Anda di halaman 1dari 22

BAB III

INFORMASI AKUNTANSI PENUH


(FULL ACCOUNTING INFORMATION)

A. KOMPETENSI DASAR
Mahasiswa mampu mendiskripsikan penggunaan informasi akuntansi penuh untuk
melakukan evaluasi dan pengambilan keputusan yang menunjang kelancaran pengelolaan suatu
organisasi serta perekayasaan informasi akuntansi yang digunakan untuk pengambilan keputusan
bagi pihak manajemen.

B. INDIKATOR KEBERHASILAN BELAJAR


1. Mahasiswa mampu menerapkan konsep informasi akuntansi penuh.
2. Mahasiswa mampu membedakan mengenai Full Accounting Information, Full
Cost, dan Full Costing.
3. Mahasiswa mampu mengevaluasi kinerja organisasi berdasarkan data historis.
4. Mahasiswa mampu membuat keputusan serta pembuatan program

C. URAIAN MATERI
Dalam mempelajari informasi akuntansi penuh supaya diperoleh pemahaman yang
baik proses pembelajarannya mengikuti kerangka yang ada dibawah ini:

Definisi
Konsep FAI Full Costs Full Costing

Pelaporan Keuangan

Profitability Analysis

Berapa kos yg telah dikeluarkan untuk


sesuatu
Manfaat Penentuan harga jual dalam cost type
contract
Full Accounting
Information Penentuan harga jual normal

Penentuan harga jual yang diatur


pemerintah
Penyusunan program

Pembebanan by tidak langsung utk


penyediaan informasi bagi pengambilan
keputusan manajemen

Rekayasa Pembebanan by tidak langsung utk


pengukuran kinerja manajemen

Pembebanan by tdk langsung utk


pelaporan keuangan kepada pihak luar

Bab 3: Informasi Akuntansi Penuh 35


FULL Accounting Information adalah seluruh aktiva, seluruh pendapatan, yang diperoleh
dan atau seluruh sumber yang dikorbankan dari suatu obyek informasi
1. Unsur yang membentuk Full Accounting Information:
Total Aktiva Aktiva Penuh (Full Assets)
Total Pendapatan Pendapatan Penuh (Full Revenues)
Total Kos Kos Penuh (Full Costs)
2. Full Accounting Information selalu berhubungan dengan obyek informasi (information
object/objektive) dalam hubungannya dengan objek informasi, maka Full Accounting
Information merupakan:
Informasi Akt langsung yang terjadi dalam obyek informasi tertentu ditambah bagian
yang adil dari informasi: Akt tidak langsung yang dibebankan kepada obyek informasi
Aktiva langsung yang bersangkutan
dengan obyek informasi ditambah
FULL ASSETS
Bagian yg adil dr aktiva tdk langsung yg
menjadi tanggung jawab obyek informasi
otersebut
Pendapatan langsung suatu obyek
informasi ditambah
FAI FULL REVENUES
Bagian yg adil pendapatan tdk langsung
yg menjadi hak obyek informasi tersebut

Kos lansung suatu obyek informasi +


FULL COSTS
Bagian yg adil kos tidak langsung yang
menjadi beban obyek informasi tersebut
tersebut.

FULL ACCOUTING INFORMATION FULL COSTS FULL COSTING

FULL ASSETS

FAI FULL REVENUES FULL COSTING


Variable Costing
FULL COSTS
Activity Based Costing

Full Costs Merupakan total kos yg bersangkutan dg obyek informasi

Bila obyek informasi berupa produk Merupakan total kos


yg bersangkutan dgn produk tersebut
Perhitungannya dipengaruhi oleh metode penentuan Harga
Pokok Produksi yang digunakan

Bab 3: Informasi Akuntansi Penuh 36


FULL COSTING
Adalah metode pentuan Harga Pokok Produksi, yang membebankan seluruh kos produksi
sebagai Harga Pokok Produksi, baik kos produksi yang berperilaku variabel maupun tetap.

BBB BBB Full


Production BBB
+ BTKL
Cost
BOP-V (Pendekatan BTKL
BTKL
Full Conting) By penuh
BOP-T
+ = = (Full Costs)
BOP-V
+
BOP-V (pendekatan Full
BY Non BOP-T Costing)
+
A& U Production
BOP-T Cost (Sebagai BY
+ period cost ) A& U

BY BY
PASAR PASAR

Kelemahan:
- Merupakan metode Harga pokok persediaan (Inventory Costing) karena bertujuan
untuk penilaian persediaan (Inventory Valuation) yang akan dicantumkan dalam neraca
dan laporan R/L bagi pihak luar
- Hanya memfokuskan biaya produksi penuh (Full Production Cost) yang terjadi pada fase
produksi
- Mengelompokkan biaya secara sederhana (berdasar fungsi pokok organisasi perusahaan
manufaktur)

Bab 3: Informasi Akuntansi Penuh 37


VARIABLE COSTING
Adalah metode penentuan H.P. Produksi yang membebankan hanya biaya produksi yang
berperilaku variabel saja kepada produk

BBB BBB Full BBB


Production
+ BTKL Cost
(Pendekatan BTKL
BTKL BOP-V By penuh
variable
(Full Costs)
+ = Conting) =
+ BOP-V (dengan
pendekatan
BOP-V BY A & U variable
BY A & U
+ VAR Costing)
VAR
BPO-T + BY PASAR
VAR
BY PASAR
VAR BOP-T
+
BY A & U
Dibebankan TETAP
BOP T.
sebagai
BY
periode Cost
PASAR T.
+
TETAP
BY
ADM.&U T

BY PASAR
TETAP

Kelemahan
- Merupakan metode penentuan H.P. Persediaan (Inventory Costing)
- Hanya memfokuskan full production cost yang terjadi pada fase produksi, meskipun
lebih baik dari full costing karena telah mengelompokkan biaya menurut perilaku biaya
dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan
- Variabilitas biaya hanya dihubungkan dengan jumlah produk yang diproduksi (Unit
Level Activities), sehingga tidak menggambarkan informasi biaya secara cermat bila
variabilitas biaya tidak berdasarkan unit level activities)

ACTIVITY BASED COSTING


Adalah metode penentuan Harga Pokok Produk (Product Costing) yang ditujukan untuk
menyajikan informasi Harga Pokok Produk secara cermat (Accurate) bagi kepentingan
manajemen, dengan cara mengukur secara cermat konsumsi sumber daya dalam setiap
aktifitas yang digunakan untuk menghasilkan produk.

Bab 3: Informasi Akuntansi Penuh 38


Aktifitas pembuatan produk dibagi 3 fase:
a. fase desain dan pengembangan produk (contoh: biaya desain, pengujian produk)
b. Fase produksi
c. Fase dukungan logistic (logistic support) contoh: iklan, distribusi, garansi produk

By tahap desain & Facility


pengembangan sustaining
produk Act cost
Full Costs dengan
Product
pendekatan
By tahap produksi sustaining
Activity Based
Act cost
Costing
Batch
Related
By tahap dukungan Act Cost
logistik
Unit Level
Rincian Biaya pada setiap fa Act Cost :

Rincian biaya pada setiap fase pembuatan produk


a. Unit Level Activity Costs
- Dipengaruhi oleh jumlah produksi yang dihasilkan
- Dibebankan berdasarkan jumlah unit produk yang dihasilkan
- Contoh: BBB, BTKL, biaya energi, biaya angkut
b. Batch Related Activity Costs
- Biaya yang berhubungan dengan jumlah batch produk yang diproduksi
- Dipengaruhi oleh frekuensi order produksi (tidak oleh jumlah unit produksi dalam
setiap order produksi)
- Contoh: set up costs, biaya inspeksi, biaya order pembelian, biaya angkut Bahan
baku dalam pabrik.
c. Product Sustaining Activity Costs
- Berhubungan dengan penelitian dan pengembangan produk tertentu dan biaya-biaya
untuk mempertahankan produk agar tetap dapat dipasarkan
- Dibebankan berdasarkan taksiran jumlah unit produk tertentu selama daur hidup
produk tersebut (Product Life Cicle)
- Contoh: Biaya desain produk, desain proses pengolahan produk, pengujian produk.
d. Facility-Sustaining Activity Costs
- Berhubungan dengan kegiatan untuk mempertahankan kapasitas yang dimiliki oleh
perusahaan
- Dibebankan atas dasar taksiran unit produk yang dihasilkan pada kapasitas normal
- Contoh: biaya depresiasi, biaya asuransi, biaya karyawan kunci perusahaan

Bab 3: Informasi Akuntansi Penuh 39


Beda unsur biaya produk dalam 3 pendekatan tersebut
Full Costing Variable Costing Activity Based Costing
By Produksi Biaya variabel Unit level activity costs
By administrasi & By tetap Batch Related activity costs
umum. Product sustaining activity costs
Biaya Pemasaran Facility Sustaining activity costs

Beda Conventional Costing Method dengan ABC


Conventional ABC
Tujuan Inventory Valuation Product Costing
Lingkup Hanya pada fase produksi Tahap: desain, produksi
dukungan logistic
Fokus BBB, BTKL BOP
Periode Teknologi Periode Akt Daur hidup produk
Informasi yang Metode manual Komputer telekomunikasi
digunakan

Manfaat Full Accounting Information


1. Pelaporan Keuangan
Dibagi menjadi Kepada pihak luar / ekstern dan pihak dalam / intern
A. Kepada Pihak Luar / Ekstern
Terikat dengan prinsip Akuntansi Berterima Umum agar dapat diperbandingkan
Harus diterbitkan / dikeluarkan paling tidak satu tahun sekali
Berbentuk: LAPORAN KEUANGAN POKOK, terdiri dari:

1) Neraca menyajikan Aktiva Penuh
Berbagai sumber asal Aktiva tersebut (Passiva)
2) Laporan R/L Pendapatan Penuh
Biaya Penuh

Menurut Standar Akuntansi Keuangan:


- Pendapatan penuh harus merupakan pendapatan yang diperoleh perusahaan atas
penjualan produk / jasa kepada pihak luar
- Biaya penuh harus ditentukan berdasarkan metode Full Costing

Bab 3: Informasi Akuntansi Penuh 40


Contoh bentuk laporan R/L
=======================================================
Pendapatan penjualan kepada pihak luar 10.000.000
Harga Pokok Penjualan dengan metode FULL COSTING 5.500.000
Laba Buruto 4.500.000
Biaya Usaha 2.000.000
Laba Bersih Usaha 1.500.000
Pendapatan & (biaya) di luar usaha 500.000
Laba bersih sebelum pajak 1.000.000

B. Kepada Pihak Dalam / Intern


Tidak terikat dengan PABU/SAK
Pendapatan penuh terdiri dari pendapatan baik dari penjualan kepada pihak luar
maupun pihak dalam/intern perusahaan (ex penjualan antar divisi)
Biaya penuh Tidak harus Full Costing (Variabel Costing / ABC)
Penjualan antar divisi terdiri biaya langsung divisi ditambah biaya
kantor pusat yang dialokasikan kepada divisi

Contoh lap R/L Divisi dengan metode Full Costing


--------------------------------------------------------------------------------------
Pendapatan penjualan kepada pihak luar 10.000.000
Pendapatan penjualan antar divisi 2.500.000
Pendapatn penuh 12.500.000
Biaya langsung divisi:
Biaya produksi 5.000.000
Biaya administrasi & umum 1.000.000
Biaya pemasaran 2.500.000
Biaya langsung Divisi 8.500.000
Alokasi biaya kantor pusat 1.000.000
Biaya penuh 9.500.000
Laba bersih Divisi 3.000.000

Bab 3: Informasi Akuntansi Penuh 41


Contoh lap R/L dengan metode Variable Costing
--------------------------------------------------------------------------------------
Pendapatan penjualan kepada pihak luar 10.000.000
Pendapatan penjualan antar divisi 2.500.000
Pendapatan penuh 12.500.000
Biaya variable:
Biaya produksi Variabel 4.000.000
Biaya adm & umum Variabel 500.000
Biaya pemasaran variabel 1.500.000
Total Biaya Variabel 6.000.000
Laba Kontribusi 6.500.000
Biaya Tetap:
Biaya produksi tetap 1.000.000
Biaya adm & umum tetap 500.000
Biaya Pemasaran Tetap 1.000.000
Alokasi Biaya Kantor Pusat 1.000.000
Total Biaya Tetap 3.500.000
Laba bersih Divisi 3.000.000

2. Analisis Kemampuan Menghasilkan Laba/Profitability Analysis


Dapat diterapkan dalam berbagai objek informasi
Bertujuan untuk mendeteksi penyebab timbulnya laba/rugi yang dihasilkan oleh suatu
objek informasi dalam periode Akt tertentu..
Perusahaan memproduksi > 1 produk maka manajemen perlu informasi akuntansi penuh
berupa:
a. Pendapatan penuh yang dihasilkan produk pada periode tertentu
b. Biaya penuh yang dikorbankan untuk memproduksi dan memasarkan produk tersebut
selama periode yang sama
c. Aktiva penuh yang digunakan untuk memproduksi produk tersebut.

Contoh:

Keterangan A B C TOTAL

Pendapatan penjualan 10.000 20.000 30.000 60.000


Biaya penuh untuk:
Desain & Pengembangan prod 1.500 2.000 1.000 5.000
Biaya produksi:
Facility Sustaining Act Cost 1.000 4.000 9.000 14.000
Product Sustaining Act Cost 500 3.000 6.000 10.000
Batch Related Act Cost 600 5.000 2.000 8.600
Unit Level Act Cost 4.200 6.800 10.500 24.000
Dukungan Logistik 800 1.200 500 2.000
Jml biaya aktifitas (Acti Costs) 8.600 22.000 29.000 15.9600
Laba / Rugi per produk 1.400 (2.000) 1.000 400

Bab 3: Informasi Akuntansi Penuh 42


Alat pengukur profitability analysis:
a. Kembalian Investasi (Return on investment / ROI)
Pendtan Penuh - Biaya Penuh Laba Bersih
ROI X 100% ...%
Aktiva Penuh Aktiva Penuh
b. Residual Income(RI)
Pendapatan Penuh xx
Biaya Penuh xx
Laba Bersih xx
Beban Modal = Y % x Aktiva Penuh xx
Residual Income xx

Contoh: Divisi A merupakan salah satu divisi pada perusahaan X,Y,Z. Aktiva penuh
Divisi A pada 31 12 19X2 adalah 4.000.000,-. Beban modal atas invest.tersebut
sebesar 20%. Pendapatan penuh yang diperoleh pada tahun 19X2 adalah 3.600.000,-,
biaya penuh yang dikeluarkan adalah 2.400.000,-.
Jawab:
Return on Invest. = 3.600.000 2.400.000 x 100% = 30%
4.000.000
Residual Income (RI):
Pendapatan penuh = 3.600.000
Biaya penuh = 2.400.000
Laba bersih = 1.200.000
Beban modal: 20% x 4.000.000 = 800.000
Residual Income = 400.000

Metode analisis ini dipengaruhi 4 faktor:


a. Konsep laba yang digunakan
b. Komponen untuk menghitung laba
c. Komposisi aktiva yang diperhitungkan dalam investement base
d. Penilaian aktiva

Bab 3: Informasi Akuntansi Penuh 43


Konsep laba dan Komponen Laba
--------------------------------------------------------------------------------------------
Laba Laba Laba Laba
Kontribusi Terkendali Langsung Bersih
(1) (2) (3) (4)
--------------------------------------------------------------------------------------------
Hasil penjualan 19.000 19.000 19.000 19.000
Biaya Langsung:
Biaya Variabel terkendalikan 8.000 8.000 8.000 8.000
Biaya var. tak terkendalikan 2.500 2.500 2.500
Jumlah biaya variabel 10.500
8.500
Biaya tetap terkendalikan 2.000 2.000 20.00
Jumlah biaya terkendalikan 10.000
9.000
By tetap tak terkendalikan 1.500 1.500
Jml biaya langsung divisi 14.000
5.000
Biaya tidak langsung
Alokasi biaya dari kantor pusat 2.000
Total Biaya Divisi 16.000
3.000
-------------------------------------------------------------------------------------------
Biaya Biaya Biaya Total
Variabel Terkendali Langsung Biaya

Konsep laba bersih paling tepat karena didalamnya telah memperhitungkan informasi
pendapatan penuh dan informasi biaya penuh sehingga mencerminkan semua faktor
penentu kemampuan menghasilkan laba.

Komposisi aktiva dan Penilaian Aktiva


Komponen aktiva yang digunakan untuk penilaian/perhitungan
1. Aktiva yang digunakan langsung oleh divisi sama denganTotal Aktiva Divisi
2. Aktiva Divisi dikurangi Interest Free (aktiva yang berasal dari sumber yang tidak
memerlukan biaya) contoh: persediaan dari hutang dagang
3. Aktiva Divisi ditambah Aktiva Kantor Pusat yang dapat didefinisikan secara langsung
dengan kegiatan divisi
4. Aktiva Divisi dikurangi Aktiva yang tidak digunakan secara langsung untuk
memperoleh penghasilan (contoh: surat berharga, tanah belum digunakan)
5. Aktiva Divisi dikurangi Aktiva Divisi Menganggur

Bab 3: Informasi Akuntansi Penuh 44


Kriteria Pokok:
1. Aktiva tersebut digunakan langsung untuk memperoleh pendapatan
2. Aktiva tersebut dibawah pengendalian divisi
Kesimpulan:
Aktiva penuh: Aktiva Langsung Divisi + Bagian yang adil dari aktiva tidak langsung
Perhitungan ROI yang ditujukan bagi kreditur jangka panjang dan pemegang saham:
Laba Bersih Biaya Bunga Hj Pjg
ROI
Aktiva - Hutang Lancar

Kembalian investasi atas modal bersih (Return On Net Capital Investemen)


Menitik beratkan perhitungan kembalian investasi dari pemegang saham
LabaBersih LabaBersih
= Aktiva TotalHu tan g =
ModalSaham
3. Jawaban atas beberapa biaya yang telah dikeluarkan untuk sesuatu
Dapat diketahui dengan menyajikan informasi by penuh dari objek biaya tertentu (missal:
produk, jasa, aktivitas, pusat by atau perusahaan secara keseluruhan)
Biaya penuh tersebut akan berperan bagi manajemen dalam:
a) Evaluasi konsumsi sumber daya yang dikorbankan
Berguna untuk melakukan evaluasi terhadap rencana yang dibuat
Dapat dibuat dengan metode:
1) Full Costing, berdasarkan Biaya produksi baik langsung maupun
Biaya non produksi idak langsung
2) Variabel Costing, berdasar Biaya variabel Selalu biaya langsung
Biaya tetap baik langsung dan tdk lgsg
3) Activity Based, berdasar biaya desain dan pengembangan
Biaya produksi
Biaya pendukung logistik
Bila obyek informasi berupa sebuah divisi, maka yang perlu disajikan adalah:
- Biaya langsung divisi xx
- Bagian yang adil by tidak langsung dari divisi lain xx
- Bagian yang adil by tidak langsung dari kantor pusat xx
Biaya penuh divisi xx

b) Membandingkan dengan struktur biaya perusahaan pesaing


Informasi Full cost yang cermat dapat membantu manajemen untuk:
- Mengendalikan aktifitas dalam melayani konsumen
- Memproyeksikan tindakan yang diambil pesaing
c) Keputusan untuk membeli/membuat sendiri
Dasar pertimbangannya adalah penghematan biaya

Bab 3: Informasi Akuntansi Penuh 45


d) Penentuan harga jual
Untuk dapat bersaiang maka harga jual harus ditentukan secara cermat berdasarkan
informasi biaya penuh produk/jasa
e) Menyediakan kemudahan dalam usaha menghilangkan biaya-biaya aktifitas bukan
penambah nilai (non-value-added costs).
f) Menyediakan informasi untuk memperbaiki tingkat kemampuan produk/jasa dalam
menghasilkan laba dengan memantau total daur hidup produk
Akuntansi biaya tradisional hanya menyediakan informasi biaya dalam periode
akuntansi tertentu saja, padahal ada biaya-biaya yang tidak berhubungan dengan
aktifitas produksi dalam periode akuntansi tertentu.
Contoh: Product sustaining cost (biaya perancangan kembali, Biaya tes produksi
dan pemasaran)
Biaya-biaya tersebut dipengaruhi oleh taksiran jumlah produk selama daur hidup
produk, maka informasi biaya penuh masa lalu selama masa daur hidup produk
dapat digunakan sebagai dasar analisis kemampuan menghasilkan laba dari suatu
produk.
g) Menyediakan informasi untuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan
tentang biaya mutu (quality cost)
Mutu dapat digolongkan:
1) Mutu desain (Quality of Desaign)
Merupakan spesifikasi dari suatu produk, contoh mutu suatu kertas HVS, terdiri
dari beberapa spesifikasi seperti warna putih, berat per cm2, ketahan dalam
menyerap tinta, dsb
2) Mutu kesesuaian (Quality of Conformance)
Seberapa jauh suatu produk memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan
Biaya mutu adalah biaya yang terjadi karena adanya/kemungkinan adanya mutu
produk yang rendah, terdiri:
1) Biaya pencegahan merupakan biaya untuk mencegah terjadinya produk cacat
Contoh: program pelatihan mutu, pemeriksaan mutu, prenc mutu
2) Biaya penilaian merupakan biaya untuk menentukan apakah produk yang
dihasilkan sesuai dengan mutu yang telah ditetapkan
Contoh: Pengujian bahan baku, biaya pengawasan, produk acceptance, process
Acceptance.
3) Biaya kegagalan intern terjadi sebelum produk dikirim ke konsumen
Contoh: sisa bahan (serap), biaya pengerjaan kembali
4) Biaya kegagalan ekstern bisa terdeteksi setelah sampai konsumen
Contoh: Kerugian penjualan, retur, biaya garansi, biaya perbaikan.
Informasi biaya penuh sebagai pembanding dengan anggaran biaya mutu yang
disusun oleh manajemen dan
ditentukan dan biaya mutu terhadap pendapatan penjualan

Bab 3: Informasi Akuntansi Penuh 46


h) Cost Reimbursement
Adalah permintaan penggantian (reimbursement) atas biaya-biaya yang telah
dikeluarkan untuk membiayai suatu aktifitas
Ex: kontraktor perlu biaya penuh yang telah dikeluarkan pada masa lalu untuk
meminta pergantian biaya kepada pemilik proyek
i) Inventory Costing
Biaya dipecah menjadi dua:
1) Biaya non produksi sebagai biaya periode (mengurangi pendapatan)
2) Biaya produksi, dipecah:
- Melekat pada produk terjual sebagai harga produksi
- Melekat pada produk belum terjual sebagai harga pokok persediaan
produk.
4. Penentuan harga jual dalam cost-type contract
Cost type contract adalah kontrak pembuatan produk/jasa dimana pembeli setuju untuk
membeli dengan harga yang didasarkan pada total biaya sesungguhnya ditambah laba
sebesar persentase tertentu dari total biaya sesungguhnya.
Harga jual = by penuh sesungguhnya + ( % x by penuh sesungguhnya)
5. Penyusunan Program
Adalah proses pengambilan keputusan mengenai program-program yang akan
dilaksanakan dan penaksiran jumlah sumber daya yang akan dialokasikan
Program adalah kegiatan pokok yang telah diputuskan untuk dilaksanakan dalam jangka
panjang sebagai pelaksanaan strategi. Contoh: produk utama, pelatihan karyawan,
pengembangan produk.
Untuk melakukan pemilihan program perlu Informasi Akuntansi penuh yang terdiri
Aktiva penuh, pendapatan penuh dan biaya penuh masa yang akan dating.
Contoh: pemilihan program produk manajemen perlu memperkirakan aktiva penuh yang
harus dialokasikan ,pendapatan penuh yang akan diterima serta biaya penuh yang akan
dikeluarkan
6. Penentuan Harga Jual Normal
Harga Jual = Biaya Penuh + Laba Yang Diharapkan
Variabel Costing
Full Costing
ABC (Activity Based Costing)
a) Full Costing
Harga jual = biaya produksi + biaya non produksi + laba diharapkan
Unsur harga jual:
Hasil penjualan: harga jual/unit x volume = xx
Harga Pokok Penjualan: biaya produksi/unit x volume = xx
Laba bruto = xx
Biaya non produksi = xx
Laba bersih diinginkan = xx

Bab 3: Informasi Akuntansi Penuh 47


Harga jual = Biaya Produksi/unit + (Biaya Produksi/unit X %Markup)
Total Biaya non produksi laba diharapkan
Markup (%)
Total Biaya Produksi

Contoh: Taksiran biaya produksi untuk kapasitas produksi 5.000 unit/th adalah sbb:
Biaya produksi:
BBB 300 1.500.000
BTKL 150 750.000
BOP-variabel 200 1.000.000
BOP Tetap 250 1.250.000
TOTAL BIAYA PRODUKSI 900 4.500.000
Biaya nonproduksi:
Biaya adm & umum-var 75 375.000
Biaya pemasaran-var 80 400.000
Biaya adm & umum-tetap 25 125.000
Biaya pemasaran-tetap 30 150.000
TOTAL BIAYA NONPRODUKSI 210 1.050.000
BIAYA PENUH 1.110 5.550.000

Total Aktiva menurut neraca awal tahun anggaran adalah Rp. 4.800.000 laba yang
diharapkan dari investasi dalam AT tersebut adalah 25 %. Hitunglah harga jual produk
tersebut!
Jawab:
1.050.000 (25 % x 4.800.000)
Markup (%)
4.500.000
2.250.000
50%
4.500.000
Harga jual = Biaya Produksi/unit + Markup
= 900 + (50 % x 900)
= 1.350/unit

Pembuktian:
Harga penjualan 1.350 x 5000 = 6.750.000
Harga Pokok Penjualan 900 x 5000 = 4.500.000
Laba Bruto = 2.250.000
Biaya non produksi 210 x 5000 = 1.050.000
Laba Bersih =1.200.000

1.200.000
Kembalian Investasi = x100% 25%
4.800.000

Bab 3: Informasi Akuntansi Penuh 48


b) Variable Costing
Harga Jual = Biaya Variabel/unit + (Biaya Variabel/unit X % Markup)
Total Biaya Tetap Laba Diharapkan atau Y % x Aktiva Penuh
% Markup = Total Biaya Variabel

Unsur harga jual:


Hasil penjualan = harga jual / unit x volume xx
Biaya Variabel = biaya variabel/unit x volume xx Dasar harga
Laba kontribusi xx
Biaya tetap xx
Laba bersih diinginkan xx

7. Penentuan Harga Transfer


Harga transfer adalah harga barang/jasa yang ditransfer antar pusat laba dalam perusahaan
yang sama.
Pendekatan dalam menentukan harga transfer:
a. Atas dasar harga pasar (Market-Based transfer princing)
b. Atas dasar biaya (Cost-Based transfer princing) menggunakan biaya penuh masa
yang akan datang.

8. Penentuan Harga Jual yang Diatur Peraturan Pemerintah


Misal: listrik, air, telepon dan telegraf, pos (kebutuhan pokok masyarakat luas)
Ditentukan berdasar: biaya penuh masa y.a.d + laba diharapkan
Rumus:
By adm & umum dan by pemasaran laba diharapkan (y% x Investasi)
% Markup
Biaya produksi penuh/unit x volumeproduksi dlm unit

Harga jual = Biaya Produksi + Markup


= Biaya Produksi + (biaya produksi x % Markup)
Contoh: untuk menghasilkan air perlu investasi Rp. 2.000.000.000,- (beli mesin,
equipment + modal kerja). Taksiran biaya produksi per liter adalah Rp. 300 pada volume
produksi 50.000.000 liter/tahun. Biaya non produksi (pemasaran & Administrasi variabel)
diperkirakan Rp. 1.100.000.000 laba wajar = 20 % dari investasi. Hitung harga jualnya:
1.100.000.000 (20 % x 2.000.000.000)
% Markup 10%
300 x 50.000.000 unit
Harga jual air/liter = Rp. 300 + (10% x Rp. 300)
= Rp. 330,-/liter
Pada harga jual Rp. 330,- maka perusahaan akan memperoleh laba sebesar Rp.
400.000.000 per tahun (20 % x investasi)
Pembuktian = pada penentuan harga jual metode full costing

Bab 3: Informasi Akuntansi Penuh 49


REKAYASA Full Accounting Information usaha-usaha untuk memperbaiki FAI
Dalam hubungannya dengan objek informasi FAI merupakan:
1. Informasi AKT langsung yang terjadi dalam objek informasi ditambah
2. Bagian yang adil dari informasi Akuntansi tidak langsung yang dibebankan kepada
objek informasi dalam metode konvensional tidak akurat

ALOKASI Biaya (COST ALLOCATION)=PEMBEBANAN Biaya (COST ASSIGMENT)?


Alokasi Biaya pembagian by tidak langsung kepada berbagai objek informasi atas suatu
dasar alokasi yang bersifat sembarangan (ARBITRARY)

Contoh:
1) Alokasi biaya bersama atas dasar harga jual relative. Tidak menunjukkan hubungan
sebab akibat antara dasar alokasi dengan tingkat konsumsi produk terhadap by tersebut.
2) Alokasi biaya gudang ke dept produksi atas dasar biaya bahan baku yang dipakai.
Biaya gudang terdiri: biaya asuransi barang, depresiasi, biaya administrasi gudang
yang tidak disebabkan oleh pemakaian bahan baku di dept. produksi.
Pembebanan Biaya pembebanan biaya tidak langsung kepada berbagai objek informasi
atas dasar hubungan sebab akibat.
diperlukan COST DRIVER, Yaitu merupakan suatu factor yang menjadi penyebab
(pendorong) timbulnya biaya aktivitas tertentu. Contoh:
- Biaya listrik kwh
- Biaya uap meter kubik uap
- Biaya air liter
Rekayasa Full Accounting Information dalam hal metode pembebanan biaya dibagi menurut
tujuan pemanfaatan Full Accounting Information berikut ini:
A) Pembebanan Biaya tidak langsung untuk menyediakan informasi bagi pengambilan
keputusan manajemen dalam hal:
1) Profitability Analysis dan penentuan harga jual
2) Penilaian kinerja
B) Pembebanan Biaya tidak langsung untuk pelaporan keuangan kepada pihak luar
perusahaan
A.1) Pembebanan Biaya tidak langsung untuk profitability analysis suatu objek
informasi dan penentuan harga jual
a. Lingkungan tradisional
By produksi tidak langsung
b. Lingkungan maju
Biaya tidak
langsung
By non produksi tidak langsung (By pemasaran dan By A dan U

Bab 3: Informasi Akuntansi Penuh 50


1) PEMBEBANAN BOP DALAM LINGKUNGAN MANUFAKTUR TRADISIONAL
Dasar: kuantitas produk yang diproduksi (volume based system) dianggap BOP
proporsional dengan jumlah unit yang diproduksi
Karakteristik:
1) Pusat biaya dibentuk dari berbagai kegiatan yang tidak homogen sehingga dasar
pembebanannya tidak mencerminkan konsumsi produk terhadap BOP secara cermat.
Contoh: alokasi departemen pembantu ke departemen produksi
2) BOP di pusat biaya dibebankan kepada produk atas dasar hal-hal yang berkaitan
dengan volume produksi (unit produksi, jam TKL, jam mesin).
Terdapat 2 metode:
- Tarif tunggal untuk seluruh pabrik (PLANT WIDE RATE)
- Tarif per departemen (DEPARTEMENTAL RATE)
Contoh:
PT XDS memproduksi 2 macam produk F dan K melalui 2 departemen produksi ( X dan
Y). Data untuk perhitungan harga pokok produksi adalah sebagai berikut:

Produk F Produk K Total


Unit yang diproduksi setiap tahun 30.000 unit 150.000 unit -
Biaya utama (BB & BTKL) 75.000,- 375.000,- 450.000,-
Jam TKL 30.000 jam 150.000 180.000
Jam Mesin 15.000 jam 75.000 90.000
Production Run 15 X 45 X 60 X
Jam Inspeksi 900 jam 1.100 2.000
DATA PER DEPARTEMEN
DEP X DEP Y TOTAL
Jam TKL: Produk F 10.000 20.000 30.000
Produk K 100.000 50.000 150.000
Jumlah 110.000 70.000 180.000
Jam Mesin: Produk F 5.000 10.000 15.000
Produk K 50.000 25.000 75.000
Jumlah Jam Mesin 55.000 35.000 90.000

BOP: Set up costs 150.000 150.000 300.000


By inspeksi 100.000 100.000 200.000
By tenaga listrik 25.000 75.000 100.000
By kesejahteraan karyawan 70.000 30.000 100.000
Total BOP 345.000 355.000 700.000

Bab 3: Informasi Akuntansi Penuh 51


METODE PLANT WIDE RATE: (TARIF TUNGGAL)
Total BOP Rp. 700.000
Tarip BOP = = = Rp. 7,78 per jam
Jam mesin 90.000 jam

Perhitungan Produk:
- Produk F By Utama = Rp. 75.000,-: 30.000 = Rp. 2,50
BOP = (Rp. 7,78 X 15.000): 30.000 = Rp. 3,89
By produksi per unit = Rp. 6,39

- Produk K By utama = Rp. 375.000: 150.000 = Rp. 2,50


BOP = (Rp. 7,78 X 75.000) :150.000 = Rp. 3,89
= Rp. 6,39
Kelemahan: Konsumsi BOP setiap produk di kedua dept. dianggap sama per unitnya.

DEPARTEMENTAL RATE: (TARIF PER DEPT.)

Total BOP dep X


Tarip BOP Depart. X =
Total jam TKL dept X
Rp. 345.000
= = Rp. 3,14 per jam TKL
110.000
Total BOP dep Y
Depart. Y =
Total jam mesin dept Y

Rp. 355.000
= = Rp. 10,14 per jam mesin
35.000

Perhitungan Harga Pokok Produk:


- Produk F By Utama = Rp. 75.000,-: 30.000 = Rp. 2,50
BOP = [(Rp. 3,14 X 10.000) +
(Rp. 10,14 X 10.000)]:30.000 = Rp. 4,42
Jumlah = Rp. 6,92

- Produk K By Utama = Rp. 375.000,-: 150.000 = Rp. 2,50


BOP = [(Rp. 3,14 X 100.000) +
(Rp. 10,14 X 25.000)]:150.000 = Rp. 3,78
Jumlah = Rp. 6,28
Kelemahan:
Tidak mencerminkan perbedaan konsumsi elemen BOP disetiap departemen produksi
- Produk K mengkonsumsi production run dan waktu Inspeksi > produk F tapi tidak
dibebani by setup & by inspeksi yang lebih besar
Bab 3: Informasi Akuntansi Penuh 52
2) PEMBEBANAN BOP DALAM LINGKUNGAN MANUFAKTUR MAJU
Diperlukan karena dalam industri maju NON VOLUME RELATED OVERHEAD
COSTS nya tinggi (25 %) sehingga perlu pembebanan BOP lebih teliti.
TAHAP:
1) mengumpulkan BOP dalam COST POOL yang berisi aktivitas yang homogen
2) membebankan by yang terkumpul dalam COST POOL ke produk yang dihasilkan
dengan menggunakan COST DRIVER
: (data = contoh pertama)

COST POOL 1
Set up costs Rp. 300.000
Biaya inspeksi Rp. 200.000
Jumlah Biaya Rp. 500.000
Production Run 60 X
Tarip BOP Pool 1 (per run) Rp. 8.333,33
COST POOL 2
Biaya tenaga listrik Rp. 100.000
By kesejahteraan karyawan Rp. 100.000
Jumah Biaya Rp. 200.000
Jam mesin Rp. 90.000
Tarip BOP Pool 2 (per jam mesin) Rp. 2,22

Perhitungan HP Prod. Unit Produk:


Produk F:
- Biaya Utama Rp. 75.000
- BOP: Pool 1: Rp. 8.333,33 x 15 runs = 124.999,95
Pool 2: Rp. 2,22 x 15.000 jam mesin = 33.300,00 Rp.158.299,95
- Jumlah Biaya produksi Rp.233.299,95
- Jumlah produk diproduksi 30.000
- Biaya per unit produk Rp. 7,7
Produk K:
- Biaya Utama Rp. 375.000
- BOP: Pool 1: Rp. 8.333,33 x 45 runs = 374.999,85
Pool 2: Rp. 2,22 x 75.000 jam mesin = 166.500,00 Rp.541.499,85
- Jumlah By produksi Rp.916.499,85
- Jumlah produk diproduksi 1500.000
- By per unit produk Rp. 6,11

Perbandingan By per unit produk

Bab 3: Informasi Akuntansi Penuh 53


Produk F Produk K
ABC (2 POOL) 7,78 6,11
ABC (3 POOL) By Listrik dg ? ?
By Kesejahteraaan Kryn tdk
homogen TUGAS
Konvensional
- Plant wide rate 6,39 6,39

- Tarif / departemen 6,92 6,28

PEMBEBANAN BIAYA TIDAK LANGSUNG UNTUK PENGUKURAN KINERJA


MANAGER
Untuk pengukuran kinerja informasi by harus dihubungkan dengan wewenang yang
dimiliki oleh manajer tersebut sehingga manajer dapat mengendalikan (mempengaruhi
secara signifikan) besarnya biaya dalam pusat pertanggungjawabannya.
Bagaimana dengan biaya tidak langsung ? karena biaya ini berada dibawah pengendalian
seorang manajer untuk hal ini akan dibahas pada bab tersendiri.

PEMBEBANAN BIAYA TIDAK LANGSUNG UNTUK PELAPORAN KEUANGAN


KEPADA PIHAK LUAR
masih menggunakan sistem alokasi (karena diatur oleh PABU)
bertujuan untuk menghasilkan informasi harga pokok persediaan yang dipakai sebagai dasar
penilaian persediaan. (INVENTORY VALUATION).
prinsip yang digunakan lower of cost or market
Disajikan: by penuh (full cost) persediaan yang dihitung berdasarkan full costing.

Contoh: By bersama dialokasikan atas dasar


1) nilai jual relative
2) satuan fisik
3) rata-rata by satuan
4) rata-rata tertimbang

D. RANGKUMAN
Dalam Bab 3 ini dibahas secara rinci informasi akuntansi penuh, yang akan dibagi
menjadi tiga bagian: konsep, manfaat dan perekayasaan informasi akuntansi penuh. Konsep
informasi akuntansi penuh perlu dipahami untuk memperoleh pengertian yang benar mengenai
informasi tersebut sehingga mahasiswa mampu membedakan konsep informasi Akuntansi penuh
dengan konsep informasi yang lain. Pemahaman konsep informasi akuntansi penuh merupakan
dasar untuk mempelajari pemanfaatan informasi akuntansi tersebut dan perekayasaannya.

Bab 3: Informasi Akuntansi Penuh 54


E. PENDALAMAN MATERI

Mulyadi.2001. Akuntansi Manajemen. Bab II.

F.SOAL LATIHAN

1.Jelaskan apa yang dimaksud informasi akuntansi penuh ?

2.Full cost dengan full costing pada dasarnya adalah sama. Setujukah Saudara dengan pernyataan
ini ? Jelaskan jawaban Saudara ?

3.Full accounting information adalah sama dengan full cost. Setujukah Saudara dengan
pernyataan ini ? Jelaskan jawaban Saudara ?

4.Variabel costing merupakan metode penentuan kos produk yang dirancang untuk inventory
costing sebagai dasar untuk inventory valuation yang akan disajikan dalam neraca dan
laporan laba-rugi bagi pihak luar perusahaan. Setujukah Saudara dengan pernyataan ini ?
Jelaskan jawaban Saudara ?

5.Activity-based costing merupakan metode penentuan kos produk yang dirancang untuk product
costing bagi pihak intern perusahaan. Setujukah Saudara dengan pernyataan ini ? Jelaskan
jawaban Saudara ?

LATIHAN SOAL:

A. PT. VIT merupakan perusahaan sepeda. Taksiran biaya produksi untuk 10.000 unit adalah
sebagai berikut:
Biaya produksi: Biaya Non Produksi :
- BBB Rp. 425,- - By Adm & Umum-Var Rp. 225,-
- BTKL Rp. 300,- - By Pemasaran Var Rp. 300,-
- BOP Variabel Rp. 400,- - By Adm & Umum Tetap Rp. 125,-
- BOT Tetap Rp. 475,- - By Pemasaran Tetap Rp. 150,-
Aktiva penuh perusahaan pada awal tahun Rp. 8.000.000,-

Ditanyakan:
Berapakah harga jual normal 1 unit sepeda apabila diharapkan laba sebesar Total Biaya
Tetap?
1. Gunakan pendekatan Variable Costing !
2. Buktikan perhitungan saudara!

B. Berikut ini merupakan data hasil operasi divisi PT. XYZ pada tahun 2003:
Penjualan : Rp. 5.000.000,00
Investasi : Rp. 1.000.000,00
Laba : Rp. 500.000,00
Perputaran Investasi : 4 kali
Tingkat kembalian minimum : 20%
Diminta:
1. Hitunglah besarnya ROI perusahaan!
2. Hitunglah besarnya Residual Income perusahaan!

C. Perusahaan Makmur setiap tahun dapat menghasilkan produk sebanyak 50.000 unit.
Berikut ini adalah data biaya perusahaan untuk tahun 2002:
Bab 3: Informasi Akuntansi Penuh 55
KETERANGAN BIAYA
/UNIT
Biaya Bahan Baku Rp. 15,00
Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp. 10,00
Biaya Overhead Pabrik Variabel Rp. 14,00
Biaya Overhead Pabrik Tetap Rp. 21,00
Biaya Penjualan dan Adm. Variabel Rp. 8,00
Biaya Penjualan dan Adm. Tetap Rp. 6,00
JUMLAH BIAYA PER UNIT Rp. 74,00
Total Aktiva Rp. 21.200.000,00 dan laba yang diharapkan dari investasi tersebut sebesar 25%.
Diminta:
a. Hitunglah besarnya Mark Up dan harga jual per unit produk dengan pendekatn Full
Costing!
b. Buatlah Laporan Laba Rugi tahun 2002 dengan pendekatan Full Costing dan Variable
Costing!

Bab 3: Informasi Akuntansi Penuh 56