Anda di halaman 1dari 2

Pengaturan sekresi hormon tiroid

Untuk mengatur kecepatan sekresi tiroid sesuai dengan kebutuhan metabolisme tubuh, dilakukan
melalui kelenjar hiportalamus dan kelenjar hipofisis. Efek hormon perangsang tiroid (Thyroid
Stimulating Hormone) atas sekresi Tiroid. Thyroid Stimulating Hormone (TSH), juga dikenal
sebagai tirotropin, merupakan suatu hormon hipofisis anterior, suatu glikoprotein dengan berat
molekul sekitar 28.000; ia meningkatkan sekresi tiroksin dan triyodotironin oleh kelenjar tiroid.
Efek spesifiknya pada kelenjar tiroid adalah :

1. Meningkatkan proteolisis trigolobulin dalam folikel, dengan akibat pengeluaran hormon


tiroid kedalam darah yang bersirkulasi dan pengurangan zat folikular itu sendiri.
2. Meningkatkan aktivitas pompa yodida yang meningkatkan kecepatan iodine trapping
dalam sel kelenjar, meningkatkan rasio konsentrasi yodium intrasel terhadap ekstrasel.
3. Peningkatan yodinasi tirosin dan peningkatan penggabungan untuk membentuk hormon
tiroid.
4. Peningkatan ukuran dan aktivitas sekresi sel sel tiroid.
5. Peningkatan jumlah sel sel tiroid, ditambah perubahan dari sel kuboid menjadi folikel.
Ringkasnya, hormon perangsang tiroid meningkatkan semua aktivitas sel kelenjar tiroid
yang telah diketahui.

Peranan AMP Siklik dalam Efek Perangsangan TSH.

Mencoba menerangkan berbagai efek hormon perangsang tiroid pada sel sel tiroid,
kerja tunggal utama hormon ini telah dicari selama bertahun tahun. Percobaan mutakhir
menunjukkan bahwa hormon hampir pasti mempunyai efek utama yang mengaktifkan adenil
siklase dalam membran sel tiroid. Hal ini selanjutnya menyebabkan pembentukan AMP siklik
dalam sel yang kemudian bekerja sebagai second masangger untuk mengaktifkan semua sistem
sel tiroid. Akibatnya adalah peningkatan segera sekresi hormon tiroid dan dan pertumbuhan
jaringan kelenjar tiroid itu sendiri yang berlangsung sangat lama. Cara pengaturan aktivitas sel
tiroid adalah sama seperti fungsi AMP siklik pada banyak jaringan sasaran tubuh lainnya.

Pengaturan Sekresi TSH dari Hipofisis Anterior oleh Hipotalamus Thyrotropin Relasing
Hormone (TRH)

Perangsangan listrik beberapa daerah hipotalamus, terutama pada daerah paraventrikularis dan
nukleus akuarta, meningkatkans sekresi TSH oleh hipofisis anterior dam secara sebanding
meningkatkan aktivitas kelenjar tiroid. Pengaturan sekresi hopofisis anterior dan secara
sebanding meningkatkan aktivitas kelenjar tiroid. Pengaturan sekresi hipofisis anterior ini
ditimbulkan oleh hormon hipotalamus. Thyrotrophin-releasing hormone (TRH) yang disekresi
oleh ujung ujung saraf pada eminensia media hipotalamus dan kemudian ditranspor ke
hipofisis anterior dalam darah porta hipotalamik hipofisial.

TRH dapat diperoleh dalam bentuk murni, dan terbukti ia merupakan suatu zat yang sangat
sederhana, suatu tripeptida amida poroglutamil histidil prolin amida. TRH mempunyai efek
langsung pada sel kelenjar hipofisis anterior untuk meningkatkan pengeluaran tiroid stimulating
hormonenya. Bila sistem porta dari hipotalamus yang menuju ke hipofisis anterior diputuskan
sama sekali, seingga TRH tak dapat mencapai kelenjar hipofisis anterior, kecepatan sekresi TSH
oleh hipofisis anterior berkurang, tetapi tidak sampai nol.
Efek Dingin Dan Rangsangan Neurogenik Lain pada Sekresi TSH

Rangsangan paling dikenal untuk meningkatkan kecepatan sekresi TSH oleh hipofisis anterior
adalah memaparkan binatang ke dingin. Berbagai reaksi emosi juga dapat mempengaruhi
pengeluaran TRH dan TSH sehingga secara tidak langsung dapat mempengaruhi sekresi hormon
tiroid. Efek emosi dan efek dingin ini tidak ditemukan bila tangkai hipofisis dipotong,
melukiskan bahwa kedua efek ini deperantara oleh hipotalamus.

Efek Umpan Balik Terbalik Hormon Tiroid atas Sekresi TSH Hipofisis Anterior
Pengaturan Umpan Balik Sekresi Tiroid.

Peningkatan hormon tiroid dalam cairan tubuh menurunkan sekresi TSH oleh hipofisis anterior.
Bila kecepatan sekresi hormon tiroid meningkat sekitar 1,75 kali normal, kecepatan sekresi TSH
pada hakekatnya turun sampai nol. Sebagian besar efek penekanannya terjadi walaupun
hipofisis anterior telah dipisahkan sama sekali dari hipotalamus, tetapi efek ini sedikit lebih besar
bila hipotalamus dan sistem porta hipotalamik hipofisial utuh. Oleh karena itu mungkin bahwa
peningkatan hormon tiroid menghambat sekresi TSH hipofisis anterior dalam dua jalan:

1. Efek langsung pada hipofisis anterior itu sendiri


2. Efek yang lebih lemah yang bekerja melalui hipotalamus.

Tanpa memandang mekanisme umpan balik, efeknya adalah untuk mempertahankan konsentrasi
hormon tiroid bebas yang hampir tetap didalam cairan tubuh yang bersirkulasi. Misalnya, selama
masa gerak badan berat, hormon tiroid dikonsumsi jauh lebih cepat daripada keadaan istirahat.
Namun karena kontrol umpan balik yang pantas maka kecapatan sekresi hormon tiroid
meningkat dalam jumlah yang sama seperti kecapatan konsumsi dan konsentrasi hormon tiroid
darah tetap hampir tepat konstan.