Anda di halaman 1dari 1

Kemarin kubaca surat cintaMu

Indah mengalun dalam kekhusyu'an

Sejenak itu, aku percaya janjiMu tak meleset

Namun, hatiku ternyata rapuh

Tak seharusnya aku menangis ketika aku masih dimilikMu

Karena yakinku, ada derita yang penuh penderitaan

Lebih dari deritaku yang aku rasakan

Jika jalan bahagia masih Kau sembunyikan

Maukah Engkau menguatkan punggungku dengan ketabahan

Agar keputus asaanku sejenak samar kubaca