Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

TENTANG DEMAM (FEBRIS)

Disusun Oleh:

Kelompok 2 Program Profesi Ners RSUD Blitar

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

SURYA MITRA HUSADA KEDIRI

2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : FEBRIS (Demam)

Sub Pokok Bahasan :Pengertian Febris/Demam

Sasaran : Orang tua pasien/ keluarga

Hari/tanggal : Senin, 28 November 2016

Waktu/jam : 15 menit / 10.00 - 10.15 WIB

Tempat : RSUD Mardi Waluto Blitar

Peserta : Orang tua pasien/ keluarga

A. TUJUAN
1. Tujuan Umum : setelah dilakukan penyuluhan diharapkan orang tua/ pasien mampu
mengetahui tentang febris/ demam
2. Tujuan khusus :
a. Menjelaskan pengertian febris/ demam
b. Menjelaskan penyebab febris/ demam
c. Menjelaskan tentang tanda dan gejala
d. Menjelaskan pencegahan demam/ febris
e. Menjelaskan cara mengatasi demam/ febris

B. MATERI
1. Pengertian febris/demam
2. Penyebab febris/demam
3. Tanda dan gejala febris/ demam
4. Menjelaskan cara pencegahan
5. Menjelaska cara mengatasi demam/ febris
C. MEDIA
Leaflet

D. METODE PENYULUHAN
Diskusi

E. KEGIATAN PENYULUHAN

NO WAKTU KEGIATAN PENYULUH RESPON PENYULUH

1. 3 Menit Pembukaan: Memperhatikan dan mendengarkan.


Memberi salam
Menjelaskan tujuan pembelajaran
Menyebutkan materi/pokok bahasan
yang akan disampaikan

2. 7 Menit Pelaksanaan: Mendengarkan dan memperhatikan.


Menjelaskan materi penyuluhan
secara berurutan dan teratur
Materi:
1. Pengertian febris/demam
2. Penyebab febris, dll

3. 3 Menit Evaluasi: Bertanya, dan menjawab pertanyaan


Meminta orang tua/keluarga pasien
menjelaskan atau menyebutkan kembali
yang sudah di sampaikan.

4. 2 Menit Penutup: Menjawab salam


Mengucapkan terima kasih dan
mengucapkan salam
F. EVALUASI
Memberikan pertanyaan secara langsung tentang materi yang sudah diajarkan :
1. Menjelaskan pengertian febris/demam
2. Menjelaskan tentang penyebab febris/demam
3. Menjelaskan tentang tanda dan gejala febris/demam
4. Menjelaskan cara pencegahan
5. Menjelaskan cara mengatasi demam/febris
MATERI PENGAJARAN

A. Pengertian Febris/ Demam


Demam adalah peningkatan suhu tubuh melebihi normal. Temperatur normal tubuh
berkisar antara 36-38 derajat celcius. Anak mengalami demam apabila dengan pengukuran
suhu temperatur :
1. Termometer pada rektum atau anus melebihi 38 derajat celcius
2. Termometer pada mulut melebihi 37,5 derajat celcius
3. Termometer pada ketiak melebihi 37 derajat celcius
Demam adalah keluhan pada anak yang paling sering dijumpai, sekitar 10-30% dari
semua keluhan yang diketemukan pada instalasi gawat darurat di rumah sakit atau dalam
praktek dokter sehari-hari. Sampai usia 2 tahun rata rata anak menderita demam sekitar empat
sampai enam kali serangan. Sebagai manifestasi klinis, maka demam terjadi pada sebagian
besar penyakit infeksi yang ringan dan serius, dari demam saja tak dapat dipakai untuk
memprediksi beratnya penyakit. Memang sebagian besar kejadian demam pada anak mudah
didiagnosa, namun telah diketahui juga demam pada kelompok yang beresiko tinggi, untuk
diagnosa memerlukan evaluasi lebih ekstensif.

B. Penyebab Gastritis
Penyebab demam terbanyak adalah infeksi saluran pernafasan bagian atas disusul
infeksi saluran pencernaan. Hal tersebut dapat dimengerti karena infeksi saluran pernafasan
merupakan penyakit anak yang paling sering didapatkan. Diagnosa banding anak dengan
demam bisa amat banyak mulai akibat infeksi saluran nafas yang sederhana, sampai keadaan
penyakit yang serius seperti bakteriemi, sepsis, meningitis, dan sebagainya. Untuk
menetapkan diagnosa dari keadaan demam yang kadang membingungkan, memang
diperlukan keahlian dan pengalaman.

C. Tanda dan Gejala


Tanda dan gejala demam antara lain :
1. Anak rewel (suhu lebih tinggi dari 37,8 C 40 C)
2. Kulit kemerahan
3. Hangat pada sentuhan
4. Peningkatan frekuensi pernapasan
5. MenggigiL
6. Dehidrasi
7. Kehilangan nafsu makan
Banyak gejala yang menyertai demam termasuk gejala nyeri punggung, anoreksia dan
somlolen. Batasan mayornya yaitu suhu tubuh lebih tinggi dari 37,5 C-40C, kulit hangat,
takichardi, sedangkan batasan karakteristik minor yang muncul yaitu kulit kemerahan,
peningkatan kedalaman pernapasan, menggigil/merinding perasaan hangat dan dingin, nyeri
dan sakit yang spesifik atau umum (misal: sakit kepala verigo), keletihan, kelemahan, dan
berkeringat.

D. Cara Pencegahan
1. Jaga pola makan secara baik dan teratur. Hindari menunda waktu makan karena akan
mengakibatkan produksi asam lambung meningkat.
2. Makan makanan yang bersih, sehat dan bergizi. Hindari makanan yang merangsang kerja
lambung. Contohnya makanan pedas, asam, dan kopi.
3. Hindari stress yang berlebihan. Anda dapat mengalihkan rasa stress dengan berolahraga
yang baik bagi tubuh.
4. Tidak merokok.
5. Tidak mengkonsumsi alcohol.
6. Hindari penggunaan obat-obatan terutama yang mengiritasi lambung misalnya aspirin.

E. PENATALAKSANAAN
1. Secara Fisik
Mengawasi kondisi klien dengan : Pengukuran suhu secara berkala setiap 4-6 jam.
Perhatikan apakah anak tidur gelisah, sering terkejut, atau mengigau.Perhatikan pula
apakah mata anak cenderung melirik ke atas atau apakah anak mengalami kejang-kejang.
Demam yang disertai kejang yang terlalu lama akan berbahaya bagi perkembangan otak,
karena oksigen tidak mampu mencapai otak. Terputusnya suplai oksigen ke otak akan
berakibat rusaknya sel-sel otak. Dalam keadaan demikian, cacat seumur hidup dapat
terjadi berupa rusaknya fungsi intelektual tertentu.
a. Bukalah pakaian dan selimut yang berlebihan
b. Memperhatikan aliran udara di dalam ruangan
c. Jalan nafas harus terbuka untuk mencegah terputusnya suplai oksigen ke otak yang
akan berakibat rusaknya sel sel otak.
d. Berikan cairan melalui mulut, minum sebanyak banyaknyaMinuman yang diberikan
dapat berupa air putih, susu (anak diare menyesuaikan), air buah atau air teh.
Tujuannnya adalah agar cairan tubuh yang menguap akibat naiknya suhu tubuh
memperoleh gantinya.
e. Tidur yang cukup agar metabolisme berkurang.
f. Kompres dengan air biasa pada dahi, ketiak,lipat paha.
Tujuannya untuk menurunkan suhu tubuh dipermukaan tubuh anak. Turunnya suhu
tubuh dipermukaan tubuh ini dapat terjadi karena panas tubuh digunakan untuk
menguapkan air pada kain kompres. Jangan menggunakan air es karena justru akan
membuat pembuluh darah menyempit dan panas tidak dapat keluar. Menggunakan
alkohol dapat menyebabkan iritasi dan intoksikasi (keracunan).
g. Saat ini yang lazim digunakan adalah dengan kompres hangat suam-suam kuku.
Kompres air hangat atau suam-suam kuku maka suhu di luar terasa hangat dan tubuh
akan menginterpretasikan bahwa suhu diluar cukup panas. Dengan demikian tubuh
akan menurunkan kontrol pengatur suhu di otak supaya tidak meningkatkan pengatur
suhu tubuh lagi. Di samping itu lingkungan luar yang hangat akan membuat pembuluh
darah tepi di kulit melebar atau mengalami vasodilatasi, juga akan membuat pori-pori
kulit terbuka sehingga akan mempermudah pengeluaran panas dari tubuh.
2. Obat-obatan Antipiretik
Antipiretik bekerja secara sentral menurunkan suhu di pusat pengatur suhu di
hipotalamus. Antipiretik berguna untuk mencegah pembentukan prostaglandin dengan
jalan menghambat enzim cyclooxygenase sehinga set point hipotalamus direndahkan
kembali menjadi normal yang mana diperintah memproduksi panas diatas normal dan
mengurangi pengeluaran panas tidak ada lagi. Petunjuk pemberian antipiretik:
a. Bayi 6 12 bulan : 1 sendok the sirup parasetamol
b. Anak 1 6 tahun : parasetamol 500 mg atau 1 1 sendokteh sirup
parasetamol.
c. Anak 6 12 tahun : 1 tablet parasetamol 5oo mg atau 2 sendok the sirup
parasetamol.

Tablet parasetamol dapat diberikan dengan digerus lalu dilarutkan dengan air atau
teh manis. Obat penurun panas in diberikan 3 kali sehari.Gunakan sendok takaran obat
dengan ukuran 5 ml setiap sendoknya. Pemberian obat antipiretik merupakan pilihan
pertama dalam menurunkan demam dan sangat berguna khususnya pada pasien berisiko,
yaitu anak dengan kelainan kardiopulmonal kronis kelainan metabolik, penyakit
neurologis dan pada anak yang berisiko kejang demam.Obat-obat anti inflamasi,
analgetik dan antipiretik terdiri dari golongan yang bermacam-macam dan sering berbeda
dalam susunan kimianya tetapi mempunyai kesamaan dalam efek pengobatannya.
Tujuannya menurunkan set point hipotalamus melalui pencegahan pembentukan
prostaglandin dengan jalan menghambat enzim cyclooxygenase. Asetaminofen
merupakan derivat para -aminofenol yang bekerja menekan pembentukan prostaglandin
yang disintesis dalam susunan saraf pusat. Dosis terapeutik antara 10-15 mgr/kgBB/kali
tiap 4 jam maksimal 5 kali sehari. Dosis maksimal 90 mgr/kbBB/hari Pada umumnya
dosis ini dapat d itoleransi dengan baik.Dosis besar jangka lama dapat menyebabkan
intoksikasi dan kerusakkan hepar. Pemberiannya dapat secara per oral maupun rektal.
Turunan asam propionat seperti ibuprofen juga bekerja menekan pembentukan
prostaglandin. Obat ini bersifat antipiretik, analgetik dan antiinflamasi.Efek samping
yang timbul berupa mual, perut kembung dan perdarahan, tetapi lebih jarang
dibandingkan aspirin. Efek samping hematologis yang berat meliputi agranulositosis dan
anemia aplastik. Efek terhadap ginjal berupa gagal ginjal akut (terutama bila
dikombinasikan dengan asetaminopen). Dosis terapeutik yaitu 5-10 mgr/kgBB/kali tiap 6
sampai 8 jam.Metamizole (antalgin) bekerja menekan pembentukkan prostaglandin.
Mempunyai efek antipiretik, analgetik da n antiinflamasi. Efek samping
pemberiannya berupa agranulositosis, anemia aplast ik dan perdara han saluran cerna.
Dosis terap eutik 10 mgr/kgBB/kali tiap 6 -8 jam dan tidak dianjurkan unt uk anak kurang
dari 6 bulan.Pemberiannya secara per oral, intramuskular atau intravena. Asam
mefenamat suatu obat gol ongan fenamat. Khasiat analgetiknya lebih kuat dibandingkan
sebagai antipiretik. Efek sampingnya berupa dispepsia dan anemiahemolitik.
Dosis pemberiannya 20 mgr/kgBB/hari dibagi 3 dosis. Pemberiannya secara per oral dan
tidak boleh diberikan anak usia kurang dari 6 bulan.