Anda di halaman 1dari 16

ANALISIS DAN PILIHAN STRATEGI

Mata Kuliah: Manajemen Strategik (CP2)


SAP 8

KELOMPOK 6
(PENYAJI)

Ni Putu Yuniari (1506205005)

Ni Kadek Ema Yunita (1506205008)

Irvan Fendy Prasetyo (1506205030)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
2017
1
DAFTAR ISI

Daftar Isi .................................................................................................................... 2

BAGIAN PEMBAHASAN ...................................................................................... 3

A. Konsep Dari Berbagai Pilihan Matrik ...................................................... 3


B. Kelebihan dan Kelemahan Matrik ........................................................... 11

BAGIAN PENUTUP ................................................................................................ 15

Kesimpulan .................................................................................................... 15

Daftar Pustaka................................................................................................ 16

2
REVIEW MATERI

Tujuan Pembelajaran :
a. Mengetahui dan menjelaskan konsep dari berbagai pilihan matrik untuk menentukan
posisi perusahaan.
b. Mengetahui dan menjelaskan kelebihan dan kelemahan masing-masing matrik.

A. Tahap Input
Berisi informasi input dasar yang dibutuhkan dalam merumuskan strategi terdiri
atas :
1) Matrik Evaluasi Faktor Eksternal (EFE)
2) Matrik Evaluasi Faktor Internal (IFE) dan
3) Matrik Profil Kompetitif (CPM)
B. Tahap Pencocokan
1. Matriks SWOT
Analisis SWOT adalah analisis yang didasarkan pada hubungan atau interaksi
antara unsur internal, yaitu kekuatan dan kelemahan, terhadap unsur eksternal yaitu
peluang dan ancaman untuk merumuskan strategi perusahaan. Sehingga dengan
analisis SWOT memungkinkan organisasi memformulasikan dan
mengimplementasikan strategi utama sebagai tahap lanjut pelaksanaan dan tujuan
organisasi. Hasil analisis dapat menyebabkan dilakukan perubahan pada misi, tujuan,
kebijaksanaan, atau strategi yang sedang berjalan.
Analisa SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah
berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya
dalam gambar matrik SWOT.

Gambar 1 Matrik SWOT

3
Matrik SWOT adalah alat untuk pencocokan yang sangat penting bagi para
manajer mengembangkan 4 (empat) jenis strategi yaitu :
a. Strategi SO (Kekuatan-Peluang)
Memanfaatkan kekuatan internal perusahaan untuk menarik keuntungan dari
peluang eksternal. Strategi yang dihasilkan pada kombinasi ini adalah
memanfaatkan kekuatan atas peluang yang telah diidentifikasi, misalnya bila
kekuatan perusahaan adalah pada keunggulan teknologinya, maka keunggulan ini
dapat dimanfaatkan untuk mengisi segmen pasar yang membutuhkan tingkat
teknologi dan kualitas yang lebih maju, yang keberadaannya dan kebutuhannya
telah diidentifikasi pada analisis kesempatan.
b. Strategi WO (Kelemahan-Peluang)
Memperbaiki kelemahan internal dengan cara mengambil keuntungan dari
peluang eksternal. Kesempatan yang dapat diidentifikasi tidak mungkin
dimanfaatkan karena kelemahan perusahaan, misalnya jaringan distribusi ke pasar
tersebut tidak dipunyai oleh perusahaan. Salah satu strategi yang dapat ditempuh
adalah bekerjasama dengan perusahaan yang mempunyai kemampuan menggarap
pasar tersebut.
c. Strategi ST (Kekuatan-Ancaman)
Menggunakan kekuatan sebuah perusahaan untuk menghindari atau menngurangi
dampak ancaman eksternal. Dalam analisis ancaman ditemukan kebutuhan untuk
mengatasinya. Strategi ini mencoba mencari kekuatan yang dimiliki perusahaan
yang dapat mengurangi atau menangkal ancaman tersebut, misalnya ancaman
perang harga.
d. Strategi WT (Kelemahan-Ancaman)
Merupakan taktif defensif yang diarahkan untuk mengurangi kelemahan internal
untuk menghindari ancaman eksternal. Dalam situasi menghadapi ancaman dan
sekaligus kelemahan intern, strategi yang umumnya dilakukan adalah keluar dari
situasi yang terjepit tersebut. Keputusan yang diambil adalah mencairkan sumber
daya yang terikat pada situasi yang mengancam tersebut, dan mengalihkannya
pada usaha lain yang lebih cerah. Strategi lainnya adalah mengadakan kerjasama
dengan satu perusahaan yang lebih kuat dengan harapan ancaman di suatu saat
akan hilang.

4
Dapat disimpulkan bahwa analisis SWOT adalah perkembangan hubungan atau
interaksi antar unsur internal, yaitu kekuatan dan kelemahan terhadap unsur eksternal
yaitu peluang dan ancaman.
Terdapat 8 (delapan) langkah dalam membentuk sebuah Matrik SWOT:
1) Buat daftar peluang-peluang eksternal utama perusahaan.
2) Buat daftar ancaman-ancaman eksternal utama perusahaan.
3) Buat daftar kekuatan-kekuatan internal utama perusahaan.
4) Buat daftar kelemahan-kelemahan internal utama perusahaan.
5) Cocokan kekuatan internal dengan peluang eksternal dan catat hasilnya dalam sel
Strategi SO.
6) Cocokkan kelemahan internal dengan peluang eksternal dan catat hasilnya dalam
sel Strategi WO.
7) Cocokan kekuatan internal dengan ancaman eksternal dan catat hasilnya dalam
sel Strategi ST.
8) Cocokkan kelemahan internal dengan ancaman eksternal dan catat hasilnya dalam
sel Strategi WT.
2. Matriks Strategic Position and Action Evaluation (SPACE)
Matrik ini merupakan kerangka empat kuadran yang menunjukkan apakah
strategi agresif, konservatif, defensive atau kompetitif yang paling sesuai untuk suatu
organisasi tertentu. Matrik SPACE menunjukkan:
1) Dua dimensi internal kekuatan finansial (Financial Position FP) dan posisi
kompetitif (Competitive Position - CP).
2) Dua dimensi eksternal posisi stabilitas (Stability Position - SP) dan posisi industry
(Industry Position - IP).
Langkah langkah yang dibutuhkan dalam mengembangkan Matrik SPACE:
1) Pilih serangkaian variable untuk menentukan posisi keuangan (FP), posisi
kompetitif (CP), posisi stabilitas (SP) dan posisi industri (IP).
2) Nilai variable-variabel tersebut munggunakan skala +1 (paling buruk) sampai +7
(paling baik) untuk FP dan IP dan -7 (paling buruk) sampai -1 (paling baik) untuk
SP dan CP. Pada sumbu FP dan CP buat perbandingan dengan pesaing serta pada
sumbu SP dan IP buat perbandingan dengan industri lain.
3) Hitung rata rata dari FP, CP, IP dan SP dengan menjumlahkan nilai yang
diberikan pada setiap variable dan kemudian membaginya dengan jumlah variable
dalam dimensi yang bersangkutan.

5
4) Petakan nilai rata-rata untuk FP, IP, SP dan CP pada sumbu yang sesuai dengan
Matrik SPACE.
5) Jumlahkan nilai rata-rata pada sumbu X (CP, IP) dan petakan hasilnya pada
sumbu X. Jumlahkan nilai rata-rata pada sumbu Y (FP, SP) dan petakan hasilnya
dalam sumbu Y. Petakan perpotongan kedua titik X dan Y (xy yang baru)
tersebut.
6) Gambarkan arah vektor (directional vector) dari koordinat 0,0 melalui titik
perpotongan yang baru. Arah panah menunjukkan jenis strategi yang disarankan
bagi organsasi : agresif, kompetitif, defensive atau konservatif.
Penjelasan mengenai masing-masing kuadran adalah :
1) Kuadran Agresif (kuadran kanan atas- Matriks Space)
Organisasi berada pada kondisi yang baik untuk menggun akan kekuatan
internalnya guna :
a. Memanfaatkan peluang eksternal
b. Mengatasi kelemahan internal
c. Menghindari ancaman eksternal
Dengan demikian, stategi yang cocok adalah penetrasi pasar, pengembangan
pasar, pengembangan produk, integrasi kebelakang, integrasi kedepan, integrasi
horizontal, atau strategi kombinasi merupakan strategi yang layak untuk
dilakukan, dengan catatan bahwa strategi akan bergantung pada kondisi spesifik
perusahaan.
2) Kuadran konservatif ( kuadran kiri atas matriks Space)
Posisi pada vektor ini mengimplikasikan bahwa organisasi sebaiknya tetap berada
dekat dengan kompetensi dasar perusahaan dan tidak mengambil resiko yang
berlebihan. Startegi yang cocok untuk organisasi yang berada pada vektor ini
adalah: penetrasi pasar, pengembangan pasar, pengembangan produk, diversifikasi
konsentrik.
3) Kuadran Defensif (kuadran kiri bwah- Matriks Space)
Posisi pada vektor ini mengimplikasikan bahwa organisasi sebaiknya berfokus
pada memperbaiki kelemahan internal dan menghindari ancaman eksternal.
Strategi defensive mencakup: retrenchment, divestasi, likuidasi, dan diversifikasi
konsentrik.
4) Kuadran Kompetitif (kuadran kanan bawah Matriks Space)

6
Posisi pada vektor ini mengimplikasikan bahwa organisasi dapat menjalankan
salah satu atau kombinasi dari strategi kompetitif yakni: integrasi kebelakang,
integrasi kedepan, integrasi horizontal, penetrasi pasar, pengembangan pasar,
pengembangan produk, dan joint venture.

Gambar 2 Matrik SPACE


3. Matriks BCG
BCG Matrix adalah salah satu metode untuk melakukan perencanaan penjualan
produk, serta strategi yang diperlukan kedepan. Matriks BCG memposisikan
bagaimana posisi suatu produk dalam pasar terhadap kompetitor terbesarnya. Dalam
aplikasinya, matriks BCG dibagi berdasarkan empat kolom, yaitu anjing, tanda tanya,
bintang dan sapi perahan. Dalam membicarakan Matriks BCG, perlu juga
mempertimbangkan mengenai market share dan market growth. Market Share adalah
besar persen penguasaan pasar sedangkan market growth adalah tingkat pertumbuhan
dari permintaan produk dari waktu ke waktu.

Gambar 3 Matrix BCG

Penjelasan dari Gambar 3 Matrix BCG yaitu :

7
1) Tanda Tanya
Pada kuadran ini, market share produk masih rendah, yang berarti dominasi
pesaing dalam produk yang sejenis masih lebih besar, akan tetapi memiliki market
growth yang bagus, sehingga keuntungan produk dimasa mendatang sudah mulai
terlihat. Bisnis-bisnis ini disebut tanda tanya karena organisasi harus menentukan
apakah akan memperkuat dengan mengejar strategi intensif (penetrasi pasar,
pengembangan pasar, atau pengembangan produk) atau menjualnya.
2) Bintang
Pada kuadran ini, hasil dari advertising dan promosi sudah terlihat, yakni dengan
market share produk yang besar dan bersamaan dengan market growth yang masih
tetap tinggi. Dengan hal ini, biaya untuk promosi sudah dapat dikurangi, dengan
tetap memelihara kualitas dan harga agar tetap kompetitif.
3) Sapi Perah
Pada kuadran ini adalah kuadran dengan posisi terbaik, dimana pada saat ini
produk sudah memiliki market share terbesar di pasar dengan market growth pada
posisi atas. Produsen sudah dapat mendapatkan laba sebesarnya atas berbagai
usaha strategi marketing yang dilakukannya, dengan tetap menjaga kualitas dan
harga. Disebut sapi perah karena menghasilkan kas yang melebihi kebutuhan
mereka.
4) Anjing
Pada posisi ini, produk memiliki market share yang rendah sekaligus market
growth yang rendah. Produk pada posisi ini perlu untuk diusahakan naik ke status
tanda tanya dengan menggunakan dana yang besar untuk promosi produk, serta
meningkatkan market growth dengan potongan harga yang kompetitif serta
meningkatkan kualitas.
4. Matriks IE
Matrik IE memposisikan berbagai divisi suatu organisasi dalam tampilan
sembilan sel. Matrik IE dan Matrik BCG menempatkan divisi-divisi dalam organisasi
dalam sebuah diagram sistematis; untuk itulah alasan mengapa keduanya disebut
matrik portofolio.
Akan tetapi ada perbedaan penting antara matrix BCG dan matrik IE. Pertama
sumbunya tidak sama dan juga matrik IE membutuhkan lebih banyak informasi
mengenai divisi daripada matrik BCG.

8
Matriks IE dapat dibagi menjadi tiga wilayah utama yang memiliki implikasi
strategi yang berbeda. Sel I, II, dan III menyarankan strategi pertumbuhan yang
berarti strategi taktis yang intensif dan agresif. Strategi harus fokus pada penetrasi
pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk. Dari perspektif operasional,
integrasi ke belakang, integrasi ke depan, dan integrasi horizontal juga harus
dipertimbangkan. Sel IV, V, dan VI menunjukkan situasi strategi bertahan yang tidak
secara agresif melakukan berbagai keputusan investasi yang ofensif. Dalam hal ini,
strategi taktis perusahaan harus fokus pada penetrasi pasar dan pengembangan
produk. Sel VII, VIII, dan IX yang ditandai dengan exit strategy. Jika biaya untuk
meremajakan bisnis rendah, maka harus berusaha untuk merevitalisasi bisnis. Dalam
kasus lain, manajemen biaya yang agresif adalah cara untuk memainkan permainan
akhir

Total IFAS yang diberi bobot

KUAT RATA- LEMAH


RATA
3,00-4,00 2,00-2,99 1,00-1,99

4,00 3,00 2,69 2,00 1,00

KUAT

3,00-4,00

I II III
Total 3,17
EFAS
yang RATA-
RATA 3,00
diberi
2,00-2,99
bobot
IV V VI
LEMAH 2,00

1,00-1,99

VII VIII IX
1,00

5. Matriks Grand Strategy

9
Matriks Grand Strategy dibuat berdasarkan situasi bisnis yang didefinisikan
dalam dua faktor yaitu pertumbuhan pasar pada umumnya dan posisi saing
perusahaan di pasar tersebut. Dari kedua faktor tersebut, suatu bisnis dapat
dikategorikan dalam salah satu dari keempat kuadran yang ada yaitu posisi saing yang
kuat di dalam pasar yang pertumbuhannya cepat, posisi saing lemah di dalam pasar
yang pertumbuhannya cepat, posisi saing lemah di dalam pasar yang pertumbuhannya
lambat, atau posisi saing kuat di dalam pasar yang pertumbuhannya lambat.
1) Kuadran I :
a) Posisi strategis baik
b) Konsentrasi pada pasar saat ini/produk
c) Ambil risiko agresif ketika perlu
Perusahaan yang berlokasi di kuadran I dari Grand Strategy Matrix memiliki
kompetitif yang kuat posisi dalam pertumbuhan industri yang cepat. Perusahaan-
perusahaan ini harus berkonsentrasi terus menerus pada penetrasi pasar,
perkembangan pasar, dan strategi pengembangan produk ketika Kuadran I organisasi
memiliki sumber daya yang berlebihan, maka itegrasi ke depan, ke belakang, atau
horizontal dapat menjadi strategi yang efektif.
2) Kuadran II
a) Mengevaluasi pendekata
b) Bagaimana meningkatkan daya saing
c) Pertumbuhan pasar yang cepat membutuhkan strategi intensif
Jadi, strategi perusahaan dikuadran II memiliki posisi kompetitif yang lemah
dalam pertumbuhan industri yang cepat dan mereka perlu mengevaluasi posisi mereka
untuk pengembangan pasar. Meskipun industri mereka sedang tumbuh dan tidak dapat
bersaing secara efektif, perlu untuk menentukan ketidakefektifan perusahaan dan cara
untuk meningkatkan daya saingnya. Perusahaan terlebih dahulu harus menerapkan
strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk).
3) Kuadran III :
a) Persaingan dalam pertumbuhan industri lambat
b) Posisi kompetitif yang lemah
c) Perubahan drastis dengan cepat
d) Biaya & pengurangan aset (penghematan)

10
Jadi, organisasi pada kuadran III memiliki posisi kompetitif yang lemah dan
lambat dalam pertumbuhan industri. Perusahaan-perusahaan ini harus cepat
membuat beberapa perubahan drastis untuk menghindari kemungkinan likuidasi.
4) Kuadran IV :
a) Posisi kompetitif yang kuat
b) Pertumbuhan industri lambat
c) Diversifikasi lebih area pertumbuhan yang menjanjikan
Pada kuadran IV memiliki posisi kompetitif yang kuat tetapi pertumbuhan
industrinya yang lambat. Perusahaan ini memiliki kekuatan untuk meluncurkan
program diversifikasi wilayah pertumbuhan yang lebih menjanjikan sehingga dapat
mengejar konsentris , horisontal , atau kesatuan diversifikasi dengan berhasil.
C. Tahap Keputusan
1. Matriks QSPM
Analisis QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) merupakan alat
analisis yang menentukan nilai daya tarik dari berbagai strategi yang didasarkan atas
seberapa jauh faktor-faktor keberhasilan kunci kritis eksternal dan internal
dimanfaatkan. Daya tarik tarik relatif dari masing-masing strategi dihitung dengan
menentukan dampak kumulatif dari faktor keberhasilan kritis internal dan eksternal.
Analisis matriks (QSPM) digunakan untuk mengevaluasi strategi secara objektif
berdasarkan faktor-faktor sukses utama internal-eksternal.
Alternatif strategi yang memiliki nilai total terbesar pada matrik QSPM
merupakan strategi yang paling baik untuk dapat diterapkan pada organisasi atau
perusahaan. Analisis QSPM merupakan analisis tahap akhir yang digunakan dalam
menentukan pilihan prioritas strategi pemasaran. Matrik QSPM (Quantitative
Strategies Planning Matrik) prioritas strategi pemasaran dapat dilihat pada Tabel 7.
Enam langkah penyusunan matriks QSPM adalah sebagai berikut :
1) Membuat daftar peluang/ancaman eksternal dan kekuatan/kelemahan internal
kunci perusahaan pada kolom kiri dalam QSPM. Informasi ini diperoleh dari
matriks EFE dan IFE.
2) Berikan bobot untuk masing-masing faktor internal dan eksternal (bobot yang
diberikan sama dengan bobot pada matriks EFE dan IFE).
3) Evaluasi matriks tahap 2 (pencocokan) dan identifikasi alternatif strategi yang
harus dipertimbangkan organisasi untuk diimplementasikan.

11
4) Tentukan nilai daya tarik (Attractive Scores-AS) didefinisikan sebagai angka yang
mengindetifikasikan daya tarik relatif masing-masing strategi dalam setiap
alternatif tertentu.
5) Hitung total daya tarik (Total Attractive Score-TAS) yang diperoleh dengan
mengalikan bobot dengan attratctive scores, dan
6) Hitung penjumlahan total nilai daya tarik. Nilai TAS yang tertinggi menunjukan
bahwa strategi tersebut merupakan strategi terbaik untuk diprioritaskan.
Keterangan :
AS : Attractive Scores adalah angka yang mengindetifikasikan daya tarik relatif
masing-masing strategi dalam setiap alternatif tertentu.
TAS : Total Attractive Scores adalah total daya tarik yang diperoleh dari hasil
mengalikan bobot dengan Attractive Scores.
2. Kelebihan dan kelemahan masing-masing matrik.
a. Matrik SWOT
Kelebihan Matrik SWOT
1) Matrik SWOT lebih terukur dalam meletakkan posisi perusahaan dalam
kuadran dan oleh karena itu, konsekuensi strategis yang ditimbulkan lebih
transparan dan tegas.
2) Matrik SWOT digunakan untuk mendesain strategi pada perusahaan yang
telah memiliki banyak unit usaha strategis.
3) Penyusunan matrik SWOT disusun menggunakan variabel internal dan
eksternal sehingga dapat diketahui kekuatan dan kelemahan suatu bisnis serta
peluang dan ancaman dari bisnis tersebut.
4) Perusahaan tidak dapat melakukan rekayasa dalam pemilihan indikator, bobot,
dan nilai sehingga posisi perusahaan hanya di posisi tertentu saja.
Kekurangan dari matrik SWOT :
1) SWOT tidak menunjukkan cara mencapai suatu keunggulan kompetitif.
2) SWOT merupakan penilaian yang statis (atau terpotong-potong) dan sangat
dipengaruhi oleh waktu.
3) Analisis SWOT bisa membuat perusahaan memberi penekanan yang berlebih
pada satu faktor internal atau eksternal tertentu dalam merumuskan strategi.
b. Matrik SPACE
Kelebihan matrik SPACE

12
Matrik SPACE dapat dapat mengatasi keterbatasan metode lainnya, dengan
menambahkan dua dimensi lainnya pada matrik. Setiap dimensi dilihat sebagai
gabungan dari beberapa faktor yang dievaluasi secara terpisah.
Kekurangan matrik SPACE
Matrik SPACE ini memerlukan waktu yang lama karena dalam prosesnya
mengevaluasi beberapa faktor dari suatu dimensi secara terpisah.
c. Matrik BCG
Kelebihan Matrik BCG
Matriks BCG adalah salah satu alat pembuat keputusan yang paling mudah.
Hanya dengan membaca grafiknya, orang akan dapat dengan mudah melihat di
posisi manakah perusahaan mereka berada. Matriks ini memusatkan perhatian
pada arus kas, karakteristik investasi, dan kebutuhan berbagai divisi organisasi.
Kekurangan Matrik BCG
1) Hanya menggunakan dua dimensi yaitu pangsa pasar relative dan tingkat
pertumbuhan pasar.
2) Kemungkinan sulit mendapatkan data pangsa pasar maupun tingkat
pertumbuhan pasar.
3) Terlalu menyederhanakan banyak bisnis karena memandang semua bisnis
sebagai bintang, sapi perah, anjing atau tanda tanya.
4) Dalam metode ini, diasumsikan bahwa setiap unit bisnis tidak tergantung pada
unit bisnis lain, padahal dalam beberapa kasus, unit bisnis anjing bisa
membantu unit bisnis lain untuk memperoleh keunggulan kompetitif.
5) Matriks ini tidak menggambarkan apakah berbagai divisi atau industri mereka
bertumbuh sepanjang waktu, sehingga matriks ini tidak memiliki karakteristik
waktu, sehingga terdapat variabel lain yang penting seperti ukuran pasar dan
keunggulan kompetitif.
d. Matrik IE
Kelebihan matrik IE
1) Dapat mengetahui posisi perusahaan berdasarkan informasi IFE (kekuatan
internal) dan EFE (pengaruheksternal).
2) Dapat memperoleh strategi bisnis di tingkat korporat yang lebih detail.
3) Digunakan oleh perusahaan multi-dimensional dalam mengembangkan strategi
alternatif.

13
4) Memadukan peluang dan ancaman eksternal dengan kekuatan dan kelemahan
internal, sehingga bisa memprediksi peluang-peluang yang ada.
5) Bisa menciptakan strategi alternatif yang masuk akal dengan cara
menyocokkan keberhasilan penting eksternal dan internal.
6) Mampu mengembangkan gagasan yang memanfaatkan kekuatan untuk
menangkap peluang dapat dianggap sebuah serangan, sementara strategi yang
dirancang untuk memperbaiki kelemahan sembari menghindar dari ancaman
bisa diistilahkan sebagai pertahanan.
Kekurangan matrik IE
Masih bergantung pada penilian intuitif dan asumsi yang mendasar.
Pemeringkatan dan skor daya tarik membutuhkan keputusan penilaian yang
obyektif. Jika penilaian menjadi subyektif, maka hasil pencocokanakan
menyimpang. Karena matriks ini didasarkan pada penilaian intuitif dan asumsi
mendasar, sangat rentan terjadinya perbedaan antar individu ketika memposisikan
perusahaan pada matriks IE. Perbedaan posisi dapat mengakibatkan perbedaan
strategi alternatif.
e. Matrik Grand Strategy
Kelebihan Matriks Strategi Besar (Grand Strategy Matrix)
1) Menjadi salah satu alat analisis yang populer untuk merumuskan strategi
alternatif. Semua perusahaan dapat diposisikan di salah satu dari empat
kuadran strategi ini.
2) Strategi didasarkan pada posisi kompetitif dan kemampuan perusahaan
tersebut.
Kelemahan Matriks Strategi Besar (Grand Strategy Matrix)
1) Perusahaan harus mengamati hal-hal dan peluang apa saja yang dianggap
sebagai kemampuan yang dimiliki perusahaan agar dapat digunakan dalam
matrik ini.
f. Matrik QSPM
Keunggulan matrik QSPM:
1) Rangkaian-rangkaian strateginya dapat diamati secara berurutan atau
bersamaan.
2) Mendorong para penyusun strategi untuk memasukkan faktor-faktor
eksternal dan internal yang relevan ke dalam proses keputusan.
Keterbatasan QSPM:

14
1) QSPM selalu membutuhkan penilaian intuitif dan asumsi yang berdasar.
2) QSPM hanya akan baik dan bermanfaat sepanjang informasi prasyarat dan
analisis pencocokan yang menjadi dasarnya.
Kesimpulan :
Matrik SWOT adalah matrik yang memaksimalkan Strength dan Opportunity untuk
meminimalkan Weakness dan Tread. Matrik ini berkaitan dengan pengembangan misi,
tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan. Matrik BCG analah matrik analisis untuk
mengetahui penghasilan dan pengguna optimal sumber daya perusahaan. BCG dapat
dilihat dari tingkat pertumbuhan pasar atau market geowth (persentase pertumbuhan
penjualan) dan posisi bersaing relatif atau market share. Matrik SPACE adalah atrik yang
merumuskan strategi berdasarkan dimensi internal finance positin dan competitive position
dan dimensi eksternal stability position dan industry position. Matrik IE lebih melibatkan
banyak data daripada matrik BCG. IE tidak hanya menilai pangsa pasar dan pertumbuhan
pasar saja. Parameter yang digunakan meliputi parameter kekuatan internal perusahaan dan
pengaruh eksternal yang dihadapi. Matrik Grand Strategy melibatkan pada dua dimensi
evaluasi yaitu posisi kopetitif dan pertumbuhan pasar. Matrik QSPM adalah matrik
perandingan dari alternatif-alternatif strategi yang akan digunakan untuk mengambil
keputusan

15
DAFTAR PUSTAKA

David, Fred R. 2016. Manajemen Strategik Suatu Pendekatan Keunggulan Bersaing Edisi 15.
Penerbit Salemba Empat : Jakarta
Akia, 2016. Matrik Strategi Besar. (https://www.scribd.com/document/330241903/Matriks-
Strategi-Besar-docx) [Dikases pada 7 November 2017]
Asri, Dewi, 2013. 06. Analisis dan Pilihan Strategi. Manajementelekomunikasi.org,
(http://www.manajementelekomunikasi.org/2013/04/06-analisis-dan-pilihan-
strategi.html) [Diakses pada 5 November 2017]

16