidaknya biaya tetap tersebut dieliminasi atau dikurangkan oleh
manajemen.

Biaya Tetap Komitet, merupakan jenis biaya tetap yang tidak mudah dieliminasi atau
dikurangi oleh manajemen, karena pada umumnya biaya ini timbul dari pendirian perusahaan
atau pemilikan ekuipmen. Dengan perkataan lain, biaya tetap komitet terjadi sebagai
keputusan manajemen dalam jangka panjang. Biaya tetap komitet pada umumnya akan
timbul, meskipun perusahaan menghentikan kegiatan usahanya. Contoh biaya tetap komitet
antara lain: biaya depresiasi gedung pabrik dan ekuipmen, pajak bumi dan bangunan, biaya
sewa jangka panjang dan gaji direksi.

Bab 2: Difisini, Proses Pembebanan Dan Perilaku Biaya 28


Biaya Tetap Diskresinari, merupakan jenis biaya tetap yang dapat dieliminasi atau
dikurangkan oleh manajemen, karena pada umumnya biaya ini timbul dari kebijakan
manajemen dalam penyusunan anggaran. Biaya tetap diskresionari yang terdapat dalam suatu
tahun tertentu, dapat dihapus atau dikurangi pada tahun berikutnya berdasarkan kebijakan
manajemen. Contoh biaya tetap diskresionari antara lain: biaya promosi, biaya riset dan
pengembangan, biaya konsultan dan gaji pegawai honorer.

Biaya Variabel Enjiner dan Biaya Variabel Diskresionari

Biaya variabel digolongkan menjadi biaya enjiner dan biaya variabel diskresionari.
Penggolongan tersebut berdasarkan apa yang menyebabkan variabilitas biaya tersebut.

Biaya Variabel Enjiner, merupakan biaya yang mempunyai hubungan fisik dengan
volume kegiatan perusahaan. Biaya ini bersifat variabel karena antara masukan dan
keluarannya mempunyai hubungan yang optimum dengan hasil produksi.

Biaya Variabel Diskresionari, merupakan biaya yang bersifat variabel karena


kebijakan manajemen. Biaya ini berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan,
karena manajemen menghendaki demikian. Sebagai contooh biaya komisi penjualan
jumlahnya akan berubah secara proporsional dengan perubahan hasil penjualan.

Berikut ini adalah gambar pemisahan biaya untuk kepentingan perencanaan dan
pengendalian biaya bagi manajemen.

Penggolongan Biaya Tetap dan Variabel

Biaya tetap komitet

Biaya Tetap

Biaya tetap diskresionari

Biaya

Biaya variabel enjiner

Biaya Variabel

Biaya variabel diskresionari

D.RANGKUMAN.

Perilaku biaya adalah pola perubahan biaya dalam kaitannya dengan perubahan
kegiatan perusahaan, seperti misalnya volume produksi, volume penjualan dan lain
sebagainya. Atas dasar hal tersebut biaya digolongkan atas biaya variabel, biaya tetap dan
biaya semi tetap dan atau semi variabel.

Bab 2: Difisini, Proses Pembebanan Dan Perilaku Biaya 29


Biaya variabel adalah biaya yang totalnya selalu berubah secara proporsional dengan
perubahan volume kegitan perusahaan. Contoh biaya ini antara lain biaya bahan baku, biaya
tenaga kerja langsung.

Biaya tetap adalah biaya yang di dalam jarak kapasitas tertentu totalnya tetap,
meskipun volume kegiatan perusahaan berubah. Contoh biaya ini anatara lain biaya
penyusutan, biaya gaji pimpinan dan sebagainya.

Biaya semi variabel adalah biaya yang totalnya berubah tetapi tidak proporsional
dengan perubahan tingkat volume kegiatan perusahaan. Perubahan ini proporsinya bisa
semakin lebih rendah bisa pula semakin tinggi. Contoh biaya ini adalah biaya tenaga kerja
yang dikaitkan dengan kurva belajar, biaya energi dan lain sebagainya.

Biaya semi tetap adalah biaya yang pada tahapan tertentu tetap jumlahnya, namun bila
setelah tahapan tertentu tersebut jumlahnya melonjak dalam jumlah tertentu. Contoh biaya ini
adalah biaya penyusutan.

Untuk keperluan pengendalian biaya maka biaya harus dikelompokkan pada biaya
tetap dan biaya variabel. Untuk itu biaya semi tetap dan atau biaya semi variabel harus
dipisahkan sedemikian rupa sehingga menjadi biaya variabel dan biaya tetap. Perilaku biaya
tetap dan biaya variabel ini dianggap bersifat linear.

Untuk memisahkan biaya semi variabel dan atau biaya semi tetap, ke dalam biaya
tetap dan biaya variabel digunakan berbagai macam cara atau pendekatan. Pendekatan yang
paling umum adalah pendekatan analisis biaya masa lalu. Atas dasar analisis biaya masa lalu
cara pemisahan biaya semi tetap dan atau biaya semi variabel adalah: metode titik tertinggi
dan titik terendah, metode biaya cadangan, dan metode kuadrat terkecil.

Penggolongan lebih lanjut biaya tetap adalah biaya tetap komitet dan biaya tetap
diskresionari. Penggolongan ini atas dasar dapat tidaknya suatu biaya tetap dengan cepat
dieliminasi.Penggolongan lebih lanjut biaya variabel adalah biaya variabel enjiner dan biaya
variabel diskresionari. Penggolongan ini atas dasar jelas tidaknya hubungan antara masukan
dengan kel

E.PENDALAMAN MATERI

Abdul Halim dan Bambang Supomo. 2001. Bab II.

F.SOAL LATIHAN

Bab 2: Difisini, Proses Pembebanan Dan Perilaku Biaya 30


1.Metode apa yang membagi biaya semi variabel ke elemen tetap dan variabel dengan
menggunakan data-data biaya dan aktivitas masa lalu? Metode mana yang paling akurat?
Mengapa?

2.Apakah yang dimaksud dengan garis regresi? Berikan rumus umum garis regresi. Manakah
yang menunjukan biaya variabel? Mana yang menunjukan biaya tetap?

3.Jumlah hari menginap dan beban perlengkapan pelayanan di Hotel DANA selama 7 bulan
adalah sebagai berikut:

Bulan Hari Tamu Menginap Beban Perlengkapan Pelayanan


Maret 4.000 7.500
April 6.500 8.250
Mei 8.000 10.500
Juni 10.500 12.000
Juli 12.000 13.500
Agustus 9.000 10.750
September 7.500 9.750

Tamu menginap adalah ukuran aktivitas hotel secara keseluruhan. Sebagai contoh, tamu
yang menginap selama tiga hari dikategorikan tamu yang menginap 3 hari.

Diminta:

a. Dengan menggunakan high-low method, tentukan rumus biaya untuk biaya


perlengkapan pelayanan?

b. Dengan menggunakan rumus yang telah anda buat, berapakah jumlah biaya
perlengkapan pelayanan yang akan terjadi bila tingkat hunian hotel adalah 11.000 hari
tamu menginap?

4.Data ini berkaitan dengan jumlah unit yang dikirimkan dan total biaya pengiriman yang
terjadi di perusahaan Archer. Perusahaan Archer adalah perusahaan yang memproduksi
AC.

Bulan Unit Total Biaya Pengiriman


Januari 3 7.500
Februari 6. 8.250
Maret 4 10.500
April 5 12.000

Bab 2: Difisini, Proses Pembebanan Dan Perilaku Biaya 31


Mei 7 13.500
Juni 8 10.750
Juli 2 9.750

Diminta:

a. Dengan menggunakan high-low method, tentukan rumus biaya untuk biaya


pengiriman?

b. Dengan menggunakan scattergraph method, ikuti perintah berikut ini:

- Siapkan scattergraph dari data di atas. Plot biaya pada sumbu vertikal dan
aktivitas pada sumbu horizontal. Tariklah garis regresi dari titik-titik yang anda
plot dengan inspeksi visual?

- Dengan menggunakan scattergraph, tentukan biaya variabel per unit yang


dikirimkan dan biaya tetap per bulan?

c. Apakah ada faktor-faktor lain di luar jumlah unit yang dikirimkan yang mungkin
mempengaruhi biaya pengiriman? Jelaskan?

Bab 2: Difisini, Proses Pembebanan Dan Perilaku Biaya 32