Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Obat merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Sejalan
dengan munculnya jenis-jenis penyakit yang merebak luas di masyarakat
mengakibatkan kebutuhan obat menjadi suatu hal yang sangat penting. Tetapi
seiring berkembangnya teknologi banyak obat yang ditemukan. Obat-obatan
ini banyak mengandung kimia buatan sehinggan banyak mempunyai efek
samping yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu kami
mencoba memanfaatkan bahan-bahan alami yang tidak mempunyai efek
samping sebagai obat, salah satunya adalah memanfaatkan buah salak.

Selama ini salak dianggap sebagai buah-buahan yang hanya dapat


dinikmati buahnya. Tetapi masyarakat belum menyadari bahwa
sesunggungnya kulit salak yang mempunyai tekstur kasar, berbentuk coklat
dan bersisik dapat dimanfaatkan sebagai obat. Selama ini kulit buah salak
hanya sebagai limbah dan tidak termanfaatkan dan terbuang sebagai limbah.
Kulit salak dianggap kurang mempunyai daya guna. Sesunggunhnya dibalik
kulit salak tersebut terdapat daya guna yang luar biasa, bagi sebagian yang
jeli dan mampu memmanfaatkanya.

Kulit salak dapat dimanfaatkan sebagai obat diabetes. Kulit salak ini
dibuat dalam bentuk teh, teh kulit salak ini yang berhasiat dalam
penyembuhan diabetes. Dalam kulit salak tersebut mengangdung bahan kimia
alami yang berhasiat sebagai penyembuh diabetes.

1.2 Identifikasi Masalah

1. Terdapat berbagai macam kulit buah yang belum termanfaatkan dengan


maksimal.
2. Kulit salak dapat berkhasiat untuk pengobatan diabetes.
3. Metode pengolahan kulit salak sebagai obat diabetes.

1
1.3 Batasan Masalah

1. Bahan yang digunakan adalah kulit buah salak yang berasal kabupaten
kebumen.
2. Kulit salak yang digunakan adalah kulit salak yang sudah masak berwarna
mengkilap.

1.4 Rumusan Masalah

1. Bagaimana cara pembuatan Teh Kulit Salak ?


2. Bagaimana Khasiat Teh Kulit Salak ?

1.5 Tujuan Penelitian

1. Mengetahui cara pembuatan the kulit Salak.

2. Mengetahui Khasiat Teh Kulit Salak.

1.6 Manfaat Penelitian

1. Menigkatkan kreativitas dan penelitian


2. Meneliti kandungan kimia yang terdapat dalam kulit salak.
3. Mengetahui manfaat kulit salak sebagai obat diabetes.

2
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Deskripsi Buah Salak (Salacca zalacca)

Salak adalah sejenis palma dengan buah yang biasa dimakan.Dalam bahasa
Inggrisdisebut salak atau snake fruit, sementara nama ilmiahnya
adalah Salacca zalacca. Buah ini disebut snake fruit karena kulitnya mirip
dengan sisik ular. Salak ditemukan tumbuh liar di alam di Jawa bagian barat
daya dan Sumatra bagian selatan. Akan tetapi asal-usul salak yang pasti
belum diketahui. Salak dibudidayakan di Thailand, Malaysia dan Indonesia,
ke timur sampai Maluku. Salak juga telah diintroduksi ke Filipina, Papua
Nugini, Queensland dan juga Fiji. Sebagian ahli menganggap salak yang
tumbuh di Sumatra bagian utara berasal dari jenis yang berbeda, yakni S.
sumatrana Becc. S. zalacca sendiri dibedakan lagi atas dua varietas botani,
yakni var. zalacca dari Jawa dan var. Amboinensis (Becc.) Mogea dari Bali
dan Ambon.

Batang menjalar di bawah atau di atas tanah, membentuk rimpang, sering


bercabang, diameter 10-15 cm. Daun majemuk menyirip, panjang 3-7 m;
tangkai daun, pelepah dan anak daun berduri panjang, tipis dan banyak,
warna duri kelabu sampai kehitaman. Anak daun berbentuk lanset dengan
ujung meruncing, berukuran sampai 8 x 85 cm, sisi bawah keputihan oleh
lapisan lilin. Karangan bunga jantan Kebanyakan berumah dua (dioesis),
karangan bunga terletak dalam tongkol majemuk yang muncul di ketiak daun,
bertangkai, mula-mula tertutup oleh seludang, yang belakangan mengering
dan mengurai menjadi serupa serabut. Tongkol bunga jantan 50-100 cm
panjangnya, terdiri atas 4-12 bulir silindris yang masing-masing panjangnya
antara 7-15 cm, dengan banyak bunga kemerahan terletak di ketiak sisik-sisik
yang tersusun rapat. Tongkol bunga betina 20-30 cm, bertangkai panjang,
terdiri atas 1-3 bulir yang panjangnya mencapai 10 cm.

3
Tipe buah batu berbentuk segitiga agak bulat atau bulat telur terbalik, runcing
di pangkalnya dan membulat di ujungnya, panjang 2,5-10 cm, terbungkus
oleh sisik-sisik berwarna kuning coklat sampai coklat merah mengkilap yang
tersusun seperti genting, dengan banyak duri kecil yang mudah putus di ujung
masing-masing sisik. Dinding buah tengah (sarkotesta) tebal berdaging,
kuning krem sampai keputihan; berasa manis, masam, atau sepat. Biji 1-3
butir, coklat hingga kehitaman, keras, 2-3 cm panjangnya.

2.2 Kandungan dan Manfaat Kulit Salak (Salacca zalacca)

Kulit salak mengandung unsur aktif. Keseluruhan unsur aktif tersebut bekerja
secara bersamaan pada tubuh pasien untuk menyembuhkan penyakit yang
diderita pasien. Diantara unsur aktif yang terkandung di dalam kulit salak
yang berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit diabetes adalah:

Ferulic Acid dan Proline; senyawa yang mendorong terbetuknya kolagen dan
elastin (dua unsure penting untuk memulihkan jaringan).

Cinnamic acid derivatives; senyawa yang mendorong regenerasi sel epitel


Zat zat diatas berperan penting dalam proses perbaikan pancreas pada
penderita diabetes tipe I.

Arginin; senyawa yang menstimulir pembelahan sel dan memperkuat


biosintesa protein. Zat Bee Health Products & Bee Health Propolis ini sangat
bermanfaat untuk normalisasi sel-sel tubuh agar responsive pada insulin, zat
ini sangat dibutuhkan oleh penderita diabetes tipe II

Pterostilbene; senyawa ini merupakan zat anti diabetes dan berperan langsung
dalam menurunkan kadar gula darah.

2.3 Penyakit Diabetes

Diebetes adalah suatu penyakit di mana kadar glukosa (gula sederhana) di


dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan
insulin secara cukup. Insulin adalah hormon yang dilepaskan oleh pankreas,

4
yang bertanggungjawab dalam mempertahankan kadar gula darah yang
normal. Insulin memasukkan gula ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan
energi atau disimpan sebagai cadangan energi.

Bahaya diabetes sangat besar dan dapat memungkinkan penderita lemah


ginjal, menjadi buta, menderita penyakit bagian kaki dan banyak komplikasi
yang serius dan menyebabkan tingkat kematian yang tinggi. Pasien diabetes
menghadapi bahaya setiap harinya karena kadar gula darah yang tidak
terkontrol. Glukosa darah mengandung kadar yang berubah-ubah sepanjang
hari, terutama pada saat makan, beraktifitas, dan bahkan jika Anda sedang
minum obat diabetes. Penelitian medis membuktikan bahwa ketika kadar
glukosa darah sangat tinggi berada pada zona bahaya maka banyak orang
yang menderita penyakit diabetes akan terserang penyakit jantung. Penelitian
menunjukkan delapan dari 10 orang yang mengidap penyakit diabetes terkena
serangan jantung.

Mereka yang memiliki risiko tinggi terkena diabetes adalah yang memiliki
riwayat keluarga pengidap diabetes. Hal ini biasa terjadi ketika seseorang
memasuki usia di atas 40 tahun, mengalami kegemukan, terkena tekanan
darah tinggi, selain tentu saja menggunakanpola makan yang salah.

Adapun tanda-tanda dari diabetes:


Selalu Haus
Sering buang air kecil
Penurunan berat badan meskipun selera makan meninngkat
Luka sulit / lambat untuk sembuh
Gatal terutama pada kemaluan

Sebagian besar kasus diabetes adalah diabetes tipe 2 (dua) yang disebabkan
faktor keturunan. Tetapi faktor keturunan saja tidak cukup untuk
menyebabkan seseorang terkena diabetes karena risikonya hanya sebesar 5
persen. Ternyata diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang yang
mengalami obesitas alias kegemukan akibat gaya hidup yang dijalaninya.

5
Kadar gula darah yang tidak terkontrol juga cenderung menyebabkan kadar
zat berlemak dalam darah meningkat, sehingga mempercepat
terjadinya aterosklerosis (penimbunan plak lemak di dalam pembuluh
darah). Aterosklerosis ini 2-6 kali lebih sering terjadi pada penderita diabetes.
Sirkulasi darah yang buruk ini melalui pembuluh darah besar (makro) bisa
melukai otak, jantung, dan pembuluh darah kaki (makroangiopati), sedangkan
pembuluh darah kecil (mikro) bisa melukai mata, ginjal, saraf dan kulit serta
memperlambat penyembuhan luka.

Kerusakan pada saraf menyebabkan kulit lebih sering mengalami cedera


karena penderita tidak dapat meradakan perubahan tekanan maupun suhu.
Berkurangnya aliran darah ke kulit juga bisa menyebabkan ulkus (borok) dan
semua penyembuhan luka berjalan lambat. Ulkus di kaki bisa sangat dalam
dan mengalami infeksi serta masa penyembuhannya lama sehingga sebagian
tungkai harus diamputasi.

6
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Subjek dan Objek Penelitian

Pada penelitian kali ini, penulis menitik beratkan pada hal berikut:

1. Subyek Penelitian : Teh kulit salak


2. Obyek Penelitian : Pengobatan diabetes

3.2 Alat dan Bahan

1. Kulit buah salak 100 gram


2. 1000 mililiter
3. Panci
4. Pemanas
5. Pengaduk
6. Gelas ukur
7. Timbangan
8. Penyaring
9. Gelas

3.3 Cara Kerja Penelitian

1. Ambillah kulit buah salak 100 gr ( jangan pakai buah ).


2. Bilas dengan air sampai bersih.
3. Kemudian masukkan ke dalam kuali ( jangan kuali aluminium, atau besi ).
4. Tuangkan dengan ait 1000 ml.
5. Rebus menggunakan api kecil sekali, sampai mendidih airnya.
6. Saring dan minum airnya.
7. Kulit salak yang sudah direbus tidak bisa dipergunakan kembali.

7
8
9
3.4 Analisis Penelitian

Teh kulit salak di uji cobakan kepada penderita Diabetes selama 5 minggu.

Nama Sampel : Teh kulit salak sebagai obat diabetes

Nama Panelis : .

Tgl Penilaian : .

SAMPEL WAKTU

Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4 Minggu 5

Y ( 1x sehari )

Z ( 2x sehari )

X ( 3x sehari )

Ket :

O ; Tekanan darah tetap.

+ : Tekanan darah naik.

: Tekanan darah Turun

10
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

1. Salak bukan hanya sebagai bahan makanan yang biasa dimakan atau
diubah menjadi manisan yang menggiurkan, tetapi salak mempunyai manfaat
untuk menyembuhkan penyakit .

2. Salak mempunyai kandungan yang cukup untuk menyembuhkan penyakit


diabetes,

3. Dalam proses pembuatan kita harus memahami langkah-langkah


pembuatannya agar memperoleh hasil maksimal.

4.2 Saran

1. Masyarakat seharusnya tidak harus mengkonsumsi obat kimia sebagai


alternatif penyembuhan penyakit, masyarakat bisa menggunakan obat
berbahan herbal yang tidak memiliki efek samping berbahaya.

2. Pemanfaatan limbah-limbah di lingkungan sekitar lebih dioptimalkan lagi


baik bagi obat herbal maupun lainnya.

3. Masyarakat dapat menggunakan limbah herbal sebagai pengganti obat


kimia yang tidak menimbulkan efek samping berbahaya, contohnya seperti
kulit salak ini.

11
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2009. Khasiat Buah salak. Diakses dari


: http://www.lintasberita.com pada tanggal 20 April 2010.

Muriani,harsono.2010. Manfaat buah salak. Diakses dari: http: //murianiharsono


blogspot .com pada tanggal 17 april; 2010.

www.wikipedia.com diakses pada tanggal 27 April 2010

Sidik, 1998. Perkembangan Pemanfaatan Tumbuhan obat di Indonesia. Makalah


Seminar Pengobatan Tradisional. Diakses pada tanggal 27 April 2010

12