Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Dalam Dunia Marine Engineering,Permesinan adalah hal yang sangat penting.


Dimana hampir keseluruhan seluk beluk Marine Engineering berhubungan erat dan
dalam operasionalnya menggunakan permesinan sebagai Main Prime Over, khususnya
Main Engine dan Auxaliary Engine. Teknik Maintenance, Pengecekan Berkala dan
Reparasi Mesin merupakan hal penting dalam hal permesinan. Maka dari itu Praktikum
Tenik Reparasi Permesinan merupakan kegiatan yang penting untuk menunjang kegiatan
mahasiswa dalam mempelajari ilmu permesinan sebagai calon Marine Engineer yang
handal.

I.2 Tujuan Praktikum


Praktikum Teknik Reparasi Permesinan merupakan kegiatan yang bertujuan
mempelajari teknik permesinan,khususnya pembongkaran, pengcekan dan pemasangan
kembali komponen komponen mesin.Kegiatan yang dilakukan dalam praktikum antara
lain :
a. Mengukur diameter bagian-bagian piston
Dalam Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui besar diameter ukuran piston pada
masing masing bagian, apakah besaranya sama atau tidak dalam setipa bagian. Dan
menganalisa diameter piston tersebut dapat masuk ke dalam liner dengan baik atau
tidak.
b. Mengukur gap piston ring
Pengukuran gap piston ring ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar celah
antar ujung ring piston. Celah Gap piston ring yang semakin kecil akan
mengindikasikan semakin kecilnya kebocoran saat proses kompresi khusunya pada
piston ring no.1.
c. Mengukur tebal piston ring
Dalam pengukuran ini bertujuan untuk membandingkan antara masing-masing piston
Ring memiliki ukuran yang sama atau berbeda, dikarenakan tiap-tiap piston ring
memiliki fungsi yang berbeda.
d. Mengukur diameter cylinder liner
Pengukuran diameter cylinder liner ini bertujuan untuk membandingkan dengan
diameter piston, menganalisa cylinder liner dalam kondisi lurus atau tidak dan bisa
dimasuki piston dengan baik atau tidak.

3
e. Mengukur Clearance
Pengukuran clearance pada praktikum ini dilakukan pada dua hal. Yaitu pengukuran
clearance antara piston ring dan cylinder liner juga antara piston ring dan piston.Hal

ini bertujuan untuk mengetahui besar clearance apakah masih dalam strandart
toleransi atau tidak karena berhubungan dengan fungsi dari tiap tiap piston ring
tersebut bekerja dengan baik atau tidak.

4
BAB II
TAHAPAN PRAKTIKUM
II.1 Persiapan
Tahap Persiapan adalah kegiatan persiapan sebelum memulai praktikum. Yaitu diantara
lain adalah:
1. Memilih lahan kerja, mempersiapkan dan membersihkan tempat kerja, rapi, bersih
dari kotoran dan sampah.
2. Mempersiapkan tempat atau wadah untuk part yang akan dibongkar .
3. Mempersiapkan pembersih, dan wadah pembersih
4. Mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk proses bongkar pasang.
5. Mempersiapkan mesin diesel yang akan dibongkar.

Spesifikasi mesin diesel.


Merk : SHANHAI Power max : 7,7 HP
Putaran max :2600 RPM Weight : 70 KGS

II.2 Disassembly
Langkah langkah disassembly atau pembongkaran mesin sbb :
1. Menyiapkan Peralatan
Menyiapkan Peralatan yang akan dipakai selama proses pembongkaran dan
pemasangan
kembali
mesin.

5
2. Menutup Aliran Bahan Bakar
Menutup alirana bahan bakar dengan memutar valve bahan bakar pada samping mesin
agar bahan bakar tidak keluar saat pembongkaran mesin.

3. Menguras Minyak Pelumas


Menguras atau
mengeluarkan minyak pelumas
sampai habis dengan membuka
baut penguras oli pada belakang
bawah mesin
menggunakan kunci 17mm

4. Melepas Air Filter dan Muffler


Melepaskan Air filte rdan intake pipe dari mesin dengan membuka baut pengunci
dengan kunci 13 mm dan melepaskan muffler dan exhaust pipe dari mesin dengan
membuka baut pengunci dengan kunci 13 mm

6
5. Melepas Pipa Saluran Bahan Bakar dan Injector
Melepaskan pipasaluran bahan bakar yang menyambung dengan injector
menggunakan kunci 14 mm dan melepaskan injector dengan kunci 17 mm

6. Melepas Head Cover


Melepas head cover dengan membuka mur menggunakan kunci 10 mm

7. Melepas Rocker arm dan Push rod


Melepaskan rocker arm dari dudukanya dengan membuka baut pengunci
menggunakan kunci 13 mm dan menarik keluar push rod yang berjumlah 2 batang
dari tappet lifte

8. Melepas Cylinder Head dan Cylinder Back Cover


Melepaskan cylinder head dengan menggunakan kunci 19 mm dan dilepas secara
menyilang untuk menghindari deformasi dan melepaskan cylinder back cover dengan
cara membuka baut menggunakan kunci 10 mm.

7
9.
Melepas Connecting Rod Cap dan Piston
Melepas connecting rod cap dengan memposisikan piston terlebih dahulu pada TMB
dengan memutar chrankshaft, kemudian membuka baut menggunakan kunci 14 mm,
kemudian memposisikan piston ke posisi TMA kemudian mengeluarkan piston
menggunakan palu dengan bantuan kayu karena palu tidak bias masuk.

10. Melepas Piston Ring


Melepas piston ring dengan menggunakan piston ring expander

II.3. Penjelasan Alat dan Komponen


II.3.1 Peralatan yang dipakai untuk pembongkaran mesin sbb :
No Nama Alat Gambar Fungsi

8
1 Feeler Gauge Untuk mengukur clearance
antara :
- piston ring dengan
cylinder liner
- rocker arm dengan
springvalve intake dan
exhaust
2 Piston Ring Expander Untuk melepas dan
memasang piston ring

3 Obeng Minus atau screw Untuk mengatur clearance


driver rocker arm dengan spring
valve intake dan exhaust.

4 Kunci Kombinasi Untuk mengendorkan atau


mengencangkan baut

5 Kunci Torsi0-70 Nm. Untukmengukur torsi yang


diperlukan pada saat
pengencangan baut

9
6. Micrometer Besar dan Micrometer Kecil (0-
Kecil 25mm) untuk mengukur
ketebalan piston ring dan
Micrometer Besar (75-
100mm) untuk mengukur
diameter piston
7. Tool Set Untuk mengendorkan,
- Socket Wrench mengencan gkanbaut
- Ratchet Handle
- Sliding Handle
- Speed Handle
- Extension(Universal
Joint)
- L Handle
8. Piston Ring Compressor Untuk menekan piston ring
pada piston dan membantu
memasukkan piston

9. Palu Karet dan Kayu Untuk mendorong piston


danconnecting rod saat
melepas piston dan
memasukkan piston

10. Wadah Oli Wadah oli untuk oli bekas


hasil pengurasan

II.3.2Komponen -komponen mesin sbb :

10
N
NAMA GAMBAR FUNGSI
O

Exhaust Meredam suara bising dan sebagai saluran keluaran


1 pipe dan gas sisa pembakaran.
muffler

Air Mencegah masuknya udara kotor melewati intake


2 Filterdan pipe dan sebagai saluran udara masuk kedalam
Intake Pipe ruang bakar.

Head
3 Penutup/pelindung
Cover

Cylinder
4 Penutup bagian belakang dari engine
Back Cover

11
Cylinder Penutup bagian atas dari cylinder liner dan sebagai
5
Head tempat valve intake dan exhaust juga injector

Packing Sebagai film/lapisan antara sambungan dari kedua


6
Back Cover komponen agar tidak terjadi kebocoran.

Packing
Sebagai film/lapisan antara sambungan dari kedua
8 Cylinder
komponen agar tidak terjadi kebocoran.
Head

Packing
Sebagai film/lapisan antara sambungan dari kedua
9 Head
komponen agar tidak terjadi kebocoran.
Cover

Sebagai media pengkompresi udara dan penerima


11 Piston
gaya atau tenaga dari proses pembakaran.

12
Menghubungkan piston keporos engkol dan
Connecting selanjutnya menerima tenaga dari piston yang
12
Rod diperoleh dari pembakaran dan meneruskannya
keporos engkol.

13 Push Rod Meneruskan gerak camshaft ke rocker arm

Rocker Mendistribusikan gaya dari camshaft untuk


14
Arm membuka katup.

Sebagai pencekam dan penahan posisi connecting


Connecting
15 rod.
Rod Cap

II.4 Hasil Pengukuran

II.4.1 Tabel pengukuran

Pada praktikumTeknik Reparasi Permesinan komponen yang akan diukur pertama


kali adalah diameter piston. Bagian-bagian yang akan diukur adalah bagian atas, bagian
tengah, dan bagian bawah. Langkah awalnya adalah menyiapkan alat yang akan
digunakan untuk mengukur diameter piston. Pada praktikum ini kelompok kami
menggunakan Micrometer. Kemudian piston dibersihkan agar kotoran yang menempel
tidak mempengaruhi nilai diameter piston. Selanjutnya piston di letakkan diantara
micrometer kemudian dilakukannya pembacaan ukuran diameter piston.
Bagian yang diukur Jenis pengukuran Nilai
Piston X Diameter piston atas 79,53 mm
Diameter piston 79,58 mm
tengah

13
Diameter piston 79,73 mm
bawah

Bagian yang diukur Jenis pengukuran Nilai


Piston Y Diameter piston atas 79.40 mm
Diameter piston 79,24 mm
tengah
Diameter piston 79,245 mm
bawah

Bagian 1 yang diukur (atas)

Bagian 2 yang diukur (atas)

Bagian 3 yang diukur (atas)

Diameter piston

Bagian yang diukur Jenispengukuran Nilai ( mm )


Piston ring Ring 1 1,96 mm
Ring 2 1,98 mm
Ring 3 1,99 mm
Ring 4 3,99 mm

II.5 Assembly

1. Memasukkan piston ke dalam cylinder liner.


Memasangkan alat bantu piston ring compressor untuk menekan piston ring
agar mudah dimasukkan kedalam cylinder liner. Menyearahkan piston ring
compressordengan cylinder liner dan memasukkan piston dengan cara dipukul
menggunakan palu dengan bantuan kayu. Perlu diketahui posisi crankshaft harus pada
TMA.Setelah piston masuk kedalam cylinder liner maka putar crankshaft kearah
TMB, hal ini dilakukan untuk memasangkan baut 19 mm pada connecting rod cap.
Saat mengencangkan baut digunakan kunci torsi dengan torsi awal 30 Nm, 45 Nm,
dan 60 Nm.

14
2. Memasang cyliner head
Memasang cylinder head kembali dan diikat menggunakan baut 19 mm.
Pengencangan baut secara diagonal untuk menghindari deformasi pada cylinder head
dengan menggunakan kunci torsi dengan torsi 40 Nm, 50 Nm, dan 60 Nm.

3. Memasang push rod& rocker arm.


Memasang push rod pada tappet lifter dan rocker arm pada dudukannya.
Kemudian mengencangkan baut menggunakan kunci 16 mm. Setelah itu setting
intake dan exhaust rocker arm dengan menggunakan feeler dengan ketentuan intake
0,2 mm dan exhaust 0,3 mm.

4. Memasang head cover.


Memasang head cover dengan mengencangkan baut pengunci menggunakan
kunci 14 mm.

15
5. Memasang cylinder back cover.
Memasang cylinder back coverdengan cara mengencangkan baut pengunci
menggunakan kunci 10 mm.

6. Menutup saluran penguras


Menutup saluran penguras oli mesin dengan membuka oil drain bolt yang
terdapat pada bagian belakang bawah mesin dengan meggunakan kunci 16

7. Memasang airfilter dan intake pipe


Memasangair filterdan intake pipe dengan cara mengencangkan baut pengunci
dengan menggunakan kunci 13 mm.

16
8. Memasang mufflerdan exhaust pipe
Memasang mufler dan exhaust pipe dengan cara mengencangkan baut
pengunci dengan menggunakan kunci 13 mm.

BAB III
KESIMPULAN
III.1 Hasil Praktikum
Dari hasil praktikum , Praktikan atau Mahasiswa mengetahui dan paham
komponen komponen utama mesin diesel dan fungsinya. Juga beberapa ketentuan
yang harus dilakukan baik saat pembongkaran dan pemasangan mesin diesel :
- Ketentuan ketentuan saat pembongkaran atau pemasangan mesin
a. Piston Ring
- Terdapat 4 Piston Ring pada Piston dan pemasangangannya harus sesuai
urutannya dengan perbedaan posisi gap / celah + 90o

17
- Hal ini untuk menghindari kebocoran oli ataupun kompresi
- Setiap Piston Ring memiliki fungsi masing masing yaitu : Ring 1
(Pembatas Kompresi), Ring 2 (Pembatas Oli), Ring 3 (Penyalur dan
pembersih oli), Ring 4 (Penyalur Oli)
b. Cylinder Head
Cylinder head adalah tempat valve dan injector untuk menyemprotkan bahan
bakar dan juga menahan kompresi saat proses kompresi. Karena itu cylinder
head harus dipasang dengan baik dan kuat. Pemasangan cylinder head dan
bautnya dikencangkan dengan Kunci Torsi secara step by step yaitu 40
Nm,50Nm kemuian 60Nm. Bautdikencangkan secara menyilang untuk
menghindari defleksi pada permukaan cylinder head yang bisa menyebabkan
kebocoran kompresi.
c. Clearance Valve Intake dan Exhaust
Penyetelan Gap /Clearance Valve Intake an Exhaust menggunakan feeler
dengan masing-masing besarnya 0,2mmdan 0,3mm. Hal ini sesuai dengan
project guide dan bertujuan sebagai celah untuk pemuaian valve
tersebut,khusunya valve exhaust lebih besar karena suhu hasil pembakaran
yang tinggi sehingg gap/clearancenya lebih besar.
d. Uji Starting
Setelah reparasi mesin selesai, dimana pembongkaran, pengukuran dan
pemasangan kembali telah selesai. Mesin diuji dengan menyalakan mesin
tersebut, dan dicekapakah mesin bisa menyala dan bekerja dengan baik atau
tidak tanpa ada indikasi kerusakan yang muncul. Jika menyala dan bekerja
dengan baik maka reparasi berhasil,jika tidakmaka harus ada pengecekan
indikasi troubleshooting dan perbaikan,pembongkaran dan pemasangan
kembali.

III.2 Hasil Pengukuran


Ukuran diameter piston.
Bagian yang diukur Jenis pengukuran Nilai
Piston X Diameter piston atas 79,53 mm
Diameter piston 79,58 mm
tengah
Diameter piston 79,73 mm
bawah

Bagian yang diukur Jenis pengukuran Nilai

18
Piston Y Diameter piston atas 79.40 mm
Diameter piston 79,24 mm
tengah
Diameter piston 79,245 mm
bawah

Bagian 1 yang diukur (atas)

Bagian 2 yang diukur (atas)

Bagian 3 yang diukur (atas)

Diameter piston

Bagian yang diukur Jenispengukuran Nilai ( mm )


Piston ring Ring 1 1,96 mm
Ring 2 1,98 mm
Ring 3 1,99 mm
Ring 4 3,99 mm

III.3 Manfaat Praktikum


Setelah diadakan praktikum, praktikan atau mahasiswa mendapatkan pemahaman
yang jelas tentang komponen komponen mesin diesel, cara membongkar mesin,
baik tahap persiapan, pembongkaran, pengukuran dan pemasangan kembali. Selain itu
mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih jelas tentang kinerja mesin diesel,
Indikasi terjadinya kerusakan atau troubleshooting dan bagaimana cara mengecek dan
melakukan perbaikan.

19