Anda di halaman 1dari 7

PEDOMAN

Keamanan dan Keselamatan


Fasilitas Fisik

RS TEBET JAKARTA
Tahun 2017
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.3 Sasaran
1.4 Landasan Hukum

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Fasilitas Fisik
2.2.1 Pemeriksaan Fasilitas Fisik
2.2.2 Evaluasi Hasil Pemeriksaan
2.2.3 Susunan Anggaran
2.2.4 Monitoring dan Pengawasan Pelaksanaan/ Action Plan
2.2.5 Pencatatan dan pelaporan insiden
2.2.6 Pelaporan Pelaksanaan Kegiatan
BAB III PENUTUP
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Keselamatan dan Keamanan fasilitas rumah sakit merupakan hal yang
sangat penting karena menyangkut keselamatan dan keamanan seseorang.
Dengan terjaminnya keselamatan dan keamanan setiap orang maka akan
meningkatkan kepercayaan pasien dan pengunjung untuk berkunjung dan
mendapatkan fasilitas kesehatan dengan baik. Untuk mewujudkan upaya
tersebut dan dapat dilaksanakan secara terstruktur dan menghasilkan upaya
yang memberikan kepuasan bagi semua pengguna sarana fasilitas maka
dibuatlah Program Keselamatan dan Keamanan di RS Tebet Jakarta.

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Dapat memberikan rasa aman dan nyaman selama berada di
lingkungan RS Tebet Jakarta bagi Karyawan, Pasien, dan Pengunjung
RS Tebet Jakarta
1.2.2 Tujuan Khusus
Mampu menyediakan fasilitas kelengkapan keselamatan dan
keamanan bagi pasien, pengunjung dan karyawan di RS Tebet Jakarta.

1.3 Sasaran
1. Dapat teridentifikasi jenis dan jumlah kebutuhan kelengkapan keselamatan
dan keamanan pasien.
2. Kekurangan kelengkapan keselamatan dan keamanan dapat terpenuhi
sesuai kebutuhan.
3. Kelengkapan keselamatan dan keamanan pasien terpelihara dan selalu siap
digunakan dan berfungsi baik saat dibutuhkan.

1.4 Ruang Lingkup


Ruang lingkup pedoman ini diperuntukan untuk keamanan diri sendiri
dalam hal ini karyawan itu sendiri, pasien dan keluarganya dan lingkungan
sekitar rumah sakit. Selain sistem, fasilitas fisik di rumah sakit juga harus
menjamin kemanan dan keselamatannya.

1.5 Landasan Hukum


- UU No. 44 tahun 2009 ttg. Rumah Sakit
- Undang-Undang No.1 tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja
- Undang-Undang No.36 tahun 2009 Tentang Kesehatan
- Peraturan Kapolri No.Pol. 24 tahun 2007 tentang Sistem Pengamanan
Manajemen Perusahaan/Instansi Pemerintahan

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Risiko Keamanan dan Keselamatan

Keamanan dan keselamatan terkait dengan kemampuan seseorang dalam


menghindari bahaya, yang ditentukan oleh pengetahuan dan kesadaran serta
motivasi orang tersebut untuk melakukan tindakan pencegahan. Ada tiga
faktor penting yang terkait dengan keamanan dan keselamatan yaitu: tingkat
pengetahuan dan kesadaran individu, kemempuan fisik dan mental dalam
mempraktikan upaya pencegahan, serta lingkungan fisik yang membahayakan
atau berpotensi menimbulkan bahaya (Nancy Roper, 2002).
Pemenuhan kebutuhan keamanan dan keselamatan bertujuan melindungi
tubuh agar terbebas dari bahaya kecelakaan, baik pada klien, petugas
kesehatan, atau individu yang terlibat dalam upaya memenuhi kebutuhan
tersebut.

2.2 Fasilitas Fisik

2.2.1 Pemeriksaan Fasilitas Fisik

Pemeriksaan dilakukan oleh pamdal setiap hari dengan menilai


fasilitas fisik atap/langit, pintu/pintu emergency, kunci, ventilasi,
penerangan, lantai, rambu/label, jalur evakuasi, perkabelan, dll.
Pamdal dapat mengingatkan pada seluruh penghuni rumah sakit jika
tindakannya dapat merusak fasilitas atau membahayan dirinya dan
orang lain

2.2.2 Evaluasi Hasil Pemeriksaan

Jika terdapat kerusakan pada fasilitas fisik rumah sakit, amdal


koordinasi dengan K3RS dan atasan untuk segera ditindak lanjuti
guna mencegah terjadinya kecelakaan pada pasien, pengunjung dan
pegawai rumah sakit.

2.2.3 Susunan Anggaran

Hasil pemeriksaan fisik kemudian dibuat laporan usulan untuk


perbaikan atau mengganti fasilitas yang rusak kemudian diajukan ke
manajemen.

2.2.4 Pencatatan dan pelaporan insiden

Mencatat insiden yang terjadi akibat fasilitas yang ada di rumah


sakit, kemudian koordinasi dengan K3RS dan dibuat analisa kejadian
dan tindakan yang dapat dilakukan. Laporan tersebut kemudian
diserahkan ke manajemen untuk dilakukan tindak lanjut.

2.2.5 Pelaporan Pelaksanaan Kegiatan

Hasil pemeriksaan, pengawasan dan laporan insiden direkap setiap


bulannya untuk dibuat laporan dan diserahkan ke manajemen.
2.3 Sasaran

- Mapping risiko fasilitas fisik 100%


- Zero accident

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Keamanan di lingkungan rumah sakit adalah ide pemikiran instansi
pelayanan kesehatan untuk menciptkakan dan memelihara keamanan ,
kenyamanan baik bagi pasien maupun bagi pelaksana pelayanan kesehatan
yang meliputi semua aspek biopsikososial..
Keamanan ini bertujuan untuk mengukuhkan stabilitas kinerja
rumah sakit dalam upaya pemeliharan dan pemberian pelayanan yang
menyeluruh.Kebutuhan akan rasa aman menurut Maslow merupakan
kebutuhan mendasar manusia. Kebutuhan ini dikategorikan sebagai
kebutuhan pokok karena adanyanya kondisi yang aman bebas dari
bahaya yang mengancam hidupnya dan adanya jaminan akan masa depan
hidupnya - menjadi salah satu factor yang menjamin keberadaan atau
eksistensi dan kelangsungan hidup manusia.
Standar kemanan nya meliputi :
a. Pemeriksaan fasilitas fisik
b. Evaluasi hasil pemerikasaan
c. Usulan perbaikan
d. Pelaporan