Anda di halaman 1dari 26

MK 2

RANCANGAN PRODUK
1.Pendahuluan
Pengambilan Keputusan dalam meluncurkan produk baru (product decision)
perlu memperhatikan lima aspek penting didalam keputusan operasi (operation
decisions) akan terpengaruh oleh sebab itu keputusan produk harus
terkoordinasi dengan operasi untuk menjamin keterpaduan operasi dan
rancangan produk. Dengan kerjasama yangerat antara bagian operasi dan
pemasaran, permintaan pasar dan srategi produk terpadu dengan keputusan
yang menyangkut proses, kapasitas, inventory, tenaga kerja dan mutu.
Rancangan produk merupakan suatu prasyarat untuk produksi, tentunya
didahului dengan suatu peramalan volume produksi. Hasil-hasil keputusan
rancangan produk dikirim kebagian operasi sebagai spesifikasi produk.
Spesifikai ini yang menetapkankarakteristik produk yang diinginkan sehingga
produksi bisa dijalankan.
Langkah awal agar kita dapat mengerti prinsip perancangan produk, maka kita
(atau designer) juga garus mempunyaikonsep yang jelas tentang penggunaan
produk tersebut dan juga kondisi-kondisi yang diperlukan dalam pembuatannya.

2. Strategi Peluncunran Produk Baru


Ada tiga pendekatan dasar dalam melihat proses introduksi produk baru, yaitu :
a. Market Pull. Dalam hal ini kita membuat apa yang bisa kita jual ( we
should make what we can sell). Dalam hal ini pertimbangan produk baru
lebih ditentukan oleh pasar ketimbang pada proses dan teknologi yang ada.
Jadi Customer needs merupakan basis utama untuk peluncuran produk
baru. Kita bisa menetukan jenis produk baru yang dibutuhkan melalui
market research atau customer feedback, kemudian produk dibuat.
b. Technology Push. Dalam hal ini kita menjual apa yang kita buat (we
should sell what we can make). Pertimbangan produk baru lebih didasarkan
pada teknologi yang ada daripada pada pasar. Pendekatan ini menggangap
bahwa adalah tugasnya pemasaran untuk menjual produk yang dibuat.

1
Pendekatan ini sangat bertumpu pada keunggulan teknologi yang juga
mampu menyederhanakan operasi manufaktur. Dengan R&D dan operasi
yang agresif, diperoleh inovasi dengan keunggulan teknologi yang dapat
diandalkan sebagai keunggulan dipasar.
c. Interfunctional. Pendekatan ini melihat bahwa peluncuran produk baru
merupakan pekerjaan interfunctional yang memerlukan kerjasama erat
antara bagian-bagian : marketing, operations, engineering dan fungsi-fungsi
lainnya. Proses pengembangan produk baru tidak market-pull dan tidak juga
technology push tetapi ditentukan oleh upaya koordinasi antaraberbagai
fungsi yang ada dalam kegiatan manufaktur. Hasilnya adalah produk yang
memenuhi kebutuhan konsmen dengan pemanfaatan teknologi yang ada.
Pendekatan ini biasanya menghasilkan hasil yang optimal. Tetapi
implementasinya tidak mudah karena pertentangn dan friksi diantara fungsi-
fungsi yang ada. Secara organisasi pendekatan organisasi matriks atau
dengan task forces sering dipakai ntuk memadukan fungsi-fungsi didalam
perusahaan.
Didalam kaitan dengan hal yang lebih nasional lingkupnya, misal kesempatan
kerja,maka industri manufaktur penting didalam pembangunan ekonomi
nasional. Dilihat dari Added Value (Nilai Tambah), maka industri manufaktur
tergolong industri yang bernilai tambah tinggi (lihat gbr.1).
Meningkatkan daya saing dengan produk luar negeri bisa dilakukan dengan
jalan
- produk lebih baik (mengadakan perbaikan produk terus menerus)
- produk relatif murah (biaya produksi lebih rendah, redesigning,
mekanisasi atau otomatisasi)
- produk baru (diperbaharui) (inovasi)
salah satu srategi pentng didalam industri manufaktur adalah adanya inovasi-
inovasi untuk :
- mengoptimumkan dan memodernisir produk yang sudah ada
- mendesign produk baru

2
INDUSTRI DENGAN ADDED VALUE RENDAH
Contoh : Industri Petro-kimia, Industri Tekstil

Keuntungan : Kelemahan :
- Menghemat devisa - Tidak padat karya
- Mudah diimport - Polusi pada lingkungan
- Mudah dipindah ke luar
- Peka pada krisis

INDUSTRI DENGAN ADDED VALUE TINGGI


Contoh : Industri barang modul, industri manufaktur

Keuntungan : Kelemahan :
- Padat karya - Masalah pemasaran
- Stabil karena keragaman
- Bersifat nasional
- Biasanya sesuai lingkungan
- Meningkatkan ketrampilan

Gambar 1. Industri, Added Value, Keuntungan dan Kelemahannya.

3 Proses Pengembangan Produk Baru


Merancang produk baru yaitu memahami proses perancangan suatu produk
baru (New Product Development Process). Dimana ada dua hal pentinng yang

3
perlu diperhatikan didalam tahapan yaitu proses perancangan produk baru dan
kaitannya
dengan masukan yang diperlukan bagi seorang ( dalam team) perancang,
sebelum produksi dijalankan yaitu .

Tabel 1. Perancangan Produk Baru

PRODUCT DESIGN PROCESS INPUT OF THE TEAM

Product Choice Insight


Product Design Creativeness
Product Development Experience
Product Manufacture Organization
Product Marketing Business

Schroeder dalam bukunya Operation Management (1989) memberika suatu


model idealisasi proses pengembangan produk baru, yang ditunjukkan pada
gambar 2.
Dalam tahap product selection, tentukan tidak semua idea harus dikembangkan
kedalam produk baru. Idea produk baru harus disaring untuk memenuhi tiga
syarat :
(1) market potential
(2) financial feasibility
(3) operatio compatability

Idea R&D
Customer Generation Technology

4
Product Selection

Preliminary Product Preliminary


Design Process Design

Prototype Construction

Testing

Final Product Final Process


Design Design

Product the new


Product

Gambar 2. New Product Development Process

jadi sebelum Ideal prduk baru masuk keperancangan awal (preliminary design),
analis penyaringan harus dilakukan dengan memperhatikan ketiga aspek
diatas. Proses penyaringan produk baru dapat kita gambarkan seperti pada
ilustrasi gambar 3. Hasil studi David Uman terhadap 51 perusahaan di Amerika
menunjukkan bahwa hanya 1 dari 60 idea produk baru yang keluar menjadi
produk yang sukses (lihat gbr.4). Jadi Proses penyaringan ini memerlukan
analisis yang tidak mudah dan kompleks.

Ideas Generated

Preliminary
Design

5
Final
Design

Gambar 3. The new product filtering process


Number of ideas
60
Screening

Business analysis
15
Development
10
Testing
5 One successful
prod
Commercialization

50 100
Cumulative time ( % )
GAMBAR 4. Mortality of new product ideas (sumber Davit Uman)
Untuk membantu analisis produk, banyak dikembangkan metoda-metoda, salah
satu cara dengan scoring method seperti yang ditunjukkan pada tabel 1
Tabel 1. Product Selection by checklist
Karakteristik Produk Poor Fair Good Very-Good Excelent Weight

Harga Jual * 15 %
Mutu Produk * 10 %
Volume Penjualan * 20 %
Operation Compatability * 10 %
Keunggulan kompetitif * 10 %
Resiko Teknis * 15 %
Fit with Corporate
Strategy * 20 %

6
4.Proses Perkembangan Teknologi
Menurut Dorothy Leonard-Barton (1987) proses perkembangan teknologi
seringkali tidak sejalan antara rancangan produk dan operasi manufakturnya.
Ketidak cocokan ini menurut Leonard-Barton adalah pada teknologi,
infrastruktur, dan sistem imbalan. Teknologi yang diterapkan pada rancangan
produk ternyata tidak dapat dijalnkan dalam operasi manufaktur. Hal ini
disebabkan karena teknologi belum teruji dan dipahami betul. Operasi
Manufaktur juga mempunyai infrastruktur yang bisa tidak cocok dengan produk
baru dalam hal : labor skills, control systems, quality assurance dan organisasi.
Dan emngenai sistem imbalan bisa memperkuat penggunakan teknologi yang
sudah ada daripada proses baru yang diperlukan.
Untuk mengatasi masalah perkembangn teknologi dan perancangan produk,
maka pendekatan simultan antara R & D, production dan marketing (gbr.5b)
akan lebih berhasil daripada pendekatan konvensional atau pendekatan
sequential
Effort Effort

Operation
Sales

R&D
R&D Operation Sales

Time Time
Gambar : 5a.Sequential Approach 5b.Simultaneous
approach

TUGAS MK PROSES MANUFAKTUR HARI RABU TGL 18 NOPEMBER 2015


PROGRAM STUDI D3 TEKNIK MESIN

BUAT RANGKUMAN TULIS TANGAN MATERI MATAKULIAH PROSES


MANUFAKTUR MELIPUTI MATERI YANG TELAH DIBERIKAN :

1. PROSES PERMESINAN
2. PARAMETER PROSES PERMESINAN
3. KEAUSAN PAHAT

7
4. WELDING
5. HEAT AND SURFACE TREATMENT

TUGAS DIKUMPUL KE DOSEN LANGSUNG HARI KAMIS TGL 19


NOPEMBER 2015 JAM 10.00

Catatan secara
keseluruhan materi yang telah diberikan untuk dapat diperiksa adalah

1. PENGANTAR PROSES MANUFAKTUR


2. PEMILIHAN BAHAN ( MATERIAL)
3. PEMILIHAN PROSES
4. PROSES SOLIDIFIKASI DAN PROSES MENGUBAH BENTUK
5. PROSES PERMESINAN
6. PARAMETER PROSES PERMESINAN
7. KEAUSAN PAHAT
8. WELDING
9. HEAT AND SURFACE TREATMENT
10. RANCANGAN PRODUK

TTD DOSEN
Hasan Hariri

8
MK 3
LANJUTAN RANCANGAN PRODUK

5.Interaksi antara Produk dan Perancangan Proses


Menurut Albernathy dan Townsend (1975), Inovasi didalam proses produksi
mengikuti atau dapat dibagi dalam tiga tahapan penting :
Stage-I :
- Proses produksi cocok untuk tingkat volume produksi yang rendah
- Produk dibuat dengan peralatan general purpose
- Constant change of product
- Proses produksi biasanya sangat tidak terkoordinasi
- Kurang stabilnya aliran produk menyebabkan bottleneck dan excess
capacity
- Keputusan operasi sangat fleksibel
Stage-II :
- Persaingan harga sudah semakin insentif
- Kesadaran akan biaya semakin meningkat
- Keterpaduan aliran produk lebih baik, makin banyak tugas-tugas
spesialisasi, automatisasi menibgkat, PPC lebih baik.
Stage-III :
- Produk menjadi dewasa
- Kompetisi lebih insentif lagi

9
- Standarisasi meningkat
- Upaya penekanan biaya meningkat
- Keterpaduan proses sangat tinggi, otomatisasi tinggi
- Perubahan produk semakin tidak mudah dan membutuhkan biaya
tinggi.
Gambar 6. Menunjukkan hubungan interaksi dan pengembangan produk
proses. Pada saat produk mature disana inovasi produk semakin terbatas
perkembangannya, sedangkan inovasi proses meningkat dan produk semakin
standar. Selanjutnya menuju pada mature stage, dimana produk sudah sulit
berkembang kedua inovasi produk dan proses menurun.

Jumlah Inovasi
Product innovations Process innovations

Need
Stimulated Technology Cost
Stimulated Stimulated
Output rate
Stimulated

Stage of Development
Uncoordinated process Integrated process
Performance maximization Cost minimization
GAMBAR 6.A dynamic model of product proses innovation

Product Variety
Product Variety yang tinggi, tidak selalu menguntungkan, dalam halmini fungsi
marketing menjadi sangat sulit, karena :
- Membuat bingung kosumen untuk memilih sehingga memperbesar
kemungkinan pembatalan/penundaan pembelian.

10
- Lebih sulit melatih sales force
- Advertizing menjadilebih mahal dan kurang tajam fokusnya pada
yang mana.
Keuntungannya hanya dapat menawarkan lebih banyak pilihan.
Dan sisi fungsi Operasi/Produksi High Product Variety mengakibatkan :
- Biaya meningkat
- Lebih kompleks
- Lebih sulit mengkhususkan penggunaan mesin dan tenaga kerja.

Sales Unit cost Profit

Banyaknya produk Banyaknya produk Banyaknya produk

GAMBAR 7. An economic theory of product variety

6.Pemilihan Produk
6.1.Pilihan Produk
Bagi suatu industri, pemilihan produk adalah penting sekali. Jika suatu paket
produksi akan diperluas, lebih banyak kemungkinan-kemungkinan yang harus
diperhatikan :
- Kebutuhan yang dinyatakan oleh masyarakat (sering sangat
terlambat)
- Idea satu atau banyak orang
- Kebutuhan yang dilaksakan oleh pemasaran ( tidak dibutuhkan tapi
laku)

11
- Produk yang diimport besar-besaran (kompetisi)
- Produk yang dipasarkan dalam jumlah besar (perbaikan, inovasi)
Ada perbedaan antara kebutuhan akan suatu produk dan permintaan akan
produk tersebut. Selama suatu produk belum ada, tak akan ada yang meminta,
walaupun sebenarnya mereka membutuhkan.

6.2.Produk Yang Dibutuhkan


Untuk dapat memilih suatu produk yang akan didesign, harus mempertanakan
dan mengadakan pertimbangan yang baik. Banyak faktor akan memegang
peranan dan berbagai kriteria dapat dibuat.
a.Kuantitas.
Kuantitas adalah sangat penting, bahkan lebih penting dari untuk/unit produk
atau added value atau jumlah produk. Suatu produk, yang dihasilkan atas
pesanan misalnya seharga $ 100.000,- akan kita anggap lebih sederhana
seharga $ 50,-- per unit, dibutuhkan dan jumlahnya 2000 unit per tahun. Hasil
per tahun kedua, dapat berlangasung selama 5 tahun, yang menyebabkan hal
ini lebih baik dari segi investasi dan keuntungan. Untuk berbagai alat/mesin
pertanian, perkiraan kuantitas dalam hubungannya dengan kategori
manufacturing adalah :
Di bawah 50 per tahun --- special to order or jobbing manufacture
Di bawah 1000 per tahun --- small batch production
Di atas 1000 per tahun --- quantity production
Di atas 100.000 per tahun --- mass production
Tak pernah menguntungkan untuk menghasilkan suatu Quantity Production
dalam jumlah yang sedikit. Harga terlalu mahal dan pemasaran mungkin
menemui kesulitan. Biaya dan waktu pengembangan pada kuantitas (gbr.8).
Produce quality

12
Time

Justified development
Not justified
development

Development
Gambar 8.Biaya Produksi dan waktu pengembangan
Untuk jumlah lebih besar, akan llebih menguntungkan untuk menghasilkan
produksi yang optimum, karena biaya per unit akan rendah. Untuk jumlah yang
lebih besar perlu untuk membangun peralatan khusus yang biasanya
membutuhkan waktu yang lama. Biasanya waktu design untuk produk akan
lebih singkat jika :
- lebih banyak pengalaman tersedia
- tenaga dengan kualitas yang tinggi tersedia
- adanya tekanan kompetisi yang besar
b.Waktu Realisasi
Waktu start dan waktu realisasi suatu produk adalah penting. Gambar 9,
menunjukkan permintaan suatu produk dan keuntungan terhadap realisasi.
Tentu saja hubungan ini terganggu pula pada produk. Jika membuat rencana
untuk kuantits, pada waktu produk baru dipasarkan, harus diperhatikan bahwa
ada puncak permintaan pada waktu start karena :
- Pemakai, menunggu sampai produk tersedia.
- Mereka butuh produk tersebut, dan setelah itu, mereka menghitung.
- Pemakai, selalu ingin produk yang paling baru.
Profit
Need next product
Demand drop
because
rise because of marketing of
competition

13
Starting peak

Profit
Time
too late and too slow
Start
Ontime and fast

Too early and too slow

Gambar 9. Permintaan produk, keuntungan dan realisasi


Karena pengaruh hal ini maka pada mulanya harga akan tinggi. Kemudian,
sementara penjualan berkurang, dan produksi masih terus berlangsung harga
mungkin diturunkan, untuk menarik langganan baru. Segera setelah produksi
mencapai maksimum, kita harus segera mulai dengan :
- produk yang baru (selalu mungkin)
- memperbaharui produk ( jangan terlalu cepat karena akan
mempengaruhi pasaran sendiri).
Untuk merealisir pengembangan produk baru secara cepat, perusahaan besar
sering :
- mendirikan dengan lisensi : ide, know how
- membeli perusahaan kecil : ide, know how, pasaran yang
dipersiapkan
permintaan (kebutuhan) yang pada mulanya sangat terbatas, dapat digalakkan
dengan pemasaran, tetapi sementara waktu berlalu akan menurun karena :
- timbulnya perusahaan-perusahaan lain (kompetisi)
- kejenuhan pasaran
- mesin-mesin yang telah menjadi kuno (Engelberg Huller)
Kadang-kadang pengembangan yang cepat dari suatu produk dikehendaki
karena
- antusiasme yang besar
- orang-orang bekerja lebih keras
- biasanya lebih murah

14
- bunga modal berkurang.
Start dari product development dapat :
- terlalu cepat :
- pasaran belum ada
- pengeluaran permulaan besar
- sedikit keuntungan, produk terlalu mahal.
- tepat waktunya
- terlambat
- pengeluaran permulaan kecil
- penyusutan alat produksi besar
- harga terlalu rendah (kompetisi)
c.Kualitas dari Produk
Melihat hubungan antara kualitas dan harga, penting untuk mengetahui, berapa
langganan yang potensiil mau membayar untuk kualitas tertentu ( gbr.10)

Price
Cost price
( Producer)
Profit
Want to pay
(Customer)

Profitable

Quality
Gambar 10. Keuntungan, Harga dan Qualitas

15
Pilih kualitas juga tergantung pada :
- kemungkinan manufacturing
- tersedianya suku cadang dan komponen mesin
- posisi kompetisi
- stabilitas pasaran.

d.Kelayakan Ekonomis dari Produk


perlu untuk menganalisa kelayakan ekonomis dari berbagai produk :
- analisa pasar
- analisa biaya : * pembangunan
* mekanisme industri
* pasar dan jasa
- output jangka panjang
- perencanaan.
e.Technical achievement of the product.
Setelah periode-ide dan spesifikasi tehnik dari produk, perlu meneliti siapa dan
berapa banyak orang yang akan ikut dalam preliminary studies. Sekarang
penting untuk memperkirakan kemungkinan berhasil jika suatu grup orang-
orang tertentu mencoba menyelesaikan prolema (produk) tertentu dalam waktu
tertentu (gbr.11)

New
Product degree of difficulty

50 % = chance of success
within a given time
75 % by a certain group

99 %
Old
Product
Mono disciplinary multy disciplinary
Problem problem ( mechanical,

16
Electrical, physical)
Gambar 11. Penyelesaian problema produk dalam waktu tertentu

MK 4
LANJUTAN RANCANGAN PRODUK

7. Implementasi Perancangan Produk


Untuk merealisir suatu produk secara berhasil, maka penyesuaian-penyesuaian
design process harus dilakukan secara kontinu (gbr.12)

Product Program of requirements Design Process Product design


choice Via principal, user

Thingking
doing

To realizer
Economikal
Technical

17
Continue
Yes/ no

7.1 Program of Reguirements untuk Designer.


a. Functional reguirements dari langganan :
- kegunaan : kekuatan/kemampuan, kepekaan terhadap kerusakan teknik
- umur alat : dapat dibuat, yang diperlukan
- Dimensi
- Keamanan

b. Permintaan umum dari langganan :


- biaya operasi produk : absolut, relatif
- harga
- tersedianya produk
- bentuk
- perawatan : perawatan rutin, perbaikan, suku cadang
- ergonomics dari penggunaan produk
- tipe pemakai : tidak trampil, ahli

c.Permintaan prosedur
- investasi yang perlu : waktu realisasi, penyusutan, peralatan
- harga (keuntungan)
- kuantitas yang diinginkan
- ergonomics dari produksi

7.2. Preliminary Schemes.


Dengan Program of requirement, semua fungsi produk dan masalahnya harus
dianalisa. Jawaban harus diperoleh secara sistematis. Berbagai sistem
pemecahan masalah :
- buat garis-garis besar secara phisik dan sistematis
- harus dikerjakan sampai pada tingkatan yang sama, agar kesimpulan
yang ditarik dapat objektip.

18
Sering seorang designer kembali lagi ke solution 1 setelah menemui masalah
ketika mengerjakan solution 2 secara terperinci. Solusi 1, nampaknya lebih
mudah, karena memang belum dikerjakan (digarap). Biasanya paling tidak dua
pilih design harus dikerjakan sampai pada tingkat yang sama (gbr.13) oleh satu
atau lebih grup yang berbeda. Evaluasi secara periodik selama design process
harus dilakukan dan hal-hal yang meragukan harus disingkirkan.
Pembaharuan dengan adaptasi dari produk yang sudah ada dapat terjadi
melalui kemungkinan-kemungkinan :
- teknologi baru
- material baru
- keperluan (lingkungan) baru
- kebutuhan baru (misalnya kemampuan yang lebih tinggi).

Solution

Subproblem

Solution 1

Problem Evaluation 1, 2
Evaluation 1, 2
Solution

Sub problem

Solution 2

19
4
Gambar 13. Evaluasi desig proses

7.3. Evaluation dari Program of Reguirement


Selama menganalisa prolema dan mempelajari penyelesaian masalah
(solution), biasanya timbul aspek-aspek baru, yang mugkin bertentangan
dengan program of requirement. Perlu menata kembali program mengenai
langganan dan produser. Konsultasi tentang langganan dapat berlangsung :
- pada industri kecil melalui bicara langsung
- pada industri besar melalui commercial department (Communication
problems)
7.4. Pilihan dari Preliminary Design
sekarang tiba waktunya untuk memnetukan pilihan dari berbagai kemungkinan
dan membuang semua yang tak dapat diterima. Analisa ini membutuhkan lagi
lebih banyak kebutuhan.
Sifat produk :
- keseimbangan energi
- penyebaran temperatur
- stabilitas (keadaan statis)
- stabilitas (dinamis)
Konsekwensi bagi produser :
- sifat-sifat bahan sehubungan dengan manufacturing
- harga (jumlah)
- waktu realisasi
- kapasitas yang dibutuhkan
- dimensi dari produk
- pengaruh tehadap lingkungan

20
dengan menganalisa berbagai solution yang mungkin dan membandingkan
satu dengan yang lain, maka telah dimungkinkan untuk menetapkan
solution/berbagai solution yang lebih disukai. Karena kita telah mempunyai
pandagan tentag produk yag akan didesign, maka tibalah waktunya untuk
meneliti bagaimana cara orang lain dalammemecahkan masalah ini. Solution
orang lain kita pelajari secara sepintas dan profesional akan tetapi jangan
mengurangi arti kreatifitas kita sendiri. Ini sering terjadi bagi mereka yang
kurang percaya pada diri sendiri dan terlalu menganggap hebat apa yang telah
dikerjakan orang lain. Analisa dari produk lebih-lebih dari segi keuntungan dan
kerugiannya akan sangat bermanfaat bagi pengembangan produk selanjutnya.
Selanjutnya akan lebih baik untuk menanyakan pendapatan orang luar yang
mampu tentang priliminary design kita. Pilihan yang tepat dari solution pada
tahap ini, akan menentukan berhasilnya design terakhir.

7.5 Preliminary Design dari beberapa Sistem


Dari seluruh kemungkinan yang masih ada, suatu soal-soal kecil. Pilih harus
dibuat tentang :
- komponen-komponen pokok
- bahan
- kekuatan ( the strength)
- kekakuan (the stiffness)
- berat dan lain-lain.
Untuk dapat membuat preliminary design dengan dimensi secara umum,
perhitungan kasar sudah memadai (ketelitian 25%). Perhitungan kasar seperti
ini sering dapat membatalkan solutions ayng sebelumnya telah kita pilih.

7.6. Design dan Testing beberapa Komputer Penting


untuk dapat menetukan pilihan dari preliminary design yang tertinggal, perlu
menarik masalah yang masih ada dan mengatasi semua komponen yang
meragukan dan persoalan yang ada; problema segera timbul.

21
Selama mendesign komponen-komponen penting, kadang-kadang ketidak
pastikan masih tetap ada : - cara kerja
- sabilutas
- kekuatan
- kelemahan
Dalam hal ini sangat penting artinya untuk mentest komponen-komponen ini :
- ukuran sebenarnya
- menaruh rangka pada vebrasi ( frequency characteristic)
- dengan menentukan kekakuan dari sistem
- menentukan kekuatan.
Komponen mana yang akan tergantung pada :
- harga dari test
- kemungkinan sukses design secara keseluruhan jika tesdting
diadakan
- harga, jika kemudian salah konstruksi harus diperbaiki.

7.7.Menentukan Kekuatan
Kriteria yang penting untuk kekuatan suatu konstruksi adalah batas elastis.
Dengan memberi beban pada suatu konstuksi dan menambah setahap demi
setahap, akan tetapi plastic deformotion (konsentrasi dari strain, welding
strains). Dead displacement pada suatu atau banyak tempat, setelah
panambahan beban secara bertahap dapat diketahui (gbr. 14)

Load

22
Elongation
Gambar 14. Hubungan pembebanan dengan batas elastisitas

Setiap diskontinuitas pada grafis menandakan bahwa pada bagian-bagian


tertentu dari konstruksi batas stretching strain telah dicapai. Tempat-tempat ini
harus dicari, diperkuat dan prosedur ini harus diulangi. Ini akan memberikan
pembebanankonstruksi yang harmonis, yang penting bagi suatu konstruksi dan
sulit diperhitungkan (titik-titik sambungan, dicontinuitas). Cara ini juga suatu
cara mencek metode perhitungan yang digunakan.

7.8.Design Terakhir
Untuk design terakhir, semua pengalaman dan pengetahuan redahulu harus
digunakan. Seluruh design harus dihitung. Untuk design yang optimal, semua
bagian-bagian harus cocok satu dengan yang lain secara harmonis dengan
misalnya kriteria berikut :
- umur yang sama, dengan perhatian untuk : kekuatan, beban, kekakuan
- dengan meminimumkan gaya-gaya yang terjadi pada struktur
(meminimumkan)
- ongkos tenaga kerja minimum (labor costs).
Hal-hal tersebut di atas tidak selalu sama untuk tiap-tiap bagian karena,
misalnya - interchangeability
- kekuatan
- harga
- perawatan
pembicaraan lebih lanjut dan diskusi diperlukan dengan pimpinan dan para
pemakai untuk mencapai suatu kompromi antara kemungkinan-kemungkinan
tekno-ekonomis dengan program of requirements.

7.9.Pembuatan Gambar
Selama pembuatan gambar, kemungkinan-kemungkinan produksi ahrus selalu
diperhatikan. Untuk produksi massal, produksi sedikit, atau produksi satu unit,
prototype akan dibuat. Perbedaan yang penting adalah kekuatan yang
dibutuhkan dari prototype tersebut. Untuk suatu produksi massal, memang

23
resiko lebih banyak daripada produksi satu unit (job order). Oleh sebab itu
analisis perkiaraan berbagai aspek produk ang diuraikan panjang lebar pada
permulaan tulisan ini perlu dicermati dalam implementasi manufaktur produksi
masal untuk dapat meminimumkan resiko.

MK4

8.Product Development
8.1.Manufacturing dari Prototype
Berdasarkan gambar kerja (working drawing), protype tersebut dibuat, jika
prototype itu untuk produksi massal disarankan untuk membuatnya tidak lebih
buruk atau baik dari produk yang akan dibuat dalam produksi selanjutnya

24
8.2.Testing dari Prototype
Prototype harus di test secara hati-hati, pemberian beban harus dilakukan
secara bertahap sehingga prototype tidak rusak terlalu cepat kemudian
konstruksi tersebut harus memikul beban yang penuh. Untuk testing umur
prototype dijalankan terus menerus, kadang-kadang dengan frequensi yang
disesuaikan. Seringkali lingkungan testing terlalu menguntungkan, karena:
- Periode testing yang singkat : Bahan tidak karatan, tidak lapuk
- Keadaan test : Sedikit air dan tebu, kecepatan rendah
- Yang mentest : Terlalu hati-hati, terlalu akhli
Selama testing sifat-sifat produk harus dicatat seperti :
- Konsumsi energi
- Kapasitas
- Gaya-gaya
- Vibrasi
Selama testing kelemahan-kelemahan prototype akan kelihatan dan ini harus
diperbaiki setelah itu diperlukan testing yang baru. Untuk manufacturing massal
dilakukan sejumlah test secara random. Saran-saran, keluhan-keluhan,
perbaikan-perbaikan, harus dicatat sehingga setelah digunakan dalam waktu
tertentu produk tersebut dapat dilepas dan dianalisa untuk disesuaikan,
misalnya :
- Memperbaiki bagian-bagian yang terlalu lemah
- Bagian-bagian yang terlalu kuat diperlemah

9. Manufacturing Dari Produk Akhir


Manufacturing suatu produk yang akan dibuat dalam jumlah kecil, akan
berlangsung dengan tetap berhubungan dengan grup, hal ini memungkinkan
dilakukan perubahan konstruksi untuk maksud-maksud manufacturing.
Manufacturing produk massal memerlukan pembicaraan dan diskusi diantara
grup-grup yang bertanggung jawab untuk :
- Design
- Mekanisasi industri
- Produksi

25
- Persiapan pemasaran
- Perencanaan
Grup-grup ini akan mengeluarkan produk tersebut ke pasaran dalam waktu
yang telah ditentukan, kesulitan yang dihadapi :
- Waktu penyerahan prototype
- Waktu penyerahan mesin-mesin produksi
- Waktu penyerahan bahan-bahan mentah
- Ruangan untuk produksi dan penyimpanan
10. Pemasaran Produk
Seorang insinyur mekanis umumnya kurang memperhatikan aspek pemasaran
atau pengertian terhadap pasar yang potensial. Seorang designer harus selalu
berupaya untuk memperbaiki secara optimum, sedangkan bagian pemasaran
selalu ingin menjual produk secepat mungkin, inilah sebabnya kita harus
bekerja secapat mungkin didalam proses perancangan.
Hal yang perlu diperhatikan dan sangat penting untuk pemasaran :
- Siapa sipemakai
- Bagaimana mendekati mereka
- Kapan mendekati mereka
- Siapa yang mendekati mereka
- Apakah telah ada suatu jaringan penjualan
- Sesuaikah produk ini pada jaringan tersebut
- Apakah ada jaringan jasa
- Bagaimana saluran distribusi
- Stock apa yang diperlukan dan dimana
Sejak awal perlu diperhatikan :
- Perubahan selera dari sipemakai
- Pergeseran harga
- Kegiatan para saingan
Dilihat dari segi perbedaan yang besar dalam mentalitas antara designer dan
salesman, maka penting sekali bahwa seorang designer harus menjual idenya
sehingga suatu ide yang baik tidak akan gagal di pasaran karena hanya
masalah komunikasi.

26