Anda di halaman 1dari 6

Pertanyaan

1. Trias bronkopneumonia ?
2. Tatalaksana antibiotik bronkopneumonia berdasarkan usia ?
3. Skoring tuberkulosis paru ?
4. Imunisasi dasar, dosis, cara pemberian, kandungan dari vaksin ?
5. Tatalaksana kejang ?
6. Tatalaksana diare akut dengan syok ?

Jawaban
1. Sesak nafas, pernafasan cuping hidung, dan sianosis sekitar hidung / mulut
2.
Usia Rawat jalan Rawat Inap Bakteri Patogen
0-2 1. Ampisillin + - E. Coli
minggu
Gentamisin - Streptococcus B
2. Ampisillin + - Nosokomial
Cefotaksim enterobacteria
>2-4 1. Ampisillin + - E. Coli
minggu
Cefotaksim atau - Nosokomial
Ceftriaxon Enterobacteria
2. Eritromisin - Streptococcus B
- Klebsiella
- Enterobacter
- C. trachomatis
>1-2 1. Ampisillin + - E. Coli and other
bulan
Gentamisin Enterobacteria
2. Cefotaksim atau - H. influenza
Ceftriaxon - S. pneumonia
- C. trachomatis
>2-5 1. Ampisillin 1. Ampisillin - H. influenza
bulan
2. Sefuroksim 2. Ampisillin + - S. pneumonia
sefiksim Kloramfenikol
Sefuroksim
Ceftriaxon
>5 tahun 1. Penisillin A 1. Penisillin G - S. pneumonia
2. Amoksisilin 2. Sefuroksim - Mycoplasma 9
Eritromisin Seftriakson
Vankomisin

3. Sistem skoring TB pada anak

Parameter 0 1 2 3 skor
Kontak TB Tidak - Laporan BTA (+)
jelas keluarga,
BTA(-) /
BTA tidak
jelas / tidak
tahu
Uji Negatif - - Positif (>10mm),
tuberculin atau >5 mm pada
(Mantoux) imunokompromais
Berat badan - BB/TB < 90% Klinis gizi -
/ keadaan atau BB/U < buruk atau
gizi 80% BB/TB
<70% atau
BB/U
<60%
Demam - > 2 minggu - -
yang tidak
diketahui
penyebabnya
Batuk kronik - > 3 minggu - -
Pembesaran - > 1 cm, > 1 - -
kelenjar kg, tidak nyeri
limfe kolli,
aksila,
inguinal
Pembesaran - Ada - -
tulang / pembengkakan
sendi
panggul /
lutut, falang
Foto thorax Normal / Gambaran - -
kelainan sugstif
tidak (mendukung)
jelas TB
Skor total

4. Imunisasi
Vaksin Umur
0 bulan 1 bulan 2 bulan 4 bulan 6 bulan 9 bulan 18 bulan
Hepatitis B
Polio
BCG
DTP
HIB
Campak

a. Hepatitis B
Vaksin hepatitis B ini merupakan vaksin DNA rekombinan yang berasal
dari HbsAg yang diproduksi melalui teknologi DNA rekombinan pada sel
ragi.
Cara pemberian dan dosis :
o Pemberian dengan cara intra muskuler 0,5 ml sebanyak 3 dosis

b. Polio
Vaksin Oral Polio hidup adalah Vaksin Polio trivalent yang terdiri dari
suspensi virus poliomyelitis tipe 1,2 dan 3 (strain sabin) yang sudah
dilemahkan, dibuat dalam biakan jaringan ginjal kera dan distabilkan
dengan sukrosa.
Cara pemberian dan dosis :
o Terdapat 2 jenis vaksin :aoral (OPV) dan injeksi (IPV)
o Dosis : 2 tetes (0,1 ml), 1 vial : 1 ml (10 dosis)

c. BCG
vaksin bentuk beku kering yang mengandung mycobacterium bovis hidup
yang sudah dilemahkan dari strain Paris no. 1173.P2.
Cara pemberian dan dosis :
o Dosis : bayi < 1th (0,05 cc), > 1 th (0,1 cc), lntrakutan lengan
kanan atas M. Deltoid
o 1 ampul dilarutkan 4 cc sodium chloride physiological solution (80
dosis)
d. DTP
Vaksin mengandung DPT berupa toxoid difteri dan toxoid tetanus yang
dimurnikan dan pertusis yang inaktifasi serta vaksin hepatitis B yang
merupakan sub unit vaksin virus yang mengandung HbsAg murni dan bersifat
non-infectious.
Cara pemberian dan dosis :
o Diberikan secara IM, anterolateral paha M. deltoid
o Dosis : 0,5 cc, 1 vial 2,5 cc (5 dosis)
e. HIB
Hib merupakan haemofilus influenza tipe B yang dilemahkan
Cara pemberian dan dosis :
o 0,5 ml secara intraMuskular

f. Campak
Vaksin Campak merupakan vaksin virus hidup yang dilemahkan. Vaksin
ini berbentuk vaksin beku kering yang harus dilarutkan dengan aquabidest
steril.
Cara pemberian dan dosis :
o Sebelum disuntikkan vaksin Campak terlebih dahulu harus
dilarutkan dengann pelarut steril yang telah tersedia yang berisi 5
ml cairan pelarut aquabidest.
o Dosis pemberian 0,5 ml disuntikkan secara subkutan pada lengan
atas, pada usia 9-11 bulan. Dan ulangan (booster) pada usia 6-7
tahun (kelas 1 SD) setelah cath-up campaign Campak pada anak
Sekolah Dasar kelas 1-6.
o Vaksin campak yang sudah dilarutkan hanya boleh digunakan
maksimum 6 jam.
5. Penanganan Kejang pada Anak

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah tersumbat atau tidaknya jalan napas.
Selanjutnya dilakukan pemberian oksigen, dan menghentikan kejang dengan cara:

KEJANG
5 menit Diazepam rectal 0.5 mg/kgBB atau:
Berat badan 10 kg: 5 mg
Berat badan > 10 kg: 10 mg
KEJANG (+)
Ulangi diazepam rektal seperti sebelumnya.

DI RS
Cari akses vena
Periksa laboratorium (darah tepi, Na, Ca, Mg, Ureum, Kreatinin)

KEJANG (+)
Diazepam IV dosis 0.3-0.5 mg/kgBB
(kecepatan 0.5-1 mg/menit)

KEJANG (-) KEJANG (+)


Berikan terapi rumatan bila Fenitoin bolus IV 10-20
penyebab kejang diperkirakan mg/kgBB (dengan
kecepatan 0.5-1 mg/menit)
infeksi intrakranial. Berikan
fenobarbital 8-10 mg/kgBB/hari,
dibagi 2 dosis. Selama 2 hari
selanjutnya 4-5 mg/kgBB/hari
sampai resiko kejang tidak ada.
KEJANG (+) KEJANG (-)
Transfer ke Rumatan fenitoin IV 5-7
ICU mg/kgaBB/hari 12 jam
kemudian
6.